Ulul Amri: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam e-ISSN: x-x Vol. No. : 32-44 http://urj. uin-malang. id/index. php/uajmpi Manajemen Humas dalam Meningkatkan Citra Madrasah dan Partisipasi Masyarakat di MAN 3 Malang Ilmiah Nafhah Karimah Manajemen Pendidikan Islam. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Indonesia Email: ilmiyahrima@gmail. ABSTRACT Image is the impression that people give to madrasah so that madrasah should constantly increase image by communicating well, either in the internal or external environment. The image had an impact on madrasah's existence, so it was a challenge for MAN 3 Malang to create a positive image in the face of growing problems and competition. positive image is achieved by providing competent services, programs or graduates that can attract public attention to contribute to the madrasah. Research uses a descriptive qualitative approach with a type of case study in MAN 3 Malang with a data collection technique of observation, interview and documentation. The results of research on publicrelations management in boostering the image of madrasah and participation of the MAN 3 Malang, include: . planning through several stages, beginning with the problem identification for program planning, budgeting and time and deliberating by concerned parties. Program planning is carried out with a three-period: period of short, medium and long-term. implement by carrying out a previously planned and designated program using several strategies: socializing, publications, cooperation, service and excellence programs, and activities involve both externally and internally both the perpetrators act and direct act. evaluations include small evaluations, big evaluations, and conditional evaluations of public-relation programs. Keywords: public relations management. image of madrasah. civic engagement ABSTRAK Citra merupakan kesan yang diberikan masyarakat terhadap madrasah sehingga madrasah hendanya terus menerus meningkatkan citra dengan mengkomunikasikan dengan baik dalam lingkungan internal atau lingkungan eksternal. Citra memberikan pengaruh terhadap eksistensi madrasah sehingga tantangan tersendiri bagi MAN 3 Malang untuk menciptakan citra positif di tengah permasalahan dan persaingan yang semakin kompleks. Citra positif di laksanakan dengan memberikan layanan, program ataupun lulusan yang berkompeten sehingga dapat menarik perhatian masyarakat untuk ikut berkontribusi dengan madrasah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitaif deskripsif dengan jenis penelitian studi kasus di MAN 3 Malang dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian dari manajemen humas dalam meningkatkan citra madrasah dan partisipasi masyarakat di MAN 3 Malang meliputi yaitu: . Perencanaan dengan melalui beberapa tahapan, mulai dari identifikasi masalah untuk perencanaan program, merencanaan anggran dan waktu dan musyawarah oleh pihak berkepentingan. Perencanaan program dilaksanakan dengan 3 jangka waktu yaitu jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Pelaksanaan dengan melaksanakan program yang sudah direncanakan sebelumnya dan ditentukan dengan menggunakan beberapa strategi yaitu: sosialisasi, publikasi, kerja sama, pelayanan dan program unggulan, dan kegiatan melibatkan eksternal maupun Manajemen Humas dalam Meningkatkan Citra Madrasah dan Partisipasi Masyarakat Ilmiah Nafhah Karimah internal baik indirect act dan direct act. Evaluasi dilakukan meliputi evaluasi kecil, evaluasi besar, dan evaluasi kondisional terhadap program humas. Kata-kata Kunci: Manajemen Humas. Citra