Jurnal Muara Pendidikan Vol. 10 Issue 1. Juni 2025 https://doi. org/10. 52060/mp. E-ISSN 2621-0703 P-ISSN 2528-6250 PENGELOLAAN PEMBIYAAN PENDIDIKAN DI SEKOLAH TINGGI ILMU AL-QURAoAN AS-SYIFA Ara Hidayat1. Rizal Anshorudin2 . Arif Rahman Hakim3 Muhammad Irfan4 Magister Manajemen Pendidikan Islam. Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an As-Syifa. Indonesia email:arahidayat@uinsgd. id, rizalanshorudin@stiq. id, arifrahmanalhakim1@gmail. mirfan@stiq. ABSTRAK Penelitian ini membahas pengelolaan pembiayaan pendidikan di STIQ As-Syifa, sebuah Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) yang berada di bawah naungan Yayasan As-Syifa Al-Khoiriyyah. Fokus utama penelitian adalah pada manajemen pembiayaan yang mencakup perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan dana pendidikan. Pendekatan kualitatif digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan pembiayaan di STIQ As-Syifa dilakukan secara terpusat melalui Bagian Keuangan dan Administrasi Umum (BAUK), dengan dukungan sistem audit internal setiap enam bulan sekali. Sumber pembiayaan utama berasal dari kontribusi mahasiswa dan sumbangan yayasan, yang dikelola dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Selain itu. STIQ As-Syifa mengintegrasikan program pembelajaran formal dengan tahfidz Al-Qur'an, yang memengaruhi struktur biaya dan model pembiayaan yang diterapkan. Kendati demikian, tantangan utama meliputi keterbatasan anggaran, minimnya bantuan pemerintah, dan rendahnya partisipasi pihak swasta dalam pendanaan. Untuk mengatasi kendala tersebut. STIQ As-Syifa perlu mengembangkan strategi inovatif dalam pengelolaan dana, seperti diversifikasi sumber pembiayaan dan optimalisasi partisipasi masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan pembiayaan yang efektif dan efisien menjadi faktor kunci dalam mendukung keberlangsungan operasional dan peningkatan kualitas pendidikan di STIQ As-Syifa. Kata Kunci : Pengelolaan Pembiayaan. Pendidikan Islam. Transparansi ABSTRACT This research discusses the management of educational financing at the (STIQ) As-Syifa, a Private Islamic Higher Education Institution (PTKIS) under the auspices of the Yayasan As-Syifa Al-Khoiriyyah. The main focus of the research is on financial management, which includes planning, organizing, implementing, and supervising educational funds. A qualitative approach was used to analyze data obtained through interviews, observations, and The results of the study indicate that the financial management at STIQ As-Syifa is conducted centrally through the Finance and General Administration Division (BAUK), supported by an internal audit system every six months. The primary sources of financing come from student contributions and donations from the foundation, managed with principles of transparency and accountability. Additionally. STIQ As-Syifa integrates formal learning programs with Al-Qur'an memorization, which affects the cost structure and financing model However, the main challenges include budget limitations, minimal government assistance, and low participation from the private sector in funding. To address these constraints. STIQ As-Syifa needs to develop innovative strategies in fund management, such as diversifying funding sources and optimizing community Keywords: Financing Management. Islamic Education. Transparency PENDAHULUAN Pendidikan memiliki peranan yang krusial dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (Nanang Fattah 2. Karena itu, pelaksanaan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama semua pihak. Dalam hal ini, keberhasilan penyelenggaraan pendidikan membutuhkan dukungan dari berbagai elemen agar dapat berjalan sesuai dengan harapan. Salah satu aspek penting yang memengaruhi pengelolaan pembiayaan yang baik. Manajemen pembiayaan pendidikan adalah segenap kegiatan yang berkenaan dengan penataan sumber, penggunaan dan pertanggungjawaban