At-Tafasir: Journal of QurAoanic Studies and Contextual Interpretation Vol. No. : 128-142 Available online at https://jurnal. id/index. php/tafasir Menelusuri Jejak Tafsir Riwayat: Studi Deskriptif atas Tafsir Al-Dur AlMansur Karya Al-Suyuti Didik Harianto Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Indonesia didikazhary622@gmail. Putroe Balqis Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta putroebalqis04@gmail. ARTICLE INFO Article History: Received: September 2, 2025 Revised: Oktober 08, 2025 Accepted: November 6, 2025 Keywords: Al-Dur Al-Mansur. Al-Suyuti. Transmitted Exegesis ABSTRACT This study examines al-Dur al-Mansur fi al-Tafsir bi al-MaAotsur by Imam al-Suyuti, a major work in the tradition of tafsir bi almaAotsurAiQurAoanic exegesis based on transmitted reports from the Prophet, his Companions, and the tabiAoin. Using qualitative library research and content analysis, the study explores al-SuyutiAos method, sources, and the distinctive features of his tafsir within the wider history of QurAoanic interpretation. The findings show that al-Suyuti compiled narrations extensively without adding personal interpretation, relying mainly on hadith, athar, and early scholarly While he did not systematically verify the isnad, he often indicated the reliability of certain reports, reflecting his expertise in His approach was also shaped by the intellectual saqafah of his time, especially the AshAoari theological framework and the jurisprudential traditions of the ShafiAoi and Hanafi schools. Al-Dur al-Mansur stands out as an encyclopedic repository preserving earlier tafsir works, including some now lost, distinguishing it from alTabariAos JamiAo al-Bayan, which adopt more selective and analytical The study suggests further research on the authenticity of its narrations and intertextual comparisons with other tafsir bi almaAotsur. How to Cite: Didik Harianto. Putroe Balqis AuMenelusuri Jejak Tafsir Riwayat: Studi Deskriptif atas Tafsir AlDur Al-Mansur Karya Al-Suyuti. Ay At-Tafasir: Journal of QurAoanic Studies and Contextual Tafsir. Vol. No. : 128-142. https://doi. org/__________/___________ A 2022. The author. At-Tafasir: Journal of QurAoanic Studies and Contextual Interpretation is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License Menelusuri Jejak Tafsir Riwayat: Studi Deskriptif atas Tafsir Al-Dur Al-Mansur Karya Al-Suyuti. Ay (Didik Harianto. Putroe Balqi. PENDAHULUAN Penafsiran terhadap Al-QurAoan selalu dipengaruhi oleh latar belakang keilmuan dan kecenderungan metodologis masing-masing mufassir. 1 Seiring dengan kemajuan disiplin ilmu dan peradaban manusia, ilmu tafsir juga terus mengalami transformasi. Hal ini melahirkan beragam corak penafsiranAiseperti kebahasaan, fikih, dan teologisAiserta berbagai pendekatan metodologis, 2 baik bi al-maAotsur . erbasis riwaya. maupun bi al- raAoyi . erbasis nala. Keberagaman pendekatan ini mencerminkan usaha umat Islam dalam memahami dan mengimplementasikan ajaran Al-QurAoan sebagai pedoman hidup. Salah satu metode yang memiliki kedudukan penting dalam tradisi tafsir Islam adalah al-tafsir bi al-MaAosur, yaitu tafsir yang bersumber dari riwayat Nabi Muhammad, para sahabat, dan tabiAoin. 3 Dalam kategori ini, kitab al-Dur al-Mansur fi Tafsir al-MaAosur karya Imam al-Suyuti . 911 H/ 1504 M) merupakan salah satu karya komprehensif yang berupaya mengumpulkan berbagai riwayat tafsir tanpa menambahkan analisis Kitab ini menjadi rujukan utama dalam studi tafsir berbasis riwayat karena kelengkapan sumber yang digunakan dan cakupannya yang luas dalam periwayatan. Kajian terhadap al-Dur al-Mansur memiliki relevansi dalam studi tafsir dan Ulum al-QurAoan, khususnya dalam memahami metode periwayatan dan kontribusi-nya dalam perkembangan tafsir bi al-MaAosur. Oleh karena itu, penelitian ini berusaha menjawab beberapa pertanyaan utama: Bagaimana metode penafsiran yang digunakan dalam kitab al-Dur al-Mansur? Apa saja sumber-sumber rujukannya? Bagaimana corak, karakteristik, dan orientasi tafsir yang dikembangkan oleh al-Suyuti dalam karyanya ini? METODE PENELITIAN Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik studi pustaka . ibrary researc. dan analisis konten . ontent Metode ini memungkinkan peneliti untuk menggali dan menganalisis data secara mendalam dari sumber-sumber yang relevan. Dalam penelitian ini, sumber data 1 Hujair A. Sanaky. AuMetode Tafsir [Perkembangan Metode Tafsir Mengikuti Warna Atau Corak Mufassiri. ,Ay Al-Mawarid 18 . : 265. 