SENAM KEGEL TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA DAN NYERI PERINEUM PADA IBU POSTPARTUM DI WILAYAH KEMANGGISAN JAKARTA BARAT Abstrak STUDI KASUS Dewi Riyanti Putri Permata Sari2* Elfira Awalia Rahmawati3 1,2,3Departemen Anak dan Maternitas. Program Studi Diploma Tiga Keperawatan. Akademi Keperawatan Pelni. Jakarta. Indonesia *Korespondensi: Putri Permata Sari Kata Kunci: Luka Perineum NRS Postpartum REEDA Senam Kegel Latar Belakang: Masa nifas merupakan priode setelah melahirkan ketika rahim dan bagian tubuh lainnya kembali ke bentuk sebelumnya, masa nifas berlangsung sekitar 6 sampai 8 minggu atau 40 hari, setelah melahirkan tubuh wanita kembali ke kondisi tidak hamil yang mengakibatkan perubahan anatomis maupun fisiologis. Tindakan episiotomi pada ibu postpartum menimbulkan luka yang meningkatkan resiko terjadi infeksi dan perdarahan Salah satu intervensi yang dapat diterapkan untuk proses penyembuhan luka dan nyeri perineum pada ibu postpartum yaitu Senam Kegel. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis intervensi Senam Kegel terhadap proses penyembuhan luka dan nyeri pada ibu postpartum di wilayah Kemanggisan Jakarta Barat. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian studi kasus. Subjek penelitian yang diteliti sebanyak 3 responden. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala Redness. Edema. Ecchymosis, discharge. Appriximation (REEDA) dan skala Numeric Rating Scale (NRS). Intervensi Senam Kegel dilakukan selama 14 kali pertemuan dalam waktu 7 hari pada pagi hari dan sore hari dengan durasi setiap pertemuan 10-15 menit. Hasil: Hasil penelitian yang dilakukan didapat rata-rata skor pretest rata-rata skala REEDA 7,6 dan skor posttest skala REEDA 0, skor pretest skala NRS 4 dan posttest didapat rata-rata skala NRS 1. Kesimpulan: Intervensi Senam Kegel terdapat adanya penurunan skor sebelum dan sesudah di lakukan intervensi. Saran dapat dijadikan acuan dalam Family Centered Maternity Care (FCMC) khususnya dalam penyembuhan luka dan penurunan nyeri. Diterima: 03 Juli 2025 Diperbaiki: 17 Juli 2025 Dipublikasikan: 31 Juli 2025 E-ISSN Sitasi artikel ini: Riyanti. Sari. , & Rahmawati. Senam Kegel Terhadap Penyembuhan Luka Dan Nyeri Perineum Pada Ibu Postpartum Di Wilayah Kemanggisan Jakarta Barat. Volume 2 . , 66-75. https://journal. id/index. php/jkpp PENDAHULUAN Masa nifas merupakan priode setelah melahirkan ketika rahim dan bagian tubuh lainnya kembali ke bentuk sebelumnya, masa nifas berlangsung sekitar 6 sampai 8 minggu atau 40 hari, setelah melahirkan tubuh wanita bertransisi ke kondisi tidak hamil yang mengakibatkan perubahan anatomis maupun fisiologis (Rachmawati et al. , 2. Tindakan episiotomi pada ibu postpartum menimbulkan luka yang meningkatkan resiko terjadi infeksi dan perdarahan pascapersalinan dan dapat menjadi fakor penyebab peningkatan Angka Kematian Ibu (AKI), sehingga proses penyembuhan luka menjadi hal penting untuk mengurangi resiko tersebut (Metasari et al. , 2. Data World Health Organitation (WHO) tahun 2020 Angka Kematian Ibu (AKI) sekitar 431/100. 000 terjadi pada kelahiran hidup di dunia. Kejadian ruptur perineum di dunia sebanyak 2,7 juta pada ibu melahirkan dan Jurnal Keperawatan Degeneratif. Volume 1. Issue 2. Juli 2025 Riyanti. Sari. , & Rahmawati. e-ISSN: 3089-34337 diperkirakan mencapai 6,3 juta pada tahun 2050. Sebanyak 50% dari kejadian robekan perineum di dunia terjadi di Asia. Robekan perineum dapat diklasifikasikan berdasarkan derajat laserasi, yaitu derajat I, derajat II, derajat i dan derajat IV. Pada derajat laserasi derajat i dan IV perdarahan sering terjadi setelah persalinan. Di Indonesia ruptur perineum terjadi sebanyak 75% ibu melahirkan pervaginam dari total 1951 kelahiran spontan, 57% ibu mengalami jahitan perineum, 8% episiotomi dan 29% karena robekan spontan (Kementerian Kesehatan RI, 2. Angka Kejadian AKI tahun 2020 sebesar 70,09 dari 100. 