Jurnal Sinergi Manajemen p-ISSN : 3031-2485 e-ISSN : 3090-7519 Fokus SDM-Pemasaran-Keuangan-Kewirausahaan DOI: https://doi. org/10. 70285/y39kyd48 Pengaruh Biaya Produksi dan Biaya Operasional terhadap Laba Bersih PT Akasha Wira International Tbk Tahun 2015-2024 Anissya Febrianti1*. Wawan Supriyatna2 Program Studi Manajemen. Universitas Pamulang 1,2 anissyafebrianti@gmail. com1*, dosen01806@unpam. Received 03/09/2. Revised 08/09/2025 | Accepted 15/09/2025 *Korespondensi Penulis ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh parsial dan simultan biaya produksi dan biaya operasional terhadap laba bersih pada PT Akasha Wira International Tbk selama periode 2015-2024. Laba bersih merupakan indikator vital yang mencerminkan keberhasilan manajemen perusahaan dalam mengelola operasional dan efisiensi biaya. Fluktuasi laba bersih yang signifikan pada beberapa periode menjadi motivasi utama penelitian ini untuk mengkaji lebih dalam faktor-faktor yang memengaruhinya dari sisi biaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder dari laporan keuangan tahunan perusahaan. Analisis data dilakukan dengan uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, koefisien determinasi, dan uji hipotesis . ji t dan uji F). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, biaya produksi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap laba bersih dengan nilai t-hitung sebesar 11,562 (> t-tabel 2,. dan signifikansi 0,000 (< 0,. Sementara itu, biaya operasional secara parsial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap laba bersih dengan nilai t-hitung sebesar -3,657 (> t-tabel 2,. dan signifikansi 0,008 (< 0,. Secara simultan, biaya produksi dan biaya operasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap laba bersih, dibuktikan dengan nilai F-hitung sebesar 67,086 (> F-tabel 4,. dan signifikansi 0,000 (< 0,. Penelitian ini memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana setiap komponen biaya memengaruhi laba bersih, yang dapat digunakan sebagai dasar strategis untuk pengambilan keputusan Kata Kunci: Biaya Produksi. Biaya Operasional. Laba Bersih. Kinerja Keuangan ABSTRACT This study aims to analyze the partial and simultaneous effects of production costs and operating expenses on the net profit of PT Akasha Wira International Tbk from 2015-2024. Net profit is a vital indicator reflecting the success of company management in controlling operational and cost efficiency. Significant fluctuations in net profit during certain periods are the main motivation for this study to further examine the influencing factors from the cost side. This research uses a quantitative approach with secondary data from the company's annual financial statements. Data analysis was carried out using classical assumption tests, multiple linear regression analysis, the coefficient of determination, and hypothesis testing . -test and F-tes. The results show that partially, production costs have a positive and significant effect on net profit, with a t-count value of 11. 562 (> t-table 2. and a significance of 0. 000 (< 0. Meanwhile, operating expenses partially have a negative and Jurnal Sinergi Manajemen https://bmabersama. id/index. php/jsm Vol. 02 No. Bulan : Juni-September . Tahun : 2025 . Copyright A pada Penulis Jurnal Sinergi Manajemen p-ISSN : 3031-2485 e-ISSN : 3090-7519 Fokus SDM-Pemasaran-Keuangan-Kewirausahaan significant effect on net profit, with a t-count value of -3. 657 (> t-table 2. and a significance of 008 (< 0. Simultaneously, production costs and operating expenses have a positive and significant effect on net profit, as evidenced by an F-count value of 67. 086 (> F-table 4. and a significance of 0. 