Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 8 Nomor 1, 2024 ISSN : 2614-2147 Determinasi Kepuasan Pengguna E-Wallet Pada Kalangan Mahasiswa Iga Naziraa. Naufal Bachrib*. Nurainunc. Muchsind a,b,c,d Fakultas Ekonomi & Bisnis. Universitas Malikussaleh *Corresponding Author: naufal. bachri@unimal. Abstract The study aims to examine the effect of perceived convenience, trust and security on OVO e-wallet user satisfaction in Malikussaleh University students. This study uses primary data obtained by distributing questionnaires to 112 respondents selected with a purposive sampling approach. The data analysis method used is multiple linear regression with the help of SPSS software. The indicators used adopt and adapt previous researchers' studies and are used as research instruments that are tested for validity and reliability. The results showed that perceived convenience, trust, and security have a positive and significant effect on OVO e-wallet user satisfaction. Thus, trust is the dominant factor affecting OVO e-wallet user satisfaction. This study has implications for the development of the concept of e-wallet user satisfaction among students. This study contributes to curriculum development and teaching materials, especially in the field of digital marketing. Research has limitations such as the limited number of samples and variables used. Preferably, future researchers can use other variables such as perceived risk, perceived benefits and other variables to find the novelty of the study. Keywords: Perceived Ease. Trust. Security. User Satisfaction Abstrak Penelitian bertujuan untuk menguji pengaruh persepsi kemudahan, kepercayaan dan keamanan terhadap kepuasan pengguna e-wallet OVO pada mahasiswa Universitas Malikussaleh. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dengan cara membagikan kuesioner kepada 112 responden yang dipilih dengan pendekatan purposive Metode analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan bantuan software SPSS. Indikator yang digunakan mengadopsi dan mengadaptasi studi peneliti sebelumnya dan dijadikan instrumen penelitian yang diuji validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi kemudahan, kepercayaan, dan keamanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pengguna e-wallet OVO. Dengan demikian, kepercayaan merupakan faktor dominan yang mempengaruhi kepuasan pengguna e-wallet OVO. Kajian ini berimplikasi pada pengembangan konsep kepuasan pengguna e-wallet pada kalangan mahasiswa. Studi ini berkontribusi untuk pengembangan kurikulum dan bahan ajar khususnya dalam bidang pemasaran digital. Penelitian memiliki keterbatasan seperti terbatasnya jumlah sampel dan variabel yang digunakan. Sebaiknya, peneliti selanjutnya dapat menggunakan variabel lain seperti persepsi risiko, persepsi manfaat dan variabel lain untuk menemukan kebaruan studi. Kata kunci: Persepsi Kemudahan. Kepercayaan. Keamanan. Kepuasan Pengguna PENDAHULUAN E-wallet adalah aplikasi dompet elektronik yang berfungsi untuk transaksi antar pengguna yang mudah diakses oleh masyarakat. Transaksi yang dapat dilakukan dengan e-wallet seperti mengirim uang ke teman atau orang sekitar, membayar barang dan jasa dengan membatasi jumlah uang yang terdapat pada aplikasi. Perkembangan transaksi e-wallet menyebabkan meningkatnya minat pengguna aplikasi e-wallet di Indonesia. Salah satu aplikasi e-wallet yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia adalah OVO. Dompet digital OVO memiliki Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 8 Nomor 1, 2024 ISSN : 2614-2147 keunggulan dibandingan dengan e-wallet lainnya. OVO memiliki sistem Join the Revolution in Payment, menawarkan berbagai transaksi dengan mitra seperti Bank Mandiri. Alfamart. Grab dan Moka. Berbagai fasilitas ini bertujuan untuk memberikan kepuasan kepada konsumen. Terdapat beberapa talaah konsep kepuasan penggunaan layanan digital. Kepuasan pelanggan merupakan salah satu kunci dalam mempertahankan