Lenny Astuti1. Abdurahman Yanza2 Volume 10. Juni 2019. Nomor 1 HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN MASA KERJA PERAWAT DENGAN PENCEGAHAN INFEKSI NOSOKOMIAL PADA PERAWATAN LUKA POST OPERASI Lenny Astuti1. Abdurahman Yanza2 Program Studi Ilmu Keperawatan. STIK Siti Khadijah Palembang1,2 leni@stik-sitikhadijjah. yanza89@gmail. ABSTRAK Latar belakang: Infeksi nosokomial merupakan persoalaan serius yang menjadi penyebab langsung maupun tidak langsung kematian pasien. Walaupun beberapa kejadian Infeksi nosokomial tidak menyebabkan kematian pasien, namun menyebabkan pasien dirawat lebih lama akibatnya pasien harus membayar lebih mahal. Oleh karena itu, perlu adanya upaya pencegahan dan pengendalian yang sistematis, terencana, dan terkoordinasi yang berkesinambungan, dimana dengan upaya pencegahan yang lebih mudah maka hal-hal yang berkaitan dengan problematika infeksi nosokomial dapat dicegah atau dibuat seminimal mungkin. Tujuan: untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan masa kerja perawat dengan pencegahan infeksi nosokomial pada perawatan luka post operasi di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Pusri Palembang. Metode: penelitian ini menggunakan survei deskriptif dengan menggunakan metode pendekatan secara cross sectional. Sampel penelitian ini adalah perawat yang memiliki sertifikasi perawatan luka di ruang rawat inap berjumlah 30 Perawat. Jenis analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisa Chi Square. Hasil: hubungan antara pengetahuan perawat dengan pencegahan infeksi nosokomial pada perawatan luka post operasi didapatkan nilai p: 0,037, dan hubungan antara masa kerja dengan pencegahan infeksi pada perawatan luka post operasi dengan nilai p 0,411. Saran: Dalam penilitian ini diharapkan perawat agar dapat meningkatkan pengetahuan dalam pencegahan infeksi noskomial pada perawatan dengan mengadakan pelatihan atau seminar ilmiah tentang infeksi nosokomial. Kata Kunci : Pengetatahuan, masa kerja. Pencegahan Infeksi Nosokomial ABSTRACT Background: Nosocomial infection is a serious problem that causes both direct and indirect death of the patient. Although some occurrence Nosocomial infections do not cause death of the patient, but cause the patient is treated longer as a result the patient must pay more expensive. Therefore, there needs to be a systematic, planned, and coordinated prevention and control system which, with the easier prevention effort, can relate to the problematics of nosocomial infections can be prevented or Objectives: To know the relationship of knowledge and nurse working period with prevention of nosocomial infection on post operation wound care in the long stayward at pusri hospital Palembang. Method: Deskriptif survey by using approach method by cross sectional. The sample of this study were nurses who have wound care certification in the long stayward at pusri hospital palembang. amounting to 30 Nurses with random sampling system sampling technique. Results: Significant relationship between nurse knowledge with prevention of nosocomial infection in postoperative wound care in the long stayward at pusri hospital Palembang with p-Value 0,037. And there is no significant relationship between the working period and the prevention of infection on postoperative wound care at Inpatient Room of Pusri Hospital with p-Value 0,411. Conclusion:In this study nurses are expected to increase knowledge in the prevention of nosocomial