000 (< 0. This research provides an in-depth understanding of how each cost component affects net profit, which can be used as a strategic basis for managerial decision-making. Keywords: Production Costs. Operating Expenses. Net Profit. Financial Performance PENDAHULUAN Laba bersih merupakan indikator fundamental yang digunakan untuk mengukur kinerja keuangan suatu perusahaan. Pencapaian laba bersih yang optimal menjadi tujuan utama setiap entitas bisnis karena mencerminkan kemampuan perusahaan dalam mengelola sumber daya, menekan biaya, dan memaksimalkan pendapatan. Laba bersih yang stabil dan tumbuh dari waktu ke waktu menjadi daya tarik bagi investor dan pemangku kepentingan. Dalam industri manufaktur, laba bersih sangat dipengaruhi oleh komponen biaya, yaitu biaya produksi dan biaya operasional. Fluktuasi laba bersih seringkali mencerminkan ketidakstabilan dalam pengelolaan biaya-biaya tersebut. Penelitian terbaru oleh Anggraini dan Indawati . menemukan bahwa efisiensi dalam biaya produksi memiliki hubungan langsung dengan peningkatan laba. Data Biaya Produksi Tahun 2015-2024 . alam jutaan rupia. Tahun Biaya Produksi Sumber : Laporan Keuangan PT. Akasha Wira International Tbk Tahun 2015-2024. Website: https://akashainternational. Berdasarkan informasi yang tersaji pada Table dan Grafik, dapat diamati bahwa terdapat dinamika dalam perubahan Biaya Produksi pada PT. Akasha Wira International Tbk dari tahun 2015 sebesar Rp. alam jutaan rupia. sampai tahun 2024 sebesar Rp. alam jutaan rupia. mengalami penurunan dan juga kenaikan. Terdapat kenaikan yang terjadi selama periode 2015 hingga 2016, dimulai sejak tahun 2015 sebesar Rp. alam jutaan rupia. ke tahun 2016 sebesar Rp. alam jutaan rupia. dan mengalami penurunan lagi pada tahun 2017 sebesar Rp. alam jutaan rupia. Namun, kemudian, dar tahun 2016 sampai 2020, biaya produksi cenderung berfluktuasi dengan sedikit penurunan, terutama pada tahun 2020 yang menunjukkan titik terendahnya sebesar Rp 317. alam jutaan rupia. Beranjak ke tahun 2021 hingga 2024, terjadi Jurnal Sinergi Manajemen https://bmabersama. id/index. php/jsm Vol. 02 No. Bulan : Juni-September . Tahun : 2025 . Copyright A pada Penulis Jurnal Sinergi Manajemen Fokus SDM-Pemasaran-Keuangan-Kewirausahaan p-ISSN : 3031-2485 e-ISSN : 3090-7519 peningkatan biaya produksi yang signifikan, dengan peningkatan mencapai titik tertingginya pada tahun 2024 sebesar Rp. alam jutaan rupia. Sumber : Laporan keuangan PT. Akasha Wira International Tbk 2015-2024 . alam jutaan rupia. Grafik Pergerakan Biaya Produksi pada PT. Akasha Wira International Tbk Tahun 2015-2024 Konsep biaya produksi merujuk pada seluruh biaya yang dikeluarkan untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi (Anisa, dkk. , 2. Biaya ini mencakup biaya bahan baku langsung, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik. Menurut Manurung. Stephanie, & Joychristy . , pengendalian biaya produksi yang efektif dapat meningkatkan margin kotor dan, pada akhirnya, laba bersih. Sementara itu, biaya operasional adalah biaya-biaya yang dikeluarkan untuk menjalankan kegiatan operasional perusahaan yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi (Ghardanova, 2. Biaya ini meliputi biaya pemasaran, biaya administrasi, dan biaya Menurut Sita . , efisiensi biaya operasional sangat krusial karena merupakan beban yang harus ditanggung terlepas dari volume produksi. Research gap yang ditemukan adalah adanya inkonsistensi hasil penelitian mengenai pengaruh biaya operasional terhadap laba bersih. Beberapa studi terdahulu menunjukkan bahwa peningkatan biaya operasional dapat berdampak negatif karena menurunkan laba (Fahmi Nur, dkk. , 2. , namun