EJOIN Ae VOLUME 2 NOMOR 7 . :1108 - 1115 PENERAPAN AUM PTSDL DALAM PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING GUNA MENGETAHUI KESULITAN BELAJAR SISWA/I SLTA Nurmawati1. Siti Hajar2. Yusi Rida Alsyaina3. Zulfa Salma Octavia4. Laily Azkia Kamila5. Raisya Zahra Ramadhani6. Nayla Zahra Kamila7. Bariq FilAoArdi8. Aliya Rosida9. 1,2,3,4,5,6,7,8,9 Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka Article Information Article history: Received June Approved July Keywords: Aum kesulitan belajar. ABSTRACT In modern times many have preferred to use technology to make matters easier. With these rapid developments counselors also developed a method to analyze the individual development problems of learners. These applications to see how effectiveness the aum PTSDL instrument program in guidance services is to identify and understand the comprehensive student's learning difficulties. There is an application of the aum dl to encourage the counselor's success in improving participants' learning qualities. The impact of this program counselors can analyze the difficulties on learners easily and this instrument must have been structured. The aum benefit program implications for counselors in counseling are good enough to increase the counselors' knowledge of learning potential students. Nontest intrumen supports application activities in counseling counseling counseling services in dealing with specific learning activities ABSTRAK Pada zaman modern banyak orang lebih memilih menggunakan teknologi untuk mempermudah urusan. Dengan perkembangan yang pesat ini para konselor juga mengembangkan metode untuk menganalisis masalah perkembangan individu peserta didik. Penerapan ini guna melihat keefektivitasan program instrumen AUM PTSDL dalam pelayanan bimbingan untuk mengidentifikasi dan memahami kesulitan belajar siswa SLTA secara Adanya penerapan AUM PTSDL untuk mendorong keberhasilan konselor dalam meningkatkan kualitas belajar peserta. Dampak baik dari program ini konselor dapat menganalisis kesulitan pada peserta didik dengan mudah dan instrumen ini pastinya telah terstruktur. Implikasi program AUM PTSDL pada konselor dalam melayani konseling cukup baik sehingga dapat meningkatkan pengetahuan para konselor dalam memahami potensi belajar siswa. Intrumen non test tersebut mendukung kegiatan penerapan | 1108 Nurmawati et al. - Volume 2 Nomor 7 . : 1108 - 1115 dalam layanan bimbingan konseling dalam mengatasi masalah masalah khusus kegiatan belajar. A 2024 EJOIN *Corresponding author email: Nurmawati@uhamka. PENDAHULUAN Pendidikan adalah upaya sadar dan terencana untuk menciptakan suasana belajar dan belajar yang menyenangkan agar peserta didik dapat secara aktif mengembangkan potensi dirinya dan membekali dirinya dengan kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan (Pristiwanti. Badariah. Hidayat, & Dewi, 2. Pendidikan di tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) memiliki peran krusial dalam membentuk pondasi akademik dan keterampilan hidup siswa menjelang masa dewasa. Namun, perjalanan pendidikan ini seringkali tidak mulus bagi beberapa siswa yang menghadapi berbagai kesulitan belajar yang dapat menghambat prestasi dan perkembangan mereka. Proses pembelajaran di sekolah seringkali menghadapi berbagai tantangan yang dapat mempengaruhi prestasi akademik siswa. Salah satu tantangan terbesar adalah kesulitan belajar yang dialami oleh siswa. Menurut Jamaris . dalam jurnal (Fatah. Suud, & Chaer, 2. kesulitan belajar atau learning disability disebut dengan istilah lain learning disorder atau learning difficulty adalah suatu kelainan yang membuat individu sulit melakukan kegiatan belajar secara Kesulitan-kesulitan ini dapat muncul dalam berbagai bidang, seperti pemahaman materi pelajaran, keterampilan belajar, manajemen waktu, motivasi, hingga masalah sosio-emosional. Kesulitan belajar ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, baik internal seperti motivasi dan kemampuan kognitif, maupun eksternal seperti lingkungan keluarga dan sekolah (Desmita. Untuk mengatasi kesulitan belajar tersebut, identifikasi dini dan penanganan yang tepat terhadap kesulitan belajar menjadi aspek penting dalam sistem pendidikan SLTA. Selain itu juga layanan bimbingan dan konseling memiliki peran yang sangat penting dalam memberikan dukungan dan intervensi yang tepat kepada siswa. Salah satu metode yang efektif dalam mengidentifikasi kesulitan belajar siswa adalah melalui penggunaan Alat Ungkap Masalah (AUM) PTSDL (Personal. Social. Academic, and Learning Difficultie. AUM PTSDL adalah instrumen yang dirancang untuk mengungkap berbagai permasalahan yang mungkin dihadapi siswa, termasuk masalah pribadi, sosial, akademik, dan kesulitan belajar (Prayitno, 2. AUM PTSDL dirancang untuk mengidentifikasi masalah siswa dalam lima bidang utama, yaitu Prasyarat penguasaan materi pelajaran (P). Keterampilan belajar (T). Sarana belajar (S). Diri pribadi (D), serta Lingkungan belajar dan sosio-emosional (L). Pendekatan multi-dimensi ini memungkinkan para guru BK untuk memperoleh gambaran secara kom tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar siswa. Penerapan AUM PTSDL dalam pelayanan bimbingan di SLTA dapat memberikan beberapa manfaat. Pertama, membantu mengidentifikasi secara khusus kesulitan yang dihadapi Kedua, hasil assesmen dapat menjadi dasar untuk merancang program intervensi yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing siswa. Ketiga, data yang diperoleh dapat digunakan untuk evaluasi dan pengembangan program bimbingan sekolah secara keseluruhan. Melalui pelatihan yang sistematis, guru BK dapat mengaplikasikan AUM PTSDL secara efektif dalam EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat | 1109 Nurmawati et al. - Volume 2 Nomor 7 . : 1108 - 1115 proses bimbingan dan konseling, sehingga dapat mengidentifikasi dan menangani kesulitan belajar siswa dengan lebih akurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas penerapan AUM PTSDL dalam layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Lebih lanjut, penelitian ini juga akan menganalisis bagaimana hasil asesmen AUM PTSDL diintegrasikan ke dalam program bimbingan dan konseling di sekolah. Dengan memahami kesulitan belajar yang dihadapi siswa, diharapkan konselor dapat merancang intervensi yang lebih tepat sasaran dan membantu siswa mencapai potensi akademik mereka secara optimal. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan praktik bimbingan dan konseling di sekolah, serta memperkaya literatur mengenai penggunaan AUM PTSDL dalam konteks pendidikan. METODE PELAKSANAAN Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kesulitan belajar siswa pada siswa SLTA menggunakan instrumen AUM PTSDL. Instrumen ini dipilih karena validitas dan reliabilitasnya yang tinggi. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan populasi siswa SLTA. Sampel diambil menggunakan teknik random sampling dengan kriteria inklusi siswa SLTA. Skala penilaian menggunakan Likert 1-5. Instrumen ini telah diuji validitas dan reliabilitasnya, memastikan hasil yang akurat dan konsisten. Instrumen diberikan secara offline melalui kusioner cetak. Responden diberikan waktu 2 hari untuk mengisi instrumen. Sebelum pengumpulan data, persetujuan tertulis diperoleh dari semua responden. Langkah-langkah persiapan termasuk pelatihan penilai dan persiapan instrumen. Data yang dikumpulkan akan dibersihkan untuk memastikan kesesuaian dan kelengkapan. Analisis deskriptif akan digunakan untuk menggambarkan karakteristik sampel dan hasil penilaian kesulitan belajar siswa. Hasil penelitian akan disajikan dalam bentuk tabel, grafik, dan diagram untuk memudahkan interpretasi. Panduan interpretasi hasil akan mengikuti skala AUM PTSDL, membantu mengidentifikasi tingkat kesulitan belajar pada responden. Kesimpulan akan memberikan ringkasan temuan utama dan rekomendasi untuk penelitian lebih lanjut atau intervensi praktis di kalangan siswa SLTA. Daftar referensi akan mencakup semua sumber yang digunakan dalam penyusunan metode ini, memastikan keakuratan dan kredibilitas penelitian. Dengan mengikuti metode ini. AUM PTSDL dapat digunakan secara efektif untuk mengukur tingkat kesulitan belajar pada siswa SLTA, memberikan wawasan berharga untuk intervensi dan penelitian lebih lanjut. HASIL DAN PEMBAHASAN AUM PTSDL adalah alat ungkap masalah khusus untuk melihat keefektivitasan belajar. AUM PTSDL ini digunakan untuk mengkomunikasikan kualitas pembelajaran dan masalah kegiatan belajar murid dengan konselor (Arsini. Adelia. Harahap, & Aldi, 2. Kemutuan siswa dipengaruhi dari aspek diri individu yang terjadi baik diluar kelas atau didalam kelas. Maka dari itu guru atau pembimbing harus mengarahkan pesertanya agar lebih maju dan berkembang pada kegiatan belajar mereka. Kurang lebih 30 tahun terakhir ini, instrumen yang dipakai untuk mengungkapkan masalah belajar, khususnya dalam kaitannya dengan pelayanan Bimbingan dan Konseling di Indonesia. Dengan hasil analisis AUM PTSDL ini guru bimbingan dan konseling bisa mengetahui siapa saja siswa dan mahasiswa yang kurang dalam mutu belajar. Fungsi dari AUM PTSDL ini untuk membantu peserta didik atau mahasiswa dalam mengembangkan diri, sebab dapat terditeksinya mutu kegiatan belajar dan masalah-masalah dalam belajar dan dapat diketahui kelemahan-kelemahan peserta didik atau mahasiswa berdasarkan hasil AUM PTSDL. Pengadministrasian AUM PTSDL ini, memiliki beberapa tahap yang perlu dilakukan agar hasil AUM PTSDL ini diketahui. Tahap yang pertama perencanaan, yakni: . Menetapkan EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat | 1110 Nurmawati et al. - Volume 2 Nomor 7 . : 1108 - 1115 waktu, sasaran dan jumlah peserta didik yang akan mendapat pelayanan asesmen, . Menyiapkan buku AUM-PTSDL sesuai jumlah peserta didik. Menyiapkan lembar jawaban AUM-PTSDL sesuai jumlah peserta didik, . Penyiapan ruang agar situasi tenang, pencahayan baik, kursi yang nyaman. Tahap kedua pelaksanaan, yakni : . Memberikan verbal setting sebelum mulai . enjelaskan tujuan, manfaat dan kerahasiaa. , . Meminta individu menyiapkan alat tulis, . Membagi buku dan lembar jawaban AUM-PTSDL, . Memberi instruksi cara pengerjaan AUM-PTSDL. Menginformasikan bahwa AUM-PTSDL tidak memiliki batas waktu, akan tetapi peserta didik diminta berkerja dengan teliti, sungguhsungguh, cepat dan tidak membuang waktu, . Melakukakn pemeriksaan ketepatan peserta didik dalam cara mengisi AUM-PTSDL, . Mengumpulkan kembali buku dan lembar jawaban hasil pengisian AUM-PTSDL. Lembar jawaban yang dikumpulkan diteliti apakah telah dikerjakan dengan lengkap. Tahap ketiga pengolahan hasil, yakni : . Konselor melakukan pengolahan hasil AUM-PTSDL dengan melakukan penghitungan secara kuantitatif menggunakan format tabulasi pengolahan dan rumus yang ditetapkan, . Berdasarkan hasil pengolahan secara kuantitatif, konselor melakukan analisis kualitatif. Pengolahan hasil AUM-PTSDL harus dilakukan paling lambat satu minggu setelah pengisisan, mengingat permaslahan individu bersifat dinamis dan bisa mengalami perubahan, . Kesegeraan pengolahan hasil AUM-PTSDL akan menjunjung asas kekinian dalam bimbingan dan konseling, . Pengolahan hasil menggunakan format khusus. Skor Bidang Masalah Masalah Terendah Tertinggi Jumlah RataRata Persis Terendah Tertinggi Jumlah RataRata Persiswa 14,04 24,52 24,57 Tabel 1. 1 Hasil Pengolahan Data Kelompok Berkaitan tabel di atas tentang hasil pengolahan AUM PTSDL, jumlah siswa 21 orang, sehingga untuk rata-rata skor dan masalah dibagi jumlah siswa, rekapitulasi terlihat untuk ratarata skor kualitas belajar tertinggi pada keadaan lingkungan fisik dan lingkungan sosioemosional (L) sebesar 24,57 artinya dari 21 siswa hampir separoh memiliki keadaan lingkungan fisik dan lingkungan sosio-emosional yang baik dan terendah pada keterampilan belajar (T) sebesar 14,04 dengan maksud dari 21 siswa 14,04 memiliki kualitas belajar yang kurang baik pada keterampilan belajar. Adapaun masalah dengan rata-rata tertinggi keterampilan belajar (T) sebesar 18,9 artinya dari 21 siswa bermasalah tentang keterampilan belajar dan terendah persyaratan penguasaan materi (P) sebesar 3,9 dari 21 siswa bermasalah dalam persyaratan penguasaan materi. Adapun follow up data hasil pengolahan AUM untuk perencanaan layanan BK, dilakukan dengan melihat skor masalah tertinggi, kemudian ditelusuri item soal nomor berapa saja, sehingga dibuat satuan layanan BK yang berisi tentang materi yang cocok untuk mengatasi masalah itu, kemudian untuk siswa yang paling banyak masalah yang terlihat dari potret diri EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat | 1111 Nurmawati et al. - Volume 2 Nomor 7 . : 1108 - 1115 atau rekap AUM PTSDL pribadi. Hasil pengolahan data ini dapat dijadikan sebagai bahan layanan Bimbingan dan Konseling. Berkaitan layanan klasikal tentang keterampilan belajar yaitu cara belajar yang efektif, sedangkan untuk layanan konseling individual bagi siswa yang paling banyak skor masalahnya. Untuk masalah diri pribadi (D) dan lingkungan sosioemosional akan dilaksanakan dalam bentuk bimbingan kelompok. Hal ini sejalan dengan tujuan Guru BK harus memahami manfaat AUM PTSDL untuk membantu kesulitan belajar siswa. Manfaat lain adalah supaya guru BK lebih kenal dengan kebutuhan siswa terutama masalah bellajarnya, memiliki peta masalah belajar, baik masalah individu, maupun kelompok, sebagai dasar penetapan layanan BK dari hasil pengolahan AUM PTSDL, dan siswa akan paham dengan dirinya apakah memerlukan bantuan atau tidak Hal ini dikuatkan bahwa Pemanfaatn AUM bertujuan peningkatan mutu belajar siswa melalui layanan BK dan kegiatan pendukung dengan format tertentu. Untuk permasalahan pribadi siswa dapat dilihat dari pengolahan data individu, seperti contoh di bawah ini: Gambar 1. 1 Contoh Data Permasalahan Pribadi Siswa Gambar 1. 2 Siswa Mengisi Instrumen AUM PTSDL Adapun layanan BK yang dilakukan di sekolah ini berkaitan berdasarkan potret diri pribadi siswa dilakukan dengan melihat skor masalahnya diatas rata-rata dengan jumlah masalah melebihi jumlah kualitas belajarnya. Siswa ini akan dipanggil atau dia akan datang sendiri keruang BK. Kami dapat melihat permasalahan berdasarkan potret dirinya, masalah terbanyak seperti keterampilan belajar, akan dilihat dari item-item masalahnya. AUM PTSDL merupakan perubahan dari SSHA (Survey of StudyHabits Attiitude. oleh William. Brown dan Wayne H. Holtzman tahun 1953, kemudian pada tahun 1982 berubah EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat | 1112 Nurmawati et al. - Volume 2 Nomor 7 . : 1108 - 1115 menjadi PSKB (Pengungkapan Sikap dan Kebiasaan Belaja. oleh Prayitno dan berubah menjadi AUM PTSDL dengan kesahiihan 86,36% dengan perkembangan zaman yang cukup cepat perlu ada penyesuaian dengan kondisi kekinian, baik dari item pernyataan maupun dari jumlah item. Sebelum pengisian AUM PTSDL, siswa dianjurkan untuk sarapan pagi, menjaga kesehatan, dan sehat jasmani dan rohani saat pengisian AUM PTSDL sesuai petunjuk standar. Karena keterbatasan jumlah instrumen, guru BK diwajibkan untuk mengelompokkan siswa berdasarkan jumlah instrumen. Keterlibatan kepala sekolah dalam bentuk support moril dan Keterlibatan guru mata pelajaran lebih pada Kerjasama hasil AUM PTSDL yang berkaitan dengan masalah penguasaan materi pelajaran, sedangkan wali kelas pada Kerjasama tindak lanjut pengolahan hasil AUM PTSDL, serta fungsi perbaikan untuk masalah belajar dan pengembangan untuk kualitas belajar. Pengolahan AUM PTSDL secara manual kurang efektif, karena lamannya waktu mendapatkan hasil pengolahan, akan bepengaruh dengan masalah belajar dan kualitas belajar siswa yang cenderung berubah karena kedinamisan diri siswa. Artinya masalah belajar yang dialami waktu pengisian AUM PTSDL belum pasti ada atau bahkan bertambah parah, karena tidak segera ditindak lanjuti. Adapun layanan BK yang direncanakan adalah. bagi siswa yang mempunyai masalah yang tinggi dilakukan konseling individual, siswa dengan permasalahan yang sama berdasarkan item masalah dalam data kelompok diadakan layanan bimbingan kelompok dan konseling kelompok, layanan ini sesuai dengan need assessment. Sedangkan item masalah yang dialami oleh seluruh siswa akan diadakan layanan informasi. KESIMPULAN Penerapan AUM PTSDL dalam penelitian ini berhasil mengidentifikasi tingkat kesulitan belajar pada siswa SLTA. Dengan menggunakan instrumen ini, penelitian dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai kondisi psikologis siswa SLTA, yang penting untuk merancang intervensi yang tepat. Hasil analisis menunjukkan bahwa AUM PTSDL adalah alat yang valid dan reliabel untuk mengukur kesulitan belajar, memberikan data yang akurat dan konsisten. Penggunaan instrumen ini secara offline menambahkan nilai dalam bentuk interaksi langsung dan kepercayaan antara peneliti dan responden. Selain itu, penelitian ini memberikan wawasan penting tentang faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kesulitan belajar di kalangan siswa SLTA, seperti faktor demografis dan akademis. Temuan ini dapat digunakan sebagai dasar untuk merancang program dukungan psikologis dan intervensi yang lebih efektif. Secara keseluruhan. AUM PTSDL merupakan alat yang bermanfaat dan dapat diandalkan untuk penelitian psikologis di lingkungan akademis. Penerapan metode yang sistematis dan etis memastikan hasil yang valid, membantu dalam memahami dan mengatasi masalah kesulitan belajar pada siswa SLTA. SARAN AUM PTSDL sangat efektif dalam mengidentifikasi berbagai kesulitan belajar yang dialami oleh siswa SLTA. AUM PTSDL tidak hanya membantu dalam identifikasi masalah, tetapi juga memfasilitasi guru BK dalam merancang program bimbingan yang lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Penggunaan alat ini terbukti meningkatkan efisiensi pelayanan bimbingan dengan mempercepat proses identifikasi masalah, sehingga intervensi dapat dilakukan lebih cepat dan tepat. Bagi pihak sekolah diharapkan untuk menerapkan AUM PTSDL secara rutin, minimal setahun sekali, untuk memantau perkembangan kesulitan belajar siswa. Selain itu, penting bagi sekolah untuk meningkatkan kompetensi guru BK dalam menggunakan dan menginterpretasi hasil AUM PTSDL, sehingga hasil yang didapatkan dapat dimanfaatkan secara optimal. Bagi EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat | 1113 Nurmawati et al. - Volume 2 Nomor 7 . : 1108 - 1115 guru BK, disarankan agar hasil AUM PTSDL digunakan sebagai dasar dalam merancang program bimbingan individual maupun kelompok, serta berkolaborasi dengan guru mata pelajaran dan orang tua juga penting dalam mengatasi kesulitan belajar siswa, sehingga pendekatan yang digunakan dapat lebih komprehensif dan efektif. Keterlibatan siswa dalam penerapan AUM PTSDL ini akan membantu dalam mengenali dan mengatasi kesulitan belajar yang mereka hadapi, sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan lebih optimal. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan guna mengukur efektivitas intervensi yang dirancang berdasarkan hasil AUM PTSDL. Selain itu, mengembangkan modifikasi AUM PTSDL yang lebih sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa SLTA di era digital juga menjadi area penelitian yang menarik dan relevan. Kesimpulan berisi rangkuman singkat atas hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan [Calisto MT, size 12. Spacing: before 0 pt. after 0 pt. Line spacing: . Saran berisi UCAPAN TERIMA KASIH Kami sebagai penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang dengan senang hati membantu penulis merancang jurnal ini terkhusus kepada Ibu Dr. Nurmawati. Pd. Kons. dan Ibu Dr. Siti Hajar. Pd. Pd yang telah membimbing penulis untuk dapat menyempurnakan jurnal yang telah dibuat, terima kasih juga atas arahan dan masukan berharga selama penulisan jurnal ini. Tidak lupa ucapan terimakasih kepada teman-teman sejawat yang telah memberikan dukungan moral dan berpartisipasi untuk mengumpulkan data sehingga proses penelitian ini dapat berjalan dengan lancar dan selesai dengan tepat waktu. Dengan rasa terimakasih penulis mengharapkan penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam bidang bimbingan dan konseling di tingkat SLTA, serta dapat memberikan dampak positif bagi para pembaca. Penulis menyadari bahwa penelitian ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang konstruktif sangat diharapkan untuk penyempurnaan penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA