e-ISSN 2746-3656 doi: https://doi. org/10. 24114/jfi. Jurnal Fibonaci Volume 05. : 37 - 42, 2024 Analisis Butir Soal Tes Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Ayyub1. Ranggi Julian Saputra2. Miftahir Rizqa3. Suhandri4. Radhiatul Husni5 Jurusan Pendidikan Matematika. Fakultas Tarbiyah dn Keguruan. Universitas Sultan Syarif Qasim Riau. Riau. Indonesia 5 SDIT Birrul Walidain 12210510259@students. uin-suska,ac. id1, 12210513855@students. uin-suska. Miftahir. rizqa@uin-suska. id3, suhandri360@gmail. Radhia. 0205@gmail. Diterima 12 Januari 2024, disetujui untuk publikasi 27 Mei 2024 Abstrak. siswa memiliki problematika dalam memahami dan menjawab soal yang diberikan. Siswa mengalami kesulitan dalam mennyampaikan penjelasan mengenai jawaban yang diperoleh, sehingga siswa mengalami kesulitan dalam komunikasi matematis. Komunikasi matematis digunakan untuk penyelesaian persoalan, komunikasi menjadi penting karena digunakan untuk berdiskusi dan meningkatkan pemahaman . untuk mengukur tingkat kemampuan komunikasi matematis siswa perlu instrumen yang tepat dan sesuai, sehingga dapat memberikan gambaan komunikasi matem atis. Penelitian ini merupakan penelitian deskripif, yaitu mendeskripsikan hasil analisis butir soal tes kemampuan komunikasi matematis mengenai validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran dan daya beda. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan studi dokumentasi, yaitu lembar jawaban tes kemampuan komunikasi matematis oleh siswa. Adapun hasil penelitian, ditemukan bahwa validitas butir soal berada pada katagori tinggi, indeks reliabilitas tinggi, tingkat kesukaran berada pada katagori 1 sukar, 2 sedang dan 3 mudah, serta daya beda termasuk pada katagori baik Instrumen ini bisa digunakan untuk mengukur kemampuan komunikasi matematis siswa khusus materi [ANALISIS BUTIR SOAL TES KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA] (Jurnal Fibonaci, 05. 37 - 42, 2. Kata Kunci: Analisis butir. Tes. Kemampuan komunikasi matematis Pendahuluan Kemampuan merupakan elemen penting dalam pendidikan matematika, karena memampukan siswa untuk menyampaikan dan memahami ide, solusi, serta konsep matematika secara jelas dan efektif. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa soal-soal yang diberikan menitikberatkan aspek ini. Banyak soal matematika lebih fokus pada penyelesaian teknis dari pada mendorong siswa untuk mengungkapkan pemikiran matematis mereka secara verbal atau tulisan. Akibatnya, kemampuan komunikasi matematis siswa kurang berkembang. Hal ini menandakan perlunya perbaikan dalam penyajian soal, dengan menambahkan indikator-indikator yang dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematis. Dengan demikian, siswa tidak hanya belajar menyelesaikan masalah, tetapi juga dapat menjelaskan proses dan logika dibalik solusi mereka, yang pada akhirnya akan memperkuat pemahaman mereka terhadap konsep matematika secara Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Negeri Medan Mengembangkan kemampuan komunikasi matematis adalah aspek yang sangat penting dalam pendidikan matematika. Siswa dapat secara jelas dan efektif mengekspresikan ide, solusi, dan konsep matematika berkat kemampuan ini, baik secara lisan maupun Namun, banyak soal matematika yang diberikan di sekolah-sekolah saat ini kurang menekankan aspek komunikasi tersebut. Soalsoal tersebut lebih berfokus pada kemampuan teknis dan prosedural, sehingga mengabaikan komunikasi matematis siswa. Oleh karena itu, penting untuk merancang soal-soal yang secara khusus mencakup indikator kemampuan komunikasi matematis. Dengan menyajikan soal-soal yang meminta siswa menjelaskan proses pemikiran mereka dan berargumen secara logis, kita dapat membantu siswa tidak Analisis Butir Soal Tes Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa mengkomunikasikan pemahaman tersebut. Pengembangan