Madrasah. Partisipasi Masyarakat PENDAHULUAN Citra suatu lembaga pendidikan adalah salah satu aset yang berharga bagi setiap lembaga untuk menunjukkan eksistensi dan kualitas lembaga pendidikan, sehingga perlu adanya penjagaan dan perhatian terhadap citra baik internal dan eksternal. Citra adalah salah satu parameter untuk mengukur kesan masyarakat terhadap madrasah sehingga perlu adanya perhatian dalam lembaga pendidikan. Disini, lembaga pendidikan harus menanamkan citra positif di mata masyarakat melalui komunikasi dan keterbukaan dengan baik kepada masyarakat. Citra positif lembaga pendidikan mampu mampu menarik perhatian masyarakat dan menumbuhkan kepercayaan yang tinggi oleh masyarakat untuk memilih lembaga pendidikan (Yulianita, 2005, p. Pelaksanaan citra positif dilakukan dengan beberapa cara, salah satunya dengan menjalin komunikasi baik antara madrasah dan masyarakat. Komunikasi memgang peran penting untuk menjalin hubungan baik antar lembaga dan Oleh karena itu. Humas diharuskan mempunyai strategi-strategi untuk mengkomunikasikan program dan kegiatan madrasah terhadap masyarakat. Disinilah, humas memiliki tugas penting agar dapat meningkatkan citra madrasah atau sekolah (Ira Nur Harini, 2014, p. , (Chotimah, 2014, p. Pentingnya citra ditingkatkan dikarnakan persaingan antar lembaga semakin ketat dan luas sehingga upaya dalam menghadapi persaingan ini dengan membangun citra sekolah atau madrasah di mata masyarakat (Sholeh, 2021, p. Madrasah yang dapat membangun dan membina hubungan yang harmonis dengan masyarakat, akan terbentuknya antara lain: . saling pengertian antara madrasah, orang tua, madrasah, lembaga lain, serta dunia kerja, dan . saling mendukung antara madrasah dan masyrakat agar keduanya mengetahui peran manfaat dan kekuatan masing-masing, . kerjasama yang erat antara madrasah dengan berbagai pihak dalam masyarakat dan bertanggung jawab atas keberhasilannya (Mulyasa, 2004, p. Teori ini menegaskan bahwa antar madrasah dan masyarakat tidak dapat dipisahkan. Masyarakat sebagai salah satu sumber daya yang terpenting bagi kemajuan lembaga pendidikan. Diantara kasuskasus pelatihan telah ditutup dikarenakan kurangnya dukungan masyarakat (Baharudin, 2010, p. Sehingga hubungan madrasah dan masyarakat menjadi kebutuhan bersama untuk membangun hubungan baik dalam meningkatkan citra dan keterlibatan masyarakat. Bukan hanya citra yang berperan penting dalam keberhasilan madrasah, tetapi partisipasi masyarakat di butuhkan dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan dalam bentuk apapun baik berupa tenaga, materil atau moril (Fajri Dwiyama, 2020, p. Kegiatan dan program Madrasah membutuhkan dukungan dan keterlibatan masyarakat untuk mencapai tujuan kegiatan Madrasah. Pasal 54 ayat 2 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 mengatur bahwa masyarakat dapat berperan serta sebagai sumber, pelaksana, dan pengguna hasil pendidikan. Maka dari itu, madrasah membutuhkan keterlibatan masyarakat dengan madrasah. Terbentuknya kontribusi masyarakat apabila masyarakat mempunyai keyakinan dan opini positif kepada Keterlibatan masyarakat dalam bentuk ide, gagasan dan materi, memberikan jalan dalam meningkatkan dukungan untuk madrasah sehingga madrasah memperoleh kemajuan lebih baik. Oleh karena itu, kegiatan yang dilaksanakan bagian humas untuk Ulul Amri: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. No. meningkatkan citra dan keterlibatan masyarakat memerlukan manajemen humas guna memastikan bahwa madrasah mengkoordinasikan, merencanakan, melaksanakan, merundingkan dan membangun hubungan yang baik baik secara