pelanggan (Wicaksana, 2020. Bachri, 2. Kepuasan pelanggan merupakan hasil dari penilaian yang dijadikan sebagai ukuran yang paling penting bagi sebagian perusahaan karena kepuasan berfungsi sebagai pendorong tumbuhnya kepuasan pelanggan dan sebagai landasan utama kinerja sistem perusahaan (Diviani dan Jastuti, 2. Bachri . menjelaskan bahwa kepuasan merupakan faktor penting dalam menciptakan kinerja perusahaan. Kemudahan juga merupakan elemen yang sangat penting untuk mencapai kepuasan bagi para pelanggan (Prathama, 2. Persepsi kemudahan merupakan persepsi seseorang tentang bagaimana penggunaan sistem yang bebas dari usaha dan dengan mudah dilakukan (Fernando. Kemudahan penggunaan juga mengacu pada sejauh mana seseorang bisa percaya bahwa dengan menggunakan sistem tertentu akan bebas dari upaya (Noviyanti dan erawati, 2. Sedangkan menurut penelitian walisongo & prayogo . , menunjukkan bahwa kemudahan adalah tingkat dimana seseorang meyakini bahwa pengunaan teknologi merupakan hal yang mudah dan tidak memerlukan usaha keras dari pemakaiannya. Menurut Jogiyanto . persepsi kemudahan penggunaan adalah sejauh mana seseorang percaya bahwa menggunakan suatu sistem teknologi tertentu akan bebas dari suatu usaha. Persepsi kemudahan penggunaan didefinisikan sebagai sejauh mana seseorang percaya bahwa menggunakan suatu teknologi akan bebas dari Selain kemudahan, faktor lain yang dapat diperhatikan adalah kepercayaan. Kepercayaan dimana variabel kepercayaan ini juga merupakan faktor yang sangat penting untuk mencapai kepuasan para konsumen (Ferrinadewi dan Jati, 2. Kepercayaan didefenisikan sebagai kunci dalam membangun hubungan jangka panjang bagi pelanggan yang memiliki orientasi hubungan yang tinggi terhadap organisasi (Sulle, 2. Lalu Iskandar . , mengemukakan kepercayaan adalah kemauan untuk membuat dirinya peka pada tindakan yang diambil oleh orang yang dipercayainya berdasarkan pada rasa kepercayaan dan tanggung jawab. Kepercayaan didefinisikan sebagai probabilitas subjektif dimana konsumen mengharapkan penjual akan melakukan transaksi tertentu sesuai dengan harapan kepercayaan konsumen (Kotler & Keller. Faktor berikutnya adalah keamanan, menurut Sari . keamanan merupakan elemen penting dalam suatu sistem informasi. Keamanan yaitu rahasia dan risiko keselamatan supaya dapat mempengaruhi persepsi pengguna pada kegiatan umum perbankan (Sari 2. Selain itu Erina . Keamanan adalah kemampuan untuk melindungi atau mengelola informasi data diri ataupun data bisnis nasabah dari tindak jahat dunia maya, pencurian online serta sabotase data online. Berdasarkan fenomena dan telaah beberapa riset terdahulu menunjukkan masih terbatasnya kajian tentang kepuasan pengguna e-wallet dan inkonsisten temuan. Kajian ini bertujuan untuk menguji pengaruh persepsi kemudahan, kepercayaan, dan keamanan terhadap kepuasan pengguna e-wallet OVO pada kalangan mahasiswa. Selain itu, kajian ini juga ingin melihat Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 8 Nomor 1, 2024 ISSN : 2614-2147 faktor dominan yang mempengaruhi kepuasan pengguna e-wallet. Kajian berkontribusi terhadap pengembangan konsep perilaku konsumen dalam bidang pemasaran digital. KAJIAN PUSTAKA Kepuasan pengguna Kepuasan merupakan salah satu bentuk sikap yang ditunjukan seseorang setelah menggunakan suatu produk atau jasa. Menurut Lovelock dan Wirtz . , kepuasan adalah suatu sikap yang diputuskan berdasarkan pengalaman yang didapatkan dan penilaian mengenai ciri atau keistimewaan produk atau jasa. Sedangkan menurut Kotler dan Keller . , kepuasan merupakan perasaan yang ditimbulkan seseorang mau itu berupa senang maupun kecewa pada saat membandingkan sesuatu hasil yang dirasakan kepada sebuah produk atau layanan berdasarkan ekspektasi. Apabila pengalaman yang dirasakan lebih jauh dari harapan maka akan timbul perasaan tidak puas bagi pelanggan. Saat ini perusahaan harus memperhatikan tingkat kepuasan pelanggan. Sedangkan Gaol & Sunarti . menjelaskan bahwa kepuasan adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang timbul setelah membandingkan kinerja yang dipersepsikan pada produk terhadap ekspektasi konsumen. Jika kinerja gagal memenuhi ekspektasi pelanggan, maka pelanggan tidak akan puas. Jika kinerja melebihi ekspektasi pelanggan, maka pelanggan akan sangat puas atau senang (Dhien et al. , 2. Dwinurpitasari . & Asrianda et al. mengatakan bahwa kepuasan adalah konfirmasi terhadap suatu keadaan ketika individu merasa puas karena hasil lebih besar atau sama dengan harapanDengan adanya internet memungkinkan pelanggan akan lebih cepat mengungkapkan emosi baik dan buruk mereka. Terdapat indikator yang menunjukkan kepuasan pengguna menurut Kotler . , yang diukur dengan menggunakan skala liker antara lain sebagai berikut: . Repurchase yaitu membeli kembali, dimana pelanggan tersebut akan kembali kepada perusahaan untuk mencari barang/jasa. Menciptakan Word of mouth yaitu dalam hal ini, pelanggan akan mengatakan hal-hal yang baik tentang perusahaan kepada orang lain. Menciptakan Citra Merek yaitu pelanggan akan kurang memperhatikan merek dan iklan dari produk pesaing. Menciptakan keputusan pembelian pada perusahaan yang sama membeli produk lain dari perusahaan yang Menurut Kotler dan Keller . , ada empat pengukuran kepuasan antara lain sebagai berikut: . Menggunakan kembali. Berpendapat yang bagus mengenai suatu produk/jasa dan merekomendasikannya kepada orang lain. Tidak memandang pada merek dan iklan pesaing. Menawarkan ide produk/jasa. Persepsi Kemudahan Persepsi kemudahan . erceived ease of us. memberikan indikasi bahwa suatu sistem dirancang bukan untuk menyulitkan penggunanya, tetapi untuk mempermudah seseorang dalam menyelesaikan pekerjaannya (Hadi & Novi 2. Kemudian Andryanto . , menjelaskan bahwa Kemudahan penggunaan merupakan suatu tingkat atau keadaan dimana seseorang yakin bahwa dengan menggunakan sistem tertentu tidak diperlukan usaha apapun . ree of effor. atau teknologi tersebut dapat dengan mudah dipahami oleh pengguna. Lalu menurut Jogiyanto . kemudahan penggunaan didefinisikan sebagai suatu derajat dimana seseorang percaya bahwa Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 8 Nomor 1, 2024 ISSN : 2614-2147 dengan menggunakan sebuah teknologi akan membuat orang bebas dari upaya. Jadi, jika seseorang merasa percaya bahwa sistem informasi mudah digunakan, maka ia akan Sebaliknya, jika seseorang merasa percaya bahwa sistem informasi tidak mudah digunakan maka ia tidak akan menggunakannya. Oktaviani . menjelaskan bahwa kemudahan menggunakan internet banking akan mengurangi usaha nasabah untuk mempelajari tentang cara bertransaksi. Selain itu Sabatini et al. juga mengatakan, persepsi kemudahan akan berdampak pada perilaku, yaitu semakin tinggi persepsi seseorang tentang kemudahan menggunakan sistem, semakin tinggi pula tingkat pemanfaatan teknologi informasi. Sedangkan Menurut Atriani et al. Persepsi kemudahan penggunaan merupakan tingkat kepercayaan seseorang dalam menggunakan suatu teknologi. Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa kemudahan penggunaan merupakan suatu keyakinan mengenai proses pengambilan keputusan. Menurut Istiarni . , mengatakan bahwa ada tiga faktor yang mempengaruhi Kemudahan yaitu: . Teknologi itu sendiri, suatu teknologi yang baik dan digunakan secara terus menerus akan memberikan kemudahan bagi pengguna dalam menggunakanya. Reputasi akan teknologi tersebut, yang diperoleh oleh pengguna. Reputasi yang baik yang didengar oleh pengguna akan mendorong keyakinan pengguna terhadap kemudahan penggunaan teknologi . Mekanisme pendukung yang handal. Mekanisme pendukung yang terpercaya akan membuat pengguna merasa nyaman dan merasa yakin, bahwa terdapat mekanisme pendukung yang handal jika terjadi kesulitan Indikator persepsi kemudahan menurut penelitian terdahulu yang dilakukan Rezky Riyan . , ada lima indikator persepsi kemudahan yang dapat mempengaruhi kepuasan konsumen menurut Davis et al. , . , yaitu: . Mudah