Pendidikan. Hadits Jurnal Pendidikan Islam Nusantara Pendidikan Karakter dalam Perspektif Hadis Nabi SAW Usep Malik Haerudin Sekolah Tinggi Agama Islam Siliwangi. Garut. Indonesia usepmalikhaerudin@gmail. Anidah Inayah Sekolah Tinggi Agama Islam Siliwangi. Garut. Indonesia anidahinayah@gmail. Abstrak Pendidikan memegang peranan sangat penting dalam membentuk karakter, moral, dan kepribadian individu sejak dini. Keluarga sebagai Pendidikan utama berfungsi sebagai ladang untuk menanamkan nilai-nilai yang sesuai dengan ajaran islam. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kepustakaan (Library Researc. Adapun hasil dari penelitian ini bahwa pendidikan keluarga terhadap anak dimulai saat anak tersebut masih dalam kandungan sampai kepada saat di lahirkan dan terus tumbuh serta berkembang menjadi dewasa. Pada hakikatnya bahwa setiap anak terlahir dalam keadaan fitrah. Fitrah ini mencakup fitrah keberagamaan, kemampuan. QadaAo dan Qadar anak. Mendidik anak dengan cara memberikan kebebasan, pembiasaan, dan keteladanan kepada anak didik sesuai dengan kebutuhan berdasarkan petunjuk Allah SWT dan Rasul-Nya. Selain itu, sikao rendah hati dan penuh kelembutan merupakan tauladan bagi anak, sifat lemah lembut akan membuat anak tumbuh menjadi baik dan tertanam didalam hati. Selanjutnya, dalam memilih calon pasangan hidup harus didasarkan pada agama dan akhlaknya yang paling utama. Dan terakhir bahwa setiap orang akan diminta pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT termasuk dalam hal Pendidikan di dalam keluarga. Kata kunci: Pendidikan, keluarga, hadist Abstract Education plays a very important role in shaping the character, morals, and personality of individuals from an early age. The family, as the primary education provider, serves as a field to instill values that are in accordance with Islamic The research method used in this study is a qualitative research approach with a library research type. The results of this study indicate that family education for children begins while the child is still in the womb, continues at the time of birth, and grows as they develop into adulthood. Essentially, every child is born in a state of fitrah. This fitrah includes the fitrah of religiosity, abilities, and the decrees of QadaAo and Qadar for the child. Educating children by providing freedom, habituation. Jurnal Pendidikan Islam Nusantara Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda Volume 04 Nomor 01 2025 Usep Malik Haerudin. Anidah Inayah and exemplification according to their needs based on the guidance of Allah SWT and His Messenger. Furthermore, having a humble attitude and being full of gentleness serves as a model for children, reflecting a gentle nature. In addition, being humble and full of gentleness serves as an example for children. gentle nature will help children grow up well and be instilled in their hearts. Next, when choosing a life partner, it should be based on religion and good character as the most important Lastly, every person will be held accountable before Allah SWT, including in the matter of education within the family. Keywords: Education, family, hadith Pendahuluan Pendidikan merupakan salah satu bagian penting dalam kehidupan manusia. Pendidikan secara umum, dapat dikatakan sebagai suatu usaha sadar untuk mengembangkan potensi manusia baik fisik maupun non fisik dalam proses memanusiakan manusia. Sedangkan pendidikan Islam