Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra P-ISSN: 1978-8800. E-ISSN: 2614-3127 http://journal. um-surabaya. id/index. php/Stilistika/index Vol. 14 No. Januari 2021, hal 1 - 13 NILAI-NILAI AKHLAK DALAM NOVEL GURU AINI KARYA ANDREA HIRATA MORAL VALUES IN GURU AINI WRITTEN BY ANDREA HIRATA Khaerunnisa Khaerunnisa1*. Lutfi Syauki Faznur2. Liana Meilinda3 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Universitas Muhammadiyah Jakarta. Indonesia1,2,3 khaerunnisa@umj. id1, lutfisyauki@umj. id2, lianameilindaa@gmail. *penulis korespondensi Info Artikel ABSTRAK Sejarah artikel: Diterima: 20 Juli 2020 Direvisi: 23 Desember 2020 Disetujui: 15 Januari 2021 Penelitian ini berisi tentang nilai-nilai Akhlak Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam novel Guru Aini karya Andrea Hirata. Nilai akhlak menjadi fokus utama pada penelitian ini karena akhlak merupakan salah satu pondasi dasar dari sifat manusia yang sangat erat kaitannya dengan perilaku manusia dengan Tuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai nilai-nilai akhlak berupa nilai takwa, tawakal, kejujuran, keikhlasan, sabar dan syukur dari novel Guru Aini karya Andrea Hirata. Novel tersebut memiliki nilai akhlak yang perlu diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat serta menjadi khazanah keilmuan berkaitan antara agama dan sastra. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan analisis isi. Metode kualitatif ini dapat menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau atau isi komunikasi berupa percakapan, teks tertulis, dan fotografi. Simpulan dari hasil penelitian ini terdapat 6 kutipan dari nilai takwal, 14 kutipan nilai tawakal, 18 kutipan dari nilai kejujuran, 4 kutipan dari nilai keikhlasan, 1 kutipan dari nilai sabar, dan 14 kutipan dari nilai syukur. Kata kunci: Nilai-nilai akhlak, karya sastra, novel Article Info ABSTRACT Article history: Received: 20 July 2020 Revised: 23 December 2020 Accepted: 15 January 2021 This study contains moral values based on Al-Islam and Muhammadiyah in the novel Guru Aini by Andrea Hirata. The value of akhlak . is the main focus of this research because it is one of the basic foundations of human nature which is very closely related to human behavior with God. This study aims to gain deep understanding of akhlak . values in the form value of piety/morals, resignation/never giving up, honesty, sincerity, patience and gratitude from the novel Guru Aini by Andrea Hirata. The novel has a moral value that needs to be applied in social life and becomes a scientific treasure related to religion and literature. This research uses qualitative method and content analysis approach, this qualitative method can produce descriptive data in the form of written words or communication content in the form of conversation, written text, and photography. Conclusions from the results of this study there are 6 quotes from the value of piety/morals, 14 quotes from the value of resignation / never give up, 18 quotes from the value of honesty, 4 quotations from the value of sincerity, 1 quote from the value of patience, and 14 quotes from the value of gratitude. Keywords: Akhlak . value, literature, novel Copyright A 2021. Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra DOI: http://dx. org/10. 30651/st. Khaerunnisa. Faznur, dan Meilinda/Nilai-Nilai Akhlak dalamA Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. No. Januari 2021 Hal 1 Ae 13 PENDAHULUAN Pada era modern ini, nilai menjadi sangat penting dalam menjaga pembangunan dan kemajuan. Maka nilai akhlak harus tetap dijaga dan dilestarikan kepada setiap individu tanpa terkecuali. Akhlak merupakan tingkah laku seseorang yang didorong oleh keinginan secara sadar untuk melakukan suatu perbuatan. Perbuatan kesadaran untuk melakukan hal-hal yang baik dan sesuai ajaran Islam, sehingga tercipta suatu akhlak yang Menurut Atjeh . Islam adalah ajaran yang menjunjung akhlak yang mulia. Akhlak yang mulia akan membawa kebahagiaan dan manfaat bagi setiap individu. Manfaat bagi insan yang memiliki akhlak yang mulia adalah dapat memperkuat dan mempermudah perhitungan dunia akhirat dan selamat hidup di dunia dan Menurut etimologi AuAkhlakAy berarti budi pekerti, perangai, tingkah laku, atau tabiat (Mustofa, 1997:. Banyak cara yang dapat dilakukan manusia dalam berakhlak kepada Allah dalam menanamkan nilai-nilai akhlak kepada Allah yang sesungguhnya akan membentuk pendidikan keagamaan. Menurut Alim . 