2 M Ilham Muchtar. AuAnalisis Perkembangan Tafsir Abad Ke- 3 Hijriyah,Ay PILAR : Jurnal Ilmuilmu Agama Kontemporer 5, no. : 64. 3 Muhammad Abd al-Dzim Al-Zurqani. Manahil Al-AoIrfan Fi Ulum Al-QurAoan, ed. Ahmad AoISa alMaAoSharawi, 5th ed. , vol. 2 (Cairo: Dar al-Salam li al-ThibaAoati wa al-Nasyr, 2. , 387Ae389. At-Tafasir: Journal of QurAoanic Studies and Contextual Interpretation. Volume 2. Number 2. Desember 2025 dibagi menjadi dua jenis, yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer diambil dari kitab al-Dur al-Mansur fi al-Tafsir bi al-MaAosur karya al-Suyuti, yang menjadi fokus utama dalam menelaah pandangan dan metode tafsir al-Suyuti. Sementara itu, sumber data sekunder mencakup berbagai penelitian terdahulu, buku, artikel, jurnal ilmiah, dan literatur lainnya yang berkaitan dengan objek kajian dan memberikan konteks yang lebih luas terhadap tafsir al-Suyuti. HASIL DAN PEMBAHASAN Biografi Jalaluddin Al-Suyuti Jalal al-Din Abu al-Fadl Abdurrahman bin al-Allamah Kamal al-Din Abu al- Manaqib Abu Bakr bin Nasir al-Din Muhammad bin Sabiq al-Din Abu Bakr bin Fakhr al-Din AoUsman bin Nasir al-Din Muhammad bin al-Syaikh Humam al-Din al-Khudoiri al-Asyuti. 4 Beliau lahir di Kairo setelah Maghrib, malam Ahad 1 Rajab 849 H . Oktober 1445 M) 5 Saat al-Suyuti berumur 5 tahun 7 bulan, ia ditinggal wafat oleh ayahnya. Kemudian, ia diasuh oleh beberapa ulama seperti Kamal al-Din bin al-Humam sebagai salah satu dari orang yang diberi wasiat oleh sang ayah. Al-Suyuti tumbuh menjadi anak yang cerdas. pada usia kurang dari 8 tahun, ia telah selesai menghafalkan Al-QurAoan. Umdat al-Ahkam karya al-Maqdisi. Minhaj al-Talibin karya al-Nawawi. Alfiyah Ibnu Malik, dan Minhaj al-Wusul karya al-Baidawi. Pada usia 15 tahun, al-Suyuti mulai mendalami fikih kepada AoAlamuddin al- Bulqini hingga wafatnya pada 868 H, kemudian melanjutkan belajar bersama Syarafuddin al-Munawi sampai 871 H. Guru yang paling berpengaruh dalam keilmuannya adalah Muhyi al-Din al-Kafiyaji . H), tempat ia belajar selama empat belas tahun. Selain itu, ia juga menimba ilmu dari Taqiy al-Din al-Syumunni al-Hanafi . H). 8 Dalam Husn al-Muhadharah, al-Suyuti menyebutkan bahwa ia memiliki sekitar 150 guru riwayah, 4 Muhammad bin Ali Al- Dawudi. Tarjamat Al-Allamah Al-Suyuti, ed. Abd al-Hakim Al-AoAnis, 1st ed. (Istanbul: Dar allobab, 2. , 7. 5 Mujaz Dairat Al-MaAoarif Al-Islamiyah, 1st ed. (Markaz al-Shariqah li al-IbdaAo al-Fikr, n. 6 Jalal al-Din Al- Suyuti. Al-Tahaddus Bi NiAomat Allah, ed. Abd al-Hakim Al-AoAnis, 1st ed. (Istanbul: Dar Allobab, 2. , 47. 7 Dawudi. Tarjamat Al-Allamah Al-Suyuti, 29. 8 Jalal al-Din Al- Suyuti. Husn Al-Muhadarah Fi Akhbar Misr Wa Al-Qahirah, ed. Muhammad Abu al-fadl Ibrahim, 1st ed. (Kairo: Dar Ihya al-Kutub al-Arabiyah, 1. , 337. Menelusuri Jejak Tafsir Riwayat: Studi Deskriptif atas Tafsir Al-Dur Al-Mansur Karya Al-Suyuti. Ay (Didik Harianto. Putroe Balqi. baik bi al-samaAo maupun bi al-kitabah, yang telah ia cantumkan dalam al-MuAojam, 9 erta dalam karya lain seperti Hatib Lail wa Jarif Sail. MuAojam al-Muntaqa, dan Zad al-Masir fi al-Fihrist al-Saghir. Ia melakukan perjalanan studi ke berbagai daerah di Mesir seperti el-Fayyum. Dimyat. Mahallah Kubro, dan Alexandria, 11 serta menunaikan haji dan belajar di Hijaz kepada sejumlah guru, termasuk Ibn Fahd. 12 Saat meminum air zamzam, ia berniat ingin menjadi seperti Imam Ibnu Hajar dalam bidang hadis dan Imam al-Bulqini dalam bidang Al-Suyuti menguasai tujuh disiplin ilmu: tafsir, hadis, fikih, nahwu, maAoani, bayan, dan badiAo. 14 Ia juga mengaku telah mencapai derajat mujtahid mutlaq dalam tiga disiplin ilmu: fikih, hadis, dan lugah. Ia juga menyatakan bahwa alat-alat ijtihad telah ia kuasai sepenuhnya, hal itu ia katakan dengan dalih tahadduts bi al-niAomah. 15 Ia juga berharap kepada Allah agar menjadi mujaddid abad ke-9. Pada tahun 866 H, setelah mendapat izin mengajar, al-Suyuti semakin sibuk dengan kegiatan akademis sambil terus menulis. Namun, sejak usia 40 tahun ia memilih meninggalkan aktivitas mengajar dan berceramah untuk fokus menulis serta menempuh jalan tasawuf (Aouzla. 17 elama 20 tahun ia lebih banyak bergaul dengan buku-buku hingga menghasilkan sekitar 600 karya dalam berbagai bidang seperti Ulm al-QurAoAn. Hadits. Fiqh. Ushl al-Fiqh. Lugah, dan Tarikh. Aktivitas ilmiahnya berhenti ketika ia jatuh Setelah sakit parah selama tujuh hari dengan kelumpuhan di tangan kirinya, ia wafat pada usia 61 tahun, 10 bulan, 18 hari, pada malam Jumat 19 Jumadil Ula 911 H . Oktober 1505 M), 18 dan dimakamkan di kompleks Haus Qasun. 