Jurnal Vokasi. Vol. 3 No. 2 Oktober 2019 ISSN : 2548-9410 (Ceta. | ISSN : 2548-4117 (Onlin. Jurnal hasil-hasil Penerapan IPTEKS dan Pengabdian Kepada Masyarakat MEMBERI PENGUATAN KEPADA GURU DALAM MENGATASI PERMASALAHAN PADA ANAK CERDAS BERBAKAT DI SD NEGERI PERCOBAAN MEDAN Sri Milfayetty1*. Ibnu Hajar2 Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Universitas Negeri Medan . JurusanPendidikan Luar Sekolah. Universitas Negeri Medan, *Email:sri. milfayetty@gmail. Abstrak Pendidikan di sekolah bagi anak cerdas berbakat perlu dilakukan inklusi dan ramah Tujuan kegiatan ini adalah memberi penguatan kepadaguru-gurumelaksanakan pembelajaran akademik secara terpadu pengembangan diri di SD Negeri Percobaan Sei Petani Medan. Pemilihan lokasi mitra didasarkan pada kebutuhan guru di kelas akselerasi untuk mengentaskan masalah perkembangan dan perilaku siswa secara terpadu dengan pembelajaran akademik. Terutama pengendalian perilaku agressifitas, emosional, sosial dan pengaturan diri. Penguatan kemampuan guru dilakukanmelalui pendekatan supervisi pendampingan. Metodenya adalah workshopdengan teknik creative art. Kemampuan guru yang diperkuat adalah memetakan masalah, membuat dan melaksanakan rancangan pembelajaran akademik terpadu pengentasan masalah, konseling dan play therapy. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa guru yang mengajar di kelas akselerasi dapat memetakan masalah siswa, merencanakan dan melaksanakan pembelajaran akademik secara terpadu dengan teknik kreatif, melakukan konseling dan play therapy sederhana. Siswa yang mengalami masalah dalam pengendalian diri, agressivitas, masalah emosi dan masalah sosial menjadi berkurang. Berdasarkan hasil ini dikemukakan bahwa penguatan kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran akademik terpadu pengembangan diri efektif dalam mengentaskan masalah perilaku siswa di SD Percobaan jalan Sei Petani Medan. Kata Kunci: Inklusi. Cerdas Berbakat. Creative Art secara holistik, artinya perkembangan akademik anak tidak berjalan secara Dengan demikian diduga pembelajaran pada kelas akselerasi tersebut belum berlangsung efektif. Mengingat bahwa pembelajaran pada kelas akselerasi berlangsung dari pagi hingga sore, siswa akan kesulitan untuk mendapatkan bantuan dari ahli di luar jam belajar sekolah. Logisnya guru yang mengajar pada kelas akselerasi perlu diberi pembelajarannya dengan pengentasan Sehingga hanya masalah yang kompleks yang perlu dialih tangankan kepada ahli . PENDAHULUAN Sekolah Dasar Negeri Percobaan berlokasi di Jalan Sei Petani No. Kelurahan Merdeka. Kecamatan Medan Baru Kota Medan Provinsi Sumatera Utara. Sekolah Dasar (SD) ini merupakan sekolah yang memberikan layanan pendidikan bagi anak Cerdas Istimewa dan Berbakat Istimewa. Penyelenggaraan merupakan sebuah konsekuensi tujuan pendidikan untuk memberikan pelayanan pada peserta didik sesuai dengan kebutuhan, kemampuan dan kondisi serta kebutuhan lingkungannya. Sekolahini Sekolah Inklusi Khusus Cerdas Berbakat (CB) Akselerasi. Fenomena menunjukkan ada siswa yang mengalami masalah emosi, masalah sosial, agressifitas dan kurang pengendalian diri di kelas akselerasi ini. Kondisi ini mengindikasikan pembelajaran di kelas akselerasi ini belum berlangsung Pembelajaran akademik yang dipadukan dengan bermain teknik creative artdapat digunakan dalam pengembangan diri dan pengentasan masalah. Setiap permainan teknik creative artmengandung makna tertentu yang dapat mengembangkan satu Jurnal Vokasi. Vol. 3 No. 2 Oktober 2019 ISSN : 2548-9410 (Ceta. | ISSN : 2548-4117 (Onlin. Jurnal hasil-hasil Penerapan IPTEKS dan Pengabdian Kepada Masyarakat dimensi perkembangan. Sehingga setiap masalah yang terdapat pada dimensi perkembangan