114 EFEKTIVITAS MOKSIBASI L14 SP6 TERHADAP DILATASI SERVIKS DAN NYERI PERSALINAN KALA I Sendy Firza Novilia Tono* STIKES William Booth Surabaya. Jalan Cimanuk No. 20 Surabaya Email: sendyfirza@gmail. ABSTRAK Pendahuluan: Proses persalinan diakui sebagai pengalaman emosional yang tidak menyenangkan dan paling menyakitkan yang dirasakan oleh seorang wanita dalam mencapai pembukaan lengkap. Feanomena ini ditinjau dari psikologis, emosional, spiritual dan fisik yang timbul karena rangsangan yang disampaikan saraf di serviks dan segmen bawah Rahim yang berasal dari kontraksi uterus yang kuat. Metode non farmakologis yang dapat digunakan salah satunya untuk mengurangi nyeri adalah pemberian terapi moxibasi di titik L14 SP6. Penelitian ini bertujuan menjelaskan efektivitas dari moxibasi terhadap dilatasi serviks dan nyeri persalinan kala I. Metode: penelitian ini Quasi Ekperiment dengan menerapkan perlakuan kepada 2 kelompok . re-post control group te. Subjek penelitian ini 32 ibu inpartu kala I dibagi menjadi 2 kelompok intervensi dan control, dengan kriteria inklusi ibu primigravida kala 1 fase aktif tanpa Instrument penelitian menggunakan VAS (Visual analog scal. dan partograph. Hasil: Hasil penelitian terdapat perbedaan tingkat nyeri dan kemajuan persalinan sebelum dan sesudah diberi terapi moxibasi L16 SP6, nilai p VAS 0,001 . %) ibu mengalami nyeri ringan setelah dilakukan terapi, tidak ada perbedaan yang signifikan antara kelompok control dan kelompok intervensi . ilai p 0,. Diskusi: Moksibasi L16 SP6 efektif dalam kemajuan persalinan dan nyeri persalinan kala I namun tidak ada perbedaan bermakna antara kelompok control dan kelompok intervensi. Perlunya kombinasi intervensi non fatmakologis agar mendapatkan hasil yang optimal. Kata kunci : Moxibasi L16 SP6. Dilatasi serviks. Nyeri Pesalinan Kala I ABSTRACT Introduction: Childbirth is recognized as the most unpleasant and painful emotional experience a woman can experience in achieving complete opening. This phenomenon in terms of psychological, emotional, spiritual and physical arises because of the stimulation that is conveyed by the nerves in the cervix and the lower uterine segment that comes from strong uterine One of the non-pharmacological methods that can be used to reduce pain is the provision of moxibation therapy at point L14 SP6. This study aims to explain the effectiveness of moxibation on cervical dilation and stage I labor pain. Method: This research method is Quasi Experiment by applying treatment to 1 group (Pre-Post control group Tes. The subjects of this study were 32 mothers during stage 1 were divided into 2 groups of intervention and control, with the inclusion criteria of active phase I primary mothers without induction. Research instrument using VAS (Visual Analog Scal. Result: The results showed that there were differences in the level of pain and labor progress before and after being given the L16 SP6 moxibation therapy, the p VAS value of 0. %) the mother experienced mild pain after therapy, but there was no significant difference between the control and intervention groups . Discussion: Moxibation L16 SP6 was effective in labor progression and first stage labor pain but there was no significant difference between the control group and the intervention group. The need for a combination of non-pharmacological