Jurnal Agrium 16. September 2019. Hlm 151-159 ISSN 1829-9288 Respon Tanaman Terung (Solanum melongena L. ) Pada Berbagai Media Tanaman dan Dosis Pupuk NPK Saprin Jailani1. Ratnawaty2. Nasruddin2*. Faisal2. Ismadi2 Mahasiswa Program Studi Magister Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh Aceh Utara. Aceh-Indonesia Program Studi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh Aceh Utara. Aceh-Indonesia. *Email korespondensi: nasruddin. fp@unimal. ABSTRAK Tanaman terung (Solanum melongena L. ) adalah tanaman sayuran yang berasal dari famili Solanaceae. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respon tanaman terung pada berbagai media tanam dan dosis pupuk NPK serta interaksi antara keduanya. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Maret sampai Mei 2019 di Gampong Krueng Lingka Kecamatan Langkahan Kabupaten Aceh Utara, dan di Laboratorium Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh Aceh Utara dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial yaitu media tanam (M) dengan tiga taraf yaitu M0=Tanah . M1 = Tanah Pupuk Kandang Sapi (PKS) . M2 = Tanah PKS . dan dosis pupuk NPK (D) dengan empat taraf yaitu D0 = tanpa pupuk . D1 = 100 kg ha-1 . ,30 g tanaman-. D2 = 200 kg ha-1 . ,40 g tanaman-. D3 = 300 kg ha-1 . ,1 g tanaman-. Hasil menunjukkan bahwa media tanam berpengaruh sangat nyata terhadap diameter batang, berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah buah, diameter buah serta berat buah. Dosis pupuk NPK berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, diameter buah, berat buah serta berpengaruh nyata pada luas daun dan jumlah buah. Tidak ada interaksi nyata antara media tanam dan dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung. Kata kunci: pupuk kandang sapi. NPK. bahan organic. media tanam. ABSTRACT Eggplant (Solanum melongena L. ) is a vegetable plant of the Solanaceae family. The purpose of this study was to determine the response of eggplants to various growing media and doses of NPK fertilizer and interaction between the two. The study was conducted in March to May 2019 in Gampong Krueng Lingka. Langkahan District. Aceh Utara Regency and Agroecotechnology Laboratory. Faculty of Agriculture. Universitas Malikussaleh, employing Randomized Block Design (RBD) Factorial with 2 factors observed. The first factor was planting media (M): M0=top soil . M1=top soil : cow manure . M2= top soil : cow manure . and the second factor was fertilizer doses (D): D0= control. D1=100 kg ha-1 . D2=200 kg ha-1 . 40 g plant-. D3=300 kg ha-1 . 1 g plant-. The results showed that planting media gave significant effect on stem and fruit diameters, plant height, leaf and fruit numbers and fruit weight. Doses of NPK fertilizers also significantly increased the plant height, leaf and fruit numbers, stem and fruit diameters, fruit weight and leaf width. There was no significant interaction between planting media and doses of NPK fertilizers on the growth and yield of eggplant. Keywords: cow manure. NPK, organic metter, planting media, eggplant. PENDAHULUAN Tanaman terung (Solanum melongena ) adalah tanaman sayuran yang berasal dari famili Solanaceae dengan berbagai khasiat bagi kesehatan seperti menurunkan kadar kolesterol sebagai anti kanker (Faisal, 2. Permintaan terhadap terung meningkat dengan bertambahnya jumlah penduduk. Oleh karena itu, produksinya perlu Peningkatan produksi terung merupakan bagian yang penting dalam peningkatan produksi hasil pertanian, baik untuk sumber gizi maupun meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Peningkatan produksi terung dapat dilakukan melalui penggunaan media tanam yang mengandung bahan organik dan disertai dengan pemberian pupuk anorganik sesuai Hasil yang tinggi dapat dicapai jika pemupukan anorganik diikuti dengan penambahan bahan organik (Wuryan, 2. Pemakaian pupuk anorganik merupakan cara cepat dalam meningkatkan produktivitas tanaman, karena unsur hara yang diberikan mudah tersedia bagi tanaman, sementara pupuk organik mampu memperbaiki sifat tanah berupa sifat fisik, kimia dan biologi. Pupuk organik merupakan pupuk dari sisa tumbuh tumbuhan atau kotoran hewan yang telah mengalami perombakan. Salah satu pupuk organik yang dapat merubah sifatsifat tanah dan produksi tanaman adalah pupuk kotoran kandang sapi (PKS). Pupuk kandang sapi adalah hasil fermentasi bahan organik secara alami yang mampu meningkatkan kesuburan tanah (Prasetya. Pupuk kotoran kandang sapi memiliki unsur hara lengkap seperti N. Bo. Cu. Fe. Mo dan Zn (Saputri et al. , 2. Menurut Assagaf . , pemupukan organik mendukung upaya pelestarian produktivitas lahan dan menjaga ketersediaan unsur hara dalam tanah. Pemupukan mencukupi kebutuhan hara tanaman agar tujuan produksi dapat dicapai. Penggunaan pupuk anorganik dengan tidak bijaksana menimbulkan masalah bagi tanaman seperti keracunan, rentan terhadap hama dan penyakit, kualitas produksi rendah dan biaya produksi tinggi. Keseimbangan pemakaian pupuk organik dan anorganik merupakan kunci dari pemupukan yang tepat (Triwulaningrum, 2. Hasil Idha mengungkapkan bahwa pengaruh media tanam dan dosis pupuk anorganik menghasilkan pertumbuhan terbaik dengan bobot segar konsumsi tanaman selada merah. Hal yang sama diperoleh Khairunisa . , dimana pemberian pupuk kandang kotoran sapi dosis 280 gram/tanaman menghasilkan bobot tanaman . ,00 g/tanama. tertinggi pada tanaman sawi hijau. Berdasarkan latar belakang tersebut maka dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui respon tanaman terung pada berbagai media tanam dan dosis pupuk NPK serta interaksi antara METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Maret 2019 sampai Mei 2019 di Desa Krueng Lingka Kecamatan Langkahan Kabupaten Aceh Utara dan di Laboratorium Dasar Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh Aceh Utara. Bahan yang digunakan adalah benih terung varietas Mustang F1, pupuk kandang kotoran sapi (PKS), pupuk NPK . :16:. dan polybag. Alat-alat yang digunakan berupa garu, parang, cangkul, hand sprayer, meteran, jangka sorong, gembor, timbangan analitik, ember, tali dan alat tulis. Penelitian Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial. Faktor yang pertama adalah media tanam (M) terdiri atas 3 . taraf, yaitu M0 = tanah . M1 = tanah PKS . M2 = tanah PKS . Faktor kedua yaitu dosis pupuk NPK (D) dengan 4 . taraf, yaitu. D0 = tanpa pupuk (Kontro. D1 = 100 kg ha-1 . ,30 g tanaman-. D2 = 200 kg ha-1 . ,40 g tanaman-. dan D3 = 300 kg ha-1 . ,1 g tanaman-. Benih yang dipergunakan direndam terlebih dahulu selama 15 dalam air hangat dan dikecambahkan. Sebelum benih ditanam, media semai disiram hingga lembab. Setiap polybag kecil disemai satu benih dengan membuat lubang sedalam 1 cm kemudian ditutup dengan tanah. Penanaman dilakukan dengan memindahkan bibit di polybag kecil pada umur 15 hari setelah Jurnal Agrium 16. September 2019. Hlm 151-159 ISSN 1829-9288 Penyiraman dilakukan pada pagi dan sore hari sesuai dengan kelembaban tanah (Ulfi et al. , 2. Jika ada tanaman terserang penyakit atau mati maka dilakukan Pupuk NPK sesuai perlakuan diberikan sebelum tanam dan umur 14 hari setelah tanam (HST) di sekeliling batang tanaman dengan jarak A5 cm dan kedalaman 2 cm. Panen dilakukan dengan memotong tangkai buah dengan kriteria buah berukuran besar, kulit mengkilat, muda dan warna yang Parameter vegetafif diamati pada umur 15, 30 dan 45 HST antara lain tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, diameter pangkal Parameter generatif diamati pada umur 54, 62 dan 70 HST antara lain jumlah buah, diameter buah dan berat buah per HASIL DAN PEMBAHASAN Perlakuan media tanam menunjukkan perbedaan sangat nyata pada diameter pangkal batang pada 45 HST, berbeda nyata terhadap tinggi tanaman pada 30 dan 45 HST, jumlah daun pada 45 HST, jumlah buah pada 54 dan 62 HST, diameter buah pada 54 HST dan berat buah pada 54 HST. Dosis pupuk NPK menunjukkan perbedaan yang sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada 30 dan 45 HST, jumlah daun pada 45 HST, diameter pangkal batang pada 45 HST, diameter buah pada 62 HST, berat buah pada 62 HST serta menunjukkan perbedaan nyata terhadap parameter luas daun pada 15 HST, jumlah buah pada 62 dan 70 HST. Tidak terjadi interaksi nyata antara media tanam dengan dosis pupuk NPK pada semua parameter yang diamati (Tabel . Tinggi Tanaman Media tanam menunjukkan perbedaan yang nyata pada tinggi tanaman pada 30 HST dan 45 HST, berbeda sangat nyata pada 30 dan 45 HST akibat perlakuan dosis pupuk NPK. Media tanam terbaik dijumpai pada taraf perlakuan M2 yaitu sebesar 21,40 cm pada 30 HST dan 57,11 cm pada 45 HST yang berbeda nyata dengan taraf perlakuan M0 (Tabel . Hal ini diduga karena PKS yang diberikan mampu membenah tanah dan dapat memperbaiki keadaan fisik, kimia dan pertambahan tinggi tanaman. Hasil ini sejalan dengan Sulistyaningsing . yang mengkonfirmasi bahwa pertambahan tinggi tanaman diperoleh pada kombinasi tanah dengan PKS. Pemberian PKS memperbaiki kondisi fisik, kimia dan biologi tanah (Roidah. Penambahan PKS menambah bahan organik, porositas, memperbaiki struktur dan meningkatkan kapasitas tanah, ketersediaan air kemudian mempengaruhi pertumbuhan tanaman (Surya , 2. Pemberian PKS dosis yang semakin tinggi menghasilkan pertumbuhan tinggi tanaman yang semakin besar. Perlakuan dosis pupuk menunjukkan perbedaan sangat nyata pada tinggi tanaman 30 HST dan 45 HST. Perlakuan dosis pupuk terbaik dijumpai pada taraf perlakuan D1 (NPK 150 Kg/h. umur 30 HST yaitu 21. cm yang berbeda nyata dengan D0 dan D2. Pada 45 HST perlakuan dosis pupuk terbaik dijumpai pada taraf perlakuan D3 yaitu 12 cm yang berbeda nyata dengan D0. D1 dan D2 (Tabel 2. Pertumbuhan tinggi ketersediaan dan kecukupan unsur hara dalam tanah, terutama unsur hara makro. Pemberian dosis 150 kg/ha NPK sudah mampu meningkatkan pertambahan tinggi tanaman, ini diduga karena ketersediaan hara untuk tanaman sudah optimal. Kombinasi N. P dan K yang tepat mendorong pertumbuhan tinggi tanaman (Aminifard et al. , 2. Pertambahan tinggi tanaman karena ketersedian hara terutama N. P dan K pada dosis cukup dan berimbang memacu pembesaran sel-sel tanaman sehingga memperpanjang tinggi tanaman (Sumarni et. , 2. Tabel 1. Hasil analisis ragam media tanam dan dosis pupuk NPK. Parameter Tinggi Tanaman 15 HST 30 HST 45 HST Jumlah Daun 15 HST 30 HST 45 HST Luas Daun 15 HST 30 HST 45 HST Diameter Pangkal Batang 15 HST 30 HST 45 HST Jumlah Buah Per Tanaman 54 HST 62 HST 70 HST Diameter Buah 54 HST 62 HST 70 HST Berat Buah Per Tanaman 54 HST 62 HST 70 HST Perlakuan M*D 13,89 10,07 8,03 8,93 9,31 16,57 15,77 16,24 12,17 10,49 10,12 6,42 10,00 8,61 9,11 17,86 13,73 19,62 22,91 18,68 25,36 KK (%) Keterangan : **=sangat nyata, *=nyata, tn=tidak nyata. KK=koefesien keragaman. M=media tanam. D=dosis pupuk NPK. Tabel 2. Tinggi tanaman dan jumlah daun umur 15, 30 dan 45 HST Perlakuan Jumlah Daun . Tinggi Tanaman . 15 HST 30 HST 45 HST 7,83 18,96 b 51,67 b 8,02 19,99 ab 54,69 ab 8,09 21,40 a 57,11 a 15 HST 5,64 5,47 5,83 30 HST 8,06 8,11 8,33 45 HST 18,81 a 19,50 b 22,42 a 7,51 8,74 7,54 8,14 5,41 5,89 5,48 5,82 7,89 8,56 8,07 8,15 14,33 c 21,78 ab 20,33 b 18,89 b 21,81 a 18,61 b 21,14 a 47,1 c 55,62 b 53,21 b 62,12 a Keterangan : Angka-angka dalam kolom yang sama dan huruf yang sama tidak berbeda nyata menurut Uji BNT dengan taraf 5 %. Jurnal Agrium 16. September 2019. Hlm 151-159 ISSN 1829-9288 Jumlah Daun Media tanam menunjukkan perbedaan nyata pada jumlah daun pada 45 HST. Jumlah daun terbaik dijumpai pada taraf perlakuan M2 yaitu 22,42 helai, berbeda nyata dengan taraf perlakuan M0 dan M1 (Tabel . Hal ini diduga disebabkan adanya perpaduan komposisi tanah dengan PKS mampu memberikan lingkungan dan menyediakan perkembangan tanaman. PKS mampu menyediakan hara makro dan mikro walaupun jumlah yang kecil namun dapat menunjang pertumbuhan tanaman (Yuliana , 2. Gardner et al. mengungkapkan bahwa lingkungan dan kandungan hara optimal mempengaruhi jumlah daun. Dosis pupuk menunjukkan perbedaan sangat nyata pada jumlah daun tanaman pada 45 HST. Dosis pupuk terbaik terdapat pada D3 yaitu sebesar 24. 52 helai, berbeda nyata dengan D0. D1 dan D2. Hal ini karena dosis pupuk sudah dan dapat diserap oleh tanaman untuk pertumbuhan vegetatif berupa pembentukan dan pertumbuhan daun Ketersediaan hara N. P dan K cukup akan memudahkan akar dalam menyerap hara untuk pertumbuhan dan pembentukan daun (Muntashilah et. , 2. Kecukupan unsur hara mendorong pertumbuhan organ daun tanaman (Wijaya, 2. , dipengaruhi oleh hara N. P dan K, dimana N membantu pembelahan dan pembesaran sel sehingga membantu daun muda untuk lebih cepat mencapai sempurna (Fahruddin, 2. Unsur N berperan penting terhadap pertumbuhan dan perkembangan jaringan tanaman (Brady dan Weil, 2. Luas Daun Media tanam tidak menunjukkan perbedaan nyata pada luas daun, namun taraf perlakuan M1 pada 30 dan 45 HST menunjukkan luas daun tertinggi (Tabel . Hal ini diduga karena pemberian PKS menambah hara N. P dan K serta memperbaiki sifat fisika, kimia dan biologi Pemberian dosis PKS semakin tinggi menghasilkan luas daun yang semakin besar, ini terjadi karena PKS memiliki peran memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah sehingga menghasilkan luas daun yang semakin besar (Nurahmi, 2. Terdapat perbedaan nyata pada luas daun tanaman 15 HST akibat dosis pupuk NPK. Luas daun tertinggi diperoleh pada D1 yaitu 4,57 cm2 yang berbeda nyata terhadap D0. D2 dan D3. Hal ini diduga disebabkan oleh pemberian dosis NPK pada taraf D1 sudah optimal terhadap peningkatan luas daun Jika nutrisi yang cukup dan optimal memberikan pertumbuhan daun besar dan memperluas permukaannya (Siswindono & Kurnia, 2. Kecukupan nutrisi akan membentuk luas daun yang lebar dan kandungan klorofil lebih tinggi, hal ini akan menunjang pertumbuhan daun dan batang (Wijaya, 2. Tabel 3. Luas daun dan diameter pangkal batang umur 15, 30 dan 45 HST. Perlakuan Luas Daun . 