Peranan Guru PKn dalam Mengembangkan Karakter untuk di kelas X SMA Negeri 3 Padangsidimpuan Oleh: Fadilah And ini Daulay1. Kasmudin Harahap2. Riswandi Harahap3, 1*, 2*, 3* Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Fakultas Pendidikan IlmuPengetahuanSosial dan Bahasa Intitut Pendidikan Tapanuli Selatan DOI :10. 37081/kwn. riswandiharahaptua@gmail. Penelitian mengetahui . Apa saja peranan guru pkndalammengembangkankarakter untuk ,. kendala guru dalammengembangkankarakter untuk ,dan . upaya yang dilakukan guru pkndalammengembangkankarakter untuk di kelas X SMA Negeri 3 Padangsidimpuan. Metode penelitian menggun akan metode kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru PKn, guru wali kelas, guru di bidang ke untuk an, satpam, dan untuk . Teknik pengumpulan data menggun akan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik keabsahan data dalam penelitian ini menggun akan teknik triangulasi. Adapun teknik analisis data yang digun akan dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan . Peranan yang dilakukan oleh guru PKn dalam mengembangkan karakter untuk yaitu teladan, inspirator,motivator,dinamisator, sertaevaluator. kendala yang di hadapi oleh guru PKn dalam mengembangkan karakter displin yaitupengaruhlingkungankeluarga dan masyarakat, kurang bertanggungjawab, pengaruhiperilaku negative dari teman sebaya, serta malas belajar. upaya yang dilakukan oleh guru Pkn dalam pembentukan karakter untuk yaitu mematuhiperaturansekolah, penerapanperaturan di kelas. mengintegrasikannilai-nilaikarakter,melaluidiskusi, studikasus, dan penguatannilai moral. Kata kunci: Peranan, guru PKn, karakter PENDAHULUAN Pendidikan merup akan suatu sistem yang terorganisasi dan mempunyai fungsi yang cukup luas, yaitu segala sesuatu yang berkaitan dengan perkembangan fisik, kesehatan, keterampilan, pikiran, perasaan, kehendak dan sosial. Hal ini menunjukkan bahwa sekolah sebagai Lembaga Pendidikan resmi memiliki beban yang cukup tinggi dalam menjalankan tugas Pendidikan tersebut. Pendidikan di Indonesia tidak hanya berfokus pada penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga pada pembentukan karakter peserta didik karakter menjadi bagian yang sangat penting dalam pembentukan kepribadian yang baik, agar untuk tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki sikap, perilaku, dan moral yang sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat. Oleh karena itu, peran Pendidikan karakter dalam system pendidikan di Indonesia semakin diakui pentingnya, terutama dalam membentuk generasi muda yang memiliki sikap positif terhadap diri sendiri, masyarakat, dan Pendidikan kewarganegaraan (PK. merup akan salah satu mata pelajaran yang memiliki peranan signifikan dalam pengembangan karakter untuk . Dalam kurikulum yang berlaku di Indonesia. PKn bertujuan tidak hanya untuk menanamkan pengetahuan tentang hak dan kewajibansebagaiwarga negara, tetapi juga untuk membentukkarakter untuk yang dapat berperilakusesuaidengannorma-normasosial dan etika yang berlaku di masyarakat. Oleh karenaitu, guru PKn diharapkan dapat menjadi agen perubahan dalam pengembangan karakter untuk , tidak hanya di dalam kelas, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari mereka. Adapun system pendidikan yang dibutuhkan saat ini adalah pendidikan yang memaduka n pendidikan karakter dengan pendidikan yang dapat mengoptimalkan perkembangan seluruh dimensi untuk . ognitif, fisik, sosial-emosional, kreatif dan spiritua. Pendidikan dengan model pendidikan ini bertujuan untuk membentuk untuk menjadi manusiase utuhnya. Kualitas untuk akan unggul tidak hanya dari segikognitiftetapi juga dari segikarakter. untuk yang berkarak terhebat dapat menghadapi masalah dan tantangan apapun dalam Karakter merupakan salah satu tujuan Pendidikan nasional. Pasal 1 UU Sisdiknas tahun 2003 menyebutkan bahwa salah satu tujuan Pendidikan nasional adalah mengembangkan kecerdasan, kepribadian, dan akhlak mulia pesertadidik. Amanat UU Sisdiknas tahun 2003 adalah bahwa Pendidikan tidak hanya membentuk manusia Indonesia yang cerdas, tetapi juga berkepribadian atau berkarakter, agar generasi penerus bangsa tumbuh dan berkembang dengan karakter yang bernafaskan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia, kebangsaan dan agama. Mengembangkan karakter untuk sangat mempengaruhi keberhasilan proses pembelajaran mengembangkan karakter membantu untuk dalam menaati peraturan, mengembangkan tanggungjawab. Namun, tantangan dalam mengembangkan karakter untuk sering kali muncul, seperti penggunaan teknologi terutama media sosial, dapat memberikan dampak negative terhadap perkembangan karakter, kurangnya pembimbingan tidak semua guru atau orang dewasa terlatih atau siap untuk menjadi pembimbing karakter yang efektif, normasosial dan tekanan teman sebaya untuk sering kali terpengaruh oleh tekanan teman sebaya dan normasosial yang dapat mempengaruhi sikap mereka. LANDASAN TEORI Guru adalah orang yang mempunyai pekerjaan . ata pencahariannya, profesiny. adalah mengajarAy. Indrawan . Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada Pendidikan menengah. Menurut Ramdhani . , dalam bukunya Manajemen Guru Profesional AuGuru adalah pendidik professional yang memiliki kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan professional yang harus sepenuhnya dikuasai oleh guruAy Sedangkan menurut Mawardi . Guru merupakan orang yang memberikan ilmu pengetahuan kepada anak didik. Guru adalah seseorang yang memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran, sehat jasmani dan rohani, serta mampu mewujudkan tujuan Pendidikan nasional. Berdasarkan pendapat para ahli di atas dapat di simpulkan bahwa guru adalah ujung tombak dalam proses belajar mengajar. Yang bertugas mendidik langsung kepada untuk baik didalam kelas maupun diluar kelas. Peran guru adalah memiliki makna yang sangat luas yaitu guru sebagai pengajar, guru sebagai pembimbing, guru sebagai ilmuan dan guru sebagai pribadiAy. MenurutMulyasa . dalambukunyaManajemen Guru Profesional, peran guru adalahtolakukuratauukurankonkret yang menunjukkanbagaimana guru menjalankanfungsi dan tanggungjawabnyadalampembelajaran, sepertipengajaran, pembimbingan, fasilitasi, motivasi, dan evaluasi. Sedangkan menurut Sanjaya . dalam bukunya Strategi Pembelajaran, peran guru meliputi sebagai pengajar yang menyampaikan materi Pelajaran secara efektif, pembimbing yang memberikan arahan dan bantuan untuk mengatasi kesulitan belajar dan mengembangkan potensi untuk , fasilitator yang menciptakan lingkungan belajar kondusif agar untuk aktif dan mandiri, motivator yang memberikan dorongan semangat belajar, serta evaluator yang menilai proses dan hasil belajar untuk mengetahui pencapaian dan kebutuhan. Berdasarkan pen dapat para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa peran guru sangat penting untuk untuk dalam membimbing dan memotivasi untuk agar menjadikan untuk yang Menurut Muhammad Nur, . Peran guru dalam Pendidikan bahwa di era digital, guru harus menjadi teladan dalam menggunakan teknologi secara bijak dan mengintegrasikan nilai-nilai moral dalam setiap aspek pembelajaran. Menurut Rohmawati, . peran guru dalam Pendidikan karakter bahwa guru memiliki lima peran utama dalam