tersebut juga akan berubah menjadi lebih baik. Apalagi kalau dilakukan secara simultan beberapa atau semua permainan pada teknik creative art tersebut dapat memberi efek holistik. Dengan dasar ini melaksanakan pembelajaran akademik terpadu dengan pengembangan diri dapat membantu Beberapa jenis kegiatan bermain yang digunakan dalam creative art play adalah sebagai berikut : . visualisasi kreatif bertujuan untuk menstimulasi pemahaman dan proses berpikir. bercerita bertujuan untuk mengembangkan moral dan . drama tujuannya untuk membina hubungan sosial, boneka tangan dan topeng untuk melindungi diri. seni untuk mengembangkan kreativitas dan pengalaman estetis. musik untuk . tari dan gerak untuk mengembangkan fisik motorik. pasir untuk pengendalian emosi. Seorang pengembangan kepribadian perkembangan sosial, emosional siswa masalahnya . menghadapi masalah. Demikian juga terhadap anak-anak special need menjadi bertambah baik kemampuannya dalam menghadapi masalah sosial, pengendalian diri, pergaulan dan hiperaktivitas. Sehingga para pendidik, orang tua dan masyarakat . dapat menerapkan bermain dengan creative art dalam pendidikan sekaligus mendorong masyarakat untuk menemukan kearifan lokal permainan tradisional dan memadukannya dengan permainan inovatif di era ini. Bermain adalah naluri manusia yang perlu dipenuhi sejak dini untuk mendapatkan sense tentang kearifan kelak di masa dewasa. METODE PELAKSANAAN Persoalan sekolah mitra yang dibantu di dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah memberi penguatan melaksanakan pembelajaran akademik terpadu dengan pengembangan diri. Termasuk dalam mengentaskan masalah pengendalian diri, agressif, sosial dan Model pendekatan yang Sedang metodenya adalah Pada kegiatan pengabdian ini dilakukan beberapa pendampingan dalam workshop pemetaan masalah siswa cerdas berbakat yang ada pada kelas akselerasi. Membuat rancangan pembelajaran teknik creative art. Melaksanakan pembelajaran terpadu pengembangan diri. konseling dan play therapy. Di dalam Supervisi pendampingan ini melibatkan kepalasekolah, sehingga pengimplementasian program layanan pendidikan ramah anak dan pembelajaran dengan integrasi creative art yang telah tersusun dapat termonitor dengan baik dan terkendali secara komprehensif. Evaluasi dalam kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan menilai dan menganalisis produk yang dihasilkan mitra, terutama layanan pendidikan ramah anak dan model pembelajaran dengan integrasi creative art, serta mampu menerapkannya secara baik dan benar. Penggunaan model pembelajaran dengan creative art juga akan mengembangkan kecakapan hidup seperti kemampuan menghadapi realita, ketangguhan dalam menghadapi permasalahan, menemukan solusi dan kemandirian. Bermain di masa anak berhubungan dengan perilaku di masa dewasa. Orang-orang dewasa yang memiliki pengalaman bermain yang cukup di masa anak ternyata menjadi orang dewasa yang lebih luwes dalam menghadapi realita, memiliki ketangguhan untuk bertahan dan menemukan solusi lebih cepat dan tepat dibanding dengan mereka yang masa kecilnya kurang Pengalaman klinis membantu perkembangan anak-anak berusia lima tahun menunjukkan bahwa model integratif holistik dalam bermain, efektif dalam membantu kemampuan anak dalam Jurnal Vokasi. Vol. 3 No. 2 Oktober 2019 ISSN : 2548-9410 (Ceta. | ISSN : 2548-4117 (Onlin. Jurnal hasil-hasil Penerapan IPTEKS dan Pengabdian Kepada Masyarakat proses pembelajaran siswa dapat berjalan efisien dan efektif. HASIL DAN PEMBAHASAN Pendampingan Pemetaan profil dan pemetaan masalah anak cerdas Kegiatan pengumpulan data dilakukan lakukan pada tanggal 24 April 2019. Pukul 9. 00 Ae 15. sedangkan pendampingan pemetaan masalah dilakukan 25 dan 26 April . 00 Ae 15. Profil Siswa Hasil pemetaan menunjukkan bahwa profil siswa pada umumnya dari aspek inteligensi, bakat dan komitmen baik. Sedangkan kondisi yang cukup ditemukan pada aspek kreativitas dan PROFIL SISWA Baik Cukup Aspek Aspek Kurang Aspek Gambar 1. Profil siswa SD Sei Petani . Pemetaan Masalah Siswa Permasalahan menunjukkan terdapat siswa yang mengalami masalah yang termasuk pada beresiko tinggi dan diduga mengganggu proses pembelajaran di kelas Masalah yang paling banyak yang dialami siswa sebanyak 35% adalah masalah emosi. Sedangkan masalah hiperaktivitas sekitar 23 %, masalah sosial 22 % dan masalah pengaturan diri sebesar Kondisi ini menunjukkan siswa Gambar 2. Peta Masalah Siswa . Pemetaan Kondisi Lingkungan Sekolah Lingkungan fisik sekolah mitra, asri dan bersih sesuai dengan sekolah ramah anak. Sehingga dari kondisi ini tidak ada yang perlu dilakukan secara khusus. Kondisi baik ini merupakan keunggulan untuk pembelajaran dan konseling. Proses pembelajaran dilaksanakan sesuai alokasi waktu yang sudah ditetapkan pada program akselerasi. Pada umumnya menggunakan cooperatif learning dan student centre. Fokus pembelajaran pada bidang akademik dan memberi waktu bagi pengembangan spiritual menghapal ayatayat AlqurAoan. Tujuan pembelajaran memadukan pendidikan karakter kepada Hasil ditemukan adalah pembelajaran sangat perkembangan siswa secara holistik dan sistematik secara integratif, kurang mendapat perhatian. Jika dihubungkan dengan data permasalahan siswa tentang hiperaktivitas, emosi, sosial serta conduct, maka tidak mengherankan ada siswa yang perkembangannya pada aspek-aspek ini belum seiring dengan perkembangan Jurnal Vokasi. Vol. 3 No. 2 Oktober 2019 ISSN : 2548-9410 (Ceta. | ISSN : 2548-4117 (Onlin. Jurnal hasil-hasil Penerapan IPTEKS dan Pengabdian Kepada Masyarakat Gambar 3. Kondisi lingkungan fisik pembelajaran Hasil analisis kondisi sekolah inklusi di sekolah percobaan jalan Sei Petani ini menunjukkan bahwa kekuatannya ada pada lingkungan sekolah yang asri dengan sarana yang lengkap dan ditata sebagai sekolah ramah anak. Hal ini dilakukan secara sinergi antara kepala sekolah dan guru serta pegawai yang ada di sekolah. Aspek akademik berjalan sesuai dengan menempatkan siswa yang cerdas berbakat yang ditandai dengan IQ di atas rata-rata. dan topeng untuk melindungi diri. seni untuk mengembangkan kreativitas dan pengalaman estetis. musik untuk . tari dan gerak untuk mengembangkan fisik motorik. pasir untuk pengendalian emosi . Agar meningkatkan maka disusunlah kegiatan pendahuluan agar para guru dapat model creative art . Pendampingan penyusunan pembelajaran dengan creative artini dilakukan dalam dua rangkaian tentangpemahaman terhadap siswa melalui Psikologi Neurosain dalam pembelajaran dan yang kedua mengalami pembelajaran creative art dan kemudian dilanjutkan Selanjutnya adalah melakukan workshop tentang pengentasan masalah siswa yang diiringi dengan kegiatan parenting dengan orang tua siswa. Pendampingan Penyusunan Rancangan Pembelajaran Hal ini dilakukan pada tanggal 9 April Berdasarkan hasil analisis tentang melaksanakan pembelajaran sekaligus juga dengan proses pengembangan secara holistik, sistemik dan integratif maka di rencanakan untuk mendisain proses Beberapa jenis pembelajaran adalah sebagai berikut : . visualisasi kreatif, permainan yang bertujuan untuk menstimulasi pemahaman dan proses berpikir. bercerita bertujuan untuk mengembangkan moral dan . drama tujuannya untuk membina hubungan sosial, boneka tangan Sosialisasi tentang psikologi neurosain di dalam pembelajaran berjalan sesuai dengan rancangan. Penilaian dilaksanakan dengan melalui penilaian proses baik melalui diskusi dengan menggunakan pola BMB3 (Berpikir, merasa, bersikap, bertindak dan bertanggungjawa. Melalui Jurnal Vokasi. Vol. 3 No. 2 Oktober 2019 ISSN : 2548-9410 (Ceta. | ISSN : 2548-4117 (Onlin. Jurnal hasil-hasil Penerapan IPTEKS dan Pengabdian Kepada Masyarakat sosialisasi diperoleh hasil sebagai berikut : peserta berpikir tentang sesuatu yang baru yang di dapatnya di dalam pelatihan seperti konsep neurosain, adanya dinamika otak triun yaitu sistem 1, sistem 2 dan sistem 3 dalam pemrosesan informasi, pelaksanaan pembelajaran sejak awal pada saat merancang pembelajaran . Para peserta merasa senang dan bersemangat dengan pengetahuan baru ini . Ketika melakukan bermain peran tentang cara yang baik dan cara yang kurang baik dalam memberi respon terhadap siswa, para guru merasakan perlunya guru memperhatikan tindakannya . Sebagai bentuk tanggungjawabnya guru perlu memikirkan dan melaksanakan kayu besar dan banyak cabang dan Ketika melihat hal tersebut anda ingin menggantung sesuatu di situ. Anda memutuskan untuk menggantung masalah yang belum sempat anda selesaikan dan membuat badan anda merasa berat untuk berjalan. Saat ini adalah masalah yang mungkin anda gantung saat ini. Setelah itu anda berjalan terus dan mendengar sesuatu, mungkin air mengalir ataupun deburan ombak, anda merasakan sensasi matahari dan aroma hutan yang anda lewati. Tiba tiba anda melihat sebuah pintu yang sangat besar dan anda membukanya, anda sangat kagum ternyata di dalam gerbang itu adalah sebuah taman yang sangat luas. Anda menghirup aroma yang ada disitu, melihat aneka warna bunga. Mungkin anda menyentuhnya, membelainya. Anda merasakan betapa luasnya taman ini. Sebentar Ambillah sebuah benda yang akan anda bawa ke sini dan anda melihat, meraba, dan mencium aroma, mungkin anda bisa mencicipinya. Lihat lah sekali lagi ke taman Kita akan kembali namun saya ingin anda tahu bahwa taman ini adalah milik anda dan anda bisa datang ke sana kapan saja anda inginkan kerena tak seorangpun dapat pergi ke sana tanpa seizin Sekarang bukalah mata anda. Membuat gambar tentang benda yang anda bawa itu di kertas kosong menggunakan spidol dan krayon yang tersedia. Ceritakanlah gambar tersebut pada . Berkelompoklah dengan teman sekitar lima orang dan berceritalah bergantian, dan setelah selesai susunlah gambar tersebut sesuai dengan kesepakatan anda bersama. Setelah itu buatlah sebuah cerita yang anda sepakati bersama Diskusi menunjukkan bahwa ketika menerapkan pembelajaran guru perlu acuannya adalah psikologi neurosain dalam pembelajaran (A). Sedangkan untuk pelaksanaannya (K) pembelajaran, rancangan stimulasi multi kecerdasan dan rancangan pembelajaran yang menyenangkan . Dari kompetensi tersebut diketahui bahwa belum semua guru mampu menerapkannya, sehingga perlu mengatur waktu untuk berlatih. Jika mereka telah dapat menggunakannya secara kompeten maka mereka akan senang dan bersemangat. Sesuai dengan kajian pada hari itu maka pendampingan ditetapkan untuk menyusun rancangan berlatih pada tanggal 16 April Pukul 9. 00 Ae 15. Desain pembelajaran creative art yang disusun adalah sebagai berikut : Visualisasi Kreatif Saat ini anda sedang berjalan di jalan Anda berjalan terus dan merasakan tangan anda menyentuh Anda melihat sesuatu di depan, kiri , kanan jalan, mendengar sesuatu ketika berjalan dan mungkin ketika anda menyentuh sesuatu anda Anda berjalan terus dan menemukan sebatang pohon Jurnal Vokasi. Vol. 3 No. 2 Oktober 2019 ISSN : 2548-9410 (Ceta. | ISSN : 2548-4117 (Onlin. Jurnal hasil-hasil Penerapan IPTEKS dan Pengabdian Kepada Masyarakat . Ceritakanlah karya bersama anda itu di depan kelas dan jelaskan maknanya bagi Anda sekelompok. Menciptakan kreativitas Kegiatan kreatif yang dilakukan untuk