JURNAL INFORMATIKA UPGRIS Vol. No. 2, . ISSN: 2477-6645 Perancangan dan Implementasi Sistem Informasi Penyewaan Lapangan Berbasis Web dengan Pendekatan Waterfall untuk Efisiensi Pengelolaan Reservasi Alex Ferdinan1. Aziz Abdul Muhammad3. Sholihin Nandang3. Eva Rahmawati4 dan Sri Diantika5 Jurusan Sistem Informasi. Fakultas Tekhnik dan Informatika. Universitas Bina Sarana Informatika Jl. Kramat Raya No 98 Jakarta Pusat 1,2,3,4,5 E-mail: enanfer123@gmail. com1, mabdulazis425@gmail. com2, nandang64x@gmail. com3, eva. ehw@bsi. szd@bsi. AbstractAi The growing popularity of badminton has increased the demand for efficient court rental services. However, the reservation process at Glory Badminton Hall is still conducted manually, leading to scheduling conflicts, transaction delays, and potential data recording errors. This study aims to design and implement a web-based court rental information system to simplify the reservation process and improve the efficiency of facility management. The system was developed using the Waterfall model and implemented with PHP Native. MySQL, and Bootstrap. The test results show that the system effectively handles court reservations, payment verification, schedule management, and report generation in a structured manner. The implementation of this system is expected to enhance service quality, minimize operational errors, and provide a better user experience. AbstrakAi Meningkatnya popularitas bulu tangkis mendorong kebutuhan akan layanan sewa lapangan yang lebih efisien. Namun, proses pemesanan di Glory Badminton Hall masih dilakukan secara manual sehingga menimbulkan konflik jadwal, keterlambatan transaksi, dan potensi kesalahan pencatatan data. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan sistem informasi penyewaan lapangan berbasis web untuk mempermudah proses pemesanan serta meningkatkan efisiensi pengelolaan reservasi. Pengembangan sistem menggunakan model Waterfall dengan teknologi PHP Native. MySQL, dan Bootstrap. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu menangani pemesanan lapangan, verifikasi pembayaran, pengelolaan jadwal, hingga pembuatan laporan secara efektif dan terstruktur. Implementasi sistem ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan, meminimalkan kesalahan operasional, serta memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pengguna. Kata KunciAi Sistem berbasis web, penyewaan lapangan. Glory Badminton Hall. Model Waterfall. MySQL PENDAHULUAN Olahraga bulu tangkis menjadi salah satu pilihan utama masyarakat dalam mengisi waktu luang, baik untuk rekreasi maupun latihan rutin. Antusiasme yang tinggi dari berbagai kalangan usia turut mendorong perkembangan fasilitas olahraga, termasuk layanan penyewaan lapangan yang semakin dibutuhkan (Nugroho et al. , 2. Peluang ini menuntut pengelola fasilitas untuk menyediakan layanan pemesanan yang cepat, akurat, dan mudah diakses agar mampu memenuhi kebutuhan pengguna. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan sistem berbasis web mampu meningkatkan efisiensi layanan, termasuk dalam proses reservasi fasilitas olahraga. Teknologi informasi juga dinilai dapat menyederhanakan pengolahan data, mempercepat alur pekerjaan, serta mengurangi biaya operasional (Firdaus et al. , 2. Selain itu, sistem reservasi digital menyediakan informasi ketersediaan lapangan secara real-time dan memungkinkan pelanggan melakukan pemesanan mandiri (Nugroho et al. Namun. Glory Badminton Hall masih menggunakan