Vol 3 No. 1 Januari 2026 P-ISSN : 3047-2792 E-ISSN : 3047-2032. Hal 226 - 235 JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Halaman Jurnal: https://journal. id/index. php/jimat Halaman UTAMA Jurnal : https://journal. DOI: https://doi. org/10. 69714/s1961230 PENGARUH AUDIT TENURE. FEE AUDIT. ROTASI AUDIT. DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP KUALITAS AUDIT (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SUB SEKTOR MAKANAN DAN MINUMAN YANG TERDAFTAR PADA BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2021-2. Etheline Angelica Goldiea*. Anissa Amaliya Mulya a Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis 2132520129@student. Universitas Budi Luhur. Jl. Ciledug Raya. RT. 10/RW. Petukangan Utara. Kec. Pesanggrahan. Kota Jakarta Selatan. Daerah Khusus Ibukota Jakarta b Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis anissa. amalia@budiluhur. Universitas Budi Luhur. Jl. Ciledug Raya. RT. 10/RW. Petukangan Utara. Kec. Pesanggrahan. Kota Jakarta Selatan. Daerah Khusus Ibukota Jakarta * Penulis Korespondensi: Etheline Angelica Goldie ABSTRACT This study aims to analyze the influence of audit tenure, audit fee, auditor rotation, and firm size on audit quality in food and beverage manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the 2021Ae2024 period. The research method uses secondary data obtained from the companiesAo annual Samples were selected using purposive sampling based on specific criteria, and data were analyzed using logistic regression. The results show that audit tenure has a significant negative effect on audit quality. Meanwhile, audit fee, auditor rotation, and firm size have a significant positive effect on audit quality. Keywords: Audit Quality. Audit Tenure. Audit Fee. Auditor Rotation. Firm Size Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh audit tenure, fee audit, rotasi audit, dan ukuran perusahaan terhadap kualitas audit pada perusahaan manufaktur sub-sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2021Ae2024. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan perusahaan. Sampel ditentukan dengan metode purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa audit tenure berpengaruh negatif signifikan terhadap kualitas audit. Sebaliknya, fee audit, rotasi audit, dan ukuran perusahaan berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas Kata Kunci: Kualitas Audit. Audit Tenure. Fee Audit. Rotasi Audit. Ukuran Perusahaan PENDAHULUAN Kualitas audit mencerminkan kemampuan auditor dalam mendeteksi dan melaporkan salah saji material dalam laporan keuangan secara independen, dengan tetap mematuhi standar audit serta kode etik profesi . Auditor profesional memiliki peran penting dalam memastikan laporan keuangan yang berkualitas tinggi agar dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan ekonomi. Seiring meningkatnya kompleksitas perekonomian global, perusahaan, terutama di sektor manufaktur makanan dan minuman, dituntut untuk menghasilkan laporan keuangan yang transparan dan andal. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), industri makanan dan minuman berkontribusi sebesar 38,61% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sektor industri pengolahan nonmigas pada tahun 2023 . , menjadikannya sektor strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Naskah Masuk 19 November 2025. Revisi 20 November 2025. Diterima 5 Januari 2026. Terbit 6 Januari Etheline Angelica Goldie dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 3 No. 226 Ae 235 Kualitas audit yang baik pada sektor ini berperan penting dalam memastikan akurasi laporan keuangan, kepatuhan terhadap regulasi, dan peningkatan kepercayaan investor, kreditor, serta regulator. Industri makanan dan minuman memiliki karakteristik transaksi yang kompleks, mulai dari pengadaan bahan baku, produksi, hingga distribusi. Oleh karena itu, audit yang berkualitas membantu perusahaan dalam mengelola risiko dan memastikan transparansi laporan keuangan. Selain itu, sektor ini juga menghadapi tantangan berupa fluktuasi harga bahan baku dan daya beli konsumen, sehingga pengawasan dan akuntabilitas keuangan menjadi semakin penting. Beberapa faktor utama yang dapat memengaruhi kualitas audit antara lain audit tenure, fee audit, rotasi audit, dan ukuran perusahaan. Audit tenure atau lamanya hubungan kerja antara auditor dan klien merupakan salah satu faktor penting karena dapat memengaruhi independensi auditor. Audit tenure yang panjang memungkinkan auditor memahami bisnis klien secara lebih mendalam, namun di sisi lain dapat menimbulkan risiko kedekatan yang mengurangi objektivitas . Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan temuan yang Velte dan Stiglbauer dalam . menyatakan bahwa lamanya masa kerja auditor dapat meningkatkan kualitas audit, sementara . menemukan bahwa audit tenure yang panjang justru berdampak negatif terhadap kualitas audit. Selanjutnya, fee audit atau imbalan jasa auditor juga menjadi indikator penting. Besarnya fee yang dibayarkan mencerminkan tingkat kompleksitas audit dan profesionalitas auditor . Penelitian . membuktikan bahwa fee audit berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas audit, sedangkan . menyebutkan bahwa meski pengaruhnya positif, signifikansinya rendah. Auditor dengan fee tinggi umumnya diharapkan memberikan hasil audit yang lebih teliti dan transparan, tetapi juga berpotensi menimbulkan ketergantungan ekonomi yang dapat memengaruhi independensi auditor. Rotasi audit juga memengaruhi kualitas audit dengan mencegah hubungan terlalu lama antara auditor dan Penelitian . menunjukkan bahwa rotasi KAP tidak berpengaruh terhadap kualitas audit, sedangkan . menemukan pengaruh positif yang signifikan, terutama pada perusahaan go public. Faktor lainnya, yaitu ukuran perusahaan, berhubungan erat dengan kualitas audit karena perusahaan besar umumnya memiliki sistem pengendalian internal yang lebih baik serta cenderung menggunakan jasa auditor besar seperti Big Four yang memiliki sumber daya dan teknologi lebih unggul . Namun, penelitian oleh Sisca Maria et al. menunjukkan bahwa ukuran KAP tidak selalu berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit pada perusahaan manufaktur sub-sektor makanan dan minuman. Perbedaan hasil penelitian sebelumnya menunjukkan perlunya kajian lebih lanjut dengan mempertimbangkan faktor kontekstual seperti budaya bisnis, regulasi, dan karakteristik industri di Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Audit Tenure. Fee Audit. Rotasi Audit, dan Ukuran Perusahaan terhadap Kualitas Audit pada perusahaan manufaktur sub-sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2021Ae2024. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1. Untuk menganalisis pengaruh audit tenure terhadap kualitas audit. Untuk menganalisis pengaruh fee audit terhadap kualitas audit. Untuk menganalisis pengaruh rotasi audit terhadap kualitas audit. Untuk menganalisis pengaruh ukuran perusahaan klien terhadap kualitas audit. TINJAUAN PUSTAKA Teori Agensi Teori agensi (Agency Theor. , yang menjelaskan hubungan antara prinsipal . emegang saha. dan agen . dalam konteks ekonomi dan manajemen. Hubungan keagenan terjadi ketika prinsipal memberi wewenang kepada agen untuk bertindak atas nama mereka dalam pengambilan keputusan. Namun, konflik kepentingan sering muncul akibat adanya pemisahan antara kepemilikan . dan pengendalian . Konflik ini diperkuat oleh adanya asimetri informasi, di mana agen memiliki informasi lebih banyak dibandingkan prinsipal, sehingga berpotensi bertindak demi kepentingan pribadinya. Menurut Jensen dan Meckling . dalam Wati . , kondisi tersebut menimbulkan biaya keagenan . gency cos. , yang mencakup biaya pengawasan . onitoring cos. , biaya penjaminan . onding cos. , serta kerugian residu akibat keputusan manajerial yang tidak sejalan dengan kepentingan pemegang saham. Dengan demikian, teori agensi menjadi dasar untuk memahami pentingnya mekanisme pengawasan seperti Pengaruh Audit Tenure. Fee Audit. Rotasi Audit, dan Ukuran Perusahaan Terhadap Kualitas Audit (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Makanan dan Minuman yang Terdaftar pada Bursa Efek Indonesia Periode 2021-2. (Etheline Angelica Goldi. Etheline Angelica Goldie dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 3 No. 226 Ae 235 audit dalam meminimalkan konflik kepentingan antara prinsipal dan agen, serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas perusahaan. 