di sisi lain, peningkatan biaya operasional untuk promosi atau pemasaran dapat meningkatkan penjualan dan pada akhirnya meningkatkan laba bersih (Sita, 2. Kebaruan . penelitian ini terletak pada analisis data terkini . dari PT Akasha Wira International Tbk, sebuah perusahaan yang dinamis di sektor manufaktur, serta penekanan pada pemecahan inkonsistensi hasil penelitian sebelumnya. Berdasarkan latar belakang di atas, penelitian ini merumuskan masalah sebagai berikut: apakah biaya produksi dan biaya operasional secara parsial dan simultan memiliki pengaruh signifikan terhadap laba bersih pada PT Akasha Wira International Tbk? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan membuktikan secara empiris pengaruh biaya produksi dan biaya operasional terhadap laba bersih, serta memberikan pemahaman mendalam tentang dinamika biaya dalam konteks kinerja laba perusahaan. Jurnal Sinergi Manajemen https://bmabersama. id/index. php/jsm Vol. 02 No. Bulan : Juni-September . Tahun : 2025 . Copyright A pada Penulis Jurnal Sinergi Manajemen Fokus SDM-Pemasaran-Keuangan-Kewirausahaan p-ISSN : 3031-2485 e-ISSN : 3090-7519 METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal. Tujuannya adalah untuk menguji hubungan sebab-akibat antara variabel bebas . iaya produksi dan biaya operasiona. dan variabel terikat . aba bersi. Populasi penelitian ini adalah laporan keuangan tahunan PT Akasha Wira International Tbk dari tahun 2015 hingga 2024. Karena populasi terbatas pada satu perusahaan dan periode waktu yang jelas, metode sampling yang digunakan adalah sensus, di mana seluruh data laporan keuangan dalam periode tersebut dijadikan sampel. Hal ini memastikan bahwa seluruh informasi yang relevan dari perusahaan dapat dianalisis secara komprehensif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan PT Akasha Wira International Tbk yang dipublikasikan. Data ini diunduh dari situs web perusahaan dan Bursa Efek Indonesia (BEI). Proses pengumpulan data melibatkan pencatatan data biaya produksi, biaya operasional, dan laba bersih secara sistematis dari laporan laba rugi perusahaan selama periode penelitian. Penggunaan data sekunder ini sangat efisien dan memastikan konsistensi data. Analisis data dilakukan menggunakan metode regresi linear berganda. Langkah-langkah analisis meliputi uji statistik deskriptif, uji asumsi klasik . ormalitas, multikolinieritas, heteroskedastisita. , analisis regresi linear berganda, koefisien determinasi (R. , dan uji hipotesis . ji t dan uji F). Uji asumsi klasik dilakukan untuk memastikan bahwa model regresi yang digunakan memenuhi syarat statistik. Setelah itu, uji t digunakan untuk menguji pengaruh parsial masing-masing variabel independen, sementara uji F digunakan untuk menguji pengaruh simultan dari kedua variabel independen terhadap laba bersih. Uji koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui seberapa besar kontribusi variabel independen dalam menjelaskan variasi laba bersih. HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL Analisis deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata laba bersih PT Akasha Wira International Tbk mengalami fluktuasi selama periode penelitian. Biaya produksi menunjukkan tren yang cenderung meningkat seiring dengan peningkatan penjualan dan laba, sedangkan biaya operasional juga menunjukkan variasi yang signifikan dari tahun ke tahun. Fluktuasi ini mengindikasikan bahwa manajemen perusahaan harus senantiasa melakukan evaluasi terhadap kedua komponen biaya ini untuk menjaga profitabilitas. Hasil uji asumsi klasik menunjukkan bahwa model regresi memenuhi semua kriteria. Data terdistribusi normal, tidak terdapat multikolinieritas antar variabel