Jurnal Pengabdian Masyarakat https://ojs. id/index. php/jukeshum/index E-ISSN: 2774-4698 Vol. 5 No. Januari 2025 Hal. INNOVATION OF FOOD PRODUCTS BASED ON LOCAL AGRICULTURAL PRODUCTS AS A STRATEGY TO OVERCOME STUNTING IN KAMAL VILLAGE INOVASI PRODUK PANGAN BERBASIS HASIL PERTANIAN LOKAL SEBAGAI STRATEGI PENANGGULANGAN STUNTING DI DESA KAMAL Ananda Farras1. Haryo Wahyu Wibowo2. Syafira Aulia Putri Ifanda3. Fiona Ayu Wandari4. Muhammad Ali Abilawa5. Nor Muslikah6. Guntur Tristan Prana Raya7. Devita Arifiani8. Surya Fakhri Maulana9. AnnisaAo Iffah Nazihah10. Hadziqul Abror11 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11 Universitas Jember. Jember. Indonesia E-mail Author: anandafarras7@gmail. Submitted: 03/08/2024 Reviewed: 30/12/2024 Accepted: 31/01/2025 ABSTRACT Stunting is a serious problem of chronic nutrition faced by children in Kamal Village, which is caused by various factors such as economic conditions and understanding of nutritious food. This study aims to help reduce stunting rates through an innovation program from the Kamal Promahadesa team. The method of implementing this activity consists of several stages, namely literature studies, observations, counseling, and training in making nutritious food by utilizing local agricultural products in the form of corn and cassava. This activity involves strategic partners who are experts in their fields in implementing direct socialization and education to targets regarding the importance of balanced nutrition and effective parenting patterns. The results of the activities achieved show an increase in community understanding of the nutrition needed for toddler growth and development and help reduce stunting rates among toddlers. This program not only provides solutions to the problem of malnutrition, but also contributes to providing innovation in the use of local agricultural products, namely corn and cassava, which are demonstrated through training in processing nutritious food in the form of cassava nuggets and corn milk. This nutritious food processing innovation provides many benefits in adding new knowledge about how to process ingredients around to be healthier and more nutritious and easy to find and process at an affordable cost. This agricultural product processing innovation functions as a functional food that combines nutrients from cassava and corn to support the growth and development of toddlers in an effort to prevent stunting. Keywords: Jember. Stunting. Nutritious Food. Corn and Cassava Product Processing ABSTRAK Stunting merupakan masalah serius mengenai gizi kronis yang dihadapi oleh anak-anak di Desa Kamal, yang disebabkan oleh berbagai faktor seperti kondisi ekonomi dan pemahaman terhadap makanan Penelitian ini bertujuan untuk membantu mengurangi angka stunting melalui program inovasi dari tim Promahadesa Kamal. Metode pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari beberapa tahapan, yaitu studi literatur, observasi, penyuluhan, dan pelatihan pembuatan makanan bergizi dengan memanfaatkan hasil pertanian lokal berupa jagung dan singkong. Kegiatan ini melibatkan mitra strategis yang ahli dibidangnya dalam pelaksanaan sosialisasi dan edukasi secara langsung kepada sasaran mengenai * Farras. , dkk. JUKESHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat pentingnya gizi seimbang dan pola asuh yang efektif. Hasil kegiatan yang dicapai menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat tentang gizi yang diperlukan pada tumbuh kembang balita dan membantu penurunan angka stunting di kalangan balita. Program ini tidak hanya memberikan solusi untuk masalah gizi buruk, tetapi juga berkontribusi memberikan inovasi pemanfaatan hasil pertanian lokal yaitu jagung dan singkong yang di demonstrasikan melalui pelatihan pengolahan makanan bergizi berupa nugget singkong dan susu jagung. Inovasi pengolahan makanan bergizi ini memberikan banyak keuntungan dalam menambah pengetahuan baru tentang tata cara mengolah bahan di sekitar menjadi lebih sehat dan bergizi serta mudah ditemukan dan diolah dengan biaya terjangkau. Inovasi pengolahan hasil tani ini berfungsi sebagai pangan fungsional yang menggabungkan nutrisi dari singkong dan jagung untuk mendukung tumbuh kembang balita dalam upaya pencegahan stunting. Kata Kunci: Jember. Stunting. Makanan Bergizi. Pengolahan Produk Jagung dan Singkong PENDAHULUAN Indonesia adalah salah satu negara dengan perekonomian kelas menengah di Asia yang menghadapi masalah kesehatan serius terkait gizi. Berdasarkan Laporan Gizi Dunia pada tahun 2019. Indonesia mengalami permasalahan gizi seperti stunting, wasting, dan obesitas pada anak di bawah usia lima tahun. Dari ketiga masalah gizi tersebut, stunting pada masa balita adalah masalah yang paling serius, dan Indonesia merupakan negara dengan tingkat stunting tertinggi di antara negara-negara ekonomi menengah ke bawah lainnya. Stunting pada balita adalah suatu keadaan dimana balita mempunyai tinggi badan yang pendek atau kurang normal jika dibanding usianya. Kondisi tersebut diukur sesuai dengan standar pertumbuhan anak WHO. Stunting adalah balita yang mengalami kekurangan gizi kronis pada masa tumbuh kembangnya, dimulai dari gizi buruk pada masa kehamilan (KEK) sejak anak masih berada dalam kandungan hingga dilahirkan (Hasanah. Handayani & Wilti Pertumbuhan pada 1000 hari pertama kehidupan merupakan salah satu faktor terpenting dalam membangun kesehatan (Susanti, 2. Pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi pada masa ini menjadi fokus utama karena gangguan tumbuh kembang anak yang terjadi pada masa ini mempengaruhi kualitas kesehatannya di masa mendatang (Devianto, 2. Isu stunting diangkat sebagai komitmen dan tanggung jawab pemerintah daerah yang sangat penting. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 23 Tahun 2014 tentang Upaya Perbaikan Gizi pada pasal 2 . menyatakan bahwa pengaturan upaya perbaikan gizi ditujukan untuk menjamin setiap orang memiliki akses terhadap informasi gizi dan pendidikan gizi, pangan yang bergizi dan pelayanan gizi dan kesehatan. Kebijakan tersebut menyatakan bahwa pemerintah pusat dan daerah serta masyarakat akan menjamin tercapainya perbaikan gizi bagi individu dan masyarakat. Dalam konteks ini, pemerintah kabupaten/kota harus mengoordinasikan, mendorong dan mengevaluasi pemantauan kesadaran gizi di tingkat nasional dan daerah, mencegah terjadinya gizi buruk untuk perbaikan kesehatan masyarakat, terutama bagi masyarakat yang rawan pangan. Upaya-upaya pemerintah dalam mengatasi stunting diharapkan dapat membantu mengembangkan budaya sehat baru dalam lingkungan dan membangun kebijakan untuk mengatasi factor-faktor penyebab terjadinya stunting (Sugianto, 2. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan pada tahun 2022, prevalensi anak stunting di provinsi Jawa Timur sebesar 19,2%. Tahun lalu. Vol. No. 1, 2025 JUKESHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat provinsi Jawa Timur memiliki angka stunting tertinggi di Indonesia, yaitu peringkat ke-25. Kabupaten Jember sebagai salah satu kabupaten di Jawa Timur menduduki peringkat pertama prevalensi stunting, dengan 34,9% anak di bawah 5 tahun atau sekitar 35. 000 anak mengalami Dinas Kesehatan Kabupaten Jember melaporkan jumlah balita stunting pada tahun 2022 sebesar 7,37%. Departemen Kesehatan mencatat terdapat 2. 991 pendek sangat pendek 763 balita pendek, sehingga total balita stunting adalah 12. Jadi sebesar 7,37% dari 043 jumlah balita di Jember. Berdasarkan hasil wawancara Tim Promahadesa kepada bidan Desa Kamal, diperoleh data bahwa di Kecamatan Arjasa terdapat 262 balita stunting atau 10,45%. Desa Kamal menjadi salah satu peyumbang kasus stunting sejumlah 34 balita atau 10,12%. Bidan juga menyampaikan salah satu faktor tingginya angka stunting di Desa Kamal ini adalah maraknya pernikahan dini. Pernikahan dini yang pasti melibatkan calon orang tua dengan usia yang masih muda dengan finansial yang belum mumpuni memiliki kemungkinan yang tinggi untuk menyebabkan stunting pada balita(Agustinus, 2. Kesiapan fisik dari calon ibu juga berdampak pada bayi yang akan dikandung, dapat dibayangkan apabila pernikahan dini ini terjadi maka tubuh ibu yang masih belum siap akan berpotensi besar melahirkan anak stunting (Sekarayu, 2. Program mahasiswa berdesa (PROMAHADESA) ini dilaksanakan untuk bersamasama mengatasi tantangan serius yang dihadapi oleh Desa Kamal. Dengan jumlah penduduk yang mencapai 5. 673 jiwa dan 34 balita mengalami stunting, kegiatan ini berupaya untuk menciptakan keadaan untuk mengurangi angka stunting tersebut. Kegiatan ini bertujuan memberi pemahaman pada ibu balita tentang gizi yang cukup dan seimbang untuk balita. Selain itu pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan pemahaman dan keterampilan pada kader tentang pentingnya mencegah stunting untuk masa depan anak. Kegiatan ini berupaya untuk memberikan solusi yang bermanfaat, tidak hanya untuk mengatasi masalah stunting, tetapi juga memberikan inovasi untuk menambah nilai gizi pada makanan dan cara pengolahan makanan dari hasil pertanian lokal Desa Kamal. Berdasarkan hasil survei Tim Promahadesa, di desa Kamal memiliki banyak hasil pertanian, diantaranya adalah singkong dan jagung. Pangan lokal adalah pangan yang bersumber dari potensi wilayah setempat baik sebagai sumber karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral. Singkong yang merupakan jenis umbi-umbian mengandung nutrisi berupa vitamin A. Vitamin C, zat besi, kalium, serat, dan vitamin B6 sehingga sangat baik dikonsumsi ibu hamil dan balita untuk mengatasi stunting (Nenu et al. , 2. Sedangkan jagung memiliki memiliki kandungan berupa karbohidrat, kalium, kalsium, zat besi, zinc, dan magnesium yang baik untuk pembentukan sel darah merah dan kekuatan tulang. Serat pangan dari jagung mengandung indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan beras sehingga aman jika dikonsumsi penderita diabetes (Nurhayati et al. , 2. Program mahasiswa berdesa (PROMAHADESA) ini juga akan menyelenggarakan penyuluhan tentang dampak pernikahan usia dini, bahaya stunting bagi pertumbuhan anak, dengan memberdayakan ibu-ibu kader. PKK, dan ibu dari balita. Pelaksanaan kegiatan ini juga mendatangkan ahli gizi sehingga dapat mengedukasi masyarakat Desa Kamal secara langsung tentang permasalahan stunting. Kegiatan ini disertai dengan pelatihan pengolahan singkong dan jagung menjadi olahan yang dapat dikonsumsi masyarakat, yaitu nugget singkong dan susu Diharapkan dengan adanya pelatihan ini dapat membantu ibu-ibu dalam memberikan Vol. No. 1, 2025 JUKESHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat makanan yang sehat dan bernutrisi untuk anaknya. Inovasi ini juga diharapkan dapat meningkatkan ekonomi kreatif di Desa Kamal. METODE Pelaksanaan Promahadesa di Desa Kamal. Kecamatan Arjasa. Kabupaten Jember didasarkan pada langkah-langkah yang terstruktur sesuai diagram alir pada. Gambar 1. Diagram Alir Kegiatan Tahapan Persiapan Tahapan persiapan meliputi studi literatur, observasi, identifikasi potensi dan masalah di desa, serta koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Pelaksanaan kegiatan dilakukan selama bulan Mei sampai Juni 2024 sekali dalam seminggu dan menyesuaikan jadwal posyandu dari Tim peneliti melakukan studi literatur untuk mengidentifikasi ide, menyempurnakan ide, dan menemukan metode yang tepat guna mencapai keberhasilan untuk menyelesaikan Studi literatur ini dilaksanakan untuk memahami lebih dalam mengenai stunting, dan juga mematangkan pengetahuan terkait inovasi hasil tani yang dapat diolah sebagai produk pangan bergizi untuk mengatasi stunting agar meminimalisir kesalahan pemahaman saat pelaksanaan kegiatan. Studi literatur juga digunakan untuk mencari tahu kadar nutrisi dari berbagai produk pangan yang nantinya akan diterapkan untuk mengatasi permasalahan stunting di Desa Kamal dengan menimbang ketersediaan bahan pangan dari hasil pertanian lokal. Selanjutnya, melakukan observasi yang dilakukan selama 2 pekan pada 5 dusun yang terdapat di Desa Kamal yaitu pada Dusun Krajan. Dusun Klanceng. Dusun Duplang. Dusun Kopang dan Dusun Gumitir. Observasi tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi potensi dan masalah terkait stunting dengan fokus pada balita yang terkena Hasil observasi ini menjadi dasar untuk pendataan dan pemetaan balita normal dan balita stunting. Kemudian melakukan koordinasi dan perencanaan kegiatan yang dilakukan dengan berbagai pihak seperti Dosen Pembimbing. Pemerintah Desa. Posyandu, dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) guna memastikan kelancaran kegiatan Tahapan Pelaksanaan Pelaksanaan kegiatan meliputi 4 kegiatan utama diantaranya pendampingan posyandu, sosialisasi mengenai stunting dan pernikahan dini, pelatihan pembuatan makanan bergizi, dan Vol. No. 1, 2025 JUKESHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Promadeting (Program makanan sehat, bergizi, dan edukasi stuntin. Kegiatan pendampingan posyandu dilakukan rutin pada bulan Mei dan Juni yang terbagi dalam 5 pos secara bergantian. Kegiatan sosialisasi ini dilakukan kepada masyarakat Desa Kamal dengan mendatangkan ahli gizi secara langsung untuk mengedukasi mengenai pernikahan dini dan stunting. Pelaksanaan pelatihan inovasi pembuatan makanan bergizi dilakukan untuk mengajarkan pengolahan makanan bergizi dengan memanfaatkan hasil pertanian lokal Desa Kamal, seperti jagung dan singkong, tim melakukan pembuatan inovasi makanan bergizi berupa susu jagung dan nugget Program ini juga melibatkan pendampingan Kader Posyandu dalam pengembangan dan penggunaan produk makanan bergizi tersebut. Tim Promahadesa juga melakukan pembagian makanan sehat dan bergizi lengkap dengan edukasi mengenai stunting kepada sasaran sesuai data yang diberikan. Dengan demikian, melalui serangkaian langkah tersebut diharapkan program pengabdian ini dapat memberikan dampak positif dalam penanggulangan pengurangan angka stunting dan peningkatan kesehatan masyarakat Desa Kamal. Tahap Pelaporan Kegiatan Evaluasi dilaksanakan setiap selesai melaksanakan kegiatan agar kegiatan selanjutnya berjalan lebih baik dan mengevaluasi kesalahan untuk memperbaiki kegiatan yang Monitoring dilaksanakan dengan mengukur parameter keberhasilan berdasarkan indikator dan tujuan program yang telah direncanakan sesuai dengan sasaran yang dituju. Kegiatan monitoring dan evaluasi ini merupakan tolak ukur keberhasilan program yang dilaksanakan dan juga sebagai bahan perbaikan oleh tim Promahadesa Kamal. HASIL DAN PEMBAHASAN Tahapan Kegiatan Persiapan Pelaksanaan Promahadesa Kamal ini didasari dengan melakukan studi literatur untuk mencari dan mengumpulkan ide sebagai bahan untuk penelitian. Setelah memperoleh ide dan data yang sesuai sasaran kemudian tim menetapkan Desa Kamal di Kabupaten Jember sebagai lokasi penelitian. Tim kemudian melaksanakan observasi selama 2 pekan dengan melakukan survey lokasi di 5 Dusun Desa Kamal yaitu pada Dusun Krajan. Dusun Klanceng. Dusun Duplang. Dusun Kopang dan Dusun Gumitir untuk mengidentifikasi potensi dan masalah terkait stunting, dengan fokus pada balita yang terkena stunting. Survey dilakukan secara bertahap dikarenakan terbatasnya waktu dan juga jarak antar lokasi yang cukup jauh. Hasil observasi ini menjadi dasar untuk pendataan dan pemetaan balita yang cukup gizi dan balita Pelaksanaan koordinasi sangat penting untuk mengantisipasi adanya kesalahpahaman antar pihak yang tidak diinginkan. Koordinasi dilakukan dengan berbagai pihak seperti Dosen Pembimbing. Pemerintah Desa. LP2M. Ibu Kader. Ibu-Ibu Rumah Desa Sehat (RDS). Bidan Posyandu, dan pihak-pihak yang berhubungan dalam berjalannya pelaksanaan kegiatan di Desa Kamal ini. Pelaksanaan Promahadesa ini dilakukan dengan tujuan memberikan inovasi sebagai solusi mengurangi angka stunting dan mencegah terjadinya stunting di Desa Kamal. Desa Kamal sebagai desa pilihan dilaksanakannya penelitian ini karena berdasarkan sumber informasi yang diperoleh memiliki nilai stunting yang cukup tinggi. Hasil wawancara dengan pihak perangkat desa dan bidan yang bertugas penyebab stunting di Desa Kamal cukup Vol. No. 1, 2025 JUKESHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat bervariasi, salah satu penyebab yang paling banyak ditemui adalah karena kurangnya pengetahuan orang tua balita mengenai pentingnya gizi seimbang serta kurangnya pemahaman tentang asupan gizi pada saat kehamilan, serta pola asuh yang masih kurang efektif bahkan kurang baik. Hasil wawancara dengan Pemegang Program Perbaikan Gizi atau bidan di Puskesmas Arjasa diperoleh bahwa adanya kebijakan yang mendukung untuk penurunan angka stunting, tetapi implementasi belum dilakukan secara optimal namun tetap dilakukan upaya-upaya untuk penurunan angka stunting di desa Kamal. Hasil wawancara dengan Perangkat Desa yang diwakili oleh Bapak Sekretaris Desa Kamal diperoleh bahwa untuk menanggulangi stunting di desa Kamal maka tetap diupayakan program-program yang dilakukan yaitu bekerjasama dengan Kader dan Tim Kesehatan untuk sama-sama menanggulangi stunting pada balita di desa Kamal dengan pemberian bantuan dari desa berupa makanan tambahan (PMT) dan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) pada ibu hamil. Tahapan Kegiatan Pelaksanaan Kegiatan Promahadesa ini dilaksanakan sejak awal bulan Mei dimana berdasar data yang diperoleh pada tahap observasi didapatkan data yang akurat bahwa di Desa Kamal memiliki permasalahan serius mengenai stunting, yaitu pada tahun 2023 terdapat 60 balita mengalami stunting. Hal ini menjadi alasan program kerja Promahadesa di Desa Kamal berfokus pada kegiatan pencegahan stunting dan pengenalan inovasi produk lokal yang memiliki nilai gizi tinggi. Pelaksanaan kegiatan sangat bervariasi mulai dari pendampingan kegiatan posyandu, pembagian makanan bergizi, sosialisasi mengenai stunting dan pernikahan dini, serta pelatihan pembuatan makanan bergizi. Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, terutama ibu dan anak, tim Promahadesa Kamal melakukan pendampingan intensif di setiap posyandu yang ada di Desa Kamal, yaitu pos 37 Dusun Krajan, pos 38 Dusun Klanceng, pos 39 Dusun Duplang, pos 40 Dusun Kopang, dan pos 41 Dusun Gumitir. Pelaksanaan posyandu ini diantaranya melakukan pengukuran tinggi badan balita, berat badan balita, pemeriksaan ibu hamil dan pemberian vitamin pada balita dengan siklus yang telah ditentukan. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dasar, tetapi juga meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya gizi Tim Promahadesa disini berperan untuk membantu pelaksanaan posyandu serta selalu melakukan koordinasi dengan bidan yang bertugas untuk mendiskusikan upaya mengurangi balita stunting serta berkonsultasi mengenai program yang akan dijalankan. Kegiatan berikutnya adalah pelaksanaan sosialisasi dan penyuluhan mengenai stunting serta dampak pernikahan dini dengan mendatangkan ahli gizi untuk memberikan edukasi secara langsung pada Masyarakat Desa Kamal (Gambar . Dengan melibatkan ahli gizi dalam kegiatan tersebut, masyarakat Desa Kamal mendapatkan informasi dan edukasi tentang jenis makanan yang kaya akan nutrisi serta teknik memasak yang tepat untuk mempertahankan kandungan gizi dalam makanan. Selain memberikan manfaat langsung dalam hal kesehatan dan gizi, kegiatan Promahadesa juga berhasil membangun kesadaran dan solidaritas sosial di tengah masyarakat Desa Kamal. Kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini dilakukan dalam 2 kali pelaksanaan, pertama dilaksanakan pada tanggal 18 Mei 2024 yang berada di Dusun Kopang dan Dusun Gumitir. Pelaksanaan kedua pada tanggal 22 Juni 2024 di Balai Desa Kamal untuk Dusun Klanceng. Dusun Krajan, dan Dusun Duplang. Pembagian waktu pelaksanaan yang berbeda ini karena keterbatasan tempat yang tidak mencukupi jika peserta dijadikan satu. Vol. No. 1, 2025 JUKESHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Selain itu jarak rumah antar warga daerah di Desa Kamal juga cukup jauh. Masyarakat disana rata-rata belum memiliki kendaraan sendiri, sehingga keterbatasan akses yang digunakan untuk menempuh jarak tertentu. Pelaksanaan sosialisasi dan pelatihan diikuti oleh para Ibu dan Kader posyandu Desa Kamal dengan seksama dan juga dihadiri oleh Sekretaris Desa Kamal. Pada kegiatan ini Tim Promahadesa juga memberikan cinderamata berupa vendel dan logbook kegiatan kepada pihak Desa Kamal sebagai tanda terlaksananya Program Promahadesa di Desa Kamal. Gambar 1. Sosialisai Stunting dan Pernikahan Dini Gambar 2. Pelatihan dan Demo Pembuatan Nugget Singkong dan Susu Jagung Kegiatan sosialisasi ini dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan produk makanan sehat, bergizi dengan edukasi stunting (PROMADETING) guna mengecilkan risiko stunting yang di inisiasi tim Promahadesa sebagai program utamanya yaitu mengolah singkong menjadi nugget dan mengolah jagung menjadi susu (Gambar . Olahan Nugget selain berbahan dasar singkong terdapat penambahan bahan baku, seperti ayam, dan sayur guna penunjang nutrisi didalam sajian olahan nugget singkong. Pemilihan bahan dasar singkong dan jagung ini dikarenakan sebagai bentuk pemanfaatan terhadap hasil pertanian lokal di Desa Kamal sehingga sangat mudah ditemui serta dapat menjadi alternatif yang sangat mudah diolah. Inovasi pembuatan nugget singkong dan susu jagung merupakan hal yang sangat baru bagi Selain itu, olahan makanan ini dapat menjadi bahan pangan yang bersifat fungsional, kombinasi keduanya dapat menciptakan fungsi yang baik bagi tubuh dikarenakan keduanya memiliki kandungan nutrisi yang baik bagi pertumbuhan dan perkembangan. Nugget singkong dan susu jagung ini dapat menjadi Makanan Pendamping Asi (MPASI) yang bergizi dan efektif serta tentunya lebih menarik untuk dikonsumsi dalam mencegah stunting pada anak. Tim juga memberikan panduan resep kepada para Ibu Desa Kamal agar bisa mengolahnya secara Vol. No. 1, 2025 JUKESHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat mandiri di rumah untuk susu jagung dan nugget singkong seperti yang telah di praktikkan oleh tim Promahadesa (Sulistiyani, 2. Kegiatan sebagai penunjang terjaminnya keberhasilan program yang dilaksanakan, tim Promahadesa juga melakukan pembagian makanan bergizi pada sasaran. Pada tanggal 18 Mei dan 24 Juni 2024. Tim Promahadesa Kamal berkolaborasi dengan ibu kader mengadakan acara pembagian makanan sehat bagi anak yang mengalami stunting. Pembagian makanan dilakukan dengan metode door to door ke rumah anak yang terdaftar dalam balita stunting. Setiap anak menerima paket makanan berisi nasi, sayur, nugget singkong, susu jagung, susu bantal, dan buah pisang. Program ini bertujuan untuk meningkatkan asupan gizi anak stunting guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka. Selama acara berlangsung. Tim Promahadesa Kamal disambut baik oleh keluarga anak terdampak stunting. Mereka bersyukur dengan adanya program ini yang sangat membantu asupan nutrisi anak. Acara pembagian olahan ber-nutrisi ini bersamaan dengan pembagian makanan dari program pemerintah yaitu program one day one egg yang turut dibagikan dalam bentuk makanan. Pihak desa yang diwakilkan sekretaris desa menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam acara ini. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, diharapkan anakanak di Desa Kamal dapat memperoleh asupan gizi yang cukup dan tumbuh dengan sehat. Program pembagian makanan sehat ini merupakan langkah nyata dalam upaya penanggulangan stunting di Desa Kamal. Diharapkan melalui kegiatan ini, kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi seimbang dapat meningkat, dan anak-anak yang mengalami stunting dapat tumbuh optimal. Program dari pemerintah akan berlangsung sesuai waktu yang telah ditentukan yaitu kepada penerima sasaran intervensi selama 90 hari pada balita stunting dan 120 hari kepada ibu hamil yang mengalami kekurangan gizi kronis (KEK). Program ini sangat baik untuk mengatasi kualitas gizi di Masyarakat khususnya di Desa Kamal. Respon positif dari penerima bantuan menunjukkan bahwa program ini tidak hanya sekedar memberikan bantuan material, tetapi juga memberikan harapan bagi masa depan anak mereka yang lebih baik. Dukungan penuh dari masyarakat setempat dan perangkat desa (Fitri, 2. Tahapan Kegiatan Pelaporan Pada tahap pelaporan, partisipan yang terdiri dari ibu-ibu balita dan ibu-ibu kader mengisi pre-test dan post-test. Pre-test bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan partisipan mengenai stunting sebelum pemateri menyampaikan materi, sedangkan post-test dilakukan diakhir kegiatan yang bertujuan untuk mengetahui keberhasilan kegiatan yang telah Jumlah partisipan yang mengikuti pre-test dan post-test yaitu sebanyak 21 Tabel 1. Pre-test Pengetahuan mengenai Stunting di Desa Kamal Pengertian Dampak Pencegahan Pelayanan Pengetahuan Baik Cukup Kurang Tabel 1 menunjukkan hasil pre-test partisipan mayoritas mengetahui pengertian stunting dengan baik sebanyak 21 orang . %). Dampak stunting partisipan mengetahui baik Vol. No. 1, 2025 JUKESHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat 7 orang . %), cukup sebanyak 13 orang . %), dan pemahaman kurang 1 orang . %). Pengetahuan pencegahan stunting mayoritas partisipan mengetahui baik sebanyak 11 orang . %), cukup 9 orang . %), dan kurang 1 orang . %). Pengetahuan partisipan mengenai pelayanan stunting mayoritas baik yaitu 21 orang . %). Pengetahuan Baik Cukup Kurang Tabel 2. Post-test Pengetahuan mengenai Stunting di Desa Kamal Pengertian Dampak Pencegahan Pelayanan Tabel 2 menunjukkan semua partisipan memiliki pengetahuan yang baik tentang pengertian stunting yaitu sebanyak 21 orang . %). Pengetahuan partisipan tentang dampak stunting baik sebanyak 9 orang . %), cukup 11 orang . %), dan kurang 1 orang . %). Pengetahuan partisipan tentang pencegahan mayoritas baik yaitu sebanyak 13 orang . %), cukup 7 orang . %), dan kurang 1 orang . %). Pengetahuan partisipan mengenai pelayanan stunting mayoritas baik yaitu 21 orang . %). Berdasarkan hasil tersebut, tingkat pengetahuan ibu-ibu balita dan ibu-ibu kader setelah dilaksanakannya kegiatan ini menjadi meningkat. Tingkat pengetahuan ibu-ibu balita dan ibu-ibu kader tentang dampak stunting meningkat dari yang sebelumnya sebanyak tujuh orang menjadi sembilan orang yang memiliki pengetahuan baik. Hasil yang sama ditunjukkan pada pengetahuan mengenai pencegahan stunting dari sebelas orang menjadi tiga belas orang yang memiliki pengetahuan yang baik. Sedangkan pada pengetahuan mengenai pengertian dan pelayanan stunting tidak ada perubahan, semua partisipan memiliki pengetahuan yang baik tentang pengertian dan pelayanan stunting. Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi dan pelatihan yang dilakukan oleh mahasiswa promahadesa telah berhasil meningkatkan pengetahuan ibu-ibu balita dan ibu-ibu kader terkait stunting. Pengetahuan ibu yang baik akan mempengaruhi status gizi balita melalui pemilihan makanan yang baik dari segi kuantitas maupun kualitas bahan makanan yang akan mencukupi kebutuhan gizi balita (Rahayu et al. Adapun keberhasilan kegiatan ini dapat dilihat pada tabel 3. Tabel 3. Indikator pencapaian kegiatan pengabdian Tahap Kegiatan Indikator keberhasilan Tolak ukur keberhasilan Status (Tercapai/Tida. Sosialisasi dan penyuluhan stunting serta dampak pernikahan Peserta memahami terkait pengertian, dampak, pencegahan, dan pelayanan stunting serta dampak pernikahan Peserta aktif memberikan pertanyaan terkait materi Tercapai Vol. No. 1, 2025 JUKESHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Pelatihan pembuatan produk makanan bergizi (Nugget singkong & Susu Jagun. Peserta mampu membuat produk makanan bergizi nugget singkong & susu jagung, sesuai dengan resep yang diajarkan Peserta menghasilkan produk makanan bergizi nugget singkong & susu Tercapai Kegiatan yang telah mahasiswa promahadesa laksanakan ini di monitor oleh LP2M Universitas Jember melalui laporan kemajuan di tengah program. Kegiatan pengabdian ini juga di publikasikan di media sosial Promahadesa kamal 2024 seperti Instagram, tiktok, dan youtube yang dapat dilihat oleh semua orang. KESIMPULAN Program Mahasiswa Berdesa (PROMAHADESA) di Desa Kamal. Kecamatan Arjasa. Kabupaten Jember, telah berhasil dilaksanakan dengan tujuan utama mengurangi angka stunting dan meningkatkan kesadaran serta pengetahuan masyarakat tentang pentingnya gizi Program ini berfokus pada edukasi tentang stunting dan pernikahan dini, serta pelatihan pembuatan makanan bergizi dari hasil pertanian lokal, seperti singkong dan jagung. Hasil kegiatan Promahadesa di Desa Kamal menunjukkan dampak positif yang signifikan dalam mengurangi angka stunting pada balita. Melalui pelatihan dan penyuluhan yang terstruktur, masyarakat berhasil meningkatkan pemahaman tentang pentingnya gizi seimbang dan cara pengolahan makanan bergizi berbasis hasil pertanian lokal, seperti nugget singkong dan susu jagung. UCAPAN TERIMA KASIH Tim Promahadesa Kamal mengucapkan terima kasih kepada pihak Lembaga penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Jember yang telah memberikan pendanaan hibah Promahadesa. Terima kasih juga kami sampaikan kepada Dosen Pembimbing Lapangan. Perangkat Desa Kamal. Ibu Kader Desa Kamal. Bidan Desa Kamal, dan pihak-pihak yang telah berkontribusi dalam memberikan dukungan penuh baik moril dan materil sampai terselenggaranya kegiatan ini dengan baik. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat dan dampak yang baik bagi Masyarakat Desa Kamal. Hasil dari presentase pre-test dan post-test yang dilakukan menunjukkan keberhasilan kolaborasi antara tim Promahadesa, kader masyarakat, dan pihak terkait lainnya, dimana menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai stunting. Pelatihan pengolahan makanan bergizi berupa pembuatan nugget singkong dan susu jagung berhasil memperkenalkan alternatif makanan bergizi tinggi yang mudah diakses dan diolah dari hasil pertanian lokal. Program ini tidak hanya memberikan solusi untuk masalah gizi buruk di Desa Kamal, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kesehatan dan Vol. No. 1, 2025 JUKESHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat kesejahteraan masyarakat di Desa Kamal secara berkelanjutan. REFERENSI