memahami potensi adalah meniup bahan yang menjadi balon. Hasilnya setiap orang membuat balon dengan bentuk yang berbeda. Dari sini peserta mengambil manfaat bahwa setiap orang mempunyai potensi yang unik. Ketika peserta menggabungkan balonnya dengan anggota kelompok maka balon itu berubah bentuk sesuai dengan Dari pengalaman ini peserta menyatakan bahwa perubahan bentuk karya menjadi berbeda. Setiap orang rela dengan hasil tersebut dan merasa senang dengan bentuk yang baru. Ketika menggabungkan karyanya menjadi satu maka peserta berpikir bahwa menggambarkan sinergitas bisa membuat karya lebih baik. Membentuk plastisin Setiap orang membuat sesuatu dari Menceritakan bentuk yang dibuat dari plastisin. Kemudian kelompok diminta untuk membuat cerita dari plastisin yang dibuat menjadi satu kesatuan. Menggunakan kreativitas dengan bahan alam Setiap peserta mengambil benda dan menyebut alasan Kemudian mencoba menganalisis keadaan dari warna origami putih . , merah . , hitam ( kelemaha. , kuning . , hijau . , biru . isi ke depa. Kegiatan ini menurut peserta dapat mengembangkan wawasan menalar Dapat menganalis suatu persoalan. Bermain pasir dan figurin Setiap peserta mengambil figurin dan meletakkan di pasir. Kemudian secara bersama-sama posisi dan dan membuat cerita. Pada kesempatan ini peserta merasa terkesan karena setiap orang dapat membuat karya yang akan ditonton orang lain. Bermain movement dan musik Setiap orang mengambil alat musik yang dipilih sendiri. Kemudian berkeliling mengamati karya pasir masing-masing Ketika musin berhenti, maka kelompok akan menceritakan karya pasirnya. Demikian sehingga . Role play Setiap orang mengambil properti mengambilnya di dalam kelompok. Kemudian peserta mendiskusikan di dalam kelompok peran yang akan ditampilkan dalam bermain peran Kegiatan pengentasan masalah dengan creative artini telah berhasil disusun Pada pembelajaran ini proses pengembangan pengembangan diri dari aspek emosi, sosial, pengendalian diri dan penurunan hiperaktivitas ditandai dengan setiap peserta mengambil dan mengolah sendiri yang disediakan. Setiap peserta telah menciptakan sesuatu sesuai Kemudian menyampaikannya pada orang lain. Setelah itu berdiskusi di dalam kelompok untuk menciptakan sesuatu dan setelahnya menampilkan karyanya tersebut, dan mendapat apresisi dari kelompok lain. Pada permainan tersebut semua kelompok pernah menampilkan sesuatu secara spontan dan menikmatinya bersama-sama . Pendampingan Pelaksanaan Pembelajaran Terpadu Pengembangan Diri Dengan Teknik Creative Art Kegiatan pendampingan hasil belajar dilakukan 17-19 April 2019 Kegiatan itu telah memberi pengalaman kepada peserta untuk memahami diri dan orang lain. Proses ini diawali dengan menstimulasi kemampuan seseorang untuk Jurnal Vokasi. Vol. 3 No. 2 Oktober 2019 ISSN : 2548-9410 (Ceta. | ISSN : 2548-4117 (Onlin. Jurnal hasil-hasil Penerapan IPTEKS dan Pengabdian Kepada Masyarakat secara bebas berimajinasi. Hal ini membangun daya cipta seseorang. Ketika seseorang diminta untuk menuangkan imajinasi tersebut di atas kertas, maka yang terbangun adalah kemampuan orang untuk memvisualkan secara mandiri tentang respon dirinya. Kebebasan seseorang untuk berekspressi melalui karya gambar di simulasi dari gambar Berikutnya adalah membangun kepercayaan diri pada seseorang untuk berbicara menyampaikan isi gambar yang ditunjukkannya kepada satu orang teman. Dan menceritakan gambar yang satu lagi. sini akan terjadi proses bersabar menunggu giliran berbicara, belajar menyimak satu sama lain. Perasaan dihargai, di dengarkan akan menjadi pengalaman yang baik bagi individu dalam membangun rasa percaya diri. Ketika memilih teman yang lain berkelompok untuk saling bercerita, para peserta sudah lebih berani melakukannya karena semua orang melakukan hal yang sama, mendengar dan tidak boleh bertanya kecuali menggangguk dan senyum kepada Kesempatan ini diperlukan berinteraksi dengan orang lain. Norma sosial dan aturan yang ditetapkan menjadi hal yang perlu diperhatikan peserta. Gambar 4. Pendampingan Pelaksanaan Pembelajaran Terpadu Pengembangan Diri Dengan Teknik Creative Art . Pendampingan Mengentaskan Masalah Siswa melalui konseling dan play therapy Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 5,6,7 Mei 2019. Di awali dengan mengenal masalah dan menemukan latar belakang serta kemungkinan alternatif solusi terhadap masalah. Hasil dari kegiatan yang dilakukan memadukan creative art dalam menunjukkan kondisi sebagai berikut: Terjadi penurunan masalah yang beresiko pada masalah hiperaktivitas, emosional, sosial, pengendalian diri sebagaimana Penurunan kadar masalah Sebelum Sesudah Gambar 5. Penurunan masalah yang Jurnal Vokasi. Vol. 3 No. 2 Oktober 2019 ISSN : 2548-9410 (Ceta. | ISSN : 2548-4117 (Onlin. Jurnal hasil-hasil Penerapan IPTEKS dan Pengabdian Kepada Masyarakat terpadu dengan pengembangan diri dan menerapkan ilmunya secara terus menerus, sehingga menjadi kebiasaan rutin. Pengusul akan tetap menjadi mitra sekolah SD Negeri Percobaan Jalan Sei Petani ini terutama dalam alih tangan kasus siswa yang bermasalah, menemukan masalah lain yang mungkin dapat ditemukan solusi dalam peningkatan mutu sekolah ini. Komtimen KESIMPULAN Baik Cukup Sebelum Kurang Berdasarkan hasil pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa: pendampingan dan workshop yang menunjukkan hasil bahwa program layanan yang dilaksanakan bersama sekolah mitra sebagai berikut: . guru yang mengajar di sekolah akselerasi sudah memadukan creative art dalam rancangan pembelajaran, menerapkannya dalam pembelajaran dan memberikan penilaian. Hasil penilaian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kreativitas dan komitmen siswa terhadap pembelajaran di . Masalah yang dialami siswa pengendalian diri kondisinya menurun. anak-anak yang memerlukan bantuan konseling sudah mendapatkan bantuan dari tim ahli dengan didampingi guru kelas yang telah mendapatkan Dengan dikemukakan semua proses bermain creative art seperti . visualisasi kreatif dapat menstimulasi pemahaman dan proses berpikir anak. kegiatan bercerita dapat mengembangkan moral dan . drama mampu meningkatkan hubungan sosial, boneka tangan dan topeng telah digunakan digunakan untuk melindungi diri. seni untuk pengalaman estetis. musik untuk . tari dan gerak untuk mengembangkan fisik motorik memberi kontribusi dalam kegiatan ini . Pengabdian ini secara umum telah menurunkan masalah agressivitas anak, demikian juga dengan masalah hiperaktivitas, sosial, emosional, pengendalian diri. Demikian Gambar 6. Kondisi komitmen siswa Grafik peningkatan kualitas komitmen siswa setelah pembelajaran. Saat ini 80% menjadi baik dan 20% cukup. Sebelumnya kondisi baik hanya sekitar 25% baik dan cukup 75% cukup. Kreativitas Baik Cukup Sebelum Kurang Sesudah Gambar 7. Perubahan kreativitas siswa Kondisi kreativitas siswa setelah mengintegrasikan creative art menjadi lebih baik sebesar 85% sedangkan yang berada pada kategori cukup menjadi 50 %. Keberlanjutan Program Penyerapan ilmu dan teknik yang ditransfer melalui kegiatan penerapan ipteks ini diukur dengan keberlanjutan ilmu tersebut dipraktekkan secara terus Dengan demikian guru-guru yang telah mendapatkan penguatan dalam Jurnal Vokasi. Vol. 3 No. 2 Oktober 2019 ISSN : 2548-9410 (Ceta. | ISSN : 2548-4117 (Onlin. Jurnal hasil-hasil Penerapan IPTEKS dan Pengabdian Kepada Masyarakat juga dengan kreativitas dan komitmen anak semakinbaik. DAFTAR PUSTAKA