1:153-. Di antara nilai-nilai ketuhanan yang sangat mendasar adalah Takwa, merupakan sikap untuk menyadari secara penuh di dalam hati manusia bahwa Allah selalu mengawasi segala apa yang Kesadaran tersebut yang dilakukan untuk selalu berusaha berbuat hanya untuk mengharap ridha dari Allah, dengan menjauhi larangan-Nya dan menjaga diri dari sesuatu yang tidak diridhai-Nya, sehingga nilai takwa inilah yang mendasari sikap budi pekerti yang luhur atau nilai akhlakul karimah. Tawakal, merupakan sikap yang selalu berusaha bersandar kepada Allah dengan penuh harapan kepada Allah. Memiliki keyakinan bahwa Allah akan menolong manusia dalam mencari dan menemukan jalan yang terbaik dalam hidupnya, karena manusia kepercayaan kepada Allah, maka tawakal adalah suatu kemestian. Kejujuran, yaitu mengatakan sesuatu apa adanya Ikhlas, yaitu sikap murni dalam tingkah laku dan perbuatan semata-mata demi memperoleh keridhaan Allah dan bebas dari pamrih lahir dan batin. Sabar, menghadapi segala kepahitan hidup, besar dan kecil, lahir dan batin karena keyakinan yang tak tergoyahkan bahwa kita semua berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya. Syukur, merupakan wujud dari sikap penuh rasa terima kasih kepada Allah dan penghargaan atas segala nikmat dan karunia yang telah diberikan dan dianugrahkan Allah kepada manusia. Majelis Dikdasmen Muhammadiyah Muhammadiyah merupakan suatu gerakan pemikiran Islam yang diteladani dan sekaligus sebagai gerakan dakwah juga sebuah gerakan dalam dunia pendidikan. Sejak awal berdirinya merupakan sebuah gerakan keagamaan yang sangat fokus dengan Khaerunnisa. Faznur, dan Meilinda/Nilai-Nilai Akhlak dalamA Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. No. Januari 2021 Hal 1 Ae 13 Organisasi Muhammadiyah menyelenggarakan berbagai jenis lembaga dalam tingkat pendidikan yang tercakup dalam kegiatan formal, nonformal, dan informal. Dunia Muhammadiyah mengalami kemajuan yang sangat pesat sejak berdirinya hingga saat ini. Pesatnya pendidikan Muhammadiyah dapat kita lihat dalam lembagalembaga di bawah badan amal usaha Muhammadiyah yang bergerak di bidang pendidikan (Tanfiz, 2010:. Hal ini membuktikan bahwasannya gerakan perubahan yang dibawa oleh Muhammadiyah dengan pendidikannya menjadi sesuatu yang cukup penting dalam kehidupan berbangsa dan Tujuan akhlak dalam konteks pendidikan yaitu pembentukan budi pekerti yang sanggup menghasilkan orang-orang yang bermoral, jiwa yang bersih, rendah hati, sopan santun dalam berbicara dan perbuatan, percaya diri, mulia dalam tingkah laku dan perangai, menghormati hak-hak manusia, tahu membedakan mana yang baik dan buruk dan senantiasa mawas diri atas posisinya sebagai kaum terpelajar. Islam sangat mengutamakan akhlak karena akhlak menjadi nomor dua setelah iman. Seseorang dikatakan orang yang beriman jika ia memiliki akhlak yang mulia (Tobroni, 2008:. Banyaknya persoalan yang terjadi belakangan ini antara lain disebabkan oleh semakin menipisnya nilai-nilai akhlak. Maka dari itu pemberdayaan dan penguatan nilai akhlak terhadap manusia untuk tetap teguh pendirian bukanlah menjadi perkara yang mudah untuk dilakukan. Salah satu upaya untuk menanamkan nilai-nilai akhlak tersebut adalah pemberdayaan karya sastra. Karya sastra merupakan salah satu sarana penanaman nilai-nilai kehidupan yang dapat dimanfaatkan oleh pembaca. Ajaran yang terdapat dalam novel menjadi sangat penting untuk dijadikan acuan dalam kehidupan bermasyarakat. Kehidupan bermasyrakat harus mampu membangun karakter manusia menjadi lebih baik, dapat mencerminkan karakter Islam rahmatan lil Aoalamin yang menjunjung tinggi nilai akhlak, toleransi serta nilai tanggung jawab. Karya sastra merupakan hasil cipta manusia yang bernilai estestis yang memberikan hiburan dan juga sarat dengan nilai. Masyarakat dapat mengetahui nilai-nilai, adat istiadat, keyakinan, dan pandangan hidup orang laindalam suatu kelompok masyarakat melalui karya sastra. Karya sastra hadir mengenai persoalan manusia, karena hubungan antara karya sastra dengan manusia memiliki ikatan yang tidak Permasalahan manusia dalam kehidupannya merupakan ilham atau dapat menjadikan ide bagi mengungkapkan dan mengekspresikan diri dan pemikiranya melalui karya Dengan kata lain dapat diartikan bahwa tanpa kehadiran manusia, sastra mungkin tidak ada. Sastra dikatakan memang tidak dapat dilepaskan dari manusia, baik manusia sebagai sastrawan itu sendiri, masyarakat ataupun sebagai penikmat sastra. Mencermati hal tersebut, sudah jelas bahwa manusia memang sangat berperan sebagai pendukung yang keberlangsungan sastra. Penelitian dapat dilakukan dengan cara menggali karya-karya fiksi, seperti buku-buku sastra atau Khaerunnisa. Faznur, dan Meilinda/Nilai-Nilai Akhlak dalamA Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. No. Januari 2021 Hal 1 Ae 13 Secara etimologi kata novel berasal dari bahasa latin yaitu novella. kata novella dibentuk dari kata novus yang berarti baru, dikatakan baru karena bentuk novel adalah bentuk karya sastra yang datang kemudian dari bentuk karya sastra lainnya (Santoso dan Wahyuningtyas, 2010:. Novel merupakan karangan/karya sastra yang lebih pendek daripada roman, tetapi lebih panjang dari cerita pendek . , yang isinya mengungkapkan hanya satu kejadian yang penting atau menarik dari kehidupan seseorang. Kathleen Kuiper . menambahkan bahwa the novel is a genre of fiction, and fiction may be defined as the art or craft of contriving, representations of human life that instruct or divert or both. Dalam sebuah novel, penulis novel berusaha gambaran-gambaran realita kehidupan melalui cerita yang terkandung dalam novel tersebut. Di sisi lain, novel kehidupan dan prilaku yang nyata. Novel adalah prosa rekaan yang panjang menyuguhkan tokoh-tokoh dan menampilkan serangkaian peristiwa dan latar secara tersusun (Titian Ilmu, 2009:. Pengertian diperkuat oleh Terry Eagleton that novel as a prose fiction of considerable length showing characters in action and capable of greater complexity in both character and plot than the sort moreover, according to them a novel is a book length piece of imaginative fiction (Eagleton, 1996:. Novel pada belakangan ini banyak yang di dalamnya terdapat pesan-pesan dakwah berisi ajaran akhlak yang baik yang seharusnya diwujudkan oleh manusia. Akhlak mulia adalah hal yang terpenting yang harus dimiliki dan dijadikan pedoman hidup dalam berprilaku manusia. Salah satu novel yang menampilkan nilainilai akhlak yaitu novel Guru Aini karya Andrea Hirata. Novel Guru Aini berisi tentang perjalan seorang pemuda yang bercitacita menjadi seorang guru matematika. Pemuda tersebut sangat idealis dan tersebut berada dalam keluarga menengah ke atas. Begitu pula ketika pemuda tersebut sudah mencapai keinginannya untuk menjadi guru. Profesi guru yang dihadapi oleh pemuda tersebut tidaklah mudah, banyak halangan dan rintangan dalam menghadapi pembelajaran matematika yang hampir seluruh siswa menolak tetapi pemuda ini menunjukkan kegigihannya lagi dengan cara terus memotivasi siswa bahwa belajar matematika itu mudah. Novel karya Andrea Hirata tinggi akan nilai-nilai akhlak yang menceritakan realitas sosial, gambaran yang sesungguhnya terjadi dalam kehidupan masyarakat. Cerita pada novel Guru Aini juga menampilkan nilai tentang perjuangan, kesabaran, sikap perduli terhadap sesama manusia. Secara tidak langsung cerita pada novel kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian, cerita dalam novel Guru Aini ini dapat dijadikan sebagai media dalam menyampaikan pesan terhadap perilaku terhadap sesama. Menurut Yenhariza . , novel sebagai alat untuk mendidik agar mengerti dan kehidupan yang dialami manusia. Dengan membaca novel, pembaca akan mengetahui mana perilaku baik yang Khaerunnisa. Faznur, dan Meilinda/Nilai-Nilai Akhlak dalamA Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. No. Januari 2021 Hal 1 Ae 13 harus ditiru dan perilaku yang harus Novel Guru Aini menarik untuk diteliti bahwa dalam cerita tersebut menyampaikan nilai-nilai akhlak yang sangat kental dalam kehidupan Nilai akhlak dapat dijadikan sebagai pengembangan akhlak terhadap masyarakat untuk mengembangkan pribadi masyarakat menjadi individu yang lebih baik menurut agama dan kehidupan Nilai yang terdapat dalam novel Guru Aini seharusnya dimiliki oleh umat manusia, hal ini menjadi cukup menarik untuk diteliti dengan menggunakan analisis sosiologi Menurut Endraswara . , sosiologi sastra adalah penelitian yang masalah-masalah mengungkapkan perjuangan manusia dalam menuntukan masa depan berdasarkan imajinasi, perasaan, dan Hal lainnya menyebutkan bahwa pendekatan sosiologi melihat konfrontasi dan pertikaian yang berlaku dalam masyarakat sebagai sumber inspirasi penulis. METODE Metode digunakan adalah metode kualitatif dan Emzir kualitatif adalah analisis yang dapat melibatkan suatu jenis analisis, di mana isi komunikasi . ercakapan, teks tertulis, wawancara, fotografi dan Menurut Bogdan dan Taylor dalam Moleong . , metode penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Dalam hal ini penelitian kualitaitif menghasilkan menggunakan analisis statistik atau cara kuantifikasi lainnya. Data dalam penelitian ini adalah mengenai nilai-nilai akhlak dalam bentuk kalimat, klausa, dalam bentuk Sumber data adalah subjek penelitian dari mana data diperoleh (Siswantoro, 2010:. Ada dua jenis data: data primer dan sekunder. Data primer adalah data utama yang diproses langsung dari sumbernya novel Guru Aini Sedangkan data sekunder adalah data yang berfungsi untuk memperkaya, mempertajam analisis yang diambil dari jurnal, majalah dan buku-buku kritik sastra. Data primer dalam penelitian ini berupa novel yang berjudul Guru Aini karya Andrea Hirarta, sedangkan sumber data sekunder berupa buku nilai-nilai ahklak dan buku-buku kritik sastra yang mendukung penelitian data primer, serta review yang berhubungan dengan data primer. Prosedur pengumpulan data dalam kegiatan penelitian ini terdiri dari dua unsur, yaitu: . teknik pengumpulan data dan . instrumen pengumpulan data. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karyakarya monumental dari seseorang. (Sugiyono, 2007:. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan beberapa cara, yaitu: Membaca sekaligus memahami isi cerita yang ada di dalam novel Guru Aini secara mendalam untuk menemukan keberadaan masalah. Melakukan klasifikasi dengan menggolongkan dengan nilai- Khaerunnisa. Faznur, dan Meilinda/Nilai-Nilai Akhlak dalamA Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. No. Januari 2021 Hal 1 Ae 13 nilai akhlak yang terdapat dalam novel Guru Aini. Melakukan studi kepustakaan penunjang dan mengenai nilai-nilai akhlak. Selanjutnya, menggunakan instrumen penelitian yang merupakan peneliti sendiri yang dibantu oleh tabel-tabel analisis kerja berdasarkan subfokus penelitian nilainilai akhlak dalam novel Guru Aini. Tabel yang digunakan oleh peneliti yaitu untuk mengelompokkan nilainilai akhlak yang dianalisis. Tabel tersebut digambarkan seperti berikut: Tabel 1 Bentuk Nilai-Nilai Akhlak Indikator Takwa Tawakal Kejujuran Keikhlasan Sabar Syukur Kutipan Hlm Tabel 2 Kriteria Bentuk Nilai-Nilai Akhlak Bentuk Nilai Takwa Tawakal Kejujuran Keikhlasan Sabar Syukur Kriteria Takwa, merupakan suatu bentuk sikap yang menyadari secara penuh bahwa Allah selalu mengawasi kehidupan manusia, sehingga manusia selalu berusaha untuk berbuat sesuatu hanya mengharap ridha dari Allah, dan berusaha untuk menjauhi segala larangan Allah serta sellau berusaha untuk menjaga diri dari sesuatu yang tidak baik. Takwa inilah yang mendasari nilai budi pekerti yang luhur atau akhlakul karimah untuk manusia. Merupakan sikap pada diri manusia yang senantiasa berusaha untuk bersandar kepada kehendak Allah. Memiliki keyakinan bahwa Allah akan menolong manusia ketika dalam kesulitan. Ketika manusia percaya akan takdir Allah, maka tawakal sudah menjd ebuah keniscayaan. Merupan sikap yang selalu berkata apa adanya, tidak dibuat-buat, berusaha untuk selalu berkata yang benar. Merupakan sikap yang senantiasa berserah pada Allah dan hanya mengharap ridha dari Allah saja. Tidak memiliki sifat pamrih, mengharap balasan dari sesama manusia. Merupakan sikap tabah dalam menghadapi ujian dari Allah, menerima kepahitan hidup baik besar atau kecil, ikhlas secara lahir dan batin. Manusia memiliki keyakinan bahwa dia akan kembali pada Allah Merupakan sikap penuh rasa terima kasih pada Allah, selalu berucap ukur merupakan suatu wujud penghargaan yang tinggi pada Allah atas nikmat yang sudah diberikan. Data yang telah ditemukan dalam penelitian ini dideskripsikan dan dikelompokan menurut Nurgiyantoro yang menyatakan bahwa analisis unsur mengidentifikasi masing-masing unsur Khaerunnisa. Faznur, dan Meilinda/Nilai-Nilai Akhlak dalamA Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. No. Januari 2021 Hal 1 Ae 13 dengan tanpa mengabaikan konteks, menghitung frekuensi kemunculannya, menafsirkan dan mendeskripsikan kontribusinya bagi stile karya fiksi secara keseluruhan (Nurgiyantoro: HASIL DAN PEMBAHASAN Sinopsis Novel Tekad yang bulat, jiwa yang kuat, dan keteguhan hati yang mantap bisa dibuktikan oleh remaja yang bernama Desi dari Sumatra Barat. Sejak kecil Desi penggagum guru matematika yang bernama Bu Marlis. Mulai dari situlah Desi bercita-cita menjadi guru matematika, padahal teman-teman Desi hampir seluruhnya tidak menyukai mata pelajaran Matematika. setelah Desi menyelesaikan jenjang SMA. Desi pemerintah D3 Jurusan Matematika yang nantinya setelah menyelesaikan program tersebut langsung menjadi guru matematika yang akan dikirim keseluruh wilayah Indonesia yang masih kekurangan guru matematika. Sebelum Desi mengikuti program tersebut, orang tua Desi membujuk untuk tidak mengkuti program tesebut karena orang tua Desi tidak mau melihat anaknya tinggal di pelosok-pelosok yang jauh dari peradaban, bahkan orang tua Desi meminta seorang guru untuk membatalkan masuk pada program Tetapi dengan keteguhan hati Desi, tidak ada satu orang pun yang bisa membujuk Desi agar tidak mengikuti program tersebut, padahal Desi adalah anak yang cantik dan pintar. Bisa saja Desi masuk perguruan tinggi negeri yang berkualitas dan masuk ke jurusan tetapi entah kenapa Desi sangat keras hati untuk menjadi guru matematika yang sudah lama menjadi cita-cita Desi. Temuan Penelitian Nilai Takwa Takwa berarti percaya bahwa Allah selalu mengawasi makhluknya, melakukan apa yang diridhai oleh-Nya. Takwa sebagaimana yang sudah dijelaskan sebelumnya sejalan dengan novel Guru Aini karya Andrea Hirata. Hal ini dapat dibuktikan dengan kutipan pada novel tersebut, yaitu: AuTak berminat menjadi model. Bu. Negeri ini kekurangan guru matematika. Bu, terutama di kampung-kampung. Pemerintah sedang menyiapkan generasi untuk membangun teknologi karena itu pemerintah bikin program D-3 guru-guru matematika ini. Ini program yang sangat bagus. Bu, kita harus Ay(Halaman . Pada digambarkan bahwa sosok Desi sudah memantapkan hatinya untuk menjadi guru, walaupun sudah diiming-imingi pekerjaan lain jika mengambil jurusan kuliah bukan pendidikan. Tetapi. Desi tetap pada pendiriannya. Ia percaya bahwa jika ia menjadi seorang guru, kelak akan membantu pemerintah dalam memajukan negara dengan cara mencerdaskan generasi muda yang tentunya membuat perubahan. Desi, merasa tidak enak hati telah menolak dengan keras saran yang diberikan guru dan ibunya. Mereka membujuknya untuk berkuliah dengan jurusan lain agar nantinya ia dapat bekerja di kota dan bisa kedepannya akan dapat hidup mudah. Apalagi Desi adalah seorang yang cerdas, tentu akan sangat mudah mendapatkan pekerjaan yang bagus di kota. Namun, apalah daya. Desi tetap mempertahankan Khaerunnisa. Faznur, dan Meilinda/Nilai-Nilai Akhlak dalamA Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. No. Januari 2021 Hal 1 Ae 13 Hal ini diperkuat melalui kutipan berikut. AuSempat dia merasa tak enak hari mempertahankan pendapatnya. Namun apa boleh buat, dia ingin jujur pada dirinya sendiri, bahwa adalah menjadi guru matematika yang mengajar anak-anak miskin dipelosokAy (Halaman . Nilai Tawakal Tawakal berarti sikap selalu bersandar kepada Allah dengan penuh harapan kepada-Nya dan keyakinan bahwa Dia akan menolong manusia dalam mencari dan menemukan jalan yang terbaik. Masalah tawakal ini dapat dilihat dari Novel Guru Aini sebagaimana pada kutipan berikut. AuDalam pemikiran Guru Desi, jika dia berhasil menemukan dan mendidik seorang anak Kampung Ketumbi matematika, maka anak-anak Kampung Ketumbi lainnya akan melihat bahwa mereka pun bisa meraih sesuatu yang selalu mereka bayangkan tak mungkin dapat mereka raih. Ay (Halaman Pada kutipan di atas, guru Desi sangat yakin bahwa ia dapat menemukan seorang anak yang sangat menjadikannya sebagai panutan bagi warga setempat. Walaupun mencari kriterianya sangatlah sulit, tetapi ia percaya bahwa suatu saat akan muncul anak genius yang akan dididik olehnya. Bahkan saking yakinnya akan hal itu, ia semacam bersumpah pada dirinya sendiri dan ia rela dinilai aneh oleh masyarakat, hal itu dapat dilihat pada kutipan berikut AuDesi berjanji pada dirinya bahwa dia akan terus memakai sepatu olahraga pemberian ayahnya, sampai anak genius Ay (Halaman . Pada awal mengajar, saat semangatnya sedang membara. Guru Desi menemukan murid genius Debut Guru Desi sangat bangga dan sangat mengelu-elukan Debut, tapi sayang suatu hari Debut mulai berhenti belajar, bahkan pindah tempat duduk menjadi barisan paling belakang dan tidak lama Debut memutuskan untuk berhenti sekolah. Guru Desi sangat terpukul, harapannya pupus, dunianya seakan runtuh. Bagaimana tidak seorang genius matematika yang ia cari selama ini pergi begitu saja. Walaupun kepergian Debut membuat Guru Desi berubah derastis menjadi guru yang galak dan disegani. Guru Desi tetap berusaha menemukan pengganti debut. Ia sangat gigih dan tidak mudah putus Hal ini dapat dibuktikan pada kutipan novel berikut. AuDia berusaha introspektif dan Kerap didesainnya sendiri, dicobakannya pada murid-murid, dan gagal juga. Ay (Halaman . Pada novel ini, diceritakan bahwa Aini sangat tidak tertarik pada matematika, bahkan dapat dibilang sangat tidak menyukai matematika Khaerunnisa. Faznur, dan Meilinda/Nilai-Nilai Akhlak dalamA Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. No. Januari 2021 Hal 1 Ae 13 sehingga nilai matematika pada setiap ulangan hanya kisaran 0 sampai 1. Namun. Aini tiba-tiba memiliki tekad matematika, demi menjadi seorang dokter agar bisa menyembuhkan ayahnya yang sakit. Ia rela belajar dengan guru yang sangat ditakuti dan disegani di sekolahnya. Guru Desi. Hal ini dapat dilihat dari kutipan berikut. AuDia hanya ingin berada di kelas Guru Desi. Maka Aini berpikir keras mencari cara melepaskan diri dari kutukan bilangan biner. dan Dia bertekad tak mau lagi dapat nilai ulangan matematika 0 Pada ulangan minggu depan dia akan meningkatkan signifikan, yaitu menjadi 2. Ay (Halaman . Walaupun menjadi genius matematika tidaklah mudah. Aini tetap pada pendiriannya. Di dalam hati dan bagaimana caranya ia harus menjadi dokter, demi ayahnya. Oleh karena itu ia tidak akan menyerah pada pelajaran yang menurutnya sangat sulit itu. Hal ini dapat dilihat pada kutipan berikut. AuTak peduli panas, mendung, hujan, banjir, guruh, petir, dia pasti ke rumah Guru Desi untuk belajar matematika, dan pasti kena damprat. Ay . Nilai Kejujuran Kejujuran yaitu mengatakan sesuatu apa adanya yang sesuai dengan isi hati dan pikiran. Sebelum mendaftarkan dirinya untuk kuliah dengan jurusan pendidikan. Desi ditanya oleh ibu dan gurunya. Alasan mengapa ia sangat ingin menjadi guru Rupanya, hal tersebut dimotivasi oleh guru SD Desi, ia sangat Menurut Desi, gurunya tersebut bagaikan pahlawan bagi muridmuridnya. Dengan mengajar yang sangat menakjubkan. Desi bertekad mulai saat itu untuk mengikuti jejak gurunya itu. Hal ini diutarakan Desi dalam kutipan berikut. AuKarena. karena matematika adalah salah satu ilmu yang paling banyak memecahkan misteri, karena matematika dapat mengubah peradaban, karena ingin menjadi seperti Ibu Marlis. Ay (Halaman . Setelah menjadi guru. Desi mendapat banyak sekali pengalaman mengajar dan tidak ada satupun yang dengan suka rela belajar dengannya karena gaya yang dimilikinya. Tetapi, suatu hari ada murid yang datang kepadanya untuk belajar matematika langsung dengannya, murid itu adalah Aini. Karena merasa tertarik sekaligus penasaran terhadap Aini, akhirnya Desi menanyakan alasan Aini untuk belajar Desi sangat terkejut mendengar jawaban Aini. AuAku mau pintar matematika karena ayahku sakit. Bu, sakit keras, tak ada obatnya. Sudah hampir setahun tergeletak saja di tempat tidur. Aku ingin pintar matematika agar dapat masuk fakultas kedokteran. Bu. Aku ingin menjadi dokter ahli, agar Ay (Halaman . Ketika Aini ditanya oleh Guru Desi, mengapa ia memilih untuk belajar Khaerunnisa. Faznur, dan Meilinda/Nilai-Nilai Akhlak dalamA Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. No. Januari 2021 Hal 1 Ae 13 dengan Guru Desi yang sangat garang, berikut adalah jawaban jujur Aini pada kutipan novel tersebut. AuDapat belajar matematika dari Ibu adalah kesempatan terbaik yang pernah kudapat dalam hidupku. Bu. Aku tak ingin belajar matematika