keterlambatan transaksi, bentrokan jadwal, dan kesalahan Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara kebutuhan operasional dan pemanfaatan teknologi yang seharusnya dapat diterapkan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem informasi penyewaan lapangan berbasis web yang sesuai dengan kebutuhan operasional Glory Badminton Hall. Pengembangan sistem dilakukan menggunakan model Waterfall agar setiap tahapan dapat dikerjakan secara terstruktur dan terukur. Dengan adanya sistem ini, diharapkan proses reservasi menjadi lebih efisien, pencatatan transaksi lebih teratur, serta kualitas layanan terhadap pengguna dapat meningkat. II. TINJAUAN PUSTAKA Sistem Sistem dapat diartikan sebagai sekumpulan prosedur yang saling berkaitan dan terorganisir dengan baik, yang JURNAL INFORMATIKA UPGRIS Vol. No. 2, . ISSN: 2477-6645 berfungsi secara terpadu untuk menjalankan suatu aktivitas serta mencapai tujuan yang telah ditetapkan (Saputra & Rofiq, 2. Pemahaman ini menekankan pentingnya keteraturan dan keterkaitan antar elemen dalam suatu proses, agar sistem dapat beroperasi secara efektif dan Lebih lanjut, sistem juga dapat dipahami sebagai kumpulan elemen yang saling terkoordinasi dan bekerja bersama dalam suatu tatanan yang teratur demi mencapai hasil tertentu. Sistem tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan integrasi dari sejumlah subsistem yang saling terhubung dan berinteraksi. Setiap subsistem memiliki fungsi tertentu yang mendukung keseluruhan sistem untuk mengolah data menjadi informasi yang bernilai guna pengambilan keputusan (Colarika & Zahro, 2. Dalam konteks pengembangan sistem informasi penyewaan lapangan badminton di Glory Badminton Hall, konsep sistem memiliki relevansi yang tinggi. Diperlukan integrasi antar subsistem seperti reservasi, manajemen jadwal, konfirmasi pembayaran, serta pelaporan transaksi agar proses penyewaan dapat berjalan lancar, sistematis, dan efisien. Dengan adanya sistem yang terstruktur, maka pelayanan terhadap pengguna dapat ditingkatkan secara signifikan, sekaligus mempermudah pengelolaan internal oleh pihak pengelola. Informasi Informasi adalah hasil dari proses pengolahan data sehingga menjadi lebih bernilai dan memiliki makna bagi Data sendiri merupakan asal mula dari merepresentasikan kejadian atau entitas yang benar-benar (Heri Purwanto. Fiqri Arya Nugraha. Mochammad Raffnie Prayogha, 2. Sistem Informasi Sistem informasi merupakan perangkat dalam organisasi yang digunakan untuk mengelola transaksi harian, mendukung operasional, membantu tugas manajerial, serta menyediakan laporan bagi pihak internal dan eksternal (Syahrul & Priambodo, 2. Sistem ini terdiri dari beberapa komponen utama, seperti pengguna, prosedur kerja, perangkat keras dan lunak, basis data, serta infrastruktur jaringan (Amsaras & Dewi, 2. Dalam konteks penyewaan lapangan badminton, sistem informasi berperan penting dalam mengintegrasikan data, mempermudah proses pemesanan, pengaturan jadwal, dan pelayanan pelanggan secara lebih efisien bagi pengelola maupun penyewa. Website Situs web merupakan kumpulan halaman yang saling terhubung dan dapat diakses melalui internet menggunakan Biasanya, situs web berada dalam sebuah domain atau subdomain yang termasuk dalam jaringan World Wide Web . , dibuat dengan menggunakan bahasa HTML, serta diakses melalui protokol internet. (Endra et al. , 2. Penyewaan Penyewaan merupakan kesepakatan antara pemilik aset atau properti dengan pihak penyewa, di