MIMBAR AGRIBISNIS Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis. Juli 2019. : 145-155 PERSEPSI STAKEHOLDER TERHADAP PENGEMBANGAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) DI SUNGAI LANGKA, KECAMATAN GEDONG TATAAN KABUPATEN PESAWARAN STAKEHOLDERS PERCEPTION OF DEVELOPMENT VILLAGE OWNED ENTERPRISES (BUMDES) IN SUNGAI LANGKA, GEDONG TATAAN SUB DISTRICT. PESAWARAN DISTRICT Tri Pujiana*. Dwi Arianti. Abdul Mutolib Magister Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian. Fakultas Pertanian. Universitas Lampung Bandar Lampung 35141 *Email: tripujiana. unila@gmail. (Diterima 20-02-2019: Disetujui 15 Juli 2. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi stakeholder terhadap pengembangan Badan Usaha Milik Desa (Bumde. Ramaksa di Sungai Langka. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pengumpulan data dilakukan secara kualitatif menggunakan pedoman wawancara mendalam kemudian dianalisis isi . ontent analysi. Penelitian dilakukan di Bumdes Ramaksa Desa Sungai Langka Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran. Teknik penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Subjek penelitian adalah stakeholder program Bumdes yaitu Kepala Desa Sungai Langka, dua orang pelaksana operasional Bumdes dan dua orang masyarakat Desa Sungai Langka. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2018. Fokus penelitian ini adalah keberadaan Bumdes, kontribusi Bumdes dalam penguatan ekonomi dan pembangunan desa serta persepsi stakeholder terhadap perkembangan Bumdes Ramaksa Desa Sungai Langka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unit usaha yang dijalankan oleh Bumdes Ramaksa antara lain unit usaha pengelolaan isi ulang air minum, lembaga keuangan mikro, peternakan, dan sub agen air minum Izaura. Pemilihan unit usaha ini didasarkan pada sumber daya dan potensi yang ada di Desa Sungai Langka. Badan usaha milik desa Ramaksa dibentuk berdasarkan asas manfaat dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. Persepsi stakeholder terhadap pengembangan Bumdes Ramaksa dilihat dari empat aspek, yaitu aspek ekonomi, ekologi, sosial dan kelembagaan. Dari keempat aspek yang dinilai. Bumdes Ramaksa sudah tergolong baik. Menurut informan, program Bumdes sebagai inplementasi program pemberdayaan masyarakat berupaya untuk menciptakan pertumbuhan di bidang ekonomi rakyat dan pemerataan kesejahteraan melalui perluasan kesempatan berusaha bagi usaha kecil masyarakat yang diukur dari peningkatan Kata kunci: Bumdes, persepsi, stakeholder ABSTRACT This study aims to analyze stakeholder perceptions of the development of the Ramaksa VillageOwned Enterprises (Bumde. on the Sungai Langka. This research is descriptive with data collection done qualitatively using in-depth interview guidelines then analyzed content . ontent The study was conducted at the Bumdes Ramaksa in Sungai Langka Village. Gedong Tataan Subdistrict. Pesawaran District. The technique of determining informants used purposive sampling technique. The research subjects were stakeholders, namely the Head of the Sungai Langka, operational implementers and two people from Sungai Langka. The research was conducted in November 2018. The focus of this research was the existence of Bumdes, the contribution of the Bumdes in strengthening the economy and village development as well as stakeholder perceptions of the development of the Bumdes Ramaksa in the Sungai Langka. The results showed that the business units run by the Bumdes Ramaksa included drinking water refill management business units, microfinance institutions, livestock, and