Pendidikan karakter, yaitu sebagai teladan, inspirator, motivator, dinamisator, dan evaluator. Sedangkan menurut Lickona . , dalam bukunya Mendidik untuk Membentuk Karakter, guru memiliki peranan sentral dalam Pendidikan karakter dengan menjadi model karakter yang nyata bagi Guru harus menunjukkan sikap dan perilaku yang baik agar untuk dapat meniru dan menginternalisasi nilai-nilai positif tersebut. Berdasarkan para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa guru memiliki peran multifaset dalam Pendidikan karakter, dengan menjalankan peran tersebut secara konsisten, guru dapat membantu menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan positif. Pembentukan karakter merupakan suatu usaha yang melibatkan semua pihak, baik orang tua, sekolah, lingkungan sekolah, dan Masyarakat luas. Perpaduan keharmonisan dan kesinambungan para pihak berkontribusi secara langsung dalam pembentukan karakter Menurut Salim . AuPembentukan karaktera dalah keterkaitan antara komponen-komponen karakter yang mengandung nilai-nilai perilaku, yang dapat dilakukan atau bertindak secara bertahap dan saling berhubungan antara pengetahuan nilai-nilai perilaku dengan sikap atau emosi yang kuat untuk melaksan akan nyaAy. Sedangkan menurut Mulyasa . dalam buku Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013, pembentukan karakter adalah ukuran yang digunakan untuk mengetahui sejauh mana nilai-nilai karakter telah berkembang dan tertanam dalam diri peserta didik melalui proses pendidikan. Berdasarkan pendapat para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa pembentukan karakter adalah proses membangun dan mengembangkan nilai-nilai moral, etika, dan kepribadian seseorang agar menjadi individu yang berakhlak baik, bertanggungjawab, serta memiliki sikap dan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan dari Pendidikan karakter, yaitu Mengembangkan potensi afektif pesertadidik sebagai manusia dan warga Negara yang berbudaya dan karakter bangsa, mengembangkan kebiasaanan perilaku pesertadidik yang terpuji, menanamkan jiwa kepemimpinan dan tanggungjawab, mengembangkan kemampuan pesertadidik menjadi manusia yang kreatif, mandiri, dan berwawasan kebangsaan, serta mengembangkan lingkungan kehidupan sekolah sebagai lingkungan belajar yang aman, jujur, penuh kreativitas dan persahabatan, serta dengan rasa kebangsaan yang tinggi. Menurut Zuchdi . Tujuan Pendidikan karakter adalah mengajarkan nilai-nilai tradisional tertentu, yang diterima secara luas sebagai dasar perilaku yang baik serta bertanggungjawab dan juga nilai moral. Sedangkan menurut Famahato Lase . , tujuan dan fungsi Pendidikan karakter yakni Pendidikan karakter membantu melatih kesadaran diri terhadap nilai-nilai moral, sehingga individu mampu membuat keputusan yang menuang baik dalam kehidupan seharihari. Dengan memahami pentingnya toleransi, rasa hormat, dan empati, seseorang dapat membangun hubungan yang sehat dengan orang lain, menciptakan lingkungan yang harmonis, dan berkontribusi positif dalam masyarakat. Berdasarkan pendapat para ahli diatas dapat simpulkan bahwa pentingnya Pendidikan karakter bertujuan untuk mengembangkan karakter bangsa dengan karakter yang baik yang mampu menjunjung tinggi nilai-nilai pada Pancasila dengan baik, memiliki moral, watak pendidikan yang baik dan berguna bagi bangsa Negara Republik Indonesia. Penelitian ini menggun akan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode kualitatif dipilih karena penelitian ini bertujuan untuk memahami strategi guru PKn dalam Pemebentukan karakter untuk Pendekatan deskriptif digun akan menggambarkan kondisi nyata yang terjadi di lapangan dan memberikan gambaran yang jelas mengenai masalah yang diteliti. Penelitian ini dilaksan akan di SMA Negeri 3 Padangsidimpuan,kecamatan Padangsidimpuan Selatan. Kabupaten Kota Padangsidimpuan. Provinsi Sumatera Utara. Waktu penelitian ini dilakukan selama kurang lebih enam bulan, dari bulan Desember 2024 hingga Mei 2025. Peneliti melakukan observasi dan wawancara secara bertahap selama periode tersebut untuk men dapat kan data yang akurat dan relevan. Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari dua jenis, yaitu: data primer, dan data Sekunder. Selanjutnya teknik pengumpulan data yang digun akan dalam penelitian meliputi:observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data dalam penelitian ini dijamin melalui teknik triangulasi, yaitu menggabungkan berbagai teknik dan sumber data untuk memperoleh informasi yang lebih akurat dan valid. Triangulasi yang digun akan meliputi: triangulasi Sumber, dan triangulasi metode serta Analisis data dilakukan secara sistematis dengan langkah-langkah sebagai Reduksi Data. Penyajian Data dan Penyimpulan dan Verifikasi. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Peranan Guru PKn dalam Mengembangkan Karakter untuk Kelas X di SMA Negeri 3 Padangsidimpuan. Hasil penelitian ini diawali dengan mendeskripsikan lokasi daerah penelitian, gambaran keadaan masyarakat, hal ini diungkapkan untuk menggambarkan latar bel akan g lokasi penelitian secara umum. Dalam hal ini penulis melihat data yang tersedia pada dokumentasi yang ada di SMA Negeri 3 Padangsidimpuan. Peranan apa saja yang sering di lakukan oleh guru Pendidikan kewarganegaraan (PK. yang seringibutemuidalammengembangkankarakter untuk khususnya di kelas X SMA Negeri 3 Padangsidimpuan? Sebagaimana yang diungkapkan ibu Herlinda Lubis. Pd (Wakil kepala sekola. di SMA Negeri 3 Padangsidimpuan bahwa: "Ibu Sebagai Wakil Kepala Sekolah di SMA Negeri 3 Padangsdimpuan. Ibu sering melihat bahwa guru PKn memiliki peranan yang sangat penting dalam mengembangkan karakter, khususnya di kelas X yang merupakan masa transisi penting dari SMP kejenjang SMA. Beberapa peranan yang sering dilakukan oleh guru PKn antara lain: menjadi contoh yang baik dalam hal sikap dan perilaku sehingga bisa meniru perilaku tersebut. Memberikan teladan yang baik dan menunjukkan sikap disiplin dalam beberapa aspek seperti datang tepat waktu, berpakaian rapi, memberikan tugas atau proyek yang mengajarkan tentang kerjasama, kepemimpinan, dan tanggungjawab. Melibatkan dalam kegiatan kelas yang mendorong partisipasi aktif, guru memfasilitasi debat, presentasi, atau proyek yang menuntut untuk untuk berpikirkritis, berargumen secara sehat, dan bertanggungjawab. Mengembangkan sikap toleransi dan gotong royong, melalui diskusi kelas, studikasus, dan kerja kelompok, guru mendorong untuk untuk memahami pentingnya saling menghargai perbedaan dan bekerjasama. awancara 28 Mei 2. Apasaja kendala-kendala yang ditemukan pada guru Pendidikan kewarganegaraan (PK. yang sering Ibu temui dalam mengembangkan karakter khususnya di kelas X SMA Negeri 3 Padangsidimpuan? Sebagaimana yang diungkapakan Ibu Herlinda Lubis S. Pd (Wakil kepala sekola. di SMA Negei 3 Padangsidimpuanbahwa: AuIbu Sebagai Wakil KepalaSekolah di SMA Negeri 3 Padangsidimpuan memperhatikan bahwa ada beberapa kendala yang dilakukan oleh guru PKn dalam mengembangkan karakter khususnya di kelas X yaitu: kurangnya waktu pembelajaran, waktu yang tersedia dalam kurikulum sering kali terbatas sehingga guru kesulitan mengintegrasikan Pendidikan karakter secara mendalam dalam setiap materi. Faktor