mana penyewa diberikan hak untuk memanfaatkan aset tersebut dalam batas waktu tertentu. Barang atau jasa yang dapat disewa sangat bervariasi, begitu juga dengan lamanya waktu penyewaan dan biaya yang harus dibayar. (Prasetyo & Nawawi, 2. Bahasa Pemrograman dan Aplikasi Pendukung Bahasa pemrograman merupakan kumpulan aturan tata bahasa dan makna yang berfungsi untuk mengarahkan komputer dalam melaksanakan perintah, mengatur data, serta menetapkan tindakan yang harus diambil berdasarkan situasi tertentu. (Zuraidah et al. , 2. HyperText Markup Language (HTML) Hyper Text Markup Language (HTML) adalah bahasa pemrograman yang menjadi standar dalam pembuatan halaman serta aplikasi web yang bisa diakses secara Penggunaan HTML sangat penting dalam proses pengembangan perangkat lunak, terutama untuk membangun aplikasi yang dijalankan melalui web. (Gumilang & Devi, 2. HyperText Processor (PHP) PHP merupakan bahasa pemrograman berupa skrip yang digunakan untuk menghimpun serta mengolah berbagai jenis data, seperti data survei, ke dalam basis data pada server, yang selanjutnya dapat memicu proses berkelanjutan secara otomatis. (Rahmadani et al. Javascript JavaScript merupakan salah satu bahasa pemrograman yang sering digunakan karena mampu menghadirkan interaksi yang bersifat dinamis bagi pengguna. Hal ini dimungkinkan berkat berbagai fitur yang disediakan, termasuk kemampuan untuk memanipulasi elemenelemen dalam halaman web melalui Document Object Model (DOM). (Christian & Hengky, 2. Cascading Style Sheet (CSS) CSS, atau Cascading Style Sheet, merupakan teknologi yang berfungsi untuk mengatur tampilan berbagai komponen dalam halaman web agar memiliki struktur yang teratur dan gaya yang seragam. Standar ini pertama kali diperkenalkan oleh World Wide Web Consortium (W3C) pada tahun 1996 dengan maksud yang sederhana dan jelas. (Amandha et al. , 2. Bootstrap Bootstrap adalah framework yang memadukan penggunaan CSS dan JavaScript, dirancang oleh Mark Otto bersama Jacob Thornton ketika mereka berada di Twitter. Framework ini sering dijadikan pilihan oleh para pengembang sebagai solusi untuk menciptakan antarmuka web yang responsif dan konsisten. (Khana Wijaya et al. , 2. PHP Native PHP Native merupakan jenis bahasa pemrograman yang dikembangkan secara langsung oleh individu tanpa melibatkan framework atau pihak ketiga, sehingga struktur kode dan alur instruksinya hanya JURNAL INFORMATIKA UPGRIS Vol. No. 2, . ISSN: 2477-6645 dipahami oleh si pembuatnya sendiri. (Endra et al. MySQL Salah satu sistem manajemen basis data (DBMS) yang banyak dimanfaatkan dalam pengembangan aplikasi web adalah MySQL. Di samping itu, ada pula berbagai DBMS lainnya seperti PostgreSQL yang tersedia secara gratis, serta SQL Server. MS Access buatan Microsoft. DB2 dari IBM, dan Oracle. (Widiawati & Kurniadi. PHPMyAdmin PHPMyAdmin adalah aplikasi web yang digunakan untuk membantu pengelolaan database dari sebuah aplikasi web yang telah dikembangkan, dengan syarat bahwa aplikasi tersebut harus terhubung dan sesuai dengan database yang digunakan. (Gumilang & Devi. Visual Studio Code Visual Studio Code merupakan editor teks yang efisien dan memiliki performa baik, dikembangkan oleh Microsoft untuk dapat berjalan di berbagai platform, termasuk Linux. MacOS, dan Windows. Editor ini telah dilengkapi dukungan bawaan untuk beberapa bahasa pemrograman seperti JavaScript dan TypeScript, serta memiliki integrasi langsung dengan fitur-fitur dari Visual Studio Code itu sendiri. (Samsudin & Hamdalah Islami, 2. METODE PENGEMBANGAN SISTEM Metode pengembangan sistem yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Waterfall yang merupakan model pengembangan sistem informasi yang sistematik dan sekuensial (Pramana A, 2. Pemilihan metode ini didasarkan pada karakteristik kebutuhan sistem penyewaan lapangan badminton di Glory Badminton Hall yang bersifat stabil, jelas, dan tidak mengalami banyak perubahan selama proses pengembangan. Model Waterfall memiliki alur kerja yang linear dan berurutan . inear sequential mode. , sehingga setiap tahap harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya. Pola kerja seperti ini cocok digunakan pada proyek dengan ruang lingkup yang terdefinisi dengan baik serta kebutuhan yang relatif tetap. Model Waterfall merupakan salah satu metode klasik dalam siklus hidup pengembangan perangkat lunak yang terdiri dari beberapa tahapan utama, yaitu: Requirement Definition. System and Software Design. Implementation and Unit Testing. Integration and System Testing, serta Operation Maintenance. Setiap menggambarkan proses pengembangan yang berjalan secara sistematis, dimulai dari identifikasi kebutuhan hingga pemeliharaan sistem setelah implementasi. Pendekatan ini memastikan pengembangan berlangsung terstruktur, terdokumentasi, dan mudah dikontrol (Syahrul & Priambodo, 2. Penggambaran proses metode waterfall yang digunakan dapat dilihat pada gambar 1 Gambar 1. Metode Waterfall Requirement Definition Langkah awal yang penting dalam pengembangan perangkat lunak adalah mendefinisikan kebutuhan pengguna secara tepat. Tujuan dari proses pendefinisian kebutuhan adalah untuk merinci spesifikasi perangkat lunak yang dibutuhkan, agar pengguna dapat memperoleh pemahaman yang jelas mengenai fungsionalitas yang harus tersedia dalam perangkat lunak tersebut. (Asmarajaya et , 2. Pada tahap awal pengembangan, penulis melakukan analisis terhadap kebutuhan sistem guna merancang situs web untuk Glory Badminton Hall. Dalam sistem ini, terdapat dua jenis user yang memiliki peran berbeda, yaitu admin dan user. Admin berperan sebagai pengelola data, dengan hak akses untuk menambah, mengedit, maupun menghapus informasi yang terdapat dalam sistem. Sementara itu, user merupakan pihak yang menggunakan layanan untuk melakukan proses penyewaan lapangan melalui web tersebut. System and software design Tahapan ini berfokus pada perancangan aplikasi, di mana tampilan atau antarmuka website disusun dengan menyesuaikan kebutuhan pengguna. Hasil rancangan ini kemudian dijadikan sebagai gambaran awal aplikasi untuk menilai kualitasnya sebelum masuk ke tahap pengkodean. (Yosepha et al. , 2. Setelah analisis kebutuhan sistem selesai, tahap selanjutnya adalah perancangan sistem. Proses ini mencakup pengorganisasian elemen perangkat keras dan perangkat lunak secara sistematis untuk memastikan setiap komponen dapat berfungsi optimal dan saling terintegrasi. Tujuan utamanya adalah mendukung pengembangan aplikasi website penyewaan lapangan Glory Badminton Hall agar layanan pemesanan lapangan dapat berjalan secara online, efisien, akurat, serta memudahkan pengelolaan bagi admin dan akses bagi pengguna. Implementasi and Unit Testing Sesudah pengembangan sistem adalah implementasi serta pengujian menyeluruh terhadap masing-masing unit. Pada fase Implementation and Unit Testing, rancangan sistem diubah menjadi sejumlah program atau komponen program. JURNAL INFORMATIKA UPGRIS Vol. No. 2, . ISSN: 