JURNAL ILMIAH BINA EDUKASI ISSN 1979-8598 E-ISSN: 2655-8378 http://journal. id/index. php/jurnalbinaedukasi Vol. No. Desember 2025, 94 Ae 106 HUBUNGAN KONDISI SOSIAL EKONOMI ORANG TUA TERHADAP MOTIVASI LULUSAN SMK MELANJUTKAN PENDIDIKAN TINGGI Julkat Nia Laoli1. Eka Septianti Laoli2. Wahyutra Adilman Telaumbanua3. Arianto Lahagu4 Universitas Nias1,2,3,4 Jalan Yos Sudarso No. 118 E/S Gunungsitoli. Kec. Gunungsitoli. Sumatera Utara. Indonesia Sur-el Koresponden : julkatlaoli@gmail. laoli@gmail. com2,wahyutelaumbanua@gmail. com3, ariantolahagu8084@gmail. Article info ABSTRACT Article history: Received: 10-09-2025 Revised : 22-09-2025 Accepted: 02-11-2025 The powerlessness of the community, especially parents, in improving their children's education is caused by economic problems, one of which is the economic The research method used is a quantitative research method. Based on data analysis, the results obtained are a strong relationship between the socioeconomic conditions of parents and the motivation of students to continue higher This result is proven by the Partial test (T Tes. with the results of the T count value obtained of 3. It is concluded that T count . > T table . with the results of H0 rejected H1 accepted. Supported by the significant results of the Partial T Test of 0. 003 with the criteria if sig > . , then H0 is accepted H1 is rejected otherwise sig < . , then H0 is rejected H1 is Thus, the sig value of 0. 003 < 0. 05 has the status of H0 rejected and H1 Indicates that the socio-economic conditions of parents have a significant relationship with the motivation of students to continue higher Keywords: Socio-Economic Conditions. Motivation of Vocational School Graduates. Higher Education. Nazalou Alo'oa Village Vocational School Students. ABSTRAK Kata Kunci: Kondisi Sosial Ekonomi. Motivasi Lulusan SMK. Pendidikan Tinggi. Siswa SMK Desa Nazalou AloAooa. Ketidakberdayaan masyarakat khususnya orang tua dalam meningkatkan pendidikan anaknya disebabkan salah satunya oleh persoalan ekonomi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif. Berdasarkan analisis data, diperoleh hasil terdapat hubungan yang kuat antara kondisi sosial ekonomi orang tua terhadap motivasi siswa melanjutkan pendidikan tinggi. Hasil ini dibuktikan dengan uji Parsial (Uji T) dengan hasil Nilai Thitung yang diperoleh sebesar 3. Maka disimpulkan Thitung . > Ttabel . dengan hasil H0 ditolak H1 diterima. Di dukung oleh signifikan hasil Uji Parsial T sebesar 0,003 dengan kriteria apabila sig > . , maka H0 diterima H1 ditolak sebaliknya sig < . , maka H0 ditolak H1 diterima. Sehingga, nilai sig 0,003 < 0,05 berstatus H0 ditolak dan H1 diterima. Menandakan Kondisi sosial ekonomi orang tua memiliki hubungan signifikan terhadap Motivasi Pendidikan siswa melanjutkan pendidikan Tinggi. Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Universitas Bina Darma. Julkat Nia Laoli. Eka Septianti Laoli. Wahyutra Adilman Telaumbanua, dan Arianto Lahagu (Hubungan Kondisi Sosial Ekonomi Orang Tua terhadap Motivasi Lulusan SMK Melanjutkan Pendidikan Tingg. JURNAL ILMIAH BINA EDUKASI ISSN 1979-8598 E-ISSN: 2655-8378 http://journal. id/index. php/jurnalbinaedukasi Vol. No. Desember 2025, 94 Ae 106 PENDAHULUAN Pendidikan adalah upaya untuk membina individu dengan mengembangkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan mereka, (Chastanti et al. , 2. Orang tua bertanggung jawab untuk meletakkan fondasi pengetahuan dasar bagi anak-anak mereka sebelum pendidikan formal atau terstruktur. Tanggung jawab ini lebih dari sekadar menanamkan nilai-nilai dan membentuk karakter. orang tua juga diharapkan untuk menanggung kewajiban finansial terkait pendidikan anak-anak mereka. Keluarga dengan kondisi ekonomi yang kuat umumnya tidak menghadapi tantangan dalam memenuhi biaya pendidikan, sebaliknya keluarga dengan sumber daya keuangan yang terbatas mungkin kesulitan untuk memenuhi kebutuhan akademis anakanak mereka, yang dapat berdampak negatif pada prestasi siswa, (MasAoudah & Sos, 2. Lebih lanjut, ketika orang tua sering berdebat tentang biaya sekolah di depan anak-anak mereka, hal itu dapat membahayakan kesejahteraan emosional dan psikologis anak, yang pada akhirnya menyebabkan penurunan motivasi belajar Pemerintah terus melakukan perubahan dan perbaikan di bidang pendidikan dengan berbagai program dan bantuan kepada siswa dengan tujuan agar dapat membantu meringankan beban orang tua ataupun keadaan sosial ekonomi keluarga yang kurang, namun sejauh ini, program tersebut hanya ditujukan pada program pemerintah yang biasa di sebut wajib belajar 9 tahun, dimana berbagai program beasiswa dan bantuan-bantuan operasional dari pemerintah untuk mendukung kemajuan program tersebut ditambah dengan semakin program sekolah gratis telah dijalankan beberapa tahun terakhir, (Kusnanto et al. , 2. Tabel 1. Angka Pendidikan Murni (APM) Kota Gunungsitoli Tahun 2019-2023 Tahun Angka Pendidikan Murni SMP 98,83 82,87 99,38 81,46 98,91 82,36 99,21 82,88 111,31 88,08 Sumber : BPS. Kota Gunungsitoli 2019-2023 SMA/SMK 75,07 76,09 75,69 100,09 Pada tabel di atas terlihat jika dari tahun ke tahun, angka pendidikan murni mengalami perubahan dari SD-SMP-SMA/SMK. Untuk itu diperlukan peranan orang tua dan dorongan dari anak tersebut untuk tetap mempertahankan angka pendidikan murni, karena program wajib belajar 9 tahun tentunya tidak bisa lagi membantu para orang tua bagi anaknya yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi, begitu pun program beasiswa yang dapat dijadikan anak sebagai dorongan untuk melanjutkan pendidikan ke sekolah menengah Pada jenjang perguruan tinggi semakin sedikit beasiswa atau pun program pemerintah untuk membantu para orang tua, sehingga kondisi sosial ekonomi orang tua memiliki peran yang penting terhadap kelanjutan Julkat Nia Laoli. Eka Septianti Laoli. Wahyutra Adilman Telaumbanua, dan Arianto Lahagu (Hubungan Kondisi Sosial Ekonomi Orang Tua terhadap Motivasi Lulusan SMK Melanjutkan Pendidikan Tingg. JURNAL ILMIAH BINA EDUKASI ISSN 1979-8598 E-ISSN: 2655-8378 http://journal. id/index. php/jurnalbinaedukasi Vol. No. Desember 2025, 94 Ae 106 pendidikan anak ke perguruan tinggi. Sosial ekonomi merupakan posisi atau peranan seseorang dalam struktur masyarakat yang ditentukan oleh jenis kegiatan ekonomi, tingkat pendidikan, dan pendapatan yang dimiliki, (Rawung et al. , 2. (Arifin, 2. mengartikan kondisi sosial ekonomi sebagai posisi individu dalam masyarakat yang ditentukan oleh aktivitas ekonomi, jenjang pendidikan, serta tingkat pendapatan. (Diatmika & Rahayu, 2. menyatakan bahwa status sosial ekonomi keluarga dapat ditinjau melalui tiga hal utama yang memiliki keterkaitan satu sama lain. Ketiga hal tersebut antara lain tingkat pendidikan orang tua, status pekerjaan orang tua, dan pendapatan keluarga. Pendapatan keluarga adalah keseluruhan pemasukan yang diperoleh oleh anggota keluarga serta digunakan untuk memadai kebutuhan hidup seluruh anggota rumah Masalah kondisi sosial ekonomi dan harapan masa depan anak dari orang tua pada akhirnya akan menimbulkan masalah bagi orang tua untuk menentukan alternatif pilihan terhadap kelanjutan sekolah anakanaknya, (Simanjuntak et al. , 2. Kedua masalah tersebut di atas merupakan faktor eksternal yang memengaruhi motivasi anak untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Masalah dalam pendidikan yang sering muncul sekarang ini adalah bagaimana peran orang tua terhadap kelanjutan pendidikan seorang anak dihubungkan dengan status ekonomi orang tua, karena suatu pendidikan seorang anak tergantung pada bagaimana peran orang tua tersebut terhadap pendidikan anaknya dengan menghubungkan status ekonomi keluarga, (Yuangga, 2. Orang tua yang memiliki latar belakang pendidikan yang tidak tentu juga ingin agar anaknya mendapatkan pendidikan yang tinggi seperti orang tuanya bahkan lebih dari orang tuanya, sebaliknya orang tua yang hanya merasakan pendidikan yang rendah cenderung tidak terlalu menuntut anaknya untuk mendapatkan pendidikan setinggi-tingginya, (Julianto et al. , 2. Tingkat pendidikan orang tua dipandang sebagai salah satu faktor yang paling berpengaruh terhadap pencapaian pendidikan anak, (La Eha. Semakin tinggi pendidikan orang tua, maka semakin positif pula sikap mereka terhadap peran dan fungsi sekolah dalam proses pendidikan anak. Hal ini berarti bahwa tingkat pendidikan orang tua itu tingkat pendidikan orang tua memiliki korelasi dengan sikap positif terhadap pentingnya pendidikan, (Salsabil & Rianti, 2. Keadaan sosial