Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH PADA BANK SAMPAH BERKAH BERSAMA KEXAMATAN TANJUNG KABUPATEN TABALONG Ervina Yunita*. Heni Suparti ervinayunita1803@gmail. access89@gmail. Program Studi Administrasi Negara Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong Komplek Stadion Olah Raga Saraba Kawa Pembataan Tanjung- Tabalong Telp/Fax . 2022484 Kode Pos 7012 Email: info@stiatabalong. ABSTRAK Sampah merupakan masalah yang dihadapi hampir seluruh negara di dunia, tidak hanya di negaranegara berkembang, tetapi juga di negara-negara maju, sampah selalu menjadi masalah. Rata-rata setiap harinya kotakota besar di Indonesia menghasilkan puluhan ton sampah. Penyelenggaraan pengelolaan sampah merupakan domain pelayanan publik, sehingga pemerintah bertanggung jawab dalam penyediaan sarana dan prasarana penelolaan sampah yang dalam pelaksanaannya dapat melibatkan oang ketiga dan partisipasi Partisipasi merupakan semua anggota masyarakat suatu negara yang memiliki suara didalam pembentukan dan pengambilan keputusan yang bersifat secara langsung maupun melalui organisasi yang mewakili kepentingan masyarakat umum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah pada bank sampah berkah bersama di Kelurahan Hikun Kecamatan Tanjung Kabupaten Tabalong. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskritif dengan informan yang berjumlah 5 orang dan pengumpulan data dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi secara langsung. Teknik analisis data yang digunakan peneliti adalah model interaktif yang dilakukan dengan 4 tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan Bahwa partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah pada bank sampah berkah bersama Kelurahan Hikun Kecamatan Tanjung Kabupaten Tabalong dikatakan cukup baik tetapi dengan beberapa perbaikan. Kata Kunci : Partisipasi masyarakat. Pengelolaan Sampah. Bank Sampah PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH PADA BANK SAMPAH BERKAH BERSAMA KEXAMATAN TANJUNG KABUPATEN TABALONG ABSTRAK Sampah merupakan masalah yang dihadapi hampir seluruh negara di dunia, tidak hanya di negaranegara berkembang, tetapi juga di negara-negara maju, sampah selalu menjadi masalah. Rata-rata setiap harinya kotakota besar di Indonesia menghasilkan puluhan ton sampah. Penyelenggaraan pengelolaan sampah merupakan domain pelayanan publik, sehingga pemerintah bertanggung jawab dalam penyediaan sarana dan prasarana penelolaan sampah yang dalam pelaksanaannya dapat melibatkan oang ketiga dan partisipasi Partisipasi merupakan semua anggota masyarakat suatu negara yang memiliki suara didalam pembentukan dan pengambilan keputusan yang bersifat secara langsung maupun melalui organisasi yang mewakili kepentingan masyarakat umum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah pada bank sampah berkah bersama di Kelurahan Hikun Kecamatan Tanjung Kabupaten Tabalong. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskritif dengan JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 informan yang berjumlah 5 orang dan pengumpulan data dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi secara langsung. Teknik analisis data yang digunakan peneliti adalah model interaktif yang dilakukan dengan 4 tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan Bahwa partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah pada bank sampah berkah bersama Kelurahan Hikun Kecamatan Tanjung Kabupaten Tabalong dikatakan cukup baik tetapi dengan beberapa perbaikan. Kata Kunci : Partisipasi masyarakat. Pengelolaan Sampah. Bank Sampah PENDAHULUAN Sampah merupakan masalah yang dihadapi hampir seluruh negara di dunia, tidak hanya di negara-negara berkembang, tetapi juga di negaranegara maju, sampah selalu menjadi masalah. Ratarata setiap harinya kota-kota besar di Indonesia menghasilkan puluhan ton sampah. Membuang sampah sembarangan merupakan hal yang sering kita lakukan padahal tidak jauh dari tempat itu ada tempat sampah. Sampah yang di pinggir jalan lebih banyak daripada sampah di tong sampah, akibatnya membuang sampah sembarangan tentu saja mengakibatkan kerugian yang tidak bisa dianggap Sampah-sampah itu seharusnya dibuang ke tong sampah. Biar nanti diangkut petugas pengangkut sampah yang nantinya dibawa ke TPA (Tempat Pembuangan Akhi. Sampah yang ada di TPA nantinya diolah, atau dihancurkan, dibentuk kembali menjadi bahan yang berguna (Saifuddin. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS),jumlah penduduk Indonesia diproyeksikan sebanyak 275,77 juta jiwa pada 2022. Jumlah tersebut naik 1,13% dibandingkan pada tahun lalu yang sebanyak 272,68 juta jiwa. Namun, menurut BPS jumlah penduduk Indonesia pada tahun sebelumnya merupakan Proyeksi Penduduk Interim Jika melihat ke belakang, jumlah penduduk di Tanah Air sebanyak 255,58 juta jiwa pada pertengahan tahun 2015. Jumlah itu kemudian naik menjadi 258,49 juta jiwa pada pertengahan Jumlah penduduk Indonesia pun kembali mengalami pertumbuhan pada pertengahan 2017 menjadi 261,355 juta jiwa. Lalu, jumlah penduduk RI naik lagi menjadi 264,16 juta jiwa pada pertengahan 2018 dan menjadi 266,91 juta jiwa JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 pada pertengahan 2019. Pada pertengahan 2020, jumlah penduduk Indonesia tercatat sebanyak 270,20 juta jiwa. Angkanya kembali naik menjadi 272,68 juta jiwa pada pertengahan 2021. Kemudian, jumlah penduduk Indonesia dilaporkan kembali mengalami peningkatan menjadi 275,77 juta jiwa hingga pertengahan 2022. jumlah penduduk bergantung pada aktivitas dan kepadatan penduduk. Semakin padat penduduk, semakin menumpuk sampah yang dihasilkan karena tempat atau ruang untuk menampung sampah Semakin meningkat aktivitas penduduk, sampah yang dihasilkan semakin banyak, misalnya aktivitas pembangunan, perdagangan, industri, dan sebagainya (Perangin-angin, 2. Persoalan serupa juga dirasakan oleh banyak daerah di Indonesia salah satunya adalah Kabupaten Tabalong Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabalong, menyampaikan potensi sampah dengan estimasi jumlah penduduk Tabalong 250. 000 jiwa maka sampah yang dihasilkan diperkirakan sekitar 118 ton per hari hal Ini belum termasuk sampah dari pelaku usaha maupun warga dari luar yang tinggal di Tabalong Dari jumlah potensi tersebut, jumlah sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bongkang berkisar puluhan ton. Untuk triwulan pertama tahun 2023 sampah yang masuk ke TPA Bongkang berkisar 80 hingga 88 ton per Ada kenaikan dibanding tahun 2022 yakni diangka 74 ton per hari salah satu alasan yang menyebabkan penambahan jumlah sampah adalah adanya Perluasan Layanan. Sekitar 60 persen sampah berasal dari wilayah perkotaan. Untuk DLH Tabalong Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 mengoperasikan 32 unit mobil pengangkut, diwilayah Selatan beroperasi 4 unit, di Utara 4 unit, selebihnya atau 24 unit beroperasi di wilayah Tengah atau perkotaan dan total petugas kebersihan (PPSU) termasuk petugas RTH ada 583 orang. Dari jumlah tersebut yang bertugas dipersampahan 537 orang sisanya bertugas di kantor dan sebagai admin. Rumusan Penelitian Berdasarkan dari uraian latar belakang yang tertera diatas, maka dapat dirumuskan masalah penelitian yaitu bagaimana partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah pada bank sampah berkah bersama di Kelurahan Hikun Kecamatan Tanjung Kabupaten Tabalong? Tujuan Penelitian Sesuai dengan rumusan masalah di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan sampah pada bank sampah berkah bersama di Kelurahan Hikun Kecamatan Tanjung Kabupaten Tabalong. Manfaat Penelitian Manfaat Teoritis Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu sumber informasi mengenai partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah, serta menjadi referensi referensi untuk penelitian Manfaat Praktis Sebagai bahan masukan dan evaluasi kepada masyarakat dan pengelola bank sampah agar dapat pengelolaan sampah serta sebagai bahan refernsi kepada bank sampah lainnya agar bisa meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah. LANDASAN TEORI JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 Konsep Administrasi Publik Administrasi publik di Indonesia lebih dikenal dengan istilah administrasi Negara. Administrasi publik merupakan salah satu disiplin ilmu administrasi sebagai salah satu aspek dari kegiatan (White, 2. menyatakan bahwa administrasi publik terdiri atas semua kegiatan Negara dengan maksud untuk menunaikan dan melaksanakan kebijakan Negara. (Kasim, 1. menyatakah bahwa administrasi publik sangat berpengaruh tidak hanya terhadap tingkat perumusan kebijakan, melainkan pula pada tingkat implementasi kebijakan, karena memang administrasi publik berfungsi untuk mencapai tujuan program yang telah ditentukan oleh pembuat kebijakan politik. Kajian dan praktek administrasi publik di berbagai negara terus berkembang. Berbagai dihadapi oleh administrator publik. Kompleksitas ini terusmengembangkan ilmu administrasi publik. Denhardt & Denhardt mengungkapkan bahwa terdapat tiga perspektif dalam administrasi Perspektif tersebut adalah Old Public Administration. New Public Management, dan New Public Service. Model Old Public Administration atau Administrasi Publik Klasik memberikan perhatian pada bagaimana pemerintah melakukan tindakan administrasi secara demokratis, efisien dan efektif, dan bebas dari manipulasi kekuasaan, serta bagaimana pemerintah dapat beroperasi secara tepat, benar, dan berhasil (Thoha, . Pengertian Partisipasi (Tilaar, 2. , partisipasi adalah sebagai wujud dari keinginan untuk mengembangkan demokrasi melalui proses desentralisasi di mana diupayakan antara lain perlunya perencanaan dari bawah . utton-u. dengan mengikutsertakan masyarakat dalam proses perencanaan dan pembangunan Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 (Adam, 2. , partisipasi adalah keterlibatan seseorang dalam situasi baik secara mental, pikiran atau emosi dan perasaan yang mendorongnya untuk memberikan sumbangan dalam upaya untuk memberikan sumbangan dalam usaha mencapai tujuan yang telah ditentukan dan ikut bertanggung jawab terhadap kegiatan pencapaian tujuan tersebut. Partisipasi Masyarakat (Zamroni, 2. mengatakan bahwa Partisipasi merupakan semua anggota masyarakat suatu negara yang memiliki suara didalam pembentukan dan pengambilan