Journal Point Equilibrium Manajemen dan Akuntansi ISSN: 2686-1135 . Vol. 7 No. Oktober 2025, pp. Publisher: Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Barat Pengaruh Opini Audit. Ukuran Kantor Akuntan Publik. Ukuran Perusahaan. Dan Profitiabilitas Terhadap Audit Delay Irma Siti Mahromyah Universitas Cipasung. Kota Tasikmalaya. Indonesia email: irmasiti663@gmail. Gista Rismayani Universitas Perjuangan. Kota Tasikmalaya. Indonesia email: gista. unper@gmail. Amalia Siti Khodijah Universitas Cipasung. Kota Tasikmalaya. Indonesia email: amaliaskj@uncip. Abstract This study aims to analyze the factors influencing audit delay in StateOwned Enterprises (SOE. listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the 2020Ae2024 period. Audit delay is a crucial issue as it reflects the timeliness, transparency, and accountability of publicly listed companies in disclosing their financial information. This research employs a quantitative approach using multiple linear regression analysis to examine the effects of audit opinion, firm size, public accounting firm (PAF) size, and profitability on audit delay. The study utilizes secondary data obtained from annual reports and audited financial statements of SOEs, which were accessed through the official IDX website and the respective companiesAo websites. The results reveal that audit opinion and firm size have a significant influence on audit delay. Companies with unqualified opinions, larger firm size, and strong internal control systems tend to experience shorter audit completion times. Meanwhile, the size of the PAFAiwhether Big Four or non-Big FourAidoes not significantly affect the length of the audit process. Furthermore, profitability has a negative effect on audit delay, indicating that more profitable firms are likely to expedite the completion and publication of financial reports as a positive signal to investors and the These findings highlight the importance of internal corporate Received: 18 Juli 2025. Accepted: 20 Okt 2025. Published: 30 Okt 2025 Irma Siti Mahromyah. Gista Rismayani. Amalia Siti Khodijah factors in accelerating the audit process and enhancing financial reporting transparency among Indonesian SOEs. Keyword: Audit Opinion. Sixe Of The Publoic Accounting. Profitability. Company Size. Profitability. Audit Delay. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi audit delay pada perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2020Ae2024. Audit delay menjadi isu penting karena berkaitan dengan ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan yang mencerminkan tingkat transparansi dan akuntabilitas perusahaan publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi linier berganda untuk menguji pengaruh opini audit, ukuran perusahaan, ukuran Kantor Akuntan Publik (KAP), dan profitabilitas terhadap audit delay. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan . nnual repor. dan laporan audit perusahaan BUMN yang diakses melalui situs resmi BEI serta website masing-masing Hasil penelitian menunjukkan bahwa opini audit dan ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap audit delay. Perusahaan dengan opini wajar tanpa pengecualian (WTP), ukuran besar, serta sistem pengendalian internal yang kuat cenderung memiliki waktu penyelesaian audit yang lebih singkat. Sementara itu, ukuran KAP, baik Big Four maupun non-Big Four, tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam memengaruhi lamanya proses audit. Selain itu, profitabilitas berpengaruh negatif terhadap audit delay, di mana perusahaan dengan tingkat profitabilitas tinggi cenderung mempercepat penerbitan laporan keuangan sebagai bentuk sinyal positif kepada investor dan publik. Temuan ini memperkuat pentingnya faktor internal perusahaan dalam mempercepat proses audit dan meningkatkan transparansi laporan keuangan di lingkungan BUMN. Kata Kunci : Opini Audit. Ukkuran Kantor Akuntan Public. Ukuran Perusahaan. Profitabilitas. Audit Delay Pendahuluan Suatu perusahaan memiliki laporan keuangan yang memberikan detail tentang situasi keuangannya. Banyak pengguna laporan keuangan Penngaruh Opini Audit. Ukuran KAP. Ukruan Perusahaan . memanfaatkan kinerja perusahaan dan perubahan posisi keuangan untuk membantu mereka dalam pengambilan keputusan. PSAK No. Revisi 2017 menyatakan bahwa laporan keuangan membantu orang membuat pilihan terkait keuangan dengan menunjukkan jumlah uang yang dimiliki suatu organisasi, seberapa baik kinerjanya, dan situasi keuangannya saat ini. Catatan keuangan juga menunjukkan bahwa manajemen bertanggung jawab atas bagaimana sumber daya perusahaan digunakan. Kecepatan penyusunan laporan keuangan memengaruhi nilai Kurangnya pengetahuan merugikan pelaku pasar modal. Berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit yang menunjukkan profitabilitas perusahaan, investor membeli atau menjual properti. Ini berarti bahwa data laba dari laporan keuangan yang dirilis akan menentukan apakah harga saham naik atau turun. Sunarsih dkk. mendefinisikan audit delay sebagai lamanya waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan audit antara akhir tahun fiskal dan saat perusahaan merilis laporan audit. Suatu perusahaan dianggap belum merilis laporan keuangannya jika auditnya memakan waktu lebih lama dari jangka waktu yang ditetapkan Bapepam-LK. Masalah dengan laporan keuangan emiten dapat timbul akibat keterlambatan penerbitan laporan keuangan. Pemerintah Indonesia mendirikan Bursa Efek Indonesia (BEI) berdasarkan Undang-Undang Pasar Modal No. 8 Tahun 1995 untuk mengatur dan mendorong perdagangan efek. Oleh karena itu, perusahaan wajib menyajikan laporan keuangan yang penting bagi keputusan bisnis. Laporan keuangan BEI harus disampaikan tepat Namun, beberapa perusahaan tetap menyampaikan laporan mereka melewati batas waktu. Pada tahun 2023, terdapat 129 perusahaan di BEI yang terlambat menyampaikan laporan keuangan, termasuk empat perusahaan BUMN. Fenomena ini menunjukkan masih rendahnya kepatuhan terhadap peraturan pelaporan keuangan. Gambar 1. Jumlah Audit delay pada Perusahaan BUMN Periode 2020Ae2024 Irma Siti Mahromyah. Gista Rismayani. Amalia Siti Khodijah jumrlah pada Perusahaan BUMN Periode 2020Ae2024 Sumber: data pengumuman penyampaian auditan idx. Namun. Perusahaan BUMN dari tahun 2020- 2024 terjadi peningkatan dan penurunan dalam keterlambatan penyampaikan hasil laporan keuangannya. Keterlambatan pelaporan keuangan oleh perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Indonesia dapat dijadikan salah satu fenomena yang memicu perhatian berbagai pihak, termasuk pemerintah, auditor, dan Masyarakat. Isu keterlambatan pelaporan keuangan oleh BUMN di Indonesia telah menjadi perhatian yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Ketepatan pelaporan keuangan sangat penting karena memengaruhi transparansi, akuntabilitas, dan proses pengambilan keputusan para pemangku kepentingan, termasuk investor, pejabat pemerintah, dan masyarakat Keterlambatan pelaporan audit setelah akhir tahun fiskal dapat mengindikasikan adanya masalah dalam proses pelaporan atau audit (Dassaad dkk. , 2. Isu keterlambatan audit telah menjadi subjek beberapa studi Menurut Ubwarin dkk. , untuk perusahaan transportasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), keterlambatan audit dipengaruhi oleh ukuran perusahaan dan ukuran kantor akuntan publik, tetapi tidak oleh profitabilitas. Pada tahun 2019. Handoko dkk. menemukan bahwa keterlambatan audit dipengaruhi oleh profitabilitas perusahaan, tetapi tidak oleh ukuran perusahaan. Sebuah penelitian tahun 2019 oleh Cahya dkk. terhadap perusahaan perdagangan ritel yang terdaftar di BEI menemukan bahwa opini audit tidak berpengaruh terhadap keterlambatan audit, tetapi berdampak pada Penngaruh Opini Audit. Ukuran KAP. Ukruan Perusahaan . Meskipun telah banyak penelitian tentang topik ini, penelitian ini memberikan kontribusi lebih spesifik dengan berfokus pada perusahaan BUMN yang memiliki karakteristik dan tantangan unik, seperti peran strategis pemerintah serta pengawasan publik yang lebih tinggi. Penelitian ini penting dalam mengidentifikasi serta mengurangi beberapa aspek yang menyebabkan keterlambatan pelaporan keuangan . udit dela. pada perusahaan BUMN, guna meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan kepercayaan publik terhadap laporan keuangan. Dengan adanya perbedaan dalam penelitian sebelumnya dapat memotivasi penulis untuk melakukan penelitian ulang mengenai bagaimana aspek tersebut mempengaruhi proses audit delay dengan menggunakan data hasil laporan keuangan Perusahaan BUMN yang terdapat di BEI. Dan Penelitian ini diharapkan memeberikan wawasan bagi regulator, auditor dan manajemen dalam mengelola laporan secara efektif dan tepat waktu. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi linier berganda. Pendekatan kuantitatif dipilih karena penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh antara beberapa variabel independen terhadap variabel dependen secara empiris berdasarkan data numerik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2020Ae2024. Penentuan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling, yaitu pemilihan sampel berdasarkan kriteria tertentu yang disesuaikan dengan tujuan Adapun kriteria yang digunakan meliputi: . perusahaan BUMN yang secara konsisten menerbitkan laporan keuangan tahunan selama periode 2020Ae2024, . perusahaan yang memiliki data opini audit dan Kantor Akuntan Publik (KAP) secara lengkap, serta . perusahaan yang terdaftar secara aktif di BEI selama periode Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, yaitu data yang diperoleh dari sumber-sumber resmi dan telah Data tersebut berupa laporan keuangan tahunan . nnual repor. serta laporan audit perusahaan BUMN selama periode 2020Ae 2024 yang diakses melalui situs resmi Bursa Efek Indonesia. Irma Siti Mahromyah. Gista Rismayani. Amalia Siti Khodijah Hasil dan Pembahasan Hasil Uji Normalitas Memeriksa apakah model regresi tersebar dengan benar. Uji Kolmogorov-Smirnov digunakan untuk memeriksa kenormalan dalam penelitian ini. nilai residu di atas 0,05 dianggap normal (Ghozali, 2. Hasil uji kenormalan menggunakan Exact Sig adalah sebagai berikut. One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Test Statistic Exact Sig. -taile. Table 2. Hasil Uji Normalitas Nilai signifikansi presisi . -taile. sebesar 0,146 yang lebih besar dari 0,05 ditunjukkan oleh hasil uji normalitas menggunakan SPSS 26. Hal ini menunjukkan bahwa distribusi data bersifat normal. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa residual penelitian memenuhi kriteria Uji Multikolinearitas Uji ini menetapkan hubungan antara elemen-elemen independen. Nilai toleransi dan VIF harus lebih tinggi dari 0,100 dan lebih rendah dari 10,00 untuk mencegah multikolinearitas. Berikut adalah temuan uji multikolinearitas studi ini: Model OPINI AUDIT Coefficientsa Collinearity Statistics Tolerance VIF UKURAN KAP Tidak Tidak Penngaruh Opini Audit. Ukuran KAP. Ukruan Perusahaan . UKURAN PERUSAHAAN PROFITABILITAS Tidak Tidak Table 1. Hasil Uji Multikolineritas Oleh karena itu, nilai toleransi untuk semua variabel yang tidak saling bergantung lebih besar dari 0,100, dan nilai VIF untuk semua variabel dependen kurang dari 10,00. Ini berarti tidak terdapat