Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 PENGARUH STRUKTUR MODAL TERHADAP PROFITABILITAS PADA PERUSAHAAN TELEKOMUNIKASI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) PERIODE 2015-2020 Julia Agustina* . Shinta Avriyanti agustinajulia03@gmail. com , shinta_avriyanti. stia_tabalong@yahoo. Program Studi Administrasi Niaga Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong Komplek Stadion Olahraga Saraba Kawa Pembataan Tanjung - Tabalong Telp. /Fax. 0856-2022-484 Kode Pos 71571 Email: Info@stiatabalong. ABSTRAK Struktur Modal adalah perimbangan atau perbandingan antara jumlah hutang jangka panjang dan modal sendiri. Struktur modal yang optimal merupakan perimbangan antara penggunaan modal sendiri dengan pengunaan pinjaman jangka panjang. Kombinasi yang tepat dalam pemilihan modal yang dipilih, akan mampu menghasilkan struktur modal yang optimal, yang mampu menjadi pondasi kuat bagi bagi Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada pengaruh Struktur Modal terhadap profitabilitas pada perusahaan telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2015-2020. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh struktur modal terhadap profitabilitas pada perusahaan telekomunikasi yang terdaftar diBursa Efek Indonesia (BEI) periode 2015-2020. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi yaitu mengumpulkan data-data dari Annual Report perusahaan yang telah tercatat atau dipublikasikan secara Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Perusahaan Telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2015-2020. Jumlah populasi penelitian ini adalah 10 Perusahaan. Sampel penelitian ini adalah perusahaan Telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang membagikan laporan kelengkapan dari tahun 2015-2020, yaitu sebanyak 5 perusahaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh Struktur modal terhadap profitabilitas pada perusahaan telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2015-2020. Besarnya pengaruh struktur modal terhadap profitabilitas pada perusahaan telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2015-2020 yaitu sebesar 37,5% dan sisanya sebesar 62,5% dapat dipengaruhi oleh variabel lainnya. Kata Kunci : Struktur Modal. Profitabilitas. GSCA THE INFLUENCE OF CAPITAL STRUCTURE ON PROFITABILITY IN TELECOMMUNICATION COMPANIES LISTED ON THE INDONESIA STOCK EXCHANGE (IDX) FOR THE 2015-2020 PERIOD ABSTRACT Capital structure refers to the balance or ratio between long-term debt and equity. An optimal capital structure is the balance between the use of equity and long-term debt. The right combination in the selection of capital can produce an optimal capital structure, which can serve as a strong foundation for a The purpose of this study is to determine whether there is an influence of capital structure on profitability in telecommunication companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the 20152020 period and to measure the extent of this influence. This research uses a quantitative method, with data collection conducted through documentation techniques by gathering data from the annual reports of companies officially recorded and published. The population for this study consists of telecommunication companies listed on the IDX during 2015-2020, totaling 10 companies. The sample includes 5 telecommunication companies listed on the IDX that provided complete reports for the 2015-2020 period. The results of the study indicate that there is an influence of capital structure on profitability in JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 telecommunication companies listed on the IDX for the 2015-2020 period. The influence of capital structure on profitability in these companies is 37. 5%, while the remaining 62. 5% is influenced by other variables. Keywords: Capital Structure. Profitability. GSCA PENDAHULUAN Pada zaman milenial saat ini, perkembangan teknologi informasi semakin memudahkan setiap orang untuk berintegrasi dengan orang lain dan semakin memudahkan setiap orang untuk dapat informasi mengenai berbagai aspek kehidupan, salah satunya adalah aspek perekonomian dan Secara real time Salah satu sector bisnis yang berkembangan pesat adalah industri Perusahaan telekomunikasi dipilih sebagai objek penelitian karena perkembangan industri telekomunikasi dewasa ini semakin meningkat Terdapat banyak permintaan konsumen akan sarana operator telekomunikasi baru bermunculan dengan beragam jenis dan fitur-fitur penunjang sebagai keunggulan produk mereka. Dalam menjalankan jenis usaha sebagai Telekomunikasi membutuhkan sumber dana. Sumber dana dapat dari sumber modal pinjaman dan sumber modal Salah satu industri yang sangat berkembang pada saat ini adalah industri telekomunikasi. Industri telekomunikasi merupakan industri yang berpengaruh besar terhadap kelancaran kegiatan ekonomi dan bisnis, dengan ini semua informasi dapat diperoleh dengan cepat dan tepat. Secara umum terdapat 10 perusahaan industri telekomunikasi yang ada di Indonesia yaitu PT Telkom Indonesia Tbk. PT XL Axiata Tbk. PT Indosat Tbk. PT Smartfren Telecom Tbk. PT Jasnita Telekomindo Tbk. PT Daya Mitra Telekomunikasi Tbk. PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. PT Sarana Menara Nusantara Tbk. PT Gihon Telekomunikasi Indonesia dan PT Protech Mitra Perkasa Tbk. Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. Analisis keuntungan biasanya didasarka pada informasi yang terdapat dalam laporan laba rugi. Perhitungan rasio keuntungan menggunakan data dari neraca. Rasio-rasio tersebut JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 menunjukkan seberapa mampu perusahaan dalam Rasio merupakan rasio yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba selam periode tertentu dan memberikan gambaran tentang tingkat efektifitas manajemen dalam melaksanakan operasinya. Efektifitas dapat dilihat dari laba yang dihasilkan terhadap penjualan dan investasi perusahaan. Struktur Modal adalah perimbangan atau perbandingan antara jumlah hutang jangka panjang dan modal sendiri. Struktur modal yang pengunaan modal sendiri dengan pengunaan pinjaman jangka panjang. Kombinasi yang tepat dalam pemilihan modal yang dipilih, akan mampu menghasilkan struktur modal yang optimal, yang mampu menjadi pondasi kuat bagi bagi Perekomonian terus berubah dan persaingan memungkinkan para eksekutif untuk terus meningkatkan keuntungan atau profitabilitas perusahaan dengan mendirikan dan menjalankan bisnis mereka. Oleh karena itu, perusahaan memerlukan aset yang besar untuk meningkatkan keuntungannya dan kebutuhan dana tersebut akan meningkat seiring dengan berbagai kegiatan pembesaran yang dicapai oleh perusahaan. Kebutuhan keuangan berasal dari aset dalam dan luar perusahaan. Aset dalam yang dimaksud yaitu aset modal yang dimulai dari dalam perusahaan itu sendiri dan aset luar yaitu sumber modal dari luar perusahaan yang dikenal dengan sebagai modal pinjaman. Struktur modal merupakan salah satu komponen terpenting yang harus dikelola dan digunakan secara efektif dan efisien untuk (Rosyadah, 2. Struktur modal merupakan bagian terpenting dalam pertumbuhan dan ketahanan suatu Karena baik buruknya kondisi keuangan perusahaan ditentukan oleh struktur Oleh karena itu, penting untuk memahami Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 tentang struktur modal. Jika hutang jangka panjang perusahaan melebihi laba di tahan, perusahaan dapat mengalami kerugian besar. Struktur modal akan mengatur keseimbangan dalam perusahaan. Dengan adanya manajemen struktur modal, perusahaan bisa mengalokasikan dananya untuk kegiatan-kegiatan yang sesuai dan bermanfaat bagi kelangsungan perusahaan. Adapun profitabilitas yaitu struktur modal. Menurut (Maulana, 2. struktur modal merupakan gabungan sumber dana jangka panjang yang digunakan perusahaan. Struktur modal penting bagi organisasi karena baik buruknya struktur modal akan mempengaruhi keadaan keuangan organisasi, khususnya dengan adanya hutang yang sangat besar akan menimbulkan beban yang berat bagi perusahaan. Hutang mempunyai kaitan dengan struktur Debt to Asset Ratio (DER) dan Debt to Equity Ratio (DAR) merupakan alat untuk mengukur struktur modal. Aset perusahaan yang dibiayai oleh total hutangnya digunakan sebagai alat ukur untuk mengukur struktur modal. Aset perusahaan yang dibiayai oleh total hutangnya digunakan sebagai alat ukur Debt to Asset Ratio (DAR). Debt to Asset Ratio (DAR) yang tinggi, maka bertambah banyak hutang perusahaan untuk membayar aset perusahaan serta untuk menghasilkan laba. Perusahaan yang memiliki aset yang mampu membayar utangnya, maka dapat dikatakan perusahaan itu bisa diatasi (Syamsudin, 2. Sementara itu rasio yang digunakan sebagai pengukur utang dan ekuitas perusahaan disebut Debt to Equity Ratio (DAR) (Kasmir. Bank dan Lembaga Keuangan , 2. Salah satu kunci untuk mengukur prospek profitabilitas perusahaan. Rasio untuk mengukur pendapatan disebut rasio profitabilitas, serta memberikan derajat efektivitas menejemen suatu perusahaan (Kasmir. Analisis laporan keuangan. Dalam riset ini, rasio profitabilitas diubah menjadi diukur melalui Return On Equity (ROE). Alasan menggunakan Return On Equity (ROE) adalah karena digunakan untuk mengukur tingkat pengembalian yang dihasilkan dari suatu investasi JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 yang menjadi hak pemegang saham. Semakin tinggi rasio Return On Equity (ROE) maka semakin tinggi laba yang dihasilkan dan semakin baik kinerja perusahaan. Indikator yang sering digunakan investor sebelum beinvestasi di suatu perusahaan yaitu menggunakan Return On Equity (ROE). Investor membutuhkan rasio ini agar mengetahui apakah kinerja keuangan perusahaan cukup baik sebelum berinvestasi. Return On Equity (ROE) juga berfungsi untuk menemuka masalah yang mungkin tidak terlihat di permukaan perusahaan. Pengaruh struktur modal terhadap kinerja perusahaan telah menjadi perdebatan panjang dalam berbagai literatur akuntansi. Terdapat berbagai teori yang menjelaskan pengaruh struktur modal terhadap kinerja perusahaan. Sejumlah penelitian yang menguji pengaruh struktur modal terhadap kinerja perusahaan telah dilakukan dan menampakkan hasil yang berbedabeda. Pada penelitian ini untuk struktur modal menggunakan rasio solvabilitas yang artinya rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai dengan utang. Rasio yang digunakan dalam penelitian adalah Debt to Equity Ratio (DER), dan Debt to Asset Ratio (DAR). Debt to Asset Ratio (DAR) digunakan untuk mengukur perbandingan antara total utang dengan total aktiva (Kasmir, 2. Debt to Equity Ratio (DER) digunakan untuk mengukur seberapa besar aktiva perusahaan dibiyai oleh kreditur (Kasmir, 2. Dalam penelitian pengukuran rasio profitabilitas menggunakan rumus Return on Equity (ROE). Return on Equity (ROE) digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dengan memanfaatkan ekuitas yang dimilikinya (Kasmir, 2. Telekomunikasi merupakan sector penting yang mendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Pertumbuhan ekonomi di Indonesia kesempatan besar untuk memperluas bisnis Untuk mendukung kegiatan bisnis mereka, perusahaan-perusahaan membutuhkan lebih banyak modal dan menentukan proporsi yang tepat modal penting untuk mencapai nilai Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 optimal dari perusahaan. Seiring perkembangan teknologi berbagai macam produk dan jasa telekomunikasi mulai banyak bermunculan dan saling bersaing untuk meningkatkan kinerja agar lebih optimal. Perusahaan di Indonesia memiliki perkembangan yang sangat pesat seiring dengan perkembangan teknologi informasi. Dengan menggunakan alat komunikasi saat ini tentunya mampu menghemat biaya. Pentingnya perusahaan sektor telekomunikasi karena sektor telekomunikasi adalah salah satu sektor yang memiliki peran penting dalam pencapaian pertumbuhan ekonomi di Indonesia dan jumlah penyerapan tenaga kerja, mengingat setiap kegiatan yang berkaitan dengan ekonomi harus dilakukan dengan cepat maka dalam sektor juga harus ditingkatkan menjadi lebih berkualitas dan semakin berkembang. Dengan demikian dalam memecahkan masalah yang dialami perusahaan maka dibutuhkan struktur modal yang dapat profitabilitas yang optimal untuk mencapai laba yang dirancang sebagai tujuan suatu perusahaan. Berdasarkan uraian diatas judul yang dapat dikemukakan oleh penulis yang akan diteliti yaitu: AuPengaruh Struktur Modal Terhadap Profitabilitas Pada Perusahaan Telekomunikasi Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode Tahun 20152020Ay. Dari judul diatas, diharapkan penelitian ini dapat memberikan manfaat baik secara teoritis maupun praktis, sebagai berikut :. Manfaat Teoritis Manfaat teoritis merupakan manfaat yang berkenaan dengan ilmu pengetahuan, dalam hal ini ilmu linguistic atau kebahasaan. Berkenaan dengan hal ini yaitu sebagai tambahan ilmu pengetahuan bagi peneliti dan pembaca khususnya mengenai implikatur dan infrensi pada percakapan. Adapun manfaat penelitian yang di hasilkan dari penelitian terdahulu yaitu. Didukung oleh (Stein, 2. hasil penelitian menyimpulkan bahwa Debt to Equity Ratio (DER) parsial berpengaruh signifikan terhadap Return On Equity (ROE) pada perusahaan industry tekstil dan garmen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2006-2010. JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 Tidak didukung oleh . (Ahmad, 2. hasilnya menunjukan bahwa Variable Current Ratio. Debt to Equity Ratio. Debt to Asset Ratio, dan Working Turnover tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan (Return On Investmen. Hasil penelitian yang dilakukan oleh (Leny, 2. yang meneliti mengenai. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: Devt to Asset Ratio (DAR) tidak berpengaruh dengan arah negative terhadap kinerja keuangan. Debt to Equity Ratio (DER) tidak berpengaruh dengan arah positif terhadap kinerja keuangan. Long Term Debt to Equity Ratio (LDER) keuangan, dan Time Interest Earned Rati (TIER) berpengaruh positif kinerja keuangan. (Abor, 2. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: Menghasilkan hutang jangka panjang berpengaruh negative pada Return On Equity (ROE). (Cahyani, 2. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa variable Debt to Equity Ratio (DER). Debt to Assets Ratio (DAR) profitabilitas perusahaan. (Binangkit, 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variable Debt to Equity Ratio (DER) dan Debt to Assets Ratio (DAR) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perusahaan, sedangkan Equity to Asset Ratio (EAR) berpengaruh negative namun tidak signifikan terhadap kinerja perusahaan. Manfaat Praktis Akademis Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan referensi untuk penelitian selanjutnya dalam bidang keuangan khususnya pada pascasarjana administrasi bisnis yang nantinya ada berkelanjutan mengenai risiko operasional terhadap profitabilitas. Perusahaan Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan, pengetahuan, dan pemahaman untuk perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) akan pentingnya struktur modal terhadap profitabilitas. Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 Penulis Penelitian ini bertujuan untuk menambah pengetahuan dalam penerapan teori keuangan khususnya berhubungan dengan struktur modal terhadap profitabilitas. LANDASAN TEORI Penelitian Terdahulu (Stein, 2. Pada penelitian ini terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara variabel struktur modal yang terdiri dari Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Profitabilitas pada perusahaan industri Tekstil dan Garment yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI dan Variabel manakah yang paling dominan mempengaruhi struktur modal terhadap Profitabilitas pada perusahaan-perusahaan industri Tekstil dan Garment yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis pengaruh struktur modal Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Return On Equity (ROE) pada perusahaanperusahaan industri tekstildan garment yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), selain itu untuk mengetahui variabel struktur modal mana yang memiliki pengaruh dominan pada perusahaan-perusahaan industri tekstil dan garment yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2006-2010. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif dan verifikatif. Analisa deskritif dilakukan untuk memperoleh kejelasan mengenai ciri-ciri variabel yang diteliti atau untuk menggambarkan perilaku variabel-variabel yang diamati berdasarkan data-data statistik diperoleh. Sedangkan verikatif dilakukan untuk menguji hipotesis dengan menggunakan alat uji stastik yaitu metode regresi berganda. Penelitian dengan metode deskriptif dilakukan untuk mengetahui Sedangkan metode verikatif dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh struktur modal terhadap Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah data berupa laporan keuangan perusahaan-perusahaan tekstil dan garment yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 (BEI) periode dari tahun 2006-2010. Dari perusahaan tekstil dan garment yang terdaftar di BEI, terdapat 17 perusahaan tekstil dan garment yang memenuhi syarat sebagi sampel Yang meneliti mengenai pengaruh struktur modal yang diukur dengan Debt to Equity Ratio (DER) terhadap profitabilitas yang diukur dengan Return on Equity (ROE). Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa Debt to Equity Ratio (DER) parsial berpengaruh signifikan negatif terhadap Return on Equity (ROE) pada perusahaan industri tekstil dan garment yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) 2006-2010. (Ahmad, 2. Dalam penelitian ini adalahVariabel apakah variabel Current Ratio (CR). Debt to Equity Ratio (DER). Debt Ratio (DR). Total Assets Turnover (TAT). Working Capital Turnover (WCT), dan Net Profit Margin (NPM) secara simultan berpengaruh terhadap Return on Investmet (ROI) perusahaan jasa Telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Apakah variabel Current Ratio (CR). Debt Ratio (DR). Total Assets Turnover (TAT). Working Capital Turnover (WCT) , dan Net Profit Margin (NPM) secara parsial berpengaruh terhadap Return on Investment (ROI) perusahaan jasa Telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, dan variabel manakah dari variabel tersebut yang dominan mempengaruhi Return on Investment (ROI) perusahaan jasa Telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Metode penelitian bersifat eksplanasi yait penelitian yang tjuannya untuk menguji berbagai hubungan dari variabelvariabel yang dihipotesiskan. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Current ratio (CR). Debt to Equity Ratio (DER). Debt Ratio (DR). Total Assets Turnover (TATO). Working Capital Turnover (WCTO), dan Net Profit Margin (NPM), serta Return on Invesment (ROI). Populasi pada penelitian ini adalah seluruh industry telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, yaitu sebanyak tujuh perusahaan telekomunikasi yang terdaftar. Sedangkan sampel yang diambil dalam penelitian ini menggunakan Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 metode sampel bertujuan . urposive samplin. ekaran, 2006, . , dengan menggunakan lima perusahaan telekomunikasi sebagai Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Current Ratio (CR). Debt to Equity Ratio (DER). Debt to Asset Ratio (DAR), dan Working Capital Turnover (WCT) tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan Return On Investment (ROI). (Violita dan Sulasmiati,2. Yang meneliti pengaruh struktur modal terhadap profitabilitas . tudi pada perusahaan food and beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2013-2. Nilai profitabilitas dan harga saham perusahaan merupakan informasi yang sangat penting bagi investor sebagai dasar pertimbangan kegiatan saham yang akan Struktur modal mempunyai pengaruh terhadap profitabilitas, semakin membaik struktur modal memberikan keterlibatan pada Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh struktur modal yang diukur oleh Debt Ratio (DR) dan Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Profitabilitas yang diukur dengan Return On Asset (ROA) dan Return ON Equity (ROE) secara simultan dan parsial pada perusahaan food and beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2013-2016. Penelitian ini menggunakan explanatory research, dengan pendekatan kuantutatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data Sampel yang digunakan adalah perusahaan food and beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebanyak 14 Metode analisis menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menyimpulkan struktur modal yang diukur Debt Ratio (DR) dan Debt to Equity Ratio (DER) secara simultan berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas yang diukur dengan Return On Asset (ROA) dan Return On Equity (ROE). Debt Ratio (DR) dan Debt to Equity Ratio (DER) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Return On Asset (ROA). Debt Ratio (DR) dan Debt to Equity Ratio JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 (DER) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Return On Equity (ROE). (Maulita, 2. Yang meneliti pengaruh Debt to Equity Ratio (DER). Debt to Assets Ratio (DAR), dan Long term Debt to Equity Ratio (LDER) Profitabilitas . tudi perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2011-2. Variabel dalam penelitian ini adalah variabel independen yaitu Debt to Equity Ratio (DER). Debt to Asset Ratio (DAR) dan Long Term Debt to Ratio (LTDR). Variabel Dependen yaitu Profitabilitas. Alat analisis dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda dengan bantuan SPSS VS. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif assosiatif. Populasi dan dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2011-2016. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggnukan purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Debt to Equity Ratio (DER) tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas. Debt to Asset Ratio (DAR) tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas. Long term Debt to Equity Ratio (LDER) berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas. Debt to Equity Ratio (DER). Debt to Asset Ratio (DAR), dan Long term Debt to Equity Ratio (LDER) secara silmutan berpengaruh signifikan terhadap (Rifna Nur Cahyani, 2. Pada penelitian ini apakah Debt to Equity Ratio (DER). Debt to Total Assets Ratio (DAR), dan Current Ratio (CAR) berpengaruh terhadap profitabilitas Return On Equity (ROE) khususnya perusahaan manufaktur yang telah terdafatar di Bursa Efek Indonesia tahun 2010-2012. Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh Debt to Equity Ratio (DAR) terhadap Profitabilitas Return On Equity (ROE) dan Pengaruh Debt to Total Assets Ratio (DAR) terhadp Profitabilitas Return On Equity (ROE). Metode penelitian variable dependen atau variable terikat (Y) Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 yang digunakan dalam profitabilitas diukur dengan Return On Equity (ROE) dan variable independen atau variable bebas (X) yang digunakan dalam penelitian ini adalah Debt to Equity Ratio (DER). Debt Ratio (DR) atau Debt to Assets Ratio (DAR),dan Current Ratio (CR). Populasi dan sampel dalam penelitian adalah seluruh perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2010,2011, dan 2012. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variable Debt to Equity Ratio (DER). Debt to Assets Ratio (DAR), profitabilitas, sedangkan variable Current Assets (CR) memiliki hubungan positif terhadap profitabilitas perusahaan. Struktur Modal Menurut (Sjahrial, 2. struktur modal merupakan perimbangan antara penggunaan modal pinjaman yang terdiri dari : hutang jangka pendek, dan hutang jangka panjang dengan modal sendiri yang terdiri dari saham prefren dan saham Sedangkan menurut (Fahmi. Analisis Laporan Keuangan, 2. struktur modal merupakan gambaran dari bentuk proporsi finansial perusahaan yaitu antara modal yang dimiliki yang bersumber dari utang jangka panjang dan modal sendiri yang mejadi sumber pembiayaan suatu perusahaan. Dan menurut (Sumbaramanyam, merupakan pendanaan ekuitas dan utang pada suatu perusahaan. Teori Struktur Modal Teori Modigliani dan Miller (MM) Sebuah studi di Amerika yang dilakukan oleh Franco Modigliani dan Merton Miller di tahun 1958 menjelaskan secara teoritis pengaruh komposisi struktur modal terhdap nilai perusahaan. Penelitian ini didasarkan pada asumsi pasar modal yang sempurna. Pasar modal yang sempurna adalah pasar modal yang sangat kompetitif, tidak mengenal pajak, tidak mengenal biaya transaksi, dan investor memiliki ekspektasi yang sama terhadap return dan risk perusahaan. Nilai sebuah perusahaan akan meningkat seiring JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 dengan meningkatnya struktur modalnya Debt To Equity Ratio (DER), karena adanya efek dari Corporate Tax Rate Shield (Modigliani dan Miller, 1994, dalam Suad Husnan, 2. Teori Trade-Off Menurut trade-off teory yang diungkapkan oleh (Brealey, 2. , perusahaan akan berhutang sampai pada tingkat hutang tertentu, dimana penghematan pajak . ax shield. dari tambahan hutang sama dengan biaya kesulitan keuangan . inancial distres. Tingkat hutang yang optimal tercapai ketika penghematan pajak . ax shield. mencapai jumlah yang maksimal terhadap biaya kesulitan keuangan . osts of financial distres. Trade-off theory mempunyai implikasi bahwa manajer akan berpikir dalam kerangka trade-off antara penghematan pajak dan biaya kesulitan keuangan dalam penentuan struktur Perusahaan-perusahaan dengan tingkat profitabilitas yang tinggi tentu akan berusaha meningkatkan rasio hutangnya, sehingga tambahan hutang tersebut akan mengurangi Dalam kenyataannya jarang manajer keuangan yang berpikir demikian. Pecking Order Theory Teori ini pertama kali dikenalkan oleh Donaldson pada tahun 1961 sedangkan penamaan Pecking Order Theory dilakukan Oleh Myers 1984. Dalam Pecking Order Theory manajer konsisten dengan tujuan utama perusahaan yaitu memakmurkan kekayaan pemegang saham. Pada Pecking Order Theory mengatakan bahwa perusahaan lebih cenderung memilih pendanaan yang berasal dari internal dari pada eksternal perusahaan. Penggunaan dana internal lebih didahulukan dibandingkan dengan penggunaan dana yang bersumber dari Pecking Order Theory menggambarkan sebuah tingkatan dalam pencarian dana perusahaan yang menunjukkan perusahaan lebih memilih menggunakan internal equity dalam membiayai investasi dan mengimplementasikannya sebagai peluang Pecking Order Theory ini dapat Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 menjelaskan mengapa perusahaan yang mempunyai tingkat keuntungan yang tinggi justru mempunyai tingkat utang yang kecil. Faktor yang Mempengaruhi Struktur Modal Pertumbuhan Aktiva Pertumbuhan aktiva pada dasarnya menginvestasikan dana yang ia miliki untuk kegiatan operasi dan investasi. Peningkatan jumlah aktiva, baik aktiva lancar maupun aktiva jangka panjang membutuhkan dana, dengan alternatif pendanaan internal atau dengan pendanaan Menurut (Hartono, 2. , perusahaan yang melakukan investasi melebihi jumlah laba ditahan memungkinkan adanya peningkatan jumlah Ukuran Perusahaan Ukuran perusahaan merupakan gambaran kemampuan financial perusahaan dalam suatu periode tertentu. Ukuran perusahaan yang besar, dianggap sebagai suatu indikator yang menggambarkan tingkat risiko bagi investor untuk melakukan investasi pada perusahaan tersebut, karena jika perusahaan memiliki kemampuan financial yang baik, maka diyakini bahwa perusahaan tersebut juga mampu memberikan tingkat pengembalian yang memadai bagi investor. Dalam beberapa penelitian, kemampuan financial perusahaan dilihat dari berbagai sisi, yaitu dilihat dari penjualan bersih atau jumlah aktiva yang dimiliki oleh perusahaan. Keuntungan Tingkat pengembalian yang tinggi akan memungkinkan untuk membiayai sebagian besar kebutuhan pendanaan dengan dana yang dihasilkan secara internal. Profitabilitas berpengaruh negative terhadap struktur modal perusahaan, (Bhaduri, 2. Semakin tinggi keuntungan yang diperoleh berarti semakin rendah kebutuhan dana eksternal . sehingga semakin rendah pula struktur Risiko Bisnis Risiko bisnis suatu perusahaan adalah tingkat risiko dari operasi perusahaan apabila perusahaan tersebut tidak menggunakan utang. JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 Risiko ini berkaitan dengan proyeksi tingkat pengembalian atas ekuitas dari perusahaan Semakin besar standar deviasi Return On Equity (ROE) maka semakin besar risiko bisnis yang dihadapi. Hal ini menjadikan perusahaan di masa yang akan datang sehingga akan menaikkan cost of debt apabila akan memberikan utang kepada suatu perusahaan. Pertumbuhan Salah satu karakteristik yang dapat mewakili prospek masa depan perusahaan adalah pertumbuhan dalam penjualan. Hal ini tentu menjadi pertimbangan para kreditor dalam memutuskan masalah pemberian pinjaman kepada suatu perusahaan. Semakin besar rasio pertumbuhan penjualan suatu perusahaan maka semakin besar peluang mendapatkan pinjaman dari kreditor sehingga semakin besar pula utang yang bisa dimiliki oleh sebuah perusahaan. Indikator Struktur Modal Debt to Equity Ratio (DER) Debt to Equity Ratio (DER) digunakan untuk mengetahui setiap satuan modal sendiri yang digunakan untuk menjamin hutang. Bagi kreditor, semakin besar rasio ini semakin merugikan karena berarti risiko yang ditanggung semakin tinggi. Sebaliknya bagi perusahaan semakin besar rasio ini semakin baik karena Debt to Equity Ratio (DER) yang disediakan pemilik sebagai jaminan semakin tinggi dan batas pengamanan bagi peminjam semakin besar (Kasmir, 2. Debt Equity Ratio (DER) menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi 2 kewajibannya dengan Semakin tinggi rasio ini, maka semakin besar risiko yang dihadapi, dan para investor juga akan meminta tingkat keuntungan yang semakin tinggi. Risiko yang tinggi menunjukkan proporsi ekuitas yang rendah untuk membiayai aktiva. Modal pinjaman dapat berupa hutang jangka pendek maupun hutang jangka panjang. Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 tetapi karena pada umumnya pinjaman jangka panjang jauh lebih besar dibandingkan dengan utang jangka pendek, maka perhatian analis keuangan biasanya lebih menekankan pada jenis hutang ini. Rasio ini menunjukkan hubungan antara jumlah pinjaman jangka panjang yang diberikan oleh para kreditur dengan jumlah modal sendiri yang diberikan oleh pemilik perusahaan. Debt to Total Assets Ratio (DAR) Debt to Total Assets Ratio (DAR) adalah salah satu rasio yang digunakan untuk mengukur tingkat solvabilitas perusahaan. Rasio ini mengukur seberapa besar aktiva perusahaan yang dibiayai oleh kreditur. Semakin tinggi debt ratio, semakin besar jumlah modal pinjaman yang digunakan di Selain itu, rasio ini juga menunjukkan besarnya total hutang terhadap keseluruhan total aktiva yang dimiliki oleh perusahaan dan merupakan persentase dana yang diberikan oleh kreditor bagi perusahaan. Semakin tinggi nilai Debt to Total Assets Ratio (DAR) berarti semakin besar sumber dana melalui pinjaman untuk membiayai aktiva. Nilai Debt to Total Assets Ratio (DAR) yang tinggi akan menunjukkan risiko yang tinggi karena ada kekhawatiran perusahaan yang tidak mampu menutupi hutang-hutangnya sehingga untuk memperoleh tambahan pinjaman akan semakin sulit (Kasmir, 2. Profitabilitas Profitabilitas merupakan untuk menilai keuntungan atau laba pada periode dari tertentu (Kasmir, 2. Rasio profitabilitas yang digunakan adalah Return on Asset (ROA) yang merupakan perbandingan laba dan total asset (Libby, 2. Semakin tinggi Return on Asset (ROA) perusahaan, maka kinerja perusahaan semakin baik. Penelitian tentang pengaruh rasio keuangan terhadap profitabilitas sebelumnya telah dilakukan oleh beberapa peneliti lain. Dari hasil penilitian tersebut terlihat adanya perbedaan pengaruh rasio-rasio keuangan terhadap tingkat JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 perolehan profit. Sedangkan Return On Equity (ROE) adalah alat ukur profibilitas yang sangat umum digunakan untuk mengukur kinerja perusahaan yang memiliki nilai Return on Asset (ROE) tinggi dianggap memiliki kinerja yang lebih baik. Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk memperoleh keuntungan dari usahanya. Profitabilitas merupakan rasio yang mengukur efektivitas manajemen secara keseluruhan yang ditujukan oleh besar kecilnya tingkat keuntungan yang diperoleh dalam hubungannya dengan penjualan maupun investasi (Fahmi, 2. Menurut (Almunawaroh, 2. , profitabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam mendapatkan melalui semua kemampuan dan sumber yang ada seperti kegiatan penjualan, kas, modal, jumlah karyawan, jumlah cabang, dan (Hanum, 2. Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba yang dimana melalui profitabilitas ini perusahaan ini dapat mengetahui laba yang diperolehkan saat ini dan yang akan datang. Menurut (Ginting, 2. , profitabilitas merupakan rasio untuk memperoleh laba. Rasio ini juga memberi informasi tentang ukuran tingkat efektivitas manajemen suatu perusahaan. Profitabilitas merupakan rasio yang mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba sehingga perusahaan dapat terus tumbuh dan mampu membayar kewajiban jatuh tempo. Jadi profitabilitas dapat diartikan salah satu acuan dalam mengukur efektivitas perusahan dalam meghasilkan laba. Kerangka Konseptual Penelitian ini menggunakan dua variable, satu variable bebas/eksogen yaitu Struktur Modal (X), dan satu variabel terikat/endogen yaitu Profitabilitas (Y). Kerangka Konseptual bisa dilihat pada gambar dibawah ini: Gambar 1. Kerangka Konseptual DER Struktur Modal Kasmir. Struktur Modal Kasmir. ROE DAR Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 Sumber : Data diolah, 2023 Hipotesis Penelitian Ha : Struktur Modal berpengaruh terhadap profitabilitas perusahaan Telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia(BEI) periode 2015-2020. H0 : Struktur Modal tidak berpengaruh terhadap Profitabilitas Perusahaan Telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia(BEI) periode 2015-2020. METODE PENELITIAN Metode penelitin yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan Pendekatan kuantitatif menurut (Sugiyono, 2. adalah data yang berbentuk angka atau data kuantitatif yang diangkatan atau penelitian yang menekankan pada analisis data numerik . (Creswell, 2. menyatakan bahwa penelitian kuantitatif adalah penelitian yang bekerja dengan angka, yang datanya berwujud bilangan . kor atau nilai peringkat, atau frekuens. , yang dianalisis dengan menggunakan statistic untuk menjawab pertanyaan atau hipotesis penelitian yang sifatnya spesifik, dan untuk melakukan prediksi bahwa suatu variabel tertentu mempengaruhi variabel yang lain. Penelitian kuantitatif biasanya menggunakan desain eksplanasi, dimana objek telaahan penelitian eksplanasi (Explanatory Reserc. adalah untuk menguji hubungan antar Aevariabel yang dihipotesiskan. Pada jenis penelitian ini, jelas ada hipotesis yang di uji kebenarannya. Hipotesis itu sendiri menggambarkan hubungan antara dua atau lebih variabel. untuk mengetahui apakan sesuatu variabel berasosiasi ataukah tidak dengan variabel lainnya. atau apakah sesuatu variabel disebabkan/ dipengaruhi ataukah tidak oleh variabel lainnya. Populasi Menurut (Sugiyono, 2. populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari objek atau subjek yang mempunyai kuantitas dari karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Perusahaan Telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun Jumlah populasi penelitian ini adalah 10 Perusahaan. Sampel Menurut (Sugiyono, 2. , sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Jadi sampel merupakan sebagian dari populasi yang diambil untuk keperluan penelitian. Sampel penelitian ini adalah perusahaan Telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang membagikan laporan kelengkapan dari tahun 2015-2020, yaitu sebanyak 5 perusahaan: Variabel Penelitian Variabel dalam penelitian terdiri atas variabel bebas (Independent variabl. dan variabel terikat (Depedent Variabl. Sebagaimana terurai dalam latar belakang dan tujuan penelitian, yaitu: Variabel Bebas (Independent variabe. Variabel bebas atau variabel pengaruh dalam penelitian ini adalah Struktur Modal yang dilambangkan dengan X. Variabel bebas adalah variabel lain yang mempengaruhi variabel lain, dalam hal ini variabel terikat. Variabel terikat (Dependent Variabe. Variabel terikat atau variabel yang dipengaruhi oleh variabel lain . alam hal ini variabel beba. dalam penelitian ini variabel terikat adalah profitabilitas yang dilambangkan dengan Y. Teknik Pengumpulan Data Dalam penelitian ini, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi yaitu dengan mengumpulka data-data dari laporan keuangan perusahaan yang telah tercatat atau dipublikasikan secara resmi, dalam bentuk Annual Report yang dikeluarkan oleh website resmi milik WFE (World Federation of Exchange. dalam IDX (Indonesia Stock Exchang. Dokumentasi menurut (Sugiyono, 2. adalah suatu cara yang digunakan untuk memperoleh data dan informasi dalam bentuk buku, arsip, dokumen, tulisan angka dan gambar yang berupa laporan serta keterangan yang dapat mendukung penelitian. Dokumentasi digunakan Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 untuk mengumpulkan data kemudian ditelaah. Dokumentasi yang digunakan dalam penelitian meliputi silabus. RPP dan profil sekolah. Analisis Data Berdasarkan jenis data yang telah diperoleh maka teknik pengelolaan data atau analisis data yang dipergunakan adalah data kuantitatif, yaitu dengan mengelolah kemudian disajikan dalam bentuk tabel untuk mempersentasekan hasil perolehan data tersebut kemudian dianalisis. Tujuan analisis data dalam penelitian kuantitatif adalah mencari makna di balik data, melalui pengakuan subyek pelakunya. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini dibantu dengan program GSCA (Generalized Structured Component Analysi. Tanenhaus . mengatakan bahwa GSCA adalah metode baru SEM berbasis komponen, sangat penting dan dapat digunakan untuk perhitungan skor . ukan skal. dan dapat pula diterapkan pada sampel yang sangat kecil. Di samping itu GSCA dapat digunakan pada model struktural menggunakan SEM berbasis kovarians. (Heungsun Hwang, 2. mengatakan bahwa dalam prakteknya GSCA multikolinieritas, yaitu terjadi korelasi yang kuat antar variabel eksogen. Asumsi pada GSCA hanya terkait dengan pemodelan persamaan struktural, dan tidak terkait dengan pengujian hipotesis, yaitu hubungan antar variabel laten dalam model struktural adalah linier dan adaptif. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini dianalisis dengan Generalized pertimbangan: Structured Component Analysis (GSCA), dengan: Generalized Structured Component Analysis (GSCA) kombinasi linier dari indikator . ariabel manife. di dalam analisis SEM. Generalized Structured Component Analysis (GSCA) menggunakan metode kuadrat terkecil . east squar. di dalam proses pendugaan Generalized Structured Component Analysis (GSCA) optimalisasi global. JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 Generalized Structured Component Analysis (GSCA) menghindari kekurangan dari Partial Least Square (PLS). Generalized Structured Component Analysis (GSCA) dapat diterapkan pada sampel yang sangat kecil. Generalized Structured Component Analysis (GSCA) dapat diterapkan pada model struktural yang melibatkan variabel dengan indikator refleksif dan formatif. Generalized Structured Component Analysis (GSCA) juga diterapkan pada hubungan antar variabel yang kompleks . isa rekursif dan tidak rekursi. Generalized Structured Component Analysis (GSCA) adalah metode baru berbasis komponen, dapat digunakan untuk perhitungan skor . ukan skal. Generalized Structured Component Analysis (GSCA) dipergunakan untuk mendapatkan model struktural yang powerfull untuk menguji model berbasis teori, mengkonfirmsi teori dan hubungan antar variabel yang terdapat di dalam model struktural. Pengujian model empiris penelitian ini dengan metode Generalized Structured Component Analysis (GSCA) dapat dilakukan sebagai berikut: Measures of fit adalah pada analisis Generalized Structured Component Analysis (GSCA) measures of fit dapat dilakukan pada model pengukuran, model struktural, dan model keseluruhan . verall mode. Measure of fit pada model pengukuran bertujuan untuk memeriksa . apakah instrumen penelitian valid dan reliabel. Measure of fit pada model struktural bertujuan untuk mengetahui seberapa besar informasi yang dapat dijelaskan oleh model struktural . ubungan antar variabel late. hasil analisis Generalized Structured Component Analysis (GSCA). Sedangkan measure of fit pada model keseluruhan . verall mode. adalah ukurnaa goodness of fit gabungan antara model yang memiliki indikator bersifat refleksif. Measure of fit measurement model, outer Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 Bilamana indikator refleksif maka diperlukan evaluasi berupa kalibrasi instrumen, yaitu dengan pemeriksaan validitas dan reliabilitas instrumen. Oleh Generalized Structured Component Analysis (GSCA) pada data hasil uji coba . pada prinsipnya adalah suatu kegiatan kalibrasi instrumen penelitian, yaitu pelaksanaan uji validitas dan realibilitas. Dengan kata lain. Generalized Structured Component Analysis (GSCA) dapat digunakan untuk uji penelitian, seperti halnya PLS dan Generalized Structured Component Analysis (SEM). Convergent validity, validitas ini menggambarkan ukuran korelasi antara skor indikator refleksif dengan skor variabel latennya. Untuk hal ini loading 5 sampai 0. 6 dianggap cukup, pada jumlah indikator per variabel laten tidak besar, berkisar antara 3 sampai 7 Pendekatan lain dengan cara melihat hasil pengujian, jika signifikan . <0. maka dikatakan valid. Discriminant validity, validitas ini pada indikator refleksif berdasarkan pada nilai AVE, yaitu membandingkan nilai extracted (AVE) setiap variabel laten denga korelasi antar variabel laten lainnya dalam model, jika square rootof average variance extracted (AVE) variabel laten lebih besar dari korelasi dengan seluruh variabel laten lainnya maka dikatakan memiliki discriminant validity yang baik. Internal concistensy reliabilit, kelompok indikator yang mengukur sebuah variabel memiliki realibilitas internal konsistensi yang baik jika memiliki alpha > 0. 6, walaupun bukan merupakan standar absolut. Pada indikator formatif ukuran validitas dievaluasi berdasarkan pada substantive contentnya, yaitu dengan melihat signifikansi dari weight, jika signifikan . < 0. berarti valid. JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 Measure of fit structural model Goodness of fit structural model diukur menggunakan FIT, yaitu setara dengan Rsquare pada analisis regresi atau koefisien determinasi total pada analisis jalur atau Q2 pada PLS. FIT menunjukkan varian total dari semua variabel yang dapat dijelaskan oleh model struktural. Nilai FIT berkisar dari 0 sampai 1, semakin besar nilai ini, semakin besar proporsi varian variabel yang dapat dijelaskan oleh model. Jika nilai FIT = 1 berarti model secara sempurna dapat menjelaskan fenomena yang diselidiki. AFIT (Adjusted FIT) serupa dengan R2 adjusted pada analisis regresi. AFIT dapat digunakan untuk pertandingan model, model dengan AFIT nilat terbesar dapat dipilih antara model yang lebih baik. Measure of fit overall model dan model pengukuran secara terintegrasi, jadi Pemeriksaan goodness of fit model overall yaitu melihat nilai SMRS dengan cut off Teknik analisis data yang digunakan untuk menjawab pengujian hipotesis penelitian adalah dengan menggunakan alat analisis Generalized Structured Component Analysis (GSCA), dengan alasan : Alat analisis ini dapat menggantikan faktor dengan kombinasi linier dari indikator . ariabel manife. di dalam Generalized Structured Component Analysis (SEM). Alat analisis ini dikembangakan untuk menghindari kekurangan dari partial least square (PLS), yaitu dilengkapi dengan prosedur optimalisasi global, dan juga tetap mempertahankan prosedur optimalisasi lokal seperti pada partial least square (PLS). Metode Generalized Structured Component Analysis (GSCA) juga dapat diterpakan pada hubungan antar variabel yang kompleks . isa rekursif dan tidak rekursi. , melibatkan higher order Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 komponen . dan perbandingan multi-group (Tenenhaus, 2. Generalized Structured Component Analysis (GSCA) adalah metode baru berbasis komponen, sangat penting dan dapat digunakan untuk perhitungan skor . ukan skal. dan juga dapat diterapkan pada sampel yang sangat kecil. Masalah multikolonieritas sering menjadi kendala yang serius di dalam analisis model (Heungsun Hwang, 2. , mengatakan bahwa, dalam praktiknya. Generalized Structured Component Analysis (GSCA) memperbolehkan terjadinya multikolonieritas, yaitu terjadi korelasi yang kuat antar variabel Di samping itu. Generalized Structured Component Analysis (GSCA) dapat digunakan pada model structural yang melibatkan variabel dengan indikator refleksif dan formatif. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Pengujian Hipotesis Goodness of Fit GSCA Model teoritis pada kerangka konseptual penelitian, dikatakan fit jika didukung oleh data empirik. Hasil pengujian goodness of fit overall model, sesuai dengan hasil analisis GSCA pada Lampiran, guna mengetahui apakah model hipotesis didukung oleh data empirik. Hasil pengujian goodness of fit diberikan pada tabel di bawah ini. Tabel 1 : Hasil Pengujian Goodness Of Fit Overall Model Model Fit FIT AFIT FITs FITm GFI SRMR OPE JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 OPEs OPEm Sumber : Data diolah, 2023 . FIT = 0. FIT menunjukkan varians total dari . ndikator kompone. yang dijelaskan oleh spesifikasi model tertentu. Seperti R Squared dalam regresi linier, nilai FIT berkisar antara 0 hingga 1. Semakin besar nilai ini, semakin banyak varians dalam variabel yang diperhitungkan oleh model yang ditentukan. Misalnya. FIT = 50 menunjukkan bahwa 50% dari total varians semua variabel dijelaskan oleh Tidak ada batas aturan praktis FIT, kecocokan yang dapat diterima. Jadi, model yang terbentuk dapat menjelaskan semua variabel yang ada sebesar 0,423. Keragaman dari data dapat dijelaskan oleh model sebesar 42,3% dan sisanya sebesar 57,7% menunjukkan bahwa fenomena yang dikaji. AFIT = 0. AFIT (Adjusted FIT) serupa dengan R squared adjusted pada analisis regresi. AFIT perbandingan model. Model dengan AFIT nilai terbesar dapat dipilih antara model yang lebih baik. Jika dilihat dari AFIT keragaman model dari Struktur Modal dan Profitabilitas yang dapat dijelaskan oleh adalah sebesar 37,5% dan sisanya sebesar 62,5% dapat dipengaruhi oleh variabel lainnya. Berarti model cukup baik untuk menjelaskan fenomena yang dikaji. FITs = 0. FITs menunjukkan varians total dari semua komponen yang dijelaskan oleh spesifikasi model struktural tertentu. Nilai FITs berkisar dari 0 hingga 1. Semakin besar nilai ini, semakin banyak diperhitungkan oleh model struktural Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 yang ditentukan. Pada tabel 4. diketahui bahwa nilai FITs yaitu sebesar 0,039. FITm = 0. FITm menunjukkan varians total dari semua indikator yang dijelaskan oleh spesifikasi model pengukuran tertentu. Nilai FITm berkisar dari 0 hingga 1. Semakin besar nilai ini, semakin banyak diperhitungkan oleh model pengukuran yang ditentukan. Pada tabel 4. diketahui bahwa nilai FITm yaitu sebesar 0,679. GFI = 0. GFI (Unweighted Least- Square. , sebanding dengan perbedaan antara kovarian sampel dan kovarian yang diproduksi oleh pendugaan parameter GeSCA. Nilai GFI yang baik adalah Hasil dari pengujian goodness of fit pada tabel 4. 1 Nilai GFI sebesar 0,999 > 0. 90 maka telah memenuhi cut off value dan model dikatakan baik. Hal ini dikarenakan pada GFI apabila nilai semakin mendekati 1 maka model dikatakan semakin baik. SRMR = 0. SRMR . tandardized root mean square residua. , pada model ini didapatkan nilai SRMR sebesar 0,018, sehingga model yang terbentuk dapat dikatakan telah sesuai. Hal ini dikarenakan pada SRMR apabila nilai semakin mendekati 0, maka model dikatakan semakin sesuai. Hal ini dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 2 : Ukuran Goodness Of Fit Model Overall Pada GSCA Goodness of Fit Cut- Off SRMR O 0. GFI Ou 0. Sumber : Solimun, 2013 Saat ukuran sampel = 100. GFI Ou 0,89 dan SRMR O 0,09 menunjukkan kecocokan yang dapat diterima. Meskipun kedua indeks dapat digunakan untuk menilai kecocokan model. JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 menggunakan SRMR dengan nilai cutoff di atas mungkin lebih baik daripada menggunakan GFI dengan nilai cutoff yang disarankan. Juga, jika SRMR O 0,09, maka nilai cutoff GFI Ou 0,85 mungkin masih merupakan indikasi kecocokan yang dapat diterima. Saat ukuran sampel > 100. GFI Ou 0,93 atau SRMR O 0,08 menunjukkan kecocokan yang dapat diterima. Setiap indeks yang disarankan nilai cutoff dapat digunakan secara independen untuk menilai kecocokan model. OPE = 0. OPE . ut-of-sample prediction erro. menunjukkan kekuatan prediksi model tertentu untuk pengamatan yang tidak terlihat (Cho. Jung. Hwang, 2. OPE dapat digunakan untuk membandingkan model yang berbeda dalam hal kekuatan Pada tabel 4. 1 diketahui bahwa nilai OPE yaitu sebesar 0,694. OPES = 1. OPEs prediksi model struktural tertentu. Pada tabel 2 diketahui bahwa nilai OPES yaitu sebesar 1,110. OPEM = 0. OPEM prediksi dari model pengukuran tertentu. Pada tabel 2 diketahui bahwa nilai OPEm yaitu sebesar 0,417. Model Pengukuran (Measurement Mode. Variabel Struktur Modal (X) Variabel yang pertama adalah Struktur Modal (X) dengan indikator formatif. Untuk indikator formatif pada pengujian dengan menggunakan GSCA, yang di baca nilai Weights pada measurement model. Variabel ini diukur menggunakan dua Interval kepercayaan 95% dapat digunakan untuk menguji signifikansi . aitu, estimate dapat dianggap signifikan secara statistik pada tingkat 0,05 dan jika interval kepercayaannya tidak termasuk . Berikut disajikan hasil measurement model variabel Struktur Modal (X). Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 Tabel 3 : Hasil Measurement Model pada Variabel Struktur Modal (X) Weights Indikator Estimate 95%CI X1. X1. Sumber : Data diolah, 2023 Dari tabel di atas, diperoleh hasil pengukuran measurement model sebagai . Pada indikator pertama yaitu Debt to Equity Ratio (DER) (X1. , memiliki nilai estimate loading sebesar 0,515 > 0,05. Hal (X1. signifikan sebagai pengukur variabel Struktur Modal (X). Pada indikator kedua yaitu Debt to Total Assets Ratio (DAR) (X1. , memiliki nilai estimate loading sebesar 0,836 > 0,05. Hal (X1. signifikan sebagai pengukur variabel Struktur Modal (X). Dari hasil pengujian measurement model di atas terlihat bahwa variabel Struktur Modal (X) dicerminkan oleh dua indikator formatif. Dari ketiga indikator formatif tersebut terlihat bahwa indikator kedua yaitu Debt to Total Assets Ratio (DAR) (X1. memiliki nilai koefisien tertinggi sebesar 0,836 dan yang terakhir indikator pertama yaitu Debt to Equity Ratio (DER) (X1. sebesar 0,515. Hal ini variabel Struktur Modal (X) utamanya dilihat dari indikator kedua yaitu Debt to Total Assets Ratio (DAR) (X1. Nilai loading dari semua indikator formatif variabel Struktur Modal (X) memberikan nilai convergent validity . ilihat dari nilai estimasi weight. yang baik yaitu sudah lebih dari 0,05 dan signifikan secara statistik, dengan bootstrap interval kepercayaan 95%. Variabel Profitabilitas (Y) JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 Variabel Profitabilitas (Y) dengan indikator formatif. Untuk indikator formatif pada pengujian dengan menggunakan GSCA, yang di baca nilai Weights pada measurement model. Variabel ini diukur menggunakan satu Interval kepercayaan 95% dapat digunakan untuk menguji signifikansi . aitu, estimate dapat dianggap signifikan secara statistik pada tingkat 0,05, dan jika interval kepercayaannya tidak termasuk . Berikut disajikan hasil measurement model variabel Profitabilitas (Y). Tabel 4 : Hasil Measurement Model pada Variabel Profitabilitas (Y) Weights Indikator Estimate Y1. 95%CI Sumber : Data diolah, 2023 Dari tabel di atas, diperoleh hasil pengukuran measurement model sebagai Pada indikator pertama Return On Equity (ROE) (Y1. , memiliki nilai estimate loading sebesar 0,152 > 0,05, dengan bootstrap interval kepercayaan Hal ini mengindikasikan bahwa indikator (Y1. signifikan sebagai pengukur variabel Profitabilitas (Y). Dari hasil pengujian measurement model di atas terlihat bahwa variabel Profitabilitas (Y) dicerminkan oleh satu indikator formatif. Pada indikator pertama yaitu Return On Equity (ROE) (Y1. memiliki nilai estimate loading sebesar 0,152. Hal ini mengindikasikan bahwa pengukuran variabel Profitabilitas (Y) utamanya dilihat dari indikator pertama yaitu Return On Equity (ROE) (Y1. Nilai loading dari semua indikator Profitabilitas (Y) memberikan nilai convergent validity . ilihat dari nilai estimasi weight. yang baik yaitu sudah lebih dari 0,05 dan signifikan secara statistik, dengan bootstrap interval kepercayaan 95%. Model Struktural Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 Hasil pengujian Hipotesis diuji dengan uji GSCA pada path coefficients. GSCA menyediakan interval kepercayaan (CI) 95% dari perkiraan parameter model. Jika 95% CI dari perkiraan parameter tidak mengandung nol, perkiraan parameter signifikan secara statistik dan estimate dapat dianggap signifikan secara statistik pada tingkat 0,05. Hasil analisis sebagai berikut. Pengaruh Struktur Modal (X) E Profitabilit as (Y) Estima 95% CI Keputus Signifika Sumber : Data diolah, 2023 Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian diatas yang telah dilakukan menunjukkan bahwa Struktur Modal Perusahaan Telekomunikasi yang terdaftar di BEI periode 2015-2020. Rasio Struktur modal ini merupakan rasio menentukan berapa banyak hutang yang akan digunakan perusahaan untuk mendanai aktivanya. Apabila hasil pengembalian atas aktiva lebih besar daripada biaya hutang, pengembalian atas modal dengan menggunakan hutang ini juga akan meningkat. Bila hasil pengembalian atas aktiva kebih kecil dari pada biaya hutang maka leverage akan mengurangi hasil pengembalian atas modal sehingga nilai perusahaan akan turun. Keputusan pendanaan atau permodalan serta keputusan pendanaan atau permodalan serta keputusan pengelolaan aset harus diambil dengan tetap berpedomankan pada tujuan untuk memaksmimalkan nilai perusahaan. Pengaruh struktur modal terhadap profitabilitas pada Perusahaan Telekomunikasi yang terdaftar di BEI periode 2015-2020 dapat kita lihat pada hasil dari pengujian dengan nilai estimate sebesar 0,281 > 0,05, dengan bootstrap interval kepercayaan 95%. Mengingat nilai estimate tersebut bertanda positif, ini berarti maka dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan searah antara struktur modal dengan profitabilitas, yaitu semakin tinggi struktur modal pada Perusahaan Telekomunikasi yang terdaftar di BEI periode 2015-2020, maka JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 semakin tinggi pula tingkat profitabilitasnya. Artinya H0 ditolak dan Ha diterima. Adapun besarnya pengaruh Struktur Modal Profitabilitas Perusahaan Telekomunikasi yang terdaftar di BEI periode 2015-2020 yaitu bisa kita lihat sebesar 37,5% dan sisanya sebesar 62,5% dapat dipengaruhi oleh variabel lainnya. Besarnya pengaruh diambil dari nilai AFIT, sampelnya kurang dari 100. AFIT (Adjusted FIT) serupa dengan R squared adjusted pada analisis regresi (Heungsun Hwang, 2. Dari hasil penelitian dapat dinyatakan bahwa penelitian ini mendukung penelitian terdahulu dari (Stein, 2. , yang meneliti mengenai AuPengaruh Struktur Modal Terhadap Profitabilitas Pada Perusahaan Industry Tekstil dan Garment Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia(BEI) periode 2006-2010Ay. (Violita dan Sulasmiati, 2. , yang meneliti mengenai AuPengaruh Struktur Modal Terhadap Profitabilitas (Studi Pada Perusahaan food and beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2013-2016Ay. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut : Ada pengaruh Struktur modal terhadap profitabilitas pada perusahaan telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2015-2020. Besarnya pengaruh struktur modal terhadap telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2015-2020 yaitu sebesar 37,5% dan sisanya sebesar 62,5% dapat dipengaruhi oleh variabel lainnya. SARAN Saran yang dapat diberikan oleh penulis bersadarkan hasil penelitian yang telah dilakukan Hasil penelitian variabel (X) Struktur Modal yang tertinggi adalah Pada indikator Debt to Total Assets Ratio (DAR) dan yang terendah adalah Pada indikator Debt to Equity Ratio (DER). Untuk meningkatkan Struktur Modal Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 menanamkan modalnya disuatu perusahaan perlu memperhatikan dan mempertimbangkan dampak positif dan negative kebijakan Struktur Modal. Hasil peniltian variabel (Y) Profitabilitas adalah pada Indikator Return on Equity (ROE). Investor dapat memperhatikan variabel signifikan terhadap struktur modal. Hal ini tersebut menjadi pertimbangan supaya investasi yang dilakukan memberikan tingkat keuntungan yang maksimal dan untuk meminimalisir terjadinya risiko investasi. Bagi Peneliti Selanjutnya diharapkan dapat memperpanjang periode pengamatan sehingga dapat meningkatkan distribusi data yang lebih Peneliti juga mempertimbangkan variabel-variabel yang diduga mempengaruhi Struktur Modal untuk mengetahui Kondisi Brealey. Dasar Dasar Manajemen Keuangan Perusahaan (Jilid 2. Sabran. Jakarta: Erlangga. Cahyani. Analisis pengaruh struktur modal terhadap profitabilitas perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek Indonesia periode 2010-2012. Creswell. Pendekatan Metode Kualitatif. Kuantitatif dan Campuran. Edisi Keempat . Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Fahmi. Analisis Laporan Keuangan. Bandung: Alfabeta. Fahmi. Analisa Kinerja Keuangan. Ginting. Pengaruh profitabilitas, likuiditas dan ukuran perusahaan terhadap kualitas laba pada perusahaanmanufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Hartono. Stastistik untuk penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. DAFTAR PUSTAKA