dana pendidikan di sekolah atau lembaga pendidikan. Kegiatan yang ada dalam manajemen pembiayaan pengorganisasian pembiayaan, pelaksanaan pembiayaan, dan pengawasan pembiayaan (Nanang Fattah 2. Semua tahapan ini bertujuan untuk memastikan bahwa dana pendidikan dikelola secara efektif, efisien, dan transparan, sehingga dapat mendukung Dengan manajemen pembiayaan yang baik. Lembaga pendidikan dapat memaksimalkan sumber daya yang ada untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara ICW (Indonesia Corruption Watc. melaporkan bahwa sepanjang tahun 2023, terdapat 791 kasus korupsi di Indonesia https://ejournal. id/index. php/mp This is an open access article under the cc-by license | 147 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 10 Issue 1. Juni . E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 dengan potensi kerugian negara mencapai Rp 132,58 miliar (Anon n. Dalam temuan tersebut, sektor pendidikan menduduki peringkat kelima dalam tindak rasuah. Akibat korupsi ini, alokasi anggaran pendidikan menjadi tidak optimal, menurunkan kualitas layanan, meningkatkan beban finansial masyarakat, dan merusak integritas birokrasi. Selain itu, hal ini juga mengganggu pelaksanaan program pendidikan yang seharusnya mendukung peningkatan mutu dan aksesibilitas, sehingga tujuan pembangunan sumber daya manusia berkualitas tidak Data tersebut menunjukkan bahwa anggaran pendidikan sering menjadi target penyalahgunaan oleh pihak-pihak tertentu. Pengawasan serta monitoring terhadap dialokasikan ke lembaga pendidikan sangat Manajemen pembiayaan yang tidak transparan dapat memicu kecurigaan yang berdampak pada keberlangsungan lembaga Minimnya partisipasi masyarakat pengelolaan dana pendidikan dapat membuka peluang terjadinya penyimpangan anggaran, termasuk manipulasi laporan keuangan yang menjadi masalah serius dalam manajemen Pendidikan, yang memiliki nilai strategis, tidak dapat berlangsung tanpa dukungan pembiayaan yang memadai. Dari perspektif ekonomi, pendidikan selalu membutuhkan biaya untuk memenuhi berbagai kebutuhan demi kelangsungan proses belajar-mengajar. Pembiayaan pendidikan mencakup sumber dana yang berasal dari pemerintah maupun masyarakat, serta alokasi untuk pengajaran, gaji, dan layanan lainnya di lembaga Dengan demikian, pembiayaan pendidikan melibatkan pengelolaan sumber pendidikan secara optimal. Dalam pendidikan, pembiayaan merupakan unsur yang multak harus tersedia. Biaya pendidikan merupakan salah satu komponen masukan instrumental (Instrumental inpu. yang sangat penting dalam penyelenggran Pendidikan. Sebuah lembaga hanya dapat berfungsi secara optimal jika memiliki sistem manajemen pembiayaan yang efektif dan terorganisir dengan baik. Pembiayaan pendidikan menjadi salah satu elemen krusial dalam mendukung pendidikan, karena tanpa pengelolaan biaya yang memadai, proses pendidikan tidak akan berjalan dengan lancar dan tujuan pendidikan sulit Kondisi nyata menunjukkan bahwa penerimaan dana pendidikan saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan operasional secara ideal. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, seperti keterbatasan anggaran dari pemerintah, belum adanya kebijakan pajak khusus untuk pendidikan, serta kemampuan ekonomi masyarakat, terutama orang tua, yang bervariasi dan seringkali tidak sebanding dengan pengeluaran yang harus mereka Selain itu, kontribusi dari pihak swasta terhadap pendanaan pendidikan masih minim, sehingga dukungan finansial untuk penyelenggaraan pendidikan belum optimal. Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) hanya menerima porsi kecil pendanaan untuk lembaga pendidikan yang didirikan dan dikelola oleh masyarakat menjadi tanggung jawab masyarakat dan lembaga itu sendiri(Peraturan Pemerintah Republik Indonesia, 2. Berdasarkan UU Nomor 12 Tahun 2012 pasal 89 ayat 1. tentang pendidikan tinggi(Anon n. , pemerintah tidak memiliki kewajiban untuk membiayai operasional perguruan tinggi swasta, termasuk Akibatnya, jumlah bantuan PTKIS tergantung pada kebijakan yang berlaku dan kondisi masing-masing lembaga. Masalah pendanaan menjadi isu penting dalam pengembangan dan perbaikan sistem pendidikan di Indonesia, karena dana merupakan elemen utama yang menentukan keberhasilan penyelenggaraan pendidikan. PTKIS menghadapi berbagai tantangan terkait pembiayaan, seperti keterbatasan sumber dana, pengelolaan anggaran yang tidak terarah sesuai visi dan misi lembaga, serta minimnya bantuan pemerintah akibat penerapan otonomi daerah (Anon 2. Dengan otonomi daerah, pola pembiayaan sektor pendidikan berubah, sehingga pengelolaan dana pendidikan menjadi lebih kompleks dan membutuhkan perhatian lebih. Di subang terdapat beberapa PTKIS yang sedang berkembang salah satunya adalah sekolah Tinggi Ilmu Al-QurAoan As-Syifa atau yang biasa dikenal STIQ As-Syifa. STIQ As-Syifa didirikan pada 16 November tahun 2021 berdasarkan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia nomor 1205 Tahun 2021 Tentang Izin pendirian Sekolah Tinggi Ilmu ALQur'an As-Syifa. Sekolah Tinggi Ilmu Al-QurAoan As-Syifa bernaung pada Yayasan As-Syifa AlKhoeriyyah. Yang beralamat di Jl. Raya Bandung no 37 kabupaten Subang provinsi jawa barat. https://ejournal. id/index. php/mp | 148 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 10 Issue 1. Juni . E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 Perkembangan STIQ As-Syifa terkait mahasiswa dan dosen akan dijelaskan melalui Diagram berikut. oleh STIQ. Dana ini digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan kampus, seperti pengadaan sarana dan prasarana, kebutuhan akademik, perjalanan dinas, dan keperluan Namun, biaya untuk honor dosen dan staf tidak termasuk dalam pembiayaan tersebut karena hal ini menjadi tanggung jawab bagian Human Capital (HC) yayasan. Sistem pembiayaan ini dirancang untuk menunjang kebutuhan pendidikan mahasiswa terpenuhi. Pengelolaan keuangan di STIQ As-Syifa dilakukan secara terpusat melalui satu pintu oleh Bagian Unit Keuangan Yayasan. Semua pembayaran mahasiswa langsung masuk ke Bagian Unit Keuangan Yayasan. Sementara itu, bagian keuangan STIQ yang dikenal sebagai Bagian Keuangan dan Administrasi Umum (BAUK) bertugas sebagai perpanjangan tangan dari Bendahara Yayasan atau Bagian Keuangan Yayasan. Sistem ini dirancang untuk memastikan pengelolaan keuangan yang transparan, terorganisasi dengan baik, dan operasional di STIQ As-Syifa. Berdasarkan data awal yang diperoleh, peneliti merasa tertarik untuk melakukan penelitian terkait manajemen pembiayaan di STIQ As-Syifa. Untuk memudahkan serta memberikan arah yang jelas dalam penelitian ini, peneliti merumuskan judul sebagai berikut: "Manajemen Pembiayaan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (Studi Kasus di Sekolah Tinggi Ilmu Al-QurAoan As-Syifa. Jumlah Dosen dan Staff Mahasiswa Gambar1. Data mahasiswa Aktif Tahun 2024 Perkembangan STIQ As-Syifa dalam jumlah mahasiswa, dosen, dan tenaga pendidik . terus menunjukkan tren positif setiap Pada tahun 2021, jumlah mahasiswa tercatat sebanyak 125 orang dengan dukungan dari 7 tenaga pendidik. Pada tahun 2022, jumlah mahasiswa meningkat menjadi 151 dengan tambahan 10 tenaga pendidik. Namun, pada 2023, jumlah mahasiswa sedikit menurun menjadi 144, sementara tenaga pendidik bertambah menjadi 12. Pada tahun 2024, mahasiswa bertambah signifikan menjadi 176, dengan dukungan 15 tenaga pendidik. Sumber pembiayaan di STIQ As-Syifa berasal dari kontribusi mahasiswa dan sumbangan pihak yayasan. Biaya per semester yang dibebankan kepada mahasiswa berbedabeda Mahasiswa angkatan 2021 dikenakan biaya Rp 000 per semester, angkatan 2022 sebesar Rp 1. 000, angkatan 2023 sebesar Rp 1. 000, dan angkatan 2024 sebesar Rp Selain itu. STIQ As-Syifa memiliki program pembelajaran di dua lembaga, yaitu lembaga formal STIQ dan Lembaga Tahfidz AlQur'an (LTIQ). Program ini turut memengaruhi model pembiayaan yang diterapkan. Mahasiswa yang mengikuti program ganda, yaitu kuliah di STIQ sekaligus mondok di LTIQ, diwajibkan membayar SPP tambahan sebesar Rp 100. 