ekonomi merujuk pada situasi seseorang atau keluarga dalam masyarakat yang berkaitan dengan tingkat pendapatan serta upaya dalam memproduksi barang dan jasa guna memenuhi kebutuhan fisik dan spiritual, (Hababil et al. , 2. Menurut (Sholihah et al. , 2. kondisi sosial ekonomi orang tua merujuk pada posisi mereka dalam masyarakat, yang ditentukan oleh faktor seperti tingkat pendidikan, pendapatan, pekerjaan, dan sebagainya. Kemampuan orang tua untuk memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk dukungan finansial dan penyediaan keperluan peralatan untuk meningkatkan rasa percaya diri anak. Namun di masa globalisasi yang penuh persaingan sekarang ini, memengaruhi pandangan orang tua terhadap pendidikan anaknya, walaupun tidak seringkali keinginan orang tua tersebut tidak dapat terpenuhi karena terhambat akan ekonomi mereka yang rendah, karena tidak jarang motivasi orang tua yang menginginkan anaknya mendapatkan pendidikan setinggi-tingginya tapi tidak dibarengi dengan status ekonomi yang cukup, sehingga menghambat keinginan orang tua terhadap pendidikan anaknya, (Rambey. Julkat Nia Laoli. Eka Septianti Laoli. Wahyutra Adilman Telaumbanua, dan Arianto Lahagu (Hubungan Kondisi Sosial Ekonomi Orang Tua terhadap Motivasi Lulusan SMK Melanjutkan Pendidikan Tingg. JURNAL ILMIAH BINA EDUKASI ISSN 1979-8598 E-ISSN: 2655-8378 http://journal. id/index. php/jurnalbinaedukasi Vol. No. Desember 2025, 94 Ae 106 Di samping peran orang tua terhadap kelanjutan pendidikan anaknya dengan memperhatikan status sosial ekonomi orang tua, dorongan dari diri anak tersebut terhadap keinginan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi juga memilik peran yang juga penting, (Khoironi & Sudrajat, 2. Keinginan dari anak tersebut akan harapannya untuk mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi untuk mempersiapkan masa depannya sangat berpengaruh terhadap kelanjutan pendidikannya ke perguruan tinggi. Motivasi merupakan satu penggerak dari dalam hati seseorang untuk melakukan atau mencapai sesuatu tujuan, (Nasution et al. Motivasi juga bisa dikatakan sebagai rencana atau keinginan untuk menuju kesuksesan dan menghindari kegagalan hidup, (Humaira et al. , n. Dengan kata lain motivasi adalah sebuah proses untuk tercapainya suatu tujuan. Seseorang yang mempunyai motivasi berarti ia telah mempunyai kekuatan untuk memperoleh kesuksesan dalam kehidupan. (Ayu Puspitas Indah Sari, 2. Motivasi dapat diartikan sebagai dorongan internal dan eksternal dalam diri seseorang yang diindikasikan dengan adanya, hasrat dan minat, dorongan dan kebutuhan, harapan dan cita-cita, penghargaan dan penghormatan (Makalalag et al. , 2. Ada beberapa penelitian terdahulu yang relevan dengan yang dilakukan oleh peneliti, diantaranya penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Maharani et al. , 2. dengan judul AuPengaruh Status Sosial Ekonomi Orang Tua dan Motivasi Belajar terhadap Minat Melanjutkan Studi ke Perguruan Tinggi Siswa Kelas XII Program Keahlian Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran SMK Negeri 3 Surakarta Tahun Ajaran 2023/2024. Tujuan penelitian adalah menguji pengaruh status sosial ekonomi orang tua dan motivasi belajar terhadap minat melanjutkan studi ke jenjang pendidikan tinggi. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan teknik sampling acak sederhana . andom samplin. terhadap 45 siswa dari populasi 450 siswa SMK Negeri 3 Surakarta Tahun Ajaran 2023/2024, pengumpulan data melalui kuesioner, dan analisis dengan regresi linier berganda setelah uji normalitas dan multikolinearitas. Hasil menunjukkan bahwa baik status sosial ekonomi orang tua maupun motivasi belajar berpengaruh signifikan terhadap minat melanjutkan secara simultan, keduanya memberikan pengaruh bersama yang signifikan terhadap minat tersebut. Penelitian selanjutnya dilakukan oleh (Lubis et al. , 2. dengan judul AuPengaruh Status Sosial Ekonomi Orang Tua dan Lingkungan Sekolah terhadap Motivasi Melanjutkan ke Perguruan Tinggi pada Siswa Kelas XII SMA Negeri 3 Panyabungan. Tujuan penelitian adalah menggambarkan dan menganalisis pengaruh status sosial ekonomi orang tua dan lingkungan sekolah terhadap motivasi siswa melanjutkan pendidikan Metode penelitian berupa survei kuantitatif terhadap 