STUDY KEBUTUHAN AIR BERSIH DI WILAYAH PELAYANAN PDAM CABANG LOA KULU KECAMATAN LOA KULU KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Heri Noto Prasetyo Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda ABSTRACT Water in human life has a very vital function. Water is needed in everyday activities, such as for bathing, washing, and cooking. Even most the human body also consists of water. Currently, the service in Water Utilities Branch Loa Kulu has a coverage of This coverage is far from the stipulated requirement of 90%. Therefore, it is necessary to review the need of clean water for the service area of Loa Kulu Water Utilities Branch in the present and future, so that the need of the residents of Loa Kulu for clean water can be fulfilled. The method of the research is by collecting current population data and the resulting water capacity data. That way we can project the number of population and how much water needed in the planned years of 2021, 2026, 2031 and 2036. From the result, it can be concluded that the need for clean water in Water Utilities service area of Loa Branch for 2021, 2026, 2031, 2036 are Q = 131,360 liters/second, 156,084 liters/second, 180,809 liters/second, liters/second. Keywords: clean water, calculating the need for clean water 205,532 PENGANTAR Tubuh manusia terdiri dari 55% sampai 78% air, tergantung dari ukuran Agar dapat berfungsi dengan baik, tubuh manusia membutuhkan antara satu sampai tujuh liter air setiap hari untuk menghindari dehidrasi, jumlah pastinya bergantung pada tingkat aktivitas, suhu, kelembaban, dan beberapa faktor lainnya . org diakses 13 Desember 2. Air dalam kehidupan manusia mempunyai fungsi yang sangat vital. Kegiatan sehari-hari manusia tidak pernah lepas dari air. Mulai dari mandi, mencuci, memasak sampai dengan elemen tubuh manusia salah satunya juga terdiri dari air. Oleh karena itu, air bersih yang tidak mengandung unsur kimia yang membahayakan dan mengganggu fungsi tubuh manusia sangat diperlukan. Dewasa ini, tingkat pertumbuhan penduduk Indonesia sudah mencapai angka yang sangat besar. Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk, jumlah kebutuhan hidup yang harus dipenuhi tersebut juga semakin besar. Salah satu kebutuhan hidup yang utama yaitu kebutuhan akan ketersediaannya layanan air Masalah penyediaan air bersih saat ini menjadi perhatian khusus negaranegara maju maupun negara yang sedang berkembang. Indonesia sebagai salah satu negara berkembang, tidak lepas dari permasalahan penyediaan air bersih bagi Salah satu masalah pokok yang dihadapi adalah kurang tersedianya sumber air bersih, belum meratanya pelayanan penyediaan air bersih terutama di daerah pedesaan dan sumber air bersih yang ada belum dimanfaatkan secara Di kota-kota besar sumber air bersih yang dimanfaatkan oleh PDAM telah tercemari oleh limbah industri dan limbah domestik, sehingga beban pengelolaan air bersih semakin meningkat. id diakses 13 Desember PDAM Cabang Loa Kulu mempunyai tanggung jawab dan mengolah air bersih dan mendistribusikan di wilayah Kecamatan Loa Kulu. Saat ini PDAM Loa Kulu mempunyai Instalasi Pengolahan Air (IPA) terpasang dengan kapasitas 55 lt/dt, akan tetapi Instalasi Pengolahan Air Tersebut hanya mampu memproduksi air bersih dengan kapasitas 48,9 lt/dt . aporan produksi PDAM Tirta Mahaka. Dengan masih kecilnya produksi