Jurnal Bina Akuntansi Volume 12. Number 01. Januari 2025 pp. ISSN: 2338-113 E-ISSN : 2656-951 Open Access: https://wiyatamandala. e-journal. id/JBA Pelaksanaan Program Kesehatan Dan Keselamatan Kerja Di Lingkungan Kerja Guna Meningkatkan Produktivitas Kerja Aria Mulyapradana1. Aghus Jamaludin Kharis2. Farikhul Muafiq3. Asyarotun4. Nurul Kamilia5 1,2,3,4,5 ITSNU Pekalongan INFO ARTIKEL ABSTRAK Tujuan penelitian ini yakni untuk mengetahui pelaksanana program kesehatan dan keselamatan kerja di lingkungan kerja dapat meningkatkan produktivitas kerja karyawan. Metode yang digunakan yakni pendekatan deskriptif kualitatif dengan 4 orang informan dari UMKM Jie Food Sejahtera yang terdiri dari 1 orang pemilik usaha dan 3 orang karyawan di bagian produksi. Teknik pengambilan data yakni menggunakan wawancara, observasi dan Kata Kunci: studi pustka. Hasil penelitian yakni UMKM Jie Food Sejahtera telah menjalankan program Program K3. Lingkungan K3 di lingkungan kerja dengan cukup baik, hal ini berdampak adanya rasa aman dan Kerja. Produktivitas kenyaman kerja pada karyawan sehingga produktivitas kerja meningkat. Ada beberapa hal Kerja. Karyawan. UMKM yang perlu diperhatikan oleh pemilik usaha diantaranya pemberian pelatihan K3 secara rutin. Keywords: memperbaharui petunjuk kerja, meningkatkan kesadaran karyawan untuk menggunakan K3 Program. Work APD selama bekerja. Environment. Work ABSTRACT Productivity. Employees. The aim of this research is to determine whether the implementation of occupational health MSMEs and safety programs in the work environment can increase employee work productivity. The method used was a qualitative descriptive approach with 4 informants from UMKM Jie Food DOI: Sejahtera consisting of 1 business owner and 3 employees in the production section. Data 52859/jba. collection techniques use interviews, observation and literature studies. The results of the research are that MSME Jie Food Sejahtera has implemented the K3 program in the work environment quite well, this has an impact on employees feeling safe and comfortable at work so that work productivity increases. There are several things that business owners need to pay attention to, including providing regular K3 training, updating work instructions, increasing employee awareness of using PPE while working. Riwayat Artikel: Pengajuan: 16-01-25 Revisi: 20-01-25 Penerimaan: 21-01-25 PENDAHULUAN Perkembangan jaman yang kian berkembang pesat menjadi tantangan besar bagi organisasi/perusahaan, ditambah lagi pasca wabah Covid-19 semua sektor mulai tumbuh berkembang agar tetap produktif. Oleh karen itu, perlu adanya perubahan ke arah yang lebih baik terutama peningkatan produktivitas kerja karyawan yang memiliki pengaruh pada kinerja (Prasetiya Rini & Tenrisukki Tenriajeng, 2. Nawawi berkata bahwa produktivitas kerja adalah perbandingan output dengan input (Mulyapradana et , 2. Produktivitas kerja yang diungkapkan oleh Sedarmayanti yakni bagaimana menciptakan atau menaikkan barang atau jasa setinggi mungkin guna memanfaatkan sumber daya yang ada secara efisien dengan indikatornya adalah efektivitas dan efisiensi (Kharis et al. , 2. Oleh karena produktivitas menjadi indikator utama bagi kemajuan suatu perusahaan sehingga peningkatan produktivitas pada semua bagian sistem merupakan suatu cara untuk meningkatkan laju petumbuhan ekonomi tersebut (Wahyuni et , 2. Adapun faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja karyawan berdasarkan Sinungan diantaranya manusia, modal, metode/proses, produksi, lingkungan organisasi, lingkungan negara-negara dan lingkungan internasional (Badriyah, 2. Agar tetap terjaga produktivitas kerja karyawan maka perusahaan harus memprioritakan beberapa perspektif seperti keselamatan kerja dan kesehatan kerja karyawan serta lingkungan kerja guna seluruh karyawan dapat terlindung pada saat bekerja sehingga tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan dapat terealisasikan. Keselamatan karyawan di tempat kerja menjadi hal yang sangat penting, oleh karena itu perusahaan harus memastikan lingkungan atau area kerja untuk karyawan dalam kondisi aman dan terjamin bebas dari kecelakan kerja. Keselamatan kerja menunjukan pada kondisi yang aman atau selamat dari penderitaan, kerusakan atau kerugian di tempat kerja (Pengki Elia et al. , 2. Hal senada yang diungkapkan oleh Pelaksanaan Program Kesehatan Dan Keselamatan Kerja Di Lingkungan Kerja Guna Meningkatkan Produktivitas Kerja Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 01 Januari 2025 SumaAomur mengatakan bahwa keselamatan kerja menggambarkan rangkaian usaha guna menciptakan kondisi kerja yang aman dan tentram bagi karyawan di tempat bekerja (Setiawan, 2. Program kesehatan kerja menjadi vital dan mejadi perhatian pihak pengusaha atau perusahaan karena kesehatan karyawan yang buruk dan menurunnya semangat kerja yang dimiliki oleh karyawan dapat berdampak buruk bagi produktivitas kerja karyawan tersebut. Maka pihak perusahaan harus memperhatikan dengan cermat kesehatan karyawannya, seperti perusahaan wajib melindungi karyawan dari kecelakaan kerja di tempat kerja maupun melakukan pencegahan dan pemberantrasan penyakit di lingkungan kerja dan peningkatan kesehatan terhadap tenaga kerja. Kesehatan kerja menunjukkan kondisi yang bebas dari gangguan fisik, mental, emosi atau rasa sakit yang disebabkan oleh lingkungan kerja (Rahman, 2. Bersumber dari fenomena tersebut peneliti tertarik untuk mengkaji lebih dalam mengenai pelaksanaan program kesehatan dan keselamatan kerja di lingkungan kerja guna mengingkatkan produktivitas kerja. TELAAH LITERATUR SumaAomur mengatakan bahwa keselamatan kerja menggambarkan rangkaian usaha guna menciptakan kondisi kerja yang aman dan tentram bagi karyawan di tempat bekerja (Setiawan, 2. Kesehatan kerja menunjukkan kondisi yang bebas dari gangguan fisik, mental, emosi atau rasa sakit yang disebabkan oleh lingkungan kerja (Rahman, 2. Produktivitas kerja yang diungkapkan oleh Sedarmayanti yakni bagaimana menciptakan atau menaikkan barang atau jasa setinggi mungkin guna memanfaatkan sumber daya yang ada secara efisien dengan indikatornya adalah efektivitas dan efisiensi (Kharis et al. , 2. Oleh karena produktivitas menjadi indikator utama bagi kemajuan suatu perusahaan sehingga peningkatan produktivitas pada semua bagian sistem merupakan suatu cara untuk meningkatkan laju petumbuhan ekonomi tersebut (Wahyuni et al. METODE Penelitian yang digunakan oleh peneliti yakni pendekatan deskriptif kualitatif, dimana data dan informasi yang dibutuhkan di penelitian ini menggunakan metode wawancara mendalam dan observasi di objek penelitian (Alfian et al. , 2023. Gaviota & Mandagi, 2. Objek penelitian ini di area produksi keripik pisang UMKM Jie Food Sejahtera Kota Pekalongan yang berlangsung pada bulan Oktober sampai dengan Desember 2023. Subjek informasi di penelitian ini sebanyak 4 orang yang terdiri dari 1 orang pemilik UMKM Jie Food Sejahtera, dan 3 orang karyawan yang bertugas di juru masak. Untuk sumber data di penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terorganisir kepada para informan, untuk memperoleh data yang mendalam peneliti menggunakan alat bantu wawancara seperti pedoman wawancara, catatan, alat perekam dan foto dokumentasi. Disamping itu, peneliti memperoleh data dari hasil penelitian dari beberapa jurnal terkait topik yang di kaji (Alfian et , 2023. Korneilis & Gunawan, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Keselamatan