158 siswa kelas XII, data dianalisis dengan regresi linier berganda. Hasil menunjukkan bahwa kedua variabelAistatus sosial ekonomi orang tua dan lingkungan sekolahAiberpengaruh terhadap motivasi siswa dalam melanjutkan pendidikan tinggi. Selanjutnya Alfarizi et al. , . dengan judul AuPengaruh Status Perekonomian Orang Tua. Efikasi Diri, dan Motivasi Belajar terhadap Minat Melanjutkan Pendidikan ke Perguruan Tinggi pada Siswa OTKP di SMKN 10 Surabaya. Tujuan penelitian ini adalaha untuk mengetahui bagaimana pengaruh status perekonomian orang tua, efikasi diri siswa, dan motivasi belajar terhadap minat melanjutkan ke pendidikan Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, dengan survei kepada siswa OTKP di SMKN 10 Surabaya, kemudian data dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan Julkat Nia Laoli. Eka Septianti Laoli. Wahyutra Adilman Telaumbanua, dan Arianto Lahagu (Hubungan Kondisi Sosial Ekonomi Orang Tua terhadap Motivasi Lulusan SMK Melanjutkan Pendidikan Tingg. JURNAL ILMIAH BINA EDUKASI ISSN 1979-8598 E-ISSN: 2655-8378 http://journal. id/index. php/jurnalbinaedukasi Vol. No. Desember 2025, 94 Ae 106 SPSS. Hasil penelitian ditemukan pengaruh signifikan dari ketiga variabel . tatus ekonomi orang tua, efikasi diri, dan motivasi belaja. terhadap minat siswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Ketiga penelitian terdahulu memiliki relevansi dengan penelitian yang sedang dilakukan karena samasama menyoroti pengaruh kondisi sosial ekonomi orang tua terhadap motivasi atau minat lulusan SMK/SMA untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Persamaannya terletak pada fokus utama, yaitu menempatkan status sosial ekonomi orang tua sebagai faktor penting yang berhubungan dengan motivasi siswa dalam memilih melanjutkan studi. Hal ini memperkuat landasan teoritis bahwa faktor ekonomi keluarga tidak dapat dipisahkan dari motivasi pendidikan. Perbedaannya, penelitian terdahulu menambahkan variabel lain seperti motivasi belajar, lingkungan sekolah, dan efikasi diri sebagai faktor tambahan yang memengaruhi minat melanjutkan pendidikan. Sedangkan penelitian yang dilakukan peneliti saat ini lebih memusatkan kajian pada hubungan langsung antara kondisi sosial ekonomi orang tua dan motivasi lulusan SMK, sehingga lebih sederhana namun tetap relevan untuk memberikan gambaran khusus mengenai pengaruh faktor ekonomi keluarga terhadap motivasi melanjutkan studi ke perguruan tinggi. METODOLOGI PENELITIAN Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Jenis pendekatan kuantitatif ini digunakan karena penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara variabel (X) yaitu Kondisi sosial ekonomi dan variabel (Y) yaitu motivasi melanjut ke pendidikan tinggi berdasarkan data numerik yang dapat diolah secara statistik. Metode survei dipilih karena memungkinkan peneliti mengumpulkan data dari sampel populasi dalam jumlah besar dengan efisiensi tinggi. Lokasi penelitian dilaksanakan di Desa Nazalou AloAooa. Kecamatan Gunungsitoli AloAooa. Kota Gunungsitoli. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari orang tua dan siswa SMK yang tinggal di beberapa dusun di Desa Nazalou AloAooa. Kecamatan Gunungsitoli. Kota Gunungsitoli sebanyak 210 orang. Tabel 2. Populasi Penelitian (Desa Nazalou AloAooa. Kec. Gunungsitoli. Kota Gunungsitol. Dusun Dusun I Dusun II Dusun i Dusun IV Dusun V Jumlah Populasi Orang tua Siswa SMK Sumber : Olahan Penelitian Tahun 2025 Julkat Nia Laoli. Eka Septianti Laoli. Wahyutra Adilman Telaumbanua, dan Arianto Lahagu (Hubungan Kondisi Sosial Ekonomi Orang Tua terhadap Motivasi Lulusan SMK Melanjutkan Pendidikan Tingg. JURNAL ILMIAH BINA EDUKASI ISSN 1979-8598 E-ISSN: 2655-8378 http://journal. id/index. php/jurnalbinaedukasi Vol. No. Desember 2025, 94 Ae 106 Berdasarkan obeservasi yang telah dilakukan khususnya di Desa Nazalou AloAooa, memiliki jumlah siswa yang lulus tahun 2025 sebanyak 210 siswa kelas IX. Dengan 3 jurusan meliputi Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ). Manajemen Perkantoran (MP), dan Agrobisnis Tanaman Pagan dan Holtikultura (ATPH). Siswa jurusan TKJ terdiri dari 70 siswa, jurusan MP terdiri dari 65 siswa, dan jurusan ATPH terdiri dari 75 Demikian juga jumlah subjek orang tua diambil dari banyaknya masing-masing siswa, karena jumlah siswa berkisar 210 orang, maka subjek untuk orang tua sebanyak 210 orang. Dari populasi tersebut diambil 10% dari populasi sehingga jumlah sampelnya adalah 10% x 210 siswa = 32 siswa. Demikian sampel dari orang tua sebanyak 32 orang. Alasan peneliti menggunakan 10 % pada penentuan ukuran jumlah sampel karena: . Dengan jumlah siswa sebanyak 210 orang, tidak seluruhnya dapat dijadikan sebagai sampel penelitian dan . Agar seluruh kelas dapat terwakili dalam pengambilan sampel. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari observasi, kuesioner, dan Validitas instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari uji validitas, dan uji validitas merupakan tingkat ketelitian suatu tes dalam mengukur materi dan perilaku yang harus Adapun rumus yang digunakan untuk mengukur instrumen dalam penelitian ini menggunakan rumus korelasi product moment, yaitu : yc ycUycU = Oc ycUycU Oe (Oc ycU). (Oc ycU) Oo{. Oc ycU 2 Oe (Oc ycU)2 ) . Oc ycU 2 Oe (Oc ycU)2 } Untuk menguji reliabilitas instrumen digunakan rumus Alpha Cronbach, karena instrumen penelitian menggunakan bentuk angket dan skala Likert . Rumus Alpha Cronbach, yaitu : ycu ycIycn2 ] . Oe 2 ] ycuOe1 ycIyc yc11 = [ Teknik Analisis Data Teknik analisis data merupakan teknik dalam penelitian kuantitatif yang dilakukan setelah memperoleh data dari sumber atau responden maupun data lain yang terkumpul. Teknik analisis data dalam penelitian ini terdiri dari uji asumsi klasik . ji normalitas, uji homogenita. , dan uji hipotesis . ji korelasi, uji koefisien korelasi, dan uji parsial. Uji normalitas merupakan salah satu uji mendasar yang dilakukan sebelum melakukan analisis data lebih lanjut atau lebih dalam, data yang normal sering dijadikan landasan dalam beberapa uji statistik meskipun semua data tidak dituntut untuk harus normal. Uji homogenitas merupakan sebuah uji yang harus dilakukan untuk melihat kedua kelas yang diteliti homogen atau tidak. Uji Product Moment adalah salah satu dari beberapa jenis uji korelasi yang digunakan untuk mengetahui derajat keeratan hubungan 2 variabel yang berskala interval atau rasio, di mana dengan uji ini akan mengembalikan nilai koefisien korelasi yang nilainya berkisar antara -1, 0 dan 1. Uji hipotesis koefisien korelasi digunakan untuk menentukan apakah ada hubungan linier yang signifikan antara dua variabel dalam suatu populasi, berdasarkan data sampel. Uji parsial Julkat Nia Laoli. Eka Septianti Laoli. Wahyutra Adilman Telaumbanua, dan Arianto Lahagu (Hubungan Kondisi Sosial Ekonomi Orang Tua terhadap Motivasi Lulusan SMK Melanjutkan Pendidikan Tingg. JURNAL ILMIAH BINA EDUKASI ISSN 1979-8598 E-ISSN: 2655-8378 http://journal. id/index. php/jurnalbinaedukasi Vol. No. Desember 2025, 94 Ae 106 ini memiliki tujuan untuk menguji signifikansi secara parsial dua variabel bebas . terhadap variabel tak bebas . Maka dalam penelitian ini perlu dirumuskan sebagai berikut : Ha : Terdapat hubungan secara signifikan antara kondisi sosial orang tua terhadap motivasi melanjut ke pendidikan tinggi di Desa Nazalou AloAooa. Kec. Gunungsitoli AloAooa. Ho : Tidak terdapat pengaruh secara signifikan antara kondisi sosial orang tua terhadap motivasi melanjut ke pendidikan tinggi di Desa Nazalou AloAooa. Kec. Gunungsitoli AloAooa. Adapun perhitungan dilakukan dengan t hitung dengan t tabel atau nilai probabilitas sebesar 5% atau 0,05. Adapun uji t mempunyai kriteria penerimaan atau penolakan (H. apabila (H. ditolak jika t hitung > t tabel. Ho diterima jika t hitung < t tabel atau Ho ditolak jika nilai probabilitas > dari 0,05 dan diterima jika probabilitas < 0,05. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil uji validitas variabel X (KSE Orang tu. menggunakan SPSS dengan jumlah 32 responden menunjukkan bahwa semua pernyataan memiliki nilai lebih besar dari dari r tabel . Oleh karena itu semua pernyataan dinyatakan valid sehingga dapat digunakan untuk bahan penelitian selanjutnya. Sementara berdasarkan hasil uji validitas variabel Y (Motivasi Pendidikan Tingg. menggunakan SPSS dengan jumlah . responden menunjukkan bahwa semua pernyataan memiliki nilai lebih besar dari r tabel . Oleh karena itu semua pernyataan dinyatakan valid sehingga dapat digunakan untuk bahan penelitian Hasil analisis variabel X (KSE Orang tu. menunjukan jumlah skor keseluruhan adalah 2368, sedangkan nilai yang terkecil yaitu 49, nilai tertinggi 90, dengan rata-rata . 