Atmosfer: Jurnal Pendidikan. Bahasa. Sastra. Seni. Budaya, dan Sosial Humaniora Vol. No. 2 Mei 2024 e-ISSN: 2964-982X. p-ISSN: 2962-1232. Hal 66-78 DOI: https://doi. org/10. 59024/atmosfer. Efektivitas Model Core dalam Pembelajaran Menulis Teks Biografi dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas X di SMK Tamara Geraldin STKIP Darussalam Cilacap Korespondensi penulis: tamaragraldin874@gmail. Agnes Apryliana STKIP Darussalam Cilacap Sigit Andi Prasetya Dinata STKIP Darussalam Cilacap Alamat: Jl. Raya Karangpucung Km 2. Kec. Karangpucung. Kab. Cilacap, 53255 Jawa Tengah Abstract. Knowing the effectiveness of the CORE model in learning to write Indonesian biographical texts for class X Karangpucung Darussalam Vocational School is the aim of this research. The type used in this research is quantitative with a quasi-experimental design. The sampling technique is random sampling Class X TKR 1 as the experimental class and class X TBSM 1 as the control class. In this analysis the data collection method is the experimental method. The results of the t-test assume that if t_count > t_table 312 > 2. 021 and the significance value is 0. 05 then H_a will be accepted. The purpose of these results is to conclude that there is a significant difference between the post-test performance data for the experimental class and the control class. Therefore, this model has proven to be effective in writing biographical texts in class X at Karangpucung Darussalam Vocational School. Keywords: Learning. CORE. Biographical Text Abstrak. Mengetahui keefektifan model CORE dalam pembelajaran menulis teks biografi bahasa Indonesia kelas X SMK Karangpucung Darussalam merupakan tujuan dari penelitian ini. Adapun jenis yang digunakan dalam penelitian ini yakni kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen. Teknik pengambilan sampelnya adalah teknik random sampling. Kelas X TKR 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas X TBSM 1 sebagai kelas kontrol. Dalam analisis ini metode pengumpulan datanya adalah metode eksperimen. Hasil dari uji-t dengan asumsi jika t_hitung > t_tabel sebesar 5,312 > 2,021 dan nilai signifikansi sebesar 0,05 maka akan H_a diterima. Maksud dari hasil tersebut maka disimpulkan bahwa adanya perbedaan yang signifikan antara data kinerja post-test kelas eksperimen dan kelas kontrol. Maka dari itu, model ini terbukti efektif dalam menulis teks biografi di kelas X SMK Karangpucung Darussalam Kata kunci: Pembelajaran. CORE. Teks Biografi LATAR BELAKANG Pendidikan masih menjadi masalah yang sulit dipecahkan di Indonesia. Secara khusus, meskipun pendidikan adalah suatu yang amat penting atau tidak mampu dipisahkan dari kehidupan manusia, namun pembelajaran di Indonesia masih termasuk dalam kategori rendah. Pengajaran adalah ikthtiar untuk membuat pola pikir dan perilaku menjadi lebih baik. Sejalan dengan tujuan utama pendidikan yakni mengembangkan potensi dan mendidik masyarakat untuk masa depan. Selain itu, agar pembelajaran berhasil, guru dan siswa harus berhasil menyelesaikan tugasnya. Terdapat beberapa aspek yang memengaruhi keberhasilan proses Received Maret 04, 2024. Accepted April 17, 2024. Published Mei 30, 2024 *Tamara Geraldin, tamaragraldin874@gmail. Efektivitas Model Core dalam Pembelajaran Menulis Teks Biografi dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas X di SMK belajar, antara lain adalah aspek pedagogi pada saat melaksanakan proses pembelajaran karena berinteraksi langsung dengan siswa, mengembangkan, mempengaruhi dan lebih meningkatkan intelektual dan keterampilannya. Oleh karena itu, peran pendidik dalam pendidikan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap keberhasilan pembelajaran. Berdasarkan konteks tersebut, pendidik harus mahir dalam menerapkan model pembelajaran yang sebanding dengan materinya. Selain itu, penggunaan model diharapkan dapat meningkatkan keaktifan dan berpikir kritis siswa ketika mengikuti pembelajaran. Model pembelajaran merupakan pedoman bagi pendidik dalam melaksanakan pembelajaran. Maka dari itu, penting untuk memilih model pembelajaran yang efisien (Julaeha, 2. Disimpulkan bahwa model ini merupakan