menurut Abuddin Nata adalah upaya membimbing, mengarahkan, dan membina peserta didik yang dilakukan secara sadar dan terencana agar terbina suatu kepribadian mulia sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam yaitu Al-Quran dan Hadits (Polem et al. , 2. Hadits merupakan salah satu dasar pendidikan Islam selain al-QurAoan. Dimana Hadits menjadi salah satu dasar yang penting bagi sebuah kerangka pendidikan Islam. Hadits yaitu segala sesuatu yag bersandar kepada Nabi Muhammad SAW selain Al- Quran, baik berupa perkataan, perbuatan, maupun taqrir nabi yang berkaitan dengan syari`at. Dapat dikatakan bahwa Hadits adalah sebagai materi pendidikan, karena Hadits merupakan salah satu sumber ajaran Islam (Mukhlish. Dilihat dari sudut pandang pendidikan, manusia dipandang sebagai makhluk pedagogik dan rohani karenanya pendidikan tidak bisa bersifat antroposentris saja, tetapi juga harus bersifat theosentris. Lebih dari itu, manusia berkembang dengan tahapan-tahapan, maka pendidikan harus dan mesti sejalan dengan tahapantahapan yang dilaluinya. Dalam Al-Quran tidak pernah ditemukan suatu konsep pendidikan yang terhenti pada tataran tertentu, tetapi pendidikan berlangsung seumur hidup pada semua tahapan pertumbuhan dan perkembangan manusia (Munirah, 2. Pendidik merupakan salah satu aspek yang terpenting dalam pendidikan. Orang tua sebagai Pendidikan pertama merupakan suatu amanah yang sangat berat untuk dilaksanakan. Dikatakan berat, karena orang tua harus bisa membimbing dan mengarahkan anaknya ke arch yang positif dan lebih baik, dari semua aspek yang Jurnal Pendidikan Islam Nusantara Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda Volume 04 Nomor 01 2025 Pendidikan. Hadits ada (Sahrodin, 2. Penelitian ini menyoroti bagaimana hadis menekankan bagaimana pentingnya Pendidikan keluarga terhadap anak. Pendidikan tentang berkeluarga dan juga pentingnya mengetahui bahwa setiap anggota keluarga akan diminta pertanggungjawaban atas apa yang dikerjakan. Tidak sedikit masyarakat kurang mengetahui tentang permasalahan ini. Dengan demikian bahwa tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pendidikan di dalam keluarga terhadap anak dan pendidikan tentang berkeluarga dalam menjalankan kehidupan keluarga. Kajian Teori Pendidikan Pendidikan AupaedogogikeAy yang terdiri atas kata AupaisAy yang berarti anak dan kata AuAgoAy yang berarti aku membimbing. Paedogogike berarti aku membimbing Hakikat pendidikan bertujuan untuk mendewasakan anak didik, maka seorang pendidik haruslah orang yang dewasa, karena tidak mungkin dapat mendewasakan anak didik jika pendidikanya sendiri belum dewasa. Pendidikan adalah upaya pembinaan, pembentukan, pengarahan, pencerdasan, pelatihan yang ditujukan kepada semua peserta didik secara formal, in formal maupun non formal. Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistim Pendidikan Nasional pada ketentuan umum, disebutkan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (Mayasari, 2. Dalam Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pendidikan informal diatur dalam pasal 13, tertulis bahwa jalur pendidikan terdiri atas pendidikan formal, nonformal, dan informal yang dapat saling melengkapi dan memperkaya (Muin Abdullah, 2. Hakikat Pendidikan Formal Pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Oleh Hadari Nawawi mengelompokkan pendidikan ini kepada lembaga pendidikan yang Jurnal Pendidikan Islam Nusantara Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda Volume 04 Nomor 01 2025 Usep Malik Haerudin. Anidah Inayah kegiatannya dilaksanakan dengan sengaja, berencana, sistematis dalam rangka membantu peserta didik dalam mengembangkan potensinya agar mampu menjalankan kekhalifahnnya. Hakikat Pendidikan Nonformal Pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. Oleh Abu Ahmadi dijelaskan lembaga dilaksanakan dengan sengaja, tertib dan terencana diluar kegiatan lembaga sekolah. 