2 Kualitas Audit Kualitas audit merupakan indikator penting yang mencerminkan sejauh mana auditor mampu menjalankan tugasnya secara independen, objektif, dan profesional dalam memastikan bahwa laporan keuangan disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Secara konseptual, kualitas audit menunjukkan probabilitas auditor dalam menemukan dan melaporkan pelanggaran pada sistem pelaporan keuangan klien. Menurut De Angelo . dalam Sari dan Nugroho . , kualitas audit dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu kemampuan auditor dalam mendeteksi kesalahan material . udit detectio. dan kemauan untuk melaporkannya secara objektif . udit reportin. Dengan demikian, auditor yang memiliki kompetensi tinggi tetapi tidak independen tetap tidak dapat menghasilkan audit yang berkualitas. Audit yang baik merupakan proses sistematis untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif terhadap pernyataan aktivitas ekonomi, dengan tujuan menilai kesesuaiannya terhadap standar yang ditetapkan, serta mengkomunikasikan hasilnya kepada pihak yang berkepentingan (Hasanah & Putri, 2. 2 Audit Tenure Menurut . , audit tenure merupakan durasi hubungan kerja antara auditor dan klien yang diukur berdasarkan jumlah tahun kerja sama, serta mencerminkan tingkat kedekatan yang terbentuk di antara Hubungan yang terlalu lama berpotensi menurunkan independensi auditor, misalnya ketika auditor kesulitan memberikan opini going concern. menegaskan bahwa audit tenure mencakup periode layanan audit yang disepakati antara auditor dan klien, sedangkan . menambahkan bahwa masa perikatan yang panjang dapat memberikan keuntungan ekonomi bagi auditor, namun juga berisiko menimbulkan keterikatan emosional yang dapat mengurangi objektivitas dan memengaruhi kualitas audit. Dengan demikian, meskipun durasi kerja sama yang panjang dapat meningkatkan pemahaman auditor terhadap bisnis klien, hal ini tetap harus diimbangi dengan upaya menjaga independensi profesional. 3 Audit Fee Audit fee merupakan imbalan yang dibayarkan oleh klien kepada kantor akuntan publik sebagai kompensasi atas jasa pemeriksaan laporan keuangan. Biaya ini mencakup seluruh sumber daya, waktu, serta upaya auditor dalam melakukan evaluasi, pengujian, dan penyusunan laporan hasil audit . Penetapan audit fee mempertimbangkan tingkat risiko audit, kompleksitas kegiatan perusahaan, dan kebutuhan akan auditor yang memiliki keahlian khusus. Besaran fee biasanya disepakati di awal melalui kontrak kerja antara auditor dan klien, dengan memperhatikan jenis layanan, durasi audit, serta jumlah staf yang terlibat agar profesionalisme dan independensi auditor tetap terjaga . 4 Rotasi Audit Rotasi audit adalah pergantian auditor yang memberikan jasa audit kepada perusahaan dalam jangka waktu tertentu untuk menjaga independensi dan menghindari konflik kepentingan akibat hubungan yang terlalu lama antara auditor dan klien. Melalui rotasi, auditor diharapkan tetap objektif dan profesional sesuai kode etik profesi . Rotasi dapat bersifat wajib . andatory rotatio. berdasarkan regulasi maupun dilakukan secara sukarela . oluntary rotatio. Berdasarkan ketentuan KMK No. 423/KMK. 06/2002 dan KMK No. 359/KMK. 06/2003, auditor individu hanya boleh mengaudit klien yang sama maksimal selama tiga tahun berturut-turut, sedangkan Kantor Akuntan Publik (KAP) dibatasi hingga lima tahun berturut-turut . 5 Ukuran Perusahaan Setiap perusahaan memiliki aset yang berperan vital dalam menunjang kegiatan operasionalnya. Semakin besar jumlah aset yang dimiliki, semakin tinggi pula tingkat atau skala perusahaan tersebut. Ukuran perusahaan dapat diartikan sebagai suatu indikator yang menggambarkan besar kecilnya suatu entitas bisnis. Perusahaan dengan ukuran besar umumnya memiliki reputasi yang lebih dikenal oleh publik sehingga lebih mudah dalam meningkatkan nilai perusahaan. Selain itu, investor cenderung memberikan perhatian lebih kepada perusahaan besar karena dinilai memiliki stabilitas keuangan yang lebih baik serta kemampuan yang lebih kuat dalam memperoleh sumber pendanaan, baik dari dalam maupun luar perusahaan. Secara garis besar, ukuran perusahaan dapat dibedakan menjadi tiga kelompok, yakni perusahaan besar . arge fir. , perusahaan menengah . edium-size fir. , dan perusahaan kecil . mall fir. Perusahaan kecil pada umumnya memiliki keterbatasan informasi dibandingkan perusahaan besar. Hal tersebut disebabkan oleh lebih tingginya