Pengaruh Digital Marketing. Sistem Paylater. Diskon Harbolnas terhadap Motivasi Hedonis dan Dampaknya pada Impulse Buying PENGARUH DIGITAL MARKETING. SISTEM PAYLATER. DISKON HARBOLNAS TERHADAP MOTIVASI HEDONIS DAN DAMPAKNYA PADA IMPULSE BUYING Deddy Prihadi1. Bei Harira Irawan2. Setiowati Subroto3 Program Studi Bisnis Digital Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pancasakti Tegal Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Univeristas Pancasakti Tegal Email : deddyprihadi@upstegal. id1, beiharira@upstegal. setyowati@upstegal. ABSTRAK Semakin banyak pelaku bisnis digital yang memanfaatkan perilaku pembelian impulsif untuk menarik dan mempertahankan konsumen. Studi ini bermaksud untuk mengetahui pengaruh digital marketing, sistem paylater dan diskon harbolnas pada perilaku impulse buying dengan motivasi hedonis sebagai variabel mediasi. Studi ini merupakan kajian riset kuantitatif berpendekatan survai. Subyek penelitian ini adalah pengguna e-commerce pada marketplace Shopee. Untuk mengumpulkan data primer dari responden digunakan kuesioner yang didistribusikan dengan secara online dengan google form. Sebelum dianalisis dengan menggunakan analisis Partial Least Square (PLS) instrumen diuji dengan uji validitas dan reliabilitas. Penelitian ini membuktikan bahwasanya digital marketing, sistem paylater dan diskon halbolnas berpengaruh pada motivasi hedonis. Diskon harbolnas dan motivasi hedonis berpengaruh pada impulse buying sedangkan digital marketing dan sistem paylater tidak berpengaruh pada impulse buying. Motivasi hedonis mampu memediasi pengaruh sistem paylater dan diskon Harbolnas namun tidak mampu memediasi pengaruh digital marketing pada impulse buying. Kata Kunci: digital marketing, paylater, harbolnas, motivasi hedonis, impulse buying ABSTRACT More digital businesses are taking advantage of impulse buying behavior to attract and retain consumers. This study aims to determine the effect of digital marketing, paylater systems and Harbolnas discounts on impulse buying behavior with hedonic motivation as a mediating variable. This research is a quantitative research study with a survey approach. The subjects of this research are e-commerce users on the Shopee marketplace. To collect primary data from respondents, a questionnaire distributed online with a google form was used. Before being analyzed using Partial Least Squares (PLS) analysis, the instrument was tested with validity and reliability tests. This study proves that digital marketing, paylater systems and Halbolnas discounts have an effect on hedonic Jurnal Pro Bisnis Vol. 15 No. 2 Agustus 2022 ISSN : 1979 Ae 9258 e-ISSN : 2442 - 4536 Pengaruh Digital Marketing. Sistem Paylater. Diskon Harbolnas terhadap Motivasi Hedonis dan Dampaknya pada Impulse Buying Harbolnas discounts and hedonic motivations have an effect on impulse buying, while digital marketing and the paylater system have no effect on impulse buying. Hedonic motivation is able to mediate the effect of the paylater system and Harbolnas discounts but is unable to mediate the influence of digital marketing on impulse buying. Keywords: digital marketing, paylater, harbolnas, hedonic motivation, impulse buying PENDAHULUAN Memasuki era digital bisnis pada saat ini, peluang bisnis yang bertumpu pada penggunaan internet dan e-commerce terbuka lebar, salah satunya dikarenakan penggunaan digital marketing yang sangat populer dalam membantu memasarkan suatu produk atau jasa secara cepat, luas dan murah. Bank Indonesia merilis bahwasanya pada tahun 2021 transaksi e-commerce diperkirakan mencapai Rp403 triliun dengan nilai transaksi pembayaran bank digital diperkirakan mendekati Rp40. 