dipelajari, merupakan suatu kondisi dimana seorang konsumen percaya bahwa penggunaan terhadap sesuatu dapat dengan mudah untuk . Dapat dikontrol, merupakan suatu kondisi dimana seorang konsumen percaya bahwa penggunaan terhadap sesuatu mudah untuk dikontrol penggunaannya. Fleksibel, merupakan suatu kondisi dimana seorang konsumen percaya bahwa penggunaan terhadap sesuatu dapat disesuaikan dengan keadaan tertentu. Mudah digunakan, merupakan suatu kondisi dimana pelaku usaha percaya bahwa penggunaan terhadap sesuatu mudah untuk digunakan. Jelas dan dapat dipahami, merupakan suatu kondisi dimana pelaku usaha percaya bahwa penggunaan terhadap sesuatu mudah untuk dimengerti. Kepercayaan Kotler dan Keller . , kepercayaan merupakan kemampuan sebuah organisasi untuk membangun hubungan dan dapat mengandalkan, yang dipengaruhi faktor antar pribadi seperti kebaikan, kejujuran serta integritas. E-trust adalah sejauh mana konsumen memiliki kepercayaan terhadap transaksi bisnis online (Munandar et al. , 2. Kepercayaan . adalah rasa percaya seseorang kepada pihak lain dalam melakukan hubungan antara kedua belah pihak setelah seseorang tersebut mengumpulkan berbagai informasi yang diperoleh. Sedangkan Wibowo et al. , kepercayaan dalam melakukan segala transaksi perbankan pada internet, komitmen pelayanan terjaga dan kepentingan bertransaksi yang memberikan manfaat merupakan indikator terhadap keadaan psikologis yang didefinisikan sebagai kepercayaan pengguna. Lalu Iskandar . , mengemukakan kepercayaan adalah kemauan untuk membuat dirinya peka pada Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 8 Nomor 1, 2024 ISSN : 2614-2147 tindakan yang diambil oleh orang yang dipercayainya berdasarkan pada rasa kepercayaan dan tanggung jawab. Kepercayaan konsumen merupakan variabel kunci dalam meningkatkan loyalitas konsumen (Bachri, 2. Lalu Bhaskar dan Kumar . kepercayaan terhadap suatu bisnis lebih cenderung melakukan pembelian tambahan untuk menunjukkan kepuasannya terhadap barang atau jasa yang diterimanya, setelah beberapa kali transaksi berhasil. Selanjutnya menurut Saripudin & Faihaputri . kepercayaan yaitu sebagai kenyakinan. Kepercayaan mempunyai beberapa manfaat menurut Kesuma et al. , . antara lain: Kepercayaan dapat mendorong pemasaran untuk dapat berusaha dalam menjaga hubungan yang terjalin dengan bekerjasama dengan rekan perdagangan. Kepercayaan lebih memilih keuangan jangka panjang yang diharapkan dan menolak pilihan jangka pendek dengan mempertahankan rekan yang ada. Kepercayaan dengan memandang sikap yang bijaksana dalam mendorong para pemasar jika mendatangkan risiko yang besar karena percaya bahwa rekannya tidak akan merugikan pasar. Keamanan Simons . menjelaskan bahwa keamanan informasi adalah bagaimana dapat mencegah suatu penipuan . atau paling tidak mendeteksi adanya penipuan di sebuah sistem yang berbasis informasi, dimana informasinya tidak memiliki suatu arti fisik. Keamanan adalah suatu upaya untuk mengamankan aset informasi terhadap ancaman yang mungkin timbul, sehingga keamanan secara tidak langsung dapat menjamin kelangsungan bisnis dan mengurangi risiko-risiko yang terjadi. Lalu menurut Ahmad dan Pambudi . keamanan adalah kemampuan untuk melindungi informasi atau data konsumen dari tindak penipuan dan percurian dalam bisnis perbankan online. Keamanan adalah hal yang mutlak disediakan oleh para pelaku bisnis, baik produk, layanan, maupun keduanya (Pratama, 2. Menurut Suryadharma & Budyastuti . mengemukakan bahwa keamanan sistem informasi bisa diartikan sebagai kebijakan, prosedur, dan pengukuran teknis yang digunakan untuk mencegah akses yang tidak sah, perubahan program, pencurian dan kerusakan fisik terhadap sistem informasi. Ada dua indikator keamanan menurut Raman dan Viswanathan . , yaitu : . Jaminan keamanan, yaitu adanya suatu perlindungan yang akurat terhadap teknologi informasi yang digunakan. Jaminan keamanan berupa perlindungan yang diberikan oleh pihak OVO seperti adanya PIN, maupun jaminan keamanan lainnya guna untuk menghindarkan dari ancaman pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Kerahasian data, yaitu sifat data yang menyatakan bahwa data tersebut tidak boleh diketahui atau diakses oleh pihak lain yang tidak berwenang untuk mengakses atau mengetahuinya. Kerahasian data di jamin oleh pihak OVO agar tidak tersebar kepada pihak lain. Mengurangi tingkat risiko, yaitu mencari sebuah tindakan untuk mengurangi kerugian dari sebuah risiko yang dapat terjadi. Kerangka konseptual yang dapat penulis rangcang adalah sebagai berikut. Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 8 Nomor 1, 2024 ISSN : 2614-2147 Persepsi Kemudahan Kepercayaan Kepuasan Pengguna ewallet Keamanan Gambar 1. Kerangka Konseptual Keterangan: : Pengaruh langsung Hipotesis Berdasarkan rumusan masalah tersebut maka hipotesisnya adalah: H1 : Persepsi kemudahan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pengguna ewallet OVO pada kalangan mahasiswa. H2 : Kepercayaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pengguna e-wallet OVO pada kalangan mahasiswa. H3 : Keamanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pengguna e-wallet OVO pada kalangan mahasiswa. METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini, penulis mengadakan penelitian di Universitas Malikussaleh. Adapun objek pengkajian penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Malikussaleh yang menggunakan e-wallet OVO. Adapun variabel bebas dalam penelitian ini adalah persepsi kemudahan, kepercayaan, keamanan dan kepuasan pengguna sebagai variabel terikat. Sampel dalam penelitian ini adalah 112 responden yang diperoleh dengan mengunakan teknik purposive Sampling dimana penarikan sampel didasarkan pada pertimbangan tertentu (Sekaran, 2. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah kuesioner terstruktur. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data dengan memberikan atau menyebarkan daftar pertanyaan kepada responden dengan harapan memberikan respon atas dasar pertanyaan tersebut (Ghozali. Kuesioner dibagikan kepada para responden penelitian, di mana peneliti terlebih dahulu akan memberikan pertanyaan kepada populasi terkait pernah menggunakan e-wallet OVO atau Jika populasi tersebut pengguna e-wallet OVO, maka populasi tersebut bisa dijadikan Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 8 Nomor 1, 2024 ISSN : 2614-2147 sebagai sempel. Peneliti akan langsung memproses hasil rekapitulasi dari hasil jawaban responden tersebut guna diolah lebih lanjut sebagai deskriptif data. Dalam studi ini mengunakan data primer yang dikumpulkan dengan membagikan kuesioner kepada responden. Kuesioner yang digunakan telah memenuhi kriteria validitas dan Data dianalisis dengan menggunakan alat statistik multiple linear regression. Adapun skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah likert scale dengan 5 bobot . sangat tidak setuju dan 5 sangat setuj. Pengukuran kepuasan pengguna menggunakan indikator yang diadopsi dari Kotler . , yaitu sebagai berikut: . repurcase, . menciptakan Word of muuth, . menciptakan citra merek, . menciptakan keputusan pembelianpada perusahan yang dirasakan kepada sebuah produk atau layanan berdasarkan espektasi. Sementara untuk variabel persepsi kemudahan memiliki lima indikator yang dibahas oleh Davis et al. , . , yaitu: . Mudah dipelajari, . Dapat dikontrol, . Fleksibel, . Mudah digunakan, . Jelas dan dapat Berdasarkan penelitian Maharani & Darmastuti . terdapat empat indikator kepercayan yaitu: . Kehandalan, . Kejujuran, . Kepedulian, . Kredibilitas. Dan indikator yang digunakan untuk mengukur keamanan menurut Raman dan Viswanathan . yaitu: . Jaminan keamanan, . Kerahasiaan data, . Mengurangi tingkat risiko mungkin timbul sehingga keamanan secara tidak langsung dapat menjamin kelangsungan bisnis dan mengurangi tingkat risiko yang terjadi. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengujian Instrumen Penelitian Pengujian instrumen penelitian dilakukan untuk memastikan bahwa kuesioner yang digunakan telah sesuai Menurut Ghozali . uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Jika r hitung > r tabel maka pernyataan tersebut dikatakan valid, tetapi jika r hitung < r tabel maka pernyataan tersebut dikatakan tidak valid. Hasil uji validitas dan reliabilitas penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 1 berikut: Tabel 1. Hasil Pengujian Instrumen Penelitian Indikator Persepsi Kemudahan X1. X1. X1. X1. X1. Kepercayaan X2. X2. X2. X2. Validitas/ Pearson Correlation Reliabitas/ Cronbach Alpha 0,618 0,689 0,732 0,657 0,699 0,706 0,695 0,753 0,741 0,683 0,680 Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 8 Nomor 1, 2024 ISSN : 2614-2147 Keamanan X3. X3. X3. Kepuasan Pengguna Sumber: Data Analisis . 0,792 0,828 0,828 0,652 0,761 0,715 0,719 0,748 0,673 Dari hasil pengujian validitas dapat disimpulkan bahwa seluruh indikator variabel independen dan dependen dinyatakan valid. Kriteria yang digunakan dalam menentukan valid atau tidaknya pernyataan yang digunakan dalam penelitian ini: derajat kebebasan . = n-2= 1122=110, dengan taraf signifikan 0. 05 didapat rtabel = 0. Jika rhitung . ilihat pada pearson correlation untuk setiap butir pernyataa. lebih besar dari r tabel dan nilai r positif, maka setiap butir pernyataan dikatakan valid. Menurut Ghozali . reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Pada uji reabilitas menggunakan Cronbach Alpha, fungsinya adalah untuk mengetahui pengaruh dari masingmasing variabel independen dan dependen. Suatu variabel dikatakan reliabel jika hasil koefisien lebih besar dari taraf signifikan 0,6 atau 60%, dan jika hasil koefisien lebih kecil dari 0,6 atau 60% maka kuesioner tersebut dinyatakan tidak reliabel. Profil Responden Profil responden merupakan karakteristik responden secara demografi yang dilihat dari sisi usia dan jenis kelamin. Adapun proporsi profil responden dapat dilihat dari pada Tabel 2 berikut. Tabel 2. Karakteristik Responden Frekuensi Profil Usia 18 Ae 21 22 Ae 25 Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki Fakultas Teknik Hukum Kedokteran Pertanian Ekonomi Dan Bisnis Ilmu Sosial Dan Politik Ilmu Keguruan Dan Pendidikan Persentase (%) Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 8 Nomor 1, 2024 ISSN : 2614-2147 Angkatan 2019 Ae 2020 2020 Ae 2021 2021 Ae 2022 2022 Ae 2023 Sumber: Data Analisis . Dari tabel di atas menunjukkan bahwa usia 22-25 tahun banyak yang banyak menggunakan OVO yaitu 54. 4 %. Dan perempuan lebih dominan menggunakan OVO yaitu 53. yang banyak menggunakan OVO yaitu fakultas Teknik sebanyak 25. 0 %. Namun angkatan 20192020 banyak yang menggunakan OVO yaitu 38. Pengujian Uji Asumsi Klasik Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi, variabel penganggu atau residual memiliki distribusi normal atau tidak (Ghozali, 2. Uji normalitas dapat dilakukan dengan perhitungan menggunakan bantuan dari program SPSS untuk mencari nilai kemiringan kurva dan nilai kurtosis atau keruncingan kurva. Hasil olah data yang dilakukan dari uji normalitas dapat dilihat pada gambar 1 berikut: Gambar 2. Uji Normalitas dengan P-Plot Sumber: Data Analisis . Berdasarkan Gambar 2. menunjukkan bahwa data mengikuti garis diagonal atau menyebar disekitar garis diagonal tersebut, maka dapat dikatakan memenuhi asumsi normalitas dan menunjukkan hasil yang sangat signifikan. Sementara uji multikolinearitas marupakan salah satu pengujian didalam asumsi klasik yang berguna untuk melihat apakah variabel-variabel independen didalam penelitian memiliki hubungan atau tidak. Uji multikolinearilitas bertujuan untuk melihat apakah model regresi variabel pengganggu atau redisual memiliki distribusi yang normal atau tidak (Ghozali, 2. Adanya multikolinearitas dapat dilihat dari tolerance value atau nilai varians faktor. Batas dari tolerance value di atas 0. 