5 Khusus untuk pendidikan agama dan keagamaan telah diatur dalam Peraturan Pemerintah No 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Keagamaan. Untuk pendidikan keagamaan Islam terdapat dalam pasal 21 ayat 1 yang menyatakan bahwa pendidikan diniyah nonformal diselenggarakan dalam bentuk pengajian kitab, majelis taklim, pendidikan Alquran, diniyah takmiliyah, atau bentuk lain yang Hakikat Pendidikan Informal Menurut Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional. No. 20 Tahun 2003. Bab I pasal 1 ayat 13 bahwa pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri. Dari pengertian tersebut ada dua hal yang menjadi sentranya pendidikan informal, pertama keluarga, kedua Teori Nativisme Istilah nativisme berasal dari bahasa latin yaitu kata nativus yang berarti karena kelahiran. Istilah lainnya natus yaitu lahir, nativis pembawaan. Aliran ini berpendapat bahwa tiap-tiap anak sejak dilahirkan sudah mempunyai berbagai pembawaan yang akan berkembang sendiri menurut arahnya masing-masing. Pembawaan anak itu ada yang baik dan ada yang Prinsipnya bertolak dari tradisi alamiah yang menekankan kemampuan dalam diri anak. Sehingga faktor lingkungan termasuk pendidikan kurang berpengaruh terhadap perkembangan dalam proses pendidikan dan pembelajaran. Dengan demikian maka aliran ini melihat bahwa segala sesuatunya ditentukan oleh faktor-faktor yang dibawa sejak Jurnal Pendidikan Islam Nusantara Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda Volume 04 Nomor 01 2025 Pendidikan. Hadits lahir, sehingga perkembangan seseorang ditentukan oleh faktor hereditas atau keturunan. Aliran nativisme tidak mengakui peran pendidikan dan pembelajaran dalam pertumbuhan dan perkem bangan seseorang sehingga itu anak tidak perlu diajar dan dididik, ia dapat berkembang secara alamiah sesuai dengan kodrat dan pembawaannya sejak lahir. Jika pembawaan sejak lahir baik maka akan menjadi baik, tetapi jika pembawaan dari lahir jahat maka tetap ia akan menjadi jahat (Pettalongi, 2. Teori Empirisme Empirisme berasal dari perkataan empiria yang berarti pengalaman dan memiliki makna yang berseberangan dengan nativisme yang berarti Teori ini tidak mengakui adanya potensi manusia yang dibawa sejak lahir. Manusia yang lahir kedunia dalam keadaan suci dan bersih tidak membawa apa-apa sehingga itu lingkungan sangat penting dan besar pengaruhnya dalam pertumbuhan dan perkembangan anak, sehingga faktor pendidikan dan lingkungan menjadi penentu watak, karakter dan baik buruknya seseorang. Pelopor teori ini adalah John Locke . , seorang psikolog dan paedagog kebangsaan Inggris (Suwarno, 1. John Locke berpendapat bahwa manusia lahir dengan jiwa yang masih kosong yang terkenal dengan teorinya tabularasa, jiwa ini terisi oleh ide-ide atau pengertian-pengertian karena pengaruh dari luar melalui proses psikologis sensation . yang ditangkap oleh indera kit. dan reflection . engolahan hasil kesan indera tadi di dalam jiwa kit. Anak yang baru