000 triliun meningkat 46,1% dari tahun sebelumnya. User Interface Engineering, sebuah perusahaan riset terkemuka yang mengkhususkan diri dalam situs web dan kualitas produk, melaporkan bahwasanya hampir 40% transaksi belanja online dianggap sebagai pembelian impulsif (Verhagen & Van Dolen, 2. Pembelian ini sering dikaitkan dengan keinginan yang kuat dan perasaan senang (Chan et al. , 2. Pembelian impulsif secara online terutama menyangkut perilaku konsumen yang spontan dikarenakan rendahnya kontrol saat terkena rangsangan online dari toko online (Amos et al. , 2. Hampir 50% belanja pembelian online telah diklasifikasikan sebagai pembelian impulsif (Xiang et al, 2. Wu et al. , . menyatakan bahwasanya 82% responden terlibat dalam impulse buying. Akram et al. , . dalam penelitannya menyatakan bahwa sekitar 93% responden pernah mengalami pembelian impulsif secara online. Perilaku impulse buying di satu sisi membuka peluang bagi pelaku usaha, dimana pelaku usaha memiliki kesempatan guna memenuhi keinginan konsumen dengan memberikan pilihan produk atau jasa yang begitu banyak. Adanya kemudahan dalam pembelian secara online, membuat produk yang ditawarkan Jurnal Pro Bisnis Vol. 15 No. 2 Agustus 2022 ISSN : 1979 Ae 9258 e-ISSN : 2442 - 4536 Pengaruh Digital Marketing. Sistem Paylater. Diskon Harbolnas terhadap Motivasi Hedonis dan Dampaknya pada Impulse Buying melalui digital marketing mengarahkan konsumen untuk memilih penawaran yang paling sesuai dengan harapan pribadi konsumen. Digital marketing merupakan media yang berperan sebagai platform untuk membangun citra merek perusahaan atau produk. Penggunaan digital marketing sangat populer dan banyak digunakan untuk memasarkan produk atau layanan secara cepat dan luas. Hari Belanja Online Nasional atau yang disebut HARBOLNAS merupakan sebuah perayaan yang bertujuan mendidik masyarakat tentang kemudahan dalam berbelanja online serta mengajak masyarakat untuk berbelanja secara online. Harbolnas dicetuskan oleh idEA (Asosiasi E-commerce Indonesi. guna memotivasi dan mengedukasi masyarakat mengenai kemudahan berbelanja online kapan saja dan di mana saja selama 24 jam. Hasil survei NielsenIQ, menyatakan transaksi selama perayaan Harbolnas 2021 tembus hingga Rp18,1 triliun. Angka tersebut naik 56 persen dari Harbolnas tahun lalu yang mencapai Rp11,6 triliun (Nasution, 2. Kemudahan dalam sistem pembayaran menjadi salah satu elemen pendukung perkembangan e-commerce. Sejak tahun 2018 metode pembayaran baru telah diperkenalkan ke publik, yaitu metode pembayaran paylater. Paylater awalnya diperkenalkan oleh perusahaan fintech, yang kemudian bermitra dengan ecommerce guna mempermudah dan menawarkan sistem pembayaran pada transaksi Traveloka bermitra dengan PT. Dana Pasar Pinjaman memperkenalkan sistem paylater untuk pertama kalinya di