multikolinearitas antara faktor-faktor independen. Uji Autokorelasi Uji autokorelasi dalam model regresi linier menguji apakah kesalahan pengganggu periode 1 dan periode t-1 . saling Data ini sering kali memiliki masalah autokorelasi yang "mengganggu" (Ghozali, 2. Uji DW mengonfirmasi autokorelasi: Model Summaryb Mode Std. Durbin Error of the -Watson Estimate Predictors: (Constan. OPINI AUDIT. UKURAN KAP. PROFITABILITAS. UKURAN PERUSAHAAN Dependent Variable: AUDIT DELAY Square Adjuste d R Square Table 2. Hasil Uji Autokorelasi Nilai Durbin-Watson, yang ditentukan melalui uji autokorelasi menggunakan SPSS, adalah 2,170. Dengan total 118 titik data, nilai 4du adalah 2,2298, nilai batas atas . adalah 1,7702, dan nilai batas bawah . adalah 1,6339. Dengan demikian berdasarkan nilai 1,7702< 2,170< 2,2298 maka tidak terdapat autokorelasi pada setiap varaibel Uji Heteroskedastisitas Varians residual harus sama untuk semua observasi dalam regresi. Uji heteroskedastisitas menemukan hal-hal yang tidak sesuai dengan teori ini. Dalam studi ini, uji Glejser digunakan untuk memplot nilai Irma Siti Mahromyah. Gista Rismayani. Amalia Siti Khodijah absolut residual terhadap faktor-faktor independen. Heteroskedastisitas dikatakan tidak ada jika tidak terdapat pengaruh signifikan pada tingkat kepercayaan lebih tinggi dari 5% dalam data SPSS. Coefficientsa Model (Constan. OPINI AUDIT UKURAN KAP UKURAN PERUSAHAAN PROFITABILITAS Dependent Variable: ABS_RES1 Table 3. Uji Heteroskedastisitas Sig. Berdasarkan hasil analisis SPSS, semua variabel mempunyai nilai sig lebih besar dari 0,05, hal ini menunjukkan bahwa model bersifat heteroskedastik, yakni semua variabel bebas mempunyai sebaran variabel yang homogen atau sama. Analisis Regresi Berganda Regresi linier berganda (Ghozali, 2. digunakan dalam penelitian ini untuk melihat bagaimana faktor-faktor independen memengaruhi variabel dependen. SPSS digunakan untuk melakukan analisis regresi. Berikut adalah hasil pengolahan data: Model Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Beta Error (Constan. OPINI AUDIT UKURAN KAP UKURAN PERUSAHAAN PROFITABILITAS -25. Dependent Variable: AUDIT DELAY Table 4. Analisis Regresi Berganda Sig. Berdasarkan tabel 5 diatas, diperoleh persamaan regresi sebagai Y = 480,092 Ae 36,268XCA 5,758XCC Ae 8,439XCE Ae 25,300XCE e Interpretasi hasil persamaan: Penngaruh Opini Audit. Ukuran KAP. Ukruan Perusahaan . Berdasarkan konstanta . , ekspektasi keterlambatan audit adalah 480,092 jika semua variabel independen . pini audit, ukuran KAP, ukuran perusahaan, dan profitabilita. bernilai nol. Koefisien opini audit (-36,. menunjukkan bahwa, dengan asumsi semua faktor lain tetap sama, peningkatan satu unit opini audit mengurangi keterlambatan audit sebesar 36,268. Peningkatan satu unit ukuran KAP akan menghasilkan peningkatan waktu audit sebesar 5,758, menurut koefisien ukuran KAP . KAP yang lebih besar mengurangi keterlambatan audit sebesar 8,439, menurut koefisien ukuran perusahaan (-8,. Koefisien profitabilitas (-25,. menunjukkan bahwa peningkatan profitabilitas menurunkan audit delay sebesar 25,300. Uji t Anda dapat menggunakan uji statistik-t untuk melihat seberapa baik variabel independen dapat menjelaskan pengaruhnya terhadap variabel dependen (Ghozali, 2. Penjelasan berikut berlaku untuk hasil uji statistik-t. Hipotesis Opini Audit Ie Audit Delay Ukuran KAP Ie Audit Delay Ukuran Perusahaan Ie Audit Delay Profitabilitas Ie Audit Delay Arah Koefisien Negatif Signifikansi Implikasi 0,000 Didukung Positif 0,248 Tidak Didukung Negatif 0,000 Tidak Didukung Negatif 0,038 Didukung Table 5. Hasil Uji t Karena nilai t hitung adalah -4,402, nilai t tabel adalah 1,98063, dan nilai signifikansi adalah 0,000, yang kurang dari 0,05, maka hasil uji parsial