pada orang lain. Ay (Halaman . Sejalan dengan hal itu. Aini berkata bahwa selama ini, ia sudah muak menjadi murid yang tidak tahu apa-apa. Meskipun ia sudah memasuki jenjang sekolah menengah atas, hal ini dapat dibuktikan pada kutipan berikut. AuSudah terlalu lama aku menjadi anak bodoh. Bu. Aku trauma menjadi anak bodoh. Aku tak mau kembali menjadi anak bodoh. Ay (Halaman . Nilai Keikhlasan Ikhlas menerima dalam tingkah laku dan sikap serta perbuatan yang semata-mata hanya demi memperoleh keridhaan Allah dan bebas dari pamrih lahir dan batin dari manusia. Seperti halnya dalam novel ini diceritakan bahwa Guru Desi ikhlas mengajar matematika, hingga ia menolak hampir semua pemberian wali murid sebagai ucapan terima kasih karena sudah mau mengajar anak mereka, dan bantuan dari orang tuanya. Hal ini dapat dibuktikan pada kutipan berikut. AuKarena itu Guru Desi tak punya harta. Dia pun selalu menolak bantuan uang dari ibunya yanng kaya karena katanya dia telah mandiri. Ay . Selain memberikan amanat pada pembaca agar ikhlas dalam menjalankan sesuatu dan menikmati setiap proses yang terjadi dalam hidup. Hal ini dapat dibuktikan pada kutipan berikut. AuDalam panjang menuju keikhlasan, kita akan menemukan harapan. Dalam berliku-liku Namun kejujuran pada diri sendiri, akhirnnya kita pulangAy. (Halaman . Akhir cerita. Aini diceritakan berhasil masuk fakultas kedokteran seperti yang ia inginkan. Dengan segala upaya ia lakukan, demi masuk dan berkuliah di fakultas kedokteran. Namun, apa daya biaya kuliah yang begitu mahal membuatnya harus mengikhlaskan keinginannya itu. Merelakan walaupun tidak mudah untuk berlapang dada menerima hasil akhirnya dan segala usaha yang dilakukannya selama ini terasa sia-sia. Aini tetap tegar menghadapi kenyataan, hal ini dapat dibuktikan pada kutipan berikut. AuDia tahu dia telah berhasil masuk fakultas kedoktean namun dia juga tahu dia telah kedokteranAy. (Halaman . Nilai Kesabaran Dalam novel Guru Aini, diceritakan tokoh Aini sangat anti dengan matematika, hingga akhirnya ketika Ayahnya sakit, ia berubah secara Memiliki ambisi menjadi genius matematika menjadinya dicibir Khaerunnisa. Faznur, dan Meilinda/Nilai-Nilai Akhlak dalamA Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. No. Januari 2021 Hal 1 Ae 13 orang sekitarnya, karena orang disekitarnya paham betul bagaimana Aini, mereka sudah merasa sangat pesimis pada Aini. Jangankan menjadi genius matematika, mendapatkan nilai 5 dalam ulangan rasanya tidak Apalagi Aini memutuskan untuk pindah kelas dan belajar matematika dari guru yang sangat ditakuti, yang sangat tegas akan sistem belajar di kelasnya. Walaupun Aini mendapat cibiran, ledekan, yang membuatnya semakin tertekan tetapi ia tidak memedulikan hal itu, jelaslah hal ini membuktikan sikap sabar Aini. Hal tersebut dapat dilihat pada kutipan AuAini telan pahit-pahit ledekan yang makin sering didengarnya dari kawan-kawan sekelas barunya itu. Ay (Halaman . Nilai Syukur Syukur yaitu sikap penuh terima kasih dan penghargaan atas segala nikmat dan karunia yang tidak dianugrahkan Allah kepada manusia. Hal ini sejalan dengan penokohan dalam novel Guru Aini karya Andrea Hirata yang dapat dibuktikan pada kutipan berikut. AuDia hidup sendiri di rumah dinas tipe 21 di perumahan guru, tak ada furnitur, apalagi Tak ada benda elektronk maupun hiasan. Yang ada hanya buku yang bertumpuktumpuk sudut-sudutAy. (Halaman . Tentunya hal ini merupakan sikap Guru Desi, walaupun pada kenyataannya ia memiliki hidup yang berkecukupan, dan juga bisa saja ia hidup makmur di desa tersebut berkat bantuan juga hadiah dari setiap wali murid anak muridnya, ia merasa hidup seperti itu sudah cukup. Seiring berjalannya waktu. Aini yang tadinya merasa dirinya gelap akan angka mengalami peningkatan, setelah ditemukannya metode belajar yang cocok untuknya oleh Guru Desi. Setiap sore Guru Desi tak henti-hentinya memberikan Aini makanan berupa angka-angka tersebut. Dan Guru Desi merasa usahanya tidak sia-sia setiap sore memberi makan Aini angka itu, hal ini dapat dibuktikan pada kutipan AuTersenyum bangga Guru Desi membuka buku ulangannya dan memperlihatkan nilainya yang menyundul-nyundul angka 7 dan 8. Ay (Halaman . Berkat kerja keras Guru Desi dan semangat Aini dalam belajar. Aini merasa pencapaiannya sudah mulai terlihat hasilnya ia sangat bersyukur dapat dididik oleh Guru Desi, hal ini dubuktikan melalui kutipan berikut. AuKekagumanku padamu adalah sumur tak berdasar. Guru. Sungguh luas pengetahuanmu. Betapa menjadi muridmu. Ay (Halaman Setelah perjalanan panjang yang ditempuh oleh Aini dan Guru Desi, sampailah mereka ditujuan akhir, yaitu kelulusan sekolah. Aini berhasil lulus menjadi salah satu murid terbaik di sekolahnya. Tentu saja ini berkat semangat dan kemauannya yang tinggi dalam berusaha menjadi genius matematika, dan dukungan orang tua serta Guru Desi. Ibu Aini, yang dulu Khaerunnisa. Faznur, dan Meilinda/Nilai-Nilai Akhlak dalamA Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. No. Januari 2021 Hal 1 Ae 13 juga merupakan murid Guru Desi tak percaya anaknya itu berhasil dididik Guru Desi. Ibu Aini merasa tidak menyangka anaknya yang dianggap fobia terhadap angka akhirnya bisa menjadi salah satu lulusan terbaik sekolah tersebut. Hal ini dibuktikan dengan kutipan berikut. AuIbu Aini berdiri terharu di pojok sana. Dia seakan tak percaya akan apa yang baru dikatakan Kepala Sekolah. Berkaca-kaca Ay (Halaman . Guru Desi bersyukur memiliki murid seperti Aini yang tidak mudah menyerah, dan sabar Berkat Aini juga Guru Desi dapat mewujudkan cita-citanya untuk mendidik seorang genius Hal ini dapat dibuktikan dengan kutipan berikut. AuOh, terbalik. Aini, kaulah yang telah memperlihatkan dunia Sebelumnya kusangka di dunia ini tak ada murid Bertahun-tahun mengajar, tak pernah aku melihat muid begitu gigih belajar Lihatlah sekarang, dalam tingkatanmu, kau telah menguasai matematika, salah satu ilmu paling sulit di dunia ini. Kau adalah perempuan muda Indonesia yang hebat. Aini. Ay (Halaman . PENUTUP Simpulan Berdasarkan seluruh uraian dan pembahasan tentang nilai-nilai Akhlak yang terkandung dalam novel Guru Aini karya Andrea Hirata, selanjutnya dapat diambil kesimpulan bahwa novel Guru Aini karya Andrea Hirata sarat akan nilai-nilai Akhlak yang dapat dijadikan sebagai contoh yang baik untuk pembaca novel ini. Novel ini disajikan dalam gaya bahasa yang cukup mudah dimengerti serta tokoh utamanya sangat inspiratif untuk dijadikan tauladan bagi kaum muda yang sedang meraih cita-cita. Di dalam novel ini terdapat 6 kutipan dari nilai takwa, 14 kutipan nilai tawakal, 18 kutipan dari nilai kejujuran, 4 kutipan dari nilai keikhlasan, 1 kutipan dari nilai sabar, dan 14 kutipan dari nilai Melalui novel tersebut, pembaca dapat mengambil banyak manfaat dan pembelajaran yang ada di dalam cerita, karena novel tersebut disajikan melalui perpaduan kisah nyata yang dialami oleh penulis dengan kisah sehari-hari yang diimajinasikan oleh penulis. Saran Nilai-nilai Akhlak dalam novel Guru Aini karya Andera Hirata dapat diaplikasikan dalam kehidupan seharihari, baik dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah maupun dalam pergaulan di lingkungan masyarakat. Kajian nilai-nilai Akhlak dalam novel Guru Aini karya Andrea Hirata ini belum dikatakan sempurna, karena keterbatasan waktu, pengetahuan, metode, dan ketajaman analisis yang peneliti miliki. Untuk itu, tidak menutup kemungkinan penelitipeneliti yang lain akan berkenan mengkaji ulang novel Guru Aini karya Andrea Hirata. UCAPAN TERIMA KASIH Terima Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta. LPPM Universitas Muhammadiyah Jakarta atas pendanaan dan fasilitasnya Dekan Fakultas Ilmu Khaerunnisa. Faznur, dan Meilinda/Nilai-Nilai Akhlak dalamA Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. No. Januari 2021 Hal 1 Ae 13 Pendidikan serta Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia atas motivasinya kepada penulis sehingga penelitian ini terlaksana dengan baik. Majelis Dikdasmen Muhamadiyah. ALIslam dan Kemuhammadiyahan Kelas X Semester I. Yogyakarta: Mentari Pustaka. DAFTAR PUSTAKA Atjeh. Abu Bakar. Filsafat dalam Islam. Semarang: CV. Ramadhani Moleong. Lexy. Metodologi Penelitian Kualitatif Bandung: PT Remaja Rosda Karya. Alim. Muhammad. Pendidikan Agama Islam: Upaya Membentuk Kepribadian Muslim. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Mustofa. Akhlak Tasawuf. Bandung: Pustaka Setia. Emzir. Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Endraswara. Suwardi. Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka