Kajian Linguistik dan Sastra Vol 3. No 2. Mei 2024 https://online-journal. id/kal P-ISSN 2963-8380 E-ISSN 2963-7988 Analisis Pergerakan Wacana Dugaan Pelecehan Seksual pada Beberapa Finalis Miss Universe Indonesia Analysis of the Discourse Movement on Alleged Sexual Harassment among Several Miss Universe Indonesia Finalists Yuliana Kristianti1. Mashud2. Nita Puspita Sari3 Universitas Gadjah Mada, 2Universitas Gadjah Mada, 3Universitas Indonesia yulianakristianti@mail. INFORMASI ARTIKEL ABSTRAK Riwayat Diterima: 02 Maret Direvisi: 24 Maret Disetujui: 24 April Kata Kunci BREAK. Analisis Wacana Kritis. Pelecehan Seksual Keywords BREAK Analysis Discourse analysis Sexual Harassment Allegations of sexual harassment against several Miss Universe Indonesia finalists have drawn pros and cons. Online mass media in Indonesia shows that there are parties who support the victim, but there are also those who doubt the victim's statement because it has not been proven by law. This research aims to observe and analyze the movement of discourse as seen from various statements from parties supporting victims, such as the Minister of Women's Empowerment and the Fourth Winner of Miss Universe Indonesia, as well as parties who doubt allegations of sexual harassment, such as former CEO of Miss Universe Indonesia Poppy Capella. Data collection was carried out using documentation methods and recording techniques which were then analyzed using Sawirman's BREAK (Base. Relationship. Equilibrium. Actualization, and Keberlanjutan wacana/Discourse Sustainabilit. critical discourse analysis theory. The results of this research show that the discourse movement regarding alleged sexual harassment among the Miss Universe Indonesia finalists is divergent-divergent (DIDI). Abstrak Dugaan pelecehan seksual terhadap beberapa finalis Miss Universe Indonesia menuai pro dan kontra. Media massa online di Indonesia menunjukkan ada pihak yang mendukung korban, namun ada juga yang meragukan pernyataan korban karena belum dibuktikan kebenarannya oleh hukum. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati dan menganalisis pergerakan wacana yang dilihat dari berbagai pernyataan pihak-pihak pendukung korban, seperti Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Pemenang Keempat Miss Universe Indonesia, serta pihak yang meragukan dugaan pelecehan seksual, seperti Mantan CEO Miss Universe Indonesia Poppy Capella. Pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi dan teknik pencatatan yang selanjutnya dianalisis menggunakan teori analisis wacana kritis BREAK (Basis. Relasi. Ekulibrium. Aktualisasi, dan Keberlanjutan wacan. dari Sawirman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gerakan wacana dugaan pelecehan seksual pada para finalis Miss Universe Indonesia bersifat divergendivergen (DIDI). Copyright . 2024 Yuliana Kristianti. Mashud. Nita Puspita Sari Yuliana Kristianti. Mashud. Nita Puspita Sari: Analisis Pergerakan Wacana Dugaan Pelecehan Seksual pada Beberapa Finalis Miss Universe Indonesia Kajian Linguistik dan Sastra Vol 3. No 2. Mei 2024 https://online-journal. id/kal P-ISSN 2963-8380 E-ISSN 2963-7988 Pendahuluan Kasus dugaan pelecehan seksual yang menyerang sejumlah finalis Miss Universe Indonesia pada 2023 menjadi kabar yang ramai dibicarakan. Collider . menilai pelecehan seksual adalah sikap yang didasarkan pada gender yang tidak diundang, tidak disambut, dan tidak dikehendaki. Menurutnya, hal penting dari definisi pelecehan seksual yaitu akibat dari apa yang dialami oleh Sejumlah finalis Miss Universe Indonesia melaporkan pada pihak berwajib bahwa mereka diminta telanjang oleh panitia sebagai bagian dari tahap body check. Pelecehan seksual merupakan kekerasan yang tidak dapat dilepaskan dari relasi kuasa antara pelaku dengan korban. Terdapat relasi kuasa yang tidak setara antara panitia dengan para finalis. Herbert . 2: . berpendapat bahwa pelecehan seksual tergantung dari efek gabungan dua bentuk kekuasaan yaitu, kekuasaan individual . tau perseoranga. dan kekuasaan kelembagaan. Di dalam dugaan pelecehan seksual yang dialami oleh beberapa finalis ajang kecantikan Miss Universe Indonesia, panitia terduga pelaku adalah pihak yang memiliki kuasa lebih. Sementara, para korban adalah pihak yang lemah. Terdapat relasi yang tidak seimbang antara korban dan pelaku di mana korban khawatir bahwa apa yang dilakukan oleh panitia termasuk ke dalam bagian penilaian. Dari berbagai pemberitaan yang ada, terdapat pihak-pihak yang mendukung para korban untuk segera mendapatkan keadilan, seperti Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno. Juara keempat Miss Universe Indonesia 2023 Baby Kristami, dan Kemen pA. I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga. Namun, ada juga pihak yang meragukan kesaksian korban, seperti CEO PT Capella Swastika Karya. Poppy Capella yang menilai bahwa dugaan pelecehan seksual tersebut sengaja dibuat agar lisensi penyelenggaran pageant itu dicabut dari PT Capella Swastika Karya. Peran-peran para tokoh publik dalam hal ini sangat penting untuk membangun wacana kepada masyarakat. Menurut Danim . 0: . para tokoh atau yang dikenal juga sebagai pemegang kekuasaan adalah aktor yang secara kelompok maupun pribadi mempunyai peranan kunci dalam melakukan aksi, baik pada proses pembuatan kebijakan maupun kritik untuk perubahan kebijakan, terutama yang berkaitan dengan masalah-masalah sosial. Wattie dan Yuarsi . berpendapat bahwa ketokohan seseorang tidak hanya terbatas pada keterlibatan mereka pada organisasi formal tetapi juga pada kiprah perseorangan yang bebas namun mempunyai andil dalam perubahan sosial. Mengingat luasnya cakupan ketokohan maka dalam segala level dan kelompok masyarakat terdapat aktor atau yang bisa diandalkan. Pendapat dan sikap dari pihak-pihak yang memiliki pengaruh berkaitan dengan kasus dugaan pelecehan seksual pada para finalis Miss Universe Indonesia memunculkan wacana-wacana yang bisa berdampak luas. Terdapat pro dan kontra terhadap para korban. Pro dan kontra pergerakan wacana kasus dugaan pelecehan seksual Miss Universe Indonesia ini menarik untuk diteliti dimana ada wacana primer dan sekunder yang bisa memberikan pengaruh kepada publik. Penelitian ini menggunakan analisis wacana kritis dengan teori BREAK dari Sawirman dengan menganalisis aspek kebahasaan pada teks berita online. BREAK (Basis. Relasi. Yuliana Kristianti. Mashud. Nita Puspita Sari: Analisis Pergerakan Wacana Dugaan Pelecehan Seksual pada Beberapa Finalis Miss Universe Indonesia Kajian Linguistik dan Sastra Vol 3. No 2. Mei 2024 https://online-journal. id/kal P-ISSN 2963-8380 E-ISSN 2963-7988 Ekuilibrium. Aktualisasi, dan Keberlanjutan Wacan. dipilih karena teori ini tidak hanya membedah wacana dari ideologi, namun juga membandingkan dua wacana yang bertentangan . rimer dan sekunde. , sekaligus melihat kemungkinan wacana serupa yang muncul di masa depan. Beberapa penelitian yang menggunakan teori BREAK di antaranya adalah penelitian yang dilakukan oleh Putri, dkk. melihat pergerakan wacana kasus pelecehan seksual yang menimpa mahasiswi UGM. Agni. Dalam penelitian tersebut, dukungan terhadap Agni dipilih sebagai wacana primer, dan dukungan terhadap terduga pelaku dipilih sebagai wacana sekunder. Dasar alasannya adalah popularitas wacana dukungan terhadap Agni yang lebih tinggi. Kedua wacana memiliki tipe divergen-divergen, dimana keduanya saling bertentangan dan tidak saling melengkapi. Selain itu, penelitian lainnya dengan teori yang sama pernah dilakukan oleh Pratiwi, dkk. membandingkan wacana iklan Citra dan Shinzui. Penelitiannya menemukan bahwa spirit yang dibawa oleh masing-masing wacana adalah berbeda. Tipe pergerakan wacana keduanya adalah korvergen-divergen. Kemudian. Harza, dkk. mengamati pergerakan wacana tentang berita pembangunan tol ruas Padang-Sicincin. Sumatera Barat. Dilihat konfigurasi wacananya, teks-teks berita yang berasal dari wacana primer didominasi oleh proses material. Hal ini karena teks-teks itu memberitakan proses pembangunan jalan tol yang sedang berlangsung. Tipe pergerakan wacana pembangunan jalan tol ruas Padang-Sicincin termasuk tipe Konvergen-Konvergen (KOKO) dan KonvergenDivergen (KODI). Irawan, dkk. menganalisis pergerakan wacana tentang Nietzche di kalangan agamawan. Penelitian ini menemukan bahwa wacana tentang Nietzche memiliki dua tipe pergerakan, yakni KOKO sebagai wacana pro dan DIDI sebagai wacana kontra. Wacana pro dalam penelitian tersebut mengandung spirit memberikan nama baik kepada Nietzsche, sedangkan wacana kontra mendiskreditkan Nietzsche. Reflinaldi . melihat pergerakan wacana konflik Sunni-SyiAoah di balik Prahara Suriah di media massa Suriah dan Indonesia. Wacana primer mempunyai esensi penegasan mengenai kecilnya eksistensi konflik SunniSyiAoah dalam menimbulkan konflik Suriah. Wacana sekunder justru memiliki esensi penegasan mengenai signifikansi keberadaan konflik Sunni-Syi'ah dalam menimbulkan konflik Suriah dan semangat membangkitkan isu SARA (Suku. Agama, dan Ra. yang dapat menimbulkan konflik di Suriah. Hasilnya menunjukkan tipe pergerakan wacana primer dan sekunder adalah KOKO. Objek penelitian ini berbeda dengan penelitian-penelitian yang sudah ada. Penelitian ini akan mendiskripsikan wujud, esensi, spirit, dan tipe pergerakan wacana dugaan pelecehan seksual yang terjadi pada para finalis Miss Universe Indonesia. Selain itu, akan didiskripsikan juga bagaimana logika wacana dan ideologi wacana yang terefleksi dari relasi tekstual, kontekstual, relasi faktual, dan relasi logis dugaan pelecehan seksual pada para finalis Miss Universe Indonesia. Manfaat penelitian ini secara praktis adalah melihat pergerakan wacana pro dan kontra dari kasus dugaan pelecehan seksual Miss Universe Indonesia untuk memprediksi adaptasi wacana . , solusi yang ditawarkan, serta tipologi perubahan pergerakan wacana pelecehan seksual di ajang kecantikan. Manfaat teoritis adalah mengaplikasikan teori analisis wacana BREAK yang tergolong baru Yuliana Kristianti. Mashud. Nita Puspita Sari: Analisis Pergerakan Wacana Dugaan Pelecehan Seksual pada Beberapa Finalis Miss Universe Indonesia Kajian Linguistik dan Sastra Vol 3. No 2. Mei 2024 https://online-journal. id/kal P-ISSN 2963-8380 E-ISSN 2963-7988 dan masih jarang digunakan, sehingga dapat digunakan sebagai rujukan untuk penelitian di masa datang. Metode Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode kualitatif. Objek di dalam penelitian ini adalah pemberitaan dugaan pelecehan seksual pada para finalis Miss Universe Indonesia. Metode dalam pengumpulan data menyimak teks berita yang berisi pernyataan tokoh-tokoh atau pihak terkait dalam menanggapi dugaan pelecehan seksual pada para finalis Miss Universe Indonesia. Selanjutnya adalah mengumpulkan data dengan menangkap layar berita online. Kemudian, data dianalisis menggunakan analisis wacana kritis BREAK dimana wacana primer dan sekunder ditelaah dari sisi Basis. Relasi. Ekuilibrium. Aktualisasi, dan Keberlanjutannya. Setelahnya, data disajikan dengan cara holistik. Hasil dan Pembahasan Basis Wacana Posisi Wacana Dari berbagai judul berita dugaan pelecehan terhadap para finalis Miss Universe Indonesia yang telah diamati, terdapat judul-judul berita yang menampilkan keberpihakan tokoh-tokoh publik terhadap korban dan judul-judul berita yang meragukan dugaan pelecehan terhadap korban. Judul-judul berita yang menyiratkan keberpihakan terhadap korban digunakan dalam penelitian ini sebagai wacana primer karena popularitas dan jumlahnya lebih banyak jika dibandingkan dengan judul-judul yang terkesan meragukan pernyataan korban. Judul-judul berita yang digunakan sebagai wacana primer di antaranya adalah AuMiss Universe Indonesia Sexual Harassment Case. Women Empowerment Minister Supports VictimsAy dari laman Tempo. com dan AuBaby Kristami Hopes for Justice to be Upheld for Her Fellow Miss Universe Indonesia Contestants who Became Victims of Sexual HarassmentAy dari laman en. Kedua judul berita tersebut menyiratkan keberpihakan tokoh publik kepada korban. Gambar Wacana Primer 1 Yuliana Kristianti. Mashud. Nita Puspita Sari: Analisis Pergerakan Wacana Dugaan Pelecehan Seksual pada Beberapa Finalis Miss Universe Indonesia Kajian Linguistik dan Sastra Vol 3. No 2. Mei 2024 https://online-journal. id/kal P-ISSN 2963-8380 E-ISSN 2963-7988 Gambar Wacana Primer 2 Sementara, judul berita yang digunakan sebagai wacana sekunder dalam penelitian ini adalah AuPoppy Capella Insists On Calling Reports Against Her Company Not Sure To Be TrueAy. Judul ini menyiratkan keraguan atas laporan korban. Berita dengan muatan ini jumlahnya lebih sedikit dibandingkan judul-judul berita yang menyiratkan keberpihakan kepada para korban. Selain Poppy Capella, tidak ditemukan berita yang memberitakan tokoh lain meragukan pernyataan para Inilah yang menyebabkan judul berita tersebut dipilih menjadi wacana Gambar Wacana Sekunder Konfigurasi Wacana Wujud Kedua wacana primer dilihat dari bentuk sintaksisnya merupakan klausa. Umumnya bentuk klausa-klausa dalam pemberitaan menggunakan present tense karena menunjukkan fakta. Wujud data yang menjadi wacana primer dan sekunder dapat dilihat dengan Linguistik Sistemik Fungsional (LSF). Yuliana Kristianti. Mashud. Nita Puspita Sari: Analisis Pergerakan Wacana Dugaan Pelecehan Seksual pada Beberapa Finalis Miss Universe Indonesia Kajian Linguistik dan Sastra Vol 3. No 2. Mei 2024 https://online-journal. id/kal P-ISSN 2963-8380 E-ISSN 2963-7988 Wujud Wacana Primer 1 Miss Universe Indonesia Sexual Harassment Case. Women Empowerment Minister Supports Victims Miss Universe Indonesia Sexual Harassment Case Keadaan Women Empowerment Supports Victims Minister Partisipan 1 aktor Proses Mental Partisipan 2 tujuan Wacana primer pertama berjudul AuMiss Universe Indonesia Sexual Harassment Case. Women Empowerment Minister Supports VictimsAy memiliki Women Empowerment Minister sebagai aktor yang melakukan pekerjaan . , dan Miss Universe Indonesia Sexual Harassment Case merupakan frasa nomina yang menjadi fokus pembicaraan. Sementara, korban adalah objek yang dikenai tindakan berupa dukungan. Wujud Wacana Primer 2 Baby Kristami Hopes for Justice to be Upheld for Her Fellow Miss Universe Indonesia Contestants who Became Victims of Sexual Harassment Baby Kristami Hopes Partisipan 1 Aktor Proses Mental Justice to be Upheld Fenomena Her Fellow Miss Universe Indonesia Contestants who Baby Became Victims who Became Victims of Sexual Harassment Partisipan 2 Tujuan Wacana primer yang kedua adalah AuBaby Kristami Hopes for Justice to be Upheld for Her Fellow Miss Universe Indonesia Contestants who Became Victims of Sexual HarassmentAy menggunakan kalimat present dimana pelakunya adalah Baby Kristami yang melakukan pekerjaan . Selain itu terdapat kalimat yang meluas yaitu penambahan AuwhoAy di antara AuMiss Universe Indonesia ContestantsAy dan AuBecame Victims of Sexual HarassmentAy. Hal ini menyiratkan bahwa juga terdapat kontestan Miss Universe Indonesia yang tidak menjadi korban pelecehan Wujud Wacana Sekunder Poppy Capella Insists On Calling Reports Against Her Company Not Sure To Be True Poppy Capella Insists Partisipan 1 Aktor Proses Mental Calling Reports Against Her Company Fenomena Not Sure to be True Keterangan Yuliana Kristianti. Mashud. Nita Puspita Sari: Analisis Pergerakan Wacana Dugaan Pelecehan Seksual pada Beberapa Finalis Miss Universe Indonesia Kajian Linguistik dan Sastra Vol 3. No 2. Mei 2024 https://online-journal. id/kal P-ISSN 2963-8380 E-ISSN 2963-7988 Di sisi lain, wacana sekunder di sini juga merupakan klausa. Judul berita AuPoppy Capella Insists On Calling Reports Against Her Company Not Sure To Be TrueAy memiliki frasa AuCalling Reports Against Her CompanyAy sebagai objek dan AuNot Sure To Be TrueAy sebagai frasa yang menunjukkan makna atau maksud negatif. Menurut Cambridge Dictionary, kata not digunakan untuk bentuk frasa negatif setelah kata kerja. Dalam judul tersebut seharusnya terdapat verb is, namun Esensi Wacana primer dan wacana sekunder di atas sama-sama menanggapi dugaan pelecehan yang terjadi pada para finalis Miss Universe Indonesia. Namun, setiap wacana memiliki spirit yang berbeda. Wacana primer pertama mengandung esensi keberpihakan kepada para korban. Hal itu ditunjukkan oleh kalimat AuWomen Empowerment Minister Supports VictimsAy. Kalimat tersebut secara jelas memperlihatkan sikap yang diambil oleh Women Empowerment Minister yaitu support yang berarti ia berada di pihak para korban. Hal ini juga berkaitan dengan tugas dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yaitu, menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pemberdayaan perempuan dan tugas pemerintahan di bidang perlindungan anak untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara. Pernyataan AuBaby Kristami Hopes for Justice to be Upheld for Her Fellow Miss Universe Indonesia Contestants who Became Victims of Sexual HarassmentAy menunjukkan dukungan terhadap korban. Baby Kristami sendiri adalah juara 4 Miss Universe Indonesia. Dalam wacana judul berita tersebut, secara tidak langsung Baby Kristami mendesak agar kasus bisa segera diselesaikan, terutama melalui jalur Hal ini karena setelah melaporkan dugaan pelecehan seksual kepada pihak berwajib, para korban masih harus berjuang mengikuti rangkaian proses hukum agar ditemukan siapa pelaku yang bertanggung jawab. Harapan Baby Kristami agar keadilan ditegakkan juga tidak lepas dari adanya pihak yang meragukan kesaksian Wacana sekunder AuPoppy Capella Insists On Calling Reports Against Her Company Not Sure To Be TrueAy memperlihatkan bahwa Poppy Capella meragukan kebenaran terkait pelecehan seksual yang dialami oleh para korban. Poppy berusaha untuk melindungi nama perusahannya dari wacana-wacana yang berkembang di tengah masyarakat. Pernyataan Poppy juga ia sampaikan kepada publik ketika polisi belum menetapkan siapa yang menjadi pelaku. Dari wacana tersebut diketahui bahwa Poppy memilih menunggu hasil penyelidikan dan penyidikan dari kepolisian. Spirit Spirit wacana-wacana primer menunjukkan dukungan terhadap korban dugaan pelecehan seksual. Sementara, spirit wacana sekunder menunjukkan keraguan terhadap apa yang dialami oleh korban. Dengan demikian, konfigurasi wacana primer dan sekundernya sebagai berikut: Yuliana Kristianti. Mashud. Nita Puspita Sari: Analisis Pergerakan Wacana Dugaan Pelecehan Seksual pada Beberapa Finalis Miss Universe Indonesia Kajian Linguistik dan Sastra Vol 3. No 2. Mei 2024 Konfigurasi Wacana Wujud Wacana Esensi Wacana Spirit Wacana https://online-journal. id/kal P-ISSN 2963-8380 E-ISSN 2963-7988 Tabel 1 Konfigurasi Wacana Wacana Primer Klausa Berpihak terhadap korban. Wacana Sekunder Klausa Tidak berpihak korban. Dukungan terhadap korban. Keraguan terhadap kesaksian korban. Tipe Umum Pergerakan Wacana Tipe umum pergerakan kedua wacana dilihat dari esensi dan spiritnya adalah sebagai berikut: Esensi Spirit Tabel 2 Tipe Umum Pergerakan Wacana Wacana Primer Wacana Sekunder Berpihak ke korban. Tidak berpihak korban. Dukungan ke Meragukan kesaksian Hasil Divergen Divergen Kedua wacana ini bertentangan dan tidak saling melengkapi, sehingga tipe umum pergerakan wacananya adalah divergen-divergen (DIDI). Relasi Wacana Relasi Tekstual Berita-berita tentang dugaan pelecehan terhadap para finalis Miss Universe Indonesia mudah ditemukan di internet. Salah satu di antaranya adalah AuWill monitor harassment allegations at Miss Universe Indonesia: UnoAy di AntaraNews. Kemudian, juga terdapat judul AuNo Sorry To MUID Victims. Poppy Capella Criticized By NetizensAy di situs voi. Ada juga judul di laman Indonesiaexpat. id yang bertulisakan AuMiss Universe International Comments on Alleged Sexual HarassmentAy. Berbagai judul berita itu menunjukkan relasi tekstual antara wacana primer dan wacana sekunder. Terdapat pihak-pihak yang berpengaruh terhadap wacana yang sedang ada, baik para tokoh publik maupun masyarakat umum yang menggunakan media sosial. Relasi Kontekstual Berita kasus dugaan pelecehan seksual lainnya yang juga sedang menjadi perhatian publik ketika kasus tersebut berlangsung adalah kasus pelecehan seksual yang menimpa santriwati di Langkat. Orang yang diduga sebagai pelaku adalah pemilik pondok pesantren di Kabupaten Langkat. Sumatera Utara. Sama seperti dugaan pelecehan seksual yang terjadi pada para finalis Miss Universe Indonesia. Yuliana Kristianti. Mashud. Nita Puspita Sari: Analisis Pergerakan Wacana Dugaan Pelecehan Seksual pada Beberapa Finalis Miss Universe Indonesia Kajian Linguistik dan Sastra Vol 3. No 2. Mei 2024 https://online-journal. id/kal P-ISSN 2963-8380 E-ISSN 2963-7988 pelecehan seksual pada santriwati di Langkat ini terjadi karena ketimpangan relasi Selain itu, terduga pelaku sama-sama orang yang berafiliasi dengan sebuah Sebelum berita dugaan pelecehan seksual yang menimpa santriwati di Langkat banyak beredar, pemerintah setempat telah menggelar pertemuan dengan pemilik pondok pesantren yang diduga melakukan pelecehan seksual. Dalam pertemuan itu, pemilik pondok pesantren diminta untuk keluar dari kampung selama satu tahun. Saat ini proses hukum sedang berjalan. Beberapa berita mengenai pelecehan seksual yang menimpa satriwati di Langkat tersebut di antaranya adalah AuSantriwati Polisikan Pemilik Ponpes di Langkat Atas Dugaan Pelecehan SeksualAy dan AuDugaan Pelecehan Santriwati di Langkat. Plt Bupati: Cemarkan Nama Baik PesantrenAy di detik. AuPolisi Periksa 13 Orang Saksi Terkait Pelecehan Seksual Diduga Dilakukan Pemilik Ponpes di LangkatAy di medan. Relasi Faktual Jika dilihat realitas yang terjadi di lapangan, terdapat dukungan terhadap Presiden Women Committee UNI Global Asia Pacific. Mirah Sumira meminta Menteri pA untuk melakukan evaluasi dan pengawasan semua kegiatan kontes kecantikan yang berpotensi mengeksploitasi dan merendahkan harkat dan martabat perempuan Indonesia. Selain itu, di media sosial, sebuah akun Twitter @mazzini_gsp mengunggah berita AuKronologi Dugaan Pelecehan Seksual Miss Universe. Dua Kontestan Menjadi KorbanAy dan mendapatkan banyak respon dari Cuitan itu tayang lebih dari satu juta kali dengan banyak warganet yang ingin pelaku pelecehan segera ditangkap. Relasi Logika Wacana primer maupun wacana sekunder dapat diterima dari segi logika Dalam wacana primer, terdapat tuntutan agar kasus dugaan pelecehan seksual yang terjadi pada beberapa finalis Miss Universe Indonesia ditangani secara hukum di kepolisian karena pelecehan seksual merupakan tidak kejahatan pidana. Kemudian, dugaan pelecehan seksual yang terjadi pada para finalis Miss Universe Indonesia juga melanggar aturan pelaksanaan kegiatan beauty peagent dimana pelecehan seksual adalah hal yang dilarang keras dalam ajang ini. Pada tahun 2013, kontes Miss World membatalkan putaran bikini Ketika acara tersebut digelar di negara dengan mayoritas penduduk Muslim. Sehingga, dugaan pelecehan seksual dimana panitia meminta para finalis untuk membuka baju serta memotret mereka adalah hal menciderai martabat para peserta. Sementara, dari wacana sekunder. CEO PT Capella Swastika Karya. Poppy Capella memilih untuk menunggu hasil pemeriksaan dari kepolisian sebelum mendukung pernyataan dari para korban pelecehan seksual. Hal ini dilakukan karena perlu proses hukum untuk menetapkan apakah dugaan pelecehan seksual yang mencatut nama perusahannya benar terjadi. Ini adalah pertama kalinya perusahaan Poppy Capella memiliki lisensi penyelenggaraan Miss Universe Indonesia. Sehingga ia tidak menutup kemungkinan ada pihak yang sengaja ingin merebut lisensi tersebut dari perusahaannya. Yuliana Kristianti. Mashud. Nita Puspita Sari: Analisis Pergerakan Wacana Dugaan Pelecehan Seksual pada Beberapa Finalis Miss Universe Indonesia Kajian Linguistik dan Sastra Vol 3. No 2. Mei 2024 https://online-journal. id/kal P-ISSN 2963-8380 E-ISSN 2963-7988 Ekuilibrium Wacana Legitimasi Wacana Kedua wacana ini benar terjadi adanya. Pernyataan-pernyataan tokoh publik yang diberitakan oleh surat kabar diambil dari pernyataan resmi, termasuk dari media sosial pribadi mereka. Selain itu, ada juga wawancara langsung kepada narasumber yang dilakukan oleh media yang memberitakan. Rentang Keseimbangan Wacana Tingkat popularitas wacana primer dan wacana sekunder tersebut tidak berbeda jauh. Hal ini didasarkan beberapa indikator, sebagai berikut yang diadaptasi dari Nasution . Tabel 3 Rentang Keseimbangan Wacana Dampak ideologis, perilaku, sosial, sikap, psikologis, budaya, ekonomi, politik, dan realitas lainnya Popularitas Variasi opini masyarakat Pengaruh ke kebijakan Memicu perubahanperubahan baik sisi sosial, ideologi, budaya, atau politik Hubungan dengan wacana lain Di kondisi bargaining position atau bargaining Wacana Primer Wacana Sekunder *** *** *** *** *** *** *** *** *** *** Wacana Penyeimbang Tidak dibutuhkan wacana penyeimbang karena ekuilibirum kedua jenis wacana . rimer dan sekunde. setelah diamati tidak terdapat perbedaan yang mencolok. Aktualisasi Wacana Perilaku Wacana Wacana-wacana terkait kasus dugaan pelecehan seksual beberapa finalis Miss Universe Indonesia berpengaruh terhadap penggunanya. Wacana primer dan sekunder menyebabkan para finalis Miss Universe Indonesia yang menjadi korban pelecehan seksual mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Selain para tokoh publik, banyak warganet yang menyerukan dukungan melalui media sosial. Bahkan, warganet meminta CEO PT Capella Swastika Karya. Poppy Capella untuk meminta Yuliana Kristianti. Mashud. Nita Puspita Sari: Analisis Pergerakan Wacana Dugaan Pelecehan Seksual pada Beberapa Finalis Miss Universe Indonesia Kajian Linguistik dan Sastra Vol 3. No 2. Mei 2024 https://online-journal. id/kal P-ISSN 2963-8380 E-ISSN 2963-7988 maaf kepada para korban. Cara yang dilakukan warganet adalah dengan meninggalkan komentar di unggahan Instagram Poppy Capella. Efek Wacana Kedua wacana ini menimbulkan dicabutnya lisensi Miss Universe Indonesia (MUID) oleh organisasi Miss Universe Global. Kini PT Capella Swastika Karya tidak lagi memiliki hak untuk mengkoordinir ajang kecantikan tersebut. Kemudian, organisasi Miss Universe Global juga mengeluarkan pernyataan bahwa Fabienne Nicole Groeneveld yang sebelumnya telah dinobatkan sebagai pemenang Miss Universe Indonesia 2023 masih bisa mengikuti ajang Miss Universe 2023. Selain itu. Miss Universe Malaysia 2023 harus dibatalkan karena sebelum kasus dugaan pelecehan seksual ini lisensi acara tersebut juga dimiliki oleh PT Capella Swastika Karya. Efek lainnya adalah CEO Miss Universe Indonesia. Elden Wang memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Tak lama setelah pernyataan pengundurkan diri Elden Wang. Beauty Director Miss Universe Indonesia. Slam Wiyono juga mengatakan bahwa tugasnya sudah selesai. Pengundurkan diri juga dilakukan oleh Runner up Miss Universe Indonesia. Muthia Fatika Rachman. Muthia secara resmi mengatakan bahwa ia sudah tidak lagi menjadi bagian dari Miss Universe Indonesia. Keberlanjutan Wacana Adaptasi Wacana Berbagai wacana yang pro dan kontra akan muncul setiap ada kasus kekerasan seksual yang menjadi perhatian publik. Jika diamati, setiap kasus pelecehan seksual yang melibatkan pejabat sebuah instansi selalu ada dua sisi Pertama, wacana yang mendukung korban untuk segera mendapatkan Kedua, wacana yang mencurigai korban dengan mempertanyakan apakah korban benar-benar menjadi korban dalam kasus pelecehan seksual. Wacana kedua biasanya muncul dari para pemangku kebijakan instansi terkait. Solusi Wacana Pelecehan seksual dapat menimpa siapa saja. Salah satu penyebab pelecehan seksual adalah ketimpangan relasi kuasa antara korban dan pelaku. Bagaimanapun pelecehan seksual adalah tindakan tercela dan melanggar hukum. Sebaiknya setiap instansi membuat peraturan yang jelas dan tegas untuk mencegah terjadinya pelecehan seksual serta menindak pelaku agar mendapatkan hukuman yang maksimal. Wacana serupa diharapkan tidak terjadi di masa depan. Tipe Perubahan Wacana Penulis memperkirakan kemungkinan wacana pro dan kontra terkait pelecehan seksual bisa muncul kembali. Dalam ajang kecantikan diperkirakan munculnya wacana serupa cukup kecil. Hal ini karena wacana dugaan pelecehan seksual yang terjadi pada para finalis Miss Universe Indonesia memberikan pelajaran yang berharga terkait penyelenggaraan ajang kecantikan di berbagai Organisasi Miss Universe dunia tentu akan lebih teliti dalam memberikan hak lisensi penyelanggara acara kepada sebuah perusahaan. Namun, wacana192 Yuliana Kristianti. Mashud. Nita Puspita Sari: Analisis Pergerakan Wacana Dugaan Pelecehan Seksual pada Beberapa Finalis Miss Universe Indonesia Kajian Linguistik dan Sastra Vol 3. No 2. Mei 2024 https://online-journal. id/kal P-ISSN 2963-8380 E-ISSN 2963-7988 wacana pelecehan seksual di instansi lainnya yang disebabkan ketimpangan relasi kuasa masih akan terus muncul karena dampak dari wacana pemberitaan yang ada kurang dapat dirasakan. Salah satu alasannya karena media-media yang memberitakan dugaan pelecehan seksual memilih judul yang cenderung netral dan tidak memihak siapapun. Meski demikian, salah satu perubahan kecil yang diperkirakan terjadi adalah memilih sudut pandang yang tidak merugikan korban. Simpulan Kasus dugaan pelecehan seksual para finalis Miss Universe Indonesia merupakan kejahatan yang melanggar hukum. Dugaan pelecehan seksual yang dialami oleh para finalis Miss Universe Indonesia itu membuat banyak pihak menyoroti dan memberikan tanggapan. Ada wacana yang muncul dan beredar di tengah masyarakat, yaitu mendukung dan meragukan korban. Hal ini didasarkan frekuensi dua jenis wacana tersebut. Wacana primer dan sekunder terkait kasus dugaan pelecehan seksual terhadap para finalis Miss Universe Indonesia memiliki tipe DIDI atau divergen-divergen karena kedua wacana tersebut saling bertentangan dan tidak saling melengkapi. Daftar Pustaka