dan kesehatan kerja (K. di tempat kerja menjadi isu yang sangat penting dalam menjaga keberlanjutan dan kesejahteraan para karyawannya. Tantangan yang dihadapi organisasi/ perusahaan dalam memastikan kesehatan dan keselamatan kerja yakni kesadaran karyawan akan pentingnya K3 dan banyak para pekerja yang kurang pengetahuan tentang K3. Kurang tahunya K3 akan berdampak pada tingginya angka kecelakan kerja, menurunnya kesehatan karyawan dan berdampak pada produktivitas serta kinerja karyawan maupun organisasi/ perusahaan (Wulandari, 2. Untuk mengatasi tatantan tersebut maka diperlukan program K3 yang terencana, terukur dan terstruktur. Program Kesehatan dan Keselamatan Kerja di lingkungan kerja telah dijalankan oleh pemilik UMKM Jie Food Sejahtera secara sederhana. Hal ini menjadi komitmen pemilik untuk memberikan rasa aman dan kenyamanan karyawan dalam bekerja khususnya di bagian produksi keripik pisang. Setiap 6 bulan sekali Dinas UMKM dan Dinas Kesehatan Kota Pekalongan mendatangi rumah produksi UMKM Jie Food Sejahtera untuk melaksanakan inspeksi mendadak terkait penerapan program K3, adapun area yang inspeksi ISSN: 2338-113 E-ISSN : 2656-951 Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 1 Januari 2025 diantaranya adalah tempat memasak keripik pisang, fenitilasi dan pencahayaan, tempat sanitasi, bahan baku keripik pisang, perlengkapan APD, peralatan pemadam api ringan dan dokumen-dokumen petunjuk Kegiatan ini dilakukan guna mendeteksi sejak dini dan meminimalisir adanya potensi bahaya di lingkungan kerja yang dapat menimbulkan kecelakaan kerja agar karyawan memperoleh tingkat yang aman bagi kesehatan dan keselamatan karyawan (Prasetyo & Budiati, 2. Jika dari hasil inspeksi tersebut ada ketidak sesuaian maka ada dilakukan pemantauan dan pembinaan kepada UMKM. Dalam hal ini UMKM Jie Food Sejahtera memperoleh lolos pemantauan atau program K3 telah dilaksanakan secara cukup baik. Pelaksanaan program K3 yang telah dijalankan oleh UMKM Jie Food Sejahtera diantaranya: Pemasangan Petunjuk Kerja Pemilik UMKM Jie Food Sejahtera telah membuat prosedur kerja untuk penggunaan alat-alat produksi pembuatan keripik pisang dan cara pakai alat pemadam api ringan (APAR) yang dipasang di tempat kerja/ ruang produksi. Manfaat lainnya adalah menunjukkan adanya potensi bahaya yang mungkin tidak terlihat, dan memberikan peringatan untuk berwaspada terhadap perilaku yang tidak diperbolehkan serta petunjuk kerja dipasang guna sebagai pengingat kepada seluruh karyawan terhadap kondisi, resiko yang berkaitan dengan keselamatan dan kesehatan kerja di ruang produksi. Pentingnya pembuatan petunjuk kerja dan diimplementasikan oleh karyawan di lingkungan kerja dapat mendorong peningkatan produktivitas kerja. Hal ini dipekuat oleh penelitian yang dilakukan oleh R. Neny Kusumdewi, bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara standar operasional prosedur terhadap produktivitas kerja (Kusumadewi, 2. Pemakaian Alat Pelindung Diri Alat pelindung diri (APD) merupakan kewajiban yang harus digunakan oleh semua pekerja saat bekerja guna untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja seperti terjatuh, terpotong benda tajam, cidera kerja dan terkena cipratan minyak goreng Pemilik usaha telah menyediakan APD untuk 3 orang karyawan di bagian produksi diantaranya adalah sarung tangan, alas kaki, masker pelindung hidung dan baju apron. Penelitian yang dilakukan oleh Canciana, dkk menyatakan bahwa penggunaan alat pelindung diri dalam keselamatan dan kesehatan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas karyawan (Canciana et al. , 2. Pemasangan lampu penerangan Untuk mencegah terjadi kerusakan hasil produksi keripik pisang dan terpotong benda tajam