infections on treatment by conducting training or scientific seminars on nosocomial infections. Keywords: Knowledge. Working Period. Prevention of Nosocomial Infection Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan | 58 Lenny Astuti1. Abdurahman Yanza2 Volume 10. Juni 2019. Nomor 1 infeksi nosokomial dapat diartikan sebagai PENDAHULUAN Infeksi (ILO) infeksi yang diperoleh atau terjadi di merupakan infeksi yang sering terjadi pada rumah sakit. Besarnya angka infeksi pasien paska pembedahan (Pandjaitan, nosokomial merupakan hasil dari sebuah Survey World Health Organization mutu pelayanan Rumah Sakit yang tidak (WHO) tahun 2015 melaporkan bahwa (Pandjaitan, 2. angka kejadian ILO di dunia berkisar National persoalaan serius yang menjadi penyebab Nosocomial Infection Surveillace (NNIS) langsung maupun tidak langsung kematian United States Infeksi America Walaupun mengindikasikan bahwa ILO merupakan Infeksi nosokomial tidak menyebabkan infeksi ketiga tersering yang terjadi di kematian pasien, namun menyebabkan rumah sakit. Sekitar 14-16% dari total pasien dirawat lebih lama akibatnya pasien pasien dirumah sakit mengalami ILO. harus membayar lebih mahal. Oleh karena Data WHO juga menunjukkan bahwa itu, perlu adanya upaya pencegahan dan sekitar 5% -34% ILO terjadi akibat infeksi pengendalian yang sistematis, terencana, nosokomial (Haryanti, dkk, 2. dan terkoordinasi yang berkesinambungan. Tingkat kematian yang berhubungan dimana dengan upaya pencegahan yang langsung akibat Surgical Site Infection lebih mudah maka hal-hal yang berkaitan (SSI) berkisar antara 3% sampai 75% di dengan problematika infeksi nosokomial rumah sakit seluruh dunia (CDC, 2. dapat dicegah atau dibuat seminimal Kejadian SSI di rumah sakit seluruh dunia mungkin (Darmadi, 2. mengalami peningkatan dari 1,2 kasus per Tindakan 100 prosedur bedah menjadi 23,6 kasus per 100 prosedur bedah (WHO, 2. menentukan dalam mengurangi infeksi Infeksi Daerah Operasi (IDO) terjadi nosokomial terutama infeksi nosokomial dalam rentang waktu <30 hari pasca dalam perawatan luka post operasi yang operasi dan jika terjadi implantasi maka pemantauan dilakukan dalam kurun waktu 1 tahun (CDC, 2. Infeksi nosokomial adalah infeksi Sedangkan yang terjadi pada penderita yang sedang dilakukan melalui tingkat pengetehuan, dalam proses asuhan perawatan, selain itu perubahan perilaku dan kebiasaan petugas Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan | 59 Lenny Astuti1. Abdurahman Yanza2 Volume 10. Juni 2019. Nomor 1 tidak menambah resiko klien membedakan yang mana sampah medis Perawat harus menerapkan tindakan asuhan keperawatan perawatan terkadang enggan untuk patuh dalam luka post operasi sesuai dengan prosedur membuang sampah medis dan non medis operasional dan bersifat hygien atau steril. sesuai tempatnya. Karena itu perawat dituntut bertanggung Salah satu Rumah Sakit di Sumatera jawab menjaga keselamatan klien di Selatan kesehatan adalah Rumah Sakit Pusri penyebaran infeksi. Beberapa cara yang Palembang. Di RS. Pusri Palembang dapat dilakukan oleh perawat dalam menyediakan pelayanan rawat inap, rawat pencegahan yang efektif terhadap infeksi jalan dan gawat darurat. Dari data yang di nosokomial yaitu dengan mengharuskan peroleh dari RS Pusri pada tahun 2014 sebanyak 8 %, pada tahun 2015 angka Seperti perawat tidak kejadian infeksi nosokomial sebanyak 8%, kontak langsung dengan klien, peralatan dan pada tahun 2016 angka kejadian yang terkontaminasi dan benda yang kotor (Darmadi, 2. Sedangkan Dari penelitian Mardiah . (Pencegahan dan Pengendalian Infeksi didapatkan bahwa dalam pendataan dari (PPI) Rumah Sakit Pusri Palembang angka 10 perawat yang melakukan cuci tangan kejadian ILO pada tahun 2014 sebanyak 6 hanya 4 yang melakukan cuci tangan %, pada tahun 2015 sebanyak 0 % dan sesuai prosedur, dan hanya 35 % perawat tahun 2016 berkisar antara 4 %. (Profil melakukan cuci tangan sebelum dan PPI RS Pusri Palembang, 2. sesudah melakukan perawatan luka post Dalam Alat Berdasarkan uraian diatas maka Hubungan Pelindung Diri (APD) perawat yang tidak patuh dalam penggunaan APD sebanyak Pengetahuan Perawat dengan Infeksi Nosokomial pada pembuangan limbah . on medis dan Perawatan Luka Post Operasi Di Ruang medi. , sebanyak 40% perawat yang tidak Rawat Hal ini dimungkinkan dapat terjadi Palembang. Dan Inap Pengalaman Rumah Sakit Kerja Pusri karena perawat belum mengerti dalam Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan | 60 Lenny Astuti1. Abdurahman Yanza2 Volume 10. Juni 2019. Nomor 1 menggunakan analisis univariat, untuk METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain presentasi yang dilakukan pada setiap deskriptif dan pendekatan cross-sectional. dan bivariat menggunakan uji Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Chi Square, untuk mengetahui hubungan April sampai dengan Juli tahun 2017, antara variabel independen (Pengetahuan sedangkan pengambilan data dilaksanakan dan Masa Kerj. denganvariabel dependen pada tanggal 20 Mei - 18 Juni Tahun 2017. (Pencegahan Infeksi Nosokomial Pada Sampel penelitian ini menggunakan total Perawatan Luka Post Operas. memiliki sertifikasi perawatan luka di HASIL PENELITIAN ruang rawat inap berjumlah 30 Perawat. AnalisisUnivariat Pelaksanaan penelitian dapat Analisis univariat ini digunakan setelah memperoleh ijin dari pihak rumah untuk memperoleh distribusi frekuensi dan sakit dan setelah adanya persetujuan presentasi yang dilakukan pada setiap . nformed consen. dari pihak responden. Dapat dilhat pada tabel berikut. Data Tabel 1. Hasil Analisa Univariat Variabel Pencegahan Infeksi Nosokomial Baik Frekuensi . Pesentase (%) Baik Kurang Baik Lama Baru KurangBaik Pengetahuan Masa Kerja Berdasarkan tabel 1 diatas dapat infeksi nosokomial pada perawatan luka 30 responden, post operasi yang baik sebanyak 16 responden yang melakukan pencegahan responden . ,3 %), dan responden yang Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan | 61 Volume 10. Juni 2019. Nomor 1 Lenny Astuti1. Abdurahman Yanza2 memiliki pengetahuan baik sebanyak 26 Analisa responden . ,7 %), responden dengan mengetahui hubungan antara masa kerja lama sebanyak 18 responden independen (Pengetahuan dan Masa Kerj. %), dan responden dengan masa kerja lbaru sebanyak 12 responden . %). Infeksi Nosokomial Pada Perawatan Luka Analisis Bivariat Post Operas. (Pencegahan Tabel 4. Hubungan Pengetahuan perawat dengan Pencegahan Infeksi Nosokomial pada Perawatan Luka Post Operasi Pengetahuan Baik Kurang Baik Jumlah Pencegahan Inos pada Perawatan Luka Post Operasi Baik Kurang Baik 16 61,5 Berdasarkan hasil uji chi-square Jumlah p value 0,037 pada tabel 4 diperoleh p value=0,037< . yang artinya ada hubungan bermakna perawatan luka post operasi. Tabel 5. Hubungan Masa Kerja Perawat dengan Pencegahan Infeksi Nosokomial pada Perawatan Luka Post Operasi Masa Kerja Lama Baru Jumlah Pencegahan Inos pada Perawatan Luka Post Operasi Baik Kurang Baik Berdasarkan hasil uji chi-square pada tabel 5 diperoleh p value=0,411> . yang artinya tidak ada hubungan bermakna antara pengetahuan perawat dengan pencegahan infeksi nosokomial Jumlah p value 0,411 PEMBAHASAN Hubungan Pengetahuan Pencegahan Infeksi Nosokomial Pada Perawatan Luka Post Operasi Pada pengetahuan yang baik sebanyak 26 pada perawatan luka post operasi. Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan | 62 Lenny Astuti1. Abdurahman Yanza2 Volume 10. Juni 2019. Nomor 1 Sedangkan tindakan seseorang. Semakin tinggi tingkat pengetahuan yang kurang baik sebanyak 4 pendidikan seseorang makin mudah orang responden . ,3 %). Hasil dari tabel silang tersebut untuk menerima informasi. Dari hasil penelitian tersebut membuktikan bahwa ada hubungan yang bermakna %). melakukan pencegahan infeksi nosokomial perawatan luka post operasi dengan baik pencegahan infeksi luka operasi . : 0,. sebanyak 16 responden . ,5 %), lebih Hal ini di dasarkan oleh teori yang besar dibandingkan dengan responden yang memiliki pengetahuan kurang baik Notoatmodjo . , yang mengemukakan bahwa sebelum seseorang mengadopsi nosokomial pada perawatan luka dengan suatu perilaku baru maka diri seorang itu baik sebanyak 0 responden . %). akan terjadi proses seperti kesadaran Berdasarkan hasil uji chi-square diperoleh . p value=0,037< . yang artinya ada . , hubungan bermakna antara pengetahuan . , melakukan sesuatu sesuai dengan yang dikehendaki oleh stimulus nosokomial pada perawatan luka post . seseorang itu akan berperilaku sesuai Pengetahuan merupakan hasil dari tahu, dengan pengetahuan yang dimilikinya jadi dan ini terjadi setelah orang melakukan seseorang itu tidak hanya sekedar tahu dan penginderaan terhadap suatu objek tertentu Penginderaan terjadi melalui panca indera mengaplikasikan ilmu yang dimilikinya dalam kondisi yang rill atau sebenarnya. Rogers . dan kemudian baru Notoadmojo pendengaran, penciuman, rasa dan peraba. Menurut Kusnanto . , perawat Pengetahuan atau kognitif merupakan yang memiliki pengetahuan yang baik membentuk tindakan seseorang (Over pemberi asuhan keperawatan . are give. Behaviou. emberi Menurut penelitian Sutrisno . , bimbingan/konselo. dan sebagai pendidik pengetahuan yang baik merupakan domain . sehingga dapat melaksanakan yang sangat penting untuk terbentuknya Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan | 63 Volume 10. Juni 2019. Nomor 1 Lenny Astuti1. Abdurahman Yanza2 mencakup upaya peningkatan kesehatan. Pada responden yang memiliki masa kerja lama pemulihan pemeliharaan kesehatan dan sebanyak 18 responden . %), sedangkan termasuk pada pelayanan pada pasien responden yang memilki masa kerja baru dalam keadaan terminal. sebanyak 12 responden . %). Hasil tabel Berdasarkan dari hasil penelitian silang menunjukan bahwa responden yang diatas, maka peneliti berasumsi bahwa memiliki masa kerja lama yang melakukan pengetahuan perawat sangat perawatan luka post operasi dengan baik keperawatan tentang pencegahan infeksi nosokomial pada perawatan luka. Perawat sedangkan responden yang memiliki masa kerja baru yang melakukan pencegahan keperawatan perawatan luka post operasi infeksi nosokomial pada perawatan luka sesuai dengan prosedur operasional dan post operasi dengan baik sebanyak 8 bersifat hygien atau steril. Karena itu responden . ,7%). Berdasarkan hasil uji chi-square diperoleh p value=0,411> menjaga keselamatan klien di rumah sakit . yang artinya tidak ada hubungan melalui pencegahan penyebaran infeksi. bermakna antara masa kerja perawat Beberapa cara yang dapat dilakukan oleh dengan pencegahan infeksi nosokomial perawat dalam pencegahan yang efektif pada perawatan luka post operasi. terhadap infeksi nosokomial yaitu dengan . ,4 %). Menurut Ranupendoyo dan Saud dalam Agustina . , masa kerja adalah mewaspadai penularan penyakit dengan jangka waktu yang telah dilalui sesorag cara mengontrolnya. Seperti perawat tidak sejak menekuni pekerjaan. Masa kerja kontak langsung dengan klien, peralatan yang terkontaminasi dan benda yang kotor dalam menguasai bidang tugasnya Pada Sehingga jika pengetahuan perawat baik umumnya, petugas dengan pengalaman kerja yang banyak tidak memerlukan bimbingan dibandingkan dengan petugas perawatan luka secara baik juga. yang pengalamannya sedikit. Semakin Hubungan Masa Kerja Pencegahan Infeksi Nosokomial Pada Perawatan Luka Post Operasi Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan berpengalaman orang tersebut sehingga | 64 Lenny Astuti1. Abdurahman Yanza2 Volume 10. Juni 2019. Nomor 1 kecakapan kerjanya semakin baik. Selain itu. Perawat yang bekerja dengan masa kerja yang lama lebih banyak memiliki dibandingkan usia lama, faktor tingkat pengalaman dibandingkan dengan masa keseterilan alat kemungkinan apabila alat kerja yang belum lama. Masa kerja yang kurang steril maka infeksi noskomial akan lama akan membuat perawat mempunyai pengalaman kerja yang lebih banyak sehingga sudah terbiasa dengan ancaman KESIMPULAN DAN SARAN yang ada. Kesimpulan Penelitian Setiyawati . , hasil Responden pencegahan infeksi nosokomial pada menunjukkan bahwa perawat yang masa perawatan luka post operasi yang baik kerja kurang atau sama dengan 10 tahun sebanyak . ,3 %). lebih patuh perilakunya dalam pencegahan Responden infeksi luka operasi dibandingkan dengan yang baik perawat yang masa kerjanya lebih dari 10 . ,7 %). Menurut Sunaryo . semakin pekerjaannya semakin trampil seseorang Responden dengan Masa kerja lama Ou 3 tahun sebanyak . %). dalam bekerja atau berkarya. Ada Berdasarkan dari hasil penelitian pencegahan infeksi nosokomial pada diatas, maka peneliti berasumsi bahwa perawatan luka post operasi dengan masa kerja tidak ada hubungan dengan nilai p-value 0,037. Tidak ada hubungan bermakna antara perawatan luka post operasi, kemungkinan masa kerja dengan pencegahan infeksi disebabkan oleh faktor-faktor lain yang nosokomial pada perawatan luka post mempengaruhi misalnya faktor pendidikan operasi dengan nilai P-value 0,411. semangkin tinggi pendidikan sesorang Saran maka semakin tinggi juga ilmu yang di dapat sehingga kemungkinan besar dapat Bagi Rumah Sakit Diharapkan melakukan pencegahan infeksi nosokomial secara benar, faktor usia dalam hal ini melalui pelatihan dan sosialisasi tentang infeksi nosokomial kepada petugas yang yang baru Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan | 65 Lenny Astuti1. Abdurahman Yanza2 Volume 10. Juni 2019. Nomor 1 nosokomial pada perawatan luka post pengetahuan serta dapat digunakan untuk operasi agar terhindar dari komplikasi melengkapi referensi perpustakaan yang yang timbul akibat infeksi nosokomial dan menunjang peneliti selanjutnya mempercepat proses penyembuhan luka post operasi. Bagi Peneliti Selanjutnya Diharapkan penelitian ini dengan meneliti variabel2. Bagi Institusi variabel lain, desain penelitian yang Sebagai bahan bacaan, baik bukubuku maupun majalah kesehatan yang berbeda, dan sampel penelitian yang lebih DAFTAR PUSTAKA