ini tidak hanya memperkaya pengalaman belajar matematika, tetapi juga mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan di dunia nyata yang memerlukan keterampilan komunikasi yang kuat Mengembangkan komunikasi matematis adalah aspek yang sangat penting dalam pendidikan matematika. Banyak mengungkapkan ide, solusi, dan konsep matematika dengan jelas dan efektif, baik secara lisan maupun tulisan (Risa, et al, 2. Namun, banyak soal matematika yang diberikan di sekolah-sekolah saat ini kurang menekankan aspek komunikasi tersebut. Soalsoal tersebut lebih berfokus pada kemampuan teknis dan prosedural, sehingga mengabaikan komunikasi matematis siswa. Siswa kurang terlatih dalam mengartikulasikan proses pemikiran mereka secara verbal atau tertulis. Oleh karena itu, penting untuk merancang soal-soal yang secara khusus mencakup indikator kemampuan komunikasi matematis. Dengan menyajikan soal-soal yang meminta siswa menjelaskan proses pemikiran mereka dan berargumen secara logis, kita dapat membantu siswa tidak hanya memahami matematika secara mendalam, tetapi juga meningkatkan kemampuan mereka dalam mengkomunikasikan pemahaman tersebut. Pengembangan ini tidak hanya memperkaya pengalaman belajar matematika, tetapi juga mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan di dunia nyata yang memerlukan keterampilan komunikasi yang baik. Tinjauan Teoretis Komunikasi pertukaran lisan dari ide dan pikiran (Achir et , 2. Ini merupakan sarana untuk menyampaikan ide dan meningkatkan pemahaman (Fadillah, 2. Melalui interaksi komunikasi, ide-ide dapat diekspresikan, diperbaiki, didiskusikan, dan diperluas. Menurut pandangan Olteanu dan Olteanu . , komunikasi adalah hubungan antara Mereka memandang komunikasi sebagai proses yang melibatkan lebih dari satu individu, bukan hanya hak eksklusif dari satu orang atau Dengan adanya komunikasi, siswa dapat saling berinteraksi dan dalam waktu yang sama, memperjelas pemahaman dan pembelajaran (Nugraha & Pujiastuti, 2. Kemampuan komunikasi matematis menggunakan bahasa matematika, simbol, dan representasi visual secara efektif dalam menyampaikan, menjelaskan, dan memahami ide, konsep, atau solusi matematika. Ini juga termasuk kemampuan untuk berinteraksi dengan orang lain dengan efisien, memahami konteks matematika, serta menggunakan argumentasi logis, pertanyaan, dan penyajian informasi secara eksposisi. Selain itu, kemampuan komunikasi matematis juga melibatkan keterampilan dalam menyajikan informasi matematika secara visual dan menggunakan teknologi untuk mendukung proses komunikasi dan kerja sama. Melalui proses berkomunikasi, akan terjadi interaksi atau dialog yang mengandung berbagai elemen dan pesan yang ingin disampaikan, serta cara penyampaian pesan tersebut (Ulin nihaya. Menurut NCTM . , kemampuan berkomunikasi dianggap sebagai aspek kunci Oleh karena itu, kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif dianggap sebagai salah satu keterampilan mendasar yang harus dimiliki oleh siswa dalam proses pembelajaran matematika. Dalam konteks pembuktian yang rasional, penerapan aturan yang jelas, serta penyampaian pernyataan yang terstruktur dan deskriptif mengenai langkahlangkah prosedural (Santos & Semana, 2. Kejelasan dan keteraturan dalam penyampaian informasi ditekankan dalam komunikasi matematika karena keberadaan aturan dan prosedur yang telah ditetapkan. Metode Penelitian Penelitian pendekatan deskriptif untuk mengevaluasi hasil penelitian. Tujuan nya melakukan analisis terhadap soal tes kemampuan komunikasi matematis siswa SMP. Soal ini diujikan kepada siswa kelas 8 sebanyak 20 siswa. Adapun subjek penelitian ini adalah lembar jawaban soal tes kemampuan komunikasi matematis siswa di SMP Eka Tjipta Naga Sakti, yang dilaksanakan pada bulan november . Teknik menggunakan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data dalam penelitian ini mnggunakan bantuan microsoft exel 2007. Alat yang dipakai dalam penelitian ini adalah sebuah instrumen tes offline yang Jurnal Fibonaci C Volume 05 C Nomor 1 C Januari - Juni 2024 M. Ayyub. Ranggi Julian Saputra. Miftahir Rizqa. Suhandri. Radhiatul Husni terdiri dari enam soal esai. Indikator kemampuan komunikasi matematis pada instrumen tes ini meliputi: . kemampuan dalam memahami, menginterpretasikan, dan mengevaluasi ide matematika secara lisan, tulisan, atau visual dengan akurat, . menyajikan pemikiran dengan menggunakan notasi, istilah, dan struktur matematika dalam berbagai situasi yang rumit, . kemampuan untuk mengekspresikan ide-ide matematis melalui lisan, tulisan, demonstrasi, dan representasi visual. Hasil dan Pembahasan Table 2. Hasil perhitungan koefisien Koefisien hitung ) Kriteria 0,779412 2,101 Tinggi 0,784314 2,101 0,794118 0,769608 0,730392 0,769608 Tinggi Hasil Penelitian Validitas instrumen soal Meneliti apakah insturmen soal tersebut valid. Dengan membandingkan setiap skor insturmen dengan skor keseluruhan, maka validitas instrument dianalisis pada penelitian ini mengunakan Microsoft Excel 2007 untuk menghitung koefisien kolerasi . melalui penerapan rumus kolerasi pearson product momen sebagaimana yang dikutip oleh Hartono . Dengan mencocokan r hitung dengan r tabel dan mengunakan = 0,05 dan derajat kebebasan ( df )= n-2, maka validitas instrument soal ditentukan oleh r hitung Ou r tabel. Kriteria intepretasi koefisien kolerasai ( . dapat digunakan untuk menentukan apakah insturmen soal tersebut valid atau tidak (Arikunto, 2. Kreteria validitas bisa diperhatikan pada tabel 1 di bawah ini. Table 1. Kriteria Validitas KoefisienValiditas . Kriteria 0,80< r O1,00 Sangat 0,60< r O0,80 Tinggi 0,40< r O0,60 Cukup 0,20< r O0,40 Rendah 0,00< r O0,20 Sangat Keenam pertanyaan tersebut memiliki koefisien validitas yang baik, sesuai dengan hasil pengujian instumen, yang berarti keenamnya dapat digunakan. Tabel 2 di bawah ini menampilkan nilai dari 6 koefisien Jurnal Fibonaci C Volume 05 C Nomor 1 C Januari - Juni 2024 2,101 Tinggi 2,101 Tinggi 2,101 Tinggi 2,101 Tinggi Analisis Reliabilitas butir soal Jika sebuah tes memberikan hasil yang konsisten dan akurat, maka dianggap mempunyai tingkatan reliabilitas tinggi (Arikunto, 2. Ketergantungan suatu instrument soal meningkat seiring dengan nilai reliabilitasnya. Tabel 3 di bawah ini menunjukan kriteria reliabilitas. Tabel 3. Kriteria Reliabilitas Koefisien Kriteria reliabilitas . 0,80< r11O1,00 Sangat tinggi 0,60< r11O0,80 Tinggi 0,40< r11O0,60 Cukup tinggi 0,20< r11 O0,40 Rendah r11 O0,20 Sangat rendah Dengan reliabilitas 0,705205 dan persyaratan reliabilitas termasuk dikriteria Tinggi, bisa kita rangkum instrument soal tes keahlian komunikasi matamatis reliabel. instrument berdasarkan koefisien reliabilitas. bagian ini menyatakan hasil pengukuran sama akan didapatkan melalui perangkat tes ini pada banyak peserta juga dalam waktu berbarengan. maka, bisa digunakan untuk mengukur seberapa baik siswa memahami ide-ide Tingkat kesukaran butir soal Analisis Tingkat kesukaran instrument mengunakan program Microsoft Excel 2007 digunakan untuk menentukan Tingkat kesulitan soal tes insturmen. Tingkat kesulitan dapat diukur sebagai persentase siswa yang menjawab soal dengan benar atau salah (Arikunto, 2. Tingkat kesulitan suatu soal Analisis Butir Soal Tes Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa tidak selalu mencerminkan kualitasnya. Sebaliknya, menunjukkan seberapa sulit atau mudah soal tersebut bagi kelompok peserta tes tertentu. Soal yang terlalu sulit atau terlalu mudah mungkin tidak memberikan banyak informasi yang berguna tentang baik soal tersebut maupun peserta tes. (Asmawi Zainul, dkk : Indeks kesukaran bisa dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel 4. Interpretasi Nilai Tingkat Indeks Kriteria Kesukaran IK=1,00 Sangat Mudah 0,70OIK<1,00 Mudah 0,30OIK<0,70 Sedang 0,00OIK<0. Sulit IK=0,00 TerlaluSulit Terdapat tiga macam dari penilaian yaitu 1 soal berkriteria sukar yaitu butir soal 6. 