Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 866-884 STATUS KEBERLANJUTAN BUDIDAYA SAYURAN HIDROPONIK DI KOTA PADANG SUMATERA BARAT SUSTAINABILITY STATUS OF HYDROPONIC VEGETABLE CULTIVATION IN PADANG CITY. WEST SUMATRA Rika Yulia Putri*. Mia Rosmiati. Wawan Gunawan Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung. Jalan Ganesha No. Bandung. Indonesia *Email: rikayuliaputri@students. (Diterima 19-03-2022. Disetujui 01-06-2. ABSTRAK Sayuran memiliki manfaat krusial dalam pemenuhan konsumsi pangan dan gizi manusia. Permintaan terhadap komoditas sayuran hidroponik terus meningkat setiap tahunnya seperti kebutuhan sayuran di Kota Padang. Tujuan penelitian yaitu untuk menentukan status keberlanjutan budidaya sayuran hidroponik di Kota Padang Sumatera Barat berdasarkan dimensi ekonomi, sosial, ekologi, teknis, kelembagaan, dan multidimensional. Data yang didapatkan dioleh melalui multidimensional scaling (MDS). Hasil penelitian menunjukkan status keberlanjutan budidaya sayuran hidroponik di Kota Padang Sumatera Barat berdasarkan analisis gabungan . memiliki nilai 49,13% yaitu cukup berkelanjutan. Hasil analisis tiap dimensi memperlihatkan bahwa dimensi ekonomi dan kelembagaan masing-masing memiliki nilai 51,07% dan 42,15% yaitu cukup berkelanjutan. Dimensi ekologi dan teknis masing-masing memiliki nilai 60,89% dan 63,47% yaitu berkelanjutan. Sedangkan, dimensi sosial memiliki nilai paling rendah 31,02% yaitu kurang berkelanjutan. Kata kunci: multidimensional scaling (MDS), sayuran hidroponik, status keberlanjutan ABSTRACT Vegetables have crucial benefits in meeting the needs of food consumption and human nutrition. The demand for hydroponic vegetable commodities continues to increase every year such as vegetable needs in Padang City. The purpose of the study is to see the sustainability status of hydroponic vegetable cultivation in Padang City. West Sumatra supported economic, social, ecological, technical, institutional, and multidimensional dimensions. The information is obtained through multidimensional scaling (MDS. The result showed the sustainability status of the cultivation of hydroponic vegetables in Padang City. West Sumatra based on an overall . analysis features a value of 49,13% which is quite sustainable. The results of every dimensions analysis showed that the economic and institutional dimensions of 51,07% and 42,15% respectively, were quite sustainable. The ecological and technical dimensions have a price of 60,89% and 63,47% respectively. Meanwhile, the social dimensions have all-time low value of 31,02% which is a smaller amount sustainable. Keywords: multidimensional scaling (MDS), hydroponic vegetable, sustainability status Permintaan terhadap komoditas PENDAHULUAN Komoditas sayuran segar terus meningkat seperti kebutuhan sayuran di Kota Padang. kebutuhan konsumsi pangan dan gizi Menurut Dinas Pangan Kota Padang STATUS KEBERLANJUTAN BUDIDAYA SAYURAN HIDROPONIK DI KOTA PADANG SUMATERA BARAT Rika Yulia Putri. Mia Rosmiati. Wawan Gunawan kebutuhan sayuran mencapai 61. 320 ton lingkungan yang kurang optimal, di pada tahun 2019 (InfoPublik, 2. Sedangkan data produksi dari Dinas sayuran yang tinggi (Ramahdana & Pangan Kota Padang bahwa produksi Wilis, 2. sayuran yang tersedia di Kota Padang Kelebihan dalam menggunakan adalah sebesar 1. 863 ton per tahunnya. teknik hidroponik dalam bercocok tanam Hasil ini jauh lebih rendah dibandingkan kebutuhan sayuran masyarakat di Kota efisien, tumbuhan dapat tumbuh tanpa Padang (InfoPublik, 2. tanah, tidak ada resiko buat penanaman Disamping itu masalah pertanian terus menerus sepanjang tahun, kuantitas dan kualitas produksi jauh lebih tinggi serta lebih higienis, efisiensi pemakaian mendukung, dengan curah hujan yang pupuk dan air, waktu tanam lebih singkat, cukup tinggi atau bahkan kekeringan. Kondisi Dengan penggunaan pupuk kimia kurang efektif dimiliki oleh teknik ini, hidroponik menjadi suatu hal yang baru dalam hilangnya hara tanah, dan rendahnya kesuburan tanah (Fatkhurrahman et al. Hal ini akan berdampak di (Suharto. Kehadiran mengalami penurunan secara kualitas maupun kuantitas (Sardiana, 2. memberikan manfaat terhadap aspek Bertambahnya dan kelembagaan (Sudiono et al, 2. teknologi hidroponik selain memiliki peluang bisnis, juga dapat meningkatkan memanfaatkan perkembangan teknologi, ketahanan pangan dan mengatasi masalah terbatasnya lahan, seperti di Kota Padang yang mengalami penurunan total luas Hal Budidaya ekonomi, ekologi, sosial, ekonomi, teknis konsumen tentang pola hidup yang sehat lahan pertanian sebesar 210 hektar dari Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 866-884 tahun 2011-2017 (Ramahdana & Wilis. Perubahan luas lahan pertanian Kota Padang diatas dapat menjadi sumber tersebut, tujuan penelitian ini adalah masalah dari masyarakat yaitu dalam budidaya sayuran hidroponik di Kota (Ramahdana Berdasarkan Wilis. Permasalahan tersebut menjadi pemicu Padang bagi masyarakat Kota Padang untuk dimensi ekonomi, sosial, ekologi, teknis, kelembagaan, dan multidimensional. Sumatera Barat hidroponik dengan jumlah mencapai 10 pelaku bisnis hidroponik pada tahun METODE PENELITIAN 2019, serta dapat menghasilkan sekitar 29 Penelitian kg per harinya. Namun, produksi tersebut beberapa usaha hidroponik Kota Padang yang tersebar pada kecamatan seperti permintaan yang bersifat kontinu yaitu 58 Padang Utara. Koto Tangah. Kuranji, dan kg per hari (Ramahdana & Wilis, 2. Nanggalo. Pengambilan data dilakukan Melemahnya produksi dari 16-01-2021 hingga 16-02-2022. hidroponik di Kota Padang disebabkan Metode oleh beberapa kendala seperti: faktor fisik kuantitatif deskriptif. berupa suhu yang tinggi, curah hujan Jenis data yang digunakan adalah yang rendah, pH yang tidak sesuai data primer yang bersumber dari hasil sehingga menyulitkan tanaman menyerap wawancara dan nutrisi, jumlah talang pembibitan dan terhadap pemilik usaha budidaya sayuran hidroponik di Kota Padang. Sedangkan Kendala selanjutnya yaitu, data sekunder didapatkan dari studi belum optimalnya aturan pemerintah pengisian kuesioner Kota Padang terkait budidaya sayuran Teknik penarikan sampel yang Hal ini juga dibuktikan dipakai adalah purposive sampling antara dengan hasil Renstra Kota Padang pada lain penelitian dengan menggunakan tahun 2019-2024 yang membahas isu kriteria yang telah dipilih oleh peneliti terkait upaya mengendalikan alih fungsi lahan pertanian secara bertahap dan dominan (Mukhsin et al, 2. Kriteria STATUS KEBERLANJUTAN BUDIDAYA SAYURAN HIDROPONIK DI KOTA PADANG SUMATERA BARAT Rika Yulia Putri. Mia Rosmiati. Wawan Gunawan penelitian ini adalah: Pemilik Nilai status (%) 0,00-19,99 20,00-39,99 Kategori Tidak berkelanjutan Kurang 40,00-59,99 Cukup 60,00-79,99 Berkelanjutan 80,00-100,00 Sangat Sumber: Kamulyan et al, 2017 hidroponik dalam lingkup hobi. Pemilik memahami status keberlanjutan dan strategi usaha sayuran hidroponik Prosedur yang sedang dilakukan baik dari . Melakukan Responden yang akan diwawancarai dan yaitu dimensi ekonomi, sosial, teknis, ekologi, dan kelembagaan berdasarkan Alfi Hidroponik. Bgd Hydrofarm. Tekno hasil observasi dan wawancara dengan Sosio Farm. Andalas Hidroponik Padang, pemilik usaha. Wrp Hidroponik. Parak Hidroponik, dan . Skoring Faidh Hidroponik. atau status keberlanjutan dari usaha yang bertujuan untuk menentukan posisi budidaya