Agroteksos, 36 . April 2026 EISSN 2685-4368 P-ISSN 0852-8268 PENGARUH BRAND EQUITY TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN PADA PRODUK YOGURT FRESHTIME THE EFFECT OF BRAND EQUITY ON CUSTOMER LOYALTY TOWARD FRESHTIME YOGURT PRODUCT Agrivinie Rainy Firohmatillah 1. Muhammad Verlyansyah 1 Program Studi Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Koperasi Indonesia. Sumedang. Jawa Barat. Indonesia *Email penulis korespondensi: agrivinierainyf@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat Brand Equity yang dimiliki oleh Freshtime, pengaruh setiap dimensi Brand Equity terhadap loyalitas pelanggan secara parsial maupun simultan dan upaya apa saja yang dapat dilakukan untuk dapat meningkatkan brand equity dan loyalitas pelanggan Freshtime. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 responden yang dipilih dengan menggabungkan dua teknik yaitu Accidental Sampling dan Purposive Sampling. Metode analisis yang digunakan adalah Analisis Regresi Linier Berganda dengan menggunakan alat statistik SPSS versi 26. Hasil penilitian ini menunjukan bahwa tingkat Brand Equity Freshtime termasuk dalam kategori tinggi. Hasil analisis data menggunakan uji Regresi Linier Berganda menunjukkan bahwa secara parsial Brand Awareness. Brand Association. Perceived Quality dan Brand Loyalty berpengaruh nyata terhadap Loyalitas Pelanggan. Sedangkan secara simultan Brand Equity berpengaruh nyata terhadap Loyalitas Pelanggan Kata kunci: Brand Equity. Loyalitas Pelanggan. Freshtime Abstract This research aims to determine the level of FreshtimeAos Brand Equity, the influence of each dimension of Brand Equity on Customer Loyalty both partially and simultaneously and the efforts that can be made to improve FreshtimeAos Brand Equity and Customer Loyalty. The research method used is a quantitative method using a descriptive approach. The sample in this research amounted to 100 respondents who were selected by combining two techniques namely Accidental and Purposive Sampling. The analytical method used is Multiple Linier Regression Analysis using statistical tool SPSS version 26. The result of this study shows that FreshtimeAos Brand Equity level falls into the high category. The data analysis results using Multiple Linier Regression test show that Brand Awareness. Brand Association. Perceived Quality and Brand Loyalty have a significant partial effect on Customer Loyalty. Meanwhile. Brand Equity also has a significant simultaneous effect on Customer Loyalty. Keywords: Brand Equity. Customer Loyalty. Freshtime PENDAHULUAN Yogurt adalah salah satu minuman olahan susu yang banyak dikonsumsi oleh Susu yang diolah menjadi yogurt berubah rasanya menjadi asam segar dan memiliki banyak sekali probiotik yang bermanfaat (Wulanningsih, 2. Yogurt dan susu fermentasi diproduksi melalui proses fermentasi dan pengasaman susu oleh bakteri hidup, biasanya Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus. Proses ini menghasilkan produk yang lebih kental dengan umur simpan yang lebih panjang. Yogurt merupakan sumber kalsium yang kaya, menyediakan jumlah yang signifikan dalam bentuk yang mudah diserap tubuh. Yogurt juga merupakan sumber yang baik untuk fosfor, kalium, vitamin A, vitamin B2, dan vitamin B12. Selain itu, yogurt mengandung protein bernilai biologis tinggi serta asam lemak esensial. Oleh karena itu, yogurt adalah makanan padat gizi dan merupakan pembawa probiotik yang sangat baik (Hadjimbei et al. Firohmatillah. , dan Verlyansyah. Agroteksos, 36 . April 2026 EISSN 2685-4368 P-ISSN 0852-8268 Yogurt merupakan salah satu jenis olahan susu yang populer di masyarakat, hal ini didukung oleh data jumlah konsumsi yogurt dari tahun 2010 Ae 2023 dengan tren yang terus meningkat. Dari sisi bisnis investasi di sektor industri pengolahan susu, termasuk yoghurt, terus meningkat. Hingga tahun 2023, total investasi mencapai Rp23,4 triliun, dengan 88 pabrik pengolahan susu dan kapasitas produksi mencapai 4,64 juta ton per tahun (Foliatini et al. , 2. Melihat pertumbuhan konsumsi yang konsisten serta meningkatnya investasi di sektor industri pengolahan susu tersebut, peluang pasar bagi produk susu fermentasi menjadi semakin terbuka lebar. Kondisi ini mendorong Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara (KPSBU) Lembang untuk menghadirkan brand baru dalam dunia yogurt dengan menciptakan produk Yogurt Freshtime. Setiap hari. Yogurt Freshtime diolah secara langsung untuk dipasarkan kepada konsumen, memastikan kesegaran dan kualitasnya tetap terjaga. Selain memberikan alternatif yang sehat bagi konsumen, produk ini juga berdampak ekonomis positif bagi anggota KPSBU Lembang, memberikan nilai tambah yang signifikan serta mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Kendati demikian, eksistensi brand Freshtime masih belum kuat. Hal ini dapat dilihat pada Top Brand Award, yaitu sebuah penghargaan yang diberikan kepada pemenang merek yang telah terpilih berdasarkan hasil survei, pemenang top brand didasari oleh tiga parameter yaitu top of mind share, top of market share dan top of commitment share yang hasilnya diolah menjadi nilai top brand index (TBI). Hasil survei yang dilakukan oleh top brand mengindikasikan bahwa kekuatan brand Freshtime masih rendah, walaupun tiga tahun terakhir nilai TBI nya meningkat tetapi masih tergolong rendah dibandingkan brand lainnya . opbrand-award, 2. Sejalan dengan hasil survei pra peneltian mandiri yang dilakukan oleh peneliti terhadap 10 orang target pasar Yogurt Freshtime di kota Bandung, 7 dari 10 orang masih belum mengetahui brand Yogurt Freshtime. Berdasarkan survei pra penelitian mandiri tersebut menunjukan bahwa kesadaran merek . rand awarenes. Freshtime masih sangat rendah. Hal ini menunjukan bahwa Freshtime perlu meningkatan kesadaran merek sehingga brand equity dapat menjadi kuat, sedangkan brand equity yang kuat dapat meningkatkan keberhasilan program dalam memikat konsumen baru atau merangkul kembali konsumen lama. Promosi yang dilakukan akan lebih efektif jika merek dikenal. Brand equity yang kuat dapat menghilangkan keraguan konsumen terhadap merek. Brand equity . kuitas mere. , tersendiri memiliki arti nilai tambah terhadap produk dan jasa (Kotler et al. , 2. Dalam konsep ekuitas merek mencakup kesadaran merek . rand awarenes. , loyalitas merek . rand loyalt. , asosiasi merek . rand associatio. , persepsi kualitas . erceived qualit. dan aset-aset merek lainnya. Sementara asosiasi merek mencakup citra merek, legitimasi, dan daya tarik, kesadaran merek mengukur seberapa baik konsumen memahami suatu merek (Wiastuti & Kimberlee. Kehadiran brand equity membuat merek menjadi kuat dan mampu menarik minat pelanggan potensial. Ini menciptakan kepercayaan, kepuasan, dan keyakinan bahwa produk tersebut memenuhi harapan konsumen, yang pada gilirannya mendorong loyalitas konsumen untuk terus memilih dan membeli produk tersebut secara berkelanjutan (Divani et al. , 2. Kesetiaan pelanggan terhadap suatu merek tercermin dalam loyalitas merek, dan aset merek mencakup nilai moneter merek tersebut (Raranta et al. , 2. Ekuitas memainkan peran penting dalam mencapai tujuan organisasi. Bisnis yang ingin bertahan dan menang atas saingannya perlu menyadari keadaan ekuitas merek produk mereka (Angelina & Nurlinda, 2. Loyalitas lebih dipahami sebagai suatu perilaku yang ditunjukkan dengan pembelian rutin. Definisi loyalitas konsumen selalu dikaitkan dengan kombinasi dari unsur sikap dan perilaku pembelian konsumen (Wicaksono & Widodo, 2. Firohmatillah. , dan Verlyansyah. Agroteksos, 36 . April 2026 EISSN 2685-4368 P-ISSN 0852-8268 Peningkatan loyalitas konsumen menjadi