tingkat analisis pasar, sorotan media, dan kepemilikan saham yang tersebar luas pada JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Vol. No. Januari 2026, pp. 226 - 235 Etheline Angelica Goldie dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 3 No. 226 Ae 235 perusahaan besar. Akibatnya, perusahaan berskala kecil sering kali kurang mendapat pengawasan serta perhatian dari para pemangku kepentingan utama . METODOLOGI PENELITIAN Tahapan Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian empiris dan kausal yang bertujuan untuk menguji pengaruh audit tenure, fee audit, rotasi audit, dan ukuran perusahaan terhadap kualitas audit pada perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021Ae2024. Pendekatan kuantitatif dipilih karena menggunakan data numerik yang dapat diukur secara statistik, sedangkan sifat empiris menunjukkan bahwa penelitian ini didasarkan pada data aktual dari laporan keuangan perusahaan, dan sifat kausal menunjukkan adanya hubungan sebab-akibat antarvariabel. Data yang digunakan merupakan data sekunder, diperoleh melalui teknik dokumentasi dengan mengumpulkan laporan keuangan tahunan dari situs resmi BEI . serta data penunjang lain seperti profil auditor dan besaran biaya audit. Populasi penelitian terdiri atas 83 perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di BEI selama 2021Ae2024, sedangkan sampel ditentukan menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria: . perusahaan secara konsisten terdaftar di BEI selama periode penelitian. menerbitkan laporan keuangan lengkap empat tahun berturut-turut. memiliki data terkait auditor, biaya audit, dan total aset. Berdasarkan kriteria tersebut, diperoleh 50 perusahaan yang layak dijadikan sampel dengan total 200 observasi data. Penelitian ini terdiri atas satu variabel dependen yaitu kualitas audit (Y), dan empat variabel independen: audit tenure (XCA), fee audit (XCC), rotasi audit (XCE), dan ukuran perusahaan (XCE). Kualitas audit diukur berdasarkan opini audit yang diberikan auditor . ode 1 untuk Wajar Tanpa Pengecualian dan 0 untuk selain Audit tenure diukur dari lamanya hubungan kerja auditor dengan klien . alam tahu. , fee audit diukur dari total biaya jasa audit yang dicantumkan dalam laporan keuangan, rotasi audit menggunakan variabel dummy . jika terjadi pergantian auditor, 0 jika tida. , sedangkan ukuran perusahaan diukur dengan logaritma natural dari total aset. Model analisis yang digunakan adalah regresi logistik, karena variabel dependen bersifat dikotomis. Bentuk umum modelnya yaitu: Y = CAXCA CCXCC CEXCE CEXCE A, dengan Y sebagai kualitas audit, konstanta. CAAeCE koefisien regresi, dan A sebagai error term. Analisis data dilakukan dengan SPSS versi 23. 0 dan Microsoft Excel 2019 melalui beberapa tahap, yaitu analisis statistik deskriptif, uji keseluruhan model (Overall Model Fi. , uji kelayakan model (Goodness of Fit Tes. , uji koefisien determinasi (Nagelkerke R Squar. , matriks klasifikasi, dan uji hipotesis. Uji hipotesis dilakukan dengan Uji Wald untuk melihat pengaruh parsial masing-masing variabel dan Omnibus Test of Model Coefficients untuk menguji pengaruh simultan seluruh variabel independen terhadap kualitas audit. Penelitian ini menekankan prinsip validitas dan reliabilitas data, yaitu memastikan bahwa instrumen penelitian benar-benar mengukur konsep yang dimaksud serta hasilnya konsisten. Melalui rancangan ini, penelitian diharapkan menghasilkan kesimpulan yang akurat dan objektif tentang bagaimana audit tenure, fee audit, rotasi audit, dan ukuran perusahaan berpengaruh terhadap kualitas audit, serta memberikan bukti empiris yang bermanfaat bagi akademisi, praktisi, dan regulator dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pelaporan keuangan di Indonesia. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Pengaruh Audit Tenure terhadap Kualitas Audit Hasil analisis menunjukkan bahwa audit tenure berpengaruh negatif signifikan terhadap kualitas audit. Nilai koefisien regresi sebesar Ae0,162 dengan tingkat signifikansi 0,008 (< 0,. membuktikan bahwa semakin lama hubungan kerja antara auditor dengan klien, semakin rendah kualitas audit yang dihasilkan. Hasil ini mengindikasikan adanya familiarity threat atau ancaman keakraban yang menyebabkan menurunnya independensi auditor. Dalam konteks teori agensi, auditor berfungsi sebagai pihak independen yang meminimalkan asimetri informasi antara manajemen . dan pemilik perusahaan . Namun, jika Pengaruh Audit Tenure. Fee Audit. Rotasi Audit, dan Ukuran Perusahaan Terhadap Kualitas Audit (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Makanan dan Minuman yang Terdaftar pada Bursa Efek Indonesia Periode 2021-2. (Etheline Angelica Goldi. Etheline Angelica Goldie dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 3 No. 226 Ae 235 hubungan antara auditor dan klien berlangsung terlalu lama, auditor dapat menjadi kurang objektif dan terlalu toleran terhadap kesalahan manajemen. Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian . , yang menyatakan bahwa hubungan panjang antara auditor dan klien dapat mengurangi sikap skeptis profesional auditor. Akibatnya, auditor lebih mungkin mengabaikan kesalahan kecil yang justru berpotensi mengarah pada pelanggaran besar. Sebaliknya, penelitian ini berbeda dengan . yang menyatakan bahwa masa kerja panjang justru meningkatkan pemahaman auditor terhadap bisnis klien sehingga meningkatkan kualitas audit. Namun dalam konteks perusahaan sub sektor makanan dan minuman di Indonesia, hubungan jangka panjang lebih rentan terhadap kedekatan personal dan tekanan bisnis yang dapat mengancam independensi. Perusahaan perlu mempertimbangkan kebijakan rotasi auditor secara berkala untuk menjaga objektivitas dan menghindari konflik kepentingan. Regulator seperti OJK dan IAPI pun menegaskan pentingnya rotasi auditor sebagai mekanisme menjaga independensi. Kesimpulannya, semakin panjang audit tenure, semakin besar risiko penurunan kualitas audit karena menurunnya profesionalisme dan skeptisisme auditor. 2 Pengaruh Fee Audit terhadap Kualitas Audit Variabel fee audit terbukti berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas audit. Hasil uji regresi menunjukkan nilai signifikansi 0,010 (< 0,. , artinya besarnya imbalan jasa audit berkorelasi positif dengan mutu laporan audit yang dihasilkan. Auditor yang menerima kompensasi yang layak cenderung mengalokasikan waktu, tenaga, dan sumber daya yang lebih besar untuk melaksanakan prosedur audit sesuai Fee audit yang memadai mencerminkan tingkat kompleksitas audit serta penghargaan terhadap risiko profesional yang dihadapi auditor. Temuan ini didukung oleh teori agensi yang menyatakan bahwa audit fee berperan sebagai control mechanism dalam hubungan keagenan. Pemberian fee yang proporsional memastikan auditor memiliki insentif ekonomi yang cukup untuk tetap independen, profesional, dan tidak bergantung secara ekonomi pada Penelitian ini juga konsisten dengan temuan Gracenita Patricia. Suci, dan Suriyanti . serta Hieronimus Quido & Budi . yang membuktikan adanya hubungan positif antara fee audit dan kualitas Perusahaan yang menetapkan fee audit terlalu rendah berpotensi mendapatkan audit yang dangkal karena auditor akan menyesuaikan beban kerja dengan biaya yang diterima. Sebaliknya, pemberian fee yang wajar justru meningkatkan akuntabilitas dan memperkuat reputasi auditor. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan publik untuk menentukan besaran fee audit secara rasional dengan mempertimbangkan ukuran perusahaan, tingkat risiko, serta kompleksitas audit. Kesimpulannya, hasil penelitian menegaskan bahwa fee audit merupakan faktor penting yang mendorong peningkatan kualitas audit, karena auditor yang dihargai secara proporsional cenderung bekerja lebih cermat, skeptis, dan sesuai standar profesional. 3 Pengaruh Rotasi Audit terhadap Kualitas Audit Hasil uji regresi menunjukkan bahwa rotasi audit berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas audit, dengan nilai signifikansi 0,020 (< 0,. Artinya, pergantian auditor secara berkala mampu meningkatkan objektivitas dan keandalan hasil audit. Rotasi memberikan kesempatan bagi auditor baru untuk melakukan penilaian ulang terhadap sistem pelaporan dan pengendalian internal perusahaan tanpa terpengaruh oleh hubungan lama. Dalam teori agensi, rotasi auditor berfungsi mengurangi risiko collusion antara auditor dan manajemen serta mencegah ketergantungan ekonomi terhadap satu klien. Penelitian ini mendukung kebijakan yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Ikatan Akuntan Publik Indonesia (IAPI) yang