http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 7 No 1. Juni 2024. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 Artikel Penelitian The Influence of Knowledge on The Lifestyle of Diabetes Mellitus Patients at The Workplace of The Bengkuring Community Health Center. Samarinda Syahrun1. Fanny Metungku1. Sholichin1. Nur Aini Zulaikhah Arrizqi2 Abstrak Latar Belakang: Diabetes mellitus merupakan kondisi kronis karena pankreas tidak mampu produksi insulin secara efektif. Meningkatnya kasus DM dapat disebabkan lain disebabkan gaya hidup, kurangnya pengetahuan dan ketidakmampuan dalam deteksi dini, kurang aktifitas fisik dan pengaturan komposisi makanan yang tidak sesuai. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh tingkat pengetahuan dengan gaya hidup pada penderita DM. Metode: mengunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif analitik. Jumlah populasi 260 orang, berdasarkan tehnik purposive sampling sesuai kriteria inklusi DM tipe I dan II tanpa penyakit penyerta didapatkan 100 sampel. Instrumen DKQ-24 pada tingkat pengetahuan dan HPLP-II untuk variabel gaya hidup. Analisa data menggunakan koefisien kontigensi dengan uji chi square. Hasil: Mayoritas menderita DM selama 6 Ae 10 tahun, memiliki riwayat keluarga DM, dan pernah mendapat edukasi sebelumnya. Tingkat pengetahuan tentang DM mayoritas cukup tetapi yang memiliki pengetahuan kurang juga cukup banyak . %) yang gaya hidupnya dominan masuk kategori cukup sehat . Hasil data silang mayoritas tingkat pengetahuan penderita berada di tingkat cukup yang memiliki gaya hidup cukup sehat, kecenderungan tingkat pengetahuan kurang akan tetapi memiliki gaya hidup yang cukup sehat . %). Analisa nilai r = 0,641 dengan p value < . Kesimpulan: tingkat pengetahuan berpengaruh pada gaya hidup yang baik walaupun penderita memiliki pengetahuan yang kurang baik tentang DM Kata kunci: Tingkat Pengetahuan. Gaya Hidup. Diabetes Mellitus Abstract Background: Diabetes mellitus is a chronic condition because the pancreas is unable to produce insulin effectively. The increase in DM cases can be caused by lifestyle, lack of knowledge and inability to detect early, lack of physical activity and inappropriate regulation of food composition. Purpose: to determine the influence of the level of knowledge with lifestyle in DM sufferers. Method: using quantitative methods with analytical descriptive design. The total population of 260 people, based on purposive sampling techniques according to the inclusion criteria of DM type I and II without comorbidities, 100 samples were obtained. Iinstrument DKQ-24 for knowledge level and HPLP-II for lifestyle variables. Data analysis using contingency coefficient with chi square test. Results: The majority suffered from DM for 6 Ae 10 years, had a family history of DM, and had received previous education. The majority of knowledge about DM is sufficient but those who have less knowledge are also quite a lot . %) whose dominant lifestyle is categorized as quite Crosstab result the majority of the patient's knowledge level is at a sufficient level who have a fairly healthy lifestyle, tend to have a less knowledge level but have a fairly healthy lifestyle . %). Analyze the value of r = 0. with p value < . Conclusion: the level of knowledge affects lifestyle even though the patient has poor knowledge about Keywords: Knowledge Level. Lifestyle. Diabetes Mellitus Submitted :11 December 2023 Revised: 13 May 2024 Affiliasi penulis : 1 Dosen, 2 Mahasiswa. Program Studi Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman. Samarinda. Korespondensi : AuSyahrunAy nerssamarinda@gmail. Telp: 6285878000003 PENDAHULUAN Diabetes mellitus (DM) merupakan kondisi kronis karena pankreas tidak mampu produksi insulin secara efektif, akibat dari kerusakan sel B pankreas (DM tipe . dan kombinas gangguan prosuksi insulin dengan resistensi / berkurangnya insulin pada reseptor insulin di membran sel (DM tipe . Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Accepted: 29 May 2024 Jumlah kasus DM secara global akan meningkat dari 382 juta menjadi 592 juta kasus pada tahun 2035 . , tahun 2014 terdapat 8,5% penderita usia 18 tahun keatas dan menjadi penyebab langsung 1,5 juta kematian akibat diabetes sebelum usia 70 tahun . %) dan meningkat 3% Ae 13% pada kebawah antara tahun 2000 dan 20019 . Angka diabetes di Indonesia 3. jiwa dengan karakteristik 69,6% tidak terdiagnosis dan 10,7% diantaranya memiliki pola makan yang tidak baik/beresiko . Kalimantan Timur berdasarkan data Riset Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 7 No 1. Juni 2024. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 Kesehatan Dasar (Riskesda. tahun 2018, tertinggi kedua . ,1%) dan di Kota Samarinda prevalensi DM 4,11% pada penduduk umur 15 tahun ke atas . Tingginya kasus DM antara lain ketidakmampuan dalam deteksi dini, kurang karbohidrat, dan pengaturan komposisi makanan yang tidak sesuai pola hidup masyarakat ketimuran . Penelitian sebelumnya juga menjelaskan bahwa pengetahuan yang meningkat tentang DM dapat meningkatkan aktifitas fisik namun memperbaiki pola makan dan perubahan perilaku secara efektif . Didapatkan fakta bahwa penderita DM cenderung untuk menerapkan pola hidup tidak sehat dengan tidak memperhatikan pola makan, sedikit konsumsi sayur serta buah, masih menyukai makanan manis, merokok dan jarang melakukan aktifitas fisik/olahraga . , pola makan tidak sesuai dengan diit, tidak melakukan kontrol gula darah teratur sehingga tidak mengetahui jika kadar gula tidak stabil . Penelitian ini bertujuan untuk pengetahuan dengan gaya hidup pada penderita DM dengan melihat kemaknaan dan kategori tingkat keeratan hubungan. METODE Rancangan Penelitian Rancangan menggunakan desain kuantitatif dengan menggunakan metode desain deskriptif Pengelolaan data menggunakan uji chi square dengan nilai kemaknaan () < 0,05 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian dilakukan pada bulan Mei Ae Juni 2023 di Wilayah Kerja Puskesmas Bengkuring Kota Samarinda Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah 260 Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 orang dengan menggunakan tehnik purposive sampling yang sesuai kriteria inklusi : penderita DM tipe I dan II yang dapat berkomunikasi dengan baik dengan kriteria ekslusi adalah penderita memiliki penyakit penyerta . Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Instrumen Penilaian Diabetes Knowledge Questionare (DKQ-. dengan 24 item pertanyaan dengan skor benar 4,16 dan jika salah 0, hasil uji validitas 0,723 Ae 0,851 dan nilai realibilitas CronbachAos Alpha sebesar 0,780. Pada gaya hidup menggunakan Health Promoting Lifestyle Profile (HPLP-II) dengan 20 item pertanyaan dengan pilihan jawaban menggunakan skala likert skor 1 Ae 4 dengan tiga kategori baik . kor > 60%), cukup (>40% Ae 59%) dan kurang (<40%) yang di adopsi dari Agrimon. H . , adapun hasil uji validitas 0,653 Ae 0,851 dan nilai realibilitas CronbachAos Alpha sebesar 0,928. Uji Etik Penelitian persetujuan kelayakan etik no 97/KEPKFK/V/2023 oleh Komisi Penelitian Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman di Samarinda HASIL Tabel 1. Karakteristik Responden Karakteristik Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki Jumlah Frekuensi Presentasi % Usia 31 Ae 40 Tahun 41 Ae 50 Tahun 51 Ae 60 Tahun Jumlah Tingkat Pendidikan Tidak Tamat SD SLTP SLTA Sarjana Jumlah Frekuensi Presentasi % Karakteristik Pekerjaan Pedagang Wiraswasta Petani Ibu Rumah Tangga Jumlah Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 7 No 1. Juni 2024. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 Dari tabel terlihat jenis kelamin perempuan terbanyak . %) dengan rentang usia mayoritas berada di 51 Ae 60 tahun sebanyak 51% dan dengan tingkat pendidikan terbanyak adalah Sekolah Lanjutan Tingkat Atas/ SLTA . %), adapun pekerjaan responden dalam penelitian ini sebagian besar adalah Ibu Rumah Tangga . %). Tabel 2. Riwayat Penyakit DM Karakteristik Lama Menderita DM 1 Ae 5 Tahun 6 Ae 10 Tahun 11 Ae 15 Tahun Jumlah Riwayat DM di Keluarga Tidak Ada Ada Jumlah Menerima Edukasi Pernah Tidak Pernah Jumlah Frekuensi Presentasi % Sebagian besar sudah menderita penyakit DM selama 6 Ae 10 tahun sebanyak 50 responden dan mayoritas memiliki riwayat keluarga dengan DM 79 responden, serta 98 responden . sudah pernah mendapat edukasi tentang penyakit ini Tabel 3. Pengetahun dan Gaya Hidup Responden Karakteristik Pengetahuan tentang DM Baik Cukup Kurang Jumlah Gaya Hidup Sangat Sehat Cukup Sehat Tidak Sehat Jumlah Frekuensi Presentasi % Pada tabel dapat digambarkan bahwa pengetahuan responden tentang DM mayoritas cukup . %) tetapi yang memiliki pengetahuan kurang juga cukup banyak, yaitu 43 responden dan dengan gaya hidup Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman responden disini dominan masuk kategori cukup sehat . %). Tabel 4. Hasil Tabulasi silang Tingkat Pengetahuan dengan Gaya Hidup Penderita Tingkat Pengetahuan Penderita DM Kurang Cukup Baik Jumlah Gaya Hidup Penderita DM Cukup Sangat Sehat Sehat Hasil data silang diketahui bahwa mayoritas tingkat pengetahuan penderita berada di tingkat cukup memiliki gaya hidup juga cukup sehat . %), tetapi walaupun kecenderungan pada tingkat pengetahuan kurang akan tetapi memiliki gaya hidup yang cukup sehat sebanyak 43 responden. Tabel 5. Analisa Bivariat Pengetahuan dengan Gaya Hidup Penderita DM Variabel p value Tingkat Pengetahuan Gaya Hidup 0,641 0,000 Dari tabel 5 menunjukkan nilai r = 0,641 yang berarti tingkat korelasi masuk dalam kategori keeretan kuat dan p value 0,00, maka terdapat hubungan yang signifikan. PEMBAHASAN Dalam penelitian ini jenis kelamin mayoritas adalah wanita, hasil penelitian ini mencegah adanya distress pada penderita DM pada wanita untuk memahami bagaimana mengidentifikasi dan melakukan perawatan individu secara tepat terutama pada wanita yang telah menikah . yang membuat lebih berdampak dibanding pria . Mayoritas pekerjaan responden yang menderita DM dalam penelitian ini adalah ibu rumah tangga, hal ini sejalan dengan penelitian . hal ini dapat dipengaruhi tingkat pengetahuan tentang DM sejak dini. Walaupun hal ini tidak dapat dikaitkan dengan self care agency dan kualitas hidup karena korelasinya yang lemah . Rentang usia mayoritas dalam studi ini berada di atas 50 tahun, namun didapatkan juga data bahwa usia 41-50 merupakan peringkat kedua dalam penelitian ini. Hal ini Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 7 No 1. Juni 2024. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 mengkonfirmasi bahwa populasi penderita DM di dunia pada usia tersebut semakin tahun menunjukkan peningkatan dan menjadi salah satu populasi yang beresiko . Lama menderita DM dalam penelitian ini mayoritas diatas 5 tahun, hal ini menjadi tantangan bahwa semakin lama menderita akan memperbesar resiko kelainan metabolik yang berdampak pada peningkatan glukosa endogen, obesitas, disfungis sekresi insulin dan ancaman kematian pada individu . Selain menyebabkan burnout terjadinya diabetes burnouts yang berdampak merugikan pada kepatuhan berobat, komplikasi dan depresi baik pada pasien, keluarga dan layanan kesehatan . Dalam hal riwayat keluarga pada penderita DM di penelitian ini sesuai dengan studi terdahulu, bahwa riwayat keluarga merupakan faktor risiko yang pengaruh signifikan dalam perkembangan olahraga, perilaku / tekanan kerja/ hidup . Berkaitan dengan tingkat pengetahuan penderita DM dalam penelitian ini mayoritas cukup namun kecenderungannya adalah kurang baik, hal ini sejalan dengan penelitian Bozica Lovric . bahwa pemahaman tentang tentang penyakit yang kurang baik tidak ada kaitannya dengan penyakit yang sedang diderita tetapi tergantung pada faktor jenis kelamin, rendahnya tingkat pendidikan, tinggal didaerah yang terpencil minim informasi, pensiun dan usia lanjut . Gambaran gaya hidup responden dalam penelitian ini sejalan dengan penelitian terdahulu, dimana mayoritas penderita DM memiliki pola hidup yang baik . Selain itu untuk memperbaiki gaya hidup dengan mengubah menjadi pola hidup sehat melalui makan makanan yang bergizi dan sehat, berolahraga secara teratur, mengontrol kadar gula darah dalam batas optimal agar terhindar dari komplikasi yang serius . Dalam studi ini juga diketahui bahwa terdapat hubungan yang erat antara tingkat pengetahuan dengan gaya hidup penderita DM, hal ini mengkonfirmasi temuan sebelumnya bahwa pengetahuan dapat diretensi yang sifatnya permanen atau pendidikan berkelanjutan yang diberikan dan berdampak pada pola hidup penderita yang memiliki penyakit kronis termasuk DM, hipertensi dan obesitas . dan lebih efektif jika berbasis kelompok . Penelitian lain Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman menjelaskan bahwa semakin tinggi tingkat pengetahuan pasien diabetes tentang pola makan, maka gula darahnya cenderung terkontrol dengan baik karena mudah menerapkan penatalaksanaan DM dalam kehidupan sehari-hari . Namun demikian diperlukan metode pendidikan khusus yang terstandar agar pengetahuan tersebut dapat ditingkatkan terutama pada pasien yang berpendidikan rendah melalui penyesuaian media visual yang menarik . , karena pengetahuan tentang diabetes merupakan faktor penting yang berkaitan dengan gaya hidup untuk pengendalian glikemik walaupun perawatan diri dan kepatuhan dalam pengobatan . SIMPULAN Tingkat pengetahuan mempengaruhi gaya hidup secara signifikan, namun demikian walaupun tingkat pengetahuan tentang DM pada tingkatan cukup juga memiliki kecenderungan memiliki gaya hidup yang baik tergantung pada tingkat informasi, usia lanjut dan kebiasaan hidup sehat sebelum masa pensiun. DAFTAR PUSTAKA