Ulul Amri: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam e-ISSN: 3830-1420 Vol. No. : 457-474 http://urj. uin-malang. id/index. php/uajmpi Pengaruh Kepemimpinan Demokratis Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru dan Prestasi Belajar Siswa Rita Rahmah Maulidiyah Jurusan Manajemen Pendidikan Islam. Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Negara Republik Indonesia maulidiyah14@gmail. ABSTRACT This study aims to: . Determine the effect of the principal's democratic leadership on teacher performance at MA Al - Ihsan Krian Sidoarjo. Knowing the influence of the democratic leadership of the principal on the learning achievement of students at MA Al - Ihsan Krian Sidoarjo. Knowing the effect of teacher performance on student learning achievement at MA Al - Ihsan Krian Sidoarjo. Knowing the influence of the principal's democratic leadership on teacher performance and student learning achievement at MA Al - Ihsan Krian Sidoarjo. This study uses a correlational quantitative approach with data collection techniques using questionnaires, interviews and documentation. The data analysis technique used descriptive statistical analysis and inferential statistical analysis which was calculated with the help of the SPSS 17 program. The results of simple linear regression calculations were: . There was an influence of democratic leadership on teacher performance based on the sig value of 0. 035 <0. 05 and the t-count value and the influence of variables X1 to Y. There is an influence of the principal's democratic leadership on student learning achievement based on sig. 033 <0. 05 and the value of t count and the effect of the X1 variable on Y2. There is an influence of principal democratic leadership on teacher performance and student learning achievement based on sig. It is 0,035<0,05 dan 0,33<0,5 the t value and the effect of X1 on Y1 and Y2. The results of the multiple linear regression test calculation that there is an effect of teacher performance and student learning achievement together on the democratic leadership of the principal based on the value of sig 0,035<0,05 dan 0,33<0,5. Keywords: Democratic Leadership. Teacher Performance. Student Achievement ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk: . Mengetahui pengaruh kepemimpinan demokratis kepala sekolah terhadap kinerja guru di MA Al Ae Ihsan Krian Sidoarjo. Mengetahui pengaruh kepemimpinan demokratis kepala sekolah terhadap prestasi belajar peserta didik di MA Al Ae Ihsan Krian Sidoarjo. Mengetahui pengaruh kinerja guru terhadap prestasi belajar peserta didik di MA Al Ae Ihsan Krian Sidoarjo. Mengetahui pengaruh kepemimpinan demokratis kepala sekolah terhadap kinerja guru dan prestasi belajar peserta didik di MA Al Ae Ihsan Krian Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan teknik pengumpulan data menggunakan angket, interview dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial yang dihitung dengan bantuan program SPSS Hasil perhitungan regresi linier sederhana adalah: . Terdapat pengaruh kepemimpinan demokratis terhadap Ulul Amri: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. No. kinerja guru berdasarkan nilai sig 0,035<0,05 dan nilai t hitung serta pengaruh variabel X1 terhadap Y. Ada pengaruh kepemimpinan demokratis kepala sekolah terhadap prestasi belajar peserta didik berdasarkan sig. sebesar 0,033<0,05 dan nilai t hitung serta pengaruh variabel X1 terhadap Y2. Ada pengaruh kepemimpinan demokratis kepala sekolah terhadap kinerja guru dan prestasi belajar peserta didik berdasarkan sig. Sebesar 0,035<0,05 dan 0,33<0,5 nilai t hitung serta pengaruh X1 terhadap Y1 dan Y2. Hasil perhitungan uji regresi linier berganda bahwa terdapat pengaruh kinerja guru dan prestasi belajar peserta didik secara bersama-sama terhadap kepemimpinan demokratis kepala sekolah berdasarkan nilai sig 0,035<0,05 dan 0,33<0,5. Kata-Kata Kunci: Kepemimpinan Demokratis. Kinerja Guru. Prestasi Belajar Peserta Didik PENDAHULUAN Suatu lembaga atau organisasi dapat dikatakan berprestasi ataupun tidaknya sangat dipastikan oleh fungsi kepemimpinannya, sehingga tidak banyak apabila dikatakan bahwa pemimpinlah yang bertanggung jawab atas kegagalan kepemimpinannya melakukan suatu kegiatan aktivitas. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa alangkah kompleksnya fungsi dan kewajiban seorang pemimpin untuk menggerakkan organisasi ke arah yang lebih jelas dan terarah atau bahwa seorang pemimpin ialah seorang ahli strategi yang pasti telah mendefinisikan visi dan misi organisasi dan berfokus pada aturan organisasi untuk memperoleh tujuannya melalui kebaikan. Kepala Sekolah merupakan orang yang bertanggung jawab untuk melakukan kegiatan pendidikan di sekolah, guna membujuk orang lain di daerah pada keadaan tertentu, dan mengambil langkah Ae langkah untuk memastikan bahwa orang lain bertanggung jawab penuh untuk tercapainya suatu target yang sudah ditentukan. Kepala sekolah merupakan individu terpenting yang mempengaruhi para guru dan kegiatan persekolahan untuk mencapai suatu target edukasi yang baik. Kepemimpinan adalah kemampuan seorang untuk mempengaruhi orang Ae orang atau kelompok dengan maksud untuk mencapai suatu tujuan. Selanjutnya kepemimpinan juga dapat dipahami sebagai kemampuan seseorang dalam menggerakkan, mengarahkan, sekaligus mempengaruhi pola pikir, cara kerja setiap anggota agar bersikap mandiri dalan bekerja untuk kepentingan percepatan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. McFarland dalam Danim, beranggapan bahwa kepemimpinan diartikan seperti metode dimana seorang pemimpin digambarkan yang memberi instruksi atau dampak pengaruh, mengarahkan maupun teknik yang berdampak pada kegiatan individu lain waktu menetapkan serta mencapai target yang sudah ditentukan. Pemahaman yang makin besar dikemukakan oleh Sutista, maka kepemimpinan ialah kapasitas untuk mengambil inisiatif dengan keadaan lingkungan sosial guna mewujudkan bentuk dan cara baru, merancang dan mengatur tingkah laku. Dengan demikian, menciptakan kolaborasi ke arah tercapainya suatu tujuan. Kepemimpinan Demokratis adalah kemampuan mempengaruhi orang lain agar dapat bekerjasama untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan dengan berbagai cara kegiatan yang akan dilakukan atau ditentukan bersama antara pimpinan dan bawahan. Berdasarkan Sobri Sutikno. Kepemimpinan yang bersifat demokratis merupakan kepemimpinan yang rajin, bersemangat serta terencana. Aktivitas kepengurusan dilakukan dengan cara tertata dan bertanggung jawab. Klasifikasi kewajiban dengan anggota memiliki Pengaruh Kepemimpinan Demokratis Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru dan Prestasi Belajar Siswa Rita Rahmah Maulidiyah otoritas dan kewajiban yang nyata, membolehkan setiap peserta untuk berpartisipasi dengan cara antusias. Contohnya, untuk metode menentukan, tipe atasan tersebut dapat mempengaruhi bawahan untuk memberikan tanggung jawab yang lebih besar kepada Mengenai parameter sikap dan tingkah laku kepemimpinan yang bersifat demokratis menurut Sobri Sutikno sebagai berikut: Buah pemikirannya terpusat atas hasil permufakatan. Toleransi. Membuka peluang peningkatan karir. Luwes menerima pendapat ataupun kritik dari anak buah. Membangun suasan kekeluargaan. Memahami kelebihan anak buah juga kekurangannya. Aktif interaksi dengan anak buah. Aktif berkontribusi bersama anak buah. Responsif pada kondisi maupun situasi. Menurut indikator, peneliti beranggapan bahwasanya Kepala Madrasah MA Al Ae Ihsan Krian telah mengaplikasikan beberapa indikator kepemimpinan demokratis, satu Ae satunya adalah kepala sekolah memfasilitasi dan memberikan kesempatan yang luas kepada para guru untuk dapat melaksanakan kegiatan pengembangan profesi melalui berbagai kegiatan pendidikan dan pelatihan, baik yang dilaksanakan di sekolah seperti Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) tingkat sekolah, diskusi profesional dan sebagainya atau melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan diluar sekolah, seperti workshop, seminar, guru bimbingan belajar (Les Priva. , kesempatan melanjutkan pendidikan atau mengikuti berbagai kegiatan yang diselenggarakan pihak lain. Menurut Nanang fatah, kepemimpinan ialah satu aktivitas ataupun kegiatan seseorang yang memiliki keterampilan untuk memberikan dampak pada tingkah laku individu lain pada pekerjaannya karena memanfaatkan kekuasaan. Mengenai rancangan pendidikan. Soetopo dan Soemanto menerangkan kepemimpinan pendidikan adalah keterampilan untuk memberikan dampak dan memanfaatkan individu lain guna memperoleh suatu target pendidikan dengan cara terbuka dan bebas. Kepemimpinan pendidikan ada kaitannya pada isu kepala sekolah pada peningkatan peluang agar perjumpaan bersama para guru dengan barhasil pada keadaan yang mendukung. Dimana tindakan kepala sekolah wajib kondusif bagi performa tenaga pendidik, baik secara pribadi maupun gabungan. Tindakan instrumental kepala sekolah berorientasi pada kewajiban dan dengan secara langsung dikategorikan ke dalam kewajiban dan tanggung jawab tenaga pendidik, baik secara pribadi maupun tim. Tindakan positif kepala sekolah mampu memajukan dan memfokuskan, serta mendorong semua partisipan sekolah demi bekerja sama untuk mencapai visi dan misi, serta tujuan sekolah. Menurut berbagai ahli, pemimpin - pemimpin dilihat selaku akar dari manajemen dan tingkah laku kepemimpinan adalah akar kelakuan manajemen. Akar kepemimpinan ialah pengambilan kesimpulan, mencakup kesimpulan guna tidak mengambil keputusan. Seorang ketua atau pemimpin ialah seorang individu yang memiliki kompetensi untuk memimpin dan melaksanakan kepemimpinan. Pemimpin dapat mempengaruhi pendapat individu maupun sekelompok orang tanpa dengan bertanya mengapa. Pemimpin adalah orang yang secara aktif merencanakan, mengkoordinasikan, melakukan eksperimen, juga mengarahkan pekerjaan agar memperoleh maksud yang sama. Dalam rangka mencapai performa tenaga pendidik serta prestasi . belajar para murid, kepala madrasah sebagai kepemimpinan demokratis demi membuat madrasah yang berdaya saing, mengajak staf Ae nya supaya dapat membuat keputusan penting, mempersiapkan bimbingan demokratis, membuat konsep penting demi mengembangkan Begitu juga halnya pada MA Al Ae Ihsan Krian, untuk tercapainya hasil yang tinggi ketika menetapkan parameter manajemen atau penyelenggaraan sekolah juga mampu Ulul Amri: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. No. lebih bijaksana waktu menetapkan pencapaian prestasi peserta didik, masing-masing tenaga pendidik perlu memiliki catatan kualitas performa yang baik supaya mampu menciptakan murid yang berprestasi. Akhirnya yang dicapai ialah kualitas kedudukan yang makin tinggi dari sebelumnya. Pemimpin harus bisa memikirkan, menyeleraskan, dan mengatur sumber daya mereka secara efektif juga berhasil agar bisa survive serta bertumbuh ditengah kondisi yang saling bersaing. Pada kondisi yang penuh tekanan seperti saat ini, kualitas sumber daya manusia merupakan aset utama yang memainkan peran utama untuk kelangsungan hidup sebuah institusi yang mesti dapat diatur secara tepat. Performa tenaga didik merupakan faktor yang menentukan atau tidaknya kualitas sebuah lembaga pendidikan. Hal ini karena kinerja seorang guru merupakan hasil kerja dari tenaga pendidik. Seperti halnya yang dikemukakan oleh Wirawan, bahwa Aukinerja ialah hasil yang didapatkan dari fungsi atau indikator suatu pekerjaan atau jabatan selama periode waktu yang sudah ditentukan. Lain halnya menurut Barnawi. Auperforma ialah sejauh mana ukuran kesuksesan seorang individu atau suatu gabungan berhasil ketika melaksanakan kewajiban sesuai dengan tanggungjawab dan otoritasnya berlandaskan standar kinerja yang telah diaplikasikan selama kurun waktu yang sudah ditentukan untuk memperoleh suatu tujuan organisasi. Indikator guna mengevaluasi kinerja guru dapat didasarkan atas Peraturan Menteri (PERMEN) Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 16 Tahun 2007 tentang kualifikasi pendidikan dan kompetensi guru mencakup kemampuan pedagogik, kemampuan kepribadian, kemampuan sosial, dan kemampuan professional. Dengan seperti ini fungsi tenaga pendidik bukan terbebas oleh implementasi gaya kepemimpinan yang sudah ada pada setiap institusi, namun masih terdapat berbagai persoalan yang menimbulkan penurunan efektivitasnya kinerja seorang guru yang timbul diakibatkan ketidakcocokan gaya kepemimpinan yang dipraktikkan, apalagi tidak jarang persoalan tersebut timbul diakibatkan karena gaya kepemimpinan yang salah. Sebab seorang pemimpin secara tidak sadar menganggap atau mengimplementasikan gaya kepemimpinan ini untuk melaksanakan kepemimpinannya dengan gayanya sendiri serta metode yang diterapkannya adalah cerminan dari ciri dasar karakter atau karakteristik. Cara dasar menjadi seorang pemimpin walupun pemahaman ini tidak mutlak. Di lapangan diketahui bahwa guru memakai sarana pembelajaran yang sudah tepat saat belajar- mengajar dikelas, dan beberapa tenaga pendidik memberikan bimbingannya secara terpilih dan pribadi kepada peserta didik yang sedang mengalami kesukaran atau tidak dapat memperoleh kemampuan dasar. Serta terdapat guru yang sedikit sulit diajak untuk berkomunikasi sehingga membuat acuh tak acuh antar sesama guru yang lainnya. Tenaga didik atau guru merupakan elemen penting yang bisa mendukung peningkatan kualitas belajar mengajar. Peran guru atau tenaga didik pada jalannya kegiatan belajarmengajar sangatlah besar yakni mengajarkan ilmu serta pengetahuan terhadap para murid. Guru juga mengajari, memberikan anutan, nasihat, dan menuntun para murid menjadi individu bukan hanya cerdas dalam ilmu pengetahuan serta teknologi akan tetapi mempunyai kepribadian dan dan perilaku yang baik. Maka dari itu, tenaga pendidik perlu mempunyai semangat besar untuk melakukan pekerjaannya secara benar baik dari dalam diri pribadi maupun dari luar pribadi guru itu sendiri, sehingga dapat mencapai tujuan serta hasil yang diinginkan guru dan lembaga pendidikan tersebut yaitu menciptakan generasi yang cerdas dan murid yang berprestasi. Pengaruh Kepemimpinan Demokratis Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru dan Prestasi Belajar Siswa Rita Rahmah Maulidiyah Prestasi belajar merupakan hal yang sangat penting dalam pendidikan di sekolah, hal ini disebabkan oleh pentingnya peran prestasi belajar itu sendiri sebagai salah satu tolak ukur atas keberhasilan pembelajaran. Terlepas dari hal tersebut, setiap orang tua pasti mengharapkan prestasi belajar yang baik dari anaknya. Begitupun pihak sekolah, guru dan peserta didik itu sendiri turut megharapkan ketercapaian prestasi belajar yang baik. belajar merupakan hasil yang telah dicapai oleh peserta didik setelah mendapat pengajaran dalam kurun waktu tertentu, prestasi belajar dapat juga diartikan sebagai sebuah cerminan dari usaha belajar. Semakin baik usaha belajar peserta didik, idealnya semakin baik pula prestasi belajar yang akan mereka raih. Karenanya hasil dari prestasi belajar tersebut dapat menjadi salah satu acuan dalam menilai keberhasilan pembelajaran yang dialami peserta Dalam hal ini prestasi belajar peserta didik berkaitan dengan kegiatan belajar peserta didik disekolah. Keberhasilan para siswa ketika memperoleh kemampuan yang berkaitan pada bidang tertentu didapatkan melalui usaha belajar yang tinggi dan hasilnya dapat diukur dengan tes terstandar. Prestasi belajar yaitu prestasi yang erat kaitannya dengan proses pembelajaran disekolah yang nilainya dapat diukur melalui berbagai tes yang dilakukan di sekolah seperti Tes Ulangan Harian. Tes Semesteran. Ujian Sekolah, maupun Ujian Nasional. Ada tiga aspek yang dapat diukur pada prestasi belajar yaitu aspek kognitif, psikomotorik dan afektif. Salah satu contohnya prestasi yang telah diraih oleh peserta didik MA Al Ae Ihsan Krian di tahun 2020 hingga 2021 yaitu Pencak Silat pada tingkat Provinsi. Lari pada tingkat Kabupaten. Banjari pada tingkat Provinsi, dan MTQ pada tingkat Kabupaten. Setelah dua tahun terakhir ini. Lembaga pendidikan di MA Al Ae Ihsan Krian sudah tidak lagi meenggunakan Ujian Nasional. Akan tetapi, berganti nama menjadi Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). Dimana Asesmen Kompetensi Minimum ini dirancang tidak hanya sebagai pengganti ujian nasional dan ujian sekolah berstandar nasional, namun sebagai penanda perubahan paradigma tentang evaluasi pendidikan atau merupakan sebuah gebrakan yang mana dilakukan oleh Mendikbud Nadiem Makarim melalui program Merdeka Belajar. KAJIAN LITERATUR (Palatino Linotype Ae 11 Bold. Huruf Besa. Pengertian Kepemimpinan Demokratis Kepemimpinan berawal dari kata "pemimpin" dimana meliputi dua . poin, yaitu pemimpin selaku subjek serta pemimpin selaku objek. Seorang pemimpin pada dasarnya merupakan orang yang memiliki kapabilitas guna memberikan dampak atau efek terhadap perilaku individu lain pada kinerja pekerjaannya dengan memanfaatkan Selain itu, pemimpin mempunyai hak dalam mengarahkan juga memengaruhi bawahannya berkenaan pada pekerjaan yang akan dilakukan. Pada bagian penetapan kewajiban, pemimpin perlu memberikan perintah serta pengarahan yang tegas dan jelas, sehingga bawahan bisa dengan gampang menjalankan tugasnya serta hasil yang hendak diperoleh pantas dengan apa yang telah ditentukan. Kepemimpinan merupakan wujud kekuasaan yang didasarkan pada kapabilitas atau kapasitas seseorang, yakni dengan cakap memotivasi serta mengajak individu lain guna melakukan sesuatu untuk mencapai target dan tujuan bersama. Kepemimpinan seperti itulah yang didasarkan atas pengakuan kelompok juga memiliki keterampilan yang spesifik pada kondisi tertentu. Ulul Amri: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. No. Apabila dihubungkan pada kepemimpinan kepala sekolah memiliki arti sebagai subjek yang bertindak di lingkungan sekolah selaku pemimpin yang berperan membina, mengarahkan, maupun mengatur keberlangsungan sistem belajar Ae mengajar. Daryanto mengemukakan, inti kepemimpinan itu sekurang-kurangnya meliputi dua . model model cara memimpin yang mengarah terhadap kewajiban serta model cara memimpin yang menitik beratkan pada manusia. Untuk menaikkan performa tenaga pendidik, seorang kepala sekolah bisa mengaplikasikan dua model kepemimpinan yang sesuai dengan keadaan lingkungan yang ada. Kepemimpinan kepala sekolah bisa digambarkan menjadi metode dalam membina serta mengarahkan kegiatan Ae kegiatan tenaga pendidik di sekolah. Singkatnya, dia bertanggung jawab pada prosedur serta kesinambungan belajar Ae mengajar di sekolah. pun berkewajiban untuk menaikkan performa tenaga pendidik. Kepala sekolah selaku kepala institusi pendidikan wajib sanggup menjalankan aturan kepemimpinannya secara Terkait beberapa definisi tentang kepemimpinan serta kepemimpinan kepala sekolah yang telah dipaparkan sebelumnya, setidaknya ada tiga temuan pokok pada definisi kepemimpinan kepala sekolah yakni: Kepemimpinan kepala sekolah tersebut berkaitan dengan individu lainnya baik tenaga pendidik ataupun peserta didik Kepemimpinan kepala sekolah itu menyangkut pembagian kewenangan yang seimbang baik pemimpin selaku kepala sekolah juga peserta kelompok yang dipimpin . enaga pendidik serta peserta didi. secara proporsional, sebab anggota kelompok bukanlah tanpa kuasa Kapabilitas guna memakai berbagai wujud kekuasaan demi memberikan dampak pada sumber daya manusianya dengan bermacam-macam metode. Peran dan Fungsi Kepemimpian Demokratis Danim mengemukakan, tugas kepemimpinan kepala sekolah ialah multitasking yang berarti, tugas yang dijalankan kepala sekolah bukanlah satu tugas saja melainkan bermacam- macam serta rumit. Kepala sekolah merupakan individu yang sangat berkepentingan serta berkewajiban atas terselenggaranya persekolahan masa demi Maka dari itu, setidaknya kepala sekolah harus mempunyai fungsi administrator, manajer, pemimpin, fungsi melaksanakan peran kekepala sekolahan, fungsi penyemangat, negosiator, figuritas, komunikator, peran wakil lembaga serta perananperanan lainnya ialah mengenai langsung maupun tidak langsung atas keperluan serta kebutuhan sekolah. Atas dasar fungsi tersebut, dapat diketahui bahwasannya kepemimpinan ialah unsur dari fungsi manajemen yang peranannya cukup andil guna mencapai tujuan organisasi. Pada lingkungan sekolahan, fungsi serta kewajiban kepala sekolah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pencapaian sekolah. Fungsi kepemimpinan berarti yang berkaitan secara langsung didalam aktivitas sosial sekolah, berarti tiap kepala sekolah berada di dalam ketimbang di luar lingkungan Heri G, telah mengenalkan sebagian peran cara memimpn bagi kepala sekolah yakni: fungsi edukator, manager, administrator, supervisor, leader, inovator, motivator, karakter dan mediator. Gaya Kepemimpinan Demokratis Pengaruh Kepemimpinan Demokratis Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru dan Prestasi Belajar Siswa Rita Rahmah Maulidiyah Ketika menjalankan fungsi kepemimpinan kepala sekolah tersebut, bahwasanya sedang berlangsung kegiatan kepemimpinan. Jika kegiatan ini diselaraskan, akan menunjukkan model maupun jenis kepemimpinan yang hendak dipakai dari seorang pemimpin guna melaksanakantugas serta fungsinya. Leadership atau kepemimpinan adalah keterampilan dan kompetensi orang menggunakan kekuatannya guna memberikan dampak pada individu lain untuk melakukan kegiatan khusus ditujukan pada tujuan yang sudah ditentukan. Kepemimpinan merupakan menjalankan niat untuk suatu target tertentu. Akan tetapi, yang dilakukan oleh individu lainnya. Orang yang dipimpin ialah mereka yang dikendalikan, dikuasai dan dibuat oleh aturan yang berlaku baik formal maupun nonformal. Cara memimpin yang demokratis bertujuan terhadap individu serta menyampaikan arahan yang efisien terhadap pengikut atau peserta. Ada pengorganisasian terhadap seluruh pengikut atau peserta melalui dorongan terhadap kewajiban individu serta partisipasi yang bagus. Intensitas kepemimpinan demokratis seperti itu tidak berada dalam Auperson atau individu pemimpinAy, namun keikutsertaan tiap anggota grup. Kepemimpinan demokratis memuji kemampuan tiap orang yang bersedia untuk mengikuti anjuran serta saran dari bawahannya. Dan juga mengakui keahlian para ahli di bidangnya masing Ae masing yang mampu menggunakan kemampuan masing Ae masing peserta semaksimal mungkin bilamana waktu serta situasi yang akurat. Kepemimpinan demokratis ada kalanya dikatakan menjadi kepemimpinan group developer. AuMardiana menjelaskan bahwa gaya kepemimpinan demokratis adalah cara dan irama seseorang pemimpin dalam menghadapi bawahan dan masyarakatnya dengan memakai metode pembagian tugas dengan bawahan, antar bawahan tugas tersebut dibagi secara adil dan merata. Ay Model demokratis ialah pemimpin yang demokratik dihargai serta disegani juga tidak takut dengan tingkah lakunya di kegiatan aktivitas berorganisasi. Tingkah lakunya menggerakkan bawahannya agar meningkatkan juga memajukan daya perubahan serta Dengan seksama ia memperhatikan suara, kritik bahkan saran orang lain terlebih lagi dari bawahannya. Jadi, dapat disimpulkan bahwasannya kepemimpinan demokratis merupakan cara dan irama seorang pemimpin dalam menghadapi bawahannya dengan memanfaatkan teknik pembagian tugas secara menyeluruh dan merata serta dengan memberikan bimbingan secara mendalam pada stafnya. Sehingga dapat meningkatkan dan juga memajukan daya inovasi dan produktivitasnya. Ciri Kepemimpinan Demokratis Kepala sekolah ialah satu dari beberapa elemen pendidikan yang memiliki peran guna mengembangkan bobot pendidikan. Sesuai apa yang dikemukakan Wahjosumodjo: "Esensi kekepala sekolahan adalah kepemimpinan pengajaran. Seorang kepala sekolah adalah orang yang benar-benar seorang pemimpin, seorang inovator. Oleh sebab itu, kualitas kepemimpinan kepala sekolah signifikan sebagai kunci keberhasilan sekolah". Cara memimpin yang demokratis oleh kepala sekolah diidentitaskan seperti penolong, penjaga serta pribadi yang mampu mengarahkan peningkatan serta pengembangan insititusi sekolah. Identitas demokratis dibuktikan dengan cara karakteristiknya yang memimpin, pengambilan sebuah hasil ketentuan serta mengambil keputusan dengan secara terbuka dan juga terus dikonfirmasikan pada orang Ae orang yang relevan. Kepala sekolah bersikap tranparan, bertindak selaku pelindung, berupaya membuka peluang yang luas terhadap anggota kelompok agar terlibat pada semua Ulul Amri: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. No. Keikutsertaan tersebut menyesuaikan dan memperhatikan status juga kedudukan masing - masing yang didasarkan pada prinsip musyawarah. Semua ketentuan bukan dengan paksaan, tetapi atas kewajiban bersama. Melihat hasil studi ringkasan sebelumnya, memperlihatkan bahwa betapa berartinya peran kepala sekolah untuk membangkitkan aktivitas sekolah guna memperoleh target yang telah ditetapkan. Sesuai sama karakter sekolah selaku lembaga yang berkarakter rumit serta unik, fungsi dan kewajiban kepala sekolah harus diketahui dari beragam perspektif yang berbeda. Di satu sisi kepala sekolah bisa dianggap sebagai seorang pejabat, sedangkan sisi lainnya kepala sekolah bisa berfungsi sebagai pendidik, pemimpin, manejer dan tidak kalah pentingnya seorang kepala sekolah bisa berfungsi selaku staf sekolah. Nyatanya, sebagai kepala sekolah pada zaman sekarang bukanlah hal yang gampang. Indikator Kepemimpinan Demokratis Terdapat kesamaan dari indikasi maupun ciri, tetapi keduanya berlainan. Jika suatu petunjuk kian memperlihatkan karakter yang terdapat pada individu ataupun sesuatu, pertanda makin diperlihatkan tandanya dalam tindakan. Sedangkan parameter merupakan sesuatu yang bisa menyampaikan . aupun melakuka. ciri ataupun informasi tentang sesuatu. Contohnya seorang individu yang menjalankan pekerjaan lain memakai metrik untuk dapat mengukur hasil. Kepala sekolah yang bersifat demokrasi tentunya mampu dikenali dengan jelas serta diketahui tidak dari sifat-sifat yang terkandung didirinya saja, melainkan juga karena perbuatan atau proses menjalankan kegiatan kepemimpinan di sekolah. Sobri S menjelaskan bahwa indikasi model kepemimpinan yang demokratis yakni: Suaranya tertuju dalam keputusan musyawarah. Komunikatif. Toleransi. kritik dari bawahan selalu diterima. Memberikan peluang untuk mengembangkan karier agar bisa aktif ketika proses pengambilan keputusan, lebih-lebih ketika berkaitan dengan tugas tenaga Memahami kekurangan dan kelebihan bawahan. Menciptakan suasana kekeluargaan. Tanggap terhadap situasi. Menurut indikator tersebut bahwasannya indikator kepemimpinan demokratis kepala sekolah tercermin pada susunan tindakan dalam pelaksanaan cara kepemimpinan di sekolah. Tiap keputusannya selalu dikomunikasikan pada guru, tenaga pendidik diajak bekerja sama serta merembukkan suatu ketetapan dan ketentuan yang pada akhirnya pertimbangan yang pakai merupakan pertimbangan secara kolektif. Pengertian Kinerja Kata kinerja berasal dari kata performance yang artinya perbuatan, pekerjaan. Ruky mengemukakan kata performance ini mempunyai tiga . makna yakni: . Prestasi, contohnya pada kalimat Auhigh performance carAy yang berarti Aumobil yang sangat cepatAy. Pertunjukan, contohnya pada perkataan Au Folk dance performanceAy yang berarti Aupertunjukan tari-tarian rakyatAy. Menjalankan tugas, contohnya pada kalimat Auin performing his/her dutiesAy yang berarti Audalam pelaksanaan kewajibannyaAy. Pengertian tersebut harus dipahami menjadi prestasi kerja. Hasil pekerjaan individu pada jangka waktu yang spesifik ketimbang pada tujuan, normalnya yang ditetapkan Pengaruh Kepemimpinan Demokratis Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru dan Prestasi Belajar Siswa Rita Rahmah Maulidiyah serta disetujui secara bersama. Ketika diterapkan pada lembaga pendidikan. AukinerjaAy menyiratkan kemampuan atau prestasi, hasil kerja, ataupun ajakan agar mengerjakan Kinerja merupakan catatan hasil yang didapatkan melalui pekerjaan tertentu ataupun aktivitas dalam waktu khsus. Mulyasa menjelaskan bahwasanya Kinerja merupakan Auoutput drive from processes, human or otherwiseAy. performa ialah produk ataupun bentuk oleh suatu cara. Mulyasa mengemukakan bahwasanya performa bisa dipahami menjadi suatu prestasi kerja, proses perjalanan kerja, perolehan kerja, dan hasil kerja. Al QurAoan memberikan gambaran kepada umat islam supaya giat dan tekun untuk mendapatkan hasil yang baik juga mendapatkan keselarasan ketika di dunia maupun akhirat, yang mana dijelaskan pada surat al Qashash . ,77: Artinya: AuDan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu . negeri akherat, dan janganlah melupakan bahagianmu dari . duniawi dan berbuat baiklah ( kepada orang lain ) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu. Ay Surat al jumuAah ayat 10 juga menerangkan: Artinya: AuMaka apabila salat telah dilaksanakan maka bertebaranlah di muka bumi, dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntungAy. Kedua ayat diatas menyampaikan arah atau petunjuk terhadap manusia agar selalu rajin juga giat ketika mengerjakan kebaikan serta meninggalkan segala bentuk kejelekan atau kenistaan. Selain itu, ajakan berdoAoa supaya dihindarkan oleh hal Ae hal yang tidak kita Dimana bukannya kita cuma memohon atau menyerah. Melainkan, alat untuk menghindari sikap malas, yang mana kita sendiri wajib rajin bekerja supaya dapat memenuhi tuntutan hidup. Dengan begitu, kemakmuran serta kebahagiaan dunia juga di akhirat akan terlaksana. Melalui pemahaman ayat-ayat di atas, maka bisa diketahui bahwasannya setiap orang disuruh bekerja keras untuk memperoleh target yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, kinerja atau performa adalah suatu persepsi yang umum untuk semua individu. Oleh sebab islam merupakan agama yang pada hakikatnya diperintah oleh individu. Maka pada hakikatnya, sikap seseorang ketika melaksanakan perannya pada suatu kehidupan supaya terpenuhi standar perilaku yang sudah ditetapkan guna memperoleh kesibukan serta hasil yang diharapkan sudah sama atas standar yang sudah ditentukan. Berhubungan dengan performa tenaga pendidik. Leo Anglin mengemukakan AuYour success will depend upon your flexibility and your ability to view teaching as an everchanging process that reflects the society in which it occursAy. Artinya, keberhasilan performa tenaga pendidik bergantung atas keluwesan serta kecerdasan pandangan saat megajar serta transisi yang berlangsung di masyarakat. Berikutnya. Leo juga mengemukakan AuA social system is no doubt, infinitely more complex than a simple mechanical system, but it does follow the some principle, in other words, a change in one of the units affecs not only the other units but the performance of the entire systemAy. Artinya, sistem sosial itu tidak diragukan, sangat komplek ketimbang sistem mekanis yang sederhana. Ulul Amri: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. No. namun dari sistem ilmu mesin . esin terapa. , juga bukan menuruti satu sistem saja, melainkan menjalankan beberapa sistem. Gibson dalam teorinya menyatakan bahwasanya performa tenaga pendidik diakibatkan dari beberapa variabel yaitu variabel psikologi, variabel individu serta variabel organisasi. Hubungannya dalam penelitian ini, variabel individu termasuk: kapabilitas juga kapasitas mental fisik . akni pemahaman kurikulu. , background individu . eluarga, latar belakang sosial dan pengalama. , data demografi . sia, suku dan jenis kelami. Kedua, variabel organisasi termasuk: sumber daya, kepemimpinan . alam hal ini, pemberian layanan pengawasa. , struktur penghargaan serta skema pekerjan . ariabel ini hendak memberikan dampak serta membuat kondisi lingkungan kerj. Yang terakhir ialah variabel psikologi termasuk: pembelajaran, motivasi, sikap, persepsi, kepribadian, kesenangan serta kondisi lingkungan kerja. Pengertian Kinerja Guru Adapun faktor yang dapat memberikan dampak pada proses pembelajaran yaitu performa tenaga pendidik. Tenaga pendidik memiliki dampak yang cukup signifikan pada tingkat pembelajaran karena tenaga pendidik yang menata jalannya proses pembelajaran. Hasil penelitian dari Nana Sudjana membuktikan 76,6% jumlah belajar siswa diakibatkan dari performa guru, khususnya: keterampilan mengajar guru memberikan kontribusi sebesar 32,43%, dan kemahiran bahan ajaran berkontribusi sebesar 32,38% serta tindakan tenaga pendidik pada mata pelajaran menghasilkan kontribusi sebesar 8,60%. Kinerja guru merupakan perwujudan dari kompetensinya dalam hal pekerjaan yang sebenarnya, hasil kerja serta kewajiban pada saat melaksanakan tanggung jawab, pekerjaan yang dilakukannya juga etika yang dimilikinya. Suprihanto juga menerangkan bahwasannya kinerja merupakan hasil kerja individu selama rentang waktu tertentu ketimbang pada kemungkinan- kemungkinan seperti tujuan, sasaran, standar maupun patokan yang sudah ditetapkan sebelumnya. Menilai serta menselisihkan kepribadian seorang individu terhadap rekan kerja maupun melihat perilaku individu didalam melaksanakan tugas ataupun perintah yang disampaikan, bagaimana metode untuk menginteraksikan fungsi dan kewajibannya terhadap individu lain. AsAoad . dan Robbins . memperkuat pendapat bahwasanya ketika melaksanakan penilaian performa seorang individu bisa dilaksanakan melalui tiga macam kriteria yang dapat digunakan yakni: . Hasil tugas, . Tingkah laku serta . Jati diri individu. Penilaiannya adalah melakukan evaluasi pada hasil proses kerja seseorang bersama indikator-indikator yang bisa dinilai. Tahapan lain yang diambil dari sekolah agar menaikkan performa tenaga pendidik adalah dengan meningkatkan penggunaan teknologi informasi yang berkembang saat ini dan mendorong guru untuk memahaminya. Dengan menggunakan teknologi informasi yang dimiliki oleh masyarakat dan individual sekolah, memungkinkan guru untuk melakukan berbagai hal, antara lain : . menjelajah dan mencari bahan pustaka, . membangun Program Artificial Intelligence . ecerdasan buata. untuk mengembangkan model sebuah rencana pengajaran, . memberi kemudahan memfasilitasi untuk mengakses apa yang disebut dengan virtual clasroom ataupun virtual university, . riset pemasaran dan mempromosikan hasil karya penelitian. Pengaruh Kepemimpinan Demokratis Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru dan Prestasi Belajar Siswa Rita Rahmah Maulidiyah Beberapa faktor yang bisa berdampak pada performa seorang tenaga pendidik. Prawirosentono menjelaskan faktor-faktor tersebut sebagai berikut: Efektivitas dan efisiensi Kewenangan serta tanggung jawab Disiplin Inisiatif Pengertian Prestasi Belajar Peserta Didik Prestasi belajar yakni bermula dari kata prestasi serta belajar, yang mana keduanya mempunyai arti sendiri-sendiri. Definisi didalam KBBI, prestasi ialah hasil yang sudah Prestasi juga bisa dipahami menjadi buah yang diperoleh dari suatu aktivitas pembelajaran yang sudah berjalan. Oemar H, menyatakan bahwasanya belajar merupakan belajar mengubah maupun memperkuat perilaku atas pengalaman . earning is defined as the modification or strengthening of behavior through experiencin. Dalam definisi tersebut, belajar adalahtahapan dari suatu aktivitas daripada suatu hasil . maupun tujuan. Belajar tidak sekedar tentang memikirkan, namun lebih mendalam untuk mengetahui Hasil belajar bukanlah suatu perolehan hasil bimbingan, tetapi perubahan Keberhasilan belajar bisa dinilai dari seberapa kemampuan pelajar untuk menerapkan apa yang dipelajari pada kehidupan sehari Ae hari. Sutratinah T mendefinisikan prestasi belajar adalah sebagai evaluasi hasil aktivitas pembelajaran yang dijelaskan berupa lambang, skor/nilai, sastra, dan kata yang dapat menggambarkan hasil yang telah diperoleh dari setiap peserta didik selama jangka waktu prestasi belajar yakni buah yang didapatkan dari peserta didik didalam kegiatan pembelajaran selama jangka waktu tertentu. Hasil penilaian pembelajaran itu disajikan berupa nomor, sastra, lambang, maupun kata yang mewakili kesuksesan peserta didik sewaktu dalam proses kegiatan pembelajaran. Muhibbin Syah menjelaskan bahwa prestasi belajar dapat dipahami menjadi ukuran kesuksesan murid dalam memperoleh target yang ditentukan pada waktu program Salah satu parameter prestasi belajar murid ialah nilai belajar yang mencakup semua bidang psikologis menjadi dampak dari proses pengalaman dan belajar siswa. Bidang yang dicakup meliputi bidang kreativitas, rasa dan niat. Prestasi belajar peserta didik bisa dipahami melalui pengadaan proses evaluasi maupun pentakaran pada aktivitas evaluasi. Instrument penilaian pada proses ukuran hasil belajar merupakan alat uji yang sudah diurutkan secara benar agar outputnya secara nyata bisa menakar keterampilan peserta didik. Prestasi belajar tersebut ialah hasil yang diperoleh dari murid pada aspek khusus sesudah mengikuti pembelajaran di sekolah. Makna secara keseluruhan dari prestasi belajar tidak sekedar dari hasil keilmuan semata, akan tetapi wajib termasuk tiga bagian yang harus dipunyai seorang murid yakni aspek afektif, aspek kognitif serta aspek psikomotorik. Namun pada penelitian ini berfokus terhadap prestasi belajar pada bidang kognitif yakni prestasi belajar biologi materi sistem motorik manusia. Prestasi belajar bisa didapatkna para siswa dengan upaya berupa peralihan perilaku yang termasuk bidang afektif, kognitif serta psikomotorik supaya target yang sudah ditentukan berhasil dengan baik. Prestasi belajar yang didapatkan para murid berbeda-beda disebabkan oleh faktor-faktor tertentu yang berpengaruh terhadap pencapaiannya pada saat pembelajaran. Ulul Amri: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. No. Slameto mengungkapkan bahwasanya bagian tertentu yang berdampak pada prestasi belajar dari beragam jenis, namun bisa dikelompokkan jadi dua yakni faktor internal serta . Faktor Internal (Faktor Fisiologis. Kecerdasan atau Intelegensi. Bakat. Minat. Perhatian. Motivasi Siswa. Sikap Sisw. Faktor-faktor Eksternal (Faktor Keluarga. Faktor Sekolah. Lingkungan Masyaraka. METODE Metode yang peneliti gunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif, yaitu yang mana hendak dilaksanakan percobaan pada hipotesis yang sudah ditetapkan guna mengetahui dampak yang terjadi. Melalui analisa data pada penggunaan rumus, angka serta model Berdasarkan maksud pada penelitian ini, maka pendekatan yang digunakan ialah pendekatan korelasional. Kuantitatif korelasional yaitu berniat mengetahui hubungan antar variabel yang ada maupun tidak, juga sejauh apa korelasi itu serta signifikan atau tidaknya korelasi tersebut. Variabel penelitian bahwasannya merupakan keseluruhan yang ditentukan oleh peneliti untuk dipelajari, sehingga diperoleh informasi tentang tentangnya, dan kemudian ditarik kesimpulannya. Variabel penelitian dapat diklasifikasikan menjadi 2 kelompok yaitu variabel bebas (Independen. yaitu kepemimpinan demokratis kepala sekolah (X. dan variabel terikat yaitu kinerja guru (Y. dan prestasi belajar peserta didik (Y. Penelitian ini dilaksanakan di Madrasah Aliyah Al Ae Ihsan Krian. HASIL Berdasarkan perhitungan analisis regresi linear sederhana yang dilakukan dengan menggunakan program, maka diperoleh persamaan regresi linear adalah Y1 = 58,556 0. Model tersebut menunjukkan arti bahwa: Nilai konstanta sebesar 63,43, hal ini menunjukan apabila variabel Kepemimpinan Demokratis, jika dianggap konstan . , maka Kinerja Guru adalah 58,55. Diketahui nilai koefisien regresi variabel Kepemimpinan Demokratis . sebesar 0,162. menunjukkan nilai positif. Hal ini berarti setiap kenaikan Kepemimpinan Demokratis sebesar 1%, maka akan menaikkan kinerja guru sebesar 0,162 Sedangkan untuk Y2 = 47,512 0, 194X Model tersebut menunjukkan arti bahwa: Nilai konstanta sebesar 47,51, hal ini menunjukan apabila variabel Kepemimpinan Demokratis, jika dianggap konstan . , maka Prestasi belajar peserta didik adalah 47,51. Diketahui nilai koefisien regresi variabel Kepemimpinan Demokratis . sebesar 0,194. menunjukkan nilai positif. Hal ini berarti setiap kenaikan Kepemimpinan Demokratis sebesar 1%, maka akan menaikkan prestasi belajar peserta didik sebesar 0,194. Untuk mengetahui pengaruh variabel bebas kepemimpinan demokratis kepala sekolah terhadap variabel terikat yaitu kinerja guru dan prestasi belajar peserta didik, maka perlu dilakukan uji t. Apabila nilai probabilitasnya < 0,05. Ho ditolak yang berarti ada pengaruh yang signifikan. Berdasarkan hasil uji t untuk variabel kepemimpinan demokratis kepala sekolah diperoleh thitung = 2,276 > ttabel = 2,093 dengan nilai signifikansi sebesar 0,035 < 0,05 maka Ho di tolak dan H1 diterima. Hal ini menunjukkan bahwa H1 yang menyatakan bahwa ada pengaruh kepemimpinan demokratis kepala sekolah terhadap kinerja guru Pengaruh Kepemimpinan Demokratis Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru dan Prestasi Belajar Siswa Rita Rahmah Maulidiyah Sedangkan untuk variabel kepemimpinan demokratis kepala sekolah diperoleh = 2,298 > ttabel = 2,006 dengan nilai signifikansi sebesar 0,033 < 0,05 maka Ho di tolak dan H1 diterima. Hal ini menunjukkan bahwa H1 yang menyatakan bahwa ada pengaruh kepemimpinan demokratis kepala sekolah terhadap prestasi belajar peserta didik diterima. Dari pengujian dengan menggunakan program, data diperoleh kinerja guru nilai r = 0,214. Berdasarkan tabel interval koefisien determinasi, data kinerja guru nilai r = 0,214 berada pada tingkat hubungan yang kuat. Artinya terdapat hubungan yang kuat antara Kepemimpinan Demokratis Kepala Sekolah dengan kinerja guru pada MA Al Ae Ihsan Krian Sidoarjo. Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan program SPSS diketahui bahwa kontribusi koefisien antara kepemimpinan demokratis kepala sekolah terhadap kinerja guru dan pegawai sebesar 0,214 sehingga dapat diketahui bahwa kontribusi pengaruh Kepemimpinan demokratis kepala sekolah terhadap kinerja guru . sebesar 21,4%. Sedangkan dari pengujian dengan menggunakan program, data diperoleh Prestasi belajar peserta didik nilai r = 0,217. Berdasarkan tabel interval koefisien determinasi, data kinerja guru nilai r = 0,217 berada pada tingkat hubungan yang kuat. Artinya terdapat hubungan yang kuat antara Kepemimpinan Demokratis Kepala Sekolah dengan prestasi belajar peserta didik pada MA Al Ae Ihsan Krian Sidoarjo. Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan program SPSS diketahui bahwa kontribusi koefisien antara kepemimpinan demokratis kepala sekolah terhadap prestasi belajar peserta didik sebesar 0,217 sehingga dapat diketahui bahwa kontribusi pengaruh Kepemimpinan demokratis kepala sekolah terhadap prestasi belajar peserta didik . sebesar 21,7%. PEMBAHASAN (Palatino Linotype Ae 11 Bold. Huruf Besa. Pengaruh Kepemimpinan Demokratis Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru Di MA Ae Ihsan Krian Sidoarjo. Kepala sekolah merupakan salah satu komponen pendidikan yang berhubungan dengan peningkatan kinerja guru, kepala sekolah bertanggung jawab atas penyelenggaraan kegiatan pendidikan, administrasi sekolah, pembinaan tenaga pendidikan dan pendayagunaan serta pemeliharaan sarana dan prasarana. Gaya kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh pada kinerja guru. Hal ini sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Mulyasa gaya kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh terhadap kinerja guru guna meningkatkan produktivitas kerja. Indikator kepala sekolah yang efektif adalah ia harus mampu mengatur semua potensi sekolah agar dapat berfungsi secara optimal. Selain itu, kepala sekolah harus mampu melakukan fungsi Ae fungsi manajerial dengan baik yang meliputi planning, organizing, actuating, controlling. Dari hasil analisis data secara stimultan terbukti bahwa terdapat hubungan signifikan antara kepemimpinan demokratis kepala sekolah dengan kinerja guru di MA Al Ae Ihsan Krian Sidoarjo. Dengan kata lain, terdapat hubungan yang cukup tinggi antara kepemimpinan demokratis terhadap kinerja Dari hasil analisis data terbukti bahwa ada pengaruh kepemimpinan demokratis kepala sekolah terhadap