10 atau nilai VIF dibawah 10. Jika nilai tolerance >0,10 atau sama dengan nilai VIF<10, berarti terjadi tidak multikolinearitas Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 8 Nomor 1, 2024 ISSN : 2614-2147 Uji heteroskedatisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual suatu pengamatan ke pengamatan yang lain (Ghozali, 2. Adapun dasar pengambilan keputusan uji heteroskedastisitas yaitu sebagai berikut : . Jika ada suatu pola tertentu, seperti titik-titik yang membentuk pola tertentu, yang teratur, maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas, . Jika tidak ada suatu pola yang jelas, serta titik-titik menyebar diatas dan dibawah angka nol pada sumbu Y, maka tidak terjadi Untuk lebih jelasnya hasil oleh data uji heteroskedastisitas dapat dilihat pada gambar 2 berikut: Gambar 3. Uji Heteroskedastisitas dengan Scatterplot Sumber: Data Analisis . Pada gambar tersebut dapat diperhatikan bahwa data dalam penelitian ini tidak terjadi Hal ini dibuktikan dengan titik-titik pada gambar menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y tanpa membentuk pola tertentu. Jadi dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi sehingga layak dipakai untuk memprediksi pengaruh persepsi kemudahan, kepercayaan dan keamanan terhadap kepuasan pengguna e-wallet OVO pada Mahasiswa Universitas Malikussaleh. Uji multikolinearitas merupakan salah satu pengujian di dalam asumsi klasik yang berguna untuk melihat apakah variabel-variabel independen dalam penelitian memiliki hubungan atau Menurut Ghozali . uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas . Dasar pengambilan keputusan dengan tolerance value atau variance inflation factor (VIF) dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut, . jika nilai tolerance > 0,1 dan nilai VIF < 10, maka disimpulkan tidak adanya multikolinearitas antara variabel independen dan dependen, . jika nilai tolerance < 0,1 dan VIF > 10, maka disimpulkan adanya multikolinearitas antara variabel independen dan dependen. Tabel 3. Hasil Uji Multikolinieritas Variabel Collinearity Statistics Tolerance VIF Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 8 Nomor 1, 2024 ISSN : 2614-2147 Persepsi Kemudahan (X. Kepercayaan (X. Keamanan (X. 0,656 0,732 0,867 1,524 1,366 1,154 Sumber: Data Analisis . Berdasarkan tabel 3 dapat dilihat bahwa semua variabel memiliki VIF < 10 dan nilai tolerance > dari 0,1. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terjadi multikolineritas antara variabelvariabel yang diteliti. Regresi Linear Berganda Pengujian menggunakan regresi linier berganda dilakukan untuk menganalisis pengaruh persepsi kemudahan, kepercayaan, dan keamanan terhadap kepuasan pengguna e-wallet OVO pada mahasiswa Uiniversitas Malikussaleh. Data diperoleh dari perhitungan dengan menggunakan program SPSS dan hasil analisis dapat dilihat pada Tabel 4 di bawah ini: Tabel 4. Nilai t statistik Pengaruh Antar Variabel Persepsi Kemudahan Kepercayaan Keamanan Ie Kepuasan pengguna Ie Kepuasan pengguna Ie Kepuasan pengguna Nilai t statistik 2,205 5,613 2,164 Nilai Signifikansi 0,030 0,000 0,033 Sumber: Data Analisis . Berdasarkan Tabel 4. 16 didapat hasil regresi linear berganda sebagai berikut: Y = 1x1 2x2 3x3 e KP = 0. 239 PK 0. 498 KY 0. 140 KA e Dimana KP = Kepuasan Pengguna PK = Persepsi Kemudahan KY = Kepercayaan KA = Keamanan = Eror Berdasarkan persamaan tersebut dapat diinterprestasikan sebagai berikut: Konstanta . = . hal ini menunjukkan tingkat konstanta, dimana jika variabel persepsi kemudahan (X. , kepercayaan (X. , dan keamanan (X. konstan bernilai . , maka kepuasan pengguna nilainya . Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 8 Nomor 1, 2024 ISSN : 2614-2147 Koefisien persepsi kemudahan . =0. 239 artinya jika variabel independen lain nilainya tetap dan persepsi kemudahan mengalami kenaikan 1% maka kepuasan pengguna (Y) akan mengalami peningkatan sebesar 0. Koefisien bernilai positif artinya terjadi hubungan positif antara persepsi kemudahan terhadap kepuasan pengguna. koefisien kepercayaan . = 0. 