000 per semester. Biaya ini berlaku selama mahasiswa menjadi santri di LTIQ, dengan rata-rata durasi program selama 4 semester atau 2 tahun. Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa sekaligus memperdalam hafalan Al-Qur'an. Model pembiayaan ini dirancang untuk mendukung kebutuhan akademik dan spiritual mahasiswa secara seimbang, sehingga mereka dapat mengikuti kegiatan belajar dengan optimal. Sumbangan dari pihak yayasan bersifat fluktuatif setiap tahunnya dan disesuaikan dengan kebutuhan dana yang belum terpenuhi METODE Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk mendalam mengenai pengelolaan pembiayaan pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an As-Syifa. Pendekatan kualitatif dipilih karena memungkinkan peneliti untuk menggambarkan dan menganalisis fenomena yang terjadi dalam pengelolaan pembiayaan pendidikan secara Penelitian ini dilakukan pada 16 Desember 2024 dengan menggunakan teknik Narasumber pertama adalah Wakil Rektor II Bidang Akademik dan Kerjasama, yang bertugas mengelola administrasi umum, keuangan, serta sarana prasarana di Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an As-Syifa. Ia juga bertanggung jawab untuk menjalin Kolaborasi dengan berbagai institusi, baik di dalam maupun di luar negeri, serta memastikan pelaksanaan dan evaluasi program kerjasama untuk mendukung visi dan misi institusi. Dalam wawancara tersebut, peneliti memperoleh https://ejournal. id/index. php/mp | 149 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 10 Issue 1. Juni . E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 informasi mengenai regulasi pengelolaan pembiayaan di STIQ As-Syifa. Narasumber kedua adalah Kepala Bagian Keuangan dan Administrasi Umum, yang melaksanakan tugas administratif terkait pengelolaan keuangan dan dokumen umum dengan akurat dan efisien. Dalam wawancara tersebut, peneliti mendapatkan informasi pembiayaan di STIQ As-Syifa. Peneliti juga menggali informasi mengenai strategi dan tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan pembiayaan pendidikan. Data yang diperoleh diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai efektivitas manajemen pembiayaan di institusi ini serta kontribusinya terhadap pencapaian tujuan Data dikumpulkan melalui beberapa teknik, termasuk wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Wawancara semi-terstruktur dilakukan untuk pengelolaan pembiayaan, tantangan yang dihadapi, serta strategi yang diterapkan. Observasi langsung terhadap kegiatan pemahaman tentang praktik yang berlangsung dokumen terkait, seperti laporan keuangan dan rencana anggaran, akan memperkuat data yang didapat dari wawancara dan observasi. Data yang dikumpulkan dengan menggunakan teknik analisis kualitatif, di mana peneliti melakukan pengkodean untuk mengidentifikasi tema-tema utama. Validitas dan reliabilitas data akan dijamin melalui teknik triangulasi dan member checking. belanja perguruan tinggi (RAPBPT), pimpinan bersama dosen dan staf perlu menyusun rencana strategis. Penelitian yang dilakukan oleh Regina Amalia dan rekan-rekan menunjukkan bahwa keterlibatan dalam penyusunan anggaran memiliki dampak positif dan signifikan terhadap kinerja manajerial. organisasi, serta job relevant information (JRI) sebagai variabel moderasi (Bumulo. Kalangi, and Warongan 2. Pentingnya partisipasi pimpinan dan staf dalam perencanaan mencakup penyusunan rencana pendapatan serta pengeluaran. Setiap perguruan tinggi wajib menyusun RAPBPT anggaran secara menyeluruh. Ini meliputi pengembangan rencana penerimaan dan pengeluaran yang seimbang serta berorientasi pada kebutuhan pendidikan. Kolaborasi antara unsur pimpinan dan staf akan meningkatkan efektivitas dan efisiensi penyusunan RAPBPT, sekaligus