PDAM Cabang Loa Kulu tersebut, masih banyak masyarakat yang belum bisa menikmati pelayanan air bersih. Berdasarkan data yang informasikan dari Bagian Hubungan Langganan PDAM Cabang Loa Kulu bahwa masih banyaknya daftar tunggu dan keinginan masyarakat Loa Kulu untuk mendapatkan pelayanan air bersih sangat besar. Dengan meningkatnya permintaan dan kebutuhan air bersih pada PDAM Cabang Loa Kulu, adalah dengan mengadakan tinjauan ulang atau perhitungan kembali kebutuhan air bersih untuk Kecamatan Loa Kulu pada saat sekarang ini dan masa yang akan datang, supaya keinginan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan distribusi air bersih dari PDAM Cabang Loa Kulu dapat terpenuhi. CARA PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Dengan adanya analisis kebutuhan air bersih ini ditargetkan kebutuhan air bersih masyarakat dapat dipenuhi dengan tingkat pelayanan hingga 100% dari jumlah penduduk Kecamatan Loa Kulu pada masa mendatang di mana dengan menggunakan data penduduk terakhir tahun 2015 dan kemudian sampai dengan 20 tahun kedepaan yaitu tahuan 2036. ANALISA SEKTOR DOMESTIK Untuk mengetahui kreteria perencanaan air bersih pada tiap-tiap kategori dapat dilihat pada tabel 4. 1 berikut ini: Tabel 1 Pedoman Perencanaan Air Bersih PU Cipta Karya Kategori Kota berdasarkan Jumlah Penduduk Uraian 1 Konsumsi Unit Samb. Rumah 2 Konsumsi Unit Hidran Umum Satuan Kota Sedang Kota Kecil Pedesaan liter/o/h 100-150 liter/o/ 3 Konsumsi Unit Non 15 Ae 20 1,1 - 1,25 1,5 - 2,0 100 Ae 200 15 Ae 20 1,1 - 1,25 1,5 - 2,0 100 Ae 200 15 Ae 20 1,1 Ae 1,25 1,5 Ae 2,0 100 Ae 200 Domestik Konsumsi 4 terhadap Kehilangan Air 5 Domestik Faktor hari maksimum 6 Faktor jam puncak 7 Jumlah jiwa per SR 8 Jumlah jiwa per HU 9 Jam operasi Jiwa Jiwa Jam Sumber : Kimpraswil, 2003 Sedangkan untuk data jumlah penduduk Kecamatan Loa Kulu bisa dilihat pada tabel berikut ini. Tabel 2 Data Jumlah Penduduk Kecamatan Loa Kulu Tahun Jumlah Penduduk . Data Kecamatan Loa Kulu Dalam Angka, 2015 Untuk menganalisa perkembangan jumlah penduduk di wilayan penelitian, maka peneliti menggunakan Metode Regresi Linier Perhitungan Menggunakan Metode Regresi Linier Oc Oc Oc Oc Oc( (Oc ) Oc( Oc Oc Oc (Oc ) Tabel. 3 Data X,Y Untuk Perhitungan Metode Regresi Linier Tahun Tahun ke (X) Jumlah Penduduk (Jiw. (Y) Jumlah Sumber: Loa Kulu Dalam Angka, 2015 Oc Oc Oc Oc Oc( (Oc ) Oc( Oc Oc Oc (Oc ) Sehingga didapat persamaan: Dari persamaan di atas maka dapat dihitung proyeksi jumlah penduduk untuk 20 tahun kedepan. Untuk hasil perhitungan menggunakan metode regresi linier dapat dilihat pada tabel 4. 6 di berikut ini. Tabel 4 Hasil Perhitungan Menggunakan Metode Regresi Linier Tahun Proyeksi Jumlah Penduduk (Jiw. Sumber : Hasil Perhitungan, 2017 ANALISA SEKTOR NON DOMESTIK Kebutuhan air non domestik merupakan kebutuhan air yang digunakan oleh fasilitas umum dan sosial yaitu : Fasilitas pendidikan Fasilitas peribadatan Fasilitas kesehatan Fasilitas perdagangan dan jasa Fasilitas umum, rekreasi dan olahraga Fasilitas industri Peningkatan jumlah fasilitas umum dan sosial dapat ditentukan dengan menggunakan standar penduduk pendukung yang dapat diperoleh dengan cara menghitung banyaknya jumlah penduduk yang diwakili oleh satu unit fasilitas umum atau fasilitas sosial yang ada pada tahun 2015. KEBUTUHAN AIR DOMESTIK Pemakaian air untuk kebutuhan air merupakan pemakaian untuk aktivitas rumah tangga. Pemenuhan kebutuhan air domestik dilakukan dengan dua cara, yaitu sambungan rumah dan hidran umum. Tabel 4. 22 dan 23 di bawah ini menyajikan hasil perhitungan kebutuhan air domestik. SR : HU Standar Kebutuhan Air Minum : = 80 : 20 A Sambungan Rumah : 130 L/org/h A Hidran Umum 30 L/org/h Tabel 5 Jumlah Penduduk Terlayani oleh SR dan HU Penduduk Total Dilayani Samb Rumah Dilayani Hidran Umum Sumber : Kriteria Perencanaan Ditjen Cipta Karya Dinas PU, 1996 Tabel 6 Kebutuhan Air Domestik Standar Keb. Air Minum L/org/hari Populasi Keb. Air Populasi Keb. Air Populasi Keb. Air Populasi Keb. Air Jiwa L/hari Jiwa L/hari Jiwa L/hari Jiwa L/hari Samb. Rumah Hidran Umum Jenis Sambungan Total (L/har. (L/deti. Sumber : Hasil Perhitungan, 2017 82,210 97,682 113,156 128,629 KEBUTUHAN AIR NON DOMESTIK Kebutuhan air non domestik merupakan kebutuhan air yang digunakan oleh fasilitas umum dan sosial yaitu : Fasilitas Pendidikan Fasilitas Peribadatan Fasilitas Kesehatan Fasilitas Perdagangan dan Jasa Fasilitas Umum. Rekreasi dan Olahraga Kegiatan industri Besarnya kebutuhan air non domestik selama periode perencanaan ditunjukkan oleh Tabel 7. Tabel 7 Kebutuhan Air Non Domestik Standar Kebutuhan Jml Fas Keb. Air Minum L/hari L/det Sumber : Hasil Perhitungan, 2017 19,149 Jenis Fasilitas Fas. Pendidikan Fas. Peribadatan Fas. Kesehatan Fas. Perdagangan & Jasa Fas. Umum. Rekreasi, & OR Keg. Industri Total Jml Fas Keb. Air Minum Jml Fas Keb. Air Minum Jml Fas Keb. Air Minum 22,753 0 26,357 1 29,961 KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan analisis dan pembahasan yang telah diuraikan di depan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : Proyeksi jumlah penduduk Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara pada tahun 2021, 2026, 2031, 2036 secara berturut-turut adalah 572 jiwa, 76. 725 jiwa, 88. 879 jiwa dan 101. Proyeksi kebutuhan air bersih di wilayah cakupan pelayanan PDAM Cabang Loa Kulu Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara untuk tahun 2016, 2021, 2026, 2031, 2036 secara berturut-turut adalah sebesar Q = 95,52 liter/detik, 131,360 liter/detik, 156,084 liter/detik, 180,809 liter/detik, dan 205,532 liter/detik. Dan saat ini kapasitas tidak terpenuhi untuk kebutuhan masyarakat dengan total kebutuhan sebesar 95,52 lt/dt sedangkan kesediaan tahun 2016 sebesar 48,9 lt/dt. Kekurangan debit yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah cakupan pelayanan PDAM Cabang Loa Kulu Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara di tahun 2016 sebesar 95,52 - 48,9 = 46,62 OO 50 liter/detik. Untuk tahun 2021 sebesar 131,360 Ae 48,9 = 82,46 OO 85 liter/detik. Untuk tahun 2026 sebesar 156,084 Ae 133,9 = 22,184 OO 25 liter/detik. Untuk tahun 2031 sebesar 180,809 Ae 158,9 = 21,909 OO 25 liter/detik. Dan untuk tahun 2036 sebesar 205,532 Ae 183,9 = 21,631 OO 25 liter/detik. SARAN Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan maka dapat disampaikan saran-saran sebagai berikut : PDAM sudah seharusnya menghitung proyeksi kebutuhan air bersih untuk tahun 2021, 2026, 2031 dan 2036. PDAM sudah seharusnya menghitung proyeksi pertumbuhan penduduk terkait ketersediaan IPA yang ada saat ini. Perlunya penambahan IPA dengan mempertimbangkan laju proyeksi pertumbuhan penduduk dari tahun 2016 untuk diproyeksikan tahun 2036. DAFTAR PUSTAKA