15 HST 30 HST 45 HST 3,70 8,31 9,71 4,11 9,15 10,74 4,12 8,88 10,15 3,61 b 8,26 9,72 4,57a 8,59 10,60 3,78 b 8,49 10,36 3,96 b 9,78 10,12 Diameter Pangkal Batang . 15 HST 30 HST 45 HST 0,55 0,77 1,11 b 0,55 0,75 1,18 a 0,55 0,83 1,22 a 0,52 0,76 1,04 c 0,57 0,82 1,19 b 0,56 0,75 1,18 b 0,55 0,81 1,27 a Keterangan: Angka-angka dalam kolom yang sama dan huruf yang sama tidak berbeda nyata menurut Uji BNT dengan taraf 5 %. Diameter Pangkal Batang Media tanam menunjukkan perbedaan sangat nyata pada diameter pangkal batang pada 45 HST. Diameter pangkal batang tertinggi terdapat pada M2 yaitu sebesar 1. mm, berbeda sangat nyata dengan M0 (Tabel Hal ini diduga karena adanya media tanam campuran kotoran sapi mampu memberikan hara bagi tanaman, dengan demikian terjadi peningkatan pangkal batang tanaman terung. Peningkatan berat tanaman, tinggi tanaman, lebar daun dan panjang daun tanaman terjadi karena proses pertumbuhan, hal ini dipengaruhi oleh hara yang tersedia dan diserap oleh tanaman (Yuliana, 2. Terlihat bahwa pada 45 HST pemberian jumlah PKS yang semakin tinggi menghasilkan pertumbuhan diameter batang semakin besar. Terdapat perbedaan sangat nyata terhadap diameter pangkal batang tanaman pada 45 HST akibat perlakuan dosis pupuk NPK. Dosis pupuk terbaik dijumpai pada D3 yaitu sebesar 1,27 cm yang berbeda sangat nyata dengan D0. D1 dan D2. Ini diduga karena hara yang dibutuhkan oleh tanaman berada pada keadaan seimbang serta didukung oleh lingkungan yang baik. Jika hara yang tersedia dalam keadaan seimbang dan didukung lingkungan yang baik akan memicu pertumbuhan tanaman (Ernawati. Pertumbuhan diameter batang lebih lebar dipengaruhi kadar nitrogen dalam jaringan tanaman (Agustina, 2. Jumlah Buah Per Tanaman Media tanam menunjukkan perbedaan nyata pada jumlah buah pertanaman pada 54 HST dan 62 HST. Media tanam terbaik dijumpai pada M2 yaitu sebesar 1,39 buah pada 54 HST yang berbeda nyata dengan pelakuan M0, sementara pada 62 HST perlakuan media tanam terbaik dijumpai pada M1 yaitu sebesar 1,35 buah, yang berbeda nyata dengan taraf perlakuan M0 (Tabel 4. Taraf perlakuan M2 yang diberikan mampu menambah jumlah buah pertanaman, ini diduga disebabkan oleh kandungan hara esensial makro mikro yang terdapat dalam PKS meningkatkan produksi tanaman (Ambardini et al. , 2. Terdapat perbedaan nyata pada jumlah buah pertanaman pada 62 dan 70 HST dengan perlakuan dosis pupuk NPK. Perlakuan dosis pupuk menunjukkan perbedaan nyata terhadap jumlah buah per tanaman pada tanaman terung pada umur 62 HST dan 70 HST. Perlakuan dosis pupuk terbaik dijumpai pada D3 yaitu 1,39 buah umur 62 HST dan 1,68 buah umur 70 HST yang berbeda nyata dengan D0. Dosis pupuk NPK menunjukkan pengaruh sangat nyata terhadap jumlah buah per tanaman umur 62 HST dan 70 HST. Pupuk NPK yang diberikan cukup menyediakan hara N. P, dan K sehingga memacu pembentukan bunga dan buah. Menurut Saberan et al. , untuk pembentukan bunga dan buah memerlukan hara makro N. P dan K. Pertumbuhan akan terganggu jika hara tersebut dalam keadaan Surbakti et al. dan Aminifard et . mengungkapkan bahwa dalam mendorong pembentukan bunga diperlukan unsur N dan P. Hara P dapat menunjang pertumbuhan tanaman, pembentukan bunga, pematangan buah dan tanaman. Tabel 4. Jumlah buah dan diameter buah umur 54, 62 dan 70 HST Diameter Buah . Jumlah Buah Per Tanaman Perlakuan 54 HST 62 HST 70 HST 54 HST 62 HST 70 HST 1,25 1,26 1,62 1,74 1,87 2,08 1,24 b 1,35 a 1,56 1,72 b 1,91 2,15 1,39 a 1,25 ab 1,59 1,77 a 1,93 2,16 1,27 1,33 1,27 1,31 1,21 b 1,34 a 1,35 a 1,39 a 1,46 b 1,59 ab 1,63 a 1,68 a 1,60 1,92 1,87 1,93 1,82 b 1,99 a 1,88 a 2,07 a 2,07 2,15 2,21 2,79 Keterangan : Angka-angka dalam kolom yang sama dan huruf yang sama tidak berbeda nyata menurut Uji BNT dengan taraf 5 %. Jurnal Agrium 16. September 2019. Hlm 151-159 ISSN 1829-9288 Diameter Buah Media tanam menunjukkan perbedaan nyata terhadap diameter buah pada 54 HST. Media tanam terbaik dijumpai pada M2 yaitu 77 cm, yang berbeda nyata dengan M1 (Tabel . Komposisi media M2 menghasilkan diameter buah lebih besar dan Hal ini diduga karena hara yang terdapat dalam M2 cukup memenuhi kebutuhan tanaman. PKS yang diaplikasikan mempengaruhi kesuburan tanah dan meningkatkan daya serap dan daya pegang tanah terhadap air sehingga ketersediaan air yang dibutuhkan tanaman memadai. Disamping PKS meningkatkan ketersediaan dan serapan hara N oleh tanaman sehingga merangsang pertumbuhan vegetatif dan akhirnya berpengaruh terhadap diameter buah terung (Hendri et al. , 2. Dosis pupuk NPK berpengaruh sangat nyata pada diameter buah 62 HST. Dosis terbaik dijumpai pada D3 yaitu sebesar 2. cm yang berbeda sangat nyata dengan D0. Ini diduga disebabkan oleh unsur kalium yang ada pada pupuk NPK tersedia secara optimal sehingga merangsang pembentukan buah. Disamping itu pemberian bersama PKS membantu proses penyerapan air dan hara dari pupuk NPK oleh tanaman. Pemberian pupuk kandang meningkatkan daya serap air penyerapan hara dan air oleh tanaman akhirnya meningkatkan diameter buah (Sasongko, 2010. Evanita et al. , 2. Berat Buah Per Tanaman Media tanam berpengaruh nyata terhadap berat buah pertanaman umur 54 HST. Berat buah pertanaman tertinggi dijumpai pada M2 yaitu 138,63 gram, berbeda nyata dengan M0 dan M1 (Tabel . Metabolisme tanaman akan meningkat jika hara yang dibutuhkan tanaman cukup pemanjangan sel akan terjadi lebih sempurna dan akan berdampak pada penambahan volume dan pertumbuhan tanaman lebih baik (Hayati, 2. Dwijoseputro . mengunggkapkan jika hara yang dibutuhkan tanaman cukup tersedia, tanaman akan tumbuh baik dan berproduksi tinggi. Dosis pupuk NPK berpengaruh nyata terhadap berat buah pertanaman 62 HST. Berat buah pertanaman tertinggi dijumpai D3 yaitu 134,55 gram, berbeda sangat nyata dengan D0. D1 dan D2. Ini menunjukkan, bahwa dosis NPK yang sesuai dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan Unsur hara berperan menambah ukuran dan jumlah sel serta berimplikasi terhadap Unsur merupakan bahan yang diberikan pada tanaman melalui media tanam atau pada tanaman sehingga mendorong pertumbuhan, peningkatan produksi dan perbaikan kualitasnya (Fitrianti, 2. Tabel 5. Berat buah pertanaman umur 15, 30 dan 45 HST. Perlakuan Berat Buah Per Tanaman . 54 HST 62 HST 70 HST 108,27b 73,67 101,80 91,47 b 109,018 144,66 138,63 a 110,104 114,49 84,28 112,85 108,32 145,72 48,34c 107,41b 100,70 b 134,55a 97,11 135,49 153,15 95,52 Keterangan : Angka-angka dalam kolom yang sama dan huruf yang sama tidak berbeda nyata menurut Uji BNT dengan taraf 5 %. KESIMPULAN Media tanam berpengaruh pada tinggi tanaman, jumlah daun, diameter pangkal batang, jumlah buah pertanaman, diameter buah pertanaman serta berat buah pertanaman, hasil terbaik terdapat pada M2 (Tanah PKS 3:. Dosis pupuk NPK berpengaruh pada tinggi tanaman, jumlah daun, diameter pangkal batang, diameter buah serta berat buah pertanaman, hasil terbaik diperoleh pada D3 (NPK 250 kg/h. Tidak terjadi interaksi antara media tanam dan dosis pupuk NPK terhadap semua peubah yang diamati. DAFTAR PUSTAKA