keputusan yang bersifat secara langsung maupun melalui organisasi yang mewakili kepentingan masyarakat umum. (Mulyadi, 2. mengatakan bahwa Partisipasi Masyarakat adalah keikutsertaan masyarakat dalam menjalankan suatu program, yang mana masyarakat juga ikut merasakan manfaat dari kebijakan program tersebut. Selain itu dalam melakukan sebuah evaluasi masyarakat tentunya juga ikut dilibatkan agar bisa meningkatkan kesejahteraan Indikator Partisipasi (Uphoff, (Irene, membedakan partisipasi menjadi empat jenis, yaitu pertama, partisipasi dalam pengambilan keputusan. Kedua, partisipasi dalam pelaksanaan. Ketiga, partisipasi dalam pengambilan kemanfaatan. Dan keempat, partisipasi dalam evaluasi. Partisipasi dalam pengambilan keputusan. Partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan ini terutama berkaitan dengan penentuan alternatif dengan masyarakat untuk menuju kata sepakat tentang berbagai gagasan yang menyangkut kepentingan bersama. Partisipasi dalam hal pengambilan keputusan ini sangat penting, karena masyarakat menuntut untuk ikut menentukan arah dan orientasi Wujud masyarakat dalam pengambilan keputusan ini bermacam- macam, seperti kehadiran rapat. JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 diskusi, sumbangan pemikiran, tanggapan atau penolakan terhadap program yang ditawarkan. Partisipasi dalam pelaksanaan. Partisipasi dalam pelaksanaan program merupakan lanjutan dari rencana yang telah disepakati sebelumnya, baik yang berkaitan dengan perencanaan, pelaksanaan, maupun Di dalam pelaksanaan program, sangat khususnya pemerintah dalam kedudukannya sebagai fokus atau sumber utama pembangunan. Partisipasi Partisipasi ini tidak terlepas dari kualitas maupun kuantitas dari hasil pelaksanaan program yang bisa dicapai. Dari segi kualitas, keberhasilan suatu program akan ditandai dengan adanya peningkatan output, sedangkan dari segi kualitas dapat dilihat seberapa besar persentase keberhasilan program yang dilaksanakan, apakah sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Partisipasi Partisipasi masyarakat dalam evaluasi ini berkaitan dengan Partisipasi ini bertujuan untuk mengetahui apakah pelaksanaan program telah sesuai dengan rencana yang ditetapkan atau ada faktor faktor yang mempengaruhi partisipasi (Ross, 1. mengatakan partisipasi yang tumbuh dalam masyarakat dipengaruhi oleh banyak Faktor-faktor kecenderungan seseorang dalam berpartisipasi. Usia. Faktor usia merupakan faktor yang memengaruhi sikap seseorang terhadap kegiatankegiatan kemasyarakatan yang ada. Mereka dari kelompok usia menengah ke atas dengan keterikatan moral kepada nilai dan norma masyarakat yang lebih mantap, cenderung lebih banyak yang berpartisipasi daripada mereka yang dari kelompok usia lainnya. Jenis kelamin. Nilai yang cukup lama dominan dalam kultur berbagai bangsa mengatakan bahwa pada dasarnya tempat perempuan[ adalah Audi Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 dapurAy yang berarti bahwa dalam banyak masyarakat peranan perempuan yang terutama adalah mengurus rumah tangga, akan tetapi semakin lama nilai peran perempuan tersebut telah bergeser dengan adanya gerakan emansipasi dan pendidikan perempuan yang semakin baik. Pendidikan. Dikatakan sebagai salah satu syarat Pendidikan dianggap dapat memengaruhi sikap hidup seseorang terhadap lingkungannya, suatu sikap yang diperlukan bagi peningkatan kesejahteraan seluruh masyarakat. Pekerjaan dan penghasilan. Hal ini tidak dapat dipisahkan satu sama lain karena pekerjaan seseorang akan menentukan berapa penghasilan yang akan diperolehnya. Pekerjaan dan penghasilan yang baik dan mencukupi kebutuhan sehari-hari dapat mendorong seseorang untuk kegiatan-kegiatan Pengertiannya bahwa untuk berpartisipasi dalam suatu kegiatan, harus Lamanya tinggal. Lamanya seseorang tinggal dalam lingkungan tertentu dan pengalamannya berinteraksi dengan lingkungan tersebut akan berpengaruh pada partisipasi seseorang. Semakin lama ia tinggal dalam lingkungan tertentu, maka rasa memiliki terhadap lingkungan cenderung lebih terlihat dalam partisipasinya yang besar dalam setiap kegiatan lingkungan tersebut. Motivasi. Partisipasi dapat dipengaruhi oleh motivasi semakin besar motivasi sesesorang maka semakin besar tingkat pasrtisipasinya karena dengan berpartisipasi ia akan mencapai Pengertian Sampah (Anwar, 1. menyebutkan bahwa pengertian sampah adalah sebagian dari sesuatu yang tidak dipakai, tidak disenangi atau sesuatu yang harus dibuang yang umumnya berasal dari kegiatan yang dilakukan manusia . ermasuk kegiatan industr. JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 tetapi bukan biologis karena kotoran manusia . uman wast. tidak termasuk ke dalamnya. (Malik, 2. mendefinisikan sampah sebagai suatu benda yang tidak digunakan atau tidak dikehendaki dan harus dibuang yang dihasilkan oleh kegiatan manusia. Pengelolaan Sampah (Neolaka, 2. berpendapat bahwa pengelolaan sampah merupakan upaya menciptakan keindahan dengan cara mengolah sampah yang dilaksanakan secara harmonis antara rakyat dan pengelola atau pemerintah secara bersama-sama. Sedangkan Menurut (Alex, 2. pengelolaan sampah adalah pengangkutan, pemrosesan, pendauran