Indonesia. Platform e-commerce lain penyedia pembayaran dengan paylater adalah Shopee, dimana menurut hasil survei DailySocial pada tahun 2021, layanan paylater yang paling banyak digunakan oleh konsumen adalah Shopee Paylater sebesar 78,4%. Saat ini semakin banyak pelaku bisnis digital yang memanfaatkan perilaku pembelian impulsif untuk menarik dan mempertahankan konsumen. Perilaku impulse buying telah banyak dibahas, namun kajian tersebut dilakukan pada pembelian secara tradisional yang tidak dapat digeneralisasi dalam pembelian e-commerce (Huang & Benyoucef, 2. Beberapa ahli menyoroti kurangnya kajian impulse buying dalam konteks e-commerce, terutama dengan Jurnal Pro Bisnis Vol. 15 No. 2 Agustus 2022 ISSN : 1979 Ae 9258 e-ISSN : 2442 - 4536 Pengaruh Digital Marketing. Sistem Paylater. Diskon Harbolnas terhadap Motivasi Hedonis dan Dampaknya pada Impulse Buying penggabungan beberapa faktor mengenai kemudahan transaksi dan adanya pemberian diskon (Busalim & Hussin, 2. (Chan et al. , 2. Beberapa peneliti mengkhususkan kajian mengenai determinan impulse buying seperti iklan, selebriti endorsement, fitur web, interaksi sosial dan personalisasi (Aragoncillo & Orys, 2. (Zafar et al. , 2. (Zhang, et al. , 2. Beberapa peneliti sebelumnya hanya berfokus pada belanja terencana (Hajli et al. , 2. Perilaku impulse buying mungkin lebih banyak terjadi di lingkungan e-commerce karena kemajuan digital marketing dan dan faktor motivasi pada diri konsumen (Xiang et , 2. (Zafar et al. , 2. Putri dan Rohman . Pranawa dan Abiyasa, . menggunakan variabel diskon Harbolnas dan motivasi hedonis sedangkan Arohman . Pranawa & Abiyasa . menggunakan variabel digital marketing serta Sari . Hilmi & Pratika . menggunakan variabel paylater guna mengetahui determinan perilaku impulse buying. Studi ini akan mengembangkan riset mengenai pengaruh digital marketing, sistem paylater dan diskon harbolnas terhadap perilaku impulse buying dengan motivasi hedonis sebagai variabel mediasi. Penggunaan motivasi hedonis sebagai variabel mediasi belum banyak dilakukan oleh peneliti sehingga menarik untuk mengetahui peran mediasi variabel motivasi hedonis sehingga diharapkan pelaku bisnis e-commerce mampu menempatkan peluang perilaku impulse buying sebagai salah satu cara guna memenangkan persaingan pada era e-commerce saat ini. Penelitian ini dilakukan pada pengguna marketplace Shoopee, dimana rata-rata kunjungan web bulanan Shopee mencapai 134,4 juta pada kuartal i 2021. Shopee Indonesia sebagai salah satu marketplace mobile e-comerce terbesar di Indonesia, merupakan sebuah platform yang didesain khusus guna memberikan pengalaman belanja online yang sederhana, aman, dan cepat dengan kuatnya sistem pembayaran dan kelancaran dukungan logistik. METODE PENELITIAN Studi ini merupakan kajian kuantitatif berpendekatan survai, dimana penelitian survey dapat menjangkau populasi dengan sampel yang cukup besar Jurnal Pro Bisnis Vol. 15 No. 2 Agustus 2022 ISSN : 1979 Ae 9258 e-ISSN : 2442 - 4536 Pengaruh Digital Marketing. Sistem Paylater. Diskon Harbolnas terhadap Motivasi Hedonis dan Dampaknya pada Impulse Buying maka bisa memberi hasil signifikan secara statistik bahkan ketika menganalisis beberapa variabel. Subyek penelitian ini adalah pengguna