ZONA KEDOKTERAN VOL. 13 NO. 2 MEI 2023 HUBUNGAN TONSILITIS KRONIS DENGAN KEJADIAN OTITIS MEDIA AKUT PADA ANAK USIA 1-17 TAHUN DI POLIKLINIK THT RUMAH SAKIT BUDI KEMULIAAN TAHUN 2019 -2021 Miralza Diza . Dahlan Gunawan . Loviga Ferbina Putri Sirait Fakultas Kedokteran Universitas Batam, miralzadiza@univbatam. Fakultas Kedokteran Universitas Batam, dahlangunawan@univbatam. Fakultas Kedokteran Universitas Batam, lovigaferbina28@gmail. ABSTRACT Background: Chronic tonsilitis (CT) is a swelling or inflammation of the palatine tonsils which is particularly severe as a result of not receiving inadequate medical treatment. AOM as the result of CT happens due to hypertrophy of the tonsils causing an obstruction in the Eustachian tube. Methods: This study employs an analytic observational approach with cross sectional design which took place at the ENT (Ear-Nose-Throa. Polyclinic of Budi Kemuliaan Hospital. The population of the research was the entire number of patients visiting the polyclinic between the period of 2019-2021. The data collecting technique employs simple random sampling by using the patientsAo medical history as the instrument. The data analysis technique employs Chi-square. Results: The Chi-square analysis further proved no significant effect on the hypothesis of correlation between chronic tonsilitis (CT) and the incidence of acute otitis media (AOM) where p-value was 0. 171 (>0. Conclusion: From the result, this study confirms no confidence on the significance of correlation between chronic tonsilitis (CT) and the incidence of acute otitis media (AOM) in patients aged 1-17 years at the ENT Polyclinic of Budi Kemuliaan Hospital in 2019-2021. Keywords: Chronic Tonsilitis. Acute Otitis Media. Children ABSTRAK Latar Belakang: Tonsilitis Kronis merupakan peradangan pada tonsil palatina yang salah satunya dikarenakan tidak mendapat terapi yang adekuat yang dapat menyebabkan otitis media akut disebabkan oleh tuba eustachius yang mengalami obstruksi akibat hipertrofi Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan rancangan penelitian cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Poliklinik THT Rumah Sakit Budi Kemuliaan. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien yang berkunjung ke Poliklinik THT periode 2019-2021. Metode pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling. Peneliti mengamati rekam medik pasien dananalisis data menggunakan uji Chisquare. Hasil: Hasil uji Chi-square diketahui tidak adanya hubungan antara tonsilitis kronis dengan kejadian otitis media akut dengan nilai p-value 0,171 (>0,. Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat Hubungan Tonsilitis Kronis dengan Kejadian Otitis Media Akut pada Anak Usia 1-17 Tahun di Poliklinik THT Rumah Sakit Budi Kemuliaan Tahun 2019-2021. Kata Kunci: Tonsilitis Kronis. Otitis Media Akut. Anak Universitas Batam Page 365 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 NO. 1 FEBRUARI 2022 ZONA KEDOKTERAN VOL. 13 NO. 2 MEI 2023 PENDAHULUAN Tonsil merupakan salah satu pertahanan tubuh terdepan. Antigen yang berasal dari inhalan maupun ingestan dengan mudah masuk ke dalam tonsil hingga terjadi perlawanan tubuh dan bisa menyebabkan peradangan oleh bakteri atau virus. Saat ini masih banyak masalah kesehatan yang terjadi di masyarakat, dari berbagai jenis penyakit infeksi maupun lainnya, beberapa kelainan atau penyakit dapat terjadi pada kavum oris sebagai tempat pertama kali masuknya makanan ke dalam tubuh manusia, salah satunya yaitu peradangan pada tonsil palatina atau tonsilitis (Andre Ch. , 2. Tonsilitis penyakit yang paling sering terjadi dari semua penyakit tenggorok yang Tonsilitis kronis umumnya terjadi akibat komplikasi tonsilitis akut, terutama yang tidak mendapat terapi Patogen penyebab tonsilitis kronis adalah haemophilus influenzae, coxschakie. Epstein Barr. Streptokokkus Selain dikarenakan virus maupun bakteri dan terapi tonsilitis akut yang tidak adekuat, faktor predisposisi timbulnya tonsilitis kronis lain ialah hygiene mulut yang buruk, kelelahan fisik dan beberapa jenis makanan(Andre Ch. World health organization (WHO) tidak mengeluarkan data mengenai jumlah kasus tonsilitis di dunia, namun WHO memperkirakan 287. 000 anak di tonsilioadenoidektomi dan tonsilektomi, tonsilioadenoidektomi berjumlah 248. 000 anak . ,4%) dan 39. 000 lainnya . ,6%) hanya menjalani tonsilektomi saja6. Dalam penelitian yang dilakukan di Inggris oleh Kraft et al . ditemukan bahwa kejadian sakit tenggorokan Universitas Batam rekuren sebesar 100 per 1000 populasi per tahun dan lebih sering terjadi pada anak-anak. Tonsilitis kronis mengakibatkan pembesaran tonsil yang menyebabkan kesulitan menelan dan menimbulkan perasaan seperti ada yang mengganjal di Beberapa kasus pada anakanak biasanya di temukan keluhan seperti mengorok saat tidur atau keluhan sesak nafas karena pengaruh besarnya Gejala lain yang dapat ditemui pada anak berupa demam, sulit menelan, nyeri pada tenggorokan, pembesaran pada nodus limfatikus, mengantuk di siang hari. Tonsilitis kronis bila tidak ditangani dengan cepat komplikasi seperti abses peritonsillar . %), rhinitis . %), otitis media . %), dan otitis media akut . %) (Haidara et al, 2. Tonsilitis kronis menjadi salah satu komplikasi seperti otitis media akut yaitu dengan mekanisme perkontinuitatum dimana virus atau bakteri dari nasofaring masuk ke telinga tengah melalui tuba eustachius dan membentuk kolonisasi sehingga telinga tengah mengalami Otitis Media Akut merupakan peradangan telinga tengah yang sering disebabkan oleh bakteri atau virus dan berhubungan erat dengan infeksi hidung tenggorokan(Tortora Derrickson, 2. Otitis media akut seringkali terjadi pada anak-anak. Anak-anak rentan terkena otitis media akut dikarenakan bentuk anatomi tuba eustachius nya yang lebih pendek, lebar dan letaknya lebih horizontal dan tuba eustachius orang dewasa, sehingga sangat memungkinkan bakteri pathogen yang berasal dari nasofaring masuk kedalam tuba eustachius lalu membentuk kolonisasi Page 366 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 NO. 1 FEBRUARI 2022 ZONA KEDOKTERAN VOL. 13 NO. 2 MEI 2023 dan menyebabkan terjadinya infeksi pada telinga bagian tengah (Lidya dkk. Studi epidemiologi OMA di negaranegara berkembang sangat jarang. Thailand. Prasansuk dikutip dari Bermen melaporkan bahwa prevalensi OMA pada anak-anak yang berumur kurang dari 16 tahun pada tahun 1986 sampai 1991 sebesar 0,8%. Sebuah penelitian oleh Waseem, . , menunjukkan bahwa kurang lebih 20 juta anak-anak terkena otitis media akut setiap Di Asia Tenggara. Indonesia merupakan negara urutan keempat tertinggi sebesar . ,6%). Tiga negara lainnya adalah Sri Langka . ,8%). Myanmar . ,4%) dan India . ,3%). Indonesia sendiri belum ada baku tentang prevalensi otitis media akut. Berdasarkan survey kesehatan indra pendengaran tahun 1993-1996 pada 7 provinsi di Indonesia didapatkan prevalensi penyakit telinga tengah populasi segala umur di Indonesia sebesar 3,9% (Bukhari et al, 2. Faktor resiko terjadinya otitis media akut yaitu paling banyak dialami oleh perempuan . %), riwayat rhinitis alergi . %), infeksi saluran pernapasan atas . %), paparan asap rokok . %), ekonomi rendah . ,6%), usia 6 bulan sampai 5 tahun . %). Faktor lainnya yang berpengaruh seperti predisposisi genetik, pemberian ASI, kondisi kumuh(Lidya dkk, 2. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Pusparani dan Adhe . dengan judul AuHubungan tonsilitis dengan otitis media supuratif akut (OMSA) di RSUD Jombang Periode 1 Januari Ae 31 Desember 2011Ay mengatakan terdapat hubungan antara tonsilitis kronis dengan otitis media dikarenakan semakin sering Universitas Batam anak mengalami infeksi saluran nafas atas, makin besar kemungkinan anak mengalami otitis media. Penelitian lain yang dilakukan oleh Anggraini D. dengan judul AuOtitis media supuratif kronis dan tonsilitis kronis serta karies dentis dan perilaku kuratif ibuAy juga terdapat hubungan tonsilitis kronis dengan otitis media dikarenakan faktor predisposisi yaitu infeksi fokal mengakibatkan infeksi kronis pada saluran pernafasan atas dan udem serta obstruksi pada tuba eustachius sehingga dapat terjadi otitis media. Penelitian lain juga dilakukan oleh Fachir. FS dkk. dengan judul AuHubungan tonsilitis kronis dengan otitis media efusi di bagian THT RSUD Ulin Banjarmasin tahun 2014Ay mengatakan tidak terdapat hubungan antara tonsilitis kronis dengan otitis media efusi melalui obstruksi tuba, tetapi dapat terjadi melalui mekanisme perkontinuitatum(Shauma Fachir et al. Dari penjelasan di atas dapat di simpulkan bahwasanya tonsilitis kronis dapat memiliki hubungan dengan kejadian otitis media akut. Diketahui juga usia anak-anak rentan mengalami otitis media akut. Rumah Sakit Budi Kemuliaan merupakan lokasi dimana dilakukan nya penelitian ini karena berdasarkan survey pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti, 5 dari 10 pasien anak usia 1 Ae 17 tahun menderita tonsilitis kronis dengan otitis media akut. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk mengetahui tentang hubungan tonsilitis kronis dengan kejadian otitis media akut pada anak usia 1 Ae 17 tahun di Poliklinik THT Rumah Sakit Budi Kemuliaan periode Januari 2019 Ae Desember 2021. METODE PENELITIAN Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik, dengan tujuan Page 367 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 NO. 1 FEBRUARI 2022 ZONA KEDOKTERAN VOL. 13 NO. 2 MEI 2023 meneliti hubungan antar variabel tanpa melakukan manipulasi apapun, dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Kota Batam dan Waktu penelitian dilaksanakan pada tanggal 4 sampai dengan tanggal 11 Februari 2023 pada seluruh pasien yang berkunjung ke Poliklinik THT Rumah Sakit Budi Kemuliaan periode 2019-2021. Sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 70 sampel dengan Teknik pengambilan simple random sampling pada responden yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi penelitian. Kriteria inklusi penelitian adalah seluruh pasien anak 1 Ae 17 tahun yang berkunjung ke poliklinik THT di Rumah Sakit Budi Kemuliaan tahun 2019 Ae Kriteria eksklusi penelitian ini adalah pasien dengan data rekam medik tidak lengkap. Jenis data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder yang dperoleh melalui rekam medik. Data dianalisis secara unvariat dan bivariat dengan aplikasi program SPSS menggunakan uji statistik Chi Square. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Univariat Distribusi Frekuensi Tonsilitis Kronis Adapun tonsillitis kronis pada anak 1 Ae 17 Tahun di Poliklinik THT Rumah Sakit Budi Kemuliaan Tahun 2019-2021 dapat dilihat pada tabel 1. Tabel Distribusi Frekuensi Tonsilitis Kronis Variabel Tidak Tonsilitis Kronis Tonsilitis Kronis Total Berdasarkan Tabel Universitas Batam menunjukkan dari 70 pasien yang menderita tonsilitis kronis dan tidak tonsilitis kronis di poliklinik THT Rumah Sakit Budi Kemuliaan, sebanyak 25 pasien . ,7%) menderita tonsilitis Sedangkan lebih dari setengah pasien tidak menderita penyakit tonsilitis kronis sebanyak 45 pasien . ,3%). Tonsilitis kronis adalah penyakit yang sangat umum pada anak-anak. Aktivitas imunologi terbesar dari tonsil ditemukan antara usia tiga sampai 10 tahun, sehingga meningkatkan resiko terjadinya infeksi(Haidara et al. , 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 70 pasien anak sebagian besar tidak mengalami tonsilitis kronis. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Shauma et al. menyatakan dari 434 responden kronis(Shauma Fachir et al. , 2. Tonsilitis kesehatan masyarakat karena frekuensi, kekambuhan dan dampak sosialpekerjaan dan ekonomi. Penyakit ini adalah patologi THT menular ke-3 Tonsilitis ini dapat menimbulkan lokoregional atau umum(Bukhari et al. Organisme aerobik penyebab yang umum adalah Streptococcus viridans, grup A. Streptococci hemolitik. Streptococcus pneumoniae. Staphylococcus aureus. Haemophilus influenzae tipe B. Streptococci hemolitik grup B, dan spesies difteri. Spesies anaerob fakultatif yang umum adalah Staphylococci koagulase-negatif. Streptococci alfa-hemolitik, dan basil Diphtheroid. Neisseria Diphtheroid pada anak di bawah delapan Di sisi lain, spesies anaerob obligat terisolasi yang paling umum Propionibacterium Page 368 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 NO. 1 FEBRUARI 2022 ZONA KEDOKTERAN VOL. 13 NO. 2 MEI 2023 Prevotella Peptostreptococcus anaerobius(Kalaiarasi et al. , 2. Distribusi Frekuensi Otitis Media Akut Adapun distribusi frekuensi Otitis Media Akut pada anak 1 Ae 17 Tahun di Poliklinik THT Rumah Sakit Budi Kemuliaan Tahun 2019-2021 dapat dilihat pada tabel 2. Tabel 2. Distribusi Frekuensi Otitis Media Akut Variabel Tidak Otitis Media Akut Otitis Media Akut Total Otitis media akut (OMA) adalah salah satu infeksi yang paling umum pada masa kanak-kanak, kira-kira 60% anak-anak telah mengalami setidaknya satu episode pada usia 4 tahun. Otitis media akut biasanya merupakan komplikasi disfungsi tuba esutachius yang terjadi selama infeksi virus saluran tonsilitis(Suzuki et al. , 2. Prevalensi OMA bervariasi di berbagai negara, berkisar antara 2,3 20% Anak kecil lebih rentan terhadap otitis media akut karena fungsi sistem kekebalan mereka yang belum matang. Anak memiliki tuba Eustachius yang lebih pendek, lebih lebar, lebih horizontal, dan terkulai daripada orang kemungkinan infeksi telinga tengah. Faktor risiko meliputi jenis kelamin lakilaki, keturunan pribumi . isalnya, anakanak Pribumi Australi. , riwayat keluarga otitis media akut, otitis media dengan efusi, hipertrofi adenoid, langitlangit mulut sumbing, imunodefisiensi, status sosial ekonomi rendah, paparan tembakau merokok, memiliki kakak, penitipan anak, dan penggunaan dot (Venekamp et al. , 2. Berdasarkan Tabel 2 dari 70 pasien yang menderita otitis media akut dan tidak otitis media akut di poliklinik THT Rumah Sakit Budi Kemuliaan, kurang dari setengah pasien yang menderita penyakit otitis media akut sebanyak 30 pasien . ,9%). Sedangkan pasien yang tidak menderita penyakit otitis media akutsebanyak 40 pasien . ,1%). Analisis Bivariat Hubungan Tonsilitis Kronis dengan Otitis Media Akut Tabel 3. Hubungan Tonsilitis Kronis dengan Kejadian Otitis Media Akut Tonsilitis Kronis Otitis Media Akut Tidak Total Nilai p Tidak 0,171 Total Berdasarkan Tabel dijelaskan bahwa dari total 45 pasien yang tidak tonsilitis kronis, sebanyak 23 Universitas Batam pasien . ,9%) tidak mengalami otitis media akut dan 22 pasien mengalami otitis media akut . ,4%). Sedangkan Page 369 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 NO. 1 FEBRUARI 2022 ZONA KEDOKTERAN VOL. 13 NO. 2 MEI 2023 dari total 25 pasien yang mengalami tonsilitis kronis, sebanyak 17 pasien . ,5%) tidak otitis media akut dan 8 pasien . ,4%) mengalami otitis media Berdasarkan Chi-square, didapatkan nilai p-value 0,171 (>0,. yang berarti tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kejadian otitis media akut dengan tonsilitis kronis. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian Shauma et al. yaitu tidak terdapat hubungan antara tonsilitis kronis dan otitis media . =0,. (Shauma Fachir. Hal ini dapat disebabkan oleh karena tonsil tidak selalu mengalami hipertrofi dan bisa mengalami tonsil artrofi. Pada tonsilitis kronis terjadi perubahan pada tonsil mencakup hiperplasia parenkim atau degenerasi fibrinoid serta atrofi Atrofi pada tonsil dapat terjadi oleh karena terjadinya apoptosis pada germinal sentral tonsil. Oleh karena itu, pasien dengan tonsilitis kronis tidak selalu menyebabkan sumbatan pada tuba eustachius terkait dengan proses patogenesis penyakit ini. Di sisi lain, rangsangan berulang oleh agen patogen akan mengaktivasi monosit dan Sel-sel ini pada gilirannya dapat mensekresikan sitokin yang menyebabkan proliferasi sel endotelial dan fibroblas disamping merangsang imunitas sehingga jaringan aktif akan tergantikan oleh jaringan ikat. Hal inilah yang memperantarai terjadinya penurunan ukuran tonsil atau sclerosis (Onal et al, 2. Pada tonsiltis kronis juga dapat terjadi penyebaran mikroorganisme secara perkontinuitatum dari rongga mulut ke rongga telinga melalui tuba patogenesis terjadinya OMA. Akan tetapi, tingkat imunitas individu juga mempengaruhi terjadinya infeksi yang merupakan patogenesis OMA. Oleh karena itu, kejadian otitis media akut Universitas Batam tidak selalu terjadi pada pasien dengan tonsilitis kronis(Shauma Fachir, 2. Terdapat beberapa keterbatasan pada penelitian ini. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan cross mengetahui hubungan secara langsung antar variabel dan tidak dapat mengontrol variabel lain serta terdapat faktor Ae faktor resiko lain yang dapat mempengaruhi hasil penelitian yang tidak di teliti pada penelitian ini. Penelitian ini menggunakan rekam medis sebagai sumber data, sehingga kelengkapan data rekam medis sangat mempengaruhi hasil penelitian ini. Rekam medis yang tidak memuat data mempengaruhi proses pengambilan data dan hasil penelitian. KESIMPULAN Penelitian mengenai kejadian Otitis Media Akut dengan Tonsilitis Kronis di Poliklinik THT Rumah Sakit Budi Kemuliaan ini dapat menunjukkan bahwa kurang dari setengah . ,7%) pasien Tonsilitis Kronis dan lebih dari setengah . ,3%) pasien yang tidak Tonsilitis Kronis serta kurang dari setengah . ,9%) pasien Otitis Media Akut dan lebih dari setengah . ,1%) pasien yang tidak Otitis Media Akut. sisi lain, tidak ada hubungan yang bermakna antara Tonsilitis Kronis dengan kejadian Otitis Media Akut . =0,. SARAN Untuk memperoleh hasil penelitian yang lebih baik, maka perlu dilakukan menggunakan sampel yang diambil secara prospektif, menggunakan batasan umur yang berbeda, desain penelitian yang berbeda, dan diharapkan pengisian status pasien lengkap. Page 370 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 NO. 1 FEBRUARI 2022 ZONA KEDOKTERAN VOL. 13 NO. 2 MEI 2023 UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih juga kepada Rumah Sakit Budi Kemuliaan Kota Batam yang telah memberikan izin penulis untuk melakukan penelitian. DAFTAR PUSTAKA