74 median 63 nilai yang sering muncul . 81 dan stardar deviasi 13. 5 Dapat dilihat distribusi frekuensi hasil angket variabel X sebagai berikut : Tabel 3. Tabel Distribusi Frekuensi Hasil Angket Variabel X Kelas Interval Frekuensi . Fi. Sumber data: Olahan Penelitian, 2025 Presentase Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa hasil presentasi analisis data meliputi skor tertinggi di titik 34% yaitu pada rentang kelas 81-88, sedangkan skor terendah berada di titik 6% pada rentang kelas 65-72 dan 8996. Dengan demikian berdasarkan hasil presentasi di atas peneliti dapat menyimpulkan bahwa variabel X (KSE Julkat Nia Laoli. Eka Septianti Laoli. Wahyutra Adilman Telaumbanua, dan Arianto Lahagu (Hubungan Kondisi Sosial Ekonomi Orang Tua terhadap Motivasi Lulusan SMK Melanjutkan Pendidikan Tingg. JURNAL ILMIAH BINA EDUKASI ISSN 1979-8598 E-ISSN: 2655-8378 http://journal. id/index. php/jurnalbinaedukasi Vol. No. Desember 2025, 94 Ae 106 Orang tu. memiliki tingkat presentasi 34% dari hasil distribusi olah angket yang disusun berdasarkan indikator variabel meliputi tingkat pendidikan orang tua, pendapatan keluraga, dan lingkungan sosial. Hasil analisis variabel Y (Motivasi Pendidika. menunjukkan jumlah skor keseluruhan adalah 2204, sedangkan nilai yang terkecil yaitu 45, nilai tertinggi 88, dengan rata-rata . 69 median 70,5 nilai yang sering muncul . 78 dan stardar deviasi 12. Dapat dilihat distribusi frekuensi hasil angket variabel X sebagai berikut : Tabel 4. Tabel Distribusi Frekuensi Hasil Angket Variabel X Kelas Interval Frekuensi . Fi. Sumber : Olahan Penelitian, 2025 Presentase Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa hasil presentasi analisis data meliputi skor tertinggi di titik 31% yaitu pada rentang kelas 77-84, sedangkan skor terendah berada di titik 6% pada rentang kelas 85-92. Dengan demikian berdasarkan hasil presentasi di atas dapat disimpulkan bahwa variabel Y (Motivasi Pendidika. memiliki presentasi yang sangat tinggi yaitu 31% dari hasil distribusi olah angket yang disusun berdasarkan indikator variable meliputi faktor internal . emauan, cita-cita, pengembangan dir. dan faktor eksternal . orongan kelaurga, lingkungan sekolah, pengaruh teman sebay. Berdasarkan hasil uji analisis deskriptif data yang dilakukan oleh peneliti pada kedua variabel X dan Y, maka peneliti menyimpulkan bahwa kondisi sosial ekonomi orang tua adalah kunci utama dalam memotivasi anak atau siswa dalam keluarga salah satunya di bidang pendidikan, sehingga bisa dikatakan erat hubungannya terhadap motivasi siswa dalam melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi lagi di Desa Nazalou AloAooa, dengan tingkat prensentasi analisis data sebesar 34% dari hasil uji analisis deskriptif, sedangkan pada motivasi pendidikan sebasar 31%, ini menandakan bahwasanya selisih presentasi data kedua variabel tidak begitu jauh sekitar 3% yang berarti bahwa kondisi ekonomi orang tua mempunyai hubungan terhadap kemauan yang kuat oleh si anak atau siswa dalam menempuh pendidikan yang lebih tinggi lagi kedepannya di Desa Nazalou AloAooa. Kecamatan Gunungsitoli AloAooa. Berdasarakan hasil hitung pada uji reliabilitas pada variabel X di atas, didapatkan Niai T hitung CronbachAos Aplha sebesar 0. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa 0. 924 > 0. 6 sehingga dapat dikatakan bahwa instrument kondisi sosial ekonomi orang tua atau variabel X dinyatakan reliabel. Berdasarkan hasil hitung pada uji reliabilitas pada variabel Y di atas, didapatkan nilai T hitung Cronbach Alpha sebesar Dengan sementara dapat disimpulkan bahwa nilai T hitung > nilai T Tabel = 0. 862 > 0. 6 sehingga, dapat dikatakan bahwa instrumen motivasi pendidikan atau variabel Y dinyatakan reliabel. Julkat Nia Laoli. Eka Septianti Laoli. Wahyutra Adilman Telaumbanua, dan Arianto Lahagu (Hubungan Kondisi Sosial Ekonomi Orang Tua terhadap Motivasi Lulusan SMK Melanjutkan Pendidikan Tingg. JURNAL ILMIAH BINA EDUKASI ISSN 1979-8598 E-ISSN: 2655-8378 http://journal. id/index. php/jurnalbinaedukasi Vol. No. Desember 2025, 94 Ae 106 Berdasarkan hasil uji normalitas pada tabel di atas, dengan menggunakan uji Kolmogrov-Smirnov pada program SPSS Versi 25 dapat dilihat bahwa nilai signifikansi hitung sebesar 0,200 > 0,05. Artinya nilai signifikansi nilai T hitung > T tabel = 0,200 > 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa data yang diperoleh pada penelitian berdistribusi normal. Dengan hasil pengujian dengan menggunakan grafik normal Q-Q Plot pada SPSS versi 25, yaitu : Gambar 1. Grafik Hasil Normalitas Sumber : Hasil olah data SPSS. Ver. Uji homogenitas data bertujuan untuk melihat apakah varians . dari suatu data yang dianalisis homogen atau tidak. Salah satu syarat untuk membandingkan atau mengorelasikan dua kelompok data atau lebih, variansnya relatif harus homogen. Pengujian homogenitas data dilakukan dengan menggunakan uji chi kuadrat Bartlett. Hitung dari variabel X diperoleh 0. 060, sedangkan sig. hitung dari variabel Y diperoleh 0. dimana dasar pengambilan keputusan dalam uji homogenitas, sebagai berikut. Jika nila signifiikansi (Si. pada Base data on Mean > 0. 05, maka data homogen. Jika nila signifiikansi (Si. pada Base data on Mean < 0. 05, maka data tidak homogen Terkait pernyataan di atas maka peneliti menyimpulkan bahwa kedua variabel X dan Y memiliki nilai signifikansi yang > 0. 05, maka kedua variabel dinyatakan homogen, sehingga persyaratan untuk analisis regresi telah terpenuhi. Berdasarkan hasil uji korelasi di peroleh nilai sig. -taile. pada variabel x yaitu 0. 023, artinya 0. 05 maka berkesimpulan ada hubungan yang signifikan terhadap variabel Y. Dimana nilai pearson correlation variabel X sebesar 0. 396, maka nilai 0. 402, berada pada rentang antara 0,80-1,00 ini berarti bahwa nilai pearson correlation yang diperoleh dari kedua variabel dikatakan tingkat hubungannya sangat kuat. Julkat Nia Laoli. Eka Septianti Laoli. Wahyutra Adilman Telaumbanua, dan Arianto Lahagu (Hubungan Kondisi Sosial Ekonomi Orang Tua terhadap Motivasi Lulusan SMK Melanjutkan Pendidikan Tingg. JURNAL ILMIAH BINA EDUKASI ISSN 1979-8598 E-ISSN: 2655-8378 http://journal. id/index. php/jurnalbinaedukasi Vol. No. Desember 2025, 94 Ae 106 Berdasarkan tabel uji parsial di atas maka dapat diketahui pengaruh variabel secara parsial sebagai Membandingkan nilai Thitung dengan Ttabel Langkah pertama yang dilakukan adalah menentukan nilai Ttabel dengan ketentuan : 2, yang berarti 0,05 : 2 = 0,025. Tabel . ji dua sis. digunakan untuk mengetahui signifikansi koefisien regresi. Pada Ttabel dengan taraf 0,025 dan dengan ketentuan derajat kebebasan . = n-2, jadi df= 32-2 = 30. Nilai Thitung yang didapatkan dari hasil output pada tabel hasil Uji Parsial T sebesar 3. 274 melalui kriteria pengujian, apabila Thitung < Ttabel, maka H0 diterima H1 ditolak, dan jika Thitung > Ttabel maka H0 ditolak H1 Maka dapat disimpulkan bahwa Thitung . > Ttabel . , maka H0 ditolak H1 diterima. Nilai signifikan yang diperoleh dari hasil output Pada tabel di atas hasil Uji Parsial sebesar 0,003 melalui kriteria pengujian, apabila sig > . , maka H0 diterima dan H1 ditolak dan apabila sig < . , maka H0 ditolak dan H1 diterima. Sehingga, nilai sig 0,003 < 0,05 maka dapat diambil kesimpulan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Berdasarkan hasil uji di atas, dapat dinyatakan bahwa variabel kondisi sosial ekonomi orang tua berpengaruh signifikan terhadap motivasi pendidikan. Analisis utama yang dilakukan diketahui bahwa hasil uji analisis deskriptif data pada kedua variabel X dan Y, dengan tingkat prensentasi analisis data kondisi sosial ekonomi orang tua sebesar 34%, sedangkan pada motivasi pendidikan sebasar 31%, ini menandakan bahwa selisih presentasi data kedua variabel tidak begitu jauh sekitar 3%, hal ini menadakan bahwa kondisi ekonomi orang tua mempunyai hubungan terhadap kemauan yang kuat oleh si anak atau siswa dalam menempuh pendidikan yang lebih tinggi lagi kedepanya di Desa Nazalou AloAooa, kecamatan Gunungsitoli AloAooa. Berdasarkan hasil hitung pada uji reliabilitas pada variabel X dan Y di atas, didapatkan Nilai Thitung Cronbach Alpha Variabel X sebesar 0. 924, sedangkan Nilai T hitung variabel Y sebesar 0. Dengan sementara dapat disimpulkan bahwa Nilai T hitung keduanya > Nilai T Tabel >0. 