memastikan alokasi anggaran mendukung pengembangan institusi secara Penyusunan anggaran pembiayaan di perguruan tinggi memerlukan pemahaman mengenai anggaran yang tersedia. Anggaran pembiayaan yang dinyatakan dalam bentuk kuantitatif dengan satuan uang, berfungsi sebagai panduan untuk melaksanakan kegiatan lembaga dalam jangka waktu Dengan demikian, penyusunan anggaran yang baik sangat penting untuk memastikan kelancaran operasional perguruan STIQ As-Syifa merupakan institusi pendidikan yang bernaung di bawah yayasan As-Syifa Al-Khoiriyyah. Dalam menjalankan kegiatan pendidikan, lembaga ini memerlukan perencanaan yang matang sebagai langkah untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Oleh karena itu. STIQ As-Syifa perlu menyusun rencana pembiayaan agar pengalokasian dana dapat dilakukan secara efektif dan efisien. Dalam pendidikan. STIQ As-Syifa selalu melakukan pembukuan yang mencakup dua aspek utama. Pertama, pengurusan yang berkaitan dengan kewenangan dalam menentukan kebijakan penerimaan atau pengeluaran dana. Kedua, tindak lanjut yang dilakukan oleh bendahara, yang bertugas untuk menerima, menyimpan, dan mengeluarkan dana yang tersedia. Beberapa komponen yang perlu dibiayai dengan dana yang ada meliputi: Biaya sarana dan prasarana Biaya HASIL DAN PEMBAHASAN Manajemen menurut Terry Sebagai suatu proses, manajemen mencakup perencanaan. Proses ini bertujuan untuk menetapkan dan mencapai tujuan yang telah ditentukan dengan memanfaatkan sumber daya manusia serta sumber daya lainnya. Oleh karena itu, manajemen tidak hanya terfokus pada pengelolaan sumber daya, tetapi juga pada pencapaian hasil yang diinginkan melalui serangkaian langkah yang terintegrasi dan sistematis (Rohman & Amri, 2. Perencanaan pembiayaan Pendidikan Perencanaan merupakan proses untuk menentukan tujuan atau sasaran yang ingin dicapai dengan merumuskan langkah-langkah dan sumber daya yang diperlukan secara efisien dan efektif (RISKI 2. Dalam perencanaan anggaran pendapatan dan https://ejournal. id/index. php/mp | 150 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 10 Issue 1. Juni . E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 efisien dan sesuai tujuan. Tindak lanjut dari proses ini meliputi pengawasan dan evaluasi untuk memastikan bahwa anggaran digunakan sesui dengan rencana yang telah disusun Dengan pelaksanaan anggaran akan berkontribusi pada pencapaian tujuan pendidikan di STIQ As-Syifa. Biaya perjalanan dinas Biaya pemeliharaan sarana dan prasarana Biaya penelitian dan pengabdian kepada Yayasan Menginfor Pagu Anggrana STIQ AsSyifa Gambar 1. Alur Penetapan Pagu Anggran Gambar diatas menjelaskan tentang alur penetapan pagu anggaran STIQ As-Syifa. Dalam penetapan tersebut ada beberapa Langkah: Penetapan Oleh Yayasan Dalam proses penetapan pagu anggaran di STIQ As-Syifa, yayasan berperan penting menentukan besaran anggaran yang akan Menurut Permenkru RI No 7/PMK. 02/2014 Pagu Anggaran adalah alokasi anggaran yang ditetapkan untuk mendanai, belanja, program atau kegiatan (Republik Indonesia 2. Musyawarah ini melibatkan berbagai pihak yang berkepentingan dalam yayasan, namun pihak manajemen STIQ AsSyifa tidak dilibatkan dalam tahap awal ini. Keputusan yang diambil dalam musyawarah tersebut didasarkan pada kebutuhan lembaga, visi, dan misi yayasan, serta kondisi keuangan yang ada. Dengan demikian, pagu anggaran yang ditetapkan mencerminkan kebijakan pendidikan di STIQ As-Syifa. Yayasan Menginformasikan Setelah pagu anggaran ditetapkan melalui musyawarah, langkah selanjutnya adalah menginformasikan hasil keputusan tersebut kepada pihak manajemen STIQ AsSyifa. Dalam hal ini, informasi disampaikan kepada segenap pimpinan lembaga yang Pihak manajemen perlu memahami besaran pagu anggaran yang telah ditetapkan agar dapat merencanakan dan mengelola sumber daya dengan baik. Proses komunikasi yang efektif anatar yayasan dan manajemen sangat penting untuk memastikan bahwa semua pihak memiliki pemahaman yang sama mengenai alokasi dana dan prioritas kegiatan. Pagu Anggaran STIQ As-Syifa Setelah menerima informasi mengenai pagu anggaran, manajemen STIQ As-Syifa akan melaksanakan rencana anggaran tersebut sesuai dengan kebutuhan operasional lembaga. Pihak manajemen bertanggung jawab untuk menyusun rencana kerja yang sesuai dengan pagu yang telah ditetapkan, sehingga penggunaan dana dapat dilakukan secara Organizing Penggorganisasian menurut M. Manullang merupakan semua aktivitas yang merinci tugas dan tanggung jawab dalam suatu organisasi atau unit untuk mewujudkan rencana yang telah disusun Selain itu, juga mengkoordinasikan dan menetapkan hubungan antara tugas-tugas yang telah dirinci, sehingga mempermudah pelaksanaan rencana yang bersangkutan (Sciences 2. Gambar 1. (Proses pendistribusian pagu Anggaran ) Penjelasan dari gambar diatas adalah mengenai proses pendistribusian pagu anggaran di STIQ As-Syifa dimulai ketika pagu yang telah ditetapkan diterima oleh lembaga. Pagu ini menjadi acuan bagi semua kegiatan yang akan dilaksanakan selama periode anggaran yang ditetapkan. Setelah penerimaan pagu, tahap selanjutnya adalah musyawarah yang dilakukan oleh ketua lembaga dengan para wakil ketua. Dalam musyawarah ini, mereka membahas strategi dan prioritas untuk mendistribusikan anggaran secara efektif kepada berbagai bagian di STIQ As-Syifa. Keputusan yang diambil dalam musyawarah bertujuan untuk memastikan penggunaan anggaran sesuai dengan kebutuhan lembaga dan visi yang telah ditetapkan. Setelah musyawarah, ketua STIQ As-Syifa bersama para wakil ketua akan mendistribusikan anggaran kepada masing-masing wakil ketua dan pejabat setingkat. Proses ini sangat penting agar setiap unit dalam lembaga mendapatkan alokasi dana yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Para wakil ketua kemudian bertanggung jawab untuk menyalurkan anggaran tersebut kepada berbagai program yang ada di STIQ As-Syifa. Pembagian anggaran ini dilakukan dengan cermat agar setiap program dapat berjalan lancar dan memenuhi tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Dengan pembagian yang jelas, diharapkan tidak ada kebingungan dalam pelaksanaan anggaran. Para wakil ketua dalam mendistribusikan anggaran juga harus memperhatikan indikator kerja utama yang telah ditetapkan oleh yayasan. Indikator ini berfungsi sebagai pedoman untuk menilai kinerja setiap program dan memastikan bahwa alokasi dana mendukung pencapaian tujuan lembaga. Dengan adanya indikator tersebut, pengalokasian anggaran https://ejournal. id/index. php/mp | 151 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 10 Issue 1. Juni . menjadi lebih terarah dan terukur, sehingga setiap program dapat dievaluasi berdasarkan hasil yang Proses ini tidak hanya meningkatkan akuntabilitas penggunaan anggaran, tetapi juga membantu STIQ As-Syifa dalam mencapai visi dan misi pendidikan yang lebih baik melalui pengelolaan keuangan yang efektif. Actuating Menurut Hersey Blanchard mengemukakan bahwa actuating atau motivating Merupakan aktivitas yang bertujuan untuk menciptakan kondisi yang dapat secara langsung mengarahkan dorongan-dorongan yang ada dalam diri individu menuju kegiatan-kegiatan yang mendukung pencapaian tujuan yang telah ditetapkan (Zarofah 2. Actuating dalam pengelolaan pembiayaan pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an As-Syifa dapat dilihat melalui beberapa praktik yang bertujuan untuk memotivasi dan mengarahkan sumber daya manusia dalam mencapai tujuan pendidikan. Salah satu contohnya adalah ketika manajemen STIQ AsSyifa mengadakan pelatihan dan workshop bagi dosen dan staf administrasi mengenai pengelolaan anggaran dan pembiayaan. Dengan memberikan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan, manajemen tidak hanya meningkatkan kompetensi pegawai, tetapi juga mendorong mereka untuk lebih aktif dalam merencanakan dan menggunakan anggaran secara efisien. STIQ As-Syifa dapat menerapkan sistem penghargaan untuk program-program yang berhasil mengelola anggaran dengan baik. Penelitian Prabu . menyatakan bahwa penghargaan berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan ( Prabu & Wijayanti, 2016 ). Sebagai contoh, jika suatu program studi berhasil mencapai target penggunaan anggaran yang efisien dan penghargaan atau insentif. Sistem penghargaan ini tidak hanya meningkatkan motivasi, tetapi juga menciptakan budaya kompetisi sehat dalam pengelolaan Dalam penghargaan yayasan As-Syifa megadakan bonus tahunan karyawan dan unit terbaik se As-Syifa salah satu instrumen penilaian adalah penghematan anggaran sebesar 30 %, apabila Unit tersebut bisa mencapai penghematan tersebut maka akan mendapatkan skor yang di akumulasikan dengan instrumen penilaian lainnya. Dengan adanya program tersebut maka Tim manajemen harus mencari cara agar tercapai efisiensi dalam pengeluaran anggran. Terakhir, komunikasi yang terbuka dan transparan antara manajemen dan seluruh anggota lembaga juga merupakan bentuk actuating yang Dengan mengadakan pertemuan rutin untuk membahas perkembangan penggunaan anggaran dan tantangan yang dihadapi, manajemen dapat mendengarkan masukan dari dosen dan staf . Dalam bentuk program actuating di Unit STIQ, pimpinan mengadakan rapat pekanan untuk membahas perkembangan penggunaan anggaran, evaluasi program, dan tantangan yang dihadapi. Rapat ini melibatkan seluruh Wakil Ketua dan pejabat setara E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 Wakil Ketua, sehingga semua pihak mendapatkan informasi yang sama. Dalam setiap pertemuan, pimpinan memberikan kesempatan kepada anggota untuk menyampaikan masukan dan saran terkait pengelolaan anggaran. Bentuk kegiatan diatas sebut juga partisipasi (Hansen/women Partisipasi anggaran adalah Aumetode penganggaran yang memungkinkan manajer di semua tingkatan untuk bertanggung jawab atas kinerja anggaran, terlibat dalam proses pengembangan anggaran, menyampaikan rasa tanggung jawab kepada manajer tingkat bawah, serta mendorong kreativitas. menurut puji Handayani (Bumulo et al. dalam penelitiannya menyebutkan bahwa anggaran berpengaruh positif terhadap kinerja Dengan cara ini, diharapkan tercipta kolaborasi yang lebih baik dan solusi yang efektif dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada. Bentuk ini tidak hanya meningkatkan rasa memiliki terhadap keputusan yang diambil, tetapi juga mendorong partisipasi aktif dalam pengelolaan Keterlibatan anggota dalam proses komitmen mereka terhadap visi dan misi institusi. Dengan demikian, pelaksanaan fungsi actuating di STIQ As-Syifa memiliki peran yang krusial dalam menciptakan suasana yang mendukung pencapaian tujuan pendidikan secara menyeluruh, serta meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pemanfaatan sumber daya yang tersedia. Controlling Pengendalian . Dapat diartikan sebagai proses pengawasan, pengukuran, dan penilaian kinerja organisasi atau bagiannya untuk memastikan bahwa kegiatan berjalan sesuai dengan rencana, tujuan, dan standar yang telah ditentukan (Wardhana 2. Controlling dalam pengelolaan pembiayaan pendidikan di STIQ As-Syifa meliputi berbagai aktivitas yang bertujuan untuk memastikan bahwa penggunaan anggaran berlangsung sesuai dengan rencana yang telah ditentukan. Salah satu contohnya adalah penerapan sistem monitoring dan evaluasi yang rutin terhadap penggunaan anggaran di setiap program studi. Manajemen STIQ As-Syifa dapat melakukan audit internal secara berkala untuk menilai apakah dana yang dialokasikan digunakan secara efisien dan Dengan cara ini, manajemen dapat mengidentifikasi potensi penyimpangan dan langkah-langkah Selain itu. STIQ As-Syifa juga dapat menerapkan laporan keuangan yang transparan dan Setiap program studi diharuskan untuk menyusun laporan penggunaan anggaran yang mencakup rincian pengeluaran dan pencapaian yang telah diraih. Laporan ini kemudian dibahas dalam rapat manajemen untuk mengevaluasi kinerja masing-masing program. Dengan adanya laporan yang jelas, manajemen dapat melakukan analisis terhadap efektivitas penggunaan anggaran dan https://ejournal. id/index. php/mp | 152 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 10 Issue 1. Juni . membuat keputusan yang lebih baik untuk perencanaan anggaran di masa mendatang. Terakhir, feedback dari dosen dan staf juga merupakan bagian penting dari proses controlling. Manajemen dapat mengadakan forum diskusi atau survei untuk mengumpulkan masukan mengenai pengelolaan pembiayaan pendidikan. Dengan mendengarkan pendapat dan pengalaman dari para pengelola program, manajemen dapat memahami tantangan yang dihadapi dan mencari solusi yang Proses ini tidak hanya meningkatkan akuntabilitas, tetapi juga menciptakan budaya partisipatif dalam pengelolaan anggaran, sehingga semua pihak merasa terlibat dalam pencapaian tujuan pendidikan di STIQ As-Syifa. Bentuk pengawasan di (STIQ) As-Syifa adalah memusatkan keuangan di satu pintu, yaitu di bagian Keuangan dan Administrasi Umum (BAUK). Setiap pencairan dana harus melalui BAUK, sehingga semua permohonan pencairan diketahui oleh kepala BAUK. Hal ini bertujuan untuk memudahkan proses pelaporan dan pembuatan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) oleh BAUK. Selain itu, proses persetujuan (ACC) anggaran harus selalu diketahui oleh Wakil Ketua Bidang Administrasi dan Kerjasama, serta Ketua STIQ AsSyifa. Dalam sistem ini, setiap personal tidak diperbolehkan memegang uang secara langsung. semua pengelolaan keuangan terpusat di kepala BAUK. Di Yayasan As-Syifa, evaluasi dilakukan melalui audit internal setiap enam bulan sekali. Pihak yang terlibat dalam audit ini meliputi Tim Keuangan Yayasan, kepala BAUK STIQ, serta pihak-pihak yang terkait lainnya. Audit bertujuan untuk mereview kembali pengeluaran keuangan STIQ As-Syifa, termasuk alur pengeluaran, cash flow, jumlah anggaran yang keluar, dan pembukuan yang ada. Manajemen Yayasan juga akan menilai efektivitas anggaran yang diberikan, sejauh mana anggaran tersebut sesuai dengan sasaran kinerja yang Apabila dalam evaluasi muncul peluang kegiatan di luar rencana, solusinya adalah mengambil alih anggaran dari kegiatan lain atau memotong pagu anggaran di tahun berikutnya. KESIMPULAN Pengelolaan pembiayaan pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an As-Syifa (STIQ AsSyif. dilakukan melalui pendekatan sistematis yang pelaksanaan, dan pengawasan anggaran. Meskipun sumber pembiayaan utama berasal dari kontribusi mahasiswa dan sumbangan yayasan, tantangan terkait keterbatasan dana operasional tetap menjadi perhatian utama. Proses pengelolaan dana di STIQ As-Syifa akuntabilitas dengan sentralisasi keuangan melalui Bagian Keuangan dan Administrasi Umum (BAUK). Sistem ini didukung oleh audit internal rutin setiap enam bulan sekali, yang melibatkan berbagai pihak untuk memastikan efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran. Selain itu, komunikasi yang baik antara yayasan dan manajemen lembaga menjadi kunci dalam menetapkan prioritas anggaran sesuai kebutuhan operasional. E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 Dalam aspek implementasi. STIQ As-Syifa menunjukkan upaya aktif dalam mendukung pembelajaran ganda yang mengintegrasikan pendidikan formal dan tahfidz Al-Qur'an. Program ini dirancang untuk menciptakan keseimbangan antara kebutuhan akademik dan spiritual mahasiswa. Namun, untuk mengatasi kendala seperti minimnya bantuan pemerintah dan kontribusi pihak swasta. STIQ As-Syifa perlu mengembangkan strategi inovatif dalam penggalangan dana, memperluas partisipasi masyarakat, dan mengoptimalkan penggunaan anggaran yang ada. Dengan manajemen pembiayaan yang lebih efektif, lembaga ini dapat terus mendukung peningkatan kualitas pendidikan sekaligus memperkuat daya saingnya di masa depan. DAFTAR PUSTAKA