2477-6645 Masing-masing komponen tersebut akan melalui proses pengujian untuk memastikan bahwa implementasinya telah sesuai dengan spesifikasi yang direncanakan. (Geges. Setelah tahap perancangan sistem selesai, langkah selanjutnya adalah proses pengkodean . Penulis menggunakan Visual Studio Code sebagai editor utama untuk menulis kode program, dan XAMPP sebagai web server untuk menjalankan serta menguji aplikasi yang Integration and system testing Setelah tahap pengkodean selesai dilakukan, langkah selanjutnya adalah mengimplementasikan dan menguji sistem yang telah dibuat pada tahap perancangan. Pengujian ini bertujuan untuk menilai apakah sistem tersebut telah sesuai dengan kebutuhan pengguna. (Susanti et al. , 2. Setelah proses pengkodean selesai, tahap selanjutnya adalah pengujian sistem dengan metode black box testing. Tujuannya adalah untuk memastikan setiap fitur pada website Glory Badminton Hall berfungsi dengan baik dan menghasilkan output yang sesuai harapan. Operation and Maintenance Setelah sistem diterapkan, proses pemeliharaan dilakukan untuk menjamin kestabilan operasionalnya. Jika terdapat kendala seperti bug atau diperlukan penyesuaian tertentu, maka sistem akan diperbaiki dan diperbarui agar tetap sesuai dengan kebutuhan pengguna. (Lubis, 2. Tahap terakhir dalam metode Waterfall adalah pemeliharaan sistem . Tahap ini penting untuk memastikan website tetap berfungsi dengan baik seiring waktu, mengingat kemungkinan munculnya error atau gangguan yang tidak terdeteksi saat pengujian awal. Mengelola data user . enghapus use. User Tabel 1. Analisis Kebuituhan Hardware Komponen Spesifikasi Device Laptop Processor Intel core i3 generasi 10 RAM 4 GB Penyimpanan 256 GB HDD / SSD Layar 1920 x 1080 Koneksi Internet 1 MBps Periferal Mouse User merupakan pelanggan yang menggunakan sistem Tabel 2. Analisis Kebuituhan Software Komponen Spesifikasi Sistem Operasi Windows 11 Browser Google Chrome Server XAMPP Bahasa Pemrograman PHP Framework PHP Native Database MySQL Generator PDF . ntuk laporan dat. untuk melakukan penyewaan lapangan. Hak akses user Tabel 3. Analisis Kebuituhan jaringan Komponen Spesifikasi Koneksi Akses Online IV. HASIL DAN PEMBAHASAN IP Address IP Dinamis Requirement Definition Terdapat 2 Analisis Kebutuhan yang dilakukan dalam pengembangan Sistem penyewaan ini, yaitu Analisis kebutuhan pengguna dan Sistem. Kebutuhan Pengguna Dalam sistem informasi penyewaan lapangan Glory Badminton Hall, terdapat dua kategori pengguna utama, yaitu Admin dan User. Masing-masing memiliki hak akses dan fungsi yang berbeda sesuai perannya. Admin Admin bertanggung jawab penuh atas pengelolaan Sebagai pengelola utama, admin memiliki akses penuh terhadap seluruh data dan operasional sistem. Fitur yang dapat diakses oleh admin meliputi: Mengelola . enambahkan lapangan, mengubah foto, dan menghapus . Mengelola data turnamen . enambahkan turnamen dan menambahkan peserta turname. Mengelola data pesanan . engonfirmasi dan membatalkan pesana. Hosting Rumahweb. erbasis PHP dan MySQL) terbatas hanya pada fitur yang berkaitan dengan penyewaan, yaitu: Melakukan pemesanan lapangan secara online. Mengedit dan memperbarui data profil pribadi Kebutuhan Sistem Kebutuhan sistem adalah spesifikasi teknis yang diperlukan agar sistem informasi website penyewaan Glory Badminton Hall dapat berjalan secara optimal. Kebutuhan ini terbagi menjadi tiga kategori, yaitu kebutuhan perangkat keras, perangkat lunak, dan jaringan. Kebutuhan perangkat keras (Hardwar. Kebutuhan Perangkat Lunak (Softwar. Kebutuhan jaringan JURNAL INFORMATIKA UPGRIS Vol. No. 2, . ISSN: 2477-6645 System and software design Entity Relationship Diagram (ERD) Gambar 2. Entity Relationship Diagram (ERD) Logical Record Structure (LRS) Logical Record Structure (LRS) pada sistem Glory Badminton Hall memberikan gambaran logis dari data yang digunakan dalam pengelolaan penyewaan lapangan. Implementasi and Unit Testing Pada tahap Implementation and Unit Testing, sistem mulai dibangun berdasarkan desain yang telah disusun Proses implementasi dilakukan dengan menulis kode program untuk merealisasikan fungsi-fungsi yang dibutuhkan dalam sistem. Salah satu hasil dari tahapan ini adalah tampilan antarmuka pengguna . ser interfac. pada halaman beranda sistem penyewaan lapangan badminton di Glory Badminton Hall. User Interface (UI) adalah antarmuka yang digunakan pengguna untuk berinteraksi dengan sistem. Pada aplikasi Glory Badminton Hall. UI dirancang sederhana, responsif, dan mudah digunakan. Tampilan Login Halaman Logoin merupakan halaman awal untuk mengautentikasi pengguna. Pengguna harus memasukkan username dan password yang valid. Sistem akan memverifikasi data dan hanya memberi akses kepada pengguna terdaftar, guna menjaga keamanan dan Gambar 5. Halaman Login membatasi akses sesuai peran. Tampilan Beranda User Halaman utama yang menampilkan informasi umum tentang Glory Badminton Hall dan tombol AuPesan dan Gambar 3. Logical Record Structure (LRS) Use Case Diagram Diagram use case pada sistem Glory Badminton Hall menggambarkan hubungan antara user sistem dengan fungsi-fungsi utama yang tersedia dalam layanan penyewaan lapangan. Gambar 6. Halaman Beranda user JadwalAy untuk memulai proses pemesanan Tampilan Pesanan User Berisi riwayat pemesanan pengguna, termasuk detail waktu, lapangan, dan status pembayaran Gambar 4. Use Case Diagram JURNAL INFORMATIKA UPGRIS Vol. No. 2, . ISSN: 2477-6645 Pengujian Uji Kasus Mengisi email salah Email: Passwo Mengisi benar dan Email: Passwo Gambar 7. Halaman Pesanan User Integration and system testing Pada tahap Integration and System Testing, seluruh modul dalam sistem penyewaan lapangan Glory Badminton Hall diuji untuk memastikan integrasi antar fitur berjalan dengan baik dan setiap fungsi menghasilkan keluaran sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan. Pengujian dilakukan menggunakan metode Blackbox Testing, yaitu metode yang berfokus pada pengujian fungsional tanpa melihat kode program. Pengujian mencakup beberapa fitur utama, yaitu login, pemesanan lapangan, unggah dan verifikasi pembayaran, pengelolaan jadwal, serta laporan transaksi. Setiap fitur diuji menggunakan skenario . est cas. yang melibatkan kondisi normal, kondisi batas, dan kondisi kesalahan . rror Hasil pengujian kemudian dibandingkan antara Expected Result dan Actual Result untuk menentukan apakah fungsi tersebut berjalan sesuai yang diharapkan. Tabel berikut menyajikan contoh hasil pengujian teknis mendalam menggunakan Blackbox Testing pada fitur-fitur kritis dalam sistem: Tabel 4. Pengujian halaman Login Uji Hasil yang Pengujian Kasus Sistem Email: Tidak Kosong Passwo email dan Kosong email dan kata sandi terlebih Email: Sistem alex@g menolak login Mengisi co dan benar dan Passwo popup "username atau 123456 password Hasil Sesuai Sesuai Hasil yang Sistem menolak login "username atau Sistem akses login dan ke beranda Hasil Sesuai Sesuai Tabel 4. Pengujian pemesanan lapangan