menunjukkan bahwa Ha benar dan Ho salah. Keterlambatan audit dipengaruhi secara negatif oleh opini audit. Karena auditor tidak perlu melakukan audit tambahan atas laporan keuangan yang telah memenuhi standar, penerbitan opini wajar tanpa pengecualian mempercepat proses audit. Irma Siti Mahromyah. Gista Rismayani. Amalia Siti Khodijah Nilai t estimasi sebesar 1,1161 lebih rendah daripada nilai t tabel sebesar 1,98063, dan tingkat signifikansinya adalah 0,248. Dengan demikian. Ho benar dan Ha salah. Ukuran kantor akuntan publik tidak memengaruhi waktu audit karena KAP Big Four dan non-Big Four menggunakan standar akuntansi profesional yang sama. Sementara itu Nilai t prediksi adalah -8,260, nilai t tabel adalah 1,98063, dan nilai signifikansi untuk ukuran perusaahann adalah 0,000, yang berarti Ha baik dan Ho buruk. Durasi audit membutuhkan waktu lebih lama ketika perusahaan lebih besar. Karena mereka memiliki lebih banyak sumber daya, bisnis yang lebih besar dapat melakukan audit lebih cepat. Dan nilai signifikansi profitabilitas 0,038 < 0,05, nilai t estimasi 2,104, dan nilai t tabel 1,98063 mendukung Ha dan menolak Ho. Profitabilitas merugikan keterlambatan audit. Profitabilitas yang tinggi memfasilitasi audit auditor dan mempercepat penyelesaian audit karena menunjukkan kinerja keuangan yang kuat dan laporan keuangan yang lebih dapat dipercaya. Uji Goodness Of Fit Tujuan dari uji ini adalah untuk menilai seberapa baik model regresi menjelaskan hubungan antara variabel independen dan Uji F, yang membandingkan nilai signifikansi hasil uji dengan ambang batas signifikansi 0,05, digunakan untuk menilai kelayakan model (Ghozali, 2. Model dianggap layak dan mampu menjelaskan hubungan antar variabel jika hasil signifikansi uji F kurang dari 0,05. Dengan demikian, uji F berperan sebagai indikator utama untuk menilai kelayakan model regresi dalam penelitian ini. ANOVAa Model Regression Residual Total Sum of Squares Mean Square Table 6. Hasil Uji Goodness Of Fit Sig. Penngaruh Opini Audit. Ukuran KAP. Ukruan Perusahaan . Ho ditolak karena nilai p . 0,000 < 0,05 berdasarkan hasil pada tabel sebelumnya. Dengan demikian, model regresi penelitian ini sesuai untuk diterapkan dalam penelitian ini berdasarkan temuan tersebut. Koefisien Determinasi Terdapat koefisien determinasi 0Ae1. Hal ini meningkatkan kemungkinan variabel independen dapat menjelaskan variabel Uji ini memeriksa seberapa baik model dapat menjelaskan perubahan variabel dependen. Berikut ini adalah hasil uji koefisien Model Summary Model Adjusted Std. Error Square R Square of the Estimate Predictors: (Constan. PROFITABILITAS. UKURAN PERUSAHAAN. OPINI AUDIT. UKURAN KAP Table 7. Hasil Uji Koefiseien Detreminasi Diperoleh skor Adjusted R square, menunjukan besarnya variable independent dalam mempengaruhi variable dependent yaitu sebesar 47,3%. PEMBAHASAN Pengaruh Opini Audit terhadap Audit delay Uji-t telah menunjukkan bahwa pandangan audit menyebabkan keterlambatan audit. Audit diselesaikan lebih cepat oleh perusahaan yang mendapatkan pandangan wajar tanpa pengecualian. Dengan demikian, manajemen berfungsi sebagai agen dan pemegang saham sebagai prinsipal berdasarkan teori keagenan karena adanya asimetri Hal ini menjadikan audit sebuah mekanisme pemantauan eksternal diperlukan untuk meningkatkan kredibilitas laporan Salah satu mekanisme tersebut adalah opini audit, yang menghilangkan kebutuhan akan prosedur tambahan yang memakan waktu bagi auditor dengan mencerminkan laporan keuangan yang dapat dipercaya sesuai dengan aturan akuntansi (Sari & Sujana, 2. Irma Siti Mahromyah. Gista Rismayani. Amalia Siti Khodijah Keterlambatan audit dipersingkat dalam kasus ini. Di sisi lain, auditor menuntut langkah-langkah tambahan seperti pengujian lebih