interventions in order to get optimal results. Key words: L16 SP6 Moxibustion. Cervical Dilatation. First stage labor pain PENDAHULUAN Proses persalinan merupakan suatu menyenangkan dan paling menyakitkan selama masa hidup wanita yang terjadi saat persalinan, dimana akan timbul rasa nyeri yang disebabkan karena kontraksi dari otototot rahim didaerah visceral, panggul dan lumbal sakral. Nyeri persalinan merupakan fenomena yang kompleks dari segi psikologis, emosional dan fisik. Nyeri terus menerus selama persalinan dapat memberi efek yang merugikan bagi ibu dan janinnya. Nyeri persalinan yang akut akan berfluktuasi secara cepat memperburuk suasana hati Primipara memiliki tingkat nyeri yang lebih parah sehingga meningkatkan angka kejadian operasi caesria (SC) 22% jika dibandingkan multipara. Nyeri kebidanan dalam persalinan dengan menggunakan alat bantu dan operasi caesar. Di dunia dan negara kita meningkat 21,1 % di tahun 2002, sedangkan di Turki (Departemen Statistik Kesehata. mencapai 51% pada tahun 2014. Selama durasi persalinan wanita akan mengalami rasa sakit, kelelahan dan perasan-perasaan Di Amerika Serikat 70%-80% wanita mengharapkan persalinannya berlangsung tanpa rasa nyeri, sedangkan di Brazil sekitar Dilaporkan bahwa sekitar 60% dari persalinan primipara dan 40% persalinan multipara mengalami nyeri persalinan yang sangat parah, dan setelah diberikan obat analgesik sekitar 40% wanita tersebut mengatakan tidak puas akan obat yang Ada 2 metode pendekatan dalam menangani rasa nyeri dalam persalinan, dari segi medis ( dengan obat-obatan ) dan non Dalam segi medis pemberian obat penghilang rasa sakit atau analgesik dalam persalinan memiliki efek samping serius, terjadinya penurunan curah jantung, blad-der distensi dan memperpanjang masa Metode penatalaksanaan non medis seperti terapi moksibasi,terapi pijat, musik,relaksasi, aromatherapi, mandi air hangat, kompres hangat ataupun dingin bisa menjadi alternatif pilihan untuk mengurangi nyeri Hal ini sesuai sejalan dengan KEPMENKES No. 369 Tahun 2007 tentang standar profesi bidan dimana salah satunya berisi tentang standar kompetensi bidan mengurangi nyeri persalinan tanpa obat. Dan menurut PERMENKES No. 97 tahun 2014 dalam pasal 14 mengenai pelayanan kesehatan pada ibu melahirkan aspek yang diberikan salah satunya yaitu asuhan sayang Seseorang akan memilih pengobatan tradisional karena beberapa faktor, yaitu ekonomi, budaya, psikologis, kejenuhan medis/pengobatn keberhasilan dan faktor pengetahuan serta persepsi tentang sakit. Moksibasi adalah tehnik pengobatan Asia Timur dari moksa . Artemisia argil Foliu. yang dibakar kemudian dihangatkan pada titik-titik akupunktur atau daerah tertentu dipermukaan tubuh, digunakan dari ribuan tahun lalu. Efek terapetik moksibasi didapat dari kombinasi adanya panas, tar, aroma dan juga dari adanya reaksi psikologis. Moksibasi juga dapat mengatur sistem kekebalan tubuh, dapat merangsang sistem anti inflamasi, meningkatkan sirkulasi peredaran darah serta dapat melepaskan zat kimia yang bisa mengurangi rasa sakit dan nyeri. Titik akupresur L14 adalah salah satu titik pereda rasa nyeri terletak antara tulang metakarpal pertama dan kedua, ditengahtengah tulang metakarpal sisi radial dan sisi eksternal tangan. Titik SP6 terletak pada medial kaki bagian bawah diatas maleolus Memberikan moksibasi pada titik L14 dan SP6 diyakini bisa mengurangi nyeri yang terjadi selama proses persalinan. Daya panas yang dihasilkan moksa melalui titik LI4 dan SP6 akan menembus kulit, otot kemudian merangsang hormon endorfin lokal dan menutup gate kontrol atau gerbang nyeri melalui pelepasan serabut saraf besar. Hormon endorfin yang semangat dalan tubuh serta memiliki efek positip pada emosi sehingga menimbulkan efek relaksasi dan mengurangi rasa nyeri. Penelitian yang dilakukan oleh Giti Ozgoli,dkk menyatakan akupresur efektif dalam mengurangi nyeri persalinan dan juga mempercepat proses persalinan. Sedangkan penelitian yang dilakukan Dr. Nagwa,dkk menyimpulkan bahwa akupressur SP6 efektif untuk mengurang intensitas nyeri persalinan dan dapat diterapkan sebagai manajemen non medis penanganan nyeri. Berdasar latar belakang diatas maka penulis merasa perlu melakukan penelitian untuk menguji pendekatan mana yang lebih efektif dalam kemajuan persalinan dan menangani nyeri persalinan kala I. METODE Pada penelitian ini merupakan penelitian Quasi Ekperiment dengan menerapkan perlakuan kepada 2 kelompok (Pre Test and Post Test Non- Equivalent Control Grou. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu inpartu di puskesmas wilayah Dinas Kesehatan kabupaten Brebes. Subjek penelitian ini 32 ibu inpartu kala I dibagi menjadi 2 kelompok intervensi dan control, dengan kriteria inklusi: . Rentan usia 20-35 tahun. Ibu inpartu kala 1 fase aktif tanpa induksi. Peneliti perposive sampling. Instrument penelitian menggunakan VAS (Visual analog scal. dan partograph. Lokasi penelitian di puskesmas wilayah Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes. Lama waktu pelaksanaan 3 bulan. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu inpartu di puskesmas wilayah dinas Kesehatan kabupaten brebes. HASIL Karakteristik Responden Karakteristik Usia < 20 < 25 Pendidikan SMP SMA Pekerjaan Bekerja Tidak bekerja Kontrol Mean 50,00 Kelompok Perlakuan P value Mean SD 21,31A 1,250 19 A 2,949 0,001 1,31A 0,602 44 A 0,964 0,028 50A 0,516 56 A 0,892 0,128 Tabel 1 Menampilkan hasil distribusi nilai p 0,127 pekerjaan (> 0,. Sehingga prekuensi usia, pendidikan dan pekerjaan dapat disimpulkan varian data usia dan Kelompok kontrol berjumlah 16 pendidikan tidak homogen atau memiliki responden . %) berusia antara 20-25 perbedaan taraf dengan nilai p <0,05 dan Tingkat pendidikan dasar 12 pekerjan homogen dengan nilai p> 0,050. %), ketiga menengah Untuk homogenitas pekerjaan p value 0,128 . ,75%). SMA 1 responden . ,25%). Ibu . > 0,. , artinya pekerjaan memiliki varian bekerja dengan 8 responden . %), tidak yang homogen. bekerja dengan 8 responden . %). Sedangkan kelompok umur 20-25 tahun kelompok perlakuan sebanyak 11 responden . ,75%),> 25 tahun 5 respondenn . ,75%), pendidikan dasar 3 responden . ,75%). SMP 5 responden . ,75%). SMA 6 responden . ,50%), perguruan tinggi 2 responden . ,50%), ibu bekerja 2 responden . ,50%), tidak bekerja 14 responden . ,50%). Nilai P usia 0,001 (<0,. , nilai p 0,028 pendidikan (<0,. Perbedaan skala nyeri menggunakan visual analog scale Tidak nyeri Kontrol Sebelum Sesudah Moxibasi Sebelum Sesudah Nyeri ringan Nyeri sedang Nyeri berat Nyeri sangat berat Variable Tabel 2 menunjukkan tingkat nyeri sebelum diberikan perlakuan 15 . ,5%) kelompok kontrol sebelum intervesi terdapat responden mengalami nyeri berat, 1 . ,25%) 12 . %) responden mengalami nyeri berat, responden mengalami nyeri sangat berat dan 4 . %) responden mengalami nyeri sangat setelah intervensi 8 . ,00%) responden Kelompok kontrol 8 . %) responden mengalami nyeri ringan, 4 . %) mengalami mengalami nyeri ringan. ,75%) nyeri sedang, 3 . ,75%) %) responden mengalami nyeri sedang, 1 . ,25%) nyeri mengalami nyeri hebat dan 1 . ,25%) sangat berat. Pada kelompok moxibasi responden mengalami nyeri sangat berat. Selisih skala nyeri kelompok sebelum dan sesudah perlakuan Variable VAS Value Min Max Sebelum 4,472 Kontrol Sesudah 22,803 P value 0,001 Moxibasi Sebelum Sesudah 88,75 51,875 8,062 31,030 P value 0,001 Wilcoxon Rank Tabel 2 menunjukkan selisih skor VAS pada kelompok kontrol sebelum dilakukan intervensi diperoleh rata-rata 92,50mm, nilai terendah 90mm, tertinggi 100mm setelah mendapat intervensi ratarata nilai terendah 20mm 40mm dan tinggi 90mm, nilai p 0,001 . <0,. Ada perbedaan bermakna sebelum dan sesudah diberikan terapi nyeri berkurang setelah perlakuan pada kelompok kontrol. Sedangkan pada kelompok nilai VAS moxibasi sebelum intervensi rata-rata 88,75 mm, nilai VAS terendah 90mm, tertinggi 100mm setelah mendapat intervensi 51,875mm nilai rata-rata terendah dan tertinggi 20mm sampai 100mm, nilai p 0,001 . <0,. Dari hasil akhir pemeriksaan menggunakan uji statistik penilaian dapat disimpulkan skala VAS mengurangi nyeri ibu saat inpartu kala PEMBAHASAN Hasil analisis karakteristik responden dalam penelitian ini seluruh responden berada pada usia subur antara 20-35 tahun. Usia rata-rata kelompok kontrol adalah 24 tahun, termuda 20 tahun, dan tertua 24 Pada kelompok moksibasirata-rata berusia 24 tahun dengan usia termuda 20 tahun dan tertua 29 tahun. Pendidikan pendidikan dasar 12, tiga sekolah menengah pertama, satu sekolah menengah atas sedangkan pada kelompok moksibasiSD 3. SMP 5. SMA 6 dan D3 2 Pekerjaan responden pada kelompok kontrol ibu bekerja 8 . , jangan bekerja 8 (IRT). Pada kelompok ibu bekerja moksibasi2 . , tidak bekerja 14 (IRT). Usia merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat kesakitan seseorang, terutama ibu yang melahirkan atau sedang dalam proses persalinan. semakin dewasa usia, semakin tinggi tingkat toleransi, kemampuan memahami dan mengontrol nyeri. Sesuai Hal diungkapkan oleh Andarmoyo, bahwa usia wanita yang sangat muda dan ibu yang sudah lanjut usia akan mengeluhkan tingkat nyeri persalinan yang semakin tinggi. Oleh karena itu, peneliti memilih kelompok usia reproduksi antara 20-35 tahun, usia reproduksi sehat dimana usia saat ini merupakan usia yang paling aman bagi ibu untuk hamil dan melahirkan secara sehat, walaupun pada usia kurang dari 20 tahun sudah dapat melakukannya. Namun dikhawatirkan melahirkan sang ibu belum siap secara psikis dan mental. Usia muda merupakan kondisi psikologis ibu kondisi yang masih terbilang labil memicu tingkat kecemasan yang semakin tinggi sehingga pada akhirnya tingkat rasa sakit yang dirasakanpun Penelitian yang dilakukan oleh Adam J Umboh . menyatakan bahwa terdapat hubungan antara tingkat nyeri ibu dengan umur saat lahir. Ibu yang sangat muda memiliki sensor nyeri yang lebih sensitif dibandingkan usia dewasa . Menurut Adam, intensitas kontraksi rahim ibu yang pertama kali melahirkan lebih banyak dibandingkan ibu yang pernah melahirkan sebelumnya. Faktor mempengaruhi tingkat nyeri seseorang adalah pendidikan / pengetahuan. Ibu yang memiliki pengetahuan yang baik akan lebih memahami apa yang akan terjadi dalam persalinan sehingga akan lebih mudah untuk menoleransi rasa sakit yang akan terjadi. Pekerjaan seorang ibu juga akan membawa pengaruh pada ambang rasa sakit seseorang. Kelelahan kerja terkadang dikaitkan dengan level seorang ibu. Ibu yang lelah merasakan intensitas nyeri jika dibandingkan dengan ibu yang cukup istirahat. Ibu yang bekerja seringkali memiliki waktu istirahat yang lebih sedikit, sehingga ibu akan mengalami kejenuhan sebelum melahirkan. Pengaruh MoksibasiTulang Belakang (Slow Stroke Back Massag. terhadap nyeri persalinan kala I. Perhitungan uji statistik skala VAS untuk mengukur nyeri Pada wanita yang melahirkan pada kelompok intervensi dapat disimpulkan bahwa intervensi moksibasi L14 SP6 efektif dalam kemajuan persalinan dan mengurangi nyeri. Sebelum dilakukan . esponden mengalami nyeri bera. , setelah dilakukan rata-rata . esponden mengalami nyeri sedan. , nilai p 0,001. Artinya kita dapat menyimpulkan moksibasi efektif dalam mengurangi nyeri persalinan kala I. Moksibasi adalah metode lama yang dianjurkan oleh Hipokrates dan banyak dipraktikkan oleh orang Romawi, tetapi belum sepenuhnya dievaluasi. Kemudian di era modern . khir abad 1700-an SM) moksibasiSwedia kembali mempopulerkan sebagai metode pengobatan yang banyak Moksibasi yang dilakukan oleh petugas kesehatan akan memberikan menghantarkan rasa hangat dan aroma dari akan membuat Penelitian menunjukan bahwa rangsang termik mampu meningkatkan kegiatan sistem enzim didalam tubuh, memperbaiki serta melancarkan mikrosirkulasi juga meningkatkan daya imunitas tubuh, meningkatkan pelepasan mediator efek akupunktur termasuk hormon endorfin yang mengurangi rasa nyeri, menghilangkan gatal dan juga menurunkan kadar lemak, memperlancar sirkulasi, menghilangkan bendungan dan juga dapat meningkatkan mempercepat pennyembuhan luka. Daya panas yang dihasilkan moksa melalui titik akupunktur akan dialirkan menembus permukaan kulit, otot kemudian menuju titik meridian SP6 dan LI4 merangsang sproduksi hormon endorfin lokal dan menutup Gate Control atau gerbang nyeri melalui pelepasan serabut saraf besar. sehingga memberikan reaksi pengobatan, pencegahan, perbaikan serta Hormon endorfin yang semangat didalam tubuh , serta memiliki efek positip pada emosi sehingga dapat menimbulkan efek relaksasi dan normalisasi dalam tubuh dan mengurangi rasa nyeri pada pada ibu bersalin. Dalam penelitian ini mayoritas responden yang mendapatkan perawatan moksibasi ini didampingi oleh suami, sehingga moksibasi yang dilakukan oleh Responden yang merasa lebih nyaman setelah, lebih merasa tenang dan bahagia saat suaminya berdiri di samping. Begitu juga sang suami, merasa lebih bahagia pertolongan untuk mengurangi rasa sakit yang diderita sang istri, sang suami semakin bersemangat dengan kelahiran bayinya. Rasa cemas di awal persalinan berkurang berangsur-angsur menggantikan rasa kagum dan bahagia tepat kerja yang dilakukan saat Seperti yang diungkapkan Judha . , menghadapi persalinan akan meningkatkan Kecemasan akan meningkatkan respons individu terhadap rasa sakit, ketidaksiapan menghadapi persalinan. Takut yang tidak diketahui, pengalaman