9 Suyuti. Husn Al-Muhadarah Fi Akhbar Misr Wa Al-Qahirah, 339. 4/66. 10 AoAmir Hasan Sobri. AuMasadir Jalal Al-Din Al-Suyuti,Ay Majallat Kuliyat al-Adab 4 . : 192. 11 Muhammad Al- Sakhawi. Al-DawAo Al-LamiAo Li Ahli Al-Qarni Al-TasiAo (Beirut: Dar al-Jil, n. 12 Muhammad Ali Rihab. AuMaqruAoat Al-Allamah Al-Suyuti Ala Al-Allamah Ibn Fahd Bi Mina Wa Al-Haram Al-Makki,Ay Al-Alukah, last modified 2017, accessed March 2, 2025, https://w. net/spotlight/0/120424/-AcA-AuA-AeA-AcA-AUiA-AUA-AA-AUiA-AoOA AiA/1/AIA-AOA/#_ftn5. 13 Abd al-Wahab Al- SyaAorani. Al-Tabaqat Al-Sugra, ed. Muhammad Adib Al-Jadir, 1st ed. (Damaskus: Dar DiyaAo al-Syam, 2. , 31. 14 Suyuti. Al-Tahaddus Bi NiAomat Allah, 222. 15 Suyuti. Al-Tahaddus Bi NiAomat Allah, 224. 16 Dawudi. Tarjamat Al-Allamah Al-Suyuti, 189. 17 Sobri. AuMasadir Jalal Al-Din Al-Suyuti,Ay 192. 18 Mujaz Dairat Al-MaAoarif Al-Islamiyah, 6053. 19 SyaAorani. Al-Tabaqat Al-Sugra, 45. At-Tafasir: Journal of QurAoanic Studies and Contextual Interpretation. Volume 2. Number 2. Desember 2025 Karya-Karyanya dalam Bidang Tafsir dan Ilmu Al-QurAoan Al-Suyuti dikenal sebagai ulama yang sangat produktif. Ia mulai menulis sebelum tahun 865 H, tetapi sempat menghapus karya-karyanya, lalu kembali menulis pada tahun 865 20/866 21 H dengan karya awal seperti Sharh al-IstiAoazah wa al-Basmalah dan Sharh al-Hawqalah wa al-HaiAoalah. Diantara karya-karya al-Suyuti dalam bidang tafsir Al- QurAoan adalah sebagai berikut: 22 Al-Dur al-Mansur fi al-Tafsir bi al-MaAosur . Al-Tafsir al-Musnad (Turjuman al-QurAoan, 5 jili. Asrar al-Tanzil: Qatfy al-Azhar fi Kasyfi al-Asrar . ingga surat BaraAoa. Takmilat Tafsir al-Syaikh Jalaluddin al-Mahalli (Al-Baqarah Ae Al-IsraA. Tanasuq al-Durar fi Tanasub al-Suwar Hasyiyah Aoala Tafsir al-Baidawi: Nawahid al-Abkar wa Syawarid al-Afkar . Al-Azhar al-Faihah Aoala al-Fatihah Fath al-Jalil li al-AoAbd al-Zalil Majaz al-Fursan ila Majaz al-QurAoan Al-Tafsir al-Kabir: MajmaAo al-Bahrain wa MatlaAo al-Badrain al-JamiAo li Tahrir al-Riwayat wa Taqrir al-Dirayat Al-Iklil fi Istinbat al-Tanzil Profil Kitab Al-Dur Al-Mansur Tafsir-tafsir yang dikarang al-Suyuti secara umum dapat diklasifikasikan ke dalam tiga kategori utama: Tafsir bi al-MaAosur, yaitu tafsir yang menghimpun riwayat dan pendapat para salaf mengenai makna ayat-ayat Al-QurAoan, seperti Turjuman al-QurAoan dan al-Dur al- Mansur. Tafsir bi al-RaAoyi, yaitu tafsir yang mengutamakan pendekatan dirayah dan istinbat para ulama, seperti Tafsir al-QurAoan al-AoAzim (Tafsir Jalalai. , al-Iklil fi 20 Abd al-Qadir Al- Syazili. Bahjat Al-AoAbidin, ed. Abd al-Hakim Al-AoAnis, 1st ed. (Istanbul: Dar Allobab, 2. , 40. 21 Jalal al-Din Al- Suyuti. Al-Azhar Al-Faihah Fi Syarh Al-Fatihah, ed. Abd al-Hakim Al-AoAnis (Al-Alukah, n. ), 5. 22 Syazili. Bahjat Al-AoAbidin, 139Ae143. Menelusuri Jejak Tafsir Riwayat: Studi Deskriptif atas Tafsir Al-Dur Al-Mansur Karya Al-Suyuti. Ay (Didik Harianto. Putroe Balqi. Istinbat al-Tanzil, dan lainnya. Tafsir yang bersifat sintesis, yang menggabungkan metode bi al-MaAosur dan bi al-RaAoyi, seperti MajmaAo al-Bahrain wa MatlaAo al-Badrain al-JamiAo li Tahrir al- Riwayat wa Taqrir al-Dirayat Dalam al-Itqan fi AoUlum al-QurAoan, al-Suyuti menyatakan bahwa ia telah menyusun sebuah kitab musnad yang menghimpun lebih dari sepuluh ribu riwayat tafsir dari Nabi SAW dan para sahabat, baik yang marfuAo maupun mauquf. Karya ini selesai dalam empat jilid dan diberi nama Turjuman al-QurAoan. Selama penyusunannya, al- Suyuti mengisahkan bahwa ia mengalami mimpi bertemu dengan Rasulullah SAW dalam sebuah peristiwa yang dianggap sebagai bisyarah . abar gembir. Namun, karena banyaknya sanad dalam Turjuman al-QurAoan dianggap membebani pembaca, al-Suyuti kemudian meringkasnya dalam al-Dur al-Mansur dengan hanya menyertakan matan hadis tanpa sanad serta menyantumkan nisbat dan takhrij kepada setiap kitab yang muAotabar. 