ulang atau pembuangan dari material sampah. Adapun konsep pengelolaan sampah secara modern yang terdiri dari 3R yaitu (Reduce. Reuse. Recycl. sebelum akhirnya dimusnahkan atau dihancurkan. Departemen Pekerjaan Umum . menjelaskan bahwa prinsip 3R dapat diuraikan sebagai berikut. Prinsip pertama adalah reduce atau reduksi sampah, yaitu upaya untuk mengurangi timbulan sampah di lingkungan sumber dan bahkan dapat dilakukan sejak sebelum sampah dihasilkan. Setiap sumber dapat melakukan upaya reduksi sampah dengan cara mengubah pola hidup konsumtif, yaitu perubahan kebiasaan dari yang boros dan menghasilkan banyak sampah menjadi hemat/efisien dan hanya menghasilkan sedikit Prinsip kedua adalah reuse yang berarti menggunakan kembali bahan atau material agar tidak menjadi sampah . anpa melalui proses pengolaha. , seperti menggunakan kertas bolak balik, menggunakan kembali botol bekas minuman untuk tempat air, dan lain-lain. Dengan demikian reuse dapat memperpanjang usia penggunaan barang melalui perawatan dan pemanfaatan kembali barang secara langsung. Prinsip ketiga adalah recycle yang berarti mendaur ulang suatu bahan yang sudah tidak Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 berguna menjadi bahan lain atau barang yang baru setelah melalui proses pengolahan. Beberapa sampah dapat didaur ulang secara langsung oleh masyarakat dengan menggunakan teknologi dan alat yang sederhana, seperti mengolah sisa kain perca menjadi selimut, kain lap, keset kaki dan sebagainya, atau sampah dapur yang berupa sisa-sisa makanan untuk dijadikan kompos. Bank Sampah (Munawwir, 2. mengatakan bank sampah ialah tempat yang didirikan untuk menyatukan sampah yang sudah melalui proses pemilahan. Hasil dari penyatuan sampah yang sudah dipilah akan diberikan kepada tempat untuk membuat kerajinan atau dapat disebut pengepul sampah. Bank Sampah diatur menurut metode seperti diperbankan yang dilaksanakan pengurus sukarelawan. (Utami, 2. mengatakan bank sampah ialah sebuah metode pengelolaan sampah kering yang mengikutsertakan warga setempat. Sehingga bank sampah dapat diartikan sebagai suatu lembaga yang mengelola sampah organik dan nonorganik secara kolektif dan bersifat social masyarakat untuk berperan serta aktif didalamnya. Dalam hal ini bank sampah juga melakukan sistem menyalurkan sampah bernilai ekonomi pada pasar, sehingga masyarakat akan mendapat keuntungan ekonomi dari menabung sampah. Dengan demikian, melalui program bank sampah diharapkan dapat mengubah suatu paradigma yang terbentuk dalam pikiran masyarakat bahwa sampah bukan sesuatu yang tidak ada nilainya dan dibuang begitu saja, tetapi sampah dapat bernilai dan menghasilkan uang sehingga masyarakat mau ikut berpartisipasi dalam pengelolaan sampah. Peraturan Undang Undang Mengenai Pengelolaan Sampah Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan Pengelolaan sampah adalah kegiatan yang sistematis, menyeluruh, pengurangan dan penanganan sampah. Tempat penampungan sementara adalah tempat sebelum sampah diangkut ke tempat pendauran ulang, pengolahan, dan/atau tempat pengolahan sampah Tempat pengolahan sampah terpadu adalah tempat dilaksanakannya kegiatan pengumpulan, pemilahan, penggunaan ulang, pendauran ulang, pengolahan, dan pemrosesan akhir sampah. Peraturan Daerah Kabupaten Tabalong Nomor 14 Tahun 2017 tentang Pengelolaan Sampah, meliputi: Ketentuan Umum. Tujuan. Ruang Lingkup. Rencana Induk Pengelolaan Sampah. Pemilahan Pengumpulan Sampah. Pengangkutan Sampah. Perizinan Pengelolaan Sampah. Pemberian Kompensasi Pembiayaan. Penyelesaian Sengketa. Insentif Dan Disinsentif. Peran Serta Masyarakat. Sanksi Administratif. dan Ketentuan Penutup. Kerangka Konseptual Gambar 1 Kerangka Konseptual Sumber : Peneliti, 2024 JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 METODOLOGI PENELITIAN Pendekatan Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian (Sugiyono, 2. mengungkapkan definisi penelitian pendekatan kualitatif didasarkan pada filosofi post-positivis yang digunakan oleh peneliti untuk mempelajari keadaan objek-objek alam utama . ukan eksperime. Sarana meliputi pengambilan sampel data yang ditargetkan dari sumber data. Metode survei menggunakan triangulasi . , analisis data bersifat induktif atau kualitatif, dan temuan kualitatif berarti bukan generalisasi. Menurut (Saryono, 2. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang digunakan untuk menyelidiki, menemukan, menggambarkan, dan menjelaskan kualitas atau keistimewaan dari pengaruh social yang tidak dapat dijelaskan, diukur atau digambarkan melalui pendekatan kuantitatif. Subjek Penelitian Dalam penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif, tidak dikenal dengan populasi dan sampel seperti dalam penelitian kuantitatif karena penelitian berangkat dari kasus keberadaan individu atau kelompok dalam situasi soaial tertentu dan hasilnya hanya berlaku pada situasi sosial itu. Menurut (Arikunto, 2. subjek penelitian adalah memberi batasan subjek penelitian sebagai benda, hal atau orang tempat data untuk variabel penelitian melekat, dan yang dipermasalahkan. Dalam sebuah penelitian, subjek penelitian mempunyai peran yang sangat strategis karena pada subjek penelitian, itulah data tentang variabel yang peneliti amati. Pada penelitian kualitatif subjek penelitian disebut dengan istilah informan, yaitu orang yang memberikan informasi tentang data yang diinginkan peneliti berkaitan dengan penelitian yang sedang Adapun subjek dalam penelitian ini yang menjadi informan adalah : JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 Kabid Pengelolaan Dinas Lingkungan Hidup Tabalong 1 orang. Pengelola Program Bank Sampah Berkah Bersama Kelurahan Hikun 1 orang. Nasabah Bank Sampah Berkah Bersama 1 Orang Masyarakat Kelurahan Hikun 2 orang. Teknik Pengumpulan Data (Sugiyono, 2. mengungkapkan teknik pengumpulan data sebagai langkah yang paling strategis dalam penelitian karena tujuan utama dari penelitian tersebut adalah untuk mendapatkan data. Berdasarkan sumber data diatas, maka teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah sebagai Wawancara Wawancara merupakan salah satu teknik yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data Secara sederhana dapat dikatakan bahwa wawancara . adalah suatu kejadian atau suatu proses interaksi antara . informasi atau orang yang di wawancarai . melalui komunikasi langsung (Yusuf, 2. Metode wawancara/interview juga merupakan proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara Tanya jawab sambil bertatap muka antara pewawancara dengan responden/ orang yang di wawancarai, dengan atau tanpa menggunakan pedoman . Dalam wawancara tersebut biasa dilakukan secara individu maupun dalam bentuk kelompok, sehingga di dapat data informatik yang orientik. Wawancara bertujuan mencatat opini, perasaan, emosi, dan hal lain berkaitan dengan individu yang ada dalam Dengan melakukan interview, peneliti dapat memperoleh data yang lebih banyak sehingga peneliti dapat memahami budaya melalui bahasa dan ekspresipi hak yang di interview. Metode Observasi . Metode observasi atau pengamatan adalah menggunakan panca indera mata dan dibantu Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 dengan panca indera lainya. Kunci keberhasilan observasi sebagai teknik pengumpulan data sangat banyak ditentukan pengamat sendiri, sebab pengamat melihat, mendengar, mencium, atau mendengarkan suatu onjek penelitian dan kemudian ia menyimpulkan dari apa yang ia amati itu. Pengamat adalah kunci keberhasilan dan ketepatan hasil penelitian (Yusuf, 2. Sedangkan menurut (Kristanto, 2. observasi adalah suatu proses yang didahului dengan pengamatan kemudian pencatatan yang bersifat sistematis, logis, objektif, dan rasional terhadap berbagai macam fenomena dalam situasi yang sebenarnya, maupun situasi buatan. Maksud utama observasi adalah menggambarkan keadaan yang diobservasi. Dokumentasi Selain melalui wawancara dan observasi, informasi juga bisa diperoleh lewat fakta yang tersimpan dalam bentuk surat, catatan harian, arsip foto, hasil rapat, cenderamata, jurnal kegiatan dan sebagainya. Data berupa dokumen seperti ini bisa dipakai untuk menggali infromasi yang terjadi di masa silam. Peneliti perlu memiliki kepekaan teoretik untuk memaknai semua dokumen tersebut sehingga tidak sekadar barang yang tidak bermakna. Dokumentasi berasal dari kata dokumen, yang berarti barang tertulis, metode dokumentasi berarti tata cara pengumpulan data dengan mencatat data-data yang sudah ada. Metode dokumentasi adalah metode pengumpulan data yang digunakan untuk menelusuri data historis. Dokumen tentang orang atau sekelompok orang, peristiwa, atau kejadian dalam situasi sosial yang sangat berguna dalam penelitian kualitatif (Yusuf, 2. Teknik atau studi dokumentasi adalah cara pengumpulan data melalui peninggalan arsiparsip dan termasuk juga buku-buku tentang pendapat, teori, dalildalil atau hukum-hukum dan lain-lain berhubungan dengan masalah penelitian. JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 Teknik Analisis Data Analisis data yang digunakan dalam penelitian kualitatif dilakukan pada saat pengumpulan data berlangsung, dan setelah selesai mengumpulkan data dalam periode tertentu. Teknik yang digunakan untuk menganalisis data dalam penelitian ini adalah teknik deskriptif atau lebih spesifik menggunakan metode interaktif. Model analisis data yang digunakan peneliti adalah model interaktif (Miles, 2. Proses analisis dalam penelitian model ini dilakukan dengan empat tahap, yaitu: Pengumpulan Data Data yang diperoleh dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi dicatat dalam catatan lapangan yang terdiri dari dua bagian yaitu deskriptif dan reflektif. Catatan deskriptif adalah catatan alami, . atatan tentang apa yang dilihat, didengar, disaksikan dan dialami sendiri oleh peneliti tanpa adanya pendapat dan penafsiran dari peneliti terhadap fenomena yang dialami. Catatan reflektif adalah catatan yang berisi kesan, komentar, pendapat, dan tafsiran peneliti tentang temuan yang dijumpai, dan merupakan bahan rencana pengumpulan data untuk tahap Reduksi Data Setelah data terkumpul, selanjutnya dibuat reduksi data, guna memilih data yang relevan dan bermakna, memfokuskan data yang mengarah untuk memecahkan penemuan, pemaknaan atau untuk menjawab Kemudian menyederhanakan dan menyusun secara sistematis dan menjabarkan hal-hal penting tentang hasil temuan dan maknanya. Pada proses reduksi data, hanya temuan data atau temuan yang berkenaan dengan permasalahan penelitian saja yang direduksi. Sedangkan data yang tidak berkaitan dengan masalah penelitian dibuang. Dengan kata lain reduksi data digunakan untuk analisis yang menajamkan, menggolongkan, mengarahkan dan membuang yang tidak penting. Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 Penyajian Data Penyajian data dapat berupa bentuk tulisan atau kata-kata, gambar, grafik dan tabel. Tujuan sajian data adalah untuk menggabungkan informasi sehingga dapat menggambarkan keadaan yang terjadi. Dalam hal ini, agar peneliti tidak kesulitan dalam penguasaan informasi baik secara keseluruhan atau bagianbagian tertentu dari hasil penelitian, maka peneliti harus membuat naratif, matrik atau grafik untuk memudahkan penguasaan informasi atau data Dengan demikian peneliti dapat tetap menguasai data dan tidak tenggelam dalam kesimpulan informasi yang dapat membosankan. Hal ini dilakukan karena data yang terpencarpencar dan kurang tersusun dengan baik dapat mempengaruhi peneliti dalam bertindak secara ceroboh dan mengambil kesimpulan yang memihak, tersekat-sekat dan tidak mendasar. Untuk display data harus disadari sebagai bagian dalam analisis data. Penarikan Kesimpulan Penarikan kesimpulan dilakukan selama proses penelitian berlangsung seperti halnya proses reduksi data, setelah data terkumpul cukup memadai maka selanjutnya diambil kesimpulan sementara, dan setelah data benarbenar lengkap maka diambil kesimpulan akhir. Sejak awal penelitian, peneliti selalu berusaha mencari makna data yang terkumpul. Untuk itu perlu mencari pola, tema, hubungan, persamaan, hal-hal yang sering timbul, hipotesis dan Kesimpulan yang diperoleh mulamula bersifat tentatif, kabur dan diragukan akan tetapi dengan bertambahnya data baik dari hasil wawancara maupun dari hasil observasi dan dengan diperolehnya keseluruhan data hasil KesimpulanAekesimpulan itu harus diklarifikasikan dan diverifikasikan selama penelitian berlangsung. Data yang ada kemudian disatukan ke dalam unit-unit informasi yang JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 menjadi rumusan kategori-kategori dengan berpegang pada prinsip holistik dan dapat ditafsirkan tanpa informasi tambahan. Data mengenai informasi yang dirasakan sama disatukan ke dalam satu kategori, sehingga memungkinkan untuk timbulnya ketegori baru dari kategori yang sudah ada. Gambar 2 Teknik Analisis Data Kualitatif Model Interaktif Sumber : Miles. Huberman. Saldana . HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Tabel Rekapitulasi Indikator Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah pada Bank Sampah Berkah Bersama Sumber : Peneliti, 2024 Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 Berdasarkan Tabel indikator diatas dapat disimpulkan bahwa partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah pada bank sampah berkah bersama dapat dikatakan cukup baik. baik dan untuk kegiatan rapat, diskusi, sumbangan pikiran, penolakan program masih dikatakan kurang Partisipasi Masyarakat dalam Pelaksanaan Berikut penjelasan dari tabel diatas : Berdasarkan hasil wawancara dengan informan diatas masyarakat berpartisipasi dalam kegiatan pengurangan sampah hal ini dilakukan untuk mendukung program bank sampah jadi dapat disimpulkan bahwa partisipasi dalam pelaksanan kegiatan pengurangan sampah pada bank sampah berkah bersama dapat dikatakan baik dan keterlibatan unsur pemerintah dalam mendukung pelaksanaan program bank sampah dapat dikatakan baik. Berdasarkan hasil wawancara dengan Informan diatas untuk kegiatan penggunaan kembali sampah yang bermanfaat masih belum terlaksana dengan baik jadi dapat disimpulkan partisipasi dalam pelaksanaan kegiatan penggunaan kembali sampah yang bermanfaat dapat dikatakan kurang baik. Berdasarkan hasil wawancara dengan informan diatas pada kegiatan daur ulang sampah masih kurangnya sosialisasi kepada masyarakat maupun nasabah jadi masih banyak yang belum mengerti bagaimana cara melakukan daur ulamg jadi dapat disimpulkan bahwa partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan daur ulang sampah dapat dikatakan kurang baik. Partisipasi masyarakat Keputusan Pengambilan Berdasarkan informan diatas masyarakat berpartisipasi dalam kegiatan pengurangan sampah karena menggap kegiatan ini merupakan kegiatan yang bagus juga untuk mendukung program bank sampah agar dapat berjalan dengan lancar jadi dapat dikatakan bahwa partisipasi pengurangan sampah dapat dikatakan baik dan untuk kegiatan rapat, diskusi, sumbangan pikiran masih belum dilakukan secara rutin dan tidak melibatkan masyarakat jadi dapat dikatakan kurang baik. Berdasarkan informan diatas untuk kegiatan penggunaan kembali sampah yang bermanfaat hanya dilakukan oleh beberapa orang saja dan hal tersebut masih belum maksimal, jadi pengambilan keputusan dalam penggunaan kembali sampah yang bermanfaat dapat dikatakan kurang baik. Berdasarkan wawancara dengan Informan diatas pada kegiatan daur ulang sampah masih banyak masyarakat yang belum berpartisipasi dikarenakan kurangnya sosuialisasi sehingga masih banyak masyarakat yang belum memamahi bagaimana kegiatan daur ulang sampah jadi dapat disimpulkan bahwa partisipasi dalam pengambilan keputusan pada kegiatan daur ulang sampah kurang baik. Kesimpulan dari hasil wawancara diatas mengenai partisipasi dalam pengambilan keputusan untuk melaksanakan kegiataan 3R pada bank sampah berkah bersama dapat dikatakan kurang JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 Kesimpulan dari keseluruhan hasil wawancara diatas mengenai partisipasi masyarakat dalam melakukan kegiatan 3R pada bank sampah berkah bersama dapat dikatakan kurang baik dan untuk keterlibatan unsur pemerintah dalam mendukung program ini dapat dikatakan baik. Partisipasi Manfaat Masyarakat dalam Pengambilan Berdasarkan hasil wawancara dengan informan diatas dengan adanya pengurangan sampah memberikan manfaat terhadap lingkungan dan Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 mendapat uang dari hasil menjual sampah jadi dapat disimpulkan bahwa partisipasi dalam pengurangan sampah dapat dikatakan baik. Berdasarkan hasil wawancara dengan informan diatas dengan adanya penggunaan kembali sampah yang bermanfaat dapat mengurangi sampah yang berserakan dilingkungan dan juga dapat menciptakan kerajinan dari sampah jadi penggunakan kembali sampah yang bermanfaat dapat dikatakan cukup baik. Berdasarkan hasil wawancara dengan informan diatas dengan adanya kegiatan daur ulang sampah dapat menciptakan produk ramah lingkungan yang pastinya sangat bermanfaat akan tetapi untuk daur ulang masih belum dilaksanakan masyarakat sehingga masyarakat belum memperoleh manfaat dari kegiatan daur ulang sampah jadi dapat disimpulkan bahwa partisipasi masyarakat dalam pengambilan manfaat pada kegiatan daur ulang sampah dapat dikatakan kurang baik. Kesimpulan dari hasil wawancara secara keseluruhan mengenai maanfaat yang diperoleh dengan adanya kegiatan 3 R pada bank sampah berkah bersama dapat dikatakan cukup baik. Partisipasi Masyarakat dalam Evaluasi Berdasarkan hasil wawancara dengan informan diatas masyarakat aktif dalam memberikan saran agar kegiatan pengurangan sampah dapat berjalan dengan akan tetapi saran atau krtik tersebut belum tentu dapat diterima semuanya jadi dapat disimpulakan bahwa partisipasi masyarakat dalam evaluasi dapat dikatakan cukup baik dan pelaksanakan kegiatan pengurangan sampah sudah sesuai tidak ada penyimpangan jadi dapat cukup baik. Berdasarkan hasil wawancara dengan informan diatas terkait kegiatan penggunaan kembali sampah yang bermanfaat perlu dilakukan JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 sosialisasi agar masyarakat dapat mengerti dan disimpulkan partisipasi dalam evaluasi kegiatan penggunaan kembali sampah yang bermanfaat dapat dikatakan cukup baik. Dari hasil wawancara dengan informan diatas pada kegiatan daur ulang sampah perlunya sosialisasi secara langsung kepada masyarakat karena kurangnya pengetahuan masyarakat dalam hal tersebut jadi dapat disimpulkan evaluasi dalam kegiatan daur ulang sampah dapat dikatakan cukup baik. Kesimpulan secara keseluruhan dari hasil wawancara terkait partisipasi masyarakat dalam evaluasi pada kegiatan 3 R pada bank sampah berkah bersama dapat dikatakan cukup baik dan untuk kegiatan bank sampah itu sendiri sudah sesuai dengan yang ditetapkan tidak ada penyimpangan hanya perlu ditingkatkan keaftifannya saja jadi dapat dikatakan kegiatan bank sampah cukup baik. Pembahasan Dapat dilihat dari hasil rekapitulasi jawaban wawancara diatas dan dari pengamatan penulis sehingga dapat ditarik kesimpulan dan membahas penelitian berdasarkan Teori (Uphoff, 2. terbagi menjadi beberapa indikator yang menjadi alat ukur untuk mengetahui Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah pada Bank Sampah Berkah Bersama Kecamatan Tanjung Kabupaten Tabalong yaitu sebagai berikut : Partisipasi dalam Pengambilan Keputusan Pembahasan tentang partisipasi masyarakat dalam pengampilan keputusan yang dinyatakan oleh (Uphoff, 2. dalam (Irene, 2. dalam pengelolaan sampah pada bank sampah berkah bersama Kelurahan Hikun Kecamatan Tanjung Kabupaten Tabalong dikategorikan cukup baik. Hal ini dibuktikan dari hasil jawaban informan memutusakan berpartisipasi dalam kegiatan pengurangan sampah saja daripada kegiatan penggunaan kembali sampah yang bermanfaat Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 dan daur ulang sampah hal ini terjadi karena kurangnya sosialisasi pengurus bank sampah dalam mengajak masyarakat maupun nasabah untuk melakukan kegiatan penggunaan kembali sampah dan daur ulang sehingga menyebabkan kurangannya pengetahuan masyarakat dalam kegiatan tersebut serta 1 informan membantu dalam memfasilitasi kegiatan bank sampah. Sehingga hal ini sesuai dengan penelian dari (Kiki Oktaviana, 2. yang menyimpulkan bahwa masyarakat telah diberikan kesempatan untuk menentukan nasib mereka sendiri walaupun pada pengambilan keputusan lebih banyak dilakukan oleh pengurus bank sampah. Partisipasi dalam Pelaksanaan Pembahasan tentang partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan yang dinyatakan oleh (Uphoff, 2. dalam (Irene, 2. dalam pengelolaan sampah pada bank sampah berkah bersama Kelurahan Hikun Kecamatan Tanjung Kabupaten Tabalong dikategorikan cukup baik. Hal ini dibuktikan dari jawaban informan yang lebih banyak melakukan kegiatan pengurangan sampah saja yaitu mengumpulkan sampah kemudian dijual kebank sampah sedangkan untuk kegiatan penggunaan kembali sampah yang bermanfaat dan kegiatan daur ulang sampah belum dilakukan oleh banyak masyarakat karena kurangnya edukasi tentang penggunaan kembali sampah yang bermanfaat dan daur ulang sampah, untuk kegiatan sumbangan dana mungkin dari uang hasil menjual sampah yang diambil sekitar 10 persen untuk kegiatan operasional bank sampah. Hal ini sesuai dengan penelitian dari (Nurul Safitri, 2. yang menyimpulkan bahwa kurangnya partisipasi dalam pelaksanaan dikarenakan masih kurang cukup dan kurang maksimalnya sumber daya yang dimiliki pada bank sampah dan ketidakseriusan pengurus bank sampah, hal ini juga didukung oleh (Kiki Oktaviana, 2. yang menyimpulkan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan belum optimal dikarenakan JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 pengurus yang kurang aktif berpartisipasi serta penyetoran sampah oleh nasabah tidak dilakukan secara rutin. Partisipasi dalam Pengambilan Manfaat Pembahasan tentang partisipasi masyarakat dalam pengambilan manfaat yang dinyatakan oleh (Uphoff, 2. dalam (Irene, 2. dalam pengelolaan sampah pada bank sampah berkah bersama Kelurahan Hikun Kecamatan Tanjung Kabupaten Tabalong dikategorikan cukup baik. Hal ini berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan informan yang mengatakan pengurangan sampah yaitu lingungan menjadi bersih dan mendapatkan uang dari hasil menjual sampah yang dapat ditabung dan diambil saat membutuhkan dan mendapatkan manfaat dari kegiatan penggunaan kembali sampah yang bermanfaat yaitu menhasilkan kerajinan serta mengurangi sampah yang beredar dilingkungan kemudian pada kegiatan daur ulang sampah informan mendapatkan manfaat dari kegiatan tesebut yaitu dapat menciptakan produk ramah Sehingga hal ini sesuai dengan penelitian dari (Trio Saputra, 2. , (Arieffiani, 2. yang mengatakan bahwa manfaat yang dirasakan masyarakat dengan adanya kegiatan bank sampah yaitu lingkungan menjadi bersih dan meningkatkan pendapatan dan (Kiki Oktaviana, 2. yang mengatakan bahwa manfaat sosial yang didapatkan dengan adanya bank sampah lingkungan menjadi lebih bersih karena sampah sudah dikelola dari sumbernya. Partisipasi dalam Evaluasi Pembahasan tentang partisipasi masyarakat dalam evaluasi yang dinyatakan oleh (Uphoff, 2. dalam (Irene, 2. dalam pengelolaan sampah pada bank sampah berkah bersama Kelurahan Hikun Kecamatan Tanjung Kabupaten Tabalong dikategorikan cukup baik. Hal ini berdasarkan wawancara dengan informan yang menyatakan agar kegiatan bank sampah Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 berkah bersama lebih aktif dan lebih mensosialisasikan kegiatannya secara langsung kepada masyarakat sekitar dan menyediakan timbangan sampah untuk sampah yang beratnya kurang dari sekilo berdasarkan hal tersebut dapat menyampaikan saran dan kritik kepada bank sampah tetapi kritik dan saran tersebut belum Sehingga hal ini sesuai dengan penelitian dari (Nurul Safitri, 2. yang menyimpulkan bahwa masyarakat aktif dalam menyampaikan saran dan kritik namun dalam hal ini tidak berati semua saran dan kritik dari masyarakat diterima sepenuhnya oleh pengurus dan hal ini sesuai dengan penelitian dari (Trio Saputra, 2. yang mengatakan bahwa pemerintah dan pengurus bank sampah harus mengadakan sosialisasi kepada masyarakat agar masyarakat mengerti, sosialisasi sudah dilakukan namun belum semua wilayah dan daerah yang KESIMPULAN Berdasarkan hasil dari wawancara yang dilakukan dan pembahasan mengenai dari hasil penelitian yang dilakukan dan yang dijelaskan pada bab sebelumnya. Maka dari itu penulis menarik Bahwa partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah pada bank sampah berkah bersama Kelurahan Hikun Kecamatan Tanjung Kabupaten Tabalong dikatakan cukup baik tetapi dengan beberapa perbaikan. SARAN Berdasarkan hasil kesimpulan dan hasil penelitian yang telah dikemukakan diatas, sebagai pemikiran penulis mengemukakan saran yang berguna demi kelangsungan berjalannya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah pada bank sampah berkah bersama Kelurahan Hikun Kecamatan Tanjung Kabupaten Tabalong, maka saya memberi saran sebagai berikut: JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 Dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah pada bank sampah berkah bersama kelurahan hikun kecamatan tanjung kabupaten tabalong pengurus bank sampah harus lebih aktif lagi melakukan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat. Menyediakan timbangan sampah untuk sampah yang beratnya kurang dari 1 kilogram Memberikan reward kepada nasabah maupun meningkatkan motivasi hal ini bisa para pengurus diskusikan dengan Dinas Lingkungan Hidup Tabalong selaku pembina kegiatan bank sampah berkah bersama. Pengurus bank sampah lebih aktif lagi memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya daur ulang sampah dirumah. DAFTAR PUSTAKA