tolok ukur kinerja perusahaan, yang tercermin pada peningkatan kinerja keuangan dan keberlangsungan operasional, sehingga perlu melakukan upaya membangun loyalitas untuk mempertahankan konsumen dan menumbuhkan konsumen baru. Loyalitas konsumen ditandai dengan pembelian berulang produk yang sama, meskipun terdapat pengaruh kondisi dan pemasaran pesaing. Konsistensi pilihan dan pembelian menjadi kunci utama loyalitas konsumen. (Rahmawati & Utomo, 2. Selain itu ekuitas merek juga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian (Tresna et al. , 2. Berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa loyalitas pelanggan dinilai sangat penting demi keberlangsungan hidup sebuah perusahaan termasuk KPSBU Lembang sebagai koperasi produsen yang memiliki brand produknya tersendiri yaitu Yogurt Freshtime. Penelitian yang dilakukan oleh (Ikromah et al. , 2. yang berjudul Brand Awareness. Brand Association. Perceived Quality. Dan Pengaruhnya Terhadap Loyalitas Pelanggan Susu Ultra Milk (Studi Kasus di Indogrosir Kota Malan. terdapat pengaruh secara simultan antara variabel Brand Awareness. Brand Association. Perceiveds Quality Terhadap Loyalitas Pelanggan Susu Ultramilk. Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan di atas, maka peneliti tertarik untuk meneliti mengenai fenomena tersebut di Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara (KPSBU) Lembang dengan judul AuPengaruh Brand Equity Terhadap Loyalitas Pelanggan Yogurt FreshtimeAy METODE PENELITIAN Metode kuantitatif adalah metode penelitian yang menggunakan proses data-data yang berupa angka sebagai alat menganalisis dan melakukan kajian penelitian, terutama mengenai apa yang sudah diteliti. Sugiyono, . , berpendapat bahwa metode kuantitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada positivism, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesi yang telah Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan kombinasi antara metode purposive sampling dan accidental sampling. Purposive sampling adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Artinya pengambilan sampel didasarkan pada pertimbangan atau kriteria tertentu yang telah dirumuskan terlebih dahulu oleh penelti (Sugiyono, 2. Sedangkan accidental sampling merupakan teknik pengumpulan sampel berdasarkan kebetulan, yang berarti siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat dijadikan sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data (Sugiyono, 2. Sehingga dalam penelitian ini, peneliti mengkombinasikan kedua metode tersebut dengan cara menetapkan batasan waktu untuk konsumen yang datang secara kebetulan dan telah memenuhi kriteria yang ditentukan oleh peneliti sebagai sampel. Responden adalah konsumen yang telah melakukan pembelian produk Yogurt Freshtime varian apapun minimal dua kali dan konsumen Freshtime yang dimaksud adalah konsumen sebagai pemakai akhir. Pengambilan sampel dalam penelitian ini didasarkan pada jumlah variabel independen yang diteliti. Literatur metodologi modern menyarankan bahwa analisis multivariat memerlukan jumlah sampel minimal sekitar 10Ae20 responden per variabel atau parameter untuk menjaga kestabilan estimasi dan mengurangi bias model. Pedoman yang menyebutkan bahwa ukuran sampel dapat ditentukan dengan menggunakan 5Ae10 observasi per indikator atau prediktor sebagai batas minimal dalam analisis multivariat. Firohmatillah. , dan Verlyansyah. Agroteksos, 36 . April 2026 EISSN 2685-4368 P-ISSN 0852-8268 Dengan empat variabel independen dalam penelitian ini, maka jumlah sampel minimum berada pada kisaran 40Ae80 responden. Untuk memperkuat validitas dan reliabilitas analisis, penelitian ini menggunakan 100 responden (Hair et al. , 2. Dalam menumpulkan data, peneliti menggunakan kuesioner dengan daftar pertanyaanpertanyaan yang berkaitan dengan penelitian