Jurnal PASTI Volume IX No 3, 230 Ae 237 MENINGKATKAN KNOWLEDGE SHARING DI ORGANISASI: STUDI LITERATUR TERHADAP FAKTORAeFAKTOR YANG MEMPENGARUHI KNOWLEDGE SHARING Aditya Andika Program Studi Teknik Industri. Universitas Bina Nusantara Email: aandika@binus. ABSTRAK Knowledge sharing merupakan bagian yang sangat penting dari knowledge management. Makalah ini merupakan studi literatur terhadap faktorAefaktor yang mempengaruhi knowledge sharing di organisasi. Berdasarkan studi literatur yang dilakukan terhadap hasilAehasil penelitian mengenai faktorAefaktor yang mempengaruhi knowledge sharing di organisasi, ditemukan 21 faktor yang mempengaruhi knowledge sharing. FaktorAefaktor tersebut kemudian dianalisis dan dikategorikan berdasarkan aspek kendali organisasi. FaktorAefaktor yang berada di dalam kendali organisasi berjumlah 13 faktor. Kemudian makalah ini melakukan diskusi lebih lanjut mengenai faktorAefaktor yang berada didalam kendali organisasi dan langkahAelangkah yang dapat diambil organisasi untuk meningkatkan knowledge sharing. Kata Kunci: Organisasi. Knowledge Management. Knowledge Sharing ABSTRACT Knowledge sharing is the part central among knowledge management. This paper conducted a study of literature to factor that influences knowledge sharing in an Based on the study of literature that done of the results of research on factor that influences knowledge sharing in an organization, found 21 of factors affect knowledge Factors are then analyzed and it is categorized based on the aspect of control Factors that are in in control organization were 13 factors. Then this paper discuss further information about factors that is in in control organizations and steps can taken organization to increase knowledge sharing. Keywords: Organization. Knowledge Management. Knowledge Sharing PENDAHULUAN Setiap organisasi diera ini harus menghadapi tingkat persaingan yang sangat tinggi. Para pemimpin organisasi senantiasa berusaha untuk mencari competitive advantage untuk bertahan dalam persaingan. Salah satu sumber potensial dari competitive advantage adalah knowledge (Omerzel & Gulev, 2. Smith . menyatakan bahwa organisasi yang mampu mengelola knowledge para karyawannya akan memiliki competitive advantage. Ibrahim & Heng . menyatakan bahwa integrasi knowledge dan pembelajaran kedalam sumber daya perusahaan sangatlah penting. Untuk itu, knowledge perlu dikelola. Pengelolaan knowledge oleh organisasi dikenal dengan istilah knowledge management. Girard & Girard . mendefinisikan knowledge management sebagai. Authe process of creating, sharing, using and managing the knowledge and information of anorganization. Ay Pada saat ini, konsep knowledge management telah diterapkan diberbagai Bagi banyak organisasi, knowledge management telah menjadi key success factor (Halawi dkk. , 2. Namun demikian, banyak organisasi belum berhasil Jurnal PASTI Volume IX No 3, 230 Ae 237 menerapkan konsep knowledge management. Salah satu penyebabnya adalah kurang berhasilnya organisasi untuk mendorong terjadinya knowledge sharing. TINJAUAN PUSTAKA Knowledge Sharing Knowledge sharing merupakan bagian yang penting dan tidak terpisahkan dari knowledge management. Sanchez dkk. menyatakan bahwa knowledge sharing adalah bagian utama dari knowledge management. Sajeva . mendefinisikan knowledge sharing sebagai. Autransfer, dissemination, and exchange of knowledge, experience, skills, and valuable information from one individual to other members within Ay Knowledge sharing memiliki berbagai macam manfaat, antara lain: Knowledge sharing mendorong penyebaran pembelajaran individu keseluruh organisasi (Yang, 2. Knowledge sharing memfasilitasi pengembangan kompetensi (Trivellas dkk. , 2. Knowledge sharing berpengaruh positif terhadap kinerja anggota organisasi (Kuzu & Ozilhan, 2014 dan Javadi dkk. , 2. Knowledge sharing berpengaruh positif terhadap perilaku kerja inovatif (Akhavan dkk. Knowledge sharing berpengaruh positif terhadap kapabilitas inovasi organisasi (Lin. Menurut Lin dkk. , knowledge sharing adalah aktivitas knowledge management yang paling sulit dilaksanakan oleh organisasi. Namun, organisasi yang berhasil mengelola aktivitas knowledge sharing dengan baik akan mencapai kinerja knowledge management yang baik karena knowledge sharing merupakan aktivitas yang memberikan pengaruh terbesar terhadap keberhasilan knowledge management (Zaim. Kesuksesan organisasi dalam mengelola aktivitas knowledge sharing akan menciptakan competitive advantage (Solek-Borowska, 2. Untuk itu, organisasi perlu memahami faktorAefaktor yang mempengaruhi knowledge sharing. Hari ini, penciptaan dan penerapan pengetahuan baru sangat penting untuk kelangsungan hidup hampir semua bisnis. Ada banyak alasan. Mereka termasuk (Gurteen, 1. : produk Intangible - ide, proses, informasi mengambil bagian pertumbuhan perdagangan global dari tradisional, barang berwujud ekonomi manufaktur. Semakin satusatunya keuntungan kompetitif yang berkelanjutan adalah inovasi yang berkelanjutan. Dengan kata lain penerapan pengetahuan baru. Meningkatkan turn over staf. Orang tidak mengambil pekerjaan untuk hidup lagi. Ketika seseorang meninggalkan sebuah organisasi pengetahuan mereka berjalan keluar dari pintu dengan mereka. Masalah kita sebagai sebuah organisasi adalah bahwa kita tidak tahu apa yang kita tahu. Besar global atau bahkan kecil organisasi secara geografis tidak tahu apa yang mereka ketahui. Keahlian dipelajari dan diterapkan di salah satu bagian dari organisasi tidak leveraged lain. Mempercepat perubahan-teknologi, bisnis dan sosial. Seperti hal-hal berubah begitu juga basis pengetahuan kita mengikis di beberapa bisnis, sebanyak 50% dari apa yang Anda tahu 5 tahun yang lalu mungkin usang hari ini. Knowledge semakin diakui sebagai keharusan strategis baru dalam organisasi, paradigma bahwa knowledge adalah kekuatan, aset organisasi, oleh karena itu, kita harus mengelola, menyimpannya, mempertahankan untuk meningkatkan keuntungan. Saat ini ada paradigma baru dari perspektif organisasi, knowledge antara manajemen staf, organisasi tumbuh lebih kuat dan menjadi lebih kompetitif, ini adalah inti dari knowledge management (Filemon, 2. Knowledge menurut Filemon . ketika informasi Jurnal PASTI Volume IX No 3, 230 Ae 237 diproses lebih lanjut, ia memiliki potensi untuk menjadi pengetahuan . , informasi diproses lebih lanjut ketika seseorang menemukan pola hubungan yang ada antara data dan informasi, dan ketika seorang mampu menyadari dan memahami pola dan implikasinya maka koleksi data dan informasi mejadi pengetahuan . Tapi knowledge tidak sekedar informasi yang tergantung konteks, tetapi memiliki kecenderungan untuk menciptakan konteks sendiri Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Knowledgesharing Knowledge sharing dipengaruhi oleh berbagai macam faktor. Tabel 1 menampilkan hasil-hasil penelitian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi knowledge sharing. Faktor-faktor yang tercantum di Tabel 1 adalah faktor-faktor yang memiliki pengaruh yang significant terhadap knowledge sharing. Tabel 1. Hasil Riset mengenai Faktor-faktor yang Mempengaruhi KnowledgeSharing Penulis Akhbar & Musa . Borges . Xia & Ya . Al-Alawi dkk. Ma dkk. Yesil & Dereli . Abdul-Jalal dkk. Supar . Abdullah dkk. Javadi dkk. Faktor Proximity Organizational Cultures (Team Oriente. Organizational Cultures (Supportiv. Social Network Personality Traits (Conscientiousnes. Personality Traits (Extraversio. Team Adequacy Emotional Dependence Team Trust Emotional Conflict Transformational Leadership Trust Communication Information Systems Rewards Organization Structure Trust Organisational Justice Competency Opportunity To Share Knowledge IT for Knowledge Sharing Commitment to Training and Development Access to Learning Resources Incentives for Learning Feedback on Learning Retention of Learning Motivation Trust Pengaruh Jurnal PASTI Volume IX No 3, 230 Ae 237 Tabel 2. Klasifikasi Faktor berdasarkan Kendali Organisasi FaktorAeFaktor yang Berada Diluar Kendali Organisasi Personality Traits (Ciri-ciri Social Network . ejaring sosia. Emotional Dependence . etergantungan emosiona. Trust . Emotional Conflict . onflik Communication . Competency . Motivation . FaktorAeFaktor yang Berada didalam Kendali Organisasi Proximity . edekatan jara. Organization Culture . udaya organisas. Information Systems . istem informas. Rewards . Organization Structure . truktur organisas. Organizational Justice . eadilan organisas. Opportunity to Share Knowledge . esempatan untuk berbagi knowledg. Team Adequacy . ecukupan sumber daya Transformational Leadership . epemimpinan transformasiona. Commitment to Training and Development (Komitmen terhadap Pelatihan dan Pengembanga. Access to Learning Resources (Akses terhadap sumber daya pembelajara. Feedback on Learning . mpan balik terhadap pembelajara. Retention of Learning . etensi pembelajara. Dengan mempertimbangkan aspek kendali organisasi terhadap faktor-faktor yang tercantum dalam Tabel 1, pengkategorian terhadap faktorAefaktor tersebut dapat dibagi menjadi 2 kategori (Tabel . , yaitu: Faktor-faktor yang berada diluar kendali organisasi Faktor-faktor yang berada di luar kendali organisasi adalah faktor-faktor yang tidak bisa dipengaruhi secara langsung oleh organisasi. Sebagai contoh, motivasi anggota organisasi tidak dapat dipengaruhi secara langsung oleh organisasi, begitu pula dengan FaktorAefaktor yang berada diluar kendali organisasi secara umum adalah faktorAefaktor yang terkait dengan karakteristik individu dan hubungan antar individu. Faktor-faktor yang berada dibawah kendali organisasi Faktor-faktor yang berada di dalam kendali organisasi adalah faktor-faktor yang bisa dipengaruhi secara langsung oleh organisasi. Sebagai contoh, organisasi memiliki pengaruh langsung terhadap sistem informasi. Organisasi dapat menentukan jenis sistem informasi yang akan digunakan. Faktor-faktor yang berada di bawah kendali organisasi secara umum adalah faktorAefaktor yang terkait dengan pengelolaan organisasi. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode studi literatur. HASIL DAN PEMBAHASAN Pembagian faktorAefaktor yang mempengaruhi knowledge sharing berdasarkan aspek kendali organisasi terhadap faktorAefaktor tersebut memberikan manfaat praktis bagi Organisasi dapat berfokus untuk meningkatkan knowledge sharing di organisasinya dengan membuat langkahAelangkah improvement pada faktor-faktor yang berada di dalam kendali organisasi. Jurnal PASTI Volume IX No 3, 230 Ae 237 Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil organisasi untuk melakukan improvement terkait faktorAefaktor yang berada didalam kendali organisasi: Pertama. Proximity (Kedekatan Jara. Hasil penelitian Akhbar & Musa . menunjukkan bahwa proximity . edekatan jara. berpengaruh positif terhadap knowledge sharing. Organisasi dapat mengatur agar jarak antar meja kerja anggota organisasi berada dalam jarak yang cukup dekat tetapi tetap menghargai privasi masing-masing anggota organisasi. Akhbar & Musa . mengusulkan agar organisasi membuat ruangAeruang diskusi yang cukup dekat dengan area kerja agar memungkinkan anggota organisasi dapat sewaktu-waktu dan secara spontan menggunakan ruang tersebut untuk melakukan knowledge sharing. Organization Culture (Budaya Organisas. Hasil penelitian Borges . menunjukkan bahwa budaya organisasi yang berpengaruh positif terhadap knowledge sharing adalah budaya organisasi yang suportif dan berorientasi pada tim. Organisasi dapat menciptakan budaya yang suportif dan berorientasi pada tim dengan menciptakan organization values . ilai-nilai organisas. yang menghargai kerja sama tim dan sikap saling mendukung. Information Systems (Sistem Informas. Hasil penelitian Supar . menunjukkan bahwa keberadaan teknologi informasi untuk knowledge sharing berpengaruh secara positif terhadap knowledge sharing. Organisasi perlu mengembangkan sistem informasi yang memiliki fitur khusus untuk knowledge sharing yang mudah diakses dan user-friendly. Dengan begitu, diharapkan anggota organisasi dapat melakukan knowledge sharing dengan mudah. Rewards (Penghargaa. Hasil penelitian Al-Alawi . menunjukkan bahwa rewards . memiliki pengaruh yang positif terhadap knowledge sharing. Organisasi dapat mengembangkan sistem rewards yang terkait dengan aktivitas knowledge sharing. Salah satu contohnya adalah dengan memberikan bonus bagi anggota organisasi yang aktif melakukan knowledge sharing. Organization Structure (Struktur Organisas. Hasil penelitian Al-Alawi . menunjukkan bahwa organization structure . truktur organisas. memiliki pengaruh yang positif terhadap knowledge sharing. Organisasi perlu mengembangkan struktur organisasi yang memungkinkan terjadinya pengambilan keputusan secara partisipatif. Knowledge sharing dapat terjadi didalam proses pengambilan keputusan secara partisipatif. Organizational Justice (Keadilan Organisas. Hasil penelitian Yesil & Dereli . menunjukkan bahwa organizational justice . eadilan organisas. berpengaruh secara positif terhadap knowledge sharing. Organisasi perlu memperlakukan setiap anggota organisasi secara adil. Contohnya adalah memberikan reward kepada anggota organisasi sesuai dengan kinerja dan kontribusinya kepada Opportunity to Share Knowledge (Kesempatan untuk Berbagi Knowledg. Hasil penelitian Abdul-Jalal dkk. menunjukkan bahwa opportunity to share knowledge . esempatan untuk berbagi knowledg. berpengaruh secara positif terhadap knowledge sharing. Organisasi perlu memperluas kesempatan bagi para anggota organisasi untuk berbagi knowledge. Bentuk kesempatan untuk berbagi knowledge ini dapat berupa rapat, diskusi, sharing session, kesempatan menulis artikel di majalah perusahaan, dan lain-lain. Team Adequacy (Kecukupan Sumber Daya Ti. Jurnal PASTI Volume IX No 3, 230 Ae 237 Hasil penelitian Xia & Ya . menunjukkan bahwa team adequacy . ecukupan sumber daya ti. berpengaruh secara positif terhadap knowledge sharing. Organisasi perlu memastikan bahwa sumber daya yang dimiliki tim atau unit kerja didalam organisasi tercukupi, baik dalam hal sumber daya manusia, sumber daya keuangan, dan sumber daya lainnya yang diperlukan tim dalam melaksanakan tugasnya. Transformational Leadership (Kepemimpinan Transformasiona. Hasil penelitian Xia & Ya . menunjukkan bahwa transformational leadership . epemimpinan transformasiona. berpengaruh secara positif terhadap knowledge sharing. Pemimpin transformasional adalah pemimpin yang memotivasi anggota organisasi untuk mencapai sasaranAesasaran yang melebihi kepentingan diri sendiri demi kebaikan organisasinya (Bass, 1. Organisasi perlu mengembangkan gaya kepemimpinan transformational leadership di seluruh tingkatan organisasi. Hasil penelitian Kelloway & Barling . menunjukkan bahwa seseorang dapat dilatih untuk menjadi seorang transformational leader. Oleh karena itu, salah satu cara bagi organisasi untuk mengembangkan transformational leadership adalah melalui pelatihan. Commitment to Training and Development (Komitmen terhadap Pelatihan dan Pengembanga. Hasil penelitian Abdullah dkk. menunjukkan bahwa commitment to training and development . omitmen terhadap pelatihan dan pengembanga. berpengaruh secara positif terhadap knowledge sharing. Organisasi perlu berkomitmen untuk melakukan pelatihan dan pengembangan terhadap anggota organisasi. Pelatihan oleh pelatih eksternal akan menyebabkan masuknya knowledge baru kedalam organisasi. Pelatihan oleh anggota organisasi kepada anggota organisasi lainnya akan mendorong terjadinya penyebaran knowledge yang sudah ada didalam organisasi. Access to Learning Resources (Akses terhadap Sumber Daya Pembelajara. Hasil penelitian Abdullah dkk. menunjukkan bahwa access to learning resources . kses terhadap sumber daya pembelajara. berpengaruh secara positif terhadap knowledge sharing. Organisasi perlu menyediakan sebuah sumber daya belajar bagi anggota organisasi seperti forum online, seminar, akses jurnal, dan lain-lain. Feedback on Learning (Umpan Balik terhadap Pembelajara. Hasil penelitian Abdullah dkk. menunjukkan bahwa feedback on learning . mpan balik terhadap pembelajara. berpengaruh secara positif terhadap knowledge Organisasi perlu mendorong terjadinya umpan balik terhadap aktivitas pembelajaran di organisasi. Salah satu bentuknya adalah dengan membahas aktivitas pembelajaran diperformance appraisal . enilaian kinerj. Retention of Learning (Retensi Pembelajara. Hasil penelitian Abdullah dkk. menunjukkan bahwa retention of learning . etensi pembelajara. secara positif terhadap knowledge sharing. Aktivitas pembelajaran menghasilkan knowledge. Organisasi perlu melakukan retensi terhadap knowledge yang Salah satu caranya adalah meminta anggota organisasi yang mengikuti pelatihan atas biaya organisasi untuk membuat karya tulis. Karya tulis tersebut kemudian disimpan di dalam database organisasi. PENUTUP Simpulan Pembagian faktorAefaktor yang mempengaruhi knowledge sharing berdasarkan aspek kendali organisasi terhadap faktorAefaktor tersebut memberikan manfaat sebagai berikut: organisasi dapat berfokus untuk meningkatkan knowledge sharing di organisasinya dengan membuat langkahAelangkah improvement terkait faktor-faktor yang berada di dalam kendali Jurnal PASTI Volume IX No 3, 230 Ae 237 Peneliti knowledge management dapat memfokuskan diri untuk melakukan penelitian pada faktor-faktor yang berpengaruh terhadap knowledge sharing yang berada di dalam kendali organisasi. Saran PenelitianAepenelitian selanjutnya dapat dilakukan untuk: menemukan faktor Ae faktor lain yang berpengaruh terhadap knowledge sharing yang berada dibawah kendali Mengembangkan modelAemodel penelitian baru yang hanya mengikutsertakan faktorAefaktor yang berada didalam kendali organisasi. Meneliti hubungan antara faktorAe faktor yang berada didalam kendali organisasi dengan faktorAefaktor yang berada diluar kendali organisasi. DAFTAR PUSTAKA