independen, dan tidak ada masalah Dengan demikian, model regresi yang digunakan dianggap valid dan dapat diandalkan untuk pengujian hipotesis. Validitas model ini menjadi landasan kuat untuk interpretasi hasil regresi yang akan dipaparkan. Hasil uji t menunjukkan bahwa biaya produksi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap laba bersih. Nilai t-hitung sebesar 11,562 lebih besar dari t-tabel sebesar 2,364, dengan signifikansi 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Temuan ini konsisten dengan teori bahwa biaya produksi yang dikeluarkan untuk menghasilkan produk akan berkorelasi langsung dengan laba yang dihasilkan. Kenaikan biaya produksi yang diikuti oleh kenaikan laba menunjukkan bahwa perusahaan mampu menjual produknya dengan harga yang menguntungkan. Jurnal Sinergi Manajemen https://bmabersama. id/index. php/jsm Vol. 02 No. Bulan : Juni-September . Tahun : 2025 . Copyright A pada Penulis Jurnal Sinergi Manajemen p-ISSN : 3031-2485 e-ISSN : 3090-7519 Fokus SDM-Pemasaran-Keuangan-Kewirausahaan Hasil Uji Parsial (Uji . Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Sig. Std. Error (Constan. Biaya Produksi Biaya Operasional Beta Dependent Variable: Laba Bersih Mengacu pada Tabel diatas, khususnya pada kolom nilai t dan signifikansi . ), berikut ini merupakan ringkasan hasil uji parsial dalam penelitian ini: Berdasarkan uji statistik terhadap variabel biaya produksi, diketahui bahwa nilai thitung yang diperoleh adalah sebesar 11,562. Sementara itu, nilai t-tabel pada taraf signifikansi 5% . i mana 0,05 dibagi 2 = 0,. dengan derajat kebebasan . sebesar n Ae k Ae 1 = 7 adalah sebesar 2,364, sebagaimana tercantum dalam lampiran. Karena t-hitung . lebih besar dibandingkan t-tabel . , maka hipotesis alternatif (H. dinyatakan diterima. Hal ini juga diperkuat oleh nilai signifikansi sebesar 0,00 yang lebih kecil dari batas kritis 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa secara parsial, variabel biaya produksi (X. berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel laba bersih (Y). Selanjutnya, untuk variabel biaya operasional, hasil uji menunjukkan bahwa nilai thitung sebesar -3,657. Dengan menggunakan tingkat signifikansi yang sama, yaitu 5% . ,025 pada uji dua ara. dan df = 7, diperoleh t-tabel sebesar 2,364 . elengkapnya dapat dilihat pada lampira. Meskipun nilai t-hitung bernilai negatif, secara absolut nilainya lebih besar dari t-tabel (|-3,. > 2,. , sehingga hipotesis H1 diterima. Nilai signifikansi sebesar 0,008 yang lebih kecil dari 0,05 juga mendukung hasil tersebut. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa variabel biaya operasional (X. secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan dan negatif terhadap laba bersih (Y). Di sisi lain, hasil uji t untuk biaya operasional menunjukkan pengaruh negatif dan signifikan terhadap laba bersih. Dengan nilai t-hitung sebesar -3,657 yang lebih besar dari t-tabel 2,364 . alam nilai absolu. dan signifikansi 0,008 yang lebih kecil dari 0,05, hipotesis parsial ini diterima. Ini berarti bahwa setiap peningkatan biaya operasional akan menyebabkan penurunan laba bersih, yang menunjukkan bahwa efisiensi dalam pengelolaan biaya non-produksi menjadi sangat krusial. Jurnal Sinergi Manajemen https://bmabersama. id/index. php/jsm Vol. 02 No. Bulan : Juni-September . Tahun : 2025 . Copyright A pada Penulis Jurnal Sinergi Manajemen p-ISSN : 3031-2485 e-ISSN : 3090-7519 Fokus SDM-Pemasaran-Keuangan-Kewirausahaan Hasil Uji Simultan (Uji F) ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Sig. Regression Residual Total Dependent Variable: Laba Bersih Predictors: (Constan. Biaya Operasional. Biaya Produksi Merujuk dari hasil analisis yang ditampilkan pada Tabel 4. 11, diperoleh nilai f-hitung sebesar 67,086 dengan tingkat signifikansi 0,00b. Untuk menentukan nilai f-tabel, digunakan data jumlah sampel sebanyak 10 . , dua variabel independen, serta taraf signifikansi 5% ( = 0,. Derajat kebebasan dihitung menggunakan rumus dk = n Ae k Ae 1, yaitu 10 Ae 2 Ae 1 = 7. Dari perhitungan tersebut, diperoleh nilai F-tabel sebesar 4,74, sebagaimana tercantum pada bagian lampiran. Hasil uji F menunjukkan bahwa biaya produksi dan biaya operasional secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap laba bersih. Nilai F-hitung sebesar 67,086 lebih besar dari F-tabel sebesar 4,74 dengan signifikansi 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Temuan ini menegaskan bahwa kedua komponen biaya ini secara bersama-sama memiliki peran penting dalam menentukan profitabilitas perusahaan. Kinerja keuangan perusahaan sangat dipengaruhi oleh bagaimana manajemen mengendalikan kedua jenis biaya tersebut. Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Summaryb Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson Predictors: (Constan. Biaya Operasional. Biaya Produksi Dependent Variable: Laba Bersih Merujuk pada analisis yang terdapat dalam tabel 4. 9, terlihat bahwa koefisien determinasi (KD) yang dihitung dengan mengalikan Adjusted RA dengan 100% menghasilkan KD = 0,936 X 100% = 93,6%. Temuan ini mengindikasikan bahwa kontribusi biaya produksi dan biaya operasional dalam menjelaskan variabel laba bersih mencapai angka 0,936 atau setara dengan 93,6%. Uji koefisien determinasi (R. menunjukkan nilai sebesar 0,944. Ini mengindikasikan bahwa biaya produksi dan biaya operasional secara bersama-sama mampu menjelaskan variasi laba bersih sebesar 94,4%. Sisa sebesar 5,6% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar model penelitian ini, seperti Jurnal Sinergi Manajemen https://bmabersama. id/index. php/jsm Vol. 02 No. Bulan : Juni-September . Tahun : 2025 . Copyright A pada Penulis Jurnal Sinergi Manajemen Fokus SDM-Pemasaran-Keuangan-Kewirausahaan p-ISSN : 3031-2485 e-ISSN : 3090-7519 pendapatan di luar operasional, beban bunga, atau pajak. Nilai R2 yang sangat tinggi ini menunjukkan bahwa kedua variabel ini adalah prediktor yang sangat kuat untuk laba bersih. PEMBAHASAN Temuan bahwa biaya produksi berpengaruh positif dan signifikan terhadap laba bersih menunjukkan bahwa PT Akasha Wira International Tbk memiliki kemampuan untuk menetapkan harga produk yang lebih tinggi dari biaya produksinya. Ini menunjukkan efektivitas dalam mengelola margin kotor. Kenaikan biaya produksi yang diikuti oleh kenaikan laba bersih berarti perusahaan mampu menutupi biaya tersebut dengan volume penjualan yang meningkat atau harga jual yang lebih tinggi, yang sejalan dengan penelitian Ghardanova . Di sisi lain, pengaruh negatif dan signifikan dari biaya operasional terhadap laba bersih merupakan temuan yang sangat penting. Hal ini mengindikasikan bahwa setiap peningkatan dalam biaya administrasi, pemasaran, atau biaya umum lainnya secara langsung menggerogoti laba Temuan ini sejalan dengan penelitian Manurung. Stephanie, & Joychristy . , yang menekankan pentingnya pengendalian biaya operasional. Solusi yang bisa diberikan dari temuan ini adalah bahwa manajemen perlu melakukan evaluasi secara berkala terhadap efisiensi biaya operasional. Perusahaan bisa mengadopsi teknologi baru untuk mengurangi biaya administrasi, melakukan audit rutin pada biaya pemasaran, atau mencari cara untuk mengoptimalkan biaya umum tanpa mengganggu kualitas layanan. Fokus pada efisiensi biaya operasional dapat memberikan dampak yang sangat besar pada peningkatan laba bersih. Implikasi dari penelitian ini sangat relevan bagi manajemen. Dengan mengetahui bahwa biaya operasional memiliki dampak negatif yang signifikan, manajemen dapat mengalokasikan sumber daya secara lebih tepat untuk mengendalikan biaya-biaya tersebut. Ini menunjukkan kepakaran dan kompetensi dalam memecahkan masalah keuangan perusahaan secara spesifik. Kontribusi penelitian ini adalah memberikan bukti empiris yang kuat tentang hubungan antara biaya produksi dan biaya operasional dengan laba bersih. Temuan ini dapat menjadi referensi bagi perusahaan lain di sektor manufaktur untuk mengevaluasi strategi biaya mereka. Berbeda dengan penelitian lain yang hanya berfokus pada salah satu jenis biaya, penelitian ini menganalisis keduanya secara bersamaan, memberikan gambaran yang lebih holistik. Secara keseluruhan, pembahasan ini menyajikan argumen kuat bahwa pengendalian biaya, khususnya biaya operasional, adalah kunci untuk meningkatkan laba bersih pada PT Akasha Wira International Tbk. Penelitian ini tidak hanya memperkaya literatur manajemen keuangan, tetapi juga memberikan implikasi strategis yang berharga bagi para praktisi. SIMPULAN Berdasarkan analisis dan pembahasan yang telah dilakukan, dapat ditarik beberapa simpulan utama sesuai dengan tujuan penelitian. Pertama, biaya produksi dan biaya operasional secara simultan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap laba bersih pada PT Akasha Wira International Tbk. Ini menunjukkan bahwa kedua komponen biaya ini, jika dikelola secara bersama-sama, sangat penting dalam menentukan profitabilitas perusahaan. Kedua, secara parsial, biaya produksi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap laba Simpulan ini mengindikasikan bahwa meskipun biaya produksi meningkat, perusahaan mampu menutupi biaya tersebut dan tetap menghasilkan laba, yang menunjukkan efisiensi dalam menetapkan harga produk dan mengelola volume penjualan. Jurnal Sinergi Manajemen https://bmabersama. id/index. php/jsm Vol. 02 No. Bulan : Juni-September . Tahun : 2025 . Copyright A pada Penulis Jurnal Sinergi Manajemen Fokus SDM-Pemasaran-Keuangan-Kewirausahaan p-ISSN : 3031-2485 e-ISSN : 3090-7519 Ketiga, secara parsial, biaya operasional memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap laba Temuan ini membuktikan bahwa setiap peningkatan biaya operasional secara langsung mengurangi laba bersih. Oleh karena itu, pengendalian biaya operasional menjadi prioritas utama untuk meningkatkan profitabilitas. Keempat, penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen PT Akasha Wira International Tbk harus lebih fokus pada efisiensi biaya operasional untuk memaksimalkan laba bersih. Sisa sebesar 5,6% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar model penelitian ini, menunjukkan bahwa model ini sangat andal. Kelima, kontribusi penelitian ini terletak pada pemecahan inkonsistensi yang ada dalam literatur sebelumnya mengenai pengaruh biaya operasional. Studi kasus ini memberikan bukti empiris yang jelas bahwa hubungan tersebut bersifat negatif dan signifikan. Secara singkat, laba bersih PT Akasha Wira International Tbk sangat sensitif terhadap biaya Manajemen keuangan yang sehat harus fokus pada strategi untuk mengendalikan biayabiaya ini agar dapat meningkatkan profitabilitas secara berkelanjutan. PENGHARGAAN Terima Kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, motivasi, saran, dan masukan yang konstruktif selama proses penyusunan artikel ini. Ucapan khusus juga ditujukan kepada dosen pembimbing, responden penelitian, serta instansi terkait yang telah membantu dalam pengumpulan data dan analisis sehingga penulisan artikel ini dapat diselesaikan dengan baik. DAFTAR PUSTAKA