e-commerce Shopee. Kota Tegal, dengan menggunakan rumus Slovin diperoleh sampel sejumlah 130 orang responden. Kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data primer dari responden yang didistribusikan dengan secara online dengan google form. Variabel yang digunakan pada penelitian ini yaitu digital marketing, sistem paylater dan diskon harbolnas sebagai variabel bebas (X), motivasi hedonis sebagai variabel intervening (Z) serta variable impulse buying sebagai variable terikat (Y). Sebelum dianalisis dengan menggunakan analisis Partial Least Square (PLS) instrumen diuji dengan uji validitas dan reliabilitas. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengujian Instrumen Penelitian Suatu instument dikatakan valid jika mampu mengukur apa yang dibutuhkan serta mampu mengungkapkan data dari variabel yang dipelajari dengan baik. Alat pengukur validitas instumen adalah korelasi product moment, diuji pada taraf signifikansi 0,05. Uji validitas dilakukan pada 30 responden karena menurut Sugiyono . pada prakteknya uji valitas dilakukan pada 30 Tabel 1. Hasil Pengujian Validitas Instrumen Penelitian No. Kode Item Pernyataan DM1 DM2 DM3 DM4 DM5 DM6 PL1 PL2 PL3 PL4 PL5 PL6 HN1 HN2 HN3 HN4 HN5 Rhitung Pvalue Keputusan No. 0,569 0,753 0,687 0,659 0,765 0,640 0,855 0,924 0,937 0,926 0,835 0,772 0,849 0,804 0,807 0,775 0,882 0,001 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Kode Item Pernyataan MH1 MH2 MH3 MH4 MH5 MH6 IB1 IB2 IB3 IB4 IB5 IB6 Rhitung Pvalue Keputusan 0,784 0,705 0,803 0,847 0,638 0,853 0,869 0,758 0,777 0,698 0,914 0,875 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber: Pengolahan data primer, 2022 Jurnal Pro Bisnis Vol. 15 No. 2 Agustus 2022 ISSN : 1979 Ae 9258 e-ISSN : 2442 - 4536 Pengaruh Digital Marketing. Sistem Paylater. Diskon Harbolnas terhadap Motivasi Hedonis dan Dampaknya pada Impulse Buying Hasil perhitungan pengujian validitas membuktikan bahwasanya seluruh pernyataan yang digunakan untuk mengukur variabel mempunyai Pvalue < dari nilai sebesar 0,05 maka semua pernyataan tersebut dinyatakan valid. Deskripsi Responden Data yang diperoleh melalui kuisioner terlebih dahulu dianalisis guna mengetahui karakterisktik responden yang menjadi sampel pada studi ini. Tabel 3. Deskripsi Responden Keterangan Jumlah Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Usia < 20 Tahun 20 Ae 29 Tahun 30 Ae 39 Tahun 40 Ae 49 Tahun 50 tahun atau lebih Presentase 24,38 % 75,38 % 26,15 % 51,54 % 9,23 % 10,00 % 3,08 % Keterangan Jumlah Pendidikan SMU atau sederajat Diploma Sarjana Magister/Doktor Pekerjaan Pelajar/Mahasiswa Pegawai/karyawan Wiraswasta ASN/BUMN/BUMD Presentase 70,77 % 3,08 % 7,69 % 18,46 % 66,15 % 23,08% 5,38 % 5,38 % Sumber : Pengolahan data primer, 2022 Berdasar tabel 3 dideskripsikan dari 130 responden, mayoritas responden adalah perempuan yaitu sebanyak 98 responden . ,38%). Mayoritas responden penelitian ini berusia 20 Ae 29 tahun sebanyak 67 responden . ,54%) dengan tingkat pendidikan terbanyak adalah SMU atau sederajat sebanyak 92 responden . ,77%). Riset ini didominasi oleh responden dengan pekerjaan sebagai Pelajar/Mahasiswa yaitu sebanyak 86 responden . ,15%). Analisis PLS Riset ini menggunakan pendekatan pemodelan partial least square (PLS-SEM) berbasis varians guna menganalisis data melalui SmartPLS versi 3. Pada metode PLS analisis dilakukan dengan merancang model pengukuran atau outer model dan merancang model structural atau inner model. Penilaian Outer Model Penilaian outer model bertujuan menspesifikasi korelasi antara variabel laten dengan parameter yang dilakukan dengan beberapa pengukuran yaitu: Jurnal Pro Bisnis Vol. 15 No. 2 Agustus 2022 ISSN : 1979 Ae 9258 e-ISSN : 2442 - 4536 Pengaruh Digital Marketing. Sistem Paylater. Diskon Harbolnas terhadap Motivasi Hedonis dan Dampaknya pada Impulse Buying . Convergent Validity Convergent validity dari model pengukuran dengan parameter refleksif yang dalam riset ini bisa dilihat dari hubungan antara skor parameter dengan skor konstruknya. Parameter dinyatakan reliabel jika memiliki nilai korelasi lebih dari 0,500. Sumber: Pengolahan data primer, 2022 Gambar 1. Model Hubungan Konstruk dan Parameter Berdasar pada gambar 1, kemudian diperoleh informasi mengenai convergent validity dari model pengukuran variabel. Berdasar pada hasil pada tabel 4 didapat nilai korelasi parameter terdapat 1 parameter variabel digital marketing yang dieliminasi dari model karena memiliki nilai outer loading lebih kecil dari 0,500 yakni DM6 . , sedangkan secara keseluruhan variabel rata-rata memiliki nilai di atas 0,500 maka untuk 28 pernyataan variabel digital marketing, sistem paylater, diskon harbolnas, motivasi hedonis, dan impluse buying dapat digunakan untuk pengujian Jurnal Pro Bisnis Vol. 15 No. 2 Agustus 2022 ISSN : 1979 Ae 9258 e-ISSN : 2442 - 4536 Pengaruh Digital Marketing. Sistem Paylater. Diskon Harbolnas terhadap Motivasi Hedonis dan Dampaknya pada Impulse Buying Tabel 4. Outer Loading Variabel Kode Outer Loading Pernyataan DM1 0,716 DM2 0,803 DM3 0,691 DM4 0,596 DM5 0,733 DM6 0,383 PL1 0,818 PL2 0,845 PL3 0,860 PL4 0,885 PL5 0,773 PL6 0,668 HN1 0,790 HN2 0,762 HN3 0,812 HN4 0,529 HN5 0,728 Sumber : Pengolahan data primer, 2022 Kode Pernyataan MH1 MH2 MH3 MH4 MH5 IB1 IB2 IB3 IB4 IB5 IB6 Outer Loading 0,776 0,671 0,731 0,729 0,814 0,847 0,634 0,812 0,722 0,745 0,610 Discriminant Validity Ukuran lain covergent validity adalah nilai average variance extracted (AVE) yang mendeskripsi besarnya varian atau keragaman variabel manifest yang dapat dipunyai oleh konstruk laten. Ghozali . merekomendasikan penggunaan AVE untuk suatu kriteria dalam menilai convergent validity, dimana nilai AVE paling tidak 0,500 termasuk ukuran convergent validity yang baik. Tabel 5. Hasil Uji Discriminant Validity Variabel Digital Marketing Sistem Paylater Harbolnas Motivasi Hedonis Impluse Buying Average Variance Extracted (AVE) 0,515 0,658 0,535 0,556 0,538 Kriteria Syarat terpenuhi Syarat terpenuhi Syarat terpenuhi Syarat terpenuhi Syarat terpenuhi Sumber: Pengolahan data primer, 2022 Berdasar pada tabel 5, seluruh variabel memiliki nilai discriminant validity yang tinggi yaitu di atas 0,500 maka model data yang diuji pada riset ini telah memenuhi syarat discriminant validity. Jurnal Pro Bisnis Vol. 15 No. 2 Agustus 2022 ISSN : 1979 Ae 9258 e-ISSN : 2442 - 4536 Pengaruh Digital Marketing. Sistem Paylater. Diskon Harbolnas terhadap Motivasi Hedonis dan Dampaknya pada Impulse Buying . Composite Validity