JURNAL ILMIAH UMUM DAN KESEHATAN. VOL. 3 NO. 1 JULI 2018 PENGARUH PENYULUHAN TENTANG POSYANDU TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN KADER POSYANDU DI DESA PUNGGUR KECIL KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA Yetty Yuniarti Akademi Kebidanan AoAisyiyah Pontianak Email. Yetty_yuniarty@yahoo. ABSTRAK Latar Belakang: Banyak faktor yang mempengaruhi kemampuan kader dalam menjalankan tugasnya, diantaranya adalah pengetahuan kader tentang posyandu, pekerjaan, pendidikan dan sebagainya. Perilaku yang didasari pengetahuan akan lebih langgeng daripada perilaku yang tidak didasari pengetahuan. Apabila seorang kader tidak mengetahui dengan baik tentang perkembangan pada balita tersebut, maka kader tidak akan mampu melaksanakan perannya dalam perkembangan anak seperti melakukan penyuluhan pada orang tua mengenai perkembangan dan prinsip stimulasi, serta melakukan deteksi dini pada perkembangan balita. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui Pengaruh Penyuluhan Tentang Posyandu Terhadap Peningkatan Pengetahuan Kader Posyandu. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasi dengan menggunakan metode penelitian Pra eksperimen dengan rancangan One group pre-test post-test design dan jumlah sampel yang diambil sebanyak 47 Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat untuk mengetahui pengaruh penyuluhan yang menggunakan uji statistik. Hasil Penelitian : Menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara pengetahuan kader sebelum diberikan penyuluhun dan setelah diberikan penyuluhan dimana nilai p 0,000 < 0,05 Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian didapati agar kader dapat menambah pengetahuannya mengenai tata pelaksanaan harian yang diadakan pada setiap posyandu agar meningkatkan strata dalam posyandunya Kata Kunci Pengaruh Penyuluhan. Pengetahuan Kader Posyandu ABSTRACT Background: Many factors affect the ability of cadres in carrying out their duties, such as cadre knowledge about posyandu, work, education and so forth. Behavior based on knowledge will be more lasting than behavior that is not based on knowledge. If a cadre does not know well about the development of the toddler, the cadre will not be able to carry out its role in child development such as doing counseling to parents about the development and the principle of stimulation, and early detection on the development of toddlers. The purpose: of this research is to know the influence of Posyandu Counseling on Knowledge Improvement of Posyandu cadres. Methods: This research is a correlation analytic research using Pre experimental research method with One group pre-test post-test design and number of samples taken as many as 47 people. Data analysis using univariate and bivariate analysis to know the influence of counseling using statistical test. Results: The results showed that there was a significant influence between the knowledge of cadres before being given the extension agent and after being given counseling where the p value 0,000 <0. Conclusion: Based on the results of the study found that cadres can increase their knowledge about daily implementation arrangements held at each posyandu to increase the strata in his posyandu Keywords : Influence of Counseling. Knowledge of Posyandu cadres JURNAL ILMIAH UMUM DAN KESEHATAN. VOL. 3 NO. 1 JULI 2018 PENDAHULUAN Kader kesehatan telah menyita perhatian dalam beberapa tahun terakhir ini, karena banyak program kesehatan dunia menekankan potensi kader kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan pada masyarakat. Peran kader kesehatan masyarakat yang terpenting adalah menciptakan kondisi agar masyarakat dapat meningkatkan kesehatan bagi masyarakat itu sendiri, keluarga dan masyarakat sekitar, sebagai anggota masyarakat yang dipercaya dan memahami kesehatan (Rosenthal et , 2. Kader juga bertanggung jawab dalam pelaksanaan program posyandu. Bila kader tidak aktif, maka pelaksanaan posyandu juga akan menjadi tidak lancar dan akibatnya status gizi bayi dan balita . awah lima tahu. tidak dapat dideteksi secara dini dengan jelas. Hal ini secara langsung akan mempengaruhi tingkat keberhasilan program posyandu khususnya dalam pemantauan tumbuh kembang balita. Pada tahun 2013, jumlah posyandu yang tersebar di 33 provinsi di Indonesia 000 posyandu yang digerakkan oleh kader secara sukarela yang peduli dengan perkembangan kesehatan dan gizi anak Indonesia. Menurut data Riskesdas 2010, 50% balita di Indonesia tidak melakukan penimbangan secara teratur di posyandu. Kader kesehatan juga mampu menyediakan berbagai layanan dan memainkan sejumlah peran. Mereka membantu individu dan masyarakat dalam mengadopsi perilaku gaya hidup sehat. Mereka mampu melaksanakan program-program yang mempromosikan, memelihara dan meningkatkan kesehatan individu dan masyarakat. Secara khusus kader kesehatan masyarakat memberikan informasi tentang sumber daya yang tersedia menawarkan dukungan sosial dan konseling informal serta membantu mengkoordinasi perawatan di sektor kesehatan (Martinez, 2. Posyandu merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh dan untuk bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan, guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada kesehatan dasar untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi. Upaya pengembangan kualitas sumber daya manusia yang mengoptimalkan potensi tumbuh kembang anak dapat dilaksanakan secara merata apabila sistem pelayanan kesehatan yang berbasis masyarakat seperti posyandu dapat dilakukan secara efektif dan efisien serta dapat menjangkau semua sasaran yang membutuhkan pelayanan, salah satunya adalah layanan tumbuh kembang anak (Depkes RI. Dari hasil analisis awal ada hal yang menarik dalam peran yang dirasakan oleh kader kesehatan, peran kader kesehatan bermain di masyarakat, peran kader kesehatan masyarakat dapat bervariasi secara dinamis tergantung pada masalah yang timbul di masyarakat setiap hari, dan tugas ini dilakukan hampir setiap saat di setiap tempat (Kahn & Farmer, 2. Berjalannya didukung oleh kader posyandu yang siap berperan serta di dalam layanan kesehatan khususnya pelayanan dasar posyandu. Persepsi yang positif sendiri harus dimiliki oleh setiap kader, sehingga layanan kesehatan dasar di posyandu dapat berjalan dengan maksimal, baik tidaknya peran kader ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu internal dan eksternal. Rendahnya partisipasi kader akan berdampak pada rendahnya kesadaran masyarakat untuk datang dalam kegiatan pemantauan tingkat status gizi anak, ibu hamil dan menyusui yang pada akhirnya tidak dapat memenuhi kebutuhan data perkembangan status gizi anak balita diposyandu (Puspitasari, 2. Banyak kemampuan kader dalam menjalankan tugasnya, diantaranya adalah pengetahuan kader tentang posyandu, pekerjaan, pendidikan dan sebagainya. Perilaku yang didasari pengetahuan akan lebih langgeng daripada perilaku yang tidak didasari pengetahuan (Notoadmojo, 2. Apabila seorang kader tidak mengetahui dengan baik tentang perkembangan pada balita tersebut, maka kader tidak akan mampu melaksanakan perannya dalam perkembangan anak seperti melakukan penyuluhan pada orang tua mengenai perkembangan dan prinsip stimulasi, serta melakukan deteksi dini pada perkembangan balita. Dari gambaran di atas peneliti tertarik untuk meneliti tentang AuPengaruh Penyuluhan Tentang Posyandu Terhadap Peningkatan Pengetahuan Kader Posyandu Di Desa Punggur Kecil Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu RayaAy. JURNAL ILMIAH UMUM DAN KESEHATAN. VOL. 3 NO. 1 JULI 2018 Hasil pengujian validitas untuk soal pengetahuan dari 25 item soal terdapat 5 item soal yang tdak valid . oal nomor 2, 4, 11, 23, . kemudian dihilangkan. tinggal 20 soal yng dinyatakan valid setelah dibandingkan dengan r tabel pada taraf signifikan 5% diperoleh r tabel . hasil yang diperoleh dari r hitung > r tabel, maka soal tersebut dinyatakan valid. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada tabel dibawah ini : TUJUAN PENELITIAN Mengetahui Pengaruh Penyuluhan Tentang Posyandu Terhadap Peningkatan Pengetahuan Kader Posyandu di Desa Punggur Kecil Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya. Mengetahui pengaruh penyuluhan terhadap pendidikan kader tehadap peningkatan kegiatan posyandu di Desa Punggur Kecil Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya Tabel 3. Hasil Uji Validitas Mengetahui pengaruh pengetahuan kader terhadap peningkatan kegiatan posyandu di Desa Punggur Kecil Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya Soal METODE PENELITIAN Desain penelitian yang digunakan adalah analitik korelasi dengan menggunakan metode penelitian Pra Eksperimen dengan rancangan One group pre-test post-test design. penelitian yang pengukurannya atau pengamatannya dilakukan secara simultan pada satu saat/sekali waktu . idayat, 2. Metode analitik korelasi ini digunakan untuk mengukur hubungan . antara pengetahuan kader tentang posyandu sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan tentang posyandu (Saryono, 2. Variabel penelitian menggunakan Variabel Independen dan Dependen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kader posyandu yang berada di wilayah Desa Punggur Kecil Kecamatan Sui Kakap Kabupaten Kubu Raya. Sedangkan jumlah sampel sebanyak 47 orang. Kriteria Responden terdiri dari kriteria Inklusi dan ekslusi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Instrumen Penelitian terdiri dari : Uji Validitas Pengujian validitas instrumen menggunakan rumus korelasi yang dikemukakan oleh Pearson ang dikenal dengan rumus korelasi product moment yaitu sebagai berikut : Hasil perhitungan menggunakan program komputer SPSS 16 sebagai berikut : r hitung 0,607 0,623 0,565 0,784 0,589 0,579 0,634 0,631 0,665 0,583 0,636 0,699 0,627 0,562 0,612 0,730 0,705 0,655 0,731 0,679 Hasil Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Uji Reabilitas Menurut Arikunto . mengemukakan tes dikatakan reliabel jika memberikan hasil yang tetap apabila diteskan berkali Ae kali. Untuk realibilitas data menggunakan rumus alpha karena skor yang digunakan dalam bentuk skala (Arikunto, 2. uji reliabilitas dapat dilakukan dengan Hasil perhitungan dibandingkan dengan r tabel pada taraf signifikan 5% diperoleh r tabel . sedangkan untuk r hitung skala pengetahuan sebesar alpha 0,648 > 0,553 maka data tersebut dinyatakan Reliabel. JURNAL ILMIAH UMUM DAN KESEHATAN. VOL. 3 NO. 1 JULI 2018 Teknik pengolahan data menggunakan editing, coding, scoring tabulating. Sedangkan analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat. Dalam etika merupakan masalah yang sangat penting dalam penelitian, karena akan berhubungan dengan manusia secara langsung, etika yang perlu dan harus diperhatikan (Hidayat, 2. meliputi: . Informed Consent. Anonimity . anpa nam. Confidentiality . Penelitian dilaksanakan dari bulan Februari d Maret 2018 di Wilayah Binaan Punggur Kecil Kecamatan Sui Kakap Kabupaten Kubu Raya. cukup yaitu 21 . ,7%), dan setelah diberikan penyuluhan didapati sebagian besar dari responden dengan pengetahuan baik yaitu 33 . ,2%). Analisa Bivariat Paired Samples Statistics Pair 1 HASIL dan PEMBAHASAN Hasil Analisa Univariat dan Bivariat Std. Deviation Std. Error Mean Pengaruh 2,13 n tentang Pengaruh 1. n tentang Analisa Univariat Tabel 4. 1 Distribusi Frekuensi Usia Usia < 20 & > 35 tahun 20 - 35 tahun Jumlah Berdasarkan ringkasan statistik di atas, dapat dilihat score pretest rata-rata 2,13 sedangkan score post test 1,38. 5 Paired Samples Test Paired Differences Tabel 4. 1 menunjukkan sebagian dari responden berusia <20 dan >35 tahun yaitu sebesar 26 orang . ,3%). 95% Confidence Std. Interval of the Mean SD Error Difference Mean Lower Upper Tabel 4. 2 Distribusi Frekuensi Pendidikan Tingkat Pendidikan Dasar Menengah Tinggi Tabel 4. 2 menunjukkan bahwa sebagian besar dari responden berpendidikan dasar yaitu sebesar 29 orang . ,7%). Tabel 4. 3 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Kategori Pengetahuan Baik Cukup Kurang Penyuluhan Sebelum Sesudah Tabel 4. 3 memperlihatkan pengetahuan sebelum diberikan penyuluhan didapati sebagian dari responden dengan pengetahuan Sig. Pengaruh sebelum penyuluhan tentang posyandu Ae Pengaruh sesudah penyuluhan tentang posyandu Jumlah Pair 1 Mean Pada hasil output terlihat mean score pretest dan score posttest . 745 dan t-hitung 225 dengan probabilitas 0,000 artinya bahwa penyuluhan yang diberikan ke responden Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan secara signifikan pengaruh JURNAL ILMIAH UMUM DAN KESEHATAN. VOL. 3 NO. 1 JULI 2018 penyuluhan sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan tentang Posyandu. Pembahasan Dari hasil penelitian yang dilakukan dengan menggunakan analisa data univariat, menunjukkan bahwa dari segi pengetahuan sebelum diberikan penyuluhan sebagian kecil dari responden berpengetahuan baik yaitu sebesar 21,3%. Setelah diberikan penyuluhan sebagian besar dari responden berpengetahuan baik yaitu sebesar 70,2%. Hasil penelitian dengan menggunakan analisa data bivariat menunjukkan bahwa ada peningkatan pengetahuan kader tentang Posyandu setelah mengikuti penyuluhan yang dapat dilihat pada tabel paired sample statistic dengan hasil uji statistik . menggunakan komputerisasi diperoleh nilai t-hitung yaitu 225 lebih kecil dari t-tabel dengan df = 46. Berdasarkan angka probabilitas 0,000 lebih kecil dari 0,05, maka dapat dinyatakan terdapat pengaruh penyuluhan yang signifikan tentang posyandu terhadap pengetahuan pengetahuan kader posyandu. Penyuluhan pengetahuan kader posyandu sesuai dengan teori menurut Notoatmodjo . yang menyatakan bahwa salah satu keuntungan dari penyuluhan yaitu peserta penyuluhan dapat menangkap informasi dengan seluruh indera yang dimilikinya, secara tidak langsung chanel dari informasi yang diberikan menjadi banyak dan mempengaruhi daya tangkap Terdapat banyak hal yang mempengaruhi sebuah proses belajar sehingga mendapatkan perubahan yang baik dari sebelum mengalami proses belajar. Menurut J. Guilbert dalam Notoatmodjo . , salah satu ahli pendidikan mengelompokan hal-hal yang mempengaruhi proses belajar ke dalam empat kelompok besar, yakni materi, lingkungan, instrumental, dan individual subjek belajar. Peningkatan pengetahuan ini dipengaruhi oleh beberapa hal. Kegiatan penyuluh merupakan suatu hal yang berpengaruh besar kepada tenaga kesehatan yang telah berpengalaman apabila setelah diberikan penyuluhan. Hal ini sesuai dengan teori Notoatmodjo . yang menyatakan bahwa keberhasilan penyuluhan ditentukan oleh pemberi materi atau penyuluhan yaitu kemampuan atau skill pemberi penyuluhan dan materi yang digunakan untuk disampaikan. Faktor materi atau hal yang dipelajari ikut menentukan proses dan hasil belajar. Hal ini meliputi banyaknya dan kejelasan materi. Bila beban tugas banyak dan kompleks tentu akan lebih berat daripada materi pembelajaran itu hanya sedikit dan sederhana. Begitu pula dengan kejelasan materi, dengan materi yang jelas maka proses belajar mengajar akan lebih Berdasarkan pernyataan di atas, maka penyuluh berusaha memberikan pembelajaran yang ringan dan berpusat pada satu materi pembelajaran, yaitu tentang Posyandu. Notoatmodjo . Faktor yang kedua adalah lingkungan yang dikelompokan menjadi dua, yakni lingkungan fisik yang antara lain terdiri dari suhu, kelembaban udara dan kondisi tempat Sedangkan faktor lingkungan yang kedua adalah lingkungan sosial, yakni manusia dengan segala interaksinya, seperti keramaian, lalu lintas dan sebagainya. Berdasarkan pernyataan di atas maka penyuluh berusaha untuk menciptakan kondisi yang nyaman dengan menciptakan interaksi yang baik terhadap responden (Notoatmodjo Faktor ketiga instrumental yang terdiri dari perangkat keras . seperti perlengkapan belajar dan alat peraga, dan perangkat lunak . seperti kurikulum . alam pendidikan forma. , pengajar atau fasilitator belajar serta metode belajar Untuk memperoleh hasil belajar yang efektif, penyuluh menggunakan metode ceramah dengan perangkat berupa poster dan media elektronik (Notoatmodjo 2. Faktor keempat, individual subjek belajar yang dibedakan ke dalam kondisi fisiologis seperti kekurangan gizi dan kondisi panca . erutama Sedangkan kondisi psikologis, misalnya inteligensi, pengamatan, daya tangkap, ingatan, motivasi dan lain Selain itu, pengetahuan yang diperoleh sebelumnya juga mempengaruhi dalam proses belajar mengajar (Notoatmodjo JURNAL ILMIAH UMUM DAN KESEHATAN. VOL. 3 NO. 1 JULI 2018 SIMPULAN dan SARAN Kesimpulan Beberapa hal yag dapat disimpulkan dari dari penelitian ini antara lain : Sebagian kecil dari responden Posyandu penyuluhan yaitu ada 10 orang . ,3%). Sebagian besar dari responden Posyandu penyuluhan yaitu ada 33 orang . ,2%). Terdapat pengaruh yang signifikan antara pengetahuan kader sebelum diberikan penyuluhun dan setelah diberikan penyuluhan dimana nilai p 0,000 < 0,05. Saran Diharapkan pengetahuan kader mengenai tata pelaksanaan harian yang diadakan Diharapkan bagi Desa Punggur Kecil dapat meningkatkan sarana dan prasarana dalam kegiatan posyandu agar menarik minat masyarakatnya untuk datang berkunjung dalam kegiatan rutinitas posyandu agar kesehatan warganya meningkat. Bagi peneliti yang ingin melakukan penelitian di Desa Punggur Kecil Kabupaten Kubu Raya disarankan untuk meneliti dari sisi yang lain misalnya dari segi sikap, perilaku dan upaya kader dalam peningkatan pelayanan posyandu. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sumber data, referensi serta rujukan bagi peneliti lain sehingga dapat menunjang proses Tri Dharma Perguruan Tinggi. Selain penelitian ini juga diharapkan bisa dilanjutkan oleh peneliti lain diwaktu yang akan datang. DAFTAR PUSTAKA