498 artinya jika variabel independen lain nilainya tetap dan kepercayaan mengalami kenaikan 1% maka kepuasan pengguna (Y) akan mengalami peningkatan sebesar sebesar 0. Koefisien bernilai positif artinya terjadi hubungan positif antara kepercayaan terhadap kepuasan pengguna. koefisien keamanan . = 0. 140 artinya jika variabel independen lain nilainya tetap dan kepercayaan mengalami kenaikan 1% maka kepuasan pengguna (Y) akan mengalami peningkatan sebesar sebesar sebesar 0. Koefisien bernilai positif artinya terjadi hubungan positif antara keamanan terhadap kepuasan pengguna. Pengujian Hipotesis. Hipotesis pertama (H. yang mengatakan bahwa hasil perhitungan persepsi kemudahan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pengguna. Hal tersebut didapat dari nilai t hitung yaitu 205 lebih besar dari nilai ttabel . f = n - . = . - 4 = . 982 pada level 5% dan nilai signifikan 0. 030 lebih kecil dari = 0. Berdasarkan hasil tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis 1 diterima. Hasil kajian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Meileny . yang mengatakan bahwa variabel kemudahan berpengaruh positif terhadap kepuasan pelanggan. Hipotesis kedua (H. yang mengatakan bahwa kepercayaan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pengguna. Hal tersebut didapat dari nilai t hitung yaitu 5. 613 lebih besar dari nilai ttabel . f = n - . = . - . 982 pada level 5% dan nilai signifikan 0. 000 lebih kecil dari = Berdasarkan hasil tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis 2 diterima. Hasil kajian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Latifah et al. , . yang mengatakan bahwa variabel Trust berpengaruh positif terhadap kepuasan konsumen. Hipotesis ketiga (H. yang mengatakan bahwa keamanan berpengaruh terhadap kepuasan Hal tersebut didapat dari nilai thitung yaitu 2. 164 lebih besar dari nilai ttabel . f = n - . = . - 4 = . 982 pada level 5% dan nilai signifikan 0. 033 lebih besar dari = 0. Berdasarkan hasil tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis 3 diterima. Hasil kajian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Djaja et al. , . yang mengatakan bahwa variabel keamanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pengguna. KESIMPULAN DAN SARAN Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh persepsi kemudahan, kepercayaan dan keamanan terhadap kepuasan pengguna e-wallet OVO pada mahasiswa Universitas Malikussaleh. Hasil menunjukkan bahwa persepsi kemudahan, kepercayaan dan keamanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan mahasiswa dalam menggunakan e-wallet OVO. Variabel kepercayaan menjadi variabel yang dominan mempengaruhi kepuasan pengguna e-wallet OVO. Dalam melaksanakan penelitian terdapat beberapa keterbatasan dari penelitian ini yaitu Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 8 Nomor 1, 2024 ISSN : 2614-2147 sebagai berikut: . Ruang lingkup penelitian yang relatif kecil hanya fokus pada mahasiswa Universitas Malikussaleh yaitu hanya mengambil dua lokasi dikampus Universitas Malikussaleh yaitu Kampus Unimal Jl. Cot Teungku Nie Reuleut Barat. Kec. Muara Batu. Kabupaten Aceh Utara. Aceh dan Kampus Unimal Bukit Indah . Blang Pulo. Kec. Muara Satu. Kabupaten Aceh Utara. Aceh. peneliti juga mengakui bahwa masih kurang dalam menggunakan referensi rujukan dan bahan referensi yang digunakan masih belum lengkap. Adapun saran kepada pihak perusahaan yang berkontribusi di bidang transaksi khususnya OVO, untuk dapat menginovasi sistem layanan terbaik sesuai dengan persepsi kemudahan bagi para pengguna agar kepercayaan dan keamanan meningkat bagi kepuasan pengguna. Kepada peneliti selanjutnya, disarankan untuk dapat melakukan penelitian yang sejenis dengan memperluas cakupan penelitian tidak hanya pada kalangan mahasiswa saja melainkan kepada profesional atau wanita karier. Peneliti lanjutan diharapkan juga dapat menggunakan variabel lain seperti persepsi risiko dan persepsi manfaat sehingga dapat menambah novelti penelitian. DAFTAR PUSTAKA