internal maupun Madrasah Aliyah Negeri 3 Malang yang berada di Jl. Trisula No. 545, desa Sumberoto, kecamatan Donomulyo, kabupaten Malang memiliki beberapa kendala yang sedang dihadapi untuk meningkatkan citra madrasah dan partisipasi masyarakat. Diantara lain kendala-kedala yang dihadapi oleh MAN 3 Malang yaitu. pertama keberadaan madrasah ini berada di kabupaten Malang. Disana masih banyak gerakan kritenisasi yang masif dilakukan dan kebanyakan disana mayoritas penduduk nasrani. Kedua masyarakat disana kebanyakan bercocok tanam atau petani sehingga masyarakatnya kurang mempunyai keterampilan untuk mengembangkan kesejahteraan sosialnya. Ketiga daerah sekitar madrasah minim terkait dengan pengembangan informasi sehingga masyarakat kurang pengetahuan keberadaan madrasah. Hadirnya madrasah ini menjadi solusi terbaik untuk masyarakat untuk menghadapi kendala di lapangan. Terutama dalam manajemen humas harus mampu untuk mengkomunikasikan dengan baik terkait kegiatan ataupun program unggulan madrasah sehingga dapat menyelesaikan dengan baik problem yang Proses komunikasi memegang peran penting untuk terciptanya citra positif sehingga membuat masyarakat dapat berpartisipasi dengan MAN 3 Malang. Dengan demikian peneliti ingin mengambarkan bagaimana memanajemen hubungan masyarakat yang dilaksanakan oleh madrasah dalam meningkatkan citra madrasah dan partisipasi masyarakat, meskipun tantangan yang dihadapi cukup besar tetapi ia mampu untuk membawa madrasah memiliki citra positif dan kontribusi masyarakat terhadap madrasah. KAJIAN LITERATUR Manajemen humas Pengertian Manajemen Humas Manajemen adalah Mengkoordinasikan semua sumber daya melalui proses perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan, pengkontrolan dengan tujuan mencapai sesuatu secara objektif (Sufyarma, 2003, p. Sedangkan Humas adalah seni dalam menciptakan pengertian publik yang lebih baik sehingga dapat memperdalam kepercayaan publik terhadap suatu organisasi atau individu. Sedangkan menurut Rosady adalah public relations adalah usaha yang dilakukan madrasah dalam menciptakan hubungan yang harmonis antara suatu madrasah dengan pihak masyarakat melalui proses komunikasi timbal balik antara keduanya sehingga timbulah hubungan yang harmonis, saling mempercayai dan menciptakan citra yang positif diantara keduanya (Ruslan. Rosady, 2018, p. Menurut Rosady Ruslan manajemen humas adalah suatu proses dalam menangani perencanaan, pengorganisasian, mengkomunikasikan serta mengkoordinasikan secara serius dan rasional untuk mencapai tujuan bersama dari organisasi. Manajemen dan humas merupakan ilmu pengetahuan yang berbeda dan terpisah. Namun, pada saat ini manajemen telah merambah ke berbagai aspek kehidupan manusia sehingga hampir setiap kegiatan manusia menggunakan manajemen (Nasution, 2010, p. Dengan memahami terkait dengan manajemen humas dapat ditarik kesimpulan sederhana bahwa manajemen humas merupakan proses kegiatan menumbuhkan, membina komunikasi dua arah antara madrasah dengan masyrakat melalui kegiatan Manajemen Humas dalam Meningkatkan Citra Madrasah dan Partisipasi Masyarakat Ilmiah Nafhah Karimah perecanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi guna mencapai tujuan Tujuan dan Fungsi Manajemen Humas Tujuan humas adalah untuk mempengaruhi publiknya, antara lain sejauh mana mereka mengenal dan mengetahui kegiatan-kegiatan lembaga atau organisasi yang diwakili tersebut tetap pada posisi pertama, dikenal, dan disukai. Sedangkan posisi publik yang kedua, mengenal tapi tidak menyukai itu, maka pihak humas hendaknya berupaya melalui proses teknik humas tertentu