25 Kejanggalan muncul karena al-Dur al- Mansur justru terdiri dari 12 jilid, lebih besar dibandingkan Turjuman al-QurAoan yang hanya empat jilid. Hal ini memunculkan spekulasi bahwa Turjuman al-QurAoan pernah dicetak di Mesir pada tahun 1314 H, sebagaimana disebutkan oleh Sarkis dalam MuAojam al-MatbuAoat al-AoArab. Pendapat ini kemudian diikuti oleh AoAbd al-Jabbar AoAbd alRahman dalam Zakhair al-Turath al-AoArabi. Namun, asumsi tersebut tidak akurat, karena naskah yang dicetak pada tahun 1314 H oleh Percetakan al-Mimaniyah di Mesir sebenarnya adalah Tafsir al-Dur al- Mansur, bukan Turjuman al-QurAoan. Berdasarkan penelitian Dr. Hazim SaAoid Haidar, al- Suyuti menyatakan bahwa Turjuman al-QurAoan terdiri dari 4Ae5 jilid dan hanya memuat riwayat musnad yang marfuAo dan mauquf, tanpa mencantumkan riwayat maqtuAo. Sebaliknya, dalam al-Dur al-Mansur, al-Suyuti banyak menambahkan riwayat dari tabiAoin dan tabiAo tabiAoin, yang menyebabkan volume dan cakupan isinya lebih besar dibandingkan 23 Hazim SaAoid Haidar. AuMuqaddimah Al-Dur Al-Mansur Baina Al-MatbuAo Wa Al-Makhtut,Ay Majalat Al-Buhus Al-Dirasat Al-QurAoaniyah. March https://jqrs. sa/AA-AcA-AA-AuA-AiA-AoiA/. 24 Haidar. AuMuqaddimah Al-Dur Al-Mansur Baina Al-MatbuAo Wa Al-Makhtut. Ay 25 Jalal al-Din Al- Suyuti. Al-Dur Al-Mansur Fi Al-Tafsir Bi Al-MaAosur, ed. Abdullah bin Abd alMuhsin Al-Turki, 1st ed. (Kairo: Markaz Hajar li al-Buhus wa al-Dirasat al-Arabiyah waal-Islamiyah, 2. , 3. 26 Haidar. AuMuqaddimah Al-Dur Al-Mansur Baina Al-MatbuAo Wa Al-Makhtut. Ay At-Tafasir: Journal of QurAoanic Studies and Contextual Interpretation. Volume 2. Number 2. Desember 2025 dengan karya asalnya. Sistematika dan Metode Penafsiran al-Suyuti dalam Al-Dur al-Mansur Al-Suyuti menyusun tafsirnya dengan mencantumkan nama surah, jumlah ayat, serta klasifikasinya sebagai makkiyah atau madaniyah, dengan mengikuti pendapat al- Nahhas. Ibn al-Durais, dan Abu al-Syaikh. 28 Al-Suyuti memulai dengan menyebutkan riwayat-riwayat yang berkaitan dengan nama dan keutamaan surah, dimulai dari sanad yang paling kuat. Selanjutnya, ia menafsirkan ayat-ayat dengan menyebutkan riwayat yang bersumber dari Nabi, sahabat, dan tabiAoin. 29 Dalam penafsirannya, al-Suyuti menguraikan ayat demi ayat secara berurutan tanpa menggunakan penomoran. Ia mengakomodasi berbagai pendapat mengenai suatu ayat atau bagian dari ayat, baik yang sahih, daAoif, bahkan yang munkar atau mauduAo. Dalam aspek qiraAoat, al-Suyuti menisbahkan bacaan qiraAoat kepada sahabat atau perawinya tanpa melakukan verifikasi mendalam atau menjelaskan apakah qiraat tersebut berasal dari jumhur, ataukah mutawatir, shohih, atau syadz. 31 Ia juga sering kali hanya menyebut nama pengarang tanpa mencantumkan sumber spesifiknya. Hal ini menyulitkan upaya verifikasi dan pelacakan sumber. Sebagai contoh, ketika ia menulis "Diriwayatkan oleh Ibn Abi Shaybah," tidak dapat dipastikan apakah rujukannya berasal dari al-Musannaf. Tafsir, al-Musnad. ZawaAoid al-Zuhd, atau karya lainnya. Dalam penafsirannya, al-Suyuti melakukan banyak penyimpangan pembahasan yang tidak ada hubungannya dengan tafsir. Dibagian akhir dari tafsir ini ia memberi judul AuRiwayat seputar surat al-KhulAo dan surat al-HafdAy. Dan pada bagian penutup ia menyebutkan nukilan yang panjang dari kitab AuAsbab al-NuzulAy karya al-Hafidz Ibn Hajar, ia membahas beberapa tafsir seperti karya al-Thabari. Ibn al-Mundzir. Ibn Abi Hatim, dan AoAbd bin Humayd, serta sanad-sanad tafsir dari murid-murid Ibn AoAbbas dan sebagian tabiAoin. Ia juga menyebutkan perawi yang tsiqah dalam sanad-sanad tersebut serta perawi yang daAoif, agar dapat diketahui mana riwayat yang dapat diterima dan mana 27 Haidar. AuMuqaddimah Al-Dur Al-Mansur Baina Al-MatbuAo Wa Al-Makhtut. Ay 28 Abdullah bin Abd al-Muhsin Al- Turki. Muqaddimah Al-Dur Al-Mansur Fi Al-Tafsir Bi Al- MaAosur, 1st ed. (Kairo: Markaz Hajar li al-Buhus wa al-Dirasat al-Arabiyah waal-Islamiyah, 2. , 56. 29 MusaAoid Musnid Ali JaAofar and Muhyi Hilal Al-Sarhan. Manahij Al- Mufassirin, 1st ed. (Dar al-MaAorifah, 1. , 63. 30 Turki. Muqaddimah Al-Dur Al-Mansur Fi Al-Tafsir Bi Al-MaAosur, 56. 31 Turki. Muqaddimah Al-Dur Al-Mansur Fi Al-Tafsir Bi Al-MaAosur, 57. 32 Abdullah bin Salih bin Abdullah Al- Khudairi. AuMasadir Al-Suyuti Fi Al-Dur Al-Mansur,Ay Majalah JamiAoah Um al-Qura li Ulum al-Syariah wa al-Dirasat al-Islamiyah . : 14. Menelusuri Jejak Tafsir Riwayat: Studi Deskriptif atas Tafsir Al-Dur Al-Mansur Karya Al-Suyuti. Ay (Didik Harianto. Putroe Balqi. yang ditolak. Karakteristik Tafsir Al-Dur al-Mansur Kitab Al-Dur al-Mansur merupakan tafsir bil-maAotsur yang paling kom-prehensif menurut Ahlus Sunnah, dengan sanad-sanadnya telah dihapuskan. Al-Suyuti tidak mengungkapkan pendapat pribadinya maupun memberikan penjelasan tafsir secara langsung, kecuali menyertakan beberapa catatan kebahasaan yang tersebar dalam isi kitab. Catatan ini berasal dari penggunaan bahasa dalam Al-QurAoan yang tidak lazim digunakan di Jazirah Arab. 34 Meskipun demikian. Al-Dur al-Mansur tidak mencakup analisis kebahasaan secara mendalam, seperti kajian mufradat, makna kata, kemukjizatan Al- QurAoan, maupun aspek balaghah. Selain itu, ia juga tidak membahas aspek hukum, asbab al-nuzul, munasabah antar-ayat, ataupun ijtihad dalam penafsiran. Al-Suyuti penafsirannya, serta menghindari penggunaan raAoyu . emikiran rasiona. Hal ini didorong oleh keinginannya untuk menghimpun sebanyak mungkin riwayat yang berkaitan dengan tafsir. Karena fokus utama tafsir ini adalah menyajikan riwayat tanpa intervensi pemikiran pribadi atau analisis tambahan di luar tradisi periwayatan. Komentar al-Suyuti terhadap Kualitas Riwayat Meskipun al-Suyuti tidak secara eksplisit menyampaikan pendapat pribadinya dalam tafsir, ia tetap menunjukkan keahliannya dalam ilmu jarh wa taAodil . ritik terhadap perawi hadit. melalui komentarnya terhadap kualitas berbagai riwayat yang ia kutip. Dalam menilai kekuatan sanad, al-Suyuti menggunakan sejumlah redaksi yang menunjukkan tingkatan keabsahan, seperti: Auakhraja . bisanadin sahih, aw bisanadin la baAosa bihi, aw bisanadin hasan, aw bisanadin jayyid, aw bisanadin qawiy, aw bisanadin muqarib, aw bisanadin rijaluhu siqatAy. Sebaliknya, untuk menunjukkan kelemahan sanad, ia menggunakan redaksi seperti: Auakhraja . bisanadin daAoifi, aw bisanadin daAoif jiddan, aw bisanadin wahin, aw bisanadin layyin, aw bisanadin fihi man lam yuAoraf, aw bisanadin fihi majahil, aw bisanadin fihi majhul, aw bisanadin fihi man yujhalu haluhu. Ay 36 33 Turki. Muqaddimah Al-Dur Al-Mansur Fi Al-Tafsir Bi Al-MaAosur, 57Ae58. 34 Sayyid Muhammad AoAli Ayazi. Al-Mufassirun. Hayatuhum Wa Manhajuhum, 1st ed. , vol. (Teheran: MuAoassasah al-ThibaAoah wa al-Nasyr li Wuzarah al-Tsaqafah wa al-Irsyad al-Islami , 1. , 793-794. 35 Ayazi. Al-Mufassirun. Hayatuhum Wa Manhajuhum, 2:794/2. 36 Sobri. AuMasadir Jalal Al-Din Al-Suyuti,Ay 192. At-Tafasir: Journal of QurAoanic Studies and Contextual Interpretation. Volume 2. Number 2. Desember 2025 Namun, dalam beberapa kesempatan, ia mencantumkan sanad yang di dalamnya terdapat perawi daAoif atau matruk tanpa memberikan komentar mengenai status perawi Hal ini dilakukan dengan alasan bahwa kelemahan perawi tersebut sudah masyhur, seperti dalam contoh berikut: Wa akhraja al-SaAolabi min tariq al-Suddi Aoan al-Kalbi Aoan Abi Salih Aoan Ibn Abbas. Wa akhraja Ibn AoAsakir min tariq Juwaibir Aoan al-Dahhak Aoan Ibn Abbas. Wa akhraja Ibn Mardawayh min tariq al-Awfi Aoan Ibn Abbas. Wa akhraja al-Hakim bisanadin fihi al-Waqidi. Wa akhraja Ibn Mardawaih Aoan Kasir ibn Abdullah ibn AoAmr bin AoAwf Aoan abihi Aoan jaddihi. Wa akhraja Ibn AoAsakir bisanadin fihi al-Kudaymi Wa akhraja Abd ibn Humayd Aoan Abd al-Hakim Abi AoUmayyah. Wa akhraja Ibn Abi Hatim. Aoan Abi Dawud: NafiAo al-AAoma Aoan Ibn Abbas. Selain itu, al-Suyuti juga sering mengutip penilaian ulama al-jarh wa al-taAodil terhadap suatu riwayat, misalnya: Wa akhraja al-Hakim wa sahhahahu, wa daAoafahu al-Zahabi Wa akhraja al-Bayhaqi wa daAoafahu Wa akhraja al-Daraqutni wa sahhahahu Wa akhraja al-AoUqayli wa daAoafahu Wa akhraja al-Tirmizi wa hassnahu Wa akhraja al-Bazzar wa hassnahu Wa akhraja Ibn al-Bar wa daAoafahu Qala Ibn Kasir: Haza al-Mawquf asah. Sumber-Sumber Tafsir Al-Dur al-Mansur Dalam tafsirnya al-Suyuti merujuk kepada lebih dari 400 referensi, dari referensi paling tua sekitar abad ke-2 seperti tafsir Ibn Juraij. Malik bin Anas. Sufyan bin Uyainah, hingga referensi terbaru . ada zamany. yaitu penafsiran al-Hafiz Ibn Hajar al-Asqalani 37 Sobri. AuMasadir Jalal Al-Din Al-Suyuti,Ay 194. Menelusuri Jejak Tafsir Riwayat: Studi Deskriptif atas Tafsir Al-Dur Al-Mansur Karya Al-Suyuti. Ay (Didik Harianto. Putroe Balqi. dalam al-AoUjab di bayan al-Asbab. Syekh Amir Hasan Sobri membagi referensi tersebut menjadi beberapa macam sesuai dengan bidang ilmu, sebagi berikut: 38 Kitab-kitab Tafsir Kitab-kitab Ulum al-QurAoan, yang mencakup: Kitab-kitab Asbab nuzul Kitab-kitab Nasikh Mansukh Kitab-kitab QiraAoat. Masahif, dan Ahkam Tilawah. Kitab-kitab Fadail al-QurAoan Kitab-kitab Ahkam al-QurAoan, dan Kitab-kitab Hadis, yang mencakup: Kitab-kitab al-Sihah . ang menghimpun hadis -hadis sahi. Kitab-kitab al-Jawami Kitab-kitab al-Masanid Kitab-kitab al-Musanafat Kitab-kitab AjzaAo hadisiyah. Kitab-kitab Fawaid. Amali dan Majalis hadisiyah. Kitab-kitab Ulum Hadis, yang mencakup: Kitab-kitab Mustalah Hadis Kitab-kitab Garib al-Hadis Kitab-kitab AoIlal al-Hadis Kitab-kitab Mukhtalaf al-Hadis Kitab-kitab Ruwat al-Hadis, yang mencakup Kitab-kitab sejarah periwayat hadis Kitab-kitab sejarah sahabat Kitab-kitab Tarajim dan Manaqib 38 Sobri. AuMasadir Jalal Al-Din Al-Suyuti,Ay 196Ae197. At-Tafasir: Journal of QurAoanic Studies and Contextual Interpretation. Volume 2. Number 2. Desember 2025 Kitab-kitab Tarikh al-Buldan . ejarah suatu neger. Kitab-kitab sejarah umum Kitab-kitab AqaAoid Kitab-kitab al-DuAoa wa al-Zikr Kitab-kitab al-Bir wa al-Zuhd wa al-MawaAoiz Kitab-kitab al-Fitan wa ahwal yawm al-Qiyamah Kitab-kitab Fikh dan Usul al-Fikh Kitab-kitab al-Lugah wa al-Adab wa al-Samr, dan Kitab-kitab yang beragam lainya. Contoh Penafsiran dalam Tafsir Al-Dur Al-Mansur Di bawah ini merupakan berbagai contoh penafsiran ayat yang ditempuh dalam Tafsir al-Dur al-Mantsur: Tafsir Al-QurAoan dengan Al-QurAoan Dalam menafsirkan QS. Al-AnAoam . : 82, al-Suyuti mengutip riwayat dari Ahmad, al-Bukhari. Muslim. Tirmidzi. Ibnu Majah. Ibnu Jarir. Ibnu Mundzir. Ibnu Abi Hatim. Al-Daaruqutni dalam Al-Afrad. Abu Al-Syaikh, dan Ibnu Mardawaih. Riwayat tersebut berasal dari Abdullah bin MasAoud yang mengisahkan bahwa ketika ayat ini diturunkan, para sahabat merasa kebingungan dan khawatir, lalu bertanya kepada Rasulullah Saw. AuWahai Rasulullah, siapakah di antara kami yang tidak pernah berbuat zalim terhadap dirinya sendiri?Ay Rasulullah Saw. menjawab bahwa makna zalim dalam ayat ini bukan seperti yang mereka pahami secara umum, melainkan merujuk pada syirik, sebagaimana yang disebutkan dalam QS. Luqman . :13 "Sesungguh-nya syirik adalah kezaliman yang besar. " 39 Tafsir Al-QurAoan dengan Hadits Dalam menafsirkan QS. Al-Maidah . : 38 mengenai hukum potong tangan bagi pencuri. Al-Suyuti mengutip riwayat dari al-Bukhari dan Muslim yang bersumber dari Aisyah. Dalam riwayat tersebut. Rasulullah Saw. menegaskan bahwa hukuman potong 39 Suyuti. Al-Dur Al-Mansur Fi Al-Tafsir Bi Al-MaAosur, 116/6. Menelusuri Jejak Tafsir Riwayat: Studi Deskriptif atas Tafsir Al-Dur Al-Mansur Karya Al-Suyuti. Ay (Didik Harianto. Putroe Balqi. tangan hanya diberlakukan bagi pencurian yang mencapai lebih dari seperempat dinar. Sementara itu, dalam tafsir QS. Maryam . : 92. Al-Suyuti mengutip hadis yang diriwayatkan oleh Abdun bin Humaid, al-Bukhari. Muslim. Tirmidzi. Ibnu Mundzir. Ibnu Abi Hatim. Ibnu Mardawaih, dan Baihaqi dalam Al-AsmaAo wa As-Sifat dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah Saw bersabda: AuJika Allah menyayangi hamba-Nya. Ia akan memanggil Jibril dan berkata: Sesungguhnya Aku mencintai fulan maka sayangilah Lalu dipanggilah seluruh penghuni langit dan turunlah kepadanya mahabbah pada penghuni bumi. Itu adalah firman Allah QS. Maryam . : 96 "Sesungguhnya orang- orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pengasih akan menanamkan rasa kasih sayang bagi mereka" dan jika Allah membenci hamba-Nya. Ia memanggil Jibril dan berkata: AuSesungguhnya Aku membenci fulan, lalu dipanggilah seluruh penghuni langit dan turunlah kepadanya benci pada penghuni bumi. Ay 41 Tafsir Al-QurAoan dengan perkataan sahabat Dalam menafsirkan QS. Al-AAoraf . : 54. Al-Suyuti mengutip riwayat dari Ibnu Mardawaih dan Al-LalikaAoi dalam As-Sunnah, yang bersumber dari Umm al-MuAominin Ummu Salamah. Dalam riwayat tersebut. Ummu Salamah menyatakan bahwa hakikat istiwaAo dalam ayat AuSumma istawa Aoala al-ArsyAy tidak dapat dijangkau oleh akal, dan bentuknya tidak diketahui. Namun, meng-imaninya merupakan bagian dari keimanan, sedangkan mengingkarinya dianggap sebagai bentuk kekufuran. Tafsir Al-QurAoan dengan perkataan tabiAoin Dalam menafsirkan QS. An-Nisa . : 92. Al-Suyuti mengutip riwayat dari Abdun bin Humaid. Ibnu Jarir. Ibnu Mundzir, dan Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Masruq bin al-AjdaAo al-Hamdani, seorang tabiAoin, bahwa ia ditanya tentang ayat dalam QS. Al-Nisa . :92 AuFaman lam yajid fa siyamu shahraini mutatabiAoainiAy apakah puasa dua bulan atas budak . amba sahay. saja atau atas diyat . dan juga budak? Ia berkata: AuBarang siapa yang tidak mendapatkan maka . tersebut sebagai ganti atas diyat dan membebaskan budak. Ay 43 Pengaruh Saqafah Ilmiyah Al-Suyuti Terhadap Penafsirannya 40 Suyuti. Al-Dur Al-Mansur Fi Al-Tafsir Bi Al-MaAosur, 295-296/5. 41 Suyuti. Al-Dur Al-Mansur Fi Al-Tafsir Bi Al-MaAosur, 146/10. 42 Suyuti. Al-Dur Al-Mansur Fi Al-Tafsir Bi Al-MaAosur, 421/6. 43 Suyuti. Al-Dur Al-Mansur Fi Al-Tafsir Bi Al-MaAosur, 591/4. At-Tafasir: Journal of QurAoanic Studies and Contextual Interpretation. Volume 2. Number 2. Desember 2025 Al-Suyuti menyajikan berbagai riwayat dalam tafsirnya tanpa menambahkan interpretasi pribadinya secara eksplisit. Namun, setiap tafsir, secara tidak langsung, tetap merefleksikan keterbatasan dan subjektivitas penafsirnya, karena dalam proses interpretasi, seorang mufasir tidak dapat dipisahkan dari latar belakang keilmuan dan kondisi sosio-historis yang melingkupinya. Sebagai contoh, dalam menafsirkan ayat-ayat yang berkenaan dengan tajsimAi yakni ayat-ayat yang secara lahiriah mengandung makna antropomorfisme terhadap AllahAiseperti QS. Taha . : 5 Aual-Rahman Aoala al-AoArsy istawaAy al-Suyuti mengutip riwayat-riwayat yang menekankan sikap tawaqquf, seperti yang dinyatakan oleh Sufyan bin AoUyainah bahwa makna ayat-ayat tersebut harus diterima sebagaimana adanya tanpa penafsiran lebih lanjut, kecuali jika terdapat penjelasan dari Allah dan Rasul-Nya. 45 Sikap ini selaras dengan prinsip Ahlu al-Sunnah yang menyerahkan makna hakiki ayat-ayat mutasyabihat kepada Allah, atau yang lebih dikenal dengan al-Tafwid. Dalam menafsirkan QS. Al-Maidah . : 6, yang berkaitan dengan hukum bersuci. Al-Suyuti mengutip berbagai riwayat yang menunjukkan perbedaan pendapat fiqh mengenai makna kata al-lamsu . Mayoritas riwayat yang dikemukakannya mendukung pemahaman bahwa al-lamsu berarti menyentuh secara fisik, bukan jimaAo . Hal ini sejalan dengan latar belakang al-Suyuti sebagai penganut madzhab SyafiAoi, yang dalam fiqh taharah berpendapat bahwa menyentuh kulit tanpa penghalang membatalkan wudhu. Namun, ia juga mencantumkan riwayat yang menafsirkan al-lamsu sebagai jimaAo, sebagaimana pandangan Ibnu Abbas dan sebagian ulama lainnya. Keberagaman sumber yang ia gunakan mencerminkan latar belakang keilmuan al-Suyuti yang tidak hanya dipengaruhi oleh madzhab SyafiAoi, tetapi juga oleh gurunya dalam bidang hadits, yaitu Taqyy al-Din al-Shumunni al-Hanafi. Kelebihan dan Kelemahan Tafsir Al-Dur Al-Mansur Menafsirkan Al-Qur'an merupakan upaya menjelaskan kandungan firman Allah sesuai dengan kapasitas kemampuan manusia, 48 yang pada hakikatnya bertujuan untuk 44 Karl Mannhiem. Ideology and Utopia: An Introduction to the Sociology of Knowledge (London: Routledge & Kegan Paul , 1. 45 Suyuti. Al-Dur Al-Mansur Fi Al-Tafsir Bi Al-MaAosur, 423/6. 46 Suyuti. Al-Dur Al-Mansur Fi Al-Tafsir Bi Al-MaAosur, 455-460/4. 47 Syazili. Bahjat Al-AoAbidin, 46. 48 Al-Zurqani. Manahil Al-AoIrfan Fi Ulum Al-QurAoan, 2:281. Menelusuri Jejak Tafsir Riwayat: Studi Deskriptif atas Tafsir Al-Dur Al-Mansur Karya Al-Suyuti. Ay (Didik Harianto. Putroe Balqi. mendekatkan pemahaman kepada kebenaran. Meskipun demikian, tafsir yang dihasilkan oleh para ulama tidak lepas dari dua hal, yaitu. kelebihan dan kekurangan, termasuk tafsir al-Dur al-Mansur fi al-Tafsir bi al-MaAosur. Kelebihan Tafsir al-Durr al-Mansur fi al-Tafsir bi al-MaAotsur karya al-Suyuti memiliki posisi penting dalam tradisi tafsir bi al-maAotsur. Karya ini menampilkan sejumlah kelebihan yang membedakannya dari kitab-kitab lain, seperti Jami al-Bayan karya al-Thabari. Salah satu keunggulan utamanya terletak pada keluasan penghimpunan riwayat yang mencakup berbagai sumber, termasuk dari kitab-kitab yang kini sudah tidak ditemukan atau hilang seperti tafsir Ibn Juraij. Malik bin Anas. WakiAo bin al-Jarrah dan lainya. 50 Dengan demikian, al-Durr al-Mansur menjadi salah satu rujukan penting yang menyediakan akses luas bagi para peneliti untuk menelusuri ragam riwayat tafsir tanpa harus merujuk pada banyak kitab yang berbeda. Hal ini menjadikan karya al-Suyuti berfungsi tidak hanya sebagai tafsir, tetapi juga sebagai khazanah dokumentasi tradisi penafsiran Al-QurAoan Kekurangan Namun demikian, tafsir ini juga memiliki sejumlah kelemahan. Salah satunya adalah lemahnya kritik sanad, karena al-Suyuti mencantumkan banyak riwayat yang daAoif bahkan mawduAo tanpa memberikan keterangan yang memadai mengenai statusnya. samping itu, al-Durr al-Mansur juga memuat berbagai riwayat Israiliyat tanpa proses filterisasi yang ketat. Meskipun al-Suyuti sesekali memberikan komentar atau penilaian, sebagian besar riwayat tetap disajikan apa adanya, sehingga pembaca dituntut untuk melakukan verifikasi lebih lanjut. Ia juga banyak menukil riwayat yang daAoif, maqduAo, dan israiliyat tanpa memberikan keterangan mengenai statusnya. 