Izaura drinking water subagents. The selection of this business unit is based on the resources and potential in the Sungai PERSEPSI STAKEHOLDER TERHADAP PENGEMBANGAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) DI SUNGAI LANGKA. KECAMATAN GEDONG TATAAN KABUPATEN PESAWARAN Tri Pujiana. Dwi Arianti. Abdul Mutolib Langka. The business entity owned by the village of Ramaksa was formed based on the principle of benefits and improving the welfare of the village community. Stakeholder perceptions of the development of the Bumdes Ramaksa are viewed from four aspects, namely economic, ecological, social and institutional aspects. Of the four aspects assessed, the Bumdes Ramaksa has been classified as good. According to the informant, the Bumdes program as an implementation of the community empowerment program seeks to create growth in the field of people's economy and equitable welfare through the expansion of business opportunities for small-scale business people as measured by increased income. Keywords: Bumdes, perceptions, stakeholders PENDAHULUAN (Kurniawan. Kementerian Negara Pembangunan Setiap Daerah Tertinggal (KPDT) melakukan program Bumdes melibatkan masyarakat mengerti akan masalah yang dihadapi berbasis pada kawasan menjadi berbasis serta dapat mengentaskan permasalahan Pembangunan pedesaan dilihat mereka sendiri sampai mereka mandiri sebagai upaya mempercepat pembangunan (Atmojo, 2. pedesaan melalui penyediaan sarana dan Salah satu kabupaten yang telah prasarana (Amanda, 2. Salah satu mendirikan Bumdes adalah Kabupaten upaya tersebut adalah dengan membentuk Pesawaran Badan (Bumde. Peraturan Bupati No. 52 Tahun 2015 Bumdes menurut Ridlwan . merupakan Tentang Pendirian Bumdes. Berdasarkan suatu lembaga perekonomian desa yang Masyarakat Usaha Milik Desa Badan Pemberdayaan Pemberdayaan Desa mewujudkan kesejahteraan masyarakat, (BPMPD) Provinsi Lampung tahun 2017, desa, dan pemerintah. dari 144 desa yang ada di Kabupaten Definisi Bumdes dalam UU No. Pesawaran hanya terdapat delapan desa tahun 2014 yaitu badan usaha yang yang memiliki Bumdes. Salah satu seluruh atau sebagian besar modalnya Bumdes Kabupaten dimiliki oleh desa melalui penyertaan Pesawaran adalah Bumdes Ramaksa yang berada di Desa Sungai Langka. kekayaan desa yang dipisahkan guna Peran mengelola aset, jasa pelayanan, dan usaha pengelolaan kelembagaan merupakan unit Tujuan dari pendirian Bumdes ini untuk masyarakat, terutama Bumdes merupakan MIMBAR AGRIBISNIS Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis. Juli 2019. : 145-155 institusional dan juga tingkat kepentingan Peran pemerintah Desa para pihak stakeholder (Alviya et al, 2. dalam mengelola Bumdes yakni sebagai Pemahaman pembentukan dan pengembangan Bumdes, kehidupan organisasi mutlak diperlukan. sebagai mediator pelatihan dan motivator Hal mempengaruhi perilaku anggota organisasi. Bumdes dan perilaku anggota akan mempengaruhi pengawasan (Chintary dan Lestari, 2. Agar Berdasarkan hal tersebut, hasil analisis wawancara mendalam terhadap persepsi (Januraga stakeholder terhadap pengembangan Bumdes Bumdes Ramaksa di Sungai Langka. Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran Robbins Stephen perlu dilakukan. menyatakan bahwa persepsi satu individu terhadap satu obyek sangat mungkin BAHAN DAN METODE Penelitian individu yang lain terhadap obyek yang Pengumpulan Menurutnya, hal ini disebabkan kualitatif dengan menggunakan pedoman wawancara mendalam kemudian dilakukan mempengaruhinya, yaitu karakteristik pribadi mengetahui persepsi stakeloders . engambil dipersepsikan, dan lingkungan atau situasi kebijaka. terhadap Bumdes. Penelitian dimana persepsi itu dilakukan. Perbedaan dilakukan di Bumdes Ramaksa Sungai persepsi stakeholder ini sangat dipengaruhi Langka oleh latar belakang budaya dan dampak Kabupaten Pesawaran. dari tujuan pengelolaan tersebut terhadap . ontent Kecamatan Teknik Gedong Tataan kondisi kehidupan (Alfiya et al, 2. menggunakan tehnik purposive sampling Perbedaan persepsi menghasilkan visi yang untuk informan pokok. Subjek penelitian berbeda terhadap manajemen pada suatu adalah stakeholder program Bumdes, area, dan seringkali memicu konflik. yaitu Kepala Desa Sungai Langka, dua Persepsi sangat dipengaruhi oleh orang pelaksana latar belakang ekonomi, sosial, budaya. Bumdes Ramaksa. Informan tambahan terdiri atas PERSEPSI STAKEHOLDER TERHADAP PENGEMBANGAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) DI SUNGAI LANGKA. KECAMATAN GEDONG TATAAN KABUPATEN PESAWARAN Tri Pujiana. Dwi Arianti. Abdul Mutolib dua orang penduduk Desa Sungai Langka HASIL DAN PEMBAHASAN yang menerima manfaat dari adanya Karakteristik Informan Bumdes Penelitian Informan pada penelitian ini adalah dilaksanakan pada bulan November 2018. tiga orang pengurus Bumdes yang terdiri Fokus penelitian ini adalah keberadaan atas penasehat Bumdes, direktur Bumdes Bumdes, kontribusi Bumdes dalam penguatan . engurus operasiona. dan bendahara unit ekonomi dan pembangunan desa serta persepsi stakeholder terhadap perkembangan masyarakat Desa Sungai Langka sebagai Bumdes Ramaksa Desa Sungai Langka. Pengumpulan data primer dilakukan Bumdes. Karakteristik responden dapat dilihat pada dengan observasi, depth interview, dan Tabel 1. dokumentasi tehadap informan yang telah Tabel 1. Daftar informan Pendidikan Umur SMA SMA Data sekunder didapatkan dari literatur dan instansi terkait. Setelah data terkumpul kemudian dilakukan analisis menggunakan model interaktif menurut SMA SMA Jabatan Penasehat Ketua Bendahara unit Warga Warga Miles dan Hubberman yang diterjemahkan oleh Husani dan Purnomo . Analisis Tabel 1 menunjukkan karakteristik model interaktif melalui tiga tahap, yaitu informan berdasarkan umur, pendidikan terakhir dan jabatan informan di Bumdes penarikan kesimpulan atau verifikasi. Proses Ramaksa. Seluruh informan telah menempuh pendidikan menengah ke atas. Hal ini menunjukkan bahwa pola pikir pengurus mengabstraksi data dari berbagai sumber. Bumdes lebih terbuka terhadap inovasi- Selanjutnya inovasi baru, seperti hadirnya badan usaha memperpendek, membuang yang tidak yang berada di bawah pemerintah desa perlu, menentukan fokus, dan mengatur data sehingga kesimpulan bisa dibuat. manusia dan sumber daya alam yang ada Kedua, penyajian data dengan baik agar di desa. Seluruh pengurus Bumdes juga lebih mudah dipahami. Ketiga yaitu berada di usia yang produktif, hal ini menarik kesimpulan yang dibuat setelah menunjukkan bahwa usia mereka telah pengumpulan data (Sugiyono, 2. MIMBAR AGRIBISNIS Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis. Juli 2019. : 145-155 semakin tua umur seseorang maka akan air pegunungan yang dimanfaatkan untuk semakin baik tingkat kreativitasnya dalam air minum isi ulang. merencanakan program dan lebih mudah Langka juga sudah terbentuk delapan membangun komunikasi dengan sesama. Kelompok Wanita Tani (KWT) yang Di Desa Sungai masing-masing kelompok memiliki usaha Keberadaan dan Kontribusi Bumdes Ramaksa Peraturan Menteri Desa Pembangunan produk dari KWT ini dipasarkan oleh Bumdes ke luar desa. tentang Badan Usaha Milik Desa (BUM Berpedoman modal untuk pengelolaan usaha kemudian Desa Sungai Langka Nomor IV Tahun 2016 De. Kelompok Wanita Tani tersebut diberi Pembentukan Bumdes di Sungai Langka Pada unit usaha peternakan. Bumdes Peraturan Daerah etawa, sedangkan pada unit usaha sub Tertinggal dan Transmigrasi Republik agen air minum izaura diberikan modal Indonesia Nomor 4 Tahun 2015 tentang untuk membeli air minum dari Pulau Jawa Pendirian. Pengurusan dan Pengelolaan, yang kemudian dipasarkan oleh Bumdes. dan Pembubaran Badan Usaha Milik Bumdes Ramaksa sudah berjalan selama Desa. Pada awal berdirinya badan usaha satu tahun, namun ada unit usaha yang milik desa ini. Bumdes mendapatkan dana tidak berjalan sesuai dengan tujuan awal hibah dari alokasi dana desa sebesar yaitu unit usaha sub agen air minum sepuluh persen atau kurang lebih Rp Kemudian pemanfaatannya Modal awal yang dimiliki oleh oleh Bumdes diolah menjadi modal awal Bumdes ini sebenarnya tidak mencukupi usaha yang ada di Bumdes. untuk modal awal seluruh unit usaha. Usaha yang dijalankan oleh Bumdes namun bisa diatasi dengan pemanfaatan Ramaksa sebanyak empat bidang usaha, fasilitas desa yang tidak terpakai sebagai antara lain unit usaha pengelolaan air isi tempat untuk membuka usaha air isi ulang, unit usaha lembaga keuangan mikro, unit usaha peternakan, dan unit Selain dana hibah desa yang digunakan sebagai modal awal, pada ahun usaha sub agen air minum Izaura. 2018 Bumdes ini juga mendapat dana dari Pemilihan unit usaha ini didasarkan pada APBDes sumber daya dan potensi yang ada di Desa 000 dan dari dana program gadis Sungai Langka. Di desa ini terdapat mata . erakan PERSEPSI STAKEHOLDER TERHADAP PENGEMBANGAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) DI SUNGAI LANGKA. KECAMATAN GEDONG TATAAN KABUPATEN PESAWARAN Tri Pujiana. Dwi Arianti. Abdul Mutolib Kabupaten perekonomian masyarakat Desa Sungai Pesawara. Langka. sebesar Rp 100. Bumdes Ramaksa Aspek Ekonomi berdasarkan asas manfaat dan peningkatan Aspek ekonomi yang dinilai dari kesejahteraan masyarakat desa. Hadirnya terbentuknya Bumdes adalah penyerapan Bumdes mempermudah masyarakat dalam tenaga kerja, peningkatan pendapatan, pemenuhan kebutuhan air minum yang nilai guna fasilitas, dan akses pasar. dikonsumsi sehari-hari. Bumdes juga berusaha Bumdes Ramaksa yang dibentuk pada meningkatkan kesejahteraan masyarakat tahun 2017 memberikan kesempatan kerja dengan penyertaan modal pada usahausaha kepada warga yang belum memiliki Kehadiran Bumdes Ramaksa menyerap tenaga kerja yang cukup banyak dipelihara langsung oleh warga. baik dari segi pengelola Bumdes itu Persepsi Stakeholder Pengembangan Bumdes Persepsi sendiri ataupun sebagai mitra Bumdes. Meskipun pada pelaksanaannya tenaga kerja yang terserap belum mendapatkan upah pengembangan Bumdes Ramaksa di Desa sesuai dengan pekerjaan yang mereka Sungai Langka dinilai dari empat hal, yaitu aspek ekonomi, aspek ekologi, aspek Hal ini dikarenakan profit yang sosial dan aspek kelembagaan. Secara diterima Bumdes baru mampu menutupi keseluruhan persepsi stakeholder terhadap pengembangan Bumdes tergolong baik. dialokasikan untuk pengembangan usaha. kesadaran pada pelakunya (Beding, 2. Selain penyerapan tenaga kerja. Bumdes Bumdes diharapkan mampu memberikan profit dan pemberdayaan masyarakat berupaya untuk Bumdes. Keuntungan yang telah didapatkan saat ini Persepsi yang positif akan membentuk Menurut Bumdes khususnya dan masyarakat desa pada Benefit yang telah diperoleh ekonomi rakyat dan pemerataan kesejahteraan dari keberjalanan Bumdes setahun ini melalui perluasan kesempatan berusaha adalah kemudahan yang diperoleh warga bagi usaha kecil masyarakat yang diukur masyarakat Sungai Langka dalam memenuhi dari peningkatan pendapatannya. Keberadaan kebutuhan air minum. Bumdes ini diharapkan mampu menggerakkan MIMBAR AGRIBISNIS Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis. Juli 2019. : 145-155 Di Desa Sungai Langka terdapat gedung yang tidak terpakai. Pada Dahulu kambing berlokasi di dusun delapan Desa gedung ini digunakan sebagai poliklinik Sungai desa, namun beberapa tahun terakhir diberikan oleh Bumdes digunakan untuk gedung ini tidak dimanfaatkan. Pada saat membangun kandang kambing seluas 48 pembentuk Bumdes, gedung ini digunakan m2 dengan kapasitas 40 ekor kambing. sebagai sektertariat Bumdes dan tempat Kandang kambing dibangun pada bulan pengisian ulang air minum hingga saat ini. Februari tahun 2018 di atas lahan kosong Gedung ini terletak di dusun empat Desa yang dimiliki oleh salah satu warga yang Sungai Langka dengan bangunan seluas 36 memiliki luas sebesar 76 m2. Sedangkan Dalam hal ini Bumdes tidak perlu sisa dari modal awal digunakan untuk mengeluarkan biaya sewa bangunan karena membeli pakan fermentasi. Unit usaha ini gedung telah dihibahkan oleh pemerintah Desa belum menghasilkan keuntungan karena Sungai Langka kepada Bumdes Ramaksa. modal yang dibutuhkan belum cukup Selain itu. Bumdes Ramaksa juga Langka. Modal untuk produksi. mendorong masyarakat untuk berwirausaha Selain ketiga usaha yang telah dengan permodalan yang diberikan oleh Bumdes. Bumdes juga berperan dalam memiliki unit usaha minuman kesehatan memasarkan hasil produksi dari lembaga Usaha minuman kesehatan ini keuangan mikro. Produk dari lembaga dikelola oleh salah satu pengurus Bumdes. tersebut seperti keripik pisang, keripik Modal awal dialokasikan untuk membeli nangka, keripik talas, olahan coklat, hasil produk dari agen, biaya promosi dan kerajinan tangan, dan produk lainnya. Pemasaran produk ini tidak hanya di Desa bulan November 2017 ini berhenti melakukan Ramaksa saja, tetapi sudah dipasarkan ke penjualannya pada bulan Februari 2018 luar desa bahkan hingga wilayah Kota dikarenakan kurangnya minat masyarakat Bandar Lampung. Media yang digunakan desa dengan produk yang ditawarkan serta dalam memasarkan produk yaitu personal manajemen yang buruk sehingga usaha selling dan handphone. Hal ini menunjukkan pemasaran produk oleh Bumdes belum memanfaatkan teknologi informasi berupa Bumdes Ramaksa Usaha yang berjalan pada PERSEPSI STAKEHOLDER TERHADAP PENGEMBANGAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) DI SUNGAI LANGKA. KECAMATAN GEDONG TATAAN KABUPATEN PESAWARAN Tri Pujiana. Dwi Arianti. Abdul Mutolib bagi masyarakat Desa Sungai Langka itu Aspek Ekologi Aspek Bumdes Ramaksa ini adalah penggunaan bahan Aspek Sosial baku yang tersedia dari alam. Bahan baku Aspek ini berasal dari sumber mata air desa Informan beranggapan bahwa pengelolaan biasanya digunakan untuk unit usaha isi Bumdes harus seiring dengan adat dan ulang air minum yang pada umumnya kebudayaan masyarakat sekitar. Hal ini menggunakan bahan baku yang diperoleh dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Usaha isi ulang air minum ini harga air minum isi ulang ini relatif Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan Bumdes juga terlihat dari untuk tanaman perkebunan milik petani Hal ini menunjukkan bahwa unit keuangan rumah tangganya selain karena terlebih dahulu. Masyarakat dapat menghemat Limbah dari kambing yang dipelihara juga kebutuhan air minum tanpa harus merebus desa juga merupakan kambing milik Bumdes. Bumdes memberikan kemudahan Kambing yang dipelihara oleh masyarakat dampak positif dengan berdirinya Bumdes desa limbah tersebut dijadikan sebagai program Bumdes. Masyarakat merasakan Bahan baku ini akan Namun oleh masyarakat partisipasi masyarakat dalam mendukung Ramaksa adalah buah-buahan yang diolah Aspek unit usaha Bumdes mengonsumsi air dari mata air tersebut. berasal dari pegunungan, bahan baku yang pengelolaan Bumdes berdasarkan kebudayaan Selain bahan baku berupa air yang menjadi keripik. tidak merugikan masyarakat desa. Pemanfaatan sehingga secara aspek ekologis usaha ini stakeholder adalah adat dan kebudayaan. ini berbeda dengan bahan baku yang Bumdes Ramaksa berdasarkan persepsi untuk unit usaha air minum. Bahan baku peran aktif dalam setiap pertemuan dan Bumdes pengurus Bumdes. Mereka juga ikut Ramaksa tidak memberikan dampak negatif dilibatkan dalam proses pengambilan MIMBAR AGRIBISNIS Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis. Juli 2019. : 145-155 Masing-masing keputusan yang bersifat umum dan teknis di masing-masing unit usaha Bumdes Bumdes Ramaksa memiliki peraturan Ramaksa. yang harus ditaati oleh seluruh pihak yang Misalnya pada usaha lembaga Aspek Kelembagaan keuangan mikro yang memiliki prosedur Aspek kelembagaan yang menjadi dalam proses peminjaman. Warga yang Bumdes ingin meminjam uang harus membawa Ramaksa menurut persepsi stakeholder fotokopi KTP dan KK, menjelaskan uang adalah ketersediaan dana dan peraturan Hal yang dipinjam untuk usaha apa dan kondisi keuangan Bumdes belum mandiri Setelah itu, tinggal atau tempat usaha warga yang disebabkan karena Bumdes baru berjalan ingin meminjam modal. Apabila petugas selama satu tahun dan dalam proses telah sepakat untuk meminjamkan uang pengembangan unit usaha yang ada di sebagai modal, maka warga yang ingin Untuk tetap bertahan dan terus meminjam uang akan memilih jumlah berkembang. Bumdes memerlukan dana pinjaman yang dibutuhkan. Dalam hal ini yang sangat besar di samping kesiapan pengembalian pinjaman dapat dilakukan institusi dan SDM-nya. dalam waktu 1 bulan dengan bunga 5%, 3 Persepsi tentang pentingnya peran bulan dengan bunga 9%, atau 6 bulan Bumdes dalam mendukung pembangunan petugas akan melakukan survei ke tempat pada pendapatan masyarakat dan desa. Ini menguntungkan atau tidak. dan belum mampu memberikan sumbangan dengan bunga 11%. Menurut peraturan yang memberikan kewenangan Bumdes Ramaksa sudah sesuai dengan terhadap pengelolaan Bumdes. Informan undang-undang yang berlaku. Bumdes berpendapat bahwa Bumdes akan bekerja didirikan sesuai dengan kebutuhan dan dengan baik jika dilandasi dengan hukum potensi desa. Bumdes Ramaksa dibentuk dan peraturan yang jelas serta tegas. Payung sebagai badan usaha yang memenuhi hukum tentang pengelolaan Bumdes yang dituangkan dalam peraturan pemerintah memanfaatkan sumberdaya yang sebelumnya daerah dalam mewujudkan Bumdes dan tidak dimanfaatkan secara optimal, dan peran serta stakeholder dalam mendukung memanfaatkan sumberdaya manusia untuk mengelola dan menggerakkan Bumdes sebagai PERSEPSI STAKEHOLDER TERHADAP PENGEMBANGAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) DI SUNGAI LANGKA. KECAMATAN GEDONG TATAAN KABUPATEN PESAWARAN Tri Pujiana. Dwi Arianti. Abdul Mutolib Pada unit usaha keuangan mikro, aset perekonomian masyarakat serta Bumdes mengakomodasi dan mendorong unit-unit kendala yang dialami usaha yang dikelola untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. angsuran yang telah disepakati diawal. Keterlibatan pemerintah Desa Sungai Langka Bumdes Pengurus yaitu sulitnya Ramaksa yaitu sebagai penyerta modal Hal ini kemudian diatasi dengan terbesar dan sebagai pendiri bersama pemberian surat peringatan (SP) dalam desa memberi tiga tahap. Tiga tahap tersebut, yaitu proteksi . terhadap inventaris peringatan secara lisan, peringatan secara milik Bumdes. Pemerintah desa juga ikut tertulis, dan terakhir pencabutan usaha berperan dalam pembentukan Bumdes sebagai badan hukum yang berlandaskan pelaksanaannya pun masih belum maksimal pada aturan perundangan yang berlaku, karena adanya rasa sungkan pengurus unit usaha kepada peminjam modal. Suatu usaha tidak mungkin tidak ada KESIMPULAN DAN SARAN Pemerintah Namun, terbangun di masyarakat desa. kendala dalam pelaksanaannya, begitu Unit usaha yang dijalankan oleh juga dengan unit usaha yang ada di Bumdes Ramaksa antara lain unit usaha Bumdes Ramaksa ini. Kendala yang pengelolaan isi ulang air minum, lembaga sering timbul yaitu permasalahan dalam keuangan mikro, peternakan, dan sub agen mendistribusikan produk isi ulang air air minum Izaura. Pemilihan unit usaha minum pada saat hujan, adanya pesaing ini didasarkan pada sumber daya dan usaha sejenis dan ketergantungan pada potensi yang ada di Desa Sungai Langka. listrik pemerintah yang apabila listrik mati Bumdes Ramaksa dibentuk berdasarkan maka proses produksi air minum tidak bisa Selain itu galon milik Bumdes kesejahteraan masyarakat desa. Persepsi yang digunakan sebagai tempat air isi ulang Bumdes Ramaksa dilihat dari empat aspek, yaitu aspek ekonomi, ekologi, keterbatasan produksi isi ulang air minum sosial dan kelembagaan. padahal permintaan konsumen cukup aspek yang dinilai. Bumdes Ramaksa sudah tergolong baik. Menurut informan. Dari keempat MIMBAR AGRIBISNIS Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis. Juli 2019. : 145-155 Bumdes Atmojo. ST. Peran Badan Usaha Milik Desa (Bumde. Pemberdayaan Masyarakat Desa (Studi Kasus Pada Badan Usaha Milik Desa (Bumde. Di Desa Temurejo Kecamatan Bangorejo Kabupaten Banyuwang. Skripsi. Ilmu Kesejahteraan Sosial. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Jember. Bangsawan. Analisis FaktorFaktor Perkembangan Desa dan Strategi Menuju Desa Mandiri (Studi Di Desa Sungai Langka Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawara. Skripsi. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Lampung. Beding PA. Persepsi Petani Inovasi Teknologi Pengelolaan Tanaman Terpadu Padi Gogo di Kabupaten Sarmi Provinsi Papua. Jurnal Agritech 17. : 65-72. Chintary dan Lestari. Peran Pemerintah Desa dalam Mengelola Badan Usaha Milik Desa (Bumde. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 5. Januraga, et all. Persepsi Stakeholder Latar Belakang Subsidi Premi. Sistem Kapitasi dan Pembayaran Premi Program Jaminan Kesehatan Jembrana. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, 12. : 33-40. Kurniawan. Peranan Badan Usaha Milik Desa (Bumde. dalam Peningkatan Pendapatan Asli Desa (Desa Lanjut Kecamatan Singkep Pesisir Kabupaten Lingga Tahun Jurnal Ilmu Pemerintahan Fakultas Sosial dan Ilmu Politik. Ridlwan. Urgensi Badan Usaha Milik Desa (Bumde. dalam pembangunan Perekonomian Desa. Jurnal Ilmu Hukum 8. : 424-440. Sugiyono, 2001. Metode Penelitian. CV. Alfa Beta. Bandung. program pemberdayaan masyarakat berupaya bidang ekonomi rakyat dan pemerataan kesempatan berusaha bagi usaha kecil masyarakat yang diukur dari peningkatan Perlu Bumdes tingkat pengurus agar kendala-kendala yang terjadi dapat diatasi. Selain itu, diperlukan seleksi terhadap unit-unit usaha yang tidak memberikan keuntungan baik profit maupun benefit kepada Bumdes Ramaksa. Perlu juga dilakukan pendekatan secara sosial budaya untuk meningkatkan Bumdes masyarakat desa dalam peningkatan peran Bumdes. DAFTAR PUSTAKA