untuk dapat mengubah pandangan publik menjadi menyukai. Pada posisi publik yang ketiga, membutuhkan perjuangan keras untuk mengubah opini publik yang selama ini tidak mengenal humas. Selanjutnya, fungsi manajemen humas tidak jauh beda dengan fungsi manajemen pada Dengan demikian, tahapan-tahapan untuk mencapai tujuan dari humas melalui fungsi manajemen humas berupa perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pekoordinasian, pengarahan dan pengawasan (Nasution, 2010, p. Strategi Manajemen Humas Strategi humas merupakanjalan alternatif optimal yang dipilih untuk mencapai tujuan humas dalam suatu rencana humas. Sedangkan bentuk dari strategi humas diantaranya berupa laporan orang tua murid, surad kabar, bulletin bulanan, pameran madrasah, kunjungan kerumah wali murid, penjelasan oleh staf sekolah, radio dan laporan tahunan (Ruslan. Manajemen Public Relations dan Media Komunikasi, 2018, p. Strategi humas dilaksanakan kepada internal maupun ekstenal dengan bentuk dari strategi humas yaitu: Strategi madrasah dengan internal, berupa: kegiatan ekstrakulikuler, karya wisata, berkemah, praktik kerja, musyawarah dengan guru atau karyawan dan proyek pelayanan terhadap masyarakat . Strategi madrasah dengan eksternal ada 2 yaitu: Humas dengan orang tua, berupa: laporan kepada orang tua siswa, majalah madrasah, pameran, open house dan kunjungan madrasah, radio dan televise, surat dan televisi. Humas dengan pihak luar, berupa: Case conference, badan pembantu madrasah, dan laporan tahunan (E. Mulyasa, 2004, p. Citra Madrasah Pengertian Citra Citra merupakan tujuan utama sekaligus reputasi dan prestasi yang hendak di capai oleh madrasah melalui humas. Citra merupakan nilai-nilai kepercayaan yang diberikan individu-individu atau masyarakat terhadap madrasah (Ruslan, 2018, p. Citra merupakan gambaran yang berada di fikiran seseorang. Jika tidak didukung oleh kemampuan atau keadaan yang sebenarnya maka citra akan berubah menjadi negatif di mata masyarakat. Oleh karena itu dengan fungsi humas sebagai wakil madrasah untuk mengkomunikasikan informasi terkait kegiatan dan prestasi-prestasi kepada publik dituntut agar masyarakat mampu memahami pesan, demi menjaga reputasi dan citra lembaga (Kasali, 2005, p. Citra sengaja diciptakan agar bernilai positif sehingga itra merupakan aset penting dalam suatu lembaga. Citra secara garis besar yaitu perangkat ide, keyakinan dan kesan seseorang terhadap suatu objek tertentu. Jenis dan Pembentukan citra Ulul Amri: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. No. Menurut Frank Jefkins, citra memiliki beberapa jenis sebagai berikut: citra bayangan . irror imag. , citra yang berlaku . urrent imag. , citra majemuk . ultiple imag. , citra perusahaan . orporate imag. , citra yang diharapkan . ish imag. dan citra penampilan . erformance imag. Selain dari keenam jenis citra tersebut. Menurut Ardiyanto yang dikutip dalam buku Handbook of Public Relations memaparkan ada 3 jenis citra yang dapat ditonjolkan oleh lembaga pendidikan, sebagai berikut: Citra eksklusif, citra yang ditonjolkan oleh lembaga-lembaga besar. Maksud dari eksklusif adalah kemampuan dalam menyajikan berbagai macam manfaat yang terbaik kepada masyarakat. Citra inovatif, citra yang ditonjolkan oleh lembaga yang mampu menyajikan produk baru dengan model dan desain yang tidak sama dengan yang telah beredar . Citra murah meriah, citra yang ditonjolkan oleh lembaga yang mampu menyajikan produk dengan mutu yang baik tapi dengan harga yang murah (Ruslan, 2018, p. Selanjutnya, pembentukan citra memiliki beberapa komponen yaitu persepsi, kognisi, motivasi