sayuran hidroponik di Kota keberlanjutan suatu usaha pada setiap Padang Sumatera Barat. Kemudian diperoleh nilai stress sekaligus R2. Nilai stress yang baik ditunjukkan berkelanjutan, serta menghasilkan output oleh nilai stress kecil dari 0,25 dan berupa grafik ordinasi dan nilai indeks untuk mengetahui gambaran posisi teknik RAPFISH, yaitu sebuah teknik multidimensional for microsoft excels, lain multidimensional scaling melalui dianalisis menggunakan software Rap- Alat analisis yang dipakai antara dari dimensi yang sudah ditentukan. Kota Padang yaitu Blasta Urban Farming, baik . terhadap atribut-atribut merupakan pemilik usaha hidroponik di nilai ekstrim buruk . sampai mengisi kuesioner analisis keberlanjutan dan kelembagaan. keberlanjutan pada penelitian ini antara aspek ekonomi, sosial, teknis, ekologi Monte-Carlo Tabel 1. Kriteria status keberlanjutan besar/bisnis dan bersifat kontinu (Rosmiati et al, 2. memiliki usaha sayuran dengan skala nilai R2 yang mendekati 1 (Hengki et al, 2. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 866-884 . Tahapan selanjutnya yaitu analisis Dimensi Leverage Analisis, yang merupakan Teknis sensitive dalam mempengaruhi tingkat Atribut yang paling sensitif ditandai dengan nilai Root Mean Square (RMS) yang paling tinggi (Nandini et al, 2. Kelembaga . Tahapan berikutnya adalah analisis Monte Carlo. Atribut - Dampak (Sumber: Sampeliling et al, - Penggunaan mesin/alat - Ketepatan lokasi - Penanganan hama/penyakit - Monitoring kualitas air - Ketersediaan jaringan listrik Pemanenan (Sumber: Nursidiq et al, 2019. Sampeliling et al, 2. - Kelengkapan izin usaha - SOP - Badan hukum terkait - Sertifikasi produk (Sumber: Nursidiq et al, 2. pembuatan skoring atribut. Jika selisih nilai MDS dan Monte Carlo lebih HASIL DAN PEMBAHASAN kecil dari 5% menunjukkan bahwa Deskripsi Usaha Berdasarkan data hasil wawancara tingkat keakuratan data dan atribut dimensi yang dipakai cukup baik (Hengki et al, 2. hidroponik di Kota Padang dan hasil Sosial Ekologi survei langsung, sampai saat ini terdapat Tabel 2. Atribut Dimensi Keberlanjutan Dimensi Ekonomi 8 pelaku skala bisnis/besar yang masih Atribut - Pendapatan rata-rata - Kestabilan permintaan - Sistem penjualan - Kepemilikan lahan - Produk diversity - Produktivitas (Sumber: Sampeliling et al, - Tingkat - Keterampilan kerja di bidang hidroponik/tanaman - Perolehan mengenai hidroponik - Intensitaspenyuluhan/seminar /workshop - Jumlah pekerja (Sumber: Sampeliling et al, - Kualitas air baku - Jenis tanaman - Luas RTH produktif - Daur ulang limbah aktif dan kontinu membudidayakan usaha sayuran hidroponik di Kota Padang. Pelaku usaha yang masih aktif dan kontinu diantaranya adalah Blasta Urban Farming. Alfi Bgd_Hydrofarm. Hidroponik Padang. Tekno_Sosio Farm. Andalas Hidroponik. Wrp Hidroponik. Parak Hidroponik dan Faidh Hidroponik. Seluruh pengusaha budidaya sayuran hidroponik merupakan orang asli Kota Padang. Satu diantara tujuh pelaku usaha sayuran hidroponik berjenis kelamin perempuan, rentang umur seluruh pelaku STATUS KEBERLANJUTAN BUDIDAYA SAYURAN HIDROPONIK DI KOTA PADANG SUMATERA BARAT Rika Yulia Putri. Mia Rosmiati. Wawan Gunawan usaha adalah usia 23-55 tahun dan sudah Berdasarkan Pendidikan terakhir pelaku leverage pada dimensi ekonomi, dua usaha antara lain dari lulusan Strata 1 atribut utama yang memiliki nilai Root hingga Strata 2. Luas lahan instalasi Mean Square (RMS) tertinggi adalah atribut kepemilikan lahan dan product dimiliki pelaku usaha adalah sekitar 40 diversity yaitu berturut-turut 6,08 dan m2 yang dibangun di atas tanah milik 4,61 (Gambar . Nilai RMS yang tinggi Status Keberlanjutan kepemilikan lahan dan product diversity