serangkaian alur seorang pendidik dalam menyampaikan materi. Model pembelajaran pada umumnya sangat beragam, sehingga pendidik perlu kreatif dan inovatif dalam memilih model Selain inovatif, akan tetapi relevan dengan mata pelajaran yang dipelajari. Penelitian ini tentunya akan berfokus pada model CORE yang terdiri dari Connecting. Organizing. Reflecting. Extending. Model pembelajaran CORE berfokus pada siswa, bukan Model ini menjadikan siswa untuk lebih terlibat dalam proses pembelajaran di kelas. Sependapat dengan Sofiarum . , model ajar alternatif yang dapat mengaktifkan peserta didik untuk mengkonstruksi pengetahuannya sendiri. Ditinjau dari tanggapan di atas, focus utama CORE adalah menjadi alat yang dapat meningkatkan pemahaman konseptual. Model pembelajaran CORE memiliki manfaat seperti melatih siswa berkolaborasi dan berdiskusi dalam kelompok, kemampuan memecahkan masalah berdasarkan tujuan bersama, dan kreativitas siswa untuk cakap, tangkas dalam pembelajaran (Beladina dalam Muizaddin, 2. Pada hakikatnya, pendidikan modern memerlukan inovasi metode pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan peserta didik yang semakin beragam. Aspek penting dalam pendidikan adalah keterampilan menulis, seperti kemampuan menulis biografi dalam bahasa Indonesia. Menulis biografi tidak hanya memerlukan keterampilan bahasa tetapi juga penelitian sistematis dan penyuntingan informasi. Dalam konteks ini. CORE menonjol sebagai model pembelajaran karena dapat meningkatkan efisiensi pembelajaran menulis teks biografi. Model CORE menekankan pemikiran kritis dan pengalaman langsung. Saat menulis teks biografi, siswa tidak hanya mengumpulkan fakta tetapi juga memikirkan makna dari kisah hidup orang Model ini membantu siswa berpikir kritis, menghubungkan informasi, dan meningkatkan kemampuan analisis. Pembelajaran menulis teks biografi merupakan salah satu aspek penting dalam pengembangan kemampuan berbahasa Indonesia di tingkat sekolah. Proses pembelajaran ini tidak hanya berfokus pada pengembangan keterampilan menulis saja, namun ATMOSFER - VOLUME 2. NO. MEI 2024 e-ISSN: 2964-982X. p-ISSN: 2962-1232. Hal 66-78 juga memerlukan pemahaman mendalam terhadap tokoh-tokoh yang diidentifikasi untuk Model pembelajaran yang efektif seperti model CORE diperlukan agar siswa dapat memahami, menyerap, dan mengungkapkan pengalaman hidup karakter secara utuh. Namun pengajaran menulis di kelas masih belum efektif karena beberapa faktor. Ketidakaktifan speserta didik dapat menjadi faktor utama ketidakefektifan proses pembelajaran. Akibat kurangnya pelatihan menulis saat belajar, siswa cenderung kurang percaya diri dalam menghasilkan ide dan kehilangan minat dalam belajar menulis. Hal ini juga berdampak pada siswa karena siswa kesulitan mengolah kata sehingga kemampuan menulisnya masih tergolong kurang stabil. Dampak tersebut yang memicu kurang efisiennya penulisan siswa, khususnya penulisan biografi. Selain tidak efektif, juga tidak meningkatkan kemampuan menulis siswa. Oleh karena itu, upaya yang efisien untuk memupuk kemampuan mengarang peserta didik ialah dengan melatih dan mengasah kemampuan itu sendiri. Hal ini hendaknya dilaksanakan secara konsisten agar siswa dapat dengan mudah mengungkapkan apa yang akan Keterampilan ini dapat diperoleh melalui pembelajaran di kelas. Berdasarkan pernyataan tersebut, penelitian ini mengidentifikasi masalah yakni kurangnya pelatihan menulis di kelas. Penelitian dilakukan di X TKR 1 sebagai kelas yang diberi perlakuan model CORE dan X TBSM 1 yakni yang tidak diberi perlakuan model CORE. Fokus dalam reset ini yakni untuk menguji efektivitas penggunaan model pembelajaran CORE dalam meningkatkan keterampilan menulis siswa yang dikhususkan pada pembelajaran meulis teks biografi. Oleh karena itu rumusan masalah dalam riset ini yaitu, bagaimanakah evektifitas penggunaan model CORE dalam pembelajaran menulis teks biografi di kelas X SMK darussalam Cilacap. Tujuan penelitian ini yaitu untuk memberikan bukti efektivitas model CORE dalam pembelajaran menulis teks biografi berbahasa Indonesia kelas X SMK Darussalam Kalampukung tahun pelajaran 2023/2024. KAJIAN TEORITIS