51 Kritik ini kontras dengan metode al-Tabari dalam JamiAo al-Bayan, yang lebih selektif dalam memilih riwayat dan sering memberikan tarjih. Kendati demikian Sabri memberikan udzur . kepada al-Suyuti 49 Ibrahim bin Salih bin Abdullah Al- Hudaidi. Manahij Al-Mufassirin, 3rd ed. (Riyadh: Dar Ibn al-Jauzi, n. ), 71. 50 Turki. Muqaddimah Al-Dur Al-Mansur Fi Al-Tafsir Bi Al-MaAosur, 9. 51 Ali JaAofar and Al-Sarhan. Manahij Al- Mufassirin, 66. Baiq DhiyaAoul Husna Farhan. AuMetode Tarjih Ath-Thabari Dalam Jami Ao Al-Bayan Fi Ta Ao Wil,Ay Jurnal Studi Ilmu Alquran dan Tafsir 1, no. : 6Ae12. At-Tafasir: Journal of QurAoanic Studies and Contextual Interpretation. Volume 2. Number 2. Desember 2025 dalam hal ini, dengan alasan bahwa ia telah menuliskan sanad riwayat secara lengkap dalam kitab asalnya, yaitu Tarjuman al-QurAoan. Oleh karena itu, siapa pun yang ingin meneliti lebih lanjut mengenai status riwayat tersebut disarankan untuk merujuk kepada kitab tersebut. 53 Oleh sebab itu, al-Durr al-Mansur tetap bernilai sebagai dokumentasi luas tradisi riwayat tafsir, meskipun penggunaannya menuntut sikap kritis dari pembaca. KESIMPULAN Kitab al-Dur al-Mansur karya al-Suyuti merupakan salah satu tafsir bi al-MaAosur yang paling komprehensif, disusun dengan metode pengumpulan riwayat dari berbagai sumber tanpa menambahkan analisis pribadi. Karakteristik utamanya terletak pada pendekatan yang murni berbasis riwayat, dengan menampilkan hadis, perkataan sahabat, serta pendapat tabiAoin dan tabiAo tabiAoin sebagai penjelasan terhadap ayat-ayat Al-QurAoan. Meskipun al-Suyuti tidak melakukan verifikasi sanad secara sistematis, ia tetap menunjukkan keahliannya dalam ilmu hadis dengan memberi isyarat terhadap kualitas riwayat tertentu. Dalam konteks perkembangan tafsir bi al-MaAosur, al-Dur al-Mansur menempati posisi penting sebagai salah satu karya yang memperkaya metode periwayatan, terutama sebagai ringkasan dari Turjuman al-QurAoan. Keunggulannya terletak pada kelengkapan sumber rujukan dan cakupan luas dalam mengumpulkan riwayat, menjadikannya referensi utama dalam kajian tafsir berbasis riwayat. Namun, karena tidak disertai dengan analisis kebahasaan, hukum, atau munasabah antar-ayat yang mendalam, tafsir ini lebih berfungsi sebagai himpunan riwayat daripada tafsir analitis. Dari perspektif akademik, al-Dur al-Mansur merepresentasikan puncak tradisi tafsir klasik berbasis riwayat, yang menekankan transmisi otoritatif dari generasi awal Islam. Karya ini menjadi jembatan antara tradisi periwayatan yang diwariskan sejak periode sahabat dengan upaya kodifikasi tafsir yang lebih sistematis pada era setelahnya. Relevansinya bagi kajian kontemporer terletak pada dua aspek: pertama, sebagai sumber penting dalam studi sejarah resepsi dan transmisi tafsir di era klasik. kedua, sebagai bahan bagi kajian kritis modern yang berupaya menilai validitas, seleksi, dan konstruksi otoritas dalam tafsir bi al-MaAosur. Dengan demikian, al-Dur al-Mansur bukan hanya warisan 53 Sobri. AuMasadir Jalal Al-Din Al-Suyuti,Ay 194. Menelusuri Jejak Tafsir Riwayat: Studi Deskriptif atas Tafsir Al-Dur Al-Mansur Karya Al-Suyuti. Ay (Didik Harianto. Putroe Balqi. keilmuan yang monumental, tetapi juga titik berangkat penting bagi diskursus tafsir kontemporer, terutama dalam membedakan antara dimensi tradisi periwayatan dan kebutuhan analisis kontekstual modern. Untuk penelitian selanjutnya, diperlukan studi kritis terhadap validitas riwayat yang dikutip dalam al-Dur al-Mansur, terutama dalam membedakan antara riwayat sahih, hasan, dan daAoif. Selain itu, kajian intertekstual antara tafsir ini dengan karya-karya tafsir lain yang berbasis bi al-MaAosur seperti JamiAo al-Bayan dapat memperkaya pemahaman tentang metodologi al-Suyuti serta kontribusinya dalam mengembangkan tradisi tafsir riwayat. Penelitian lebih lanjut juga dapat diarahkan pada aspek resepsi, yakni bagaimana al-Dur al-Mansur digunakan, diperdebatkan, atau bahkan dikritisi oleh generasi mufasir setelah al-Suyuti, sehingga dapat ditentukan sejauh mana pengaruh dan relevansinya bertahan hingga masa kini. DAFTAR PUSTAKA