https://jurnalpoltekbangjayapura. id/index. php/skyeast Vol. No. Desember 2023 SKY EAST: Education of Aviation Science and Technology ISSN 3025-2709 (Onlin. & ISSN - (Prin. DOI: https://doi. org/10. 61510/skyeast. Received: 10/12/2023. Revised: 15/12/2023. Publish: 22/12/2023 This is an open access article under the CC BY-NC license Pengaruh Direct Route terhadap Beban Kerja Pemandu Lalu Lintas Udara di Perum LPPNPI Cabang Pembantu Pangkalan Bun Muhammad Arbi Octaviano1. Rini Sadiatmi2. Destyana Widyasari3 Politeknik Penerbangan Indonesia Curug. Tangerang. Indonesia, email: arbioctaviano05@gmail. 2Politeknik Penerbangan Indonesia Curug. Tangerang. Indonesia, email: rinisadiatmi@ppicurug. 3Politeknik Penerbangan Indonesia Curug. Tangerang. Indonesia, email: destyana. weed@gmail. Corresponding Author: rinisadiatmi@ppicurug. Abstract: This study aims to determine how much influence the direct route has on the workload of air traffic guides at Perum LPPNPI Pangkalan Bun Sub Branch. The research was conducted at the Aerodrome Control Tower Unit and Approach Control Unit at Perum LPPNPI Pangkalan Bun Sub-Branch. Central Kalimantan from April to July 2020. The research method used is quantitative research, where direct route is variable x and the workload of air traffic guides. as variable y. The data collection technique was by distributing questionnaires to 15 respondents consisting of all air traffic control personnel at Perum LPPNPI Pangkalan Bun Sub-Branch. The data analysis technique used is tabulating the x and y variables from the obtained questionnaire, followed by the correlation coefficient test and From the calculation results in the discussion of the final project, it is found that there is a strong enough relationship between the effect of direct route on air traffic guidance workload with a correlation coefficient . 734 and a coefficient of determination . 54%, meaning that the effect of direct route on the load Air traffic control work at Perum LPPNPI Pangkalan Bun Sub Branch is 54% and the rest is determined by other factors. Keyword: Air Traffic Controller (ATC), direct route, workload Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh direct route terhadap beban kerja pemandu lalu lintas udara di Perum LPPNPI Cabang Pembantu Pangkalan Bun. Penelitian dilakukan di Aerodrome Control Tower Unit dan Approach Control Unit di Perum LPPNPI Cabang Pembantu Pangkalan Bun. Kalimantan Tengah pada bulan April sampai dengan Juli 2020. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif, dimana direct route sebagai variable x dan beban kerja pemandu lalu lintas udara sebagai variable y. Adapun teknik pengumpulan data yaitu menyebarkan kuesioner kepada 15 responden yang terdiri dari seluruh personil pemandu lalu lintas udara di Perum LPPNPI Cabang Pembantu Pangkalan Bun. Teknik analisis data yang dilakukan adalah mentabulasi variable x dan y dari hasil kuesioner yang diperoleh, dilanjutkan dengan uji koefisien korelasi dan determinasi. Dari hasil perhitungan pada pembahasan tugas akhir didapat bahwa terdapat hubungan yang cukup kuat antara pengaruh direct route terhadap beban kerja pemandu lalu lintas udara dengan koefisien korelasi. sebesar 0,734 dan koefisien determinasi sebesar . 54%, artinya bahwa pengaruh direct route terhadap beban kerja pemandu lalu lintas udara di SKY EAST: Education of Aviation Science and Technology https://jurnalpoltekbangjayapura. id/index. php/skyeast Vol. No. Desember 2023 Perum LPPNPI Cabang Pembantu Pangkalan Bun adalah 54% dan selebihnya ditentukan oleh faktor lain. Kata Kunci: beban kerja, pemandu lalu lintas udara, rute langsung PENDAHULUAN Perum LPPNPI Cabang Pembantu Pangkalan Bun memberikan pelayanan navigasi penerbangan yaitu combined service antara Aerodrome Control Tower (TWR) dan Approach Procedural Service (APP) yang ditanggung jawabi oleh 1 . unit yaitu Aerodrome Control Tower (TWR) dengan call sign Iskandar Tower. Iskandar Tower bertanggung jawab terhadap pelayanan lalu lintas penerbangan dengan melaksanakan kegiatan pengendalian dan pengawasan keselamatan penerbangan di wilayah udara Iskandar Air Traffic Zone. Pangkalan Bun Control Center, dan Pangkalan Bun Terminal Control Area (TMA). Airspace atau ruang udara Pangkalan Bun telah memiliki beberapa jalur penerbangan Jalur penerbangan yang dimaksud ialah sebuah lajur garis imajiner di udara berdasarkan frekuensi radio navigasi yang memiliki sudut tertentu yang telah ditetapkan dari pusat peralatan Jalur penerbangan berfungsi untuk menjadi panduan jalur yang akan diikuti pesawat di udara sehingga pesawat dapat sampai pada tujuannya. Dalam dunia penerbangan jalur penerbangan lebih dikenal sebagai Air Traffic Service (ATS) route. Ruang udara Pangkalan Bun TMA telah memiliki ATS Route yang terhubung dengan PKN VOR yang masing-masing memiliki Standard Instrument Departure (SID) dan Standard Instrument Arrival (STAR) untuk dapat mengakomodasikan penerbangan yang berjumlah 30 penerbangan terjadwal setiap harinya dan 40 penerbangan terjadwal pada hari Rabu. Jumat, dan Sabtu. Akan tetapi pesawat arrival masih diberi instruksi direct PKN VOR. Sedangkan. Ruang udara Pangkalan Bun telah memiliki Standard Instrument Departure (SID) dan Standard Instrument Arrival (STAR). Padahal jumlah penerbangan terjadwal dari Jakarta. Semarang, dan Surabaya pada waktu yang padat berjumlah 15 penerbangan terjadwal dari total 40 penerbangan yangada di Bandar Udara Iskandar Pangkalan Bun. Pada saat lalu lintas udara padat maka timbul permasalahan bagi petugas pemandu lalu lintas udara di Perum LPPNPI Cabang Pangkalan Bun dalam mengatur arus lalu lintas udara secara aman dan lancar. Hal ini disebabkan karena beban kerja yang menjadi tanggung jawab pemandu lalu lintas udara di wilayah tanggung jawab ruang udara yang harus dipandunya. Bandar Udara Iskandar Pangkalan Bun sudah memiliki Standard Instrument Arrival (STAR) dan Standard Instrument Departure (SID) untuk pesawat kedatangan. Tetapi, pesawat udara masih diberikan instruksi direct tidak diberi instruksi untuk mengikuti Standard Instrument Arrival (STAR) untuk kedatangan dan Standard Instrument Departure (SID) untuk Hal tersebut menambah beban kerja petugas pemandu lalu lintas udara dalam memberikan pelayanan pemanduan lalu lintas udara karena tidak ada acuan radial yang harus METODE Teknik pengumpulan data ini dilakukan untuk menemukan landasan teori yang diperlukan dan mengumpulkan informasi yang relevan dengan permasalahan yang diteliti. Metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono, 2. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data adalah kuesioner. Kuesioner adalah teknik pengumpulan data dengan menyerahkan atau mengirimkan daftar pertanyaan untuk diisi sendiri oleh SKY EAST: Education of Aviation Science and Technology https://jurnalpoltekbangjayapura. id/index. php/skyeast Vol. No. Desember 2023 Setelah mengumpulkan data yang dibutuhkan, maka selanjutnya penulis menganalisis data yang ada agar dapat disajikan dengan baik. Pada penelitian ini, penulis menggunakan teknik analisis data: Koefisien korelasi adalah bilangan yang menyatakan kekuatan hubungan antara dua variabel atau lebih, juga dapat menentukan arah hubungan dari kedua variabel. Mencari koefisien korelasi dapat dilakukan dengan melakukan analisis korelasi, analisis korelasi merupakan suatu bentuk analisis data dalam penelitian yang bertujuan untuk mengetahui kekuatan atau bentuk arah hubungan di antara dua variabel dan besarnya pengaruh yang disebabkan oleh variabel yang satu . ariabel beba. terhadap variabel lainnya . ariabel terika. (Syofian, 2. Koefisien Determinasi yaitu angka yang menyatakan atau digunakan untuk mengetahui kontribusi atau sumbangan yang diberikan oleh sebuah variabel atau lebih. HASIL DAN PEMBAHASAN Penyajian data terbagi berdasar variabel yang diteliti, antara lain adalah variabel X dan variabel Y: Variable X Variable X adalah jumlah traffic pesawat yang ditangani oleh seorang ATC dalam satu hari kerja. Perhitungan jumlah pesawat direct route dihitung dari traffic pesawat dengan menggunakan direct route yang ditangani oleh pemandu lalu lintas udara di Bandar Udara Iskandar Pangkalan Bun. Variabel Y Variabel Y adalah data beban kerja berdasarkan metode perhitungan NASA TLX. ratarata beban kerja Pemandu Lalu Lintas Udara di Perum LPPNPI Cabang Pembantu Pangkalan Bun adalah sebesar 85 dan termasuk dalam kategori beban kerja sangat Berdasarkan tabel output SPSS tersebut, dapat dilihat nilai Correlation Coefficient pada Pengaruh Direct Route adalah . 734 yang artinya 0,734. Sesuai dengan ketentuan tingkat korelasi dan kekuatan hubungan antara variabel direct route dengan beban kerja pemandu lalu lintas udara adalah sebesar 0,734 sehingga dapat disimpulkan Direct Route dengan beban kerja pemandu lalu lintas udara memiliki hubungan kuat. Berdasarkan hasil tersebut, nilai 54% ini berasal dari pengkuadratan nilai koefisien korelasi atau AurAy, yaitu . ,734 x 0,. x 100% = 54% sehingga dapat disimpulkan bahwa variable pengaruh Direct Route berpengaruh terhadap variabel beban kerja pemandu lalu lintas udara (Y) sebesar 54%. Sedangkan sisanya . % - 54% = 46%) dipengaruhi oleh variabel lain atau variabel yang tidak diteliti. KESIMPULAN Visibility Dari temuan yang disajikan dalam penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa untuk menjawab permasalahan yang ada, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Untuk hasil penelitian regresi linear sederhana dengan digunakannya direct route dapat menambah beban kerja pemandu lalu lintas udara. Untuk hasil perhitungan koefisien determinasi menyimpulkan bahwa variabel X . engaruh Direct Rout. memiliki pengaruh sebesar 54% terhadap variable Y. eban Diperoleh hasil 54% dikarenakan pilot request direct dan di approve oleh pemandu lalu lintas udara. SKY EAST: Education of Aviation Science and Technology https://jurnalpoltekbangjayapura. id/index. php/skyeast Vol. No. Desember 2023 REFERENSI