dan sikap. Partisipasi Masyarakat Pengertian Partisipasi Masyarakat Partisipasi merupakan keterlibatan seseorang terhadap suatu kegiatan. Menurut Keith Davis mengatakan partisipasi merupakan keterlibatan mental dan pikiran individu dalam suatu kelompok sehingga dapa mendorongnya untuk mengembangkan kemampuan sesuai denga tujuan dari organisasi tersebut (Suryobroto, 2012, p. Masyarakat adalah kelompok warga negara Indonesia non pemerintahan yang mempunyai perhatian dan peranan dalam bidang pendidikan. Masyarakat adalah sekumpulan orang yang saling berinteraksi secara kontinyu, sehingga terdapat relasi sosial yang terpola, terorganisasi (Soetomo, 2011, p. Partisipasi masyarakat merupakan keterlibatan masyarakat atau sekumpulan orang yang saling berinteraksi dalam suatu kegiatan dengan berbagai bentuk tenaga, pikiran dan materi secara suka rela untuk mencapai tujuan lembaga pendidikan. Jenis Partisipasi Masyarakat Jenis Partisipasi Masyarakat terhadap pendidikan itu terdapat berbagai ragam jenis . Partisipasi material yaitu partisipasi materi bagi masyarakat yang memiliki kemampuan lebih dalam bidang ekonomi. Partisipasi pemikiran yaitu partisipasi pemikiran bagi masyarakat yang memiliki tingkat pemikiran dan wawasan kependidikan yang luas. Partisipasi fisikal yaitu partisipasi tenaga bagi masyarakat awam yang tidak memiliki kemampuan dibidang ekonomi maupun keilmuan sehingga dengan tenaganya dapat membantu sekolah. Partisipasi moral yaitu partisipasi dalam bentuk dukungan penuh oleh berbagai lapisan masyarakat (Wiranto, 2016, p. Manajemen Humas dalam Meningkatkan Citra Madrasah dan Partisipasi Masyarakat Ilmiah Nafhah Karimah METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Jenis penelitian yang dipergunakan dalam penelitian ini yaitu studi kasus. Penelitian ini mendeskripsikan realita kasus yang ada di lapangan terkait dengan manajemen humas dalam meningkatkan citra madrasah dan partisipasi masyarakat di MAN 3 Malang. Data di peroleh berasal dari 2 sumber yaitu primer dan skunder. Data primer dalam penelitian berupa wawancara kepada beberapa infroman diantaranya kepala sekolah, humas dan pihak-pihak yang berhubungan. Sedangkan untuk data sekunder yang merupakan pendukung dari data primer berupa dokumentasi foto-foto, berkas-berkas, arsip, buku, karya tulis ilmiah dan jurnal yang berhubungan dengan tujuan penelitian ini. Metode pengumpulan data yang digunakan berupa wawancara, observasi dan Aktivitas analisis penelitian ini sesuai teori Miles Huberman bahwa analisis data deskriptif memiliki empat aktivitas berupa pertama pengumpulan data. Kedua, reduksi data. Ketiga, display data. Keempat, verivikasi atau menarik kesimpulan (Sugiyono, 2011, p. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan dua cara tringulasi sumber dan tringulasi teknik. HASIL Hasil temuan mengenai Manajemen Humas dalam Meningkatan Citra Madrasah dan Partisipasi Masyarakat di MAN 3 Malang, mempunyai beberapa proses yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi Perencanaan Manajemen Humas dalam Meningkatan Citra Madrasah dan Partisipasi Masyarakat Perencanaan kegiatan humas yang terwujud dalam program humas melalui beberapa hal yaitu: . mengindentifikasi masalah dalam pemenuhan kebutuhan di Identifikasi berkaitan data empiris yang dihadapi berupa Mayoritas nasrani, sehingga masyarakat butuh akan keterampilan dan citra positif madrasah. Selain itu, berdasarkan data pelaksanaan di tahun sebelumnya untuk dijadikan acuan dalam proses pembuatan perencanaan program oleh humas dan timnya . Perencanaan anggaran dan waktu pelaksanaan