Pembelajaran adalah proses di mana individu memperoleh pengetahuan, keterampilan, sikap, dan pemahaman melalui interaksi dengan informasi, pengalaman, lingkungan, dan orang Sependapat dengan Pane . bahwa pembelajaran pada dasarnya adalah sebuah proses. Dengan kata lain, proses pengelolaan, pengorganisasian, dan penumbuhan lingkungan sekitar siswa agar dapat melaksanakan proses pembelajaran. Teori pembelajaran mencakup berbagai pendekatan dan konsep untuk memahami bagaimana orang belajar dan bagaimana pengajaran dapat dioptimalkan. Salah satu teori pembelajaran yang signifikan adalah teori Efektivitas Model Core dalam Pembelajaran Menulis Teks Biografi dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas X di SMK konstruktivisme, yang menekankan peran aktif individu dalam membangun pemahaman baru berdasarkan pengetahuan sebelumnya dan pengalaman pribadi. Teori ini menyarankan bahwa pembelajaran terjadi melalui refleksi, diskusi, dan eksplorasi, serta mendorong siswa untuk membangun pemahaman mereka sendiri melalui penemuan dan eksperimen. Sementara itu, teori behaviorisme menekankan pentingnya stimulus-reaksi dalam pembelajaran, dengan fokus pada penguatan positif dan negatif untuk membentuk perilaku yang diinginkan. Sedangkan teori kognitif menyoroti peran proses mental dalam pembelajaran, termasuk perhatian, ingatan, pemrosesan informasi, dan pemecahan masalah. Melalui pemahaman teori-teori ini, pendekatan pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan individu dan konteks belajar yang berbeda, memungkinkan pengoptimalan pengalaman belajar bagi setiap siswa. Dengan demikian, pembelajaran yang efektif mengharuskan guru untuk berperan sebagai fasilitator yang membimbing siswa dalam proses konstruksi pengetahuan mereka sendiri. Menurut Sardila . , menulis merupakan keterampilan berbahasa yang sangat ekspresif dan produktif. Jamaludin (Mustofa, 2021: . berpendapat bahwa menulis merupakan suatu metode komunikasi sebagai penghubung antara pengarang dan pembaca. Secara sederhana, menulis dapat diartikan sebagai suatu bentuk ekspresi kreatif dimana individu menuangkan pemikiran, ide, dan pengalamannya ke dalam bentuk tulisan yang dapat dipahami oleh orang lain. Menulis memungkinkan seseorang mengekspresikan diri, mengkomunikasikan informasi, dan berbagi cerita kepada khalayak luas. Menulis bukan sekedar menyampaikan pesan, tetapi juga merupakan proses reflektif yang memungkinkan memahami dan mendalami topik yang sedang dibicarakan. Meningkatkan keterampilan menulis memungkinkan seseorang memperluas wawasannya, meningkatkan keterampilan komunikasi, dan memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang dirinya dan dunia di sekitarnya. Menulis bisa mulai dilatih di kelas saat pembelajaran. Namun, pengajaran menulis di kelas masih belum efektif karena beberapa faktor. Salah satu faktor penyebabnya adalah siswa kurang aktif dalam pembelajaran di kelas. Namun masih banyak siswa yang mengalami kesulitan belajar. Akibat kurangnya pelatihan menulis pada tahap pembelajaran, siswa cenderung kehilangan rasa percaya diri dalam menghasilkan ide dan kehilangan minat dalam belajar menulis. Hal ini juga berdampak pada siswa yang disebabkan karena siswa merasa kesulitan dalam mengolah kata sehingga kemampuan menulisnya masih tergolong rendah. Sehingga menyebabkan penulisan siswa khususnya penulisan biografi kurang efisien. Selain tidak efektif, juga tidak meningkatkan kemampuan menulis siswa. Oleh karena itu, cara yang efektif untuk meningkatkan keterampilan menulis siswa adalah dengan ATMOSFER - VOLUME 2. NO. MEI 2024 e-ISSN: 2964-982X. p-ISSN: 2962-1232. Hal 66-78 melatih dan meningkatkan keterampilan itu sendiri. Hal ini hendaknya dilakukan secara konsisten agar siswa mudah mengungkapkan apa yang akan ditulisnya. Keterampilan ini dapat diperoleh melalui pembelajaran di kelas. Sehingga pembelajaran pada materi teks biografi ini, peserta didik diharapkan dapat menuangkan ide, gagasan, dan pikiran dalam sebuah tulisannya. Berdasarkan definisinya, teks biografi adalah teks yang berupa fakta, baik berupa keistimewaan, jalan hidup, perjuangan, keberhasilan, hambatan, dan lain-lain (Arianti, 2. Biografi memuat latar belakang, pengalaman, dan permasalahan kehidupan yang dihadapi tokoh yang dikisahkan. Kisah ini berdasarkan kisah dan peristiwa nyata. Tujuan penulisan biografi salah satunya adalah agar kisah hidup tokohnya dapat menjadi contoh dan motivasi bagi pembacanya. Umumnya biografi bercerita tentang seseorang atau seseorang yang terkenal dan sukses atau seseorang yang mempunyai pengaruh besar dalam kehidupan banyak orang. Kata-kata yang digunakan dalam teks biografi ini hendaknya lugas dan jelas serta tidak berteletele, agar tidak menimbulkan pemahaman yang berbeda dan bias pada pembaca. Selanjutnya dalam pengajaran, pendidik harus mampu memilih model pembelajaran yang tepat khususnya untuk materi teks biografi. Penelitian ini mencoba menerapkan model pembelajaran CORE pada penulisan teks biografi. Pada dasarnya, model CORE yakni connecting, organizing, reflecting, dan extending. Penelitian dengan jenis model pembelajaran ini tentu saja meringankan guru dalam menentukan model yang pas untuk keterampilan menulis dalam proses pembelajaran di kelas. Menurut Trisnowali . , model CORE adalah pembelajaran yang menitikberatkan pada meningkatkan pola kritis peserta didik untuk mengkoneksikan, mengorganisasikan, mengeksplorasi, mengelola, dan mengembangkan seluruh informasi yang diterimanya. Keunggulan model CORE dijelaskan oleh Shoimin . alam Palupi, 2. Keunggulan pembelajaran tersebut diantaranya . peserta didik menjadi lebih aktif . menumbuhkan daya ingat. menumbuhkan pola berpikir kritis dalam pemecahan masalah . memberikan pengalaman yang bermakna. Selain keunggulan pembelajaran CORE tentunya juga mempunyai kelemahan. Harapah . menjelaskan tentang kekurangan model CORE diantaranya . waktu persiapan yang matang . peserta didik dituntut untuk kritis . model CORE tidak dapat digunakan dalam semua materi. Sintaks atau langkah pelaksanaannya adalah: . menghubungkan informasi lama dan baru ke dalam teks biografi melalui pertanyaan guru . Mengorganisasikan gagasan sambil mendapat bimbingan dari guru . Guru meminta siswa melakukan refleksi diri dengan berpikir ulang dan menelaah hasil diskusi . Selanjutnya dimulailah pengembangan wawasan . Efektivitas Model Core dalam Pembelajaran Menulis Teks Biografi dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas X di SMK Model pembelajaran ini hanya berlaku pada kelas eksperimen. Awal pembelajaran ini melibatkan siswa melakukan pre-test atau tes sebelum diberikan materi. Pendidik kemudian menggunakan model CORE untuk membekali guru dengan materi teks biografi yang menghubungkan pengetahuan lama dan baru siswa. Guru terus membantu siswa mengorganisasikan ide-ide yang telah dibahas sebelumnya. Guru kemudian meminta siswa untuk menulis biografi orang tuanya. Guru meminta siswa memikirkan dirinya sendiri melalui teks biografi yang telah dibuatnya. Guru mendorong siswa untuk membaca kembali teks biografi yang telah dibuatnya dan memikirkan dirinya sendiri. Selanjutnya guru membimbing siswa dalam membuat teks biografi. Penelitian yang relevan dalam penelitian yakni dilakukan oleh Harahap . Palupi . Mukaromah . Jadi penelitian yang relevan berfokus pada kesamaan yang membahas tentang model pembelajaran CORE. Sedangkan yang membedakan terletak pada segi objek materialnya. Objek material dalam penelitian ini yakni menulis teks biografi pada pelajaran bahasa Indonesia kelas X di SMK Darussalam Karangpucung. Hipotesis dalam penelitian ini yakni ya0 : tidak adanya efektivitas signifikan terhadap penggunaan model CORE dalam menulis teks biografi pada kelas X di SMK Darussalam Karangpucung. yayca : adanya efektivitas signifikan terhadap penggunaan model CORE dalam kegiatan belajar menulis teks biografi pada kelas X di SMK Darussalam Karangpucung. Penelitian dengan jenis model pembelajaran ini tentu saja meringankan guru dalam menentukan model yang pas untuk keterampilan menulis dalam proses pembelajaran di kelas. Menurut Trisnowali . , model CORE adalah pembelajaran yang menitikberatkan pada meningkatkan pola kritis peserta didik mengembangkan seluruh informasi yang diterimanya. Keunggulan model CORE dijelaskan oleh Shoimin . alam