lahir ibarat kertas putih yang masih kosong dan bersih maka pendidik dapat membuat coretan diatas kertas menurut kehendaknya. Sehingga itu pendidikan dan pembelajaran menjadi faktor penentu, ia ibarat pewarna kehidupan seseorang. Pengalaman empirik yang diperoleh dari lingkungan akan berpengaruh besar dalam menentukan perkembangan anak. Secara proses teori ini memandang seorang pendidik memegang peranan penting terhadap keberhasilan belajar peserta didiknya (Pettalongi, 2. Jurnal Pendidikan Islam Nusantara Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda Volume 04 Nomor 01 2025 Usep Malik Haerudin. Anidah Inayah Hadits Secara bahasa, kata hadis berasal dari bahasa Arab "A "OAyang berarti "perkataan", "berita", "laporan", atau "sesuatu yang baru terjadi". Dalam konteks Islam, hadis berarti laporan atau catatan tentang ucapan, perbuatan, dan persetujuan Nabi Muhammad SAW. Dengan demikian hadits adalah segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW, baik berupa perkataan, perbuatan, ketetapan . , maupun sifat-sifat beliau, yang diriwayatkan oleh para sahabat dan diteruskan oleh generasi Hadis terdiri dari dua unsur utama: (Al-ShafiAoI, 2. Sanad, yaitu rangkaian perawi . rang yang meriwayatka. hadis secara berurutan sampai kepada Nabi Muhammad SAW. Matan atau teks hadis, yaitu perkataan, perbuatan, atau persetujuan Nabi yang dikisahkan Metode Metode penelitian ini yaitu metode kualitatif, artinya penelitian yang bermaksud untuk mempelajari keadaan objek yang alamiah sebagai alat yang penting bagi peneliti (Tamjidnoor, 2. Adapun Penelitian ini menggunakan metode studipustaka (Library Researc. Metode studi Pustaka memiliki empat tahap meliputi penyiapan bahan-bahan yang diperlukan, penyiapan bibliografi kerja, pengorganisasian waktu, dan membaca atau menulis data penelitian (Siti Nurrahmah & Ferianto, 2. Hasil dan Pembahasan Pendidikan Keluarga Terhadap Anak Hadits Tentang Anak Terlahir Dalam Keadaan Fitrah . Hadits shohih bukhari No. s eA aI aNaIa eI a aA AacEEa aIeNa Ca aEA AEeN a aO a eI a aEa aIa e aI ae a ENea aI a eI a aNaOe aa a a aO NA ca A a eIA a AaNaIaA a AE EIaNa AENO NA a aAO OOEa a EaO Ee aAea a ON O N aOIaaN aO O IA aIaaN eaO aOaa a aIaaN aE aIa aEA a a acEEa aEaeON aO aEN aI aE acE aI eOEA a ca a aACA a e a aa a aa a a AEe aNA a AOI aeI a a EeaNA a a aAOIa aN eE a aO A aON a e aA Artinya: Abdan menceritakan kepada kami . engan berkat. AoAbdullah memberitahukan kepada kami . ang berkat. Yunus menceritakan kepada kami . ang berasa. dari Al-Zuhri . ang Jurnal Pendidikan Islam Nusantara Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda Volume 04 Nomor 01 2025 Pendidikan. Hadits menyataka. Abu salamah bin AoAbd al-Rahman memberitahukan kepadaku bahwa Abu Hurairah berkata : Rasulullah saw bersabda: Setiap anak lahir . alam keadaa. Fitrah, kedua orang tuanya . emiliki andil dala. menjadikan anak Yahudi. Nasrani, atau bahkan beragama Majusi,sebagaimana binatang ternak memperanakan seekor binatang . ang sempurna anggota tubuhny. Apakah anda melihat anak binatang itu ada yang cacat . utus telinganya atau anggota tubuhnya yang lai. ? (Imam al-Bukhyri, 1987:. Teori nativisme memandang bahwa anak membawa potensi bawaan biologis dan psikis yang diwariskan dari orang tua, termasuk kecerdasan dan sifat bawaan, sedangkan teori empirisme . ertas koson. beranggapan bahwa anak lahir tanpa bekal apa pun dan semua pengetahuan diperoleh dari lingkungan. Konsep fitrah dalam Islam lebih dekat ke nativisme, yaitu anak lahir dengan potensi keimanan dan kecenderungan kepada kebaikan, bukan kertas kosong tanpa isi Hadits Riwayat Muslim a ca A IA aa a a AEN a aO A a AO eI EeIONA e ca AEaOe aO a eIA e a A e aI Ee aOEO aNaIa aIa NI a e aI a eA a AaNaIa aA a a a a Aa aI aA s acEE EaO aN OENI I aII IOEA aAOE NA aAO uaNcE OaOEa a aEaO Ee aAeA a AE a aA a aAOE CA a Aa eI aa aN aOe aa aINNa aE aI Oa aCA a AacEEA e a e a a a a e a aENO NA a AAIaaN OaOaa aIaaN aEI aIe a Ee aNA a aa AOIU aae aa aN eE aa acO aI Aa aON aI eI a e aa aaN Oa aC aOcEA a AOIa aA a a a a a a a a aONa Oa aN aO aIN aOOaIA aO aN aOe aa aOCe aaO ua eI ae a eIA Artinya :Hyjib bin al-Walid menceritakan kepada kami . engan mengataka. Muhammad bin harb menceritakan kepada kami . ang berasa. dari al-Zubaidi . ang diterim. darfi al-Zuhri . ang mengataka. SaAoid bin al-Musayyab memberitahukan kepadaku . ang diterim. dari Abu Hurairah bahwa ia berkata. Rasulullah saw bersabda: AuSetiap anak lahir . alam keadaa. fitrah, kedua orang tuanya . emiliki andil dala. menjadikan anak beragama Yahudi. Nasrani, atau bahkan beragama Majusi, sebagaimana binatang ternak memperanakkan seekor binatang . ang sempurna anggota tubuhny. Apakah anda mengetahui di antara binatang itu ada yang cacat/putus . elinganya atau anggota tubuhnya Berdasarkan kedua hadist di atas bahwa anak yang lahir pasti dalam keadaan suci dan mereka sudah membawa fitrah masingAe masing. Fitrah adalah sesuatu yang ada dalam jiwa seseorang dan memerlukan proses Jurnal Pendidikan Islam Nusantara Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda Volume 04 Nomor 01 2025 Usep Malik Haerudin. Anidah Inayah pendidikan untuk mengembangkan fitrah tersebut. Fitrah ini mencakup fitrah keberagamaan, kemampuan. QadaAo dan Qadar anak. Mendidik anak dengan cara memberikan kebebasan, pembiasaan, dan keteladanan kepada anak didik sesuai dengan kebutuhan berdasarkan petunjuk Allah SWT dan Rasul-Nya (DP et al. , 2. Hadis Tentang Mendidik Keluarga dengan Rendah Hati dan Lembut Sebagai orang tua dan juga pendidik bagi anak hendaklah berlaku lembut dan rendah hati yang lebih rendah dihadapan mereka. Karena Allah SWT memerintahkan untuk bersifat rendah hati kepada setiap manusia dan mahluk yang lainnya. Rasulullah Saw. Juga menjelaskan tentang kewajiban untuk merendahkan diri sebagaimana hadis berikut (Anwar et al. , 2. sAEaOs a aA a sAaOs a aA a sAa eO aacOs Eas Oa eA aas a aA a AOs a eIs aaOA ca aAua acIs EEas a eO aOs uaEA a As aOs Eas Oa eAUAEaO a aA Artinya: AuSesungguhnya Allah telah mewahyukan kepadaku agar kalian tawadhuAo . endah hat. sehingga seseorang tidak menyombongkan diri terhadap orang lain dan tidak berlaku zhalim terhadap orang lain. Ay HR. Muslim . Sifat rendah hati dan berlaku lembut merupakan sifat yang mutlak harus dimiliki oleh orang tua karena sebagai pendidik merupakan tauladan bagi anak, sifat lemah lembut akan membuat anak tumbuh menjadi baik dan tertanam didalam hati. Pendidikan Tentang Keluarga Hadits Tentang Memilih Calon Pasangan Untuk Berkeluarga . A a aNA s A aIs EIac aOs a AEA a A eIs aaO N aaO aes a O EE INA a AaOA a A aO aE aA. A aE aI aE aNA: sA a eI aE as a eE aI eas a aE a e aA: ( AO EE EO sN OEI Ca asEA ca e aOIs a sA ea aA a a eas aA. A aO aEaOIa aNA. AaO aE a aI aE aNA ca AE eO aNs aI as a aCOac as EA a sAs Oa aEas ) aIAaCA a As EA Artinya: Dari Abu Hurairah Radliyallaahu Aoanhu bahwa Nabi Shallallaahu Aoalaihi wa Sallam bersabda: AuPerempuan itu dinikahi karena empat hal, yaitu: harta, keturunan, kecantikan, dan agamanya. Dapatkanlah wanita yang taat beragama, engkau akan berbahagia. Ay Muttafaq Alaihi Pada hadis ini bahwa menikahi perempuan karena empat hal yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhar, disebutkan bahwa hadis ini disampaikan saat Rasulullah Saw ada bersama sahabat JAbir. Rasulullah Saw bertanya kepada JAbir perihal apakah ia sudah menikah atau belum? Kemudian JAbir menjawab bahwa ia telah menikah dengan seorang janda Rasulullah Saw Jurnal Pendidikan Islam Nusantara Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda Volume 04 Nomor 01 2025 Pendidikan. Hadits kemudian bertanya kembali, mengapa ia tidak menikahi perempuan yang masih perawan saja sehingga ia bisa bersenang-senang dengan perempuan tersebut? Kemudian JAbir pun menjelaskan alasannya mengapa menikahi janda, ia menyatakan kehawatirannya jikalau ia menikah dengan perawan maka akan merenggangkan hubungannya dengan saudara-saudara Setelah mendengar alasan JAbir. Rasulullah Saw bersabda Ausesungguhnya perempuan itu dinikahi . Ay sampai ahir hadis Selain itu ditemukan juga beberapa hadis penguat yang semakna dengan hadis tersebut, yaitu terkait dengan kriteria memilih calon suami yaitu sebagai berikut: (Mahmudah, 2. sA eIs aaOA e caA eIs aeIs aOaO aIas EIA a sA e as eE a aIO as e aIA a a sAA aOA a saA eaEIA a sA eIs aeIA a saAEa eO aIIA a Aa acaIas Ca a eOaas a acaIaA a AEac aIs uaas aA sA eOIas aOIaNa aO aEaCaNsa a aO aONsa ua acEA ca sAAEacOA ca sAO aEA a AN aaO aes a Ca aEs Ca aEs aA a As uaEa eOEa eIs aI eIs eaA a AA a saAcEEA a AEa eO aNs aOA a saAcEEA sA aOA a A a eAaEaOs aEa eIs AaeIas AaO eaE a eA a sAA a aAs aOAA Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Qutaibah, telah menceritakan kepada kami Abdul Hamid bin Sulaiman dari Ibnu 'Ajlan dari Ibnu Watsimah An Nashri dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika seseorang melamar . nak perempuan dan keraba. kalian, sedangkan kalian ridha agama dan akhlaknya . elamar tersebu. , maka nikahkanlah dia . engan anak perempuan atau kerabat Jika tidak, niscaya akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar Hadits Tentang Kewajiban dan Tanggung Jawab Setiap Anggota Keluarga AAEacOA sa AA sa A eIs A a AeIA a sAO e aIA ca A e asA a A eI aN aIA a sAcEEA a A aI as aA a sA eIs Ia a saA eCaA a A e a aIs a ea aIaA a Aa acaIaA a AcEEas a ea aIa aIOA a a sA eIs EIac aOA a ca AOA ca ca ca a sAO a eN asE a eOa aNs aO eE aI eaA s AEA ca ca AOs as aOA a aAIs a aOaca aNs aOaEIA a sAE a aEs aA a sAE asI C asE e eIs as aOe eIs aI eOEA a saAcEEA a AEa eO aNs aOA A eIs a aOaca asNA a AEaO a eOA a sAs a eO a aN aO aOEa a aNs Aa aEEac aE eIs as aO aEEac aE eIs aI eaOEA a sAa aOaA Artinya: Telah [Abda. Telah mengabarkan kepada kami [Abdulla. Telah mengabarkan kepada kami [Musa bin Uqba. dari [Nafi'] dari [Ibnu Uma. radliallahu 'anhuma, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Setiap kalian adalah pemimpin. Dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban terhadap yang Seorang Amir adalah pemimpin. Seorang suami juga pemimpin atas keluarganya. Seorang wanita juga pemimpin atas rumah suaminya dan Jurnal Pendidikan Islam Nusantara Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda Volume 04 Nomor 01 2025 Usep Malik Haerudin. Anidah Inayah anak-anaknya. Maka setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya. Dari hadits tersebut dapat dipahami bahwa setiap manusia pada dasarnya akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT. Dalam pertanggungjawaban itu, setiap orang memiliki peran sebagai pemimpin, baik itu seorang kepala pemerintahan yang memimpin rakyatnya, seorang suami yang memimpin keluarganya, seorang istri yang mengelola rumah tangga untuk suami dan anak-anaknya, maupun seorang budak yang menjaga harta milik tuannya. Oleh sebab itu, setiap pemimpin wajib bertanggung jawab atas apa yang berada di bawah kepemimpinannya. Dalam pembahasan mengenai kehidupan berkeluarga, suami berperan sebagai pemimpin keluarga, sedangkan istri bertugas mengelola rumah tangga demi suami dan anak-anaknya, agar tercapai keluarga yang harmonis berdasarkan prinsip sakinah, mawaddah, dan rahmah. Oleh karena itu, salah satu upaya menjaga dan membangun keharmonisan adalah dengan menunaikan kewajiban serta tanggung jawab masing-masing anggota Dengan adanya kewajiban dan tanggung jawab ini, setiap anggota keluarga diharapkan saling menyadari perannya satu sama lain, sehingga kebutuhan seluruh anggota keluarga dapat terpenuhi. Jika kewajiban dan tanggung jawab dilaksanakan dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan keluarga, hal ini menjadi salah satu cara untuk mewujudkan tujuan Selain itu, pelaksanaan kewajiban dan tanggung jawab juga menjadi sarana interaksi dan hubungan antar anggota keluarga, sehingga tercipta komunikasi yang baik dan tumbuh rasa kasih sayang di dalam Dalam hal pendidikan dalam keluarga, khususnya pendidikan anak, apabila kedua orang tua telah menanamkan dan menjalankan kewajiban serta tanggung jawab mereka sesuai syariat Islam, maka mereka dapat memberikan pemahaman agama yang benar kepada anak-anaknya. Hal ini didukung dengan pelaksanaan kewajiban dan tanggung jawab orang tua terhadap anak-anak, serta disertai dengan memberikan teladan perilaku yang baik, sehingga tujuan pendidikan keluarga dapat tercapai. Selain itu, dalam upaya menciptakan kehidupan keluarga yang harmonis, suami dan istri perlu mampu menjalankan kewajiban dan tanggung jawab masingmasing, baik secara individu maupun bersama-sama sebagai pasangan, yang Jurnal Pendidikan Islam Nusantara Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda Volume 04 Nomor 01 2025 Pendidikan. Hadits juga didukung dengan saling memberi contoh perilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Simpulan Mengacu pada hasil dan pembahasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa bahwa pendidikan keluarga terhadap anak dimulai saat anak tersebut masih dalam kandungan sampai kepada saat di lahirkan dan terus tumbuh serta berkembang menjadi dewasa. Pada hakikatnya bahwa setiap anak terlahir dalam keadaan fitrah. Fitrah ini mencakup fitrah keberagamaan, kemampuan. QadaAo dan Qadar anak. Mendidik anak dengan cara memberikan kebebasan, pembiasaan, dan keteladanan kepada anak didik sesuai dengan kebutuhan berdasarkan petunjuk Allah SWT dan Rasul-Nya. Selain itu, sikao rendah hati dan penuh kelembutan merupakan tauladan bagi anak, sifat lemah lembut akan membuat anak tumbuh menjadi baik dan tertanam didalam hati. Selanjutnya, dalam memilih calon pasangan hidup harus didasarkan pada agama dan akhlaknya yang paling utama. Dan terakhir bahwa setiap orang akan diminta pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT termasuk dalam hal Pendidikan di dalam keluarga. Referensi