000 kelahiran secara pervaginam, tahun 2021 sebesar 76,49 dari 100. 000 kelahiran secara pervaginam dan tahun 2022 AKI sebesar 74,80 dari 100. kelahiran pervaginam (Dinkes DKI, 2. Penyebab kematian utama pada kasus maternal adalah penyebab langsung akibat komplikasi kehamilan, persalinan dan nifas. Salah satu penyebab langsung pada masa nifas adalah infeksi sejumlah 11 % sampai 30 % kasus karena robekan perineum yang tidak ditangani dengan tepat. Dampak yang terjadi pada ibu melahirkan secara pervaginam dengan tindakan episiotomi jika tidak diberikan perawatan dengan baik berdampak terjadinya infeksi dan dapat menyebar pada saluran kandung kemih ataupun pada jalan lahir sehingga berakibat munculnya komplikasi infeksi pada kandung kemih (Sulisnani et al. , 2. Senam Kegel yang melibatkan gerakan otot pubococcygeal merupakan salah satu jenis terapi nonfarmakoterapi yang dapat mempercepat penyembuhan luka dan meningkatkan kekuatan otot di area Latihan-latihan ini terdiri dari gerakan peregangan dan kontraksi (Lestari & Anita, 2. Senam Kegel dapat meningkatkan sirkulasi darah dan oksigen pada perineum. Manfaat oksigen ke perineum membuat luka pada perineum menjadi cepat sembuh karena efek oksigenasi untuk meningkatkan suplai oksigen dan nutrisi ke penyembuhan luka sehingga dapat mempercepat penyembuhan dan mengurangi pembengkakan. Senam Kegel juga salah satu cara untuk membantu penyembuhan luka dan mengurangi rasa nyeri yang dapat dilakukan segera secara mandiri di rumah (Metasari et al. , 2. Penelitian yang dilakukan Syadza dan Farlikhatun . di klinik Zahrotul Ummah Karawang dengan jumlah sampel 30 responden diketahui bahwa rata-rata nyeri pada kelompok yang dilakukan intervensi Senam Kegel berkurang dengan skor 0, 67, dan nyeri pada kelompok kontrol adalah 6, 80. Selain itu diketahui bahwa penyembuhan luka perineum pada kelompok yang di lakukan intervensi rata-rata 6,53 pada kelompok kontrol diperoleh rata-rata 12,33. Hal ini menunjukan yang artinya Senam Kegel berpengaruh pada penyembuhan luka dan nyeri perineum pada ibu postpartum. Berdasarkan pengalaman penulis pada saat praktek di Puskesmas Kemanggisan dan Rumah Sakit Pelni bahwa terdapat 6 Ibu postpartum dengan persalinan pervaginam didapatkan 4 ibu postpartum yang mengeluh nyeri pada perineum karena baru pertama kali melahirkan. dari hasil wawancara Ibu postpartum mengatakan takut penyembuhan luka berlangsung lama dan mengatakan belum mengetahui penanganan luka episiotomi secara non farmakoterapi. Ibu postpartum juga mengatakan belum mengetahui Senam Kegel dan didukung JURNAL KEPERAWATAN DEGENERATIF. VOLUME 1. ISSUE 2. JULI 2025 Riyanti. Sari. , & Rahmawati. e-ISSN: 3089-34337 dari beberapa jurnal terkait bahwa Senam Kegel efektif dalam proses penyembuhan luka episiotomi dan mengurangi nyeri pada ibu postpartum dengan persalinan normal sehingga penulis tertarik untuk melakukan analisis intervensi Senam Kegel terhadap Ibu postpartum pervaginam. METODE Jenis penelitian ini menggunakan desain penelitian dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulaan data dilakukan dengan wawancara dan observasi dimana pelaksanaan studi kasus ini dilakukan sebanyak 2 kali dalam sehari pada saat sebelum dilakukan senam Kegel dan setelah dilakukan senam Kegel yang bertujuan unruk mengetahui perbedaan penerapan senam Kegel terhadap proses penyembuhan luka dan nyeri perineum. Populasi penelitian ini adalah ibu postpartum yang mengalami luka dan nyeri pada perineum di wilayah Kemanggisan Jakarta Barat. Sampel yang diambil dalam penelitian ini yaitu sebanyak 3 . responden penelitian. Teknik pengambilan sampel berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi. Kriteria inklusi: Ibu postpartum yang bersedia menjadi responden, ibu postpartum dengan derajat laserasi 1 dan 2, ibu postpartum dengan kehamilan primipara dan multipara, ibu postpartum dengan usia 20-35 tahun, ibu postpartum nifas hari pertama, ibu postpartum dengan skala nyeri 4 dan 5. Kriteria ekslusi dalam penelitian ini adalah ibu postpartum dengan komplikasi seperti anemia, ketuban pecah dini, kelahiran sungsang, perdarahan hebat, ibu yang mengalami penyakit seperti hipertensi, diabetes melitus, dan jantung, ibu postpartum yang mengalami infeksi pada luka perineum, ibu postpartum yang memiliki gangguan reporoduksi seperti kista, mioma uteri dan kanker serviks. Instrumen dalam penelitian ini yaitu menggunakan lembar observasi penilaian skala REEDA dan skala Nyeri NRS. HASIL Table karakteristik responden Initial usia Pendidikan pekerjaan Status NH Ny. SMA IRT P2A0 Ny. SMA IRT P2A1 Ny. SMA Pegawai P1a0 Sumber: Data primer . JURNAL KEPERAWATAN DEGENERATIF. VOLUME 1. ISSUE 2. JULI 2025 Riyanti. Sari. , & Rahmawati. e-ISSN: 3089-34337 Responden I (Ny. M) dilakukan intervensi dari tanggal 15 Juli sampai tanggal 21 Juli 2024. Responden I P2A0, berusia 32 tahun. Pendidikan SMA, pekerjaan sebagai ibu rumah tangga. Melahirkan anak ke dua berjenis kelamin perempuan postpartum dengan persalinan normal di puskesmas Kebon Jeruk pada tanggal 14 Juli 2024, dengan usia kehamilan 39 minggu. Responden II (Ny. N) dilakukan intervensi pada tanggal 18 Juli sampai tanggal 24 Juli 2024. Responden II P2A1, berusia 34 tahun. Pendidikan SMA, pekerjaan sebgai ibu rumah tangga. Melahirkan anak ke dua berjenis kelamin perempuan postpartum dengan kelahiran normal di rumah bersalin Anggrek Mas pada tanggal 17 Juli 2024, dengan usia kehamilan 40 minggu. Responden i (Ny. dilakukan intervensi pada tanggal 31 Juli sampai 06 Agustus 2024. Responden i P1A0, berusia 28 tahun. Pendidikan SMA, pekerjaan sebagai pegawai swasta. Melahirkan anak pertama berjenis kelamin perempuan postpartum dengan kelahiran normal di puskesmas Kebon Jeruk pada tanggal 30 Juli 2024, dengan usia kelahiran 39 minggu. Kondisi sebelum dilakukan intervensi Responden I Kondisi responden sebelum dilakukan intervensi dilakukan observasi dan wawancara didapatkan dari hasil observasi responden I mengatakan menjaga kebersihan personal hygine, tetapi kurang memperhatikan kebutuhan nutrisinya rsesponden I mengatakan hanya sering makan sayuran, responden I juga juga tidak mengerjakan pekerjaan rumah karena ada ibu mertuannya yang membantu. Responden I mengonsumsi obat asam mefenamat dan obat tambah darah. TFU 1 jari dibawah umbilicus. Lochea Lubra kondisi luka sebelum dilakukan intervensi terdapat kemerahan dan bengkak, derajat laserasi 2. Dilakukan pretest skala REEDA didapatkan hasil skor 8 dan skala nyeri NRS 4. Responden II Kondisi responden sebelum dilakukan intervensi Senam Kegel didapatkan hasil observasi dan wawancara responden I menjaga kebersihan personal hygine, responden II kurang memperhatikan kebutuhan nutrsi tidak mengonsumsi makanan tinggi protein. Responden I melakukan mobilisasi dini dengan duduk dan berjalan ke kamar mandi, responden I mengonsumsi obat asam mefenamat dan vitamin. TFU 1 jari dibawah umbilicus, lochea lubra. Responden II juga mengatakan nyeri pada luka didapatkan hasil observasi terdapat kemerahan dan bengkak pada luka, derajat laserasi 2. Dilakukan pretest skala REEDA didapatkan hasil skor 8 dan skala NRS skor 4 . yeri sedan. Responden i Kondisi responden sebelum dilakukan intervensi dilakukan observasi dan wawancara didapatkan dari hasil observasi responden i mengatakan menjaga kebersihan personal hygine, responden i sangat JURNAL KEPERAWATAN DEGENERATIF. VOLUME 1. ISSUE 2. JULI 2025 Riyanti. Sari. , & Rahmawati. e-ISSN: 3089-34337 meperhatikan kebutuhan nutrisinya dengan memakan 3 butir telur setiap hari dan memakan makanan tinggi protein responden i juga juga melakukan mobilisasi dini dengan mencoba duduk dan berjalan. Responden i mengonsumsi obat asam mefenamat dan obat tambah darah. TFU 1 jari dibawah umbilicus, lochea lubra, derajat laserasi 1, kondisi luka sebelum dilakukan intervensi terdapat kemerahan dan bengkak. Dilakukan pretest skala REEDA didapatkan hasil skor 7 dan skala nyeri NRS 4. Kondisi setelah dilakukan intervensi Responden I Setelah dilakuan proses intervensi Senam Kegel didapatkan hasil di pertemuan pertama yaitu melakukan pre pengukuran skala REEDA dengan skala 8 dan skala nyeri NRS 4 . yeri sedan. , dipertemuan hari kedua didaptkan hasil post pengukuran skala REEDA 7 skala NRS 4 . yeri sedan. , dipertemuan hari ketiga didapatkan hasil observasi pengukuran skala REEDA 5 skala NRS . yeri sedan. , dipertemuan hari kempat didapatkan hasil observasi pengukuran skala REEDA 2 skala NRS 1 . idak nyer. , dipertemuan hari kelima didapatkan hasil obeservasi skala REEDA 2 skala NRS 1 . idak nyer. , dipertemuan ke enam didapatkan hasil observasi skala REEDA 0 skala NRS 1 . idak nyer. , dipertemuan hari ketujuh didaptkan hasil observasi didapatkan hasil skala REEDA 0 dan NRS 1 . idak Responden II Setelah dilakuan proses intervensi Senam Kegel didapatkan hasil di pertemuan pertama yaitu melakukan pre pengukuran skala REEDA dengan skala 8 dan skala nyeri NRS 4 . yeri sedan. , dipertemuan kedua didaptkan hasil post pengukuran skala REEDA 7 skala NRS 4 . yeri sedan. , dipertemuan ketiga didapatkan hasil observasi pengukuran skala REEDA 5 skala NRS . yeri ringa. , dipertemuan kempat didapatkan hasil observasi pengukuran skala REEDA 2 skala NRS 3 . yeri ringa. , dipertemuan kelima didapatkan hasil obeservasi skala REEDA 2 skala NRS 1 . idak nyer. , dipertemuan keenam didapatkan hasil observasi skala REEDA 0 skala NRS 1 . idak nyer. , dipertemuan ketujuh didaptkan hasil observasi didapatkan hasil skala REEDA 0 dan NRS 1 . idak nyer. Responden i Setelah dilakuan proses intervensi Senam Kegel didapatkan hasil di pertemuan hari pertama yaitu melakukan pre pengukuran skala REEDA dengan skala 7 dan skala nyeri NRS 4 . yeri sedan. , dipertemuan hari kedua didaptkan hasil post pengukuran skala REEDA 6 skala NRS 4 . yeri sedan. , dipertemuan hari ketiga didapatkan hasil observasi pengukuran skala REEDA 5 skala NRS 2 . yeri sedan. , dipertemuan hari kempat didapatkan hasil observasi pengukuran skala REEDA 2 skala NRS 2 . yeri ringa. , dipertemuan hari kelima didapatkan hasil obeservasi skala REEDA 0 skala NRS 1 . idak nyer. , dipertemuan hari keenam didapatkan hasil observasi skala REEDA 0 skala NRS 1 . idak nyer. JURNAL KEPERAWATAN DEGENERATIF. VOLUME 1. ISSUE 2. JULI 2025 Riyanti. Sari. , & Rahmawati. e-ISSN: 3089-34337 dipertemuan hari ketujuh didaptkan hasil observasi didapatkan hasil skala REEDA 0 dan NRS 1 . idak Perbandingan skala REEDA Responden I. II dan i SKALA REEDA RESPPON DEN I RESPOND EN II RESPOND EN i PRE POST PRE POST Pada penelitian yang dilakukan terdapat perbedaan penurunan skala penyembuhan luka pada setiap ressponden. Pada responden I didapatkan hasil sebelum dilakukan intervensi Senam Kegel skor skala REEDA 8, responden II skala REEDA 8, responden i