melahirkan yang buruk lalu, dukungan dan fasilitasi persalinan yang tidak baik juga akan menambah kecemasan sehingga terjadi peningkatan rangsang nosiseftif pada tingkat korteks serebral dan peningkatan sekresi katekolamin, serta peningkatan rangsang nosiseftif. panggul karena penurunan aliran darah dan ketegangan otot. Jeelani . Dalam sebuah penelitian terhadap 30 primigravida yang sedang mengalami nyeri persalinan kala I, dikatakan terjadi penurunan efek moksibasi terhadap nyeri persalinan. Masih menurut Nona, melahirkan merupakan pengalaman yang spesial dan unik bagi setiap wanita. Sakit, kelelahan dan ketakutan baik secara fisik maupun psikologis. Nyeri merupakan pengalaman umum yang akan dirasakan oleh wanita yang melahirkan. Pengurangan nyeri diharapkan teknik relaksasi dapat meningkatkan toleransi nyeri, pengurangan kecemasan dan penurunan ketegangan otot. Relaksasi dapat ditingkatkan melalui konsentrasi pada pola tertentu, pijatan selama kontraksi merupakan aktivitas kognitif yang paling berhasil sebagai strategi manajemen nyeri non-medis. Moksibasi Merupakan metode non medis yang dinilai efektif dalam mengurangi nyeri persalinan, membuat persalinan lebih nyaman membuat otot menjadi rileks. Hal tersebut juga dianut oleh mayoritas responden maternal, dimana ibu yang bersalin telah mengatakan rasa sakitnya telah mereda dan timbul sensasi nyaman dan tenang setelah diberikan terapi. 10 Hal ini dikarenakan saat moksibasi tubuh akan memungkinkan terjadinya transmisi saraf serabut A-Beta sebagai pemancar saraf sehingga mengurangi transmisi nyeri dan menutup gerbang penghantar nyeri Pelajaran ini juga konsisten dengan teori Kontrol Gerbang yang membawa serabut nyeri ke otak lebih sedikit rangsangan nyeri dan sensasi berjalan lebih lambat dibanding serabut sentuh lebar. Ketika ada hantaran sensasi hangat dan rasa sakit dirangsang oleh syaraf secara bersamaan, sensasi sentuhan ke otak dan mengakibatkan terbatasnya rasa sakit di Moksibasi dapat disimpulkan efektif dalam mengurangi nyeri persalinan dibandingkan dengan kelompok Kontrol dengan asuhan persalinan biasa namun jika dibandingkan dengan selisihnya nilainya kurang optimal. Dibutuhkan intervesi tambahan atau kombinasi untuk membantu mengurangi durasi persalinan SIMPULAN Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, peneliti menyimpulkan: Intervensi pengendalian akupresur pada titik LI4 dan SP6 terbukti efektif kemajuan persalinan dan nyeri persalinan kala I, signifikan secara statistic namun selisih atau perbedaan antara kedua kelompok perlakuan dan control tidak menunjukan nilai yang berarti dimana hanya 50 % selisih nya antara kelompok control dan perlakuan. SARAN Bagi tenaga Kesehatan Perlunya terapi tambahan atau kombinasi dalam mencapai hasil yang optimal seperti intervensi yang telah terbukti efektif seperti pijat dll. Untuk penilaian skala nyeri dalam hal ini adalah skala VAS (Visual Analogue Scal. mungkin akan sangat berbeda pada setiap individu untuk memberikan penilaian, dalam menilai kebutuhan umum persepsi nyeri sangat penting untuk menegakkan diagnosis tingkat nyeri seseorang sehingga pertimbangan, sehingga Bagi Penelitian selanjutnya dapat mengembangkan metode-metode ini untuk mendapatkan manfaat yang lebih baik, tidak hanya untuk mengurangi rasa sakit tetapi dapat bermanfaat bagi orang lain. DAFTAR PUSTAKA