mewajibkan rotasi auditor eksternal maksimal setiap lima tahun berturut-turut. Hasil ini juga sejalan dengan penelitian . yang menyimpulkan bahwa rotasi audit berpengaruh positif terhadap kualitas audit karena menghadirkan perspektif baru yang lebih objektif dan Namun, hasil ini bertolak belakang dengan penelitian Hieronimus & Budi . yang menyatakan tidak ada pengaruh signifikan antara rotasi audit dan kualitas audit. Perbedaan ini mungkin disebabkan oleh variasi karakteristik perusahaan dan skala usaha. Pada perusahaan besar yang memiliki struktur organisasi kompleks, auditor baru memiliki tantangan memahami sistem keuangan secara mendalam dalam waktu singkat. Namun pada sektor makanan dan minuman yang cenderung JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Vol. No. Januari 2026, pp. 226 - 235 Etheline Angelica Goldie dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 3 No. 226 Ae 235 homogen, pergantian auditor justru memperkuat deteksi kesalahan laporan karena pendekatan audit yang lebih segar dan tidak bias. Rotasi auditor berkorelasi positif terhadap kualitas audit karena meningkatkan objektivitas, mengurangi risiko keakraban, dan memperkuat independensi profesional. 4 Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Kualitas Audit Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas audit, dengan koefisien sebesar 0,299 dan nilai signifikansi 0,000 (< 0,. Hal ini berarti semakin besar ukuran perusahaan, semakin tinggi kemungkinan memperoleh audit yang berkualitas. Perusahaan besar memiliki sistem pengendalian internal yang lebih kompleks, struktur tata kelola yang kuat, serta eksposur publik yang luas, sehingga mereka memiliki motivasi tinggi untuk menjaga kredibilitas laporan keuangan. Dari perspektif teori agensi, perusahaan besar memiliki agency cost lebih tinggi karena adanya pemisahan kepemilikan dan pengendalian yang luas. Oleh karena itu, manajemen perusahaan besar cenderung memilih auditor berkualitas tinggi untuk menjaga reputasi dan mengurangi asimetri informasi dengan investor. Selain itu, perusahaan besar biasanya diaudit oleh big audit firms yang memiliki sumber daya dan kompetensi lebih baik dalam menerapkan standar audit internasional. Temuan ini konsisten dengan penelitian . yang menyimpulkan bahwa semakin besar perusahaan, semakin tinggi kualitas audit yang diperoleh. Sebaliknya, hasil ini tidak sejalan dengan Qonita & Hermanto . yang menemukan hubungan negatif antara ukuran perusahaan dan kualitas audit. Namun dalam konteks perusahaan publik sub sektor makanan dan minuman, temuan positif ini dapat dijelaskan oleh tingginya tekanan pasar dan reputasi yang harus dijaga oleh perusahaan besar, yang menyebabkan mereka lebih selektif dalam memilih auditor eksternal. Ukuran perusahaan menjadi indikator penting dalam menilai kualitas audit, karena semakin besar perusahaan maka semakin kuat dorongan untuk mempertahankan transparansi dan reputasi. 5 Pembahasan Hasil pengujian statistik menunjukkan bahwa model regresi logistik yang dibangun layak digunakan untuk menguji hipotesis. Uji keseluruhan model (Overall Model Fi. menghasilkan nilai -2 Log Likelihood yang menurun setelah variabel independen dimasukkan, yang menandakan bahwa model dengan variabel bebas memiliki kemampuan menjelaskan variasi pada variabel dependen. Uji kelayakan model (Goodness of Fit Tes. menggunakan Hosmer and Lemeshow Test menunjukkan nilai signifikansi di atas 0,05, yang berarti model regresi logistik telah sesuai dengan data empiris. Sementara itu, nilai Nagelkerke R Square menunjukkan bahwa variabel independen mampu menjelaskan sebagian variasi dari kualitas audit, walaupun tidak seluruhnya karena terdapat faktor lain di luar model yang juga berpengaruh. Berdasarkan hasil uji parsial (Uji Wal. , diperoleh bahwa audit tenure, fee audit, rotasi audit, dan ukuran perusahaan memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas audit. Hasil ini mendukung hipotesis penelitian yang menyatakan bahwa keempat variabel independen berpengaruh terhadap kualitas audit perusahaan sektor makanan dan minuman di BEI. Secara lebih rinci, hasil dan pembahasannya dijelaskan sebagai berikut: Pengaruh Audit Tenure terhadap Kualitas Audit Hasil penelitian menunjukkan bahwa audit tenure memiliki pengaruh terhadap kualitas audit. Temuan ini memperlihatkan bahwa lamanya hubungan kerja antara auditor dan klien memengaruhi tingkat independensi dan objektivitas auditor. Semakin lama auditor menangani klien yang sama, maka potensi munculnya kedekatan personal meningkat dan hal tersebut dapat menurunkan independensi auditor. Namun, di sisi lain, hubungan kerja yang terlalu singkat juga dapat menurunkan kualitas audit karena auditor belum cukup memahami karakteristik bisnis dan risiko perusahaan. Oleh karena itu, pengaruh audit tenure terhadap kualitas audit bersifat dua sisi dan harus diatur secara proporsional melalui kebijakan rotasi auditor yang Temuan ini sejalan dengan teori agensi, yang menjelaskan bahwa konflik kepentingan antara prinsipal dan agen dapat diminimalkan melalui mekanisme tata kelola, termasuk rotasi dan pembatasan masa audit. Pengaruh Fee Audit terhadap Kualitas Audit Fee audit juga ditemukan berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit. Hasil ini menunjukkan bahwa besaran imbalan jasa audit yang diterima auditor berkorelasi positif dengan kualitas audit yang dihasilkan. Semakin tinggi fee audit yang dibayarkan, maka auditor memiliki sumber daya dan waktu yang lebih memadai untuk melaksanakan prosedur audit secara menyeluruh sesuai standar profesional. Namun Pengaruh Audit Tenure. Fee Audit. Rotasi Audit, dan Ukuran Perusahaan Terhadap Kualitas Audit (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Makanan dan Minuman yang Terdaftar pada Bursa Efek Indonesia Periode 2021-2. (Etheline Angelica Goldi. Etheline Angelica Goldie dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 3 No. 226 Ae 235 demikian, fee yang terlalu besar tanpa pengawasan yang ketat dapat menimbulkan ketergantungan ekonomi auditor terhadap klien, yang justru menurunkan independensi. Oleh sebab itu, keseimbangan antara kompensasi yang wajar dan independensi auditor menjadi aspek penting untuk menjamin kualitas audit yang Hasil penelitian ini mendukung temuan Dewi Asih Pertiwi et al. , yang menyatakan bahwa fee audit berpengaruh positif terhadap kualitas audit. Pengaruh Rotasi Audit terhadap Kualitas Audit Variabel rotasi audit juga menunjukkan pengaruh signifikan terhadap kualitas audit. Hasil ini menegaskan bahwa penerapan rotasi auditor secara berkala dapat memperkuat independensi dan objektivitas auditor, sekaligus mengurangi risiko kolusi antara auditor dan manajemen. Rotasi memberikan pandangan baru terhadap laporan keuangan klien dan memperkecil kemungkinan terjadinya complacency effect, yakni kondisi di mana auditor terlalu nyaman dan kurang kritis terhadap temuan audit karena hubungan jangka panjang dengan klien. Penelitian ini konsisten dengan hasil riset . yang menyatakan bahwa rotasi audit berpengaruh positif terhadap kualitas audit. Secara teoretis, hasil ini memperkuat pandangan bahwa pergantian auditor dapat menjaga kredibilitas laporan keuangan dan meningkatkan kepercayaan investor terhadap hasil audit. Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Kualitas Audit Ukuran perusahaan ditemukan berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit. Perusahaan dengan ukuran besar umumnya memiliki sistem pengendalian internal yang lebih kuat, sumber daya manusia yang kompeten, serta ekspektasi tinggi dari pemangku kepentingan untuk menjaga transparansi pelaporan Kondisi tersebut mendorong auditor untuk bekerja lebih hati-hati dan menyusun program audit yang lebih komprehensif. Selain itu, perusahaan besar cenderung menggunakan jasa Kantor Akuntan Publik (KAP) bereputasi tinggi yang memiliki standar mutu audit yang ketat. Dengan demikian, audit pada perusahaan besar biasanya menghasilkan kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan perusahaan kecil. Temuan ini sejalan dengan penelitian . , yang menyatakan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap kualitas audit. Hasil penelitian memberikan implikasi bagi berbagai pihak. Bagi perusahaan, temuan ini menegaskan pentingnya menjaga hubungan profesional dengan auditor tanpa memperpanjang masa kerja secara berlebihan, menetapkan fee audit yang proporsional, serta menerapkan rotasi auditor secara teratur untuk menjaga independensi dan objektivitas. Selain itu, perusahaan besar perlu terus memperkuat tata kelola dan sistem pengendalian internal agar