lingkungan, karakter untuk banyak dipengaruhi oleh lingkungan luar sekolah seperti keluarga dan pergaulan. Motivasi untuk yang rendah. Sebagian kurang termotivasi untuk mengikuti Pelajaran PKn karena menganggapnya tidak terlalu penting, sehingga nilai-nilai karakter yang disampaikan tidak diterima secara optimal. awancara 28 Mei 2. dari hasil penelitian peneliti dengan kepala sekolah, guru PKn, dan untuk /i SMA Negeri 3 Padangsidimpuan, ter dapat berbagai kendala yang dihadapi oleh guru PKn dalam mengembangkan karakter untuk yaitu pengaruh lingkungan keluarga dan masyarakat, menerapkan pola asuh demokratis cenderung menghasilkan anak yang mandiri, bertanggungjawab, dan percaya diri, teman sebaya dapat mempengaruhi perilaku positif misalnya semangat belajar. Sikap dan perilaku untuk yang tidak mendukung seperti. Tidak bertanggungjawab, tidak menyelesaikan tugas atau pekerjaan rumah. Kurang hormat, tidak sopan kepada guru, orang tua, atau teman. Malas belajar, tidak termotivasi untuk mengikuti pelajaran. Bersikap egois dan tidak peduli, tidak mau bekerjasama dalam kelompok. Bagaimana upaya yang dilakukan guru Pendidikan kewarganegaraan (PK. yang sering Ibu temui dalam mengembangkan karakter untuk khususnya di kelas X SMA Negri 3 Padangsidimpuan? sebagaimana yang diungkapkan Ibu Herlinda Lubis S. pd (Wakil kepala sekola. di SMA Negeri 3 Padangsidimpuan bahwa: AuIbu sebagai Wakil kepalasekolah di SMA Negeri 3 Padangsidimpuan memperhatikan bahwa ada beberap aupaya yang dilakukan guru PKn dalam mengembangkan karakter yaitu. Menggunakan metode pembelajaran aktif dan kontekstual, guru menerapkan metode seperti studi kasus, atau diskusi kelompok untuk menumbuhkan empati, tanggungjawab dan kemampuan berpikirkritis Melibatkan dalam penyusunan aturan kelas, dengan mengajak untuk menyusun dan menyepakati aturan bersama, guru menanamkan nilai demokrasi, musyawarah, dan rasa tanggungjawab. Memberikan penghargaan atas perilaku positif, guru memberikan apresiasi baik lisan maupun tertulis kepada untuk yang menunjukkan sikap jujur, peduli, atau disiplin, memotivasi yang lain. Mendorong keterlibatan aktif dalam kegiatansosial, seperti melalui kegiatan gotong royong, debat, dan partisipasi dalam organisasi. awancara 28 Mei 2. Selanjutnya hasil wawancara yang dilakukan dengan ibu Elizar Pardede. Pd . uru PK. di SMA Negeri 3 Padangsidimpuan menyatakan bahwa: AuIbu sebagai guru PKn melakukan Upaya dalam mengembangkan karakter untuk dikelas X SMA Negeri 3 Padangsidimpuan yaitu menjadi keteladanan bagi siswa , yakni menjadi contoh yang baik dalam hal sikap dan perilaku, menunjukkan sikap disiplin dalam beberapa aspek seperti datang tepat waktu, berpakaian rapi, memberikan tugas atau proyek yang mengajarkan untuk tentang Kerjasama, kepemimpinan, dan tanggungjawab. Pembiasaan dan penegakan aturan, memberikan apresiasi pada perilaku positif untuk , memberi sanksi edukatif terhadap pelanggaran, mengajak untuk membuat aturan kelas Guru memberikan bimbingan personal bagi untuk membutuhkan, terutama dalam menghadapi masalah karakter seperti, kurang percaya diri, mudah menyerah, suka membully. awancara 28 Mei 2. Selanjutnyahasilwawancara yang dilakukandengan Bapak MukhronHasibuanS. Pd . uru B. di SMA Negeri 3 Padangsidimpuanmenyat akan bahwa: AuBapak PKndalammengembangkankarakter untuk dikelas X SMA Negeri 3 Padangsidimpuanyaitumemilikiperan yang strategisdalammembentukkarakter untuk melaluipendekatanpembelajaran yang mengedepankannilai-nilai moral penanamannilainilaikarakterdalampembelajaran, guru PKnsecarakonsistenmengaitkanmateri ajar dengannilaikaraktersepertitanggungjawab, kejujuran, toleransi, dan Menerapkanmetodeaktif PKnseringmenggun akan metodediskusi, studikasus, dan simulasimusyawarah, yang tidakhanyameningkatkankemampuanberpikirkritis untuk , tetapi juga mengembangkansikapdemokratis dan salingmenghargai. awancara 31 Mei KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada skripsi yang berjudul AuPeranan Guru PKn Dalam Mengembangkan Karakter untuk Di Kelas X SMA Negeri 3 PadangsidimpuanAy. Adapun yang menjadi kesimpulan sehubungan dengan temuan penelitian yaitu sebagai berikut : peranan yang dilakukan oleh guru PKn dalam membentuk karakter disiplin untuk kelas X di SMA Negeri 3 Padangsidimpuan yaitu guru PKn menggunakan berbagai peranan seperti Guru Guru PKn memperhatikan karakter untuk , yaitu guru PKn memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai karakter pada untuk . Ia mengigatkan untuk tentang moral dan etika yang baik dan kehidupan berbangsa. Guru PKn sebagai pengarah, yaitu guru PKn memberikan motivasi kepada untuk agar senantiasa mengembangkan sikap positif dan memperbaiki diri. Melalui dorongan dan arahan, guru PKn membantu untuk mengenali pentingnya karakter dalam membentuk kepribadian yang kuat dan berintegritas khususnya di kelas X SMA Negeri 3 Padangsidimpuan. Memberikantugas yang terjadwal. Melibatkan untuk dalam kegiatan sekolah. Kendala Aekendala yang di hadapi oleh guru PKn dalam membentuk karakter untuk kelas X di SMA Negeri 3 Padangsidimpuan yaitu Pengaruh lingkungan keluarga, yaitu Lingkungan keluarga memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan karakter. Lingkungan pergaulan dan tekanan teman sebaya, yaitu ditemukan bahwa beberapa untuk lebih memilih mengikuti teman untuk membolos, menunda mengerjakan tugas, atau tidak serius dalam belajar karena takut dikucilkan dari kelompok pergaulan mereka. Kurangnya waktu pembelajaran yaitu dua kali dalam seminggu sedangkan mengembangkan karakter untuk , memerlukan waktu, pengulangan, pembiasaan yang konsisten. Serta Rendahnya motivasi untuk . Sikap dan perilaku untuk yang tidak mendukung. Upaya yang dilakukan oleh guru PKn dalam membentuk karakter untuk kelas X di SMA Negeri 3 Padangsidimpuan, yaitu: Memberikan tugas atau proyek bernuansa karakter guru PKn memberikan tugas kepada untuk dengan menggukan proyek seperti poster dan video edukatif yang bernuansa karakter, melalui kegiatan ini untuk dilatih untuk berpikirkritis. Penerapan peraturan kelas, yakni guru PKn membuat peraturan di dalam kelas agar untuk bertanggungjawab dan tidak melanggar aturan yang ada seperti masuk kelas tepat waktu, berpakaian rapi sesuai aturan, tidak bolos pada saat pembelajaran berlangsung. Menggunakan Metode Pembelajaran yang Aktif, yaitu guru PKn menerapkan metode pembelajaran yang mendorong untuk untuk aktif, berpikirkritis, dan bekerjasama, seperti diskusi kelompok, debat, simulasi, presentasi, dan studikasus. Metode ini dirancang untuk menanamkan nilai-nilai karakter untuk khususnya di kelas X seperti keberanian berpendapat , rasa tanggungjawab, empati, serta kemampuan bekerja dalam tim. Memberikan bimbingan personal dan motivasi, yaitu Guru PKn tidak hanya mengajar di kelas, tetapi juga memberikan perhatian secara personal kepada untuk yang bermasalah, dengan pendekatan persuasif dan membimbing secara Menjalin Kerjasama dengan guru bk, dan orang tua yaitu Guru PKn juga berkoordinasi dengan guru bimbingan konseling untuk mengatasi untuk yang mengalami kesulitan dalam sikap dan perilaku. Selain itu, guru berusaha menjalin komunikasi dengan orang tua untuk , agar pembinaan karakter dapat berlanjut di rumah. DAFTAR PUSTAKA