2 soal berkriteria sedang yaitu butir soal 4 dan 5 serta 3 soal berkeriteria mudah yaitu butir soal 1, 2 dan 3. Melalui hasil analisis perkiraan indeks kesulitan dengan Microsoft Excel 2007, disimpulkan bahwa kemampuan komunikasi matematis bisa digunakan dalam menguji Tingkat pengetahuan siswa terhadap konsepkonsep matematika karena telah memenuhi syarat cukup baik, dengan adanya soal berkriteria sukar, sedang dan mudah. Tabel 5 dibawah ini menampilkan perhitungan indeks kesukaran soal uraian terhadap komunikasi Tabel 5. Kesukaran Nomor Soal Hasil Perhitungan Indeks Kesukaran 0,905 0,895 0,856667 0,324 0,53 0,275 Tingkat Kriteria Mudah Mudah Mudah Sedang Sedang Sukar Daya Pembeda Butir Soal Menurut (Karunia Eka Lestari & Mokhmmad Ridwan Yudha Negara, 2. daya pembeda dari suatu soal menilai membedakan siswa yang menjawab dengan perhitungan daya pembeda soal menggunakan Microsoft Excel 2007. Daya pembeda memiliki kriteria dapat diperhatikan pada tabel berikut Tabel 6. Kriteria Koefisien Daya Pembeda Koefisien Daya Kriteria Pembeda 0,70Odp<1,00 Baik Sekali 0,40Odp<0,70 Baik 0,20Odp<0,40 Cukup Berdasarkan tabel tersebut, terlihat menunjukkan tingkat daya pembeda yang sangat baik, yang tercermin dari hasilnya. tersebut dilakukan melalui Microsoft Excel Alat penilaian ini bisa melihat sejauh mana pemahaman murid terhadap ide-ide matematika berdasarkan analisis daya pembeda soal. Berikut tabel 7 yang menunjukkan perhitungan daya pembeda Tabel 7. Hasil Perhitungan Daya pembeda Nomor Indeks Kriteria Butir Soal Daya Pembeda 9,19 Baik sekali 8,22 Baik sekali 13,00 Baik sekali 11,21 Baik sekali 11,54 Baik sekali 8,79 Baiksekali Jika sebuah instrument tes memenuhi persyaratan validitas dan reliabilitas, maka instrument tersebut dianggap baik. akurat biasanya dapat diandalkan, sementara instrument reliabel tidak selalu akurat. Oleh karena itu, validitas soal merupakan syarat pertama yang harus dipenuhi oleh sebuah instrument tes. Hubungan dari keempat bagian di atas bisa dijabarkan berdasarkan validitas, reliabilitas dan Tingkat kesukaran soaltes dan daya bedanya. Hal ini sesuai pada tebal 8 di bawah ini. Tabel 8. Hubungan Validitas dan Reliabilitas Koefisien Validitas . Interpretasi 0,779412 0,784314 0,794118 0,769608 0,730392 0,769608 Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Koefisien Reliabilitas 0,705205 Jurnal Fibonaci C Volume 05 C Nomor 1 C Januari - Juni 2024 M. Ayyub. Ranggi Julian Saputra. Miftahir Rizqa. Suhandri. Radhiatul Husni Beberapa menunjukkan hubungan antara faktor nilai dan tingkat kesulitan, seperti yang dapat dilihat dengan menghitung koefisien validitas dan tingkat kesulitan. Sebagai contoh, koefisen tingkat kesulitan soal nomor 6 mencapai 0,275, tetapi koefisien validitas nya tinggi, yaitu 0,769608. Sejauh mana skor setiap butir soal dapat mempengaruhi skor keseluruhan soal dalam menentukan validasinya, bukan jumlah jawaban yang benar. Sebagai pembanding, semakin banyak siswa menjawab benar pada instrumen soal yang digunakan, maka tingkat kesukaran yang diperoleh semakin rendah dan begitu juga sebaliknya. Berikut hubungan validitas dan tingkat kesukaran yang di sajikan pada tabel 9. terhadap materi phytaoras. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji validitas, reliabilitas daya pembeda dan tingkat kesukaran. Uji validitas instrumen soal menunjukkan bahwa dari keenam soal yang digunakan valid dengan kriteria kevalidan tinggi. Kemudian reliabilitas insrumen soal menunjukkan hasil reliabel. Sedangkan hasil uji daya pembeda soal menunjukkan tingkat atau kategori baik sekali dan tingkat kesukaran dari keenam soal adalah 1 soal dengan kriteria sukar, 2 soal sedang, dan 3 soal mudah. Daftar Pustaka