Budidaya Sayuran Hidroponik di Kota Padang keberlanjutan usaha budidaya sayuran Berdasarkan Analisis RAPFISH hidroponik di Kota Padang dari segi Pemberian skor pada masing- masing atribut yang telah ditentukan Terpilihnya digunakan sebagai input dari analisis RAPFISH yang dilakukan pada tiap sebagai salah satu atribut yang paling dimensi, antara lain aspek ekonomi, sensitif pada dimensi ekonomi dapat disebabkan oleh status kepemilikan lahan hidroponik di Kota Padang adalah tanah Dimensi Ekonomi milik sendiri yang dijadikan sebagai multidimensional, dapat diketahui bahwa lahan budidaya dengan luasan sekitar 40 Berdasarkan atribut dalam dimensi ekonomi yaitu Hal ini membuat pelaku usaha rata-rata, mendapatkan pendapatan maksimal, karena tidak mengeluarkan kepemilikan lahan, product diversity, dan biaya sewa lahan per tahunnya. Menurut bersama-sama Pasaribu & Istriningsih . , usahatani yang lebih usaha budidaya sayuran hidroponik di efisiensi biaya paling tinggi dan hasil Kota Padang dari segi ekonomi dengan yang lebih optimal dibandingkan pola nilai indeks sebesar 51,1% (Gambar . bagi hasil atau sewa. Sedangkan, terpilihnya product diversity sebagai salah satu atribut yang berkelanjutan (Kamulyan et al, 2. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 866-884 paling sensitif pada dimensi ekonomi referensi menurut Panra & Sadewo, . produk sayuran hidroponik di Kota merupakan cara yang dilakukan oleh Padang pemilik usaha untuk penganekaragaman Rendahnya diversifikasi produk sayuran hidroponik ini disebabkan oleh keterbatasan modal menciptakan produk atau jasa baru agar sesuai dengan selera dan kebutuhan rendahnya pengetahuan dalam mengolah konsumen sehingga dapat meningkatkan sayuran, sehingga berdampak terhadap penjualan serta mempengaruhi aspek rendahnya penjualan dan keberlanjutan ekonomi perusahaan. aspek ekonomi. Hal ini sesuai dengan Other Distingishing Features RAPFISH Ordination 60,00 40,00 20,00 0,00 -20,00 BAD 0,00 20,00 40,00 60,00 Real Fisheries GOOD 100,00 120,00 80,00 References Anchors -40,00 DOWN -60,00 Fisheries Sustainability Gambar 1. Hasil Ordinasi RAPFISH Dimensi Ekonomi Leverage of Attributes Attribute Produktifitas 0,84 Produk Diversity 4,61 Kepemilikan Lahan 6,08 Sistem Penjualan 0,46 Kestabilan Permintaan 0,24 Pendapatan Rata-Rata 0,20 Root Mean Square Change in Ordination when Selected Attribute Removed . n Sustainability scale 0 to . Gambar 2. Hasil Analisis Leverage Dimensi Ekonomi STATUS KEBERLANJUTAN BUDIDAYA SAYURAN HIDROPONIK DI KOTA PADANG SUMATERA BARAT Rika Yulia Putri. Mia Rosmiati. Wawan Gunawan Dimensi Sosial Berdasarkan lingkungan memiliki pengaruh besar multidimensional, dapat diketahui bahwa terhadap keberlanjutan usaha budidaya atribut dalam dimensi sosial yaitu tingkat sayuran hidroponik di Kota Padang dari segi sosial. lingkungan, keterampilan kerja di bidang Terpilihnya keterampilan kerja di hidroponik/tanaman, perolehan informasi bidang hidroponik/tanaman sebagai salah satu atribut yang paling sensitif pada penyuluhan/pelatihan/Seminar/Workshop dimensi sosial dapat disebabkan oleh dan jumlah kerja secara bersama-sama latar belakang pendidikan pelaku usaha yang bukan di bidang pertanian atau usaha budidaya sayuran hidroponik di bidang lainnya yang berkaitan dengan Kota Padang dari segi sosial, sehingga tanaman, sehingga para pelaku usaha didapatkan nilai indeks keberlanjutan hanya mengandalkan informasi budidaya dimensi sosial sebesar 31,02% (Gambar . yang termasuk dalam kategori kurang training/pelatihan, serta belajar melalui berkelanjutan (Kamulyan et al, 2. Berdasarkan Keterbatasan informasi, dan keterampilan leverage pada dimensi sosial, dua atribut yang dimiliki membuat pelaku usaha utama yang memiliki nilai Root Mean cukup sering mengalami kegagalan pada Square (RMS) tertinggi adalah atribut awal mendirikan usaha, serta kesulitan dalam menarik perhatian masyarakat untuk mengikuti kegiatan penyuluhan yang diberikan karena rendahnya tingkat lingkungan yaitu berturut-turut 17,47 dan kepercayaan masyarakat. Menurut Hayati 10,20 (Gambar . Nilai RMS yang tinggi et al, . keterampilan kerja di bidang hidroponik/tanaman adalah salah satu atribut yang harus dimiliki para pelaku Hal ini dikarenakan keterampilan hidroponik/tanaman hidroponik/tanaman Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 866-884 kerja diperlukan agar proses budidaya Melalui proses wawancara diperoleh sesuai dengan SOP dan menghindari terhadap lingkungan hidroponik di kota terjadinya resiko kegagalan dalam usaha. Padang pada kategori cukup/sedang. Hal Terpilihnya tingkat pengetahuan ini dikarenakan para pembudidaya tidak berasal dari latar belakang pendidikan sebagai salah satu atribut yang paling pertanian atau lainnya yang berkaitan dengan lingkungan, sehingga para pelaku usaha hanya mengandalkan pengetahuan dari media sosial atau mengikuti kegiatan training online. RAPFISH Ordination Other Distingishing Features 60,00 40,00 20,00 0,00 -20,00 -40,00 -60,00 BAD 0,00 20,00 40,00 60,00 Real Fisheries GOOD 80,00 100,00 120,00 References Anchors DOWN Fisheries Sustainability Gambar 3. Hasil Ordinasi RAPFISH Dimensi Sosial Leverage of Attributes Attribute Jumlah Pekerja 9,36 Intensitas Penyuluhan/Seminar/Workshop 8,97 Perolehan Informasi Mengenai Hidroponik 10,20 Keterampilan Kerja di BidangA 17,47 Tingkat Pengetahuan PembudidayaA 10,97 Root Mean Square Change in Ordination when Selected Attribute Removed . n Sustainability scale 0 to . Gambar 4. Hasil Analisis Leverage Dimensi Sosial STATUS KEBERLANJUTAN BUDIDAYA SAYURAN HIDROPONIK DI KOTA PADANG SUMATERA BARAT Rika Yulia Putri. Mia Rosmiati. Wawan Gunawan Dimensi Ekologi Berdasarkan RTH dengan keragaman jenis tanaman dalam multidimensional, dapat diketahui bahwa atribut dalam dimensi ekologi yaitu dan ketahanan pangan. Semakin luas kualitas air baku, jenis tanaman, luas RTH yang dimiliki oleh pelaku usaha RTH produktif, daur ulang limbah, dan dapat meningkatkan keragaman jenis bersama-sama tingkat keberlanjutan usaha budidaya sayuran hidroponik di Kota Padang dari Melalui proses wawancara dengan pelaku segi ekologi, sehingga diperoleh status 60,89% pemilihan jenis sayuran (Gambar Kota yang akan diminati oleh masyarakat. Umumnya kategori berkelanjutan (Kamulyan et al. Berdasarkan Padang, sayuran yang diminati oleh masyarakat di pada aspek ekologi, dua atribut utama Kota Padang adalah pakcoy dan selada, yang memiliki nilai Root Mean Square sehingga untuk saat ini para pelaku usaha (RMS) tertinggi adalah atribut jenis membudidayakan 2 jenis sayuran tersebut tanaman dan luas RTH produktif yaitu di Kota Padang. berturut-turut 6,49 dan 6,29 (Gambar . Terpilihnya luas RTH produktif Nilai RMS yang tinggi memperlihatkan sebagai salah satu atribut yang paling bahwa atribut jenis tanaman dan luas sensitif pada dimensi ekologi dapat RTH produktif memiliki pengaruh besar terhadap keberlanjutan usaha budidaya terbuka hijau (RTH) untuk mendukung sayuran hidroponik di Kota Padang dari segi ekologi. Berdasarkan hasil diskusi dengan pelaku Terpilihnya jenis tanaman sebagai usaha hidroponik Kota Padang , atribut salah satu atribut yang paling sensitif luas RTH produktif dapat digolongkan pada dimensi ekologi dapat disebabkan Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 866-884 keberlanjutan aspek ekologi. Hal ini volume produksi yang diinginkan, serta dikarenakan, luasan RTH yang dimiliki meningkatkan kualitas ekologi dalam lingkungan di perkotaan. RAPFISH Ordination Other Distingishing Features 60,00 40,00 20,00 0,00 -20,00 Real Fisheries GOOD BAD 0,00 20,00 40,00 60,00 80,00 100,00 120,00 References Anchors -40,00 DOWN -60,00 Fisheries Sustainability Gambar 5. Hasil Ordinasi RAPFISH Dimensi Ekologi Leverage of Attributes 4,01 Daur Ulang Limbah 4,21 Attribute Dampak Usaha Terhadap Lingkungan Luas RTH Produktid 6,29 Jenis Tanaman 6,49 Kualitas Air Baku 3,41 Root Mean Square Change in Ordination when Selected Attribute Removed . n Sustainability scale 0 to . Gambar 6. Hasil Analisis Leverage Dimensi Ekologi jaringan listrik, dan pemanenan secara Dimensi Teknis Berdasarkan bersama-sama multidimensional, dapat diketahui bahwa keberlanjutan usaha budidaya sayuran hidroponik di Kota Padang dari segi penggunaan mesin/alat, ketepatan lokasi, monitoring kualitas air, ketersediaan 63,47% STATUS KEBERLANJUTAN BUDIDAYA SAYURAN HIDROPONIK DI KOTA PADANG SUMATERA BARAT Rika Yulia Putri. Mia Rosmiati. Wawan Gunawan (Gambar . yaitu termasuk pada kategori positif dari konsumen terhadap kualitas berkelanjutan (Kamulyan et al, 2. sayuran hidroponik yang dijual. Menurut Berdasarkan Suharti et al, . variabel penentu leverage pada dimensi teknis, dua atribut pertumbuhan optimal tanaman sayuran utama yang memiliki nilai Root Mean antara lain terdapatnya serangan hama Square (RMS) hama/penyakit mengakibatkan kerugian hasil panen berturut-turut 6,48 dan 6,32 (Gambar . Hal secara kualitas maupun ekonomi. Nilai RMS yang tinggi memperlihatkan Terpilihnya ketersediaan jaringan bahwa atribut penanganan hama/penyakit listrik sebagai salah satu atribut yang dan ketersediaan jaringan listrik memiliki paling sensitif pada dimensi teknis dapat pengaruh besar terhadap keberlanjutan disebabkan oleh pentingnya ketersediaan usaha budidaya sayuran hidroponik di jaringan listrik dalam Kota Padang dari segi teknis. Terpilihnya dengan metode nutrient film technique hama/penyakit tanaman sebagai salah (NFT), maupun metode nutrient film satu atribut yang paling sensitif pada technique (NFT) dan deep flow technique dimensi teknis dapat disebabkan oleh (DFT) modifikasi yang membutuhkan pompa air dalam membantu sirkulasi hama/penyakit dalam proses budidaya larutan nutrisi dan oksigen yang cukup sayuran hidroponik untuk memperoleh bagi tanaman. Menurut Asmana et al, volume produksi yang maksimal dan . kualitas sayuran yang sesuai dengan sangat penting dalam budidaya sayuran hidroponik dengan metode NFT, maupun SOP NFT dan DFT modifikasi. Hal ini hama/penyakit disebabkan dalam metode NFT maupun dilakukan oleh pelaku usaha sayuran NFT dan DFT modifikasi membutuhkan pompa air untuk mengalirkan larutan digolongkan baik. Hal ini ditunjukkan nutrisi sekaligus menyediakan oksigen dengan tingginya permintaan sayuran hidroponik di Kota Padang, serta respon SOP Berdasarkan Kota Padang Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 866-884 RAPFISH Ordination 60,00 Other Distingishing Features budidaya sayuran hidroponik. 40,00 20,00 0,00 -20,00 BAD 0,00 20,00 40,00 60,00 80,00 Real Fisheries GOOD 100,00 120,00 References Anchors -40,00 DOWN -60,00 Fisheries Sustainability Gambar 7. Hasil Ordinasi RAPFISH Dimensi Teknis Leverage of Attributes 4,22 Pemanenan Attribute Ketersediaan Jaringan Listrik 6,32 Monitoring Kualitas Air 5,81 Penanganan Hama/Penyakit 6,48 Ketepatan Lokasi 5,09 Penggunaan Mesin/Alat 2,031845123 Root Mean Square Change in Ordination when Selected Attribute Removed . n Sustainability scale 0 to . Gambar 8. Hasil Analisis Leverage Dimensi Teknis Dimensi Kelembagaan Berdasarkan keberlanjutan usaha budidaya sayuran multidimensional, dapat diketahui bahwa hidroponik di Kota Padang dari segi atribut dalam dimensi kelembagaan yaitu kelembagaan, sehingga diperoleh status kelengkapan izin usaha. SOP pengelolaan dan pemeliharan, badan hukum terkait, 42,15% (Gambar . yaitu termasuk pada dan sertifikasi produk secara bersama- STATUS KEBERLANJUTAN BUDIDAYA SAYURAN HIDROPONIK DI KOTA PADANG SUMATERA BARAT Rika Yulia Putri. Mia Rosmiati. Wawan Gunawan kategori cukup berkelanjutan (Kamulyan mengalami kesulitan seperti keterbatasan et al, 2. modal dalam mengembangkan usaha. Berdasarkan kesulitan mencari bahan baku terdekat, leverage pada dimensi kelembagaan, dua atribut utama yang memiliki nilai Root Mean Square (RMS) tertinggi adalah budidaya sayuran hidroponik, serta aturan SOP dalam proses pemasaran produk atau penetapan harga jual. berturut-turut 7,64 dan 4,73 (Gambar . Terpilihnya SOP pengelolaan dan Nilai RMS yang tinggi memperlihatkan pemeliharaan sebagai salah satu atribut bahwa atribut dan hukum terkait dan SOP pengelolaan dan pemeliharaan memiliki pengaruh besar terhadap keberlanjutan SOP usaha budidaya sayuran hidroponik di keberhasilan usaha budidaya sayuran Kota Padang dari segi kelembagaan. Terpilihnya badan hukum terkait Berdasarkan hasil diskusi dengan pelaku sebagai salah satu atribut yang paling usaha hidroponik di Kota Padang, atribut sensitif pada dimensi kelembagaan dapat SOP pengelolaan dan pemeliharaan dapat disebabkan belum terdapatnya peran digolongkan cukup baik/sedang dalam pemerintah dalam mendukung kegiatan budidaya sayuran hidroponik di Kota kelembagaan usaha. SOP pengelolaan Padang. Berdasarkan hasil diskusi dengan pelaku usaha hidroponik di Kota Padang, pemilik usaha dalam bentuk modul belum adanya badan hukum terkait yang budidaya hidroponik, sehingga konsumen mendukung atau mengelola kegiatan dapat mengetahui proses dan langkah budidaya hidroponik yang dilakukan oleh pelaku usaha. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 866-884 Other Distingishing Features RAPFISH Ordination 60,00 40,00 20,00 0,00 -20,00 BAD 0,00 20,00 40,00 60,00 80,00 Real Fisheries GOOD 100,00 120,00 References Anchors -40,00 DOWN -60,00 Fisheries Sustainability Gambar 9. Hasil Ordinasi RAPFISH Dimensi Kelembagaan Leverage of Attributes Attribute Sertifikasi Produk 0,26 Badan Hukum Terkait 7,64 SOP Pengelolaan dan Pemeliharaan 4,73 Kelengkapan Izin Usaha 3,52 Root Mean Square Change in Ordination when Selected Attribute Removed . n Sustainability scale 0 to . Gambar 10. Hasil Analisis Leverage Dimensi Kelembagaan Status Keberlanjutan Berdasarkan diagram layang yang Budidaya Sayuran Hidroponik di Kota Padang Secara Keseluruhan cenderung lebih tinggi pada dimensi Hasil analisis tiap-tiap aspek, kelembagaan, serta lebih rendah pada dimensi sosial. Hasil observasi dan hidroponik di Kota Padang adalah kurang wawancara yang telah dilakukan, para berkelanjutan hingga berkelanjutan. Nilai status keberlanjutan keseluruhan aspek hidroponik mengalami kesulitan dalam tersebut akan digambarkan melalui diagram layang seperti Gambar 11. usahanya, serta belum adanya peran dan STATUS KEBERLANJUTAN BUDIDAYA SAYURAN HIDROPONIK DI KOTA PADANG SUMATERA BARAT Rika Yulia Putri. Mia Rosmiati. Wawan Gunawan dimensi sosial, seperti tidak terdapatnya memfasilitasi kebutuhan para pelaku pekerja dalam usaha yang dilakukan, sulit mendapatkan pelatihan secara gratis. Kota Padang, sehingga pemilik usaha hanya penyuluhan/seminar/workshop. Kendala Keterbatasan modal yang dialami pelaku usaha juga berdampak masyarakat sekitar terhadap usaha yang Gambar 11. Diagram Layang Keberlanjutan Budidaya Sayuran Hidroponik di Kota Padang Berikutnya 49,13%. Hal ini menunjukkan bahwa status keberlanjutan keseluruhan dari kelima dimensi di analisis melalui uji sayuran hidroponik di Kota Padang pairwise comparison (Marota et al, secara keseluruhan memiliki kategori Hasil uji pairwise comparison Aucukup ditunjukkan sebagaimana Tabel 3. dalam menentukan keakuratan hasil MDS Pada Tabel 3 dapat diketahui berkelanjutanAy. Selanjutnya dapat diketahui dari nilai S-stress dan nilai R2. Hasil S-stress yang kecil (<0,. dan R2 . memperlihatkan sayuran hidroponik Kota Padang yaitu analisis MDS pada semua dimensi sesuai . Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 866-884 atau dalam kondisi baik (Mulia et al. RAPFISH cukup baik untuk digunakan Berikutnya pertimbangan usaha budidaya sayuran tingkat keseimbangan ordinasi (MDS), hidroponik di Kota Padang. dapat diolah melalui analisis Monte Carlo (Tabel . Menurut Mulia et al, . perbedaan nilai kedua analisis (MDS dan Monte Carl. yang lebih rendah dari 5% kepercayaan yang tinggi, serta metode Tabel 3. Nilai Status Keberlanjutan Gabungan Budidaya Sayuran Hidroponik di Kota Padang Dimensi Bobot Dimensi MDS (%) Nilai Indeks Hasil Pembobotan Ekonomi 0,087 51,07 4,44 Sosial 0,14 31,02 4,34 Ekologi 0,16 60,89 9,74 Teknis 0,21 63,47 13,33 Kelembagaan 0,41 42,15 17,28 Jumlah 1,00 49,13 Tabel 4. Nilai Stress dan R2 (Multidimens. Atribut Statistik Ekonomi Sosial Stress 0,149 0,148 0,943 0,937 Dimensi Ekologi Teknis 0,157 0,149 0,934 0,937 Tabel 5. Hasil analisis MDS dan Monte Carlo (Kepercayaan 95%) Dimensi MDS Monte Carlo (%) Ekonomi Sosial Ekologi Teknis Kelembagaan 51,07 31,02 60,89 63,47 42,15 50,72 32,36 60,80 61,56 42,73 Kelembagaan 0,177 0,924 Selisih (%) 0,35 1,34 0,09 1,91 0,58 STATUS KEBERLANJUTAN BUDIDAYA SAYURAN HIDROPONIK DI KOTA PADANG SUMATERA BARAT Rika Yulia Putri. Mia Rosmiati. Wawan Gunawan DAFTAR PUSTAKA Asmana. Abdullah. , & Putra, . Analisis Keseragaman Aspek Fertigasi Pada Desain Sistem Hidroponik melalui Perlakuan Kemiringan Talang. Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem , 5. : 303-307. Fatkhurrahman. Siswoyo. , & Azhar. Penggunaan Pupuk Bio Mikoriza Pada Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonium L. Sebagai Salah Satu Penerapan Pertanian Berkelanjutan. Jurnal Inovasi Penelitian, 1. : 133-148. Hayati. Fitriyah. , & Wijayadi. Pelatihan Budidaya Tanaman Secara Hidroponik untuk Pemenuhan Kebutuhan Sayur Skala Rumah Tangga. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 6. Hengki. Kurniati. , & Oktoriana. Analisis Faktor yang Mempengaruhi Alih Lahan Karet Menjadi Perkebunan Kelapa Sawit di Desa Pandu Raya Kecamatan Parindu Kabupaten Sanggau. Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis, 7. : 200211. InfoPublik. Dinas Pangan Kota Padang Pastikan Keamanan Pangan Jelang Ramadan. Diakses 18 November https://infopublik. id/kategori/nusanta ra/343181/dinas-pangan-kotapadang-pastikan-keamanan-panganjelang-ramadan. Kamulyan. Wiguna. , & Slamet. Penilaian Keberlanjutan Pengelolaan Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat Di Kota Blitar. Jurnal Teknik Sipil, 32. : 60-65. Marota. Marimin. , & Sasongko. Perancangan dan Penerapan Material Flow Cost Accounting KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Status sayuran hidroponik di Kota Padang Sumatera Barat bersumber hasil analisis gabungan . memiliki nilai 49,13% yaitu digolongkan sebagai cukup Hasil dimensi, memperlihatkan bahwa dimensi masing memiliki 42,15% 51,07% yaitu cukup berkelanjutan. Dimensi ekologi dan teknis masingmasing memiliki 60,89% 63,47% yaitu berkelanjutan. Sedangkan, dimensi sosial memiliki nilai rendah 31,02% yaitu kurang berkelanjutan. Saran