kepada responden atau konsumen yogurt freshtime KPSBU Lembang, didukung juga dengan observasi lapangan secara langsung dan beberapa litelatur lainnya. Analisis data yang digunakan mengenai faktor brand equity . kuitas mere. terhadap loyalitas pelanggan pada produk yogurt Freshtime dilakukan uji validitas dan uji reabilitas terlebih dahulu. Uji Validitas mengacu pada sejauh mana data yang dikumpulkan benar-benar menggambarkan variabel yang ingin diukur sedangkan Reliabilitas adalah konsistensi data yang diperoleh. Data yang reliabel akan menghasilkan hasil yang sama jika pengumpulan data diulang dalam kondisi yang sama (Agustina et , 2. Teknik analisis data yang dipakai adalah analisis regresi parsial dan berganda. Sebelumnya yang dilakukan ialah uji asumsi klasik yaitu uji normalitas, uji multikolinieritas, uji heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi. Kemudian dilakukan uji regresi sederhana . dan uji regresi berganda . ji F) (Zurahmah & Isnaniah, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian terhadap konsumen Freshtime, diperoleh bahwa nilai brand equity berada pada rentang 298,67 hingga 446,33 yang mencerminkan tingkat brand equity dari cukup tinggi hingga sangat tinggi. Indikator kesadaran merek berada pada kategori cukup tinggi . , sementara asosiasi merek . dan persepsi kualitas . termasuk dalam kategori tinggi, serta loyalitas merek menunjukkan nilai tertinggi dengan kategori sangat tinggi . Secara keseluruhan, brand equity memiliki rata-rata 392,58 yang berada pada kategori Sementara itu, loyalitas pelanggan menunjukkan rentang skor 404 hingga 452, yang menggambarkan tingkat loyalitas tinggi hingga sangat tinggi. Pembelian ulang memperoleh nilai tertinggi . dengan kategori sangat tinggi, diikuti mengajak pelanggan baru dan merekomendasikan produk . dengan kategori sangat tinggi, sedangkan retensi terhadap ajakan dari perusahaan lain berada pada kategori tinggi . Nilai rata-rata loyalitas pelanggan mencapai 431,33 dan berada pada kategori sangat tinggi, yang mengindikasikan bahwa brand equity yang kuat pada Freshtime berkontribusi terhadap tingginya loyalitas Uji Asumsi Klasik Uji normalitas adalah asumsi penting dalam analisis statistik, terutama saat menggunakan teknik seperti uji hipotesis, analisis regresi, dan analisis varians. Asumsi ini menyatakan bahwa data atau residu dari model statistik mengikuti distribusi normal (Iba & Wardhana, 2. Uji ini dilakukan dengan menggunakan teknik KolmogorovSmirnov. Suatu data dapat dikatakan normal jika nilai signifikansi (Sig. ) > 0,05. Tabel 1. Hasil Uji Normalitas Normality Test Unstandardized Residual Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Berdasarkan hasil uji normalitas Tabel 1. variabel Kesadaran Merek. Asosiasi Merek. Persepsi Kualitas. Loyalitas Merek dan Loyalitas Pelanggan dengan uji Kolmogorov-Smirnov diperoleh signifikansi sebesar 0,200 yang berarti lebih besar dari Firohmatillah. , dan Verlyansyah. Agroteksos, 36 . April 2026 EISSN 2685-4368 P-ISSN 0852-8268 0,05, artinya hipotesis yang diterima adalah H0 dan dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal. Uji MultikoLinieritas untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi . ubungan kua. antar variabel bebas atau variabel bebas . Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variable bebas. Tabel 2. Hasil Uji Multikoliniearitas Test Variable Tolerance VIF Brand Awareness Brand Association Perceived Quality Brand Loyalty Dependent Variable: Customer Loyalty Berdasarkan hasil Uji MultikoLinieritas Tabel coefficients di atas dapat diketahui nilai Tolerance untuk variabel Brand Awareness (X. ialah sebesar 0,628, untuk variabel Brand Association (X. ialah sebesar 0,812, untuk variabel Perceived Quality (X. ialah sebesar 0,523 dan untuk variabel Brand Loyalty (X. sebesar 0,885 lebih besar dari 0,10. Sementara untuk nilai VIF variabel Brand Awareness (X. ialah sebesar 1,593, untuk variabel Brand Association (X. ialah sebesar 1,232, untuk variabel Perceived Quality (X. ialah sebesar 1,914 dan untuk variabel Brand Loyalty (X. ialah sebesar 1,130 lebih kecil dari 10,00. Maka mengacu pada pengambilan keputusan dalam Uji MultikoLinieritas dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi gejala multikoLinieritas pada model regresi ini. Uji Heteroskedastisitas adalah untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance . dari nilai residual satu ke pengamatan yang lain. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi gejala heteroskedastisitas. Dasar pengambilan nilai signifikansi (Sig. ) > 0,05 maka kesimpulannya adalah tidak terjadi gejala heteroskedastisitas dalam model regresi. Tabel 3. Hasil Uji Heteroskedastisitas Unstandardized Brand Brand Perceived Brand Loyalty Residual Awareness Association Quality Correlation Coefficient Sig. -taile. Berdasarkan hasil Uji Heteroskedastisitas diketahui nilai signifikansi (Sig. ) untuk variabel Brand Awareness (X. adalah 0,633, nilai signifikansi (Sig. ) untuk variabel Brand Association (X. adalah 0,752, dan nilai signifikansi (Sig. ) untuk variabel Perceived Quality (X. adalah 0,612, dan nilai signifikansi (Sig. ) untuk variabel Brand Loyalty (X. adalah 0,667. Nilai Signifikansi (Sig. ) 4 . variabel di atas lebih besar dari 0,05 maka sesuai dengan dasar pengambilan keputusan dalam Uji Glejser, dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi gejala heteroskedastisitas dalam model regresi artinya hipotesis yang diterima adalah H0 dan dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi Uji autokorelasi digunakan untuk menentukan apakah residual dari suatu observasi berkorelasi dengan residual dari observasi lainnya dalam model. Dalam penelitian ini, uji autokorelasi dilakukan menggunakan metode DurbinAeWatson. Kriteria Firohmatillah. , dan Verlyansyah. Agroteksos, 36 . April 2026 EISSN 2685-4368 P-ISSN 0852-8268 pengujiannya adalah jika yccA < yaycO < 4 Oe yccA, maka model dianggap bebas dari Hasil uji autokorelasi disajikan sebagai berikut. Tabel 4. Hasil Uji Autokorelasi Independent Variable Dependent Variable Durbin-Watson Brand Awareness Brand Association Customer Loyalty Perceived Quality Brand Loyalty Berdasarkan hasil Uji Autokorelasi Tabel Model Summary di atas dapat diketahui nilai Durbin-Watson nya 1,758 < 1,856 < 2,242, dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi gejala Autokorelasi. Regresi Linier Berganda Selanjutnya dilakukan uji signifikansi yang juga dikenal sebagai uji signifikansi Uji signifikansi regresi Linier berganda dalam penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh yang signifikan dari brand awareness, brand association, perceived quality, dan brand loyalty sebagai variabel pembentuk brand equity terhadap loyalitas pelanggan. Uji ini bertujuan untuk melihat sejauh mana masingmasing indikator brand equity berkontribusi secara statistik dalam meningkatkan perilaku loyalitas pelanggan, seperti pembelian ulang, ketahanan terhadap ajakan pesaing, serta kesediaan merekomendasikan produk kepada orang lain. Hasil uji signifikansi menggunakan SPSS disajikan pada tabel berikut. Tabel 5. Hasil Uji Regresi Linier Berganda Standardized Unstandardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta Sig. (Constan. Brand Awareness Brand Association Perceived Quality Brand Loyalty Dependent Variable: Customer Loyalty Berdasarkan hasil perhitungan statistik, diperoleh persamaan regresi Linier berganda Y = Ae1,284 0,006XCA 0,022XCC 0,017XCE 0,376XCE. Nilai konstanta Ae1,284 menunjukkan bahwa ketika seluruh variabel independenAiKesadaran Merek. Asosiasi Merek. Persepsi Kualitas, dan Loyalitas MerekAidianggap konstan, maka nilai dasar loyalitas pelanggan berada pada Ae1,284. Setiap koefisien regresi bernilai positif, yang berarti masing-masing variabel independen memiliki hubungan positif dengan loyalitas Kesadaran Merek . Asosiasi Merek . , dan Persepsi Kualitas . menunjukkan bahwa peningkatan pada ketiga aspek tersebut berkontribusi terhadap meningkatnya loyalitas pelanggan. Sementara itu. Loyalitas Merek memiliki koefisien paling besar yaitu 0,376, yang mengindikasikan bahwa faktor ini memberikan pengaruh positif paling kuat terhadap loyalitas pelanggan. Uji t merupakan uji atas hipotesis yang sudah diajukan, yaitu untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen (Yani et al. Uji ini dilakukan dengan membandingkan t-hitung dengan t-tabel. Untuk mengetahui adanya pengaruh secara parsial antara variabel independent (Kesadaran Mere. terhadap variabel dependent (Loyalitas Pelangga. dilakukan uji pengaruh Firohmatillah. , dan Verlyansyah. Agroteksos, 36 . April 2026 EISSN 2685-4368 P-ISSN 0852-8268 menggunakan SPSS Versi 26 dengan menggunakan nilai signifikansi < 0,05 maka variable bebas berpengaruh signifikan terhadap variable terikat. Tabel 6. Hasil Uji Signifikansi X1 dan Y Standardized Unstandardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta Sig. (Constan. Brand Awareness Dependent Variable: Customer Loyalty Berdasarkan Tabel 6, nilai signifikansi yang diperoleh sebesar 0,027 lebih kecil dari 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 diterima, sehingga hipotesis yang menyatakan ada pengaruh secara signifikan antara Kesadaran Merek terhadap Loyalitas Pelanggan. Untuk mengetahui adanya pengaruh secara parsial antara variabel independent (Asosiasi Mere. terhadap variabel dependent (Loyalitas Pelangga. dilakukan uji pengaruh menggunakan SPSS Versi 26 dengan menggunakan nilai signifikansi < 0,05 maka variabel bebas berpengaruh signifikan terhadap variable terikat. Tabel 7. Hasil Uji Signifikansi X2 dan Y Standardized Unstandardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta Sig. (Constan. Brand Association Dependent Variable: Customer Loyalty Berdasarkan Tabel diatas, nilai signifikansi yang diperoleh sebesar 0,022 lebih kecil dari 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 diterima, sehingga hipotesis yang menyatakan ada pengaruh secara signifikan antara Asosiasi Merek terhadap Loyalitas Pelanggan. Untuk mengetahui adanya pengaruh secara parsial antara variabel independen (Persepsi Kualita. terhadap variabel dependen (Loyalitas Pelangga. dilakukan uji pengaruh menggunakan SPSS Versi 26 dengan menggunakan nilai signifikansi < 0,05 maka variable bebas berpengaruh signifikan terhadap variable terikat. Tabel 8. Hasil Uji Signifikansi X3 dan Y Standardized Unstandardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta Sig. (Constan. Brand Awareness Dependent Variable: Customer Loyalty Berdasarkan Tabel di atas, nilai signifikansi yang diperoleh sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 diterima, sehingga hipotesis yang menyatakan ada pengaruh secara signifikan antara Persepsi Kualitas terhadap Loyalitas Pelanggan. Untuk mengetahui adanya pengaruh secara parsial antara variabel independen (Loyalitas Mere. terhadap variabel dependen (Loyalitas Pelangga. dilakukan uji Firohmatillah. , dan Verlyansyah. Agroteksos, 36 . April 2026 EISSN 2685-4368 P-ISSN 0852-8268 pengaruh menggunakan SPSS Versi 26 dengan menggunakan nilai signifikansi < 0,05 maka variable bebas berpengaruh signifikan terhadap variable terikat. Tabel 9. Hasil Uji Signifikansi X4 dan Y Standardized Unstandardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta Sig. (Constan. Brand Awareness Dependent Variable: Customer Loyalty Berdasarkan Tabel diatas, nilai signifikansi yang diperoleh sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 diterima, sehingga hipotesis yang menyatakan ada pengaruh secara signifikan antara Loyalitas Merek terhadap Loyalitas Pelanggan. Uji F pada regresi digunakan untuk mengetahui apakah dalam model terdapat variabel independen yang mempengaruhi variabel dependen. Uji F pada regresi linear berganda akan memberikan hasil pengujian global . terhadap seluruh variabel independen apakah ada yang berpengaruh atau tidak (Yani et al. , 2. Variable independen yakni Kesadaran Merek (X. Asosiasi Merek (X. Persepsi Kualitas (X. dan Loyalitas Merek (X. terhadap variabel terikat yakni Loyalitas Pelanggan (Y). Dengan menggunakan df . egree of freedo. = 4. 100-4 = 4. 96, diperoleh FTabel sebesar 2,47. Tabel 10. Hasil Uji F Sum of Model Squares Mean Square Sig. Regression Residual Total Berdasarkan Tabel output diatas, didapat bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari nilai alpha sebesar 0,05 hal ini dapat disimpulkan bahwa secara simultan variabel Kesadaran Merek. Asosiasi Merek. Persepsi Kualitas dan Loyalitas Merek secara bersama-sama mempengaruhi Loyalitas Pelanggan. Sedangkan menurut perbandingan nilai f hitung ialah sebesar 41,695 > dari F-tabel 2,47 artinya secara bersama-sama variabel Kesadaran Merek. Asosiasi Merek. Persepsi Kualitas dan Loyalitas Merek berpengaruh secara bersama-sama terhadap variabel terikat yakni Loyalitas Pelanggan. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara bersama-sama variabel independen mempengaruhi variabel dependen dimana hal ini tejadi apabila semakin besar Kesadaran Merek. Asosiasi Merek. Persepsi Kualitas dan Loyalitas Merek akan semakin besar pula Loyalitas Pelanggan. Hasil dari penelitian ini mendukung penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Ikromah et al. , . yang berjudul Brand Awareness. Brand Association. Perceived Quality. Dan Pengaruhnya Terhadap Loyalitas Pelanggan Susu Ultra Milk (Studi Kasus di Indogrosir Kota Malan. terdapat pengaruh secara simultan antara variabel Brand Awareness. Brand Association. Perceived Quality Terhadap Loyalitas Pelanggan Susu Ultramilk. Penelitian yang dilakukan oleh NurunniAomah, . yang berjudul Pengaruh Kesadaran Merek. Persepsi Kualitas. Dan Citra Merek Yogurt Terhadap Loyalitas Konsumen menunjukan bahwa secara langsung terdapta pengaruh positif dan signifikan Firohmatillah. , dan Verlyansyah. Agroteksos, 36 . April 2026 EISSN 2685-4368 P-ISSN 0852-8268 Kesadaran Merek. Persepsi Kualitas dan Citra Merek pada loyalitas Konsumen. Selanjutnya, penelitian yang dilakukan oleh Tores, . yang berjudul Pengaruh Brand Equity Terhadap Loyalitas Pelanggan Membeli Teh Gelas mendapatkan hasil bahwa brand equity secara parsial berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan. Hal ini menunjukan bahwa brand equity yang lebih baik akan meningkatkan loyalitas pelanggan. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa secara parsial Kesadaran Merek. Asosiasi Merek. Persepsi Kualitas, dan Loyalitas Merek masing-masing berpengaruh secara nyata terhadap Loyalitas Pelanggan, yang berarti bahwa semakin kuat setiap aspek brand equity yang dimiliki Freshtime, maka semakin tinggi pula loyalitas pelanggannya. Selain itu, secara keseluruhan variabel independen tersebut juga terbukti berpengaruh signifikan terhadap Loyalitas Pelanggan, sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin kuat brand equity suatu merek, semakin besar kecenderungan pelanggan untuk loyal terhadap produk tersebut. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan, dukungan, serta masukan selama proses pelaksanaan penelitian ini. Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada dosen pembimbing, responden, serta rekan-rekan yang telah memberikan kontribusi, baik secara langsung maupun tidak langsung, hingga penelitian ini dapat terselesaikan dengan baik. DAFTAR PUSTAKA