lanjut, permintaan bukti lebih lanjut, atau percakapan yang lebih mendalam dengan manajemen ketika perusahaan menerima opini selain wajar tanpa pengecualian, yang pada akhirnya memperpanjang keterlambatan audit (Prihatiningtias & Lestyadi, 2. Temuan penelitian ini dengan demikian menguatkan hipotesis dan konsisten dengan teori keagenan, yang menyatakan bahwa opini audit yang positif mengurangi konflik kepentingan dan beban keagenan dengan mendorong penyampaian laporan audit yang lebih cepat dan laporan keuangan yang lebih Menurut penelitian Mulyadi dkk. Sihite & Ramdani . , dan Hasmi & Pe'pan . , opini auditor berdampak negatif terhadap keterlambatan audit karena pemberian opini wajar tanpa pengecualian akan meminimalkan waktu keterlambatan audit. Temuan ini sejalan dengan temuan-temuan tersebut. Karena, penyampaian opini wajar tanpa pengecualian membuat auditor tidak perlu melakukan penelaahan lebih lanjut, dikarenakan laporan keuangan tersebut telah memenuhi standar yang baik. Pengaruh Ukuran Kantor Akuntan Publik Terhdap Audit Delay Terdapat angka signifikan di atas 0,05 untuk variabel ukuran Kantor Akuntan Publik (KAP), yang berarti variabel tersebut tidak memengaruhi keterlambatan audit. Berdasarkan teori keagenan, auditor mencegah pemegang saham . dan manajer memiliki terlalu banyak konflik kepentingan. Empat KAP Besar diyakini memiliki sumber daya yang lebih baik, sistem pengendalian yang lebih ketat, dan rekam jejak dalam menghasilkan hasil audit yang lebih baik. Inilah sebabnya mengapa pertumbuhan KAP sering dikaitkan dengan kualitas Dengan demikian, secara teori, diantisipasi bahwa bisnis yang diaudit oleh KAP Empat Besar akan menyelesaikan audit lebih cepat, yang akan mengurangi keterlambatan audit (Affifah & Susilowati. Namun, temuan penelitian menunjukkan bahwa keterlambatan audit tidak terpengaruh oleh ukuran KAP. Hasil ini menunjukkan Penngaruh Opini Audit. Ukuran KAP. Ukruan Perusahaan . bahwa waktu penyelesaian audit tidak selalu dipengaruhi oleh variasi ukuran KAP. Hasil penelitian ini mendukung penelitian Febriana dkk. Irwansyah . , dan Sihite & Ramdani . , yang menyatakan bahwa penundaan audit tidak dipengaruhi oleh ukuran kantor akuntan Hal ini menyiratkan bahwa lamanya audit atau penundaannya tidak akan dipengaruhi oleh ukuran kantor akuntan publik yang Berdasarkan angka-angka ini, dibutuhkan waktu yang kurang lebih sama bagi perusahaan akuntan publik Big Four dan non-Big Four untuk mengaudit laporan keuangan. Hal ini karena auditor dari kantor akuntan publik besar maupun kecil tetap diwajibkan oleh standar audit profesional (PSA) untuk akurat, independen, dan mengikuti proses audit yang tepat. Pengaruh Ukuran Perusahaan Terhadap Audit Delay Berdasarkan hasil uji-t, ukuran perusahaan memiliki nilai signifikansi 0,000 < 0,05, dan nilai t yang diperoleh adalah -8,260 < t tabel 1,98063. Dengan demikian. Ho ditolak dan Ha diterima. Akibatnya, keterlambatan audit secara signifikan dipengaruhi secara negatif oleh variabel perusahaan. Ini menyiratkan bahwa audit akan selesai lebih cepat semakin besar perusahaan. Temuan ini membantah gagasan bahwa skala perusahaan meningkatkan keterlambatan audit. Perusahaan besar selalu diikuti oleh pihak-pihak yang menginginkan informasi laporan keuangan, sehingga manajemen memprioritaskan audit (Sukmantari dkk. , 2. Teori keagenan, yang menyatakan bahwa pemegang saham mendesak perusahaan besar untuk menyampaikan laporan keuangan tepat waktu, awalnya digunakan untuk menjelaskan keterlambatan audit dan ukuran perusahaan. Namun, temuan penelitian menunjukkan bahwa penjelasan teoretis ini tidak cukup menjelaskan fenomena tersebut karena percepatan audit dalam organisasi besar lebih bergantung pada kemanjuran dan kapasitas sumber daya internal Oleh