kinerja guru di MA Al Ae Ihsan Krian dengan signifikansi t sebesar 0,035 lebih kecil dari 0,05. Adapun koefisien determinan hasil pengujian menunjukan nilai R Square sebesar 0,214 yang menunjukan kemampuan variabel kepemimpinan demokratis kepala sekolah dalam mempengaruhi perubahan atau variasi dari kinerja guru adalah Ulul Amri: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. No. sebesar 21,4%, sedangkan sisanya sebesar 78,6% adalah pengaruh dari faktor lainnya . restasi akademik dan non akademik, profesionalisme, lingkungan kerja dan lain-lai. diluar model regresi yang dianalisis karena keterbatasan peneliti. Pengaruh Kepemipinan Demokratis Kepala Sekolah Terhadap Prestasi Belajar Peserta Didik di MA Al Ae Ihsan Krian Sidoarjo. Gaya Kepemimpinan demokratis adalah gaya kepemimpinan berdasarkan demokrasi yang pelaksanaannya disebut pemimpin partisipasi . artisipative leadershi. Kepemimpinan partisipasi adalah suatu cara pemimpin yang kekuatannya terletak pada partisipasi aktif dari setiap warga kelompok. Menurut Mardiana menjelaskan bahwa gaya kepemimpinan demokratis adalah cara dan irama seseorang pemimpin dalam menghadapi bawahan dan masyarakatnya dengan memakai metode pembagian tugas dengan bawahan, antar bawahan tugas tersebut dibagi secara adil dan merata. Pemimpin yang menerapkan gaya kepemimpinan demokratis selalu menawarkan bimbingan kepada anggota kelompoknya untuk berpartisipasi dalam kelompok dan memberikan kebebasan kepada anggota kelompok untuk memberikan saran atau masukan yang membangun kemajuan bagi Untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan demokratis kepala sekolah terhadap kinerja guru dan prestasi belajar peserta didik di MA Al Ae Ihsan Krian Sidoarjo, dilakukan uji regresi linear sederhana dengan menggunakan bantuan SPSS 17. Sebelum melakukan uji regresi linear sederhana, data angket yang diperoleh terlebih dahulu dilakukan uji prasyarat yaitu uji normalitas, linearitas. Hasil uji prasyarat regresi linear sederhana menunjukkan bahwa data angket kepemimpinan demokratis kepala sekolah diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,370 > 0,05 berarti variabel tersebut berdistribusi normal. Untuk variabel kinerja guru diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,162 > 0,05 berarti variabel tersebut berdistribusi Sedangkan untuk variabel prestasi belajar peserta didik diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,402 > 0,05 berarti variabel tersebut juga berdistribusi normal sehingga disimpulkan bahwa terdapat hubungan linear secara signifikan. Setelah uji prasyarat dilakukan. Selanjutnya membandingkan nilai thitung dengan nilai ttabel dengan df . Berdasarkan tabel diatas, dapat diketahui bahwa Kepemimpinan demokratis mempunyai nilai thitung = 2,298 > ttabel = 2,006 dengan tingkat signifikan sebesar 0,033 < 0,05, maka H0 ditolak dan Ha Sehingga Kepemimpinan Demokratis berpengaruh terhadap Prestasi Belajar Peserta Didik. Besarnya pengaruh gaya kepemimpinan kepala sekolah terhadap prestasi belajar peserta didik berdasarkan hasil perhitungan pada tabel R Square menunjukkan bahwa gaya demokratis kepala sekolah memiliki pengaruh sebesar 21,7% terhadap prestasi belajar peserta didik, sedangkan sisanya 78,3% dipengaruhi oleh variabel lainnya. Pengaruh Kinerja Guru Terhadap Prestasi Belajar Peserta Didik Di MA Al Ae Ihsan Krian Sidoarjo. Salah satu faktor dari lingkungan sekolah yang mempengaruhi prestasi belajar peserta didik adalah cara mengajar sebagai wujud dari kinerja guru. Kinerja guru merupakan perwujudan dari kompetensinya dalam hal pekerjaan yang sebenarnya, hasil kerja serta kewajiban pada saat melaksanakan tanggung jawab, pekerjaan yang dilakukannya juga etika yang dimilikinya. Suprihanto juga menerangkan bahwasannya kinerja merupakan hasil kerja individu selama rentang waktu tertentu ketimbang pada kemungkinan-kemungkinan seperti tujuan, sasaran, standar maupun patokan yang sudah ditetapkan sebelumnya. Hasil analisis data sebagaimana yang telah dijelaskan menunjukkan ada pengaruh kinerja guru terhadap prestasi belajar peserta didik di MA Al Ae Ihsan Krian Sidoarjo yang Pengaruh Kepemimpinan Demokratis Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru dan Prestasi Belajar Siswa Rita Rahmah Maulidiyah mana masing Ae masing dengan signifikansi t kinerja guru sebesar 0,035 lebih kecil dari 0,05 serta prestasi belajar peserta didik sebesar 0,033 lebih kecil dari 0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa menunjukkan bahwa masing Ae masing memiliki pengaruh yang signifikan antara kinerja guru terhadap prestasi belajar peserta didik. Adapun pengaruh tersebut bersifat positif artinya semakin tinggi presentase kinerja guru semakin meningkat prestasi belajar peserta didik. Pengaruh Kepemimpinan Demokratis Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru dan Prestasi Belajar Peserta Didik Di MA Ae Ihsan Krian Sidoarjo. Sudarwan Danim mengemukakan bahwa kepemimpinan demokratis adalah kepemimpinan yang dilandasi oleh anggapan bahwa hanya karena interaksi kelompok yang dinamis, tujuan organisasi akan tercapai. Tipe kepemimpinan demokratis menempatkan manusia sebagai faktor utama dan terpenting dalam setiap kelompok. Gaya kepemimpinan demokratis memberikan kebebasan bagi anggota kolompoknya untuk memberikan masukan atau saran dalam rangka meningkatkan kualitas Gaya kepemimpinan demokratis seorang kepala sekolah di lembaga pendidikan sangat diperlukan dalam rangka meningkatkan kualitas sekolah melalui peningkatan kualitas guru dengan memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengembangkan diri melalui pelatihan atau diklat peningkatan profesi guru. Teori ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh La Siteni yang menyatakan bahwa kepemimpinan kepala sekolah dan kinerja mengajar guru bersama-sama memiliki pengaruh yang positif terhadap prestasi belajar siswa. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Suwarni yang menyatakan bahwa gaya kepemimpinan kepala sekolah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kinerja guru sehingga prestasi belajar siswa juga meningkat. Hal yang paling mendasari dalam upaya pengefektifan gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah adalah jika kinerja guruguru di sekolah diperbaiki dan ditingkatkan, maka guru akan semakin menguasai konsep perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran yang akan berdampak positif terhadap hasil yang maksimal. Hasil analisis data sebagaimana yang telah dijelaskan di atas menunjukkan adanya pengaruh secara uji hipotesis gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah terhadap kinerja guru di MA Al Ae Ihsan Krian dengan signifikansi sebesar 0,035 < 0,05. Hasil tersebut menunjukkan gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah secara uji hipotesis berpengaruh terhadap kinerja guru. Artinya gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah berpengaruh terhadap kinerja guru. Adapun pengaruh tersebut bersifat positif artinya semakin tinggi presentase gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah semakin meningkat kinerja guru. Beberapa teori dan hasil penelitian yang telah disebutkan mendukung hasil penelitian dari penulis baik secara teoritik maupun empirik yang menemukan bahwa ada pengaruh positif signifikan gaya kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru dan prestasi belajar peserta didik di MA Al Ae Ihsan Krian Sidoarjo SIMPULAN Kepemimpinan demokratis kepala sekolah memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja guru dan prestasi belajar peserta didik di MA Al-Ihsan Krian Sidoarjo. Gaya kepemimpinan ini berkontribusi pada peningkatan produktivitas kerja guru dan hasil belajar siswa. Namun, faktor lain seperti prestasi akademik, profesionalisme, dan lingkungan kerja juga berperan penting dalam menentukan hasil akhir. Pengembangan gaya Ulul Amri: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. No. kepemimpinan kepala sekolah dan peningkatan kinerja guru akan memberikan dampak positif bagi kualitas pendidikan di sekolah tersebut. REFERENSI (Palatino Linotype Ae 11 Bold. Huruf Besa. Ametembun. Kepemimpinan Pendidikan Modern: Suatu Acuan Studi Eksploratif. Bandung : Penerbit Sun Amelia. Nina. PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DEMOKRATIS TERHADAP KINERJA GURU DI MIN 9 BANDAR LAMPUNG. Skripsi. Lampung: UIN Raden Intan Lampung. Anglin. Leo. Teching What ItAs All About. New York : Publishers. Arifin. Zaenal. Evaluasi Pembelajaran. Jakarta : Dirjen Pendidikan Islam. Depag RI. Arikunto. Suharsimi. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta. Arikunto. Suharsimi. Prosedur Penelitian Pendekatan Praktek. Yogyakarta: Rineka Cipta. Arikunto. Suharsimi. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta. AsAoad dan Robbins. Psikologi Industri. Edisi keempat. Yogyakarta : Liberty. Astuti. PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DEMOKRATIS DAN MOTIVASI KINERJA GURU TERHADAP PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK DI SMPN 4 BOLO KABUPATEN BIMA TAHUN PELAJARAN 2019/2020. Thesis. Mataram: UIN Mataram. Baharuddin, dan Esa Nur Wahyuni. Teori Belajar dan Pembelajaran. Yogyakarta : Ar-ruzz Media. Bakhri Djamarah. Syaiful. Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru. Surabaya : Usaha Nasional. Barnawi & Muhammad Arifin. Kinerja Guru Profesional. Yogyakarta : Ar-ruzz Media. Dapertemen Agama RI. Al-QurAoan terjemah. Bandung : CV. Diponegoro Danim. Sudarwan. Motivasi Kepemimpinan dan Efektivitas Kelompok. Jakarta : Rineka Cipta. Danim. Sudarwan. Menjadi Komunitas Pembelajar: Kepemimpinan Transformasional dalam Komunitas Organisasi Pembelajaran. Jakarta : Bumi Aksara. Daryanto, 2011. Kepala Sekolah Sebagai Pemimpin Pembelajaran. Yogyakarta : Gava Media. Darwyan Syah dkk. Pengantar Statistika Pendidikan. Jakarta: Gaung Persada Press. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 2003. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi i, cet. Ke-3 Dawam. Ainurrafiq & Tarifin. Ahmad. Manajemen Madrasah Berbasis Pesantren. Jakarta : Listafariska Putra. Pengaruh Kepemimpinan Demokratis Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru dan Prestasi Belajar Siswa Rita Rahmah Maulidiyah Etik Kurniawati, 2017. AuManjemen Strategik lembaga Pendidikan Islam dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan,Ay Jurnal At-Taqaddum 9, no. 1 (Juli 2. : 114. http://dx. org/10. 21580/at. diakses pada 28 Oktober 2021. Gunawan. Heri. Pendidikan Karaher: Konsep dan Implementasi. Bandung : Alfabeta. Hamalik. Oemar. Proses Belajar Mengajar. Jakarta : PT Bumi Aksara. Hamalik. Oemar. Psikologi Belajar Dan Mengajar. Bandung : Sinar Baru Algensindo. Hamalik. Oemar. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta : Bumi Aksara. Ismail. PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DEMOKRATIS TERHADAP PENINGKATAN KINERJA GURU DI SD NEGERI 30 NITU KOTA BIMA. Skripsi. Makassar: UIN Alauddin Makassar. Junaidin. Standar Kompetensi. Tersedia: http://ayobangkitindonesiaku. com/2007/11/28 . diakses pada tanggal 01 Juni 2021 Kadir. Statistika Terapan Cet. Jakarta: Rajawali Pers. Kartono. Kartini. Pemimpin dan Kepemimpinan. Jakarta : Raja Grafindo Persada. Kartono. Kartini. Pemimpin dan Kepemimpinan. Jakarta : PT. Rajagrafindo Persada. Kast. Fremont dan Resenzweig. Organisasi dan Manajemen 2. Jakarta : Bumi Aksara. Kenneth N. Wexlwy. Gary A. Yuki. Perilaku Organisasi dan Psikologi Personalia. Jakarta : Rineka Cipta. Margono. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta : Rineka Cipta. Muhammad Fathurrahman, dan Sulistyorini. Belajar dan Pembelajaran. Yogyakarta : Teras. Mulyasa. Manajemen Berbasis Sekolah (Konsep. Strategi, dan Implementas. Bandung: Remaja Rosdakarya. Mulyasa. Menjadi Guru Profesional. Bandung : PT. Remaja Rosda Karya. Mulyasa. Menjadi Kepala Sekolah Profesional. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. Mulyasa. Manajemen dan Kepemimpinan Kepala Sekolah. Jakarta : Bumi Aksara. Ngalim Purwanto, "Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kompetensi Guru", dalam http://w. Purwanto. Ngalim. com, dibuka tanggal 19 Oktober 2021 Ngalim Purwanto. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Bandung : Remaja Rosdakarya. Prawirosentono. Suyadi. Manajemen Sumber Daya Manusia Kebijakan Kinerja Karyawan Kiat Membangun Organisasi Kompetitif Era Perdagangan Bebas Dunia. Yogyakarta : BPFE. Priansa. Donni. Kinerja dan Profesionalisme Guru. Bandung : Alfabeta. Riduwan. Metode dan Teknik Menyusun Proposal Penelitian (Untuk Mahasiswa S-1. S- 2, dan S-. Bandung: Alfabeta. Rohmah. Noer. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta : Teras. Ulul Amri: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. No. Eko Putro Widoyoko. Teknik Penyusunan Instrumen Penelitian. Cet,i. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Saefullah. Manajemen Pendidikan Islam. Bandung : CV Pustaka Setia. Sanjaya. Wina. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar. Proses Pendidikan. Jakarta : Kencana Pernada Media. Slameto. Belajar & Faktor-faktor yang Mempengaruhi. Jakarta : Rineka Cipta. Sudarwan Danim. Suparno. Manajemen Dan Kepemimpinan Transformasional Kekepalasekolahan. Jakarta : Rineka Cipta. Sudijono. Anas. Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers. Sudjana. Nana. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung : SinarBaru Algensindo. Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan. Pendekatan Kuantitatif. Kualitatif dan R & D Cet. VI. Bandung: Alfabeta. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung : Alfabeta. Sulistyorini. Standar Kompetensi. 2001 Tersedia: http://ayobangkitindonesiaku. com/2007/11/28. Diakses pada tanggal 01 juni 2021 Supardi. Kinerja Guru. Jakarta : Grafindo. Sutikno. Sobri. Pemimpin & Kepemimpinan. Lombok : Holistica. Syah. Muhibbin. Psikologi Pendidikan. Bandung : PT. Remaja Rosda Karya. Syah. Muhibbin. Psikologi Belajar. Jakarta : Bumi Aksara. Syaodih Sukmadinata. Nana. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. Thoha. Miftah. Kepemimpinan dalam Manajemen. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Tirtonegoro. Sutratinah. Anak Super Normal dan Program Pendidikannya. Jakarta : Bina Aksara. Wahjosumidjo. Kepemimpinan Kepala Sekolah :Tinjauan Teoritis dan Permasalahannya. Jakarta : Rajawali Pres. Wahyudi. Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Organisasi Pembelajar (Learning Organizaio. Jakarta: Alfabeta. Wirawan. Evaluasi Kinerja Sumber Daya Manusia Teori. Aflikasi dan Penelitian. Jakarta : Salemba Empat. Yukl. Gary. Kepimpinan Dalam Organisasi (Budi Supriyanto. Penerjema. Jakarta : Indeks.