Uji Hasil yang Pengujian Hasil Kasus Sistem tidak Tidak Sesuai Mengisi Sistem akan 02/07/2 Tanggal main, lama pesanan dan Lama main dan Sesuai main: 2 jam mulai "Berhasil Jam DiPesan" 19:00 02/07/2 Sistem Mengisi Jam pesanan dan Jam Mulai mulai: Sesuai 08:00 "saya "gagal, jam memesa main sudah n pada lewat" 12:00" JURNAL INFORMATIKA UPGRIS Vol. No. 2, . ISSN: 2477-6645 Pengujian Mengisi main dan jam main yang sudah Mengisi lama main jam tutup Uji Kasus 02/07/2 Jam 19:00 Lama Main: 2 "User n pada jam dan n yang 02/07/2 Jam 22:00 Lama Main: 3 "Jam n yaitu 00:00" Hasil yang Sistem pesanan dan n popup "Jadwal Sudah Di Booking " Sistem pesanan dan n popup "Lama sewa Hasil Pengujian Uji Kasus Mengisi kan field gambar dan Nama Lapangan: Lapangan Harga: Gambar: Keteranga n: kosong Mengisi dan harga kan field an gambar Nama Lapangan: Lapangan Harga: Gambar: Keteranga n: kosong Data Sesuai Mengisi harga dan an gambar kan field Nama Lapangan: Lapangan Harga: Gambar: Memilih dari file Keteranga n: kosong Nama Lapangan: Lapangan Harga: Gambar: Memilih dari file Keteranga Lapangan no 1 pojok Ukuran Data Sesuai Sesuai Sesuai Harapan Sesuai Harapan Tabel 5. Pengujian Tambah Lapangan Hasil Pengujian Uji Kasus Hasil Data Tidak Nama Lapangan: belum Kosong Harga: Sesuai n data Gambar: Keteranga menyimpan n: kosong Hasil Data Mengisi semua field Hasil Sesuai JURNAL INFORMATIKA UPGRIS Vol. No. 2, . ISSN: 2477-6645 Pengujian Uji Kasus Hasil Hasil al adalah dan lebar Tabel 6. Pengujian Tambah Lapangan Hasil yang Pengujian Uji Kasus diharapka Hasil Username: Kosong Tidak Data Password: apapun pada Nama Lengkap: Sesuai No Hp: belum diisi Email: Kosong Mengisi Username: Data Username Password: mengosongk Nama an field Lengkap: Sesuai Password. Nama No Hp: Lengkap. No kosong belum diisi Hp, dan Email: Email Kosong Mengisi Username: Data Username Password: Password Nama Lengkap: Sesuai an field No Hp: Nama Nama Lengkap Lengkap. No Email: belum diisi Hp, dan Kosong Email Pengujian Mengisi Username. Password, dan Nama Lengkap lalu an field No Hp, dan Email Mengisi Username. Password. Nama Lengkap, dan No Hp an field Email Mengisi semua field Uji Kasus Username: Password: Nama Lengkap: Ferdinan Alex No Hp: Email: Kosong Username: Password: Nama Lengkap: Ferdinan Alex No Hp: Email: Kosong Username: Password: Nama Lengkap: Ferdinan Alex No Hp: Email: Hasil yang Hasil Data kolom No. Hp belum Sesuai Data Email belum diisi Sesuai Data Admin kan popup "Berhasil DiTambah Sesuai Operation and Maintenance Tahap ini dilakukan setelah sistem selesai diujikan dan dinyatakan siap digunakan. Sistem mulai dioperasikan oleh pengguna secara langsung dalam lingkungan sebenarnya. Selain itu, dilakukan pemeliharaan untuk memastikan sistem tetap berjalan dengan baik. Pemeliharaan meliputi perbaikan bug, penyesuaian fitur, atau penambahan fungsi baru sesuai kebutuhan pengguna di masa mendatang. KESIMPULAN Penelitian ini berhasil merancang dan menerapkan sistem informasi penyewaan lapangan badminton berbasis web di Glory Badminton Hall menggunakan metode Waterfall. Sistem ini mempermudah proses pemesanan. JURNAL INFORMATIKA UPGRIS Vol. No. 2, . ISSN: 2477-6645 memberikan pengalaman pengguna yang responsif dan Untuk pengembangan lebih lanjut, disarankan penambahan fitur pengingat otomatis, peningkatan keamanan dengan 2FA, integrasi pembayaran digital, penyempurnaan tampilan antarmuka, serta pengembangan versi mobile agar sistem lebih praktis dan fleksibel DAFTAR PUSTAKA