6 jadi, dapat dikatakan bahwa instrumen kedua variabel X dan Y dinyatakan reliabel. Selanjutnya dapat dilihat dari hasil uji homogenitas bahwa sig. hitung dari variabel X diperoleh 0. sedangkan sig. hitung dari variabel Y diperoleh 0. oleh sebab itu, dengan kadar penarikan kesimpulam yang ada, maka peneliti menyimpulkan bahwa kedua variabel X dan Y memiliki nilai signifikansi yang > 0. 05, maka kedua variabel dinyatakan homogen, sehingga persyaratan untuk analisis regresi telah terpenuhi. Dalam uji hipotesis ke-1 yang dilakukan, dilihat dari hasil uji korelasi di peroleh nilai sig. -taile. pada variabel x yaitu 0. 023, artinya 0. 00 < 0. 05 maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan terhadap variabel Y dimana nilai pearson correlation variabel X sebesar 0. 402, berada pada rentang antara 0,80-1,00, hal ini berarti nilai pearson correlation yang diperoleh dari kedua variabel dikatakan tingkat hubungannya sangat kuat. Uji hipotesis ke-2 yang dilakukan dengan melaksanakan uji Parsial (Uji T) dengan hasil Nilai Thitung yang didapatkan dari hasil output pada tabel hasil Uji Parsial sebesar 3. 274 melalui kriteria pengujian, apabila Julkat Nia Laoli. Eka Septianti Laoli. Wahyutra Adilman Telaumbanua, dan Arianto Lahagu (Hubungan Kondisi Sosial Ekonomi Orang Tua terhadap Motivasi Lulusan SMK Melanjutkan Pendidikan Tingg. JURNAL ILMIAH BINA EDUKASI ISSN 1979-8598 E-ISSN: 2655-8378 http://journal. id/index. php/jurnalbinaedukasi Vol. No. Desember 2025, 94 Ae 106 Thitung < Ttabel, maka H0 diterima H1 ditolak, dan jika Thitung > Ttabel maka H0 ditolak H1 diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa Thitung . > Ttabel . , maka H0 ditolak H1 diterima. Denga nilai signifikan yang diperoleh dari hasil output yang tertera sebelumnya pada tabel di atas hasil Uji Parsial sebesar 0,003 melalui kriteria pengujian, apabila sig > . , maka H0 diterima dan H1 ditolak dan apabila sig < . , maka H0 ditolak dan H1 diterima. Sehingga, nilai sig 0,003 < 0,05 maka dapat diambil kesimpulan bahwa H 0 ditolak dan H1 diterima. Berdasarkan hasil uji tersebut peneliti menyimpulkan bahwa kondisi sosial ekonomi orang tua berpengaruh signifikan terhadap motivasi pendidikan siswa melanjutkan pendidikan tinggi. SIMPULAN Adanya hubungan signifikan terhadap motivasi siswa melanjut pendidikan tinggi, didukung dari hasil analisis dekskriptif yang telah di lakukukan bahwa hubungan kondisi sosial ekonomi orang tua mempunyai tingkat presentasi yang tidak jauh selisihnya dari variabel X dan Y yaitu 3%. dimana nilai variabel X sebesar 34% sedangkan nilai variabel Y sebesar 31% menandakan kondisi sosial ekonomi orang tua itu adalah kunci utama dalam motivasi pendidikan siswa dalam keluarga untuk melanjutkan kemauannya menempuh pendidikan yang lebih tinggi lagi khususnya para orang tua dan siswa di Desa Nazalou AloAooa, kecamatan Gunungsitoli. Temuan ini menegaskan bahwa faktor sosial ekonomi harus dipahami dalam konteks lokal Desa Nazalou Alo'oa dalam Perjuangan hidup dan nilai- nilai keluarga, untuk menunjang motivasi anak atau siswa dalam memperbaiki karirnya kedepan serta mampu mengangkat dejarat keluarganya khusus di bidang Dari temuan penelitian ini, disarankan agar sekolah atau komunitas, tidak cukup hanya menyediakan bantuan finansial seperti beasiswa. perlu pula disusun program yang memperkuat dukungan psikologis dan motivasi non-materi bagi siswa dan orang tua, terutama di keluarga berpenghasilan rendah. Bentuknya dapat meliputi sesi konseling motivasi, lokakarya untuk orang tua tentang cara memberikan dukungan yang efektif, serta program pendampingan . Pemerintah daerah atau lembaga swadaya masyarakat perlu memastikan cakupan luas merata dalam peralatan ajar dasar seperti sumber bacaan, akses internet, serta ruang belajar yang kondusif, terutama di daerah-daerah yang masih tertinggal. Hal ini akan mendukung motivasi intrinsik yang sudah ada pada anak-anak yang berjuang. Julkat Nia Laoli. Eka Septianti Laoli. Wahyutra Adilman Telaumbanua, dan Arianto Lahagu (Hubungan Kondisi Sosial Ekonomi Orang Tua terhadap Motivasi Lulusan SMK Melanjutkan Pendidikan Tingg. JURNAL ILMIAH BINA EDUKASI ISSN 1979-8598 E-ISSN: 2655-8378 http://journal. id/index. php/jurnalbinaedukasi Vol. No. Desember 2025, 94 Ae 106 DAFTAR PUSTAKA