JURNAL PENGABDIAN PERIKANAN INDONESIA Volume 3. Nomor 3. Oktober 2023 PEMBINAAN NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN (LAPAS) KELAS IIA TERNATE MELALUI PELATIHAN BUDIDAYA IKAN DAN SAYUR DALAM EMBER Nurul Safitri, 1Gloria Vivian Luntungan, 1Muhammad Rafly Zulfikar Tamrin. Rovina Andriani*, 2Fatma Muchdar Mahasiswa Program Studi Budidaya Perairan Universitas Khairun Ternate Dosen Program Studi Budidaya Perairan Universitas Khairun Ternate Jl. Yusuf Abdulrahman Kampus II Unkhair Gambesi Kota Ternate Selatan *Alamat korespondensi : vina. fisheries@gmail. Kata kunci: Abstrak: Pembinaan, sayur dalam Wilayah kota khususnya kota metropolitan memiliki ciri-ciri kepadatan penduduk yang tinggi, lahan banyak digunakan untuk pemukiman dan pembangunan infrastruktur, serta terbatasnya ruang terbuka hijau dan lahan untuk kegiatan budidaya ikan. Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) Kelas IIA Ternate merupakan salah satu Lapas yang berlokasi di Kelurahan Jambula Kecamatan Pulau Ternate Kota Ternate. LAPAS Kelas IIA Ternate memiliki banyak program pembinaan kepada masyarakat yang akan bebas dari tahanan untuk diberikan bekal. Seiring dengan berkembangnya teknologi, diperlukan adanya antisipasi penurunan produksi akuakultur akibat berkurangnya lahan budidaya dan penurunan kualitas perairan. Inovasi teknologi ini diharapkan mampu mengurangi sampah dan meningkatkan produktivitas persatuan lahan garapan. Salah satu inovasi teknologi yang dapat diterapkan adalah budidaya ikan dengan tanaman melalui sistem aquaponik di dalam suatu tempat. Sistem ini adalah budidaya ikan yang ramah lingkungan. Budikdamber mengadopsi teknik budidaya aquaponik yang merupakan teknik budidaya tanaman sayuran dengan media tanam selain tanah. Tujuan pembinaan kepada narapidana ini adalah untuk menambah keterampilan narapidana dalam melakukan budidaya ikan dan sayur dalam ember. Hal ini memungkinkan dapat dijadikan sebagai salah satu peluang usaha baru ketika nantinya penghuni lapas telah bebas dan dapat membuka usaha sendiri di rumahnya untuk menyambung ekonomi keluarga sebelum beradaptasi dengan lingkungan untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih layak. Pembinaan narapidana di LAPAS Kelas IIA Ternate dilaksanakan pada bulan September 2023 yang diikuti oleh 25 orang narapidana. Kepala lapas yang diwakili oleh Kasi pembinaan beserta staf serta mahasiswa dan dosen program studi budidaya perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Khairun Ternate. Metode yang digunakan yaitu dengan melakukan pemaparan Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy rightA 2023. Safitri et al. langsung dan menjelaskan teori budikdamber serta diskusi dan tanya jawab setelah itu mempraktekkan budikdamber yang dilakukan oleh peserta. Pembinaan narapidana di LAPAS Kelas IIA Ternate dapat menerima materi dan praktek dengan mudah, berdasarkan audiensi dengan peserta menyatakan bahwa budikdamber merupakan teknologi budidaya ikan dan sayur yang sangat muran dan mudah dilakukan sehingga jika bebas nanti budikdamber ini dapat dijadikan peluang usaha baru untuk menambah ekonomi keluarga. Panduan Sitasi (APPA 7th editio. Safitri. Luntungan. Tamrin. Andriani. Muchdar. Pembinaan Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan . Kelas IIA Ternate Melalui Pelatihan Budidaya Ikan dan Sayur dalam Ember. Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia, 3. , 282-289. PENDAHULUAN Wilayah kota khususnya kota metropolitan memiliki ciri-ciri kepadatan penduduk yang tinggi, lahan banyak digunakan untuk pemukiman dan pembangunan infrastruktur, serta terbatasnya ruang terbuka hijau dan lahan untuk kegiatan budidaya ikan (Ippana dan Zulham, 2. Kemajuan dan percepatan pembangunan di pusat kota Ternate berimplikasi pada perkembangan jumlah penduduk dan peningkatan kebutuhan terhadap lahan baik untuk penggunaan fasilitas perkantoran, pemerintah dan swasta maupun perumahan. Kepadatan yang terjadi sehingga kebutuhan lahan meningkat dan dilakukannya kegiatan reklamasi yang membentuk aktifitas perekonomian baru. (Umanailo Heru A. Franklin Papia J. Waani Judy O. Seiring dengan berkembangnya teknologi diperlukan adanya antisipasi penurunan produksi akuakultur akibat berkurangnya lahan budidaya dan penurunan kualitas perairan. Inovasi teknologi ini diharapkan mampu mengurangi sampah dan meningkatkan produktivitas persatuan lahan garapan. Salah satu inovasi teknologi yang dapat diterapkan adalah budidaya ikan dengan tanaman melalui sistem aquaponik di dalam suatu tempat. Teknik budidaya aquaponik pada prinsipnya menghemat penggunaan lahan dan meningkatkan daya guna pemanfaatan hara dari sisa pakan dan metabolisme ikan. Sistem ini adalah budidaya ikan yang ramah (Setijaningsih dan umar, 2. Budikdamber mengadaptasi teknik budidaya aquaponik yang merupakan teknik budidaya tanaman sayuran dengan media tanam selain tanah. Di mana teknik ini memadukan antara budidaya ikan dan sayuran dalam satu tempat. Dalam budidaya ini terdapat empat sistem yaitu: rakit, hulu, hilir dan pasang surut. Teknik budidaya ini menyatukan budidaya ikan dan sayuran sekaligus pada lahan yang terbatas. Teknologi fertiminaponik tapi menguntungkan lebih dibandingkan dengan teknik budidaya konvensional (Rokhmah dkk. Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) Kelas IIA Ternate merupakan salah satu Lapas yang berlokasi di Kelurahan Jambula Kecamatan Pulau Ternate Kota Ternate. LAPAS Kelas IIA Ternate memiliki banyak program Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy rightA 2023. Safitri et al. pembinaan kepada masyarakat yang akan bebas dari tahanan untuk diberikan bekal diantaranya pembinaan akhlak, pelatihan-pelatihan keterampilan seperti bercocok tanam, belajar otomotif . , pengelasan dan lain-lain agar supaya dapat mandiri ketika beadaptasi dengan lingkungan ketika bebas nantinya. Tujuan pembinaan kepada narapidana adalah untuk menambah keterampilan narapidana dalam melakukan budidaya ikan dan sayur dalam ember. Hal ini memungkinkan dapat dijadikan sebagai salah satu peluang usaha baru ketika nantinya penghuni lapas telah bebas dan dapat membuka usaha sendiri di rumahnya untuk menyambung ekonomi keluarga sebelum beradaptasi dengan lingkungan untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih layak. Usaha untuk memulai budidaya ikan dan sayur dalam ember tidak membutuhkan modal besar apalagi jika lokasi rumah tidak memiliki cukup lahan utnuk melakukan budidaya, hanya dengan memanfaatkan pekarangan rumah saja mereka telah menciptakan penghasilan dari kreatifitas inovasi ini. METODE KEGIATAN Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada bulan September, 2023 bertempat di Aula LAPAS Kelas IIA Ternate dengan melibatkan 25 orang narapidana, kepala LAPAS yang di wakili oleh kasi pembinaan narapidana beserta staf LAPAS, mahasiswa dan dosen program studi budidaya perairan. Alat dan Bahan yg digunakan disajikan pada Tabel 1 : Tabel 1. Alat dan bahan yang digunakan pada kegiatan pengabdian masyarakat sebagai berikut : Alat Ember 80 liter Ember 30 liter Pisau Solder Kawat Pipa Blower Selang aerasi Batu aerasi Keran aerasi Keran air Gelas plastik Bahan Kangkung Ikan Pakan ikan Arang batok kelapa Kangkung Tahapan Pelaksanaan : Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan metode pendekatan yaitu memperkenalkan dan praktek langsung tentang budikdamber. Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya narapidana tentang cara budidaya ikan dan sayur yang efektif dan efisien dalam wadah ember. Tahapan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini antara lalin sebagai Pemahaman teori tentang Budikdamber serta Diskusi dan tanya jawab Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy rightA 2023. Safitri et al. Demo/praktek pembuatan Budikdamber Pendampingan/pemantauan ikan secara berkala Prosedur Kerja Kegiatan sosialisasi dan audiensi bersama mitra sekaligus pemahaman teori dengan memperkenalkan budikdamber kepada mitra. Kegiatan ini dilakukan dengan metode presentasi dan diskusi, tujuannya adalah untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang cara membudidayakan ikan dan sayur dalam ember termasuk cara pemberian pakan dan pergantian air serta cara menanam sayur. Demo atau praktik cara pembuatan Budikdamber. Praktek pembuatan budikdamber di lakukan langsung setelah sesi pemaparan materi dan diskusi. Peserta dibagi menjadi 5 kelompok untuk membuat wadah budidaya dan langsung mempraktekkan cara menanam sayur sekaligus budidaya ikannya. Pemantauan perkembangan/pertumbuhan ikan dan memberi pakan lele dalam ember. Pergantian air dilakukan setelah air terlihat keruh supaya ikan dalam ember tidak stress oleh kandungan amoniak pada wadah budidaya. HASIL DAN PEMBAHASAN Pemahaman teori tentang Budikdamber Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy rightA 2023. Safitri et al. Pemaparan materi disampaikan oleh mahasiswa program studi budidaya perairan, materi yang disampaikan mengulas tentang sejarah budikdamber, pengertian serta pengenalan budikdamber secara langsung dengan memberikan contoh budikdamber yang telah disiapkan sebelumnya. Pemaparan teori budikdamber disajikan pada Gambar 1. Gambar 1. Pemahaman teori Budikdamber serta diskusi dantanya jawab Budidaya ikan dalam ember (Budikdambe. dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, karena masyarakat sebagai pelaku usaha selain ketersediaan pangan terus terjaga, juga memperoleh hasil usaha yang dapat dijual untuk menambah penghasilan keluarga. Budikdamber dapat dikembangkan pada lahan-lahan sempit dengan kebutuhan air yang relatif sedikit sehingga menjadi teknologi alternatif dalam mengatasi tingkat kemiskinan di daerah padat penduduk dan masyarakat pedesaan. (Febri. Alham, & Afriani . , berpendapat bahwa budikdamber tidak memerlukan aliran listrik untuk suplai oksigen maupun resirkulasi air kolam. Sehingga teknologi ini sangat sederhana dan murah. Penggunaan ember sebagai pengganti kolam akan menghemat Dengan demikian bagi rumah tangga yang tempat tinggalnya sangat terbatas masih bisa melakukan budidaya ikan guna memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Demo/praktek pembuatan budikdamber Praktek pembuatan budikdamber dilakukan oleh peserta dengan penuh antusias karena bahan dan alat yang digunakan sangat sederhana dan terbilang mudah untuk di buat. Ember yang digunakan berukuran 80 liter, jenis sayur menggunakan kangkung, media tanam menggunakan arang batok kelapa dan ikan yang digunakan yaitu Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy rightA 2023. Safitri et al. bibit ikan nila yang di dapatkan dari laboratorium basah Universitas Khairun. Praktek pembuatan budikdamber disajikan pada Gambar 2. Gambar 2. Praktek pembuatan budikdamber Keuntungan dari budikdamber ini adalah hemat energi, karena tidak memerlukan aliran listrik seperti yang dilakukan pada budidaya hidroponik/aquaponik dan tidak perlu suplai oksigen maupun sirkulasi air kolam. Akan tetapi dalam praktek ini menggunakan ikan nika maka sirkulasi oksigen tetap dibutuhkan dalam proses Sederhana, murah dan tergolong mudah dalam pembuatannya. Budikdamber juga sangat hemat 1 ember bisa menampung 30-50 ekor ikan nila. Dibanding kolam atau keramba, hemat waktu dalam pemeliharaan, saat menguras air, pemanenan tanaman dan ikan. Cukup membuang air dalam ember, ikan bisa dipanen, kangkung tinggal potong. Budikdamber bisa berfungsi sebagai lahan pekarang sebagai warung hidup. Bisa menyediakan sayuran dan sumber protein dalam bentuk segar serta gizi tersedia setiap saat. Pemantauan ikan secara berkala Hal paling penting yang harus dilakukan pada kegiatan budikdamber ini yaitu melakukan pemantauan ikan dan sayur secara berkala. Disiplin dalam pemberian pakan serta menjaga kualitas perairan tetap stabil. Ikan dikatakan sehat apabila dapat merespon pakan dengan baik, dan sebaliknya jika ikan terlihat berada di permukaan ember dan kurang merespon pakan maka tindakan yang harus dilakukan yaitu dengan mengganti air sebagian atau seluruhnya jika warna air terlihat pekat. Hal ini dapat menimbulkan kematian pada ikan akibat kualitas air yang buruk. Pemberian pakan dan pengecekan kualitas air dilakukan bersama oleh peserta disajikan pada Gambar 3. Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy rightA 2023. Safitri et al. Gambar 3. Pengontrolan ikan Pemberian pakan pada ikan harus sesuai dengan teknik pemberian pakan yang benar dan sesuai dengan jumlah pakan yang diberikan. Teknik pemberian pakan dilakukan secara ad libitum . artinya ikan diberi pakan secara perlahan kemudian jika terlihat respon ikan terhadap pakan sdh tidak ada maka pakan tidak diberikan lagi. Volume pemberian pakan sebanyak 3 kali sehari yaitu pagi, siang dan malam. Kualitas air tetap di amati, jika air terlihat berwarna pekat maka segera dilakukan pergantian air sebagian hal ini disebabkan oleh sisa pakan yang mengendap di dasar perairan sehingga menyebabkan timbulnya amoniak yang secara langsung dapat mengganggu kesehatan ikan. KESIMPULAN DAN SARAN Pembinaan narapidana di LAPAS Kelas IIA Ternate dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, berdasarkan audiensi dengan peserta menyatakan bahwa budikdamber merupakan teknologi budidaya ikan dan sayur yang sangat muran dan mudah dilakukan sehingga jika bebas nanti dapat dijadikan peluang usaha baru untuk menambah ekonomi keluarga sementara bisa beradaptasi dengan lingkungan baru. Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy rightA 2023. Safitri et al. DAFTAR PUSTAKA