Pengujian composite reliability yaitu blok parameter yang mengukur suatu konstruk dapat dievaluasi dengan melihat tabel output SmartPLS: Tabel 6. Hasil Uji Composite Reliability Variabel Digital Marketing Sistem Paylater Harbolnas Motivasi Hedonis Impluse Buying Composite Reliability 0,840 0,920 0,849 0,882 0,873 Kriteria Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Sumber: Pengolahan data primer, 2022 Konstruk dikatakan memiliki reliabilitas yang baik jika nilai composite reliability di atas 0,70 maka disimpulkan seluruh konstruk model refleksif dalam studi ini telah memenuhi kriteria reliabilitas. Penilaian Inner Model Penilaian inner model berguna melihat korelasi antar konstruk laten yang bisa dilihat hasil estimasi koefisien parameter path dan tingkat signifikansinya. Batas penolakan dan penerimaan hipotesis yang diajukan adalah 1,98 . tabel signifikansi 5% = 1,. Perhitungan estimasi t-statistik memiliki hasil yang dapat dilihat pada result for path coefficients pada tabel 7. Tabel 7. Hasil Inner Model Keterangan Digital Marketing (X. E Motivasi Hedonis (Z) Sistem Payleter (X. E Motivasi Hedonis (Z) Harbolnas (X. E Motivasi Hedonis (Z) Digital Marketing (X. E Impluse Buying (Y) Sistem Payleter (X. E Impluse Buying (Y) Harbolnas (X. E Impluse Buying (Y) Motivasi Hedonis (Z) E Impluse Buying (Y) Original Sample (O) t-Statistics (|O/STDEV|) Avalue Keputusan 0,186 1,968 0,050 Berpengaruh 0,267 3,843 0,000 Berpengaruh 0,410 4,541 0,000 Berpengaruh -0,047 0,562 0,575 0,021 0,264 0,792 0,347 3,700 0,000 Berpengaruh 0,501 5,881 0,000 Berpengaruh Jurnal Pro Bisnis Vol. 15 No. 2 Agustus 2022 ISSN : 1979 Ae 9258 e-ISSN : 2442 - 4536 Tidak Berpengaruh Tidak Berpengaruh Pengaruh Digital Marketing. Sistem Paylater. Diskon Harbolnas terhadap Motivasi Hedonis dan Dampaknya pada Impulse Buying Keterangan Digital Marketing (X. E Motivasi Hedonis (Z) E Impluse Buying (Y) Sistem Payleter (X. E Motivasi Hedonis (Z) E Impluse Buying (Y) Harbolnas (X. E Motivasi Hedonis(Z) E Impluse Buying (Y) Original Sample (O) t-Statistics (|O/STDEV|) Avalue Keputusan 0,093 1,889 0,060 Tidak Berpengaruh 0,134 3,054 0,002 Berpengaruh 0,205 3,317 0,001 Berpengaruh Sumber : Pengolahan data primer, 2022 Pembahasan Berdasar pada hasil pengujian dengan PLS-SEM maka dapat dijelaskan hasil penelitian ini sebagai berikut Nilai R-square hasil olah data primer untuk variabel motivasi hedonis adalah sebesar 0,438 yang bermakna besarnya pengaruh digital marketing, sistem paylater, dan harbolnas pada motivasi hedonis adalah sebesar 43,8 persen. Nilai R-square hasil olah data primer untuk variabel impluse buying adalah sebesar 0,547 bermakna besarnya pengaruh digital marketing, sistem paylater, harbolnas dan motivasi hedonis pada impluse buying adalah sebesar 54,7 persen. Pengaruh digital marketing pada motivasi hedonis memberikan nilai t-statistik 1,968 > 1,98 pada signifikan 0,05 serta memiliki nilai A-value 0,050 < 0,05 Meningkatnya penggunaan digital marketing mampu meningkatkan intensitas belanja pada masyarakat guna memenuhi kebutuhan secara digital, karena faktor kemudahan penggunaan dan pembayaran. Adanya digital marketing memudahkan komunikasi dengan pelanggan, di mana pelanggan mendapatkan informasi tentang produk, karakteristik, harga dan syarat penjualan memberikan motivasi atau stimulus emosional berbelanja dengan menyenangkan dan menarik. Pengaruh sistem paylater pada motivasi hedonis memberikan nilai t-statistik 3,843 > 1,98 pada signifikan 0,05 serta memiliki nilai A-value 0,000 < 0,05 disimpulkan sistem paylater berpengaruh pada motivasi hedonis. Kemudahan sistem pembayaran dengan paylater memotivasi emosional pelanggan untuk Jurnal Pro Bisnis Vol. 15 No. 2 Agustus 2022 ISSN : 1979 Ae 9258 e-ISSN : 2442 - 4536 Pengaruh Digital Marketing. Sistem Paylater. Diskon Harbolnas terhadap Motivasi Hedonis dan Dampaknya pada Impulse Buying berbelanja karena adanya respon untuk memburu penawaran terbaik yang diberikan Shopee. Pengaruh Harbolnas pada motivasi hedonis memberikan nilai t-statistik 4,541 > 1,98 pada signifikan 0,05 serta memiliki nilai A-value 0,000 < 0,05 disimpulkan Harbolnas berpengaruh pada motivasi hedonis dimana adanya diskon besarbesaran yang diberikan oleh pelaku e-commerce pada saat Harbolnas baik berupa gratis ongkir ataupun potongan harga menimbulkan kebahagiaan dan kesenangan bagi pelanggan dalam berbelanja meskipun tidak memperhatikan manfaat dari produk yang dibeli. Pengaruh digital marketing pada impluse buying memberikan nilai t-statistik 0,562 < 1,98 pada signifikan 0,05 serta memiliki nilai A-value 0,575 > 0,05 disimpulkan digital marketing tidak berpengaruh pada impluse buying. Digital marketing menciptakan fitur yang memudahkan penjual maupun konsumen seperti, pemberian informasi terkait produk secara interaktif, menciptakan awareness terhadap perusahaan dan produknya, mengumpulkan informasi riset pasar, menciptakan citra yang diharapkan perusahaan. Pemanfaatan digital marketing diantaranya konten yang berupa teks, gambar, video, dan audio belum mampu menggerakkan pembelian konsumen secara impulsive. Pengaruh sistem paylater pada impluse buying memberikan nilai t-statistik 0,264 < 1,98 pada signifikan 0,05 serta memiliki nilai A-value 0,792 > 0,05 disimpulkan sistem paylater tidak berpengaruh pada impluse buying. Kehadiran paylater bisa menjadi solusi bagi pelanggan untuk berbelanja ketika sedang tidak memiliki dana karena syarat pendaftaran yang mudah Hasil penelitian ini menunjukkan paylater memberikan dampak positif pada impluse buying meskipun dampak tersebut kecil dan tidak signifikan hal tersebut dikarenakan masih kurangnya pemahaman responden mengenai syarat ketentuan paylater sehingga tidak memicu pembelian impulsive. Pengaruh Harbolnas pada impluse buying memberikan nilai t-statistik 3,700 > 1,98 pada signifikan 0,05 serta memiliki nilai A-value 0,000 < 0,05 disimpulkan Harbolnas berpengaruh pada Impluse Buying. Diskon besar-besaran pada saat Jurnal Pro Bisnis Vol. 15 No. 2 Agustus 2022 ISSN : 1979 Ae 9258 e-ISSN : 2442 - 4536 Pengaruh Digital Marketing. Sistem Paylater. Diskon Harbolnas terhadap Motivasi Hedonis dan Dampaknya pada Impulse Buying Harbolnas mampu menarik perhatian konsumen dengan membeli produk yang Pengaruh motivasi hedonis pada impluse buying memberikan nilai t-statistik 5,881 > 1,98 pada signifikan 0,05 serta memiliki nilai A-value 0,000 < 0,05 disimpulkan motivasi hedonis berpengaruh pada impluse buying. Kesenangan pada saat berbelanja untuk memenuhi kepuasan diri, kesenangan, fantasi, kepuasan sosial dan emosional yang dirasakan oleh konsumen akan mendorong pelanggan melakukan pembelian secara impulsif. Pengaruh digital marketing pada impluse buying melalui motivasi hedonis memberikan nilai t-statistik 1,889 < 1,98 pada signifikan 0,05 serta memiliki nilai A-value 0,060 > 0,05 disimpulkan motivasi hedonis belum mampu memediasi pengaruh digital marketing, pada impluse buying. Penggunaan digital marketing pada marketplace Shopee yang merupakan platform pembangun brand image toko online atau produk belum mampu membangkitkan kepuasan dan kesenangan berbelanja sehingga pelanggan tidak melakukan pembelian secara impulsive. Pengaruh sistem paylater pada impluse buying melalui motivasi hedonis memberikan nilai t-statistik 3,054 > 1,98 pada signifikan 0,05 serta memiliki nilai A-value 0,002 < 0,05 disimpulkan motivasi hedonis mampu memediasi pengaruh sistem paylater pada impluse buying. Peran motivasi hedonis memberikan pengaruh secara tidak langsung dalam melakukan pembelian impulsive melalui kemudahan pembayaran melalui sistem paylater. Semakin tinggi kepuasan dan kesenangan yang dirasakan pelanggan saat berbelanja online akan memicu terjadi pembelian secara impulsive karena didukung kemudahan pembayaran dengan paylater. Pengaruh Harbolnas pada impluse buying melalui motivasi hedonis memberikan nilai t-statistik 3,317 > 1,98 pada signifikan 0,05 serta memiliki nilai A-value 0,001 < 0,05 disimpulkan motivasi hedonis mampu memediasi pengaruh harbolnas pada impluse buying. Motivasi berbelanja berdasarkan kesenangan memiliki peran besar dalam terjadinya pembelian impulsive, apalagi disaat Harbolnas. Jurnal Pro Bisnis Vol. 15 No. 2 Agustus 2022 ISSN : 1979 Ae 9258 e-ISSN : 2442 - 4536 Pengaruh Digital Marketing. Sistem Paylater. Diskon Harbolnas terhadap Motivasi Hedonis dan Dampaknya pada Impulse Buying ketika diberikan diskon secara besar-besaran dengan tenggang waktu yang terbatas membuat emosi, kesenangan dan kepuasan berbelanja meningkat dan tanpa sadar pelanggan melakukan pembelian barang-barang dengan diskon besar meskipun mereka tidak membutuhkannya. KESIMPULAN DAN SARAN Penelitian ini membuktikan bahwasanya digital marketing, sistem paylater dan diskon Harbolnas berpengaruh pada motivasi hedonis. Diskon Harbolnas dan motivasi hedonis berpengaruh pada impulse buying sedangkan digital marketing dan sistem paylater tidak berpengaruh pada impulse buying. Motivasi hedonis mampu memediasi pengaruh sistem paylater dan diskon Harbolnas namun tidak mampu memediasi pengaruh digital marketing pada impulse buying. Bagi Shopee disarankan lebih memperhatikan kemudahan penggunaan dan kenyamanan penggunaan fungsi-fungsi yang terdapat pada aplikasi Shopee, agar konsumen dapat berbelanja dengan nyaman dan mudah, bebas memilih, serta membuat konsumen mudah tertarik membeli produk yang ditawarkan. Bagi penelitian selanjutnya dengan objek penelitian yang sama, disarankan untuk menyasar langsung kategori produk yang ingin diteliti seperti contoh kategori fashion, kesehatan, elektronik dan sebagainya. Hal tersebut memudahkan peneliti agar tidak terjadi bias, dikarenakan kategori produk yang dijual pada aplikasi Shopee sangat banyak dan beragam. DAFTAR PUSTAKA