skala REEDA 7 dan setelah dilakukan Senam Kegel selama tujuh hari didapatkan hasil reponden I skor skala REEDA 0, responden II skor skala RREDA 0 dan responden i skor skala REEDA 0. Didapatkan rata-rata penurunan skor skala REEDA pada ke tiga responden yaitu 7,6 pada posttest hari ke tujuh. Perbandingan Skala Nyeri Responden I. II dan i SKALA NYERI RESPPON RESPOND RESPOND DEN I EN II EN i PRE POST PRE POST Pada penelitian yang dilakukan terdapat perbedaan penurunan skala nyeri pada setiap ressponden. Pada responden I didapatkan hasil sebelum dilakukan intervensi Senam Kegel skor skala NRS 4, responden II skala NRS 4, responden i skala NRS 4 dan setelah dilakukan Senam Kegel selama tujuh hari didapatkan JURNAL KEPERAWATAN DEGENERATIF. VOLUME 1. ISSUE 2. JULI 2025 Riyanti. Sari. , & Rahmawati. e-ISSN: 3089-34337 hasil reponden I skor skala NRS 1, responden II skor skala NRS 1 dan responden i skor skala NRS 1. Didapatkan rata-rata penurunan skor skala NRS pada ke tiga responden yaitu 3 pada posttest hari ke tujuh. PEMBAHASAN Usia Berdasarkan hasil intervensi yang dilakukan penilitian di wilayah Kemanggisan Jakarta Barat, peneliti mengambil 3 responden dalam intervensi Senam Kegel terhadap penyembuhan luka dan nyeri perineum. Pada ketiga responden rata-rata berusia 20-35 tahun, pada responden i mengalami proses penyembuhan luka lebih cepat karna usianya yang lebih muda. Hal tersebut dikarenakan jaringan parut pada kulit ibu postpartum yang lebih tua sudah tidak produktif. Hal ini sejalan dengan penlitian Herlina et. , . bahwa usia 20-35 tahun merupakan usia produktif dianggap aman untuk menjalani kehamilan, persalinan dan termasuk usia yang dapat mempercepat penyembuhan luka. Pendidikan Berdasarkan dari data responden tingkat pendidikan dalam penelitian ini bahwa responden I dan II berpendidikan SMA, sedangkan responden i berpendidikan D3 dengan Pendidikan lebih tinggi mengalami penurunan skala REEDA dan NRS lebih cepat di bandingkan responden I dan II. Sejalan dengan penelitian Fitri dan Fauziyartun, . menyatakan bahwa tingkat pendidikan berpengaruh pada perawatan perineum yang dilakukan ibu, ibu nifas dengan tingkat pendidikan yang baik akan memiliki pengetahuan yang lebih besar jika dibandingkan dengan ibu yang bependidikan rendah. Pekerjaan Hasil penelitian juga menunjukkan adanya pengaruh pekerjaan terhadap proses penyembuhan dan nyeri perineum pada ibu postpartum yang dimana menunjukkan responden I status pekerjaannya tidak bekerja atau ibu rumah tangga, responden II status pekerjaannya tidak bekerja atau ibu rumah tangga, hasil penelitian terdapat responden dengan pekerjaan pegawai swasta mengalami penyembuhan luka dan nyeri lebih cepat dengan hasil pretest skor skala REEDA 7 skala NRS 4 dan posttest hari ke lima didapatkan skor skala REEDA 0 skala NRS 1. Menurut penelitian yang dilakukan Nurhayati, . menyatakan bahwa ibu yang bekerja sebagai pegawai swasta mempunyai pengetahuan yang lebih baik dibandingkan dengan yang tidak bekerja atau sebagai ibu rumah tangga. Seseorang yang berdiam diri dirumah akan lebih sulit mendapatkan informasi yang diterima secara otomatis akan mempengauhi pengetahuannya. Paritas Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti bahwa responden I G2P2A0, responden II GPA dan responden i GPA yang dimana ketiga responden adalah multigravida yaitu kehamilan lebih dari satu kali. Dalam penelitian ini responden i mengalami proses penyembuhan luka dan penurunan intensitas nyeri lebih cepat dibandingkan responden I dan II dimana responden i mengalami penurunan skala REEDA di JURNAL KEPERAWATAN DEGENERATIF. VOLUME 1. ISSUE 2. JULI 2025 Riyanti. Sari. , & Rahmawati. e-ISSN: 3089-34337 hari ke lima skor menjadi 0 = proses penyembuhan luka baik dan skala nyeri berada di skor 1= tidak nyeri. Yang dimana hal ini sejalan dengan penlitian Susilawati et al . menyatakan bahwa ibu dengan paritas tinggi . ering hamil dan bersali. dapat membuat ibu mengalami masalah kebutuhan nutrisi dan status gizi sehingga dapat mempengaruhi penyembuhan luka. Status Nutrisi Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden i lebih memperhatikan pola makan sehari-hari dan memenuhi kebutuhan nutrisi dengan baik. Responden i memenuhi kebutuhan nutrisinya dengan baik dengan memakan telur rebus 3 butir dalam satu hari, memakan sayuran dan bauh-buahan. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Indah dan Rizkyana, . bahwa nutrisi atau gizi adalah zat yang diperlukan oleh tubuh untuk keperluan metabolisme kebutuhan gizi pada masa nifas terutama apabila ibu menyusui akan meningkat 25%. Gizi tersebut berguna untuk proses kesembuhan setelah melahirkan dan untuk memproduksi air susu yang cukup bagi bayi. Senam Kegel Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di wilayah Kemanggisan didapatkan data dari ketiga responden menunjukkan bahwa mereka belum pernah mendapatkan Senam Kegel selama setelah melahirkan saat ini ataupun kelahiran sebelumnya dan sebelum dilakukan Senam Kegel didapatkan ratarata skor skala REEDA 7,6 dan skor skala NRS didapatkan rata-rata 3. Hasil penelitian diperkuat pleh pernyataan penelitian yang dilakukan oleh Syadza dan Farlikhatun . , dibuktikan bahwa Senam Kegel pada ibu postpartum mengalami penurunan skor skala REEDA dan skala nyeri NRS sebelum dan sesudah dilakukan, maka Senam Kegel ini efektif dalam proses penyembuhan luka dan menurunkan nyeri pada ibu KESIMPULAN Karakteristik responden penelitian pada intervensi Senam Kegel terhadap penyembuhan luka dan nyeri perineum didapatkan rata-rata usia responden dari 20-35 tahun, responden I dan II berpendidikan SMA, responden i berpendidikan D-3. Responden I dan II bekerja sebagai IRT, responden i bekerja sebagai pegawai swasta. Teridentifikasi Skala REEDA dan NRS pada luka perineum masing-masing responden sebelum dilakukan intrervensi yaitu rata-rata skor skala REEDA 7,6 . enyembuhan luka buru. skala NRS pada ke tiga responden rata-rata skala 4 (Nyeri sedan. Teridentifikasi Skala REEDA dan NRS pada luka perineum masing-masing responden setelah dilakukan intervensi selama 14 kali pertemuan, yaitu didapatkan hasil pengkajian rata-rata skala REEDA 0 . enyembuhan luka bai. , skala nyeri NRS 1 . idak nyer. Teridentifikasi adanya penurunan skala REEDA dan skala NRS pada penyembuhan luka perineum sebelum JURNAL KEPERAWATAN DEGENERATIF. VOLUME 1. ISSUE 2. JULI 2025 Riyanti. Sari. , & Rahmawati. e-ISSN: 3089-34337 dilakukan Senam Kegel dan setelah dilakukan Senam Kegel pada ke tiga responden skala REEDA rata-rata 7,6 dan penurunan skala NRS pada ke tiga responden rata-rata 3. UCAPAN TERIMA KASIH Peneliti mengucapkan terima kasih kepada responden dan para pihak yang terlibat dalam penelitian ini. PERNYATAAN BEBAS KONFLIK KEPENTINGAN Tidak terdapat konflik kepentingan yang timbul pada saat melakukan penelitian ini. PENDANAAN Penelitian ini tidak dibayai oleh pihak manapun dan menggunakan dana pribadi. KONTRIBUSI PENULIS Dewi Riyanti: Penulis utama, konseptualisasi, metodologi, analisis, dan referensi Putri Permata Sari: Menghasilkan ide, konseptualisasi, analisis formal, supervision dan kurasi data. Elfira Awalia Rahmawati: Validasi, analisis formal, dan kurasi data ORCID Dewi Riyanti ORCiD ID: Tidak tersedia Putri Permata Sari ORCiD ID: 0000-0002-6463-8199 Elfira Awalia Rahmawati ORCiD ID: 0000-0002-0383-2203 REFERENSI