program, . Musyawarah dengan kepala madrasah, kepala tata usaha, komite, waka-waka yang lainnya, untuk persetujuan di implementasikan di lapangan. Sedangkan untuk program humas di MAN Malang terbagi menjadi 3 tema besar berupa . Hubungan masyarakat dan pengabdian masyarakat . umas & abdima. , . Web, teknologi informatika dan industri/ program ketrampilan, . Keagamaan. Program ini direncanakan berdasarkan beberapa pertimbangan dalam rangka mendukung pengkomunikasian kegiatan madrasah dan program pendukung kegiatan madrasah untuk mencapai tujuan madrasah sehingga meningkatlah citra madrasah dan kontribusi masyarakat terhadap Selain itu, perencanaan program humas di MAN 3 Malang mempertimbangkan . Jangka waktu yang ditentukan dalam pelaksanaan baik itu jangka pendek, menengah, panjang . Pembagian jobdisc di program humas sesuai dengan kemampuannya sehingga dapat memperlancar proses pelaksanaannya yang dipantau oleh waka humas dan kepala Pelaksanaan Manajemen Humas dalam Meningkatan Citra Madrasah dan Partisipasi Masyarakat Pelaksanaan humas di MAN 3 Malang di laksanakan melalui program humas yang telah direncanakan oleh pengelola sekolah seperti: kepala sekolah, waka humas dan waka Ulul Amri: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. No. lainnya serta pihak-pihak yang berhubungan dalam proses pembuatan program. Pelaksanaan program humas dilapangan meliputi: . Pelaksanaan sesuai dengan yang telah direncanakan sebelumnya dalam meningkatkan citra madrasah dan partisipasi masyarakat . Pelaksanaan program sesuai dengan waktu yang ditentukan baik pendek, menengah maupun panjang yang dilaksanakan oleh humas dan staf-stafnya. Proses pelaksanaan manajemen humas di lapangan di dukung dengan beberapa strategi dalam rangka pemaksimalan pelaksanaan program berupa: . Sosialisasi . Publikasi . Kerjasama . Pelayanan dan program unggulan. Pertama. Sosialisasi dilaksanakan oleh MAN 3 Malang untuk menyampaikan program madrasah dengan bentuk seminar, bakti social yang diadakan setiap tahun ke desa-desa sekitar dan masjid sekitar dan expo madrasah dengan mendelegasikan dan membimbing orang-orang yang mampu di bidang public speakingnya sehingga dapat tersampaiakan dengan baik program, kegiatan dan keunggulan dari masdrasah. Kedua. Publikasi dilaksanakan dengan penyampaian informasi terkait dengan MAN 3 Malang dilaksanakan baik dalam bentuk offline maupun online. Offline dengan menyebarkan baliho, bener di tempat umum sehingga dapat dilihat maupun dibaca oleh Sedangkan online dilakukan dengan memaksimalkan teknologi yang ada seperti: You tube. Instragram. Website resmi. Whatsapp, radio dan sebagainya sehingga jangkuan publikasi yang dilakukan dapat dikomunikasikan secara menyeluruh kepada khalayak Ketiga. Kerjasama yang dilaksanakan oleh MAN 3 Malang cukup meluas yaitu . Kerjasama dengan instansi lembaga pendidikan, . Komite dan wali murid, . Alumni . Intitusi pemerintahan seperti puskesma, polri. BNN dan PHBN, . Dunia usaha . Kerjasama pihak sponsor dalam pelaksanaan besar program madrasah. Kerjasama ini dilakukan untuk memaksimalkan dari program humas sehingga yang menjadi tujuan madrasah dapat tersalurkan dengan efektif dan efisien. Apalagi dengan kerjasama dunia usaha di MAN 3 dalam pemenuhan standar kurikulum kejuruhan MAN 3 Malang berupa TKJ . eknik jaringan kompute. TSM . eknik sepeda moto. , tata boga sehingga lulusan MAN 3 Malang selain mengetahui secara IMTAQ dan IPTAQ tapi siap diterjunkan di dunia usaha maupun masyarakat. Kerjasama dilakukan di dunia usaha dengan fakultas pendidikan vokasi Brawijaya Malang. AHM . stra Honda moto. dan AHASS. PHRI . ersatuan hotel dan restoran Indonesi. , percetakaan Abu Nawas dan BLKI . alai latihan kerja industr. Kerjasama ini dilakukan penunjang dari program pendidikan yang diwujudkan di MAN 3 Malang. Kerjasama dilakukan dengan mengkomunikasikan dengan baik terkait dengan kegiatan MAN 3 Malang sehingga dapat tersebar secara meluas. Empat. Pelayan dan program-program unggulan. Kegiatan kehumasan selain untuk tujuan promosi, juga untuk memberikan pelayanan yang terbaik. Kepuasan pelanggan adalah tujuan utama MAN 3 Malang. Apabila pelangan puas dengan pelayanan yang ditawarkan maka jasa pendidikan tersebut akan diminati oleh konsumen. Ketika pengguna layanan pendidikan merasa puas dengan layanan tersebut, mereka mengatakannya dari mulut ke mulut, sehingga menyebarkan citra madrasah di masyarakat dan membuat orang percaya pada madrasah. Bentuk pelayanan yang diberikan oleh MAN 3 Malang adalah memaksimalkan pelayanan administrasi madrasah dengan membina sumber daya manusia bagi tenaga pengajar yang profesional dan sesuai dengan bidangnya. Dan program unggulan dan sarana prasarana yang sesuai untuk menarik perhatian publik. Dengan Manajemen Humas dalam Meningkatkan Citra Madrasah dan Partisipasi Masyarakat Ilmiah Nafhah Karimah demikian strategi humas dilakukan dalam penyempurna dan pembantu terwujudnya tujuan mdrasah Selain itu, pelaksanaan humas di MAN 3 Malang melibatkan pihak internal maupun eksternal dengan implementasi secara indirect act . idak langsun. dan direct act . Tindakan atau kegiatan tidak langsung melalui tindakan manual seperti penyebaran informasi tentang semua kegiatan madrasah dengan penyebaran brosur, papan buletin sekolah, pamflet, dan menggunakan media komunikasi seperti radio dan website madrasah, sebaliknya tindakan langsung seperti: rapat komite, konsultasi dengan tokoh masyarakat, pertemuan dengan dewan guru, upacara madrasah, mengadakan acara-acara Evaluasi Manajemen Humas dalam Meningkatan Citra Madrasah dan Partisipasi Masyarakat Setelah pelaksanaan, langkah selanjutnya adalah evaluasi atau penilaian. Evaluasi yang dilaksanakan di MAN 3 malang adalah memberdayakan masing-masing tim yang membidangi setiap program yang dijalankannya. Kemudian, waka humas dan kepala madrasah turun untuk memantau dan mengontrol berlangsungnya kegiatan di lapangan. Pengawasan dan pembinaan langsung oleh waka humas dan kepala madrasah kepada kegiatan yang sedang berjalan agar memperoleh hasil yang efektif dan efisien. Evaluasi yang dilakukan dilapangan dapat dikategorikan menjadi 3 macam yaitu: . Evaluasi kecil, . Evaluasi besar, . Evaluasi kondisional. Pertama, evaluasi kecil berupa penerimaan laporan atau pertanggungjawaban secara tertulis, monitoring dari waka humas yang sudah diagendakan. Kedua, evaluasi besar diadakan setiap semester yang dihadiri oleh semua pengelola sekolah untuk memantau berjalannya program dengan dipimpin oleh kepala madrasah. Ketiga, evaluasi kondisional, evaluasi yang dilakukan secara tiba-tiba dengan memantau atau menanyakan pihak-pihak terkait dan rapat yang diadakan secara tiba-tiba karena terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Selanjutnya, untuk evaluasi terhadap program humas yang belum berjalan secara maksimal yaitu pertemuan alumni dan standarisasi SKIA dan SKKZ. Selainnya, programnya terlaksana dengan maksimal meskipun dalam prosesnya terdapat beberapa kendala tetapi berhasil diselesaikan dengan baik dan pelaksanaanya terdapat program yang tidak tercantum tetapi dilaksanakan. Dampak dari adanya program hubungan masyarakat yang telah di laksanakan di madrasah ini berupa meningkatