Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) http://jurnal. id/jurnal/index. php/JPE JURKAMI Volume 10. Nomor 2, 2025 PENERAPAN FLIPPED LEARNING BERBASIS PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF UNTUK MENINGKATKAN COMPETENCE DAN COMPASSION MAHASISWA Kurnia MartikasariA Program Studi Pendidikan Ekonomi. Universitas Sanata Dharma. Indonesia 1 Corresponding Author Email: nia. martika@usd. Author Email: nia. martika@usd. Abstract: Higher education in the contemporary era faces increasingly complex challenges in preparing students to confront a constanly canging world. Higher education is not only demanded to develop academic competence, but is also expected to be capable of building students' social compassion as an integral part of learning. Furthermore, the rapid development of information and communication technology has become a challenge for universities to design comprehensive and student-centered learning innovations. This research aims to analyze implementation flipped learning based on the Paradigm of Reflective Pedagogy Keywords: (PPR) to improve studentsAo competence and compassion. This research was a Flipped Learning, quasi-experiment research. The subject of this research were students Paradigmn of participants of Introduction Microeconomics subject in Economics Education Reflektive Pedagogy, study program. Sanata Dharma University of Yogyakarta. Data collected for competence aspect was obtained by using pretest and postest score, and for compassion aspect was using questionnaires. Results of this research show that the implementation flipped learning based on the paradigm of Reflective Pedagogy can improve studentsAo competence and studentAos compassion. This research does not integrated artificial intelligence and has only examined two aspects of PPR . ompetence and compassio. other aspects such as conscience and commitment have not been studied in this research. Based on these research findings, the Study Program can encourage the integration of flipped learning based on the Paradigm of Reflective Pedagogy (RPP) into the Study Program curriculum, particularly for courses that require comprehensive and holistic competency development, especially in enhancing students' competence and Article History: Received: July 2025 Revision: August 2025 Accepted: August 2025 Published: August Abstrak: Pendidikan tinggi di era kontemporer menghadapi tantangan yang semakin kompleks dalam mempersiapkan mahasiswa untuk menghadapi dunia yang terus Pendidikan tinggi tidak hanya dituntut untuk mengembangkan kompetensi akademik . , tetapi juga diharapkan mampu membangun kepedulian sosial . mahasiswa sebagai bagian integral dari Selain itu, adanya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang berkembang pesat memjadi tantangan bagi perguruan tinggi untuk merancang inovasi pembelajaran yang komprehensif dan berpusat pada Kata kunci: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan flipped Flipped Learning. learning berbasis Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) untuk meningkatkan Paradigma Pedagogi competence dan compassion mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian Reflektif. Competence. kuasi eksperimen. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa peserta matakuliah Compassion. Pengantar Ilmu Ekonomi Mikro pada Program Studi Pendidikan Ekonomi. Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Data untuk aspek competence menggunakan pretest dan postest, dan untuk aspek compassion menggunakan Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan flipped learning berbasis Paradigma Pedagogi Reflektif dapat meningkatkan competence dan Sejarah Artikel: Diterima: July 2025 Direvisi: Agustus 2025 Disetujui: Agustus Diterbitkan: Agustus This is an open-access article under the CC-BY-SA License Copyright A2025. The Author. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) | e-ISSN 2541-0938 p-ISSN 2657-1528 658 | Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) JURKAMI Volume 10. Nomor 2, 2025 http://jurnal. id/jurnal/index. php/JPE compassion mahasiswa. Penelitian ini balum mengintegrasikan artificial intelegence dan baru mengkaji dua aspek PPR . ompetence dan compassio. , aspek lain seperti conscience dan commitment belum dikaji dalam penelitian ini. Dengan hasil penelitian ini. Program Studi dapat mendorong integrasi flipped learning berbasis Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) dalam kurikulum Program Studi, khususnya untuk matakuliah yang memerlukan pengembangan kompetensi secara komprehensif dan holistik terutama dalam meningkatkan competence dan compassion mahasiswa. How to Cite: Kurnia Martikasari. PENERAPAN FLIPPED LEARNING BERBASIS PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF UNTUK MENINGKATKAN COMPETENCE DAN COMPASSION MAHASISWA. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI), 10 . DOI: 31932/jpe. PENDAHULUAN Pendidikan tinggi di era kontemporer menghadapi tantangan yang semakin mahasiswa untuk menghadapi dunia yang terus berubah. Pendidikan tinggi tidak hanya dituntut untuk mengembangkan kompetensi akademik . , tetapi juga diharapkan mampu membangun kepedulian sosial . mahasiswa sebagai bagian integral dari pembelajaran. Tantangan yang dihadapi perguruan tinggi adalah perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang sangat pesat. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam lima tahun terakhir menunjukkan akselerasi yang luar biasa, terutama setelah pandemi COVID-19 yang memaksa institusi pendidikan untuk mengadopsi teknologi secara masif (Garcia-Penalvo, 2. Integrasi TIK dalam pendidikan tidak lagi dipandang sebagai pilihan, melainkan sebagai kebutuhan mendesak untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan abad ke21. Perkembangan TIK yang sangat pesat ini menjadi tantangan bagi dunia pendidikan untuk mengintegrasikan TIK dalam proses pembelajaran dan persoalan Teknologi memungkinkan terciptanya lingkungan Platform pembelajaran digital, aplikasi mobile, dan berbagai tools kolaboratif online telah mengubah cara mahasiswa mengakses informasi, berinteraksi dengan materi pembelajaran, dan berkomunikasi dengan dosen maupun sesama mahasiswa (Zhai et , 2. Transformasi ini menciptakan peluang baru dalam merancang pengalaman pembelajaran yang lebih bermakna dan sesuai dengan karakteristik generasi digital Paradigma pendidikan konvensional yang berfokus pada pembelajaran satu arah dan berfokus pada guru . eacher centere. kurang memadai dalam mencapai tujuan pendidikan yang holistik. Mahasiswa sering menjadi pasif selama proses pembelajaran dan kurang mendapat kesempatan yang cukup untuk mengembangkan pemikiran nilai-nilai Metode konvensional dengan pola teacher-centered cenderung membatasi ruang eksplorasi dan menumbuhkan compassion, sementara aspek competence yang dikembangkan pun sering terbatas pada penguasaan konsep This is an open-access article under the CC-BY-SA License Copyright A2025. The Author. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) | e-ISSN 2541-0938 p-ISSN 2657-1528 659 | Kurnia Martikasari. PENERAPAN FLIPPED LEARNING BERBASIS PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF UNTUK MENINGKATKAN COMPETENCE DAN COMPASSION MAHASISWA. teoritis tanpa keterkaitan yang kuat dengan aplikasi nyata. Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) merupakan pendekatan holistik dalam pendidikan yang tidak hanya fokus pada pengembangan kompetensi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan nilai-nilai humanis mahasiswa. Paradigma ini didasarkan pada spiritualitas Ignasian yang menekankan lima elemen kunci: konteks, pengalaman, refleksi, aksi, dan evaluasi (Modak, 2. Dalam konteks pendidikan tinggi modern. Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) menjadi semakin mengintegrasikan dimensi intelektual, emosional, dan spiritual dalam proses Pendekatan ini menekankan pentingnya refleksi kritis sebagai jembatan antara pengalaman dan aksi, sehingga mahasiswa tidak hanya memahami konsep secara teoritis tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam konteks nyata dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab sosial (Traub, 2. Sudirman et al. melakukan tinjauan sistematis terhadap praktik reflektif melalui menulis reflektif dalam Penelitian menganalisis 45 studi dari berbagai database akademik dan menemukan bahwa praktik menulis reflektif secara signifikan meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa dan memfasilitasi pembelajaran Studi menunjukkan bahwa "reflective practice provides positive reinforcements for students in higher education to develop mengembangkan kemampuan metakognitif Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan tinggi yang tidak hanya mencetak lulusan yang cerdas tetapi juga berkarakter dan berintegritas. Dalam era disrupsi teknologi saat ini. Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) menawarkan keseimbangan antara kemajuan teknologi dan nilai-nilai kemanusiaan karena memandang teknologi sebagai alat yang harus digunakan dengan bijak untuk melayani tujuan yang lebih besar, yaitu pembentukan manusia seutuhnya yang masyarakat (Korth, 2. Salah satu model pembelajaran inovatif dengan mengintegrasikan TIK dalam proses pembelajaran yaitu model flipped learning. Berbeda dengan model mempelajari materi pembelajaran melalui perkuliahan di kelas dan kemudian menerapkannya melalui tugas di luar kelas, flipped learning memungkinkan mahasiswa mempelajari materi secara mandiri sebelum pertemuan di kelas, sehingga waktu tatap muka dapat dioptimalkan untuk aktivitas yang lebih interaktif, kolaboratif, dan Flipped learning atau pembelajaran terbalik merupakan inovasi pedagogis yang mengoptimalkan penggunaan teknologi pembelajaran yang lebih aktif dan personal. Model ini membalik struktur pembelajaran tradisional dengan memindahkan aktivitas penyampaian informasi ke luar kelas melalui media digital, sementara waktu tatap muka digunakan untuk diskusi, (Bergmann & Sams, 2. Integrasi flipped learning dengan TIK menciptakan ekosistem pembelajaran yang fleksibel dan adaptif. Mahasiswa dapat mengakses materi pembelajaran kapan saja dan di mana saja melalui video 660 | Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) JURKAMI Volume 10. Nomor 2, 2025 http://jurnal. id/jurnal/index. php/JPE pembelajaran, podcast, atau platform elearning. Hal ini tidak hanya meningkatkan aksesibilitas tetapi juga memungkinkan personalisasi pembelajaran sesuai dengan gaya dan kecepatan belajar masing-masing mahasiswa (Chen et al. , 2. Lebih penting lagi, flipped learning memiliki kesesuaian filosofis yang kuat dengan paradigma pedagogi Ignasian. Kedua sama-sama langsung, refleksi mendalam, dan aplikasi praktis dalam proses pembelajaran. Dalam flipped learning, mahasiswa tidak hanya menjadi konsumen pasif informasi tetapi menjadi partisipan aktif yang terlibat dalam konstruksi pengetahuan mereka sendiri (Lo & Hew, 2. Kombinasi flipped learning dan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) juga berpotensi mengembangkan competence Competence penguasaan materi yang difasilitasi oleh pembelajaran aktif di kelas. Sementara itu, compassion dikembangkan melalui proses refleksi, diskusi etis, dan proyek-proyek masyarakat (Hwang & Lai, 2. Menurut Savaroza . penerapan flipped learning dalam proses pembelajaran menunjukkan hasil yang lebih efektif dan optimal dalam penguasaan konsep. Model flipped learning memberikan ruang bagi peserta didik untuk belajar mandiri sebelum kelas, kemudian mendiskusikan materi secara interaktif saat proses pembelajaran di kelas. Flipped learning juga lebih memberi ruang kepada pendidik berperan sebagai fasilitator sehingga pendidik dapat membantu peserta didik mendalami konsep melalui diskusi dan juga pemecahan masalah yang dilakukan secara kolaboratif. Namun demikian, dalam penerapan flipped learning perlu dilakukan variasi baik pendekatan, metode, bahan ajar, strategi lainnya yang sesuai dengan karakteristik peserta didik. Integrasi antara flipped learning dan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) dapat menciptakan model pembelajaran yang tidak hanya efektif dalam mengembangkan kompetensi akademik . tetapi juga meningkatkan kepedulian sosial . Flipped learning dapat menyediakan struktur yang memungkinkan mahasiswa untuk membangun pemahaman konseptual secara mandiri, sementara PPR memperkaya proses dengan dimensi reflektif yang mendorong mahasiswa untuk memaknai pengetahuan dalam konteks personal dan sosial yang lebih luas. Kombinasi ini berpotensi menciptakan pengalaman belajar yang transformatif, di mana mahasiswa tidak hanya menjadi individu yang kompeten dalam bidangnya, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap sesama dan lingkungan. Penerapan flipped learning berbasis Paradigma Pedagogi Reflektif untuk pengembangan aspek competence dan compassion khususnya dalam konteks pendidikan tinggi di Indonesia penting untuk dilakukan. Sebagai negara dengan keragaman sosial-budaya yang tinggi. Indonesia membutuhkan model pendidikan yang tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki sensitivitas sosial dan kemampuan untuk berkontribusi positif Pendekatan flipped learning dan PPR berpotensi This is an open-access article under the CC-BY-SA License Copyright A2025. The Author. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) | e-ISSN 2541-0938 p-ISSN 2657-1528 661 | Kurnia Martikasari. PENERAPAN FLIPPED LEARNING BERBASIS PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF UNTUK MENINGKATKAN COMPETENCE DAN COMPASSION MAHASISWA. menjadi solusi untuk menjawab kebutuhan Salah satu perguruan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta yang menerapkan PPR adalah Universitas Sanata Dharma. Salah satu matakuliah wajib yang cakupan materi kompleks dan membutuhkan tingkat menghubungkan teori dengan persoalan nyata adalah Pengantar Ilmu Ekonomi Mikro. Berdasarkan observasi awal pada matakuliah Pengantar Ilmu Ekonomi Mikro pada Program Studi Pendidikan Ekonomi, menunjukkan bahwa mahasiswa sering menghubungkan konsep teoretis dengan persoalan nyata di masyarakat. Mereka cenderung memiliki pemahaman yang baik tentang teori, tetapi kurang mampu mengaplikasikannya dalam konteks sosial yang kompleks. Selain itu, terdapat indikasi bahwa mahasiswa memiliki tingkat empati dan kesadaran sosial yang bervariasi, yang memengaruhi kemampuan mereka untuk Fenomena ini menekankan pentingnya model pembelajaran yang tidak pengetahuan . spek competenc. saja tetapi juga aspek kepedulian sosial . Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis lebih mendalam bagaimana penerapan flipped learning berbasis Paradigma Pedagogi Reflektif dapat meningkatkan competence dan compassion Dengan mengintegrasikan flipped learning dan PPR, diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi teoretis dan praktis dalam pengembangan model pembelajaran yang holistik di Secara penelitian ini akan mengeksplorasi bagaimana komponen reflektif dapat diintegrasikan secara efektif dalam struktur flipped learning untuk menciptakan pengalaman belajar yang tidak hanya meningkatkan pemahaman konseptual tetapi juga menumbuhkan kepedulian sosial METODE PENELITIAN Metode menggunakan pendekatan model flipped learning yang diintegrasikan Paradigma Pedagogi Reflektif. Penelitian Subjek penelitian adalah mahasiswa peserta matakuliah Pengantar Ilmu Ekonomi Mikro Program Studi Pendidikan Ekonomi. Universitas Sanata Dharma yang berjumlah 45 mahasiswa. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari Ae Juni 2025 . emester genap 2024/2. Pengembangan flipped learning berbasis Paradigma Pedagogi Ignasian menggunakan learning management system (LMS) Universitas Sanata Dharma yaitu https://belajar. id/login/index. 662 | Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) JURKAMI Volume 10. Nomor 2, 2025 http://jurnal. id/jurnal/index. php/JPE Gambar 1 Model Flipped Learning Berbasis Paradigma Pedagogi Reflektif Sumber: Martikasari, 2021. Adapun langkah dalam penerapan flipped learning berbasis PPR dalam matakuliah Pengantar Ilmu Ekonomi Mikro adalah sebagai berikut. Setiap pertemuan, dosen merancang materi, tugas, kuis dan dibagikan melalui learning management system satu minggu sebelum perkuliahan Dosen menguploadkan materi, tugas serta kuis untuk pertemuan minggu berikutnya ke learning management Dosen setiap minggu merancang pembelajaran di kelas, baik strategi, metode, media yang bervariasi. Small learning, kuis interaktif dengan kahoot dan Edpuzzle. Pada materi yang memerlukan role play, dosen juga merancang role play bersama mahasiswa. Mahasiswa dengan konsultasi dosen, merancang project rencana aksi. Adapun pengambilan data dalam pengembangan flipped learning berbasis PPR ini adalah: Observasi/pengamatan langsung Dosen melakukan oservasi di kelas mengenai kegiatan belajar mengejar, berdinamika dalam small group activity, saat presentasi maupun diskusi pleno. Aspek yang dinilai di antaranya: keterlibatan, keaktifan, partisipasi, menghargai pendapat, ketersediaan menolong teman. Kuis Dosen mengadakan kuis untuk mengetahui tingkat kahoot maupun google form. Ujian Dosen mengadakan ujian tertulis. Ujian disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik materi. Ujian dilakukan dua kali yaitu ujian tengah semester dan ujian akhir semester. Project Based Learning Dosen meminta mahasiswa dalam This is an open-access article under the CC-BY-SA License Copyright A2025. The Author. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) | e-ISSN 2541-0938 p-ISSN 2657-1528 663 | Kurnia Martikasari. PENERAPAN FLIPPED LEARNING BERBASIS PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF UNTUK MENINGKATKAN COMPETENCE DAN COMPASSION MAHASISWA. beberapa aktivitas kelompok seperti studi kasus dan juga rencana aksi berupa studi lapangan ke salah satu rumah tangga produsen. Mahasiswa membuat laporan project kelompok dan melakukan presentasi di kelas. Teknik pengembangan model flipped learning ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil beberapa temuan sebagai berikut. Konteks Penggalian diperlukan agar mahasiswa dapat belakar dan berkembang dalam komunitas belajar dengan lebih baik. Penggalian konteks dilakukan sebelum perkuliahan dimulai. Pengantar Ilmu Ekonomi Mikro merupakan matakuliah paket perkuliahan mahasiswa Pendidikan Ekonomi Semester II. Para mahasiswa semester II telah kurang lebih 1 tahun belajar di Universitas Sanata Dharma dengan berbagai keragaman yang ada dan telah lama mengenal 4C . ompetence, conscience, compassion, dan commitmen. Para mahasiswa selama kurang lebih 1 tahun belajar di Sanata Dharma, ternyata masih ada yang belum mengerti bagaimana pembelajaran, atau yang lebih dikenal dengan Paradigma Pedagogi Ignasian. Oleh karena itu, mengetahui konteks mahasiswa peserta matakuliah PIE Mikro sangat Konteks matakuliah PIE Mikro heterogen baik dari segi asal daerah, suku, jenis kelamin, agama, ras, status sosial-ekonomi orang tua, dan sekolah asal. Secara lebih lanjut, penggalian konteks mahasiswa adalah dari asal daerah dan gender. Berdasarkan mahasiswa yang mengambil matakuliah Pengantar Ilmu Ekonomi Mikro pada semester genap 2024/2025 (Januari-Juni 2. , terdapat 45 mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, yaitu sebagai berikut. Tabel 1: Distribusi Mahasiswa Berdasar Asal Daerah 664 | Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) JURKAMI Volume 10. Nomor 2, 2025 http://jurnal. id/jurnal/index. php/JPE (Sumber: Data Primer Dioleh, 2. Konteks mahasiswa berdasar asal daerah sangat beragam. Mahasiswa berasal dari berbagai provinsi di Indonesia, yaitu Jawa Tengah 16 mahasiswa . %). Daerah Istimewa Yogyakarta 12 mahasiswa . %). Kalimantan Barat 7 mahasiswa . %). Papua 2 mahasiswa . %). Sumatera Utara. Lampung. Bangka Belitung. Bengkulu. Jawa Barat. Jawa Timur. Kalimantan Timur, dan Maluku masing-masing 1 mahasiswa . %). Sebagian besar peserta matakuliah berasal dari Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Konteks mahasiswa berdasar gender, terdiri dari 10 . %) mahasiswa laki-laki dan 35 . %) mahasiswa perempuan. Disajikan Gambar 1 Distribusi Mahasiswa berdasar Gender (Data Primer Dioleh, 2. Berdasarkan konteks ini, dosen Dalam membentuk kelompok yang heterogen penelitian ini, pengalaman mahasiswa dengan variasi daerah asal dan gender. Dosen merancang kegiatan diskusi/small mengemukakan pendapat, studi kasus dan group activity, dosen dapat dibagi menjadi Diskusi beberapa kelompok kecil, 1 kelompok 4-5 mahasiswa dari asal daerah yang berbeda mengolaborasikan pemahaman mahasiswa dan dengan komposisi gender yang merata . da laki-laki dan perempuan di setiap Selain itu, berdasarkan konteks mendengarkan aktif, menghargai berbagai asal daerah ini, dosen merancang pendapat dan berbagai perspektif antar perkuliahan dengan beberapa studi kasus anggota kelompok yang heterogen. kebijakan ekonomi mikro di Indonesia. Pengalaman lain adalah mengemukakan Dosen juga merancang rotasi peran dalam Pengalaman mengemukakan kelompok, supaya partisipasi dan keaktifan pendapat diperoleh melalui kegaitan masing-masing anggota kelompok bisa presentasi kelompok, debat terstruktur, diupayakan merata. Mahasiswa diberi kesempatan untuk menyampaikan ide dengan jelas dan Pengalaman Pengalaman Paradigma menghormati pandangan teman yang Pedagogi Reflektif (PPR) merupakan tahap Pengalaman selanjutnya melalui yang memfasilitasi terjadinya pembelajaran studi kasus. Studi kasus memberi This is an open-access article under the CC-BY-SA License Copyright A2025. The Author. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) | e-ISSN 2541-0938 p-ISSN 2657-1528 665 | Kurnia Martikasari. PENERAPAN FLIPPED LEARNING BERBASIS PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF UNTUK MENINGKATKAN COMPETENCE DAN COMPASSION MAHASISWA. kesempatan mahasiswa untuk menganalisis kebijakan ekonomi mikro pemerintah Indonesia. Analisis kebijakan dapat membantu meningkatkan pemahaman mahasiswa terkait materi dan implemetasi Aktivitas ini juga menjembatani kesenjangan teori dan praktik serta mengembangkan kemampuan analitis dan problem solving. Pengalaman lain diperoleh dari studi Studi lapangan memberikan pengalaman langsung dan otentik bagi mahasiswa untuk mengamati implementasi kebijakan mikro dalam kejadian nyata. Melalui studi lapangan, mahasiswa mengembangkan empati dan pemahaman kontekstual yang lebih dalam. Pengalaman ini memperkaya perspektif mereka tentang kompleksitas implementasi kebijakan di lapangan dan membangun kesadaran akan keberagaman tantangan yang dihadapi berbagai daerah di Indonesia. Kombinasi keempat aktivitas pengalaman ini dalam model flipped learning berbasis PPR dapat secara efektif meningkatkan competence dan compassion mahasiswa, sekaligus profesional yang mampu mengapresiasi keberagaman dan mengembangkan solusi permasalahan di Indonesia. Pengalaman dalam aspek PPR dapat meningkatkan compassion mahasiswa Anugrahana . yang menyampaikan bahwa pengalaman langsung khususnya menyebabkan mahasiswa akrab satu sama lain sehingga mudah untuk bekerja sama, dan memiliki kepekaan terhadap teman membutuhkan bantuan. Refleksi Implementasi refleksi PPR dalam penelitian ini dilakukan pada setiap akhir bab menggunakan aplikasi Mentimeter. Refleksi berfungsi sebagai jembatan untuk mengintegrasikan pengalaman belajar Penggunaan Mentimeter menjadikan proses refleksi lebih interaktif dan mudah divisualisasikan, sehingga memungkinkan semua mahasiswa dari berbagai provinsi dengan latar belakang budaya berbeda dapat mengekspresikan pemikiran dan perasaan mereka secara lebih terbuka. Gambar 2 Refleksi Perasaan yang Dominan 666 | Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) JURKAMI Volume 10. Nomor 2, 2025 http://jurnal. id/jurnal/index. php/JPE Sumber: Data Primer Diolah, 2025. Berdasarkan hasil refleksi di atas, menunjukkan bahwa penerapan flipped learning berbasis Paradigma Pedadogi Reflektif untuk matakuliah Pengantar Ilmu Ekonomi Mikro