yang akan mengakibatkan kerugian produksi maka pemilik usaha memasang lampu penerangan di beberapa sudut ruang produksi. Hal ini diperkuat dari penelitian di jurnal ILO bahwa penerangan di lokasi kerja dapat meningkatkan produktivitas dan meninimalisir adanya kesalahan kerja (Rahmawati et al. , 2. Kebersihan Area Produksi Keripik Pisang Lokasi kerja yang bersih memberikan dampak yang positif dalam menjalankan pekerjaan untuk karyawan. Setelah selesai kerja, karyawan selalu merapihkan semua peralatan kerja dan membersihkan lantai serta melakukan pemilahan limbah minyak goreng yang telah dipakai. Menjaga kebersihan area kerja maka karyawan tidak gampang terkena penyakit, sebalinya jika tidak menjaga kebersihan area kerja maka karyawan dapat terkena penyakit sehingga menurunkan produktivitas kerja. Sejalan penelitian dari Eko, dkk bahwa lingkungan kerja mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja artinya adalah apabila dilakukan peningkatan lingkungan kerja yang semakin baik dapat meningkatkan pulan produktivitas kerja karyawan (Suprapto et al. , 2. Jaminan Kesehatan Karyawan Pemilik usaha selain memperhatikan lingkungan kerja yang bersih, kesehatan karyawan menjadi perioritas di UMKM Jie Food Sejahtera karena produksi akan terhambat jika karyawannya sakit dan tidak masuk kerja. Untuk menjaga kondisi kesehatan karyawan, pemilik menyediakan kotak P3K dan memberikan fasilitas kesehatan berupa BPJS Kesehatan. Fasilitas ini bisa digunakan oleh karyawan agar mendapatkan tindakan dari dokter. Pemberian jaminan sosial kesehatan untuk karyawan memiliki dampak positif terhadap produktivitas kerja karyawan (Manik, 2. Pelatihan K3 Pelaksanaan Program Kesehatan Dan Keselamatan Kerja Di Lingkungan Kerja Guna Meningkatkan Produktivitas Kerja Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 01 Januari 2025 Pemberian pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja untuk karyawan UMKM Jie Food Sejahtera sudah Tujuan dari pemberian pelatihan agar karyawan dapat mengetahui bahaya kerja apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan dapat mengatasi kondisi tersebut. Cara penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) salah satu pelatihan yang telah diberikan kepada karyawan, mereka diberikan pelatihan cara memadamkan api dengan alat tersebut. Adanya kegiatan pelatihan K3, karyawan merasa tenang, aman dan nyaman dalam bekerja sehingga produktivitas kerja karyawan dan perusahaan meningkat (Fauzi & Pramukty, 2. SIMPULAN Program keselamatan dan kesehatan kerja yang dijalankan oleh UMKM Jie Food Sejahtera sudah berjalan cukup baik hanya saja perlu ditingkatkan agar karyawan memperoleh rasa aman dan kenyamanan dalam bekerja sehingga meningkatkan produktivitas kerja karyawan. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi ditemukan beberapa temuan seperti pemilik usaha telah membuat petunjuk kerja penggunaan peralatan dan perlengkapan kerja di bagian produksi, adanya kesadaran dari karyawan dalam penggunan APD selama bekerja, penerangan lampu di ruang produksi sudah sesuai, untuk area kerja yakni ruang produksi UMKM Jie Food Sejahtera dikategorikan bersih dimana pemilik usaha dan karyawan selalu menjaga kebersihan lingkungan kerja selama jam kerja maupun menjelang akhir kerja. Adanya fasilitas BPJS Kesehatan untuk karyawan memberikan rasa aman, dan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan karyawan terkait K3 maka pemilik usaha harus rutin memberikan penyuluhan atau pelatihan kepada karyawannya. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pemilik usaha diantaranya pemberian pelatihan K3 secara rutin, memperbaharui petunjuk kerja, meningkatkan kesadaran karyawan untuk menggunakan APD selama bekerja. DAFTAR PUSTAKA