karena itu, teori Resource-Based View (RBV), yang menyatakan bahwa perusahaan yang lebih besar biasanya didukung Irma Siti Mahromyah. Gista Rismayani. Amalia Siti Khodijah oleh sumber daya internal yang lebih memadai baik sumber daya berwujud seperti sistem informasi akuntansi, infrastruktur, dan teknologi, maupun sumber daya tidak berwujud seperti reputasi, kredibilitas, dan keahlian manajerial merupakan cara yang lebih tepat untuk menjelaskan temuan penelitian ini. Perusahaan besar dapat menghasilkan laporan keuangan dengan lebih cepat, akurat, dan sesuai standar berkat ketersediaan perangkat tersebut, sehingga proses audit berjalan lebih lancar. Temuan penelitian ini konsisten dengan penelitian Zahidah et al. Saputra et al. , . , serta Dewi Anggraeni et al. , . yang menyatakan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh negatif signifikan terhadap audit delay, di mana semakin besar ukuran emiten maka semakin singkat waktu penyelesaian audit. Hal ini dapat terjadi karena perusahaan besar umumnya memiliki sistem pengendalian internal yang lebih baik, sumber daya yang memadai, serta struktur pelaporan keuangan yang lebih terorganisasi dibandingkan perusahaan Kondisi tersebut memudahkan auditor dalam memperoleh bukti audit dan mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk melakukan verifikasi data Pengaruh Profitabilitas Terhadap Audit Delay Setelah menjalankan uji-t pada data, ditemukan bahwa penundaan audit sangat memengaruhi hasil. Seiring bisnis menghasilkan lebih banyak uang, waktu yang dibutuhkan untuk melakukan audit laporan keuangan pun berkurang. Manajemen dengan laba tinggi biasanya mempercepat proses audit untuk menjamin penerbitan laporan keuangan tepat waktu, membuktikan kinerja dan akuntabilitas yang baik kepada pemegang saham, menurut teori keagenan. Selain itu, karena bisnis yang menguntungkan dianggap berisiko rendah, auditor beroperasi lebih efektif. Profitabilitas mengurangi keterlambatan audit, mendukung teori keagenan yang menyatakan bahwa manajemen dan pemegang saham memiliki kepentingan yang sama (Handok. Studi ini mendukung temuan Tampubolon & Siagian . Febisianigrum & Meidiyustiani . , dan Apriwandi dkk. Penngaruh Opini Audit. Ukuran KAP. Ukruan Perusahaan . yang menyatakan bahwa profitabilitas mengurangi keterlambatan audit. Profitabilitas yang tinggi dianggap sebagai kabar baik bagi suatu bisnis, yang memotivasi manajemen untuk menunjukkan kepada pasar bahwa perusahaan berkinerja baik dengan segera menyampaikan laporan keuangan yang telah diaudit kepada konsumen, termasuk pemegang saham dan investor. Di sisi lain, perusahaan biasanya menunda penerbitan laporan keuangan ketika profitabilitas yang buruk ditafsirkan sebagai kabar buruk untuk mengurangi kemungkinan reaksi pasar yang tidak menguntungkan. Kesimpulan Berdasarkan riset ini maka ditemukan, bahwa dari tahun 2020 hingga 2024, studi ini mengamati perusahaan-perusahaan milik negara yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. Menurut laporan tersebut, penundaan audit sangat dipengaruhi oleh opini audit dan ukuran perusahaan. Perusahaan-perusahaan ini lebih besar, dengan catatan keuangan yang baik, pandangan tertulis (WTP), serta perangkat dan kontrol internal yang memadai. Akibatnya, proses audit dipercepat. Kriteria audit yang sama digunakan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Big Four dan non-Big Four. Akibatnya, waktu audit kurang dipengaruhi oleh ukuran KAP. Profitabilitas juga berdampak negatif terhadap penundaan audit. Profitabilitas yang tinggi mempercepat penyelesaian dan penerbitan laporan keuangan, sebuah tanda bahwa perusahaan berkinerja baik secara finansial dan bahwa manajemen ingin menunjukkan hasil positif kepada pasar sesegera mungkin. Daftar Pustaka