ini, dapat memberikan perasaan yang sangat menyenangkan dan membahagiakan bagi mahasiswa. Selain perasaan yang dominan, dosen melakukan refleksi lebih mendalam terkait seberapa tingkat pemahaman mahasiswa menyenangkan tidaknya pembelajaran yang termotivasi, seberapa tingkat partisipasi mahasiswa, dan kebermanfaatan materi bagi mahasiswa. Hasilnya adalah sebagai Gambar 3 Refleksi Mahasiswa Selama Proses Pembelajaran (Skala 1-. Sumber: Data Primer Diolah, 2025. Refleksi Mentimeter memungkinkan penilaian yang transparan. Mahasiswa dapat merefleksikan sejauh mana mereka memahami konsep-konsep kunci, mengidentifikasi area yang masih memerlukan klarifikasi, dan menilai kemajuan pembelajaran mereka. Bagi dosen, visualisasi data tingkat pemahaman ini menjadi masukan berharga untuk menentukan apakah perlu penjelasan tambahan, modifikasi pendekatan, atau penguatan materi tertentu pada pertemuan Dengan demikian, siklus pengajaran dan pembelajaran dapat terus disesuaikan berdasarkan kebutuhan riil Berdasar mahasiswa, tingkat pemahaman mahasiswa terkait materi adalah 3,9 . ari skala 1-. , dengan demikian tingkat pemahaman mahasiswa di atas rerata dan mahasiswa memahami materi yang disampaikan dosen. Refleksi siswa tentang pembelajaran membantu mengukur efektivitas desain pembelajaran yang diterapkan. Dalam konteks flipped learning, di mana mahasiswa dituntut untuk berpartisipasi aktif baik sebelum, selama, maupun setelah perkuliahan, engagement menjadi faktor Melalui umpan balik ini, dosen dapat mengidentifikasi aktivitas yang paling menarik bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang, serta mengevaluasi heterogen, analisis studi kasus daerah, atau metode lainnya berhasil menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna. Berdasarkan refleksi mahasiswa, rerata skor untuk bagian This is an open-access article under the CC-BY-SA License Copyright A2025. The Author. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) | e-ISSN 2541-0938 p-ISSN 2657-1528 667 | Kurnia Martikasari. PENERAPAN FLIPPED LEARNING BERBASIS PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF UNTUK MENINGKATKAN COMPETENCE DAN COMPASSION MAHASISWA. refleksi ini adalah 4,5 . kala 1-. Sehingga mahasiswa merasa proses pembelajaran sangat menarik dan menyenangkan. Pengukuran mahasiswa memberikan gambaran tentang kemauan intrinsik untuk terlibat dalam Refleksi faktor-faktor meningkatkan atau menurunkan motivasi mahasiswa, seperti relevansi materi dengan konteks daerah mereka, tingkat kesulitan tugas, atau dinamika kelompok dalam aktivitas kolaboratif. Data ini penting untuk terutama bagi mereka yang mungkin merasa kurang terhubung dengan materi karena perbedaan latar belakang budaya. Berdasarkan refleksi mahasiswa, rerata skor untuk bagian refleksi ini adalah 4,4 . kala 1-. Sehingga mahasiswa sangat termotivasi selama proses pembelajaran. Refleksi mahasiswa membantu menganalisis sejauh mana desain flipped learning berbasis PPR berhasil melibatkan semua mahasiswa, terlepas dari gender atau asal daerah Ini dapat mengidentifikasi apakah ada pola dominasi tertentu dalam diskusi kelompok, atau apakah mahasiswa dari berpartisipasi dalam aktivitas kelas. Dengan menyadari dinamika partisipasi ini, dosen dapat melakukan penyesuaian untuk memastikan inklusivitas dan kesetaraan Berdasarkan refleksi mahasiswa, rerata skor untuk bagian refleksi ini adalah 4,2 . kala 1-. Dengan demikian mahasiswa Refleksi tentang kebermanfaatan materi perkuliahan mengukur persepsi mahasiswa mengenai relevansi dan aplikabilitas pengetahuan yang dipelajari. Mengingat komposisi mahasiswa yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia, refleksi ini sangat penting untuk memastikan bahwa materi dan studi kasus kebijakan mikro yang dibahas memiliki kebermanfaatan bagi konteks yang Melalui refleksi ini, dosen dapat mengidentifikasi kesenjangan antara konten pembelajaran dan kebutuhan riil mahasiswa di daerah asal mereka, sehingga dapat melakukan penyesuaian yang diperlukan. Berdasarkan refleksi mahasiswa, rerata skor untuk bagian refleksi ini adalah 4,6 . kala 1-. Sehingga dapat disimpulkan materi pembelajaran sangat bermanfaat bagi mahasiswa. Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian Pratini dan Prasetyo . bahwa refleksi PPR mampu mahasiswa membantu mahasiswa untuk semakin antusias mengikuti perkuliahan dan merespon positif penerapan PPR seperti PPR dapat memotivasi mahasiswa, bekerjasama dan disiplin. Aksi/Tindakan Tahap tindakan atau aksi dalam Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) merupakan tindakan konkret dari proses pembelajaran yang telah dilalui mahasiswa. Dalam penelitian flipped learning berbasis PPR untuk meningkatkan competence dan compassion ini, tahap aksi diwujudkan melalui pembuatan video singkat yang berisi niat atau pesan positif terkait implementasi kebijakan ekonomi mikro oleh Pemerintah Indonesia. Mahasiswa juga dapat diperkaya dengan diskusi lintas kelompok di mana mahasiswa berbagi 668 | Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) JURKAMI Volume 10. Nomor 2, 2025 http://jurnal. id/jurnal/index. php/JPE video mereka dan mendiskusikan berbagai perspektif dan solusi yang diusulkan. Hasil penelitian ini mendukung penelitian Printina, dkk . yang menyatakan bahwa aksi membantu menumbuhkan compassion mahasiswa yang diperoleh dari kegiatan dinamika kelompok, pencarian sumber, tantang pengerjaan proyek, keunggulan karya dan dana yang dikeluarkan. Evaluasi Tahap evaluasi dalam penerapan flipped learning berbasis Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) meningkatkan competence dan compassion mahasiswa ini diukur melalui pretest dan posttest menggunakan Google Form. Pretest dan posttest melalui Google Form berfungsi sebagai pembingkai utama untuk mengukur perubahan pengetahuan dan sikap mahasiswa. Pretest di awal perkuliahan tidak hanya mengukur pemahaman awal mahasiswa tentang konsep-konsep ekonomi regional dan kebijakan daerah, tetapi juga menilai tingkat compassion mereka terhadap keberagaman konteks daerah di Indonesia. Sementara itu, posttest di akhir semester perubahan signifikan dalam competence dan compassion mahasiswa setelah mengalami pembelajaran flipped berbasis PPR. Penggunaan Google Form memudahkan pengumpulan dan analisis memungkinkan dosen memberikan umpan balik yang tepat waktu kepada mahasiswa. Peningkatan Aspek Competence Peningkatan competence yang terlihat dari perbandingan nilai pretest dan posttest menunjukkan efektivitas penerapan flipped learning berbasis Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR). Hasil aspek competence adalah sebagai berikut. Gambar 4 Hasil Pretest dan Posttest Sumber: Data Primer Diolah, 2025. Berdasarkan hasil di atas, diketahui bahwa penerapan flipped learning berbasis bahwa di tahap pretest, tidak ada Paradigma Pedagogi Reflektif dapat secara mahasiswa dengan nilai A dan B, dan saat Hal ini disebabkan beberapa memperoleh nilai A dan 8 mahasiswa Pertama, terdapat proses adaptasi memperoleh nilai B. Hal ini menunjukkan yang jelas dari mahasiswa terhadap model This is an open-access article under the CC-BY-SA License Copyright A2025. The Author. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) | e-ISSN 2541-0938 p-ISSN 2657-1528 669 | Kurnia Martikasari. PENERAPAN FLIPPED LEARNING BERBASIS PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF UNTUK MENINGKATKAN COMPETENCE DAN COMPASSION MAHASISWA. flipped learning. Pada tahap awal . , mahasiswa masih berada dalam fase konvensional yang cenderung pasif menuju model flipped learning yang menuntut Ketidakbiasaan menyebabkan performa yang belum menyesuaikan diri dengan tuntutan untuk mempelajari materi sebelum pertemuan kelas dan berpartisipasi aktif dalam diskusi. Seiring berjalannya waktu, mahasiswa mengembangkan strategi belajar yang sesuai dengan model flipped learning, seperti kemampuan manajemen waktu yang lebih baik, teknik membaca efektif, dan persiapan pertanyaan kritis sebelum pertemuan kelas. Kedua. PPR Implementasi flipped learning berbasis PPR yang dilakukan secara konsisten dapat membentuk pola berpikir sistematis dan reflektif. Pada tahap awal, menghubungkan materi dengan konteks daerah asal mereka atau melakukan refleksi mendalam tentang pengalaman belajar. Namun, meningkat memungkinkan mahasiswa mengidentifikasi kelemahan dan kekuatan mengupayakan belajar dengan lebih Ketiga, terjadi peningkatan penguasaan materi yang didukung oleh waktu dan pengalaman selama proses pembelajaran berlangsung. Pada saat posttest dilaksanakan, mahasiswa telah memiliki lebih banyak waktu untuk mempelajari materi serta telah mengalami berbagai aktivitas pembelajaran seperti pendapat, analisis studi kasus, dan studi Pengalaman belajar yang beragam ini mengaktifkan berbagai modalitas pembelajaran dan memperkuat pengulangan dalam konteks yang berbedabeda. Prinsip pembelajaran konstruktivis yang menjadi dasar flipped learning memungkinkan mahasiswa membangun pemahaman yang lebih kokoh dan Keempat, peningkatan competence dikarenakan dosen mendesain flipped secara terstruktur dari awal management system. Akses ke materi pembelajaran digital yang dapat diakses kapan saja memungkinkan mahasiswa belajar sesuai dengan kesediaan waktu dan kebutuhan mahasiswa. Hasil penelitian ini mendukung penelitian Martikasari . menyatakan bahwa penerapan PPR dapat meningkatkan competence mahasiswa karena mahasiswa menjadi lebih siap dalam mempersiapkan diri mengikuti perkuliahan, lebih terbiasa menggunakan PPR dan mahasiswa lebih memiliki waktu untuk diri/belajar. Hasil penelitian juga sejalan dengan penelitian Anugrahana . yang menyatakan bahwa penerapan PPR dapat meningkatkan pengertian . mahasiswa dalam materi bilangan. Peningkatan Aspek Compassion Aspek compassion . dalam penerapan flipped learning berbasis Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) memberikan bantuan kepada teman yang mengalami kesulitan materi atau dalam proses diskusi, kemampuan menunjukkan 670 | Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) JURKAMI Volume 10. Nomor 2, 2025 http://jurnal. id/jurnal/index. php/JPE empati dan perhatian saat teman berbicara, inisiatif untuk mengajak dan melibatkan teman yang pasif atau tertinggal dalam diskusi, serta kemampuan menjaga suasana diskusi agar inklusif dan suportif . idak Berdasar hasil aspek compassion, terdapat peningkatan yang signifikan dari mahasiswa untuk kesediaan membantu teman lain yang kesulitan memahami materi maupun dalam diskusi kelompok. Pada awal penerapan model pembelajaran, hanya sedikit yaitu 8 . ,78%) mahasiswa memberikan bantuan kepada teman. Pada awal penerapan flipped learning berbasis PPR, bantuan cenderung diberikan hanya ketika diminta secara langsung. Seiring berjalannya waktu, mahasiswa mulai menunjukkan kesadaran yang lebih tinggi terhadap kesulitan teman mereka dan menawarkan bantuan secara proaktif. Bentuk menjelaskan konsep secara terstruktur dan Pada akhir penerapan model ini. Sebagian besar mahasiswa yaitu sebanyak 40 . ,88%) mahasiswa menunjukkan kesediaan membantu teman yang kesulitan dalam memahami materi maupun kesulitan dalam berdiskusi kelompok. Peningkatan aspek compassion ini disebabkan oleh beberapa faktor. Desain pembelajaran flipped learning berbasis PPR yang dirancang oleh dosen memberikan lebih banyak waktu untuk interaksi bermakna di kelas . arena materi dasar telah dipelajari sebelumny. menciptakan ruang bagi pengembangan keterampilan sosial dan Refleksi reguler menggunakan Mentimeter juga membantu mahasiswa mengembangkan kesadaran diri dan empati terhadap pengalaman orang lain. Selain itu, pembentukan kelompok scecara heterogen berdasarkan daerah asal dan gender membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk berinteraksi dengan rekan-rekan yang memiliki perspektif dan pengalaman hidup berbeda, memperluas wawasan dan Berdasarkan hasil ini, penerapan flipped learning berbasis PPR dapat meningkatkan compassion mahasiswa peserta matakuliah Pengantar Ilmu Ekonomi Mikro. Sehingga, penerapan flipped learning berbasis Paradigma Pedagogi Reflektif dapat menjadi salah satu inovasi pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan competence dan compassion mahasiswa. Hasil penelitian ini senada dengan Anugrahana . bahwa penerapan PPR dapat membantu meningkatkan compassion mahasiswa tertutama dalam hal mahasiswa memiliki kepekaan terhadap teman saat bekerja dalam kelompok, mahasiswa menjadi semakin akrab satu sama lain dan bekerja sama, dan membantu menjelaskan kepada teman yang belum memahami Hasil penelitian juga memperkuat penelitian Martikasari . bahwa penerapan PPR dapat meningkatkan aspek compassion karena mahasiswa semakin memiliki kesediaan untuk membantu teman lain yang mengalami kesulitan dalam memahami materi. Berdasar implikasi manajerial yang dapat dilakukan antara lain: Program Studi dapat mendorong integrasi flipped learning berbasis Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) dalam kurikulum Program Studi. This is an open-access article under the CC-BY-SA License Copyright A2025. The Author. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) | e-ISSN 2541-0938 p-ISSN 2657-1528 671 | Kurnia Martikasari. PENERAPAN FLIPPED LEARNING BERBASIS PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF UNTUK MENINGKATKAN COMPETENCE DAN COMPASSION MAHASISWA. memerlukan pengembangan kompetensi secara komprehensif dan holistik. PENUTUP Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan flipped learning berbasis Paradigma Pedagogi Reflektif dapat meningkatkan competence dan compassion mahasiswa peserta matakuliah Pengantar Ilmu Ekonomi Mikro pada Program Pendidikan Ekonomi. Dengan demikian, penerapan flipped learning berbasis Paradigma Pedagogi Reflektif dapat menjadi salah satu inovasi pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan competence dan compassion Penelitian mengintegrasikan Artificial Intelegency (AI) dalam berbasis Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR). Saran yang dapat diberikan untuk penelitian selanjutnya intelegency (AI) dalam pengembangan model flipped learning berbasis Paradigma Pedagogi Reflektif. Penelitian ini juga baru membahas dua apek dalam PPR yaitu competence dan compassion. Peneliti selanjutnya dapat mengkaji lebih mendalam terkait 4 aspek PPR secara lebih komprehensif yang meliputi 4 aspek yaitu competence, conscience, compassion, dan DAFTAR PUSTAKA