CENDEKIA MEDIKA ISSN: 2503-1392 Volume 5 Nomor 1. April 2020 p- e-ISSN: 2620-5424 STRESSOR PSIKOLOGIS PADA IBU DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH PSYCHOLOGICAL STRESSORS IN MOMS WITH LOW BIRTH BABY EVENTS Gustika Anggriani Akademi Kebidanan Rangga Husada Prabumulih. Gunung Ibul Barat. Prabumulih Timur. Gunung Ibul Barat. Kecamatan Prabumulih Timur 31146. Kota Prabumulih. Sumatera Selatan. Indonesia email: gustika. ranggahusada@gmail. ABSTRAK Tujuan untuk mengetahui hubungan antara stressor psikologis pada ibu dengan kejadian berat bayi lahir rendah di puskesmas prabumulih timur kota prabumulih tahun 2019. Penelitian ini menggunakan Survey Analitik dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah ibu bersalin yang memiliki bayi dengan kejadian BBLR yang berjumlah 57 responden. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 57 responden. Analisa Bivariat menunjukkan usia ibu mempunyai hubungan yang bermakna dengan kejadian BBLR. value 0,. Pekerjaan Ibu mempunyai hubungan yang bermakna dengan kejadian BBLR . value 0,. dan Pendapatan Keluargamempunyai hubungan yang bermakna dengan kejadian BBLR . value 0,. Kesimpulan bahwa ada hubungan antara stressor psikologis pada ibu dengan kejadian berat bayi lahir rendah di puskesmas prabumulih timur kota prabumulih tahun 2019. Kata Kunci :Stress Psikologis Pada Ibu (Usia. Pekerjaan dan Pendapatan Keluarg. dan BBLR ABSTRACK Objective to find out the relationship between psychological stressors in mothers and the incidence of low birth weight babies in Puskesmas Prabumulih Timur. Prabumulih City in 2019. This study uses an Analytical Survey using a Cross-Sectional approach. The population of this study was maternity mothers who had babies with an LBW incidence of 57 respondents. The number of samples in this study was 57 respondents. Bivariate analysis shows that maternal age has a significant relationship with LBW events . -value 0,. , occupational mothers have a significant relationship with LBW events . -value 0,. and family income has a significant relationship with LBW events . -value 0. The conclusion that there is a relationship between psychological stressors in mothers with the incidence of low birth weight babies in the Prabumulih Puskesmas in Prabumulih city in 2019. Keywords: Psychological Stress in Mothers (Age. Work and Family Incom. and LBW CENDEKIA MEDIKA ISSN: 2503-1392 Volume 5 Nomor 1. April 2020 p- e-ISSN: 2620-5424 kehamilanganda dan bayi dengan cacat bawaan A. PENDAHULUAN Angka kematian bayi tahun 2015 menurut World Health Organization (WHO)A yaitu Berdasarkan hasil sementara survei penduduk antar sensus (SUPAS) tahun 2015, angka kematian bayi (AKB) di Indonesia mencapai 22 per 1000 kelahiran hidup dan angka kematian balita (AKBA) mencapai 26 per 1000 kelahiran hidup. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya berat badan lahir rendah terbagi atas faktor psikolgis instrinsik ibu yaitu faktor ibu yaitu riwayat kelahiran prematur malnutrisi, kelainan uterus, hidramnion, penyakit jantung atau penyakit kronik lainnya, hipertensi, umur ibu kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun, jarak 2 kehamilan yang terlalu dekat, paritas, infeksi, trauma kemudian faktor janin cacat bawaan dan ketuban pecah dini. Selanjutnya faktor psikologis ekstrinstik ibu yaitu pekerjaan yang melelahkan, merokok, dan tidak diketahui 4. Menurut Survei Demografik Kesehatan Indonesia(SDKI) 2015 menjadi 359 per 000 kelahiran hidup dan pada tahun 2017, angka kematian bayi menurun menjadi 15 per 1. 000 kelahiran hidup (SUPAS, 2. Angka kematian bayi di Indonesia ini masih sangat tinggi mengingat target Sustainable Development Goals (SDGAoS) pada tahun 2030 mengurangi angka kematian bayi hingga di bawah 12 per 1. 000 kelahiran hidup. Secara nasional berdasarkan analisa SDKI angka BBLR sekitar 7,5%, angka ini lebih besar dari target BBLR ynag ditetapkan pada sasaran program perbaikan gizi menuju Indonesia Sehat A. Berdasarkan data di atas menunjukkan tingginya kejadian berat badan lahir rendah maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul AuHubungan antara stressor psikologis pada ibudengan kejadian berat bayi lahir rendah di Puskesmas Prabumulih Timur Kota Prabumulih tahun 2019Ay. METODE Penyebab terjadinya BBLR antara lain anemia, infeksi, perdarahanantepartum, umur saat hamil, paritas, jarak kehamilan, prematur, kehamilankembar atau ganda dan sosio-ekonomi (Safiah, 2. Faktor lain yang dapatmempengaruhi berat lahir bayi dapat berupa faktor maternal, faktor lingkungan dan faktor janin. Faktor yang berasal dari maternal adalah umur ibu pada waktuhamil terlalu muda (<20 tahu. atau (Ou35 kehamilanterlalu pendek (<1 tahu. , riwayat BBLR sebelumnya, mengerjakan pekerjaanfisik beberapa jam tanpa istirahat, sangat miskin, kenaikan berat badan saat hamilatau kurang gizi, ibu perokok atau pengguna obat terlarang atau alkohol, ibu hamildengan anemia, preeklamsi atau hipertensi, infeksi selama kehamilan. Jenis penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan Cross Sectional dimana variabel independent dan variabel dependent dikumpulkan dalam waktu yang bersamaan 5. Populasi penelitian ini adalah ibu bersalin yang mempunyai bayi dengan BBLRyang PuskesmasPrabumulih Timur Kota Prabumulih Tahun 20196. Sampel adalah keseluruhan objek yang akan diteliti atau sebagaian dari populasi (Notoadmodjo. Sampel pada penelitian ini dengan tehnik sampel Accidental Sampling. Jumlah sampel penelitian ini berjumlah 57 CENDEKIA MEDIKA ISSN: 2503-1392 Volume 5 Nomor 1. April 2020 p- e-ISSN: 2620-5424 Dalam penelitian data yang digunakan data Data primer adalah data yang didapat dari pembagian kuesioner kepada ibu yang mempunyai bayi BBLR dengan mengisi angket yang dibuat sesuai dengan variabel yang telah ditentukan. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat. HASIL Tabel 1 Hubungan Usia Ibu dengan Kejadian BBLRdi Puskesmas Prabumulih Timur Kota Prabumulih Tahun Kejadian BBLR Jumlah Usia Ibu Tingkat Kemaknaan Tidak Beresiko Tidak Beresiko Jumlah Dari Tabel 1 di atas dapat dilihat bahwa dari 31 responden yang usia beresiko terdapat 29 responden . ,9%) yang didiagnosa kejadian BBLR dan 2 . ,5%) responden yang tidak didiagnosa kejadian BBLR. Dari 26 responden yang usia tidak beresiko terdapat 5 . ,8%) responden yang didiagnosa kejadian BBLR dan 21 . ,8%)responden yang tidak didiagnosa BBLR. 0,000 Bermakna Berdasarkan hasil analisa bivariat dengan uji statistik mengunakan Chi-Square didapatkan hasil p value = 0,000 ( pO 0,05 ) berarti hipotesis menyatakan bahwa ada hubungan yang bermakna antara Usia Ibu dengan Kejadian Berat Bayi Lahir Rendah Tabel 2 Hubungan Pekerjaan Ibu dengan Kejadian BBLR DI Puskesmas Prabumulih Timur Kota Prabumulih Tahun 2019. Kejadian BBLR Jumlah Pekerjaan Ibu Tingkat Kemaknaan Tidak Tidak Jumlah 0,000 Bermakna CENDEKIA MEDIKA ISSN: 2503-1392 Volume 5 Nomor 1. April 2020 p- e-ISSN: 2620-5424 Dari Tabel 2 di atas dapat dilihat bahwa dari 29 responden yang bekerja terdapat 26 responden . ,6%) yang didiagnosa kejadian BBLR dan 3 . ,3%) responden yang tidak didiagnosa kejadian BBLR. Dari 28 responden yang tidak bekerja terdapat 8 . ,0%) responden yang didiagnosa kejadian BBLR dan 20 . ,1%) responden yang tidak didiagnosa kejadian BBLR. Berdasarkan hasil analisa bivariat dengan uji statistik mengunakan Chi-Square didapatkan hasil p value = 0,000 ( p O 0,05 ) berarti hipotesis menyatakan bahwa ada hubungan yang bermakna antara Pekerjaan Ibu dengan Kejadian BBLR terbukti. Tabel 3 Hubungan Pendapatan Keluarga dengan Kejadian BBLRdi Puskesmas Prabumulih Timur Kota Prabumulih Tahun 2019 Kejadian BBLR Pendapatan Keluarga Jumlah Tidak Cukup Tidak Cukup Jumlah Dari Tabel 3 di atas dapat dilihat bahwa dari 33 responden yang berpendapatan keluarga cukup terdapat 26 responden . ,6%) yang didiagnosa kejadian BBLR dan 7 . ,3%) responden yang tidak didiagnosa kejadian BBLR. Dari 24 responden yang berpendapatan keluarga tidak cukup terdapat 8 . ,0%) responden yang didiagnosa kejadian BBLR dan 16 . ,1%) responden yang tidak didiagnosa kejadian BBLR. Tingkat Kemaknaan 0,001 Bermakna PEMBAHASAN Hubungan usia ibu dengan kejadian BBLR di puskesmas Prabumulih Timur Kota Prabumulih Tahun 2019. Hasil uji statistik mengunakan Chi-Square didapatkan hasil p value = 0,000 . O 0,05 ) berarti hubungan yang bermakna antara Usia Ibu dengan Kejadian Berat Bayi Lahir Rendah Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Dewi Nurahmawati, 2017 hasil penelitian menunjukkan bahwa bayi berat lahir dipengaruhi oleh umur akan meningkatkan paritas ibu . =0. SE= 0. 09, p=0. dan menaikkan stress Berdasarkan hasil analisa bivariat dengan uji statistik mengunakan Chi-Square didapatkan hasil p value = 0,001( p O 0,05 ) berarti hipotesis menyatakan bahwa ada Pendapatan Keluarga dengan kejadian BBLR terbukti. Usia ibu yang terlalu muda atau usia ibu yang belum matang akan mempengaruhi cara berpikir ibu itu sendiri, apalagi pada saat berumah tangga kesiapan dan kecemasan-kecemasan CENDEKIA MEDIKA ISSN: 2503-1392 Volume 5 Nomor 1. April 2020 p- e-ISSN: 2620-5424 menjadi suatu masalah, misalnya ibu yang hamil terlalu muda akan menimbulkan kecemasan-kecemasan seperti tidak siap akan perubahan bentuk tubuhnya, takut menghadapi persalinan, takut tidak akan bisa merawat bayinya dan takut tidak bisa memberikan gizi yang cukup pada Ketakutan dan kecemasan itulah yang akan menjadi beban pikiran atau tekanan batin sehingga ibu rentan terkena stress dan hal ini bisa mempengaruhi janinnya dan bisa menyebabkan kelahiran BBLR. menjadi semakin tinggi, misalnya jenjang karir yang mulai menanjak akan membuat beban pekerjaan semakin tinggi. Semakin tinggi pula beban pekerjaan seorang ibu maka tingkat stress akan semakin tinggi dan hal ini dapat menyebabkan kejadian BBLR. Hubungan pendapatan keluarga dengan kejadian BBLR di Puskesmas Prabumulih Timur Kota Prabumulih Tahun 2019. Hasil uji statistik mengunakan Chi-Square didapatkan hasil p value = 0,001 . O 0,. berarti hipotesis menyatakan bahwa ada pendapatan keluarga dengan kejadian BBLR terbukti. Hubungan pekerjaan ibu dengan kejadian BBLR di Puskesmas Prabumulih Timur Kota Prabumulih Tahun 2019. Hasil uji Chi-Square didapatkan hasil p value = 0,000 . < 0,. berarti hipotesis menyatakan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pekerjaan ibu dengan Kejadian BBLR terbukti. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Rika Nurmayanti, dkk 2017 menyatakan ada hubungan antara pendapatan keluarga dengan kejadian berat bdan lahir rendah di Klaten Jawa Tengah Tahun 2017. Hal ini dapat dilihat dengan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa ada hubungan antara pendapatan keluarga dengan kejadian berat badan lahir rendah dengan nilai p value = 0,005 9. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Nurachmawati, dkk 2017 pekerjaan ibu dengan kejadian berat bayi lahir rendah di Kabupaten Nganjuk Tahun Hal ini dapat dilihat dengan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa ada hubungan antara pekerjaan ibu dengan kejadian berat badan lahir rendah dengan nilai p value = 0,000 yang mempengaruhi stress psikososial bagi ibu 8. Pada saat kehamilan berlangsung, keluarga dituntut untuk berpikir pada kebutuhan hidup anggota keluarga yang akan bertambah yang tentunya akan menambah beban baru padan keluarga tersebut, sehingga pendapatan keluargapun harus mampu menopang keberlangsungan hidup Namun pendapatan keluarga tidak mampu mencukupi kebutuhan suatu keluarga maka akan berdampak stress pada keluarga tersebut khususnya pada seorang ibu yang sedang hamil, hal ini dapat mengakibatkan seorang ibu hamil mengalami kejadian BBLR pada bayinya. Pekerjaan yang ditanggung oleh ibu hamil dapat memberikan peluang besar untuk BBLR. Keadaan yang demikian terutama terjadi pada sosial ekonomi yang rendah, berlebihan tanpa istirahat bisa membuat ibu menjadi stress dan dapat menyebabkan kelahiran BBLR (Dhewi Nurahmawati. Ibu-ibu hamil yang bekerja di luar rumah atau ibu-ibu yang bekerja sebagai wanita karir akan mengakibatkan tingkat stress CENDEKIA MEDIKA ISSN: 2503-1392 Volume 5 Nomor 1. April 2020 p- e-ISSN: 2620-5424 KESIMPULAN Dari hasil penelitian didapatkan 57 responden yang diteliti di Puskesmas Prabumulih Timur Kota Prabumulih Tahun 2019 dapat disimpulkan bahwa : Ada hubungan yang bermakna antara Stressor Psikologis (Usia Ib. dengan Kejadian BBLR di Puskesmas Prabumulih Timur Kota Prabumulih Tahun 2019. Ada hubungan yang bermakna antara Stressor Psikologis (Pekerjaan Ib. dengan Kejadian BBLR di Puskesmas Prabumulih Timur Kota Prabumulih Tahun 2019 Ada hubungan yang bermakna antara Stressor Psikologis (Pendapatan Keluarg. dengan kejadian BBLR di Puskesmas Prabumulih Timur Kota Prabumulih Tahun 2019. SARAN Diharapkan petugas kesehatan dapat berperan aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat dengan memberikan tentang Berat Bayi Lahir Rendah, dan bagi masyarakat khususnya ibu hamil untuk kehamilannya sehingga kesehatan ibu dan janin dapat terjaga dengan baik. CENDEKIA MEDIKA ISSN: 2503-1392 Volume 5 Nomor 1. April 2020 p- e-ISSN: 2620-5424 DAFTAR PUSTAKA