hasil audit semakin berkualitas. Bagi auditor, hasil penelitian ini menjadi pengingat bahwa integritas dan independensi harus dijaga meskipun terdapat hubungan ekonomi jangka panjang dengan klien. Sementara itu, bagi investor, hasil penelitian ini memberikan wawasan bahwa kualitas audit dapat dijadikan indikator dalam menilai kredibilitas laporan keuangan perusahaan. Penelitian ini membuktikan bahwa keempat variabel audit tenure, fee audit, rotasi audit, dan ukuran perusahaan merupakan determinan penting yang memengaruhi kualitas audit di sektor makanan dan Meskipun model penelitian telah memberikan hasil signifikan, namun masih terdapat variabel lain seperti kompetensi auditor, pengalaman, audit delay, atau keberadaan komite audit yang juga dapat memengaruhi hasil audit. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan memperluas variabel, memperpanjang periode pengamatan, dan memperbesar jumlah sampel lintas sektor agar hasilnya lebih Hasil penelitian ini tidak hanya memberikan kontribusi empiris bagi pengembangan ilmu akuntansi dan auditing, tetapi juga memberikan panduan praktis bagi manajemen perusahaan, regulator, dan investor dalam memahami faktor-faktor yang memengaruhi kualitas audit di Indonesia. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan data yang diperoleh, hasil pengujian, serta pembahasan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, dapat disimpulkan beberapa hal terkait pengaruh Audit Tenure. Fee Audit. Rotasi Audit, dan Ukuran Perusahaan terhadap Kualitas Audit pada perusahaan sub-sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2021Ae2024. Analisis dilakukan menggunakan regresi logistik dengan bantuan software SPSS versi 23 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara Audit Tenure terhadap Kualitas Audit, yang berarti lamanya hubungan kerja antara auditor dan klien memiliki implikasi terhadap independensi dan objektivitas hasil audit. Selain itu. Fee Audit juga berpengaruh terhadap Kualitas Audit, menunjukkan bahwa besarnya imbalan jasa audit dapat mencerminkan tingkat kompleksitas pekerjaan serta profesionalitas auditor. Selanjutnya. Rotasi Audit berpengaruh terhadap Kualitas Audit, menandakan bahwa pergantian auditor secara periodik dapat membantu menjaga independensi dan meningkatkan keandalan hasil audit. Terakhir. Ukuran Perusahaan berpengaruh terhadap JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Vol. No. Januari 2026, pp. 226 - 235 Etheline Angelica Goldie dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 3 No. 226 Ae 235 Kualitas Audit, di mana perusahaan dengan skala lebih besar cenderung memiliki sistem pengendalian internal yang lebih baik sehingga kualitas audit yang dihasilkan juga lebih tinggi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, temuan ini menunjukkan perlunya pengkajian yang lebih mendalam di masa mendatang dengan memperhatikan serta meminimalkan berbagai keterbatasan yang ada. Peneliti memberikan beberapa saran untuk penelitian selanjutnya agar hasil yang diperoleh menjadi lebih komprehensif dan representatif. Pertama, penggunaan data sekunder sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya sumber informasi, mengingat data sekunder umumnya berfungsi sebagai pendukung data primer. Kedua, penelitian berikutnya disarankan untuk menggunakan variabel lain selain Audit Tenure. Fee Audit. Rotasi Audit, dan Ukuran Perusahaan, seperti Kompetensi Auditor. Pengalaman Auditor. Audit Delay (Keterlambatan Audi. , serta Komite Audit, sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih luas mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kualitas audit. Ketiga, peneliti selanjutnya diharapkan dapat menambah jumlah sampel dengan melibatkan perusahaan dari sektor lain, seperti sektor pertanian, properti dan real estate, perdagangan, jasa dan investasi, pertambangan, serta industri dasar dan kimia. Keempat, periode penelitian sebaiknya diperpanjang dengan jumlah sampel perusahaan yang lebih besar agar hasil penelitian menjadi lebih akurat dan relevan. Terakhir, peneliti berikutnya disarankan untuk memperbanyak referensi dan literatur yang digunakan agar penelitian yang dilakukan semakin berkualitas serta mampu menghadirkan perspektif dan pendekatan baru yang lebih menarik dalam topik yang sama. DAFTAR PUSTAKA