Palupi, 2. Keunggulan pembelajaran tersebut diantaranya . peserta didik menjadi lebih aktif . menumbuhkan daya ingat. menumbuhkan pola berpikir kritis dalam pemecahan masalah . memberikan pengalaman yang bermakna. Selain keunggulan, pembelajaran CORE tentunya juga mempunyai kelemahan. Harapah . menjelaskan tentang kekurangan model CORE diantaranya . waktu persiapan yang matang . peserta didik dituntut untuk kritis . model CORE tidak dapat digunakan dalam semua materi. Penelitian yang relevan dalam penelitian yakni dilakukan oleh Harahap . Palupi . Mukaromah . Jadi penelitian yang relevan berfokus pada kesamaan yang membahas tentang model pembelajaran CORE. Sedangkan yang membedakan terletak pada segi objek materialnya. Objek material dalam penelitian ini yakni menulis teks biografi pada pelajaran bahasa Indonesia kelas X di SMK Darussalam Karangpucung. Hipotesis dalam ATMOSFER - VOLUME 2. NO. MEI 2024 e-ISSN: 2964-982X. p-ISSN: 2962-1232. Hal 66-78 penelitian ini yakni ya0 : tidak adanya efektivitas signifikan terhadap penggunaan model CORE dalam menulis teks biografi pada kelas X di SMK Darussalam Karangpucung. yayca : adanya efektivitas signifikan terhadap penggunaan model CORE dalam kegiatan belajar menulis teks biografi pada kelas X di SMK Darussalam Karangpucung. METODE PENELITIAN Jenis penelitian kuantitafif dengan desain eksperimen semu menjadi metode yang digunakan dalam penelitian ini. SMK Darussalam Karangpucung yang terletak di Jalan Raya Karangpucung Km. 02 No. 8 Karangpucung dipilih sebagai lokasi penelitian. Pengumpulan data akan dilakukan di kelas, dalam waktu mulai dari 2 Januari 2024 hingga 30 April 2024. Seluruh siswa kelas X SMK Darussalam Karangpucung sebagai populasi dalam penelitian ini dan sampel dipilih kelas X TKRO (Teknik Kendaraan Ringan Otomoti. 1 sebagai kelas yang mendapatkan perlakuan model CORE atau eksperimen dan Kelas X TBSM (Teknik Bisnis Sepeda Moto. 1 sebagai yang tidak dapat perlakuan model CORE. Sedangkan random sampling ialah suatu teknik untuk pengambilan sampel dalam penelitian ini. Selain itu, pengumpulan data yakni dengan teknik tes. Tujuan dalam eksperimen ini yaitu untuk mengetahui keefektifan model CORE dalam menulis teks biografi siswa kelas X bahasa Indonesia SMK Darussalam Karangpucung tahun pelajaran 2023/2024. Penelitian ini dibantu suatu instrument yakni berupa soal essay dengan kisi-kisi, soal, dan rubrik penilaian. Penelitian ini menggunakan jenis validitas isi berdasarkan pendapat para ahli atau penilaian oleh pakar . xpert judgmen. Expert judgment atau penilaian profesional terhadap instrumen dalam penelitian ini diverifikasi oleh Ibu Helmi Seftiani. Pd. Beliau selaku Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di STKIP Darussalam Cilacap. Alpha Cronbach . merupakan rumus yang digunakan untuk menguji uji reliabilitas dan dibantu software (SPSS) versi 23. Uji asumsi reliabilitas jika ycEaycnycycycuyci < ycycycaycayceyco maka tidak reliabel, namun jika ycEaycnycycycuyci > ycycycaycayceyco maka dikatakan reliabel. Sedangkan uji normalitas dengan rumus Kolmogorov Smirnov berdasarkan asumsi yaycIEaycnycycycuyci < yaycIycycaycayceyco maka tidak normal, namun jika yaycIEaycnycycycuyci > yaycIycycaycayceyco maka normal. Pada perujian homogenitas menggunakan data pre-test untuk pengujian pada kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan rumus lavene Asumsi homogenitas yaitu jika yaEaycnycycycuyci < yaycycaycayceyco = Ho akan diterima dan sifatnya Sedangkan jika asumsi homogenitas yaEaycnycycycuyci > yaycycaycayceyco maka Ho akan ditolak dan memiliki sifat yang tidak homogeny. Uji beda pada penelitian ini ialah Uji-t . ndependent Efektivitas Model Core dalam Pembelajaran Menulis Teks Biografi dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas X di SMK sampel t-tes. dengan asumsi ycNEaycnycycycuyci < ycNycycaycayceyco maka Ho diterima dan Ha ditolak jadi tidak adanya efektifitas. Namun jika ycNEaycnycycycuyci > ycNycycaycayceyco maka Ho ditolak dan Ha diterima maka terjadi HASIL DAN PEMBAHASAN Pengambilan data diambil pada semester genap di tahun ajaran 2023/2024 SMK Darussalam Karangpucung. Penelitian ini menetapkan kelas X TKR 1 dengan jumlah siswa 20 sebagai kelas yang diberi perlakuan model CORE atau kelas eksperimen dan kelas X TBSM 1 dengan jumlah siswa 20 sebagai kelas kontrol. Penelitian pertama dilaksanakan di kelas eksperimen yaitu Kelas X TKR 1. Peneliti melakukan pretest sebelum menggunakan model CORE dalam penulisan biografi. Pada saat pretest dilakukan siswa belum memahami cara membuat teks biografi. Peneliti kemudian melakukan treatment dengan menerapkan model CORE pada pembelajaran menulis teks biografi. Peneliti kemudian melakukan post-test untuk mengetahui adanya keefektifan model CORE terhadap keterampilan menulis teks biografi. TBSM 1 kelas X yang merupakan kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional pada penelitian ini telah diuji sebelumnya. pre-test yang dilakukan berupa tugas menulis teks biografi bertema biografi BJ. Habibie. Langkah selanjutnya adalah menjalankan post-test pada kelas kontrol. Kegiatan tersebut dilakukan dengan tujuan untuk membandingkan hasil post-test pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Adapun hasil yang diperoleh yakni angka-angka yang diperoleh dari hasil tugas karangan siswa. Jenis tulisannya adalah teks biografi dengan tema B. J Habibie untuk data pre-test dan tema orang tua untuk data post-test. Uji Prasyarat Uji Normalitas Maksud dari uji normalitas ini yaitu untuk mengetahui kenormalan atau ketidaknormalan pada distribusi tersebut. Penelitian ini yakni menggunakan uji normalitas data Kolmogorov-Smurnov dengan bantuan SPSS versi 23. Pengujian ini dengan menggunakan data pre-test pada kedua kelas yang digunakan untuk penelitian yakni eksperimen dan komtrol. Syarat asumsi uji normalitas dinyatakan normal jika yaycIEaycnycycycuyci > yaycIycycaycayceyco . Tabel berikut menunjukkan uji normalitas kelas kontrol dan ATMOSFER - VOLUME 2. NO. MEI 2024 e-ISSN: 2964-982X. p-ISSN: 2962-1232. Hal 66-78 Tabel 1. Hasil Uji Normalitas Pre-test Kolmogorov-Smirnova Statistic Sig. Pretest Kontrol Pretest Eksperimen This is a lower bound of the true significance. Lilliefors Significance Correction Asumsi dasar pengambilan keputusan yang digunakan yaitu jika yaycIEaycnycycycuyci < yaycIycycaycayceyco dinyatakan tidak normal, namun jika yaycIEaycnycycycuyci > yaycIycycaycayceyco dinyatakan normal. Berdasarkan tabel tersebut sig terbukti bahwa yaycIEaycnycycycuyci > yaycIycycaycayceyco yakni dengan nilai 0,200 > 0,05 maka pre-test kedua kelas dinyatakan berdistribusi normal. Uji Homogenitas Tujuan dari perujian ini yaitu untuk meninjau ada tidaknya persamaan pada kelas kontrol dan kelas eksperimen. Tes ini dilakukan dengan cara tes dengan data pre-test pada kedua kelas penelitian. Berikut tabel uji homogenitas: Tabel 2. Hasil Uji Homogenitas Nilai Based on Mean Levene Statistic Sig. Tabel tersebut menggunakan uji lavene statistics. Asumsi homogenitas yaitu jika yaEaycnycycycuyci < yaycycaycayceyco maka Ho akan diterima dan sifatnya homogen. Sedangkan jika asumsi homogenitas yaEaycnycycycuyci > yaycycaycayceyco maka Ho akan ditolak dan memiliki sifat yang tidak Pada tabel tersebut terbukti bahwa data pre-test bersifat homogen dapat dibuktikan dengan nilai signifikansi 0,821 > 0. Deskripsi Data Frekuensi Hasil analisis deskriptif pada kelas kontrol data pre-test menghasilkan skor mean 30, median 60. 00, mode 44, dan range 38 dengan nilai minimum 40 dan maximum 78. Sedangkan deskriptif data frekuensi pada pre-test kelas eksperimen menghasilkan skor 65, median 65. 00, modus 40, dan range 40 dengan nilai minimum 40 serta maxsimum Data tersebut disimpulkan bahwa kurangnya pengetahuan terkait konteks menulis sehingga masih terdapat siswa yang belum mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimu. Efektivitas Model Core dalam Pembelajaran Menulis Teks Biografi dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas X di SMK Selanjutnya perhitungan analisis data deskriptif post-test kelas kontrol menghasilkan skor mean sebesar 75. 40, median sebesar 76. 00, mode sebesar 76, minimum sebesar 60, dan range sebesar 25 dari 85. Hasil analisis data post-test kelas eksperimen menunjukkan mean data sebesar 83. 60, median sebesar 82. 50, modus sebesar 82, range sebesar 14, minimum sebesar 78, dan maksimum sebesar 92. Penggunaan model pembelajaran CORE analisis frekuensi berbasis hasil terbukti memberikan kemajuan yang signifikan dalam pengajaran eksperimen. Artinya model pembelajaran ini dapat diterapkan ketika mempelajari cara menulis teks biografi. Uji Data Berikut hasil perhitungan uji t dengan bantuan program SPSS versi 23. Hasil yang digunakan dalam uji-t adalah hasil post-test keterampilan menulis biografi siswa ketika pembelajaran bahasa Indonesia. Berikut tabel hasil uji t : Tabel 3. Hasil Uji t Levene's Test for Equality of Variances Nilai Equal t-test for Equality of Means Mean Differen Std. Error Differe Sig. Equal 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper Sig. Berdasarkan hasil perhitungan lewat program SPSS versi 23 tersebut menunjukkan bahwa nilai t baik dihitung dengan asumsi varians yang tidak berbeda maupun yang berbeda menghasilkan taraf signifikansi yang sama-sama signifikan. Artinya, ada perbedaan yang signifikan keterampilan menulis teks biografi pada pembelajaran bahasa Indonesia. Jadi. Ha diterima dengan hasil yaitu t = 5. 312 yang signifikan pada taraf 0,05. Dapat disimpulkan bahwa ycEaycnycycycuyci > ycycycaycayceyco yakni 5. 312 > 2. 021 oleh karena itu, hasil uji t terbukti signifikan. Maka dari itu, penggunaan model pembelajaran CORE dalam pembelajaran menulis biografi untuk kelas X di SMK Darussalam Karangpucung terbukti signifikan atau efektif. ATMOSFER - VOLUME 2. NO. MEI 2024 e-ISSN: 2964-982X. p-ISSN: 2962-1232. Hal 66-78 Pembahasan Berdasarkan implementasi pada kelas eksperimen dan kontrol, kegiatan pembelajaran menggunakan materi biografi yang dilaksanakan di kelas yakni . guru membimbing siswa dalam mengorganisasikan ide-ide yang telah dibahas sebelumnya, . guru meminta siswa menulis biografi orang tuanya, . guru meminta siswa memikirkan dirinya sendiri dengan mereview teks biografi yang telah dibuatnya, . guru mengarahkan siswa untuk merefleksikan diri dengan memikirkan kembali terkait teks biografi yang sudah dibuat, . guru membimbing siswa dalam pengembangan teks biografi. Berdasarkan pembahasan sebelumnya, model CORE memiliki empat aspek: menghubungkan informasi, mengorganisasikan, memikirkan kembali, dan memperluas Keempat aspek ini berlaku untuk pengajaran eksperimen. Dengan kata lain seluruh kegiatan belajar mengajar dengan model CORE dalam pelajaran menulis biografi di kelas X SMK Darussalam Karangpucung dipandang penting dan efektif. Model CORE memberi peluang kebebasan kepada siswa untuk andil aktif dalam proses pembelajaran di Selain itu, siswa dapat mempertanyakan secara kritis keterampilan yang dibutuhkan saat menulis teks biografi. Proses pembelajaran pada eksperimen dan kontrol biasanya didasarkan pada modul ajar yang telah disiapkan. Secara keseluruhan proses belajar mengajar kedua kelas sama, namun berbeda dalam penggunaan model pembelajaran. Model CORE digunakan untuk kelas penelitian atau eksperimen dan model konvensional digunakan untuk kelas kontrol. Kesimpulan hasil penggunaan model CORE adalah model ini dapat efektif digunakan untuk pembelajaran menulis teks biografi ketika belajar bahasa Indonesia. Oleh karena itu, model pembelajaran ini bekerja dengan baik ketika pendidik menuntut siswa berperan aktif dalam pembelajaran di Model pembelajaran CORE mempunyai manfaat seperti melatih siswa berkolaborasi dan berdiskusi dalam kelompok, kemampuan memecahkan masalah berdasarkan tujuan bersama, dan kreativitas yang memungkinkan siswa berperan dan terlibat aktif di kelas (Beladina. Muizaddin, 2. Model pembelajaran ini tak hanya mendorong aktivitas dan berpikir kritis, tetapi juga dapat meningkatkan memori konseptual siswa dan memberikan berbagai pengalaman belajar selama pembelajaran agar pembelajaran bermakna. Manfaat tersebut tidak terlihat pada proses pembelajaran lainnya, khususnya kelas kontrol dengan model ajar konvensional. Peserta didik pada kelas kontrol cenderung malas dan kurang percaya diri dalam proses menulis biografi. Hal ini dibuktikan dengan hasil belajar menulis teks biografi pada pembelajaran bahasa Indonesia. Efektivitas Model Core dalam Pembelajaran Menulis Teks Biografi dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas X di SMK Berdasarkan temuan tersebut, ditemukan adanya perbedaan yang cukup signifikan antara penggunaan model pembelajaran CORE dengan model konvensional. Artinya penggunaan model pembelajaran CORE efektif untuk pembelajaran menulis Biografi kelas X Bahasa Indonesia SMK Darussalam Karangpucung. Oleh karena itu, model CORE dapat diterapkan ketika pembelajaran menulis khususnya pada teks biografi. KESIMPULAN DAN SARAN Penggunaan model pembelajaran CORE terbukti efektif untuk penulisan biografi pada siswa kelas X Bahasa Indonesia SMK Darussalam Karangpucung. Dibuktikan dengan pengolahan data post-test kelas eksperimen yaitu X TKR 1. Rata-rata pada kelas eksperimen dengan 20 siswa yang mencapai KKM adalah 83,60. Sedangkan kelas kontrol memperoleh nilai rata-rata 75,40, namun masih ada satu siswa yang belum mencapai batas minimum KKM atau Kriteria Ketuntasan Minimum. Pada penelitian ini memberikan implikasi atau saran yaitu, penelitian diharapkan dapat membantu seorang pendidik untuk menerapkan model CORE untuk menunjang proses belajar mengajar dan melaksanakan tujuan pembelajaran secara efektif. Penggunaan model ini, siswa diharapkan dapat terlibat, berpikir kritis serta meningkatkan keterampilan menulis saat mempelajari teks biografi. Sekolah diharapkan menyediakan peralatan dan dukungan yang sesuai guna membantu proses pembelajaran yang efektif dan inovatif sehingga berdampak pada tujuan pembelajaran siswa yang efisien. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu untuk menjadi bahan pemikiran dalam menunjang sarana dan prasarana yang diperlukan dalam pembelajaran di sekolah. DAFTAR REFERENSI Arianti. Sutrimah. Hasanudin. Flipped Classroom dan Aplikasi Schoology: Analisis Keterampilan Menulis Teks Biografi. Jurnal Bahasa. Sastra Indonesia, dan Pengajarannya. Vol. No. Diakses pada 14 Desember 2023 Harahap. Rosmalinar. Pengaruh Model CORE (Connecting. Organizing. Reflecting. Extendin. terhadap Motivasi Belajar IPA Materi Gaya Siswa Kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Negeri Sei Agul Kecamatan Medan Denai. Skripsi. Diakses pada 12 Desember 2023 Julaeha. Siti. Erihardiana. Mohamad. Model Pembelajaran dan Implementasi Pendidikan HAM dalam Perspektif Pendidikan Islam dan Pendidikan Nasional. Vol. No. Jurnal Religion Education Sosial Laa Raiba. Diakses pada 12 Desember 2023 Muizaddin. Santoso. Model Pembelajaran CORE sebagai sarana dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa. Jurnal Pendidikan Manajemen Perkantoran. Vol. No. Diakses pada 11 Desember 2023 ATMOSFER - VOLUME 2. NO. MEI 2024 e-ISSN: 2964-982X. p-ISSN: 2962-1232. Hal 66-78 Mukaromah. Ikhsanti. Keefektifan Model Connecting. Organizing. Reflecting. Extending (CORE) Dan Model Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) dengan Media Kartu Informasi dalam Pembelajaran Menulis Teks Prosedur Kelas VII SMP Negeri 36 Semarang. Skripsi. Diakses pada 13 Desember 2023 . Palupi. Faradila. Hardiana. Efektivitas Model Connecting. Organizing. Reflecting. And Extending (CORE) dalam Pembelajaran Menganalisis dan Mengonstruksikan Teks Negosiasi. Jurnal Metaedukasi. Vol. 2 No. 1 diakses pada 14 Desember 2023. Pane. Dasopang. , . Belajar dan Pembelajara. Jurnal Kajian Ilmu Keislaman. VOL. 03 No. 02 diakses pada 09 April 2024 Sardila. Vera. Strategi Pengembangan Linguistik Terapan melalui Kemampuan Menulis Biografi dan Autobiografi: Sebuah Upaya Membangun Keterampilan Menulis Kreatif Mahasiswa. Jurnal Pemikiran Islam. Vol. No. 2 Diakses pada 14 Desember Sofiarum. Dwita. Supandi. Setyawati. Efektivitas Model Pembelajaran CORE (Connecting. Organizing. Reflecting. Extendin. dan Model Pembelajaran Cooperative Script Terhadap Kemampuan Representasi Matematis Siswa SMP. Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika. Vol. No. 2 hlm. Diakses pada 11 Desember 2023. Trisnowali. Andi. Aswina. Andi. Pengaruh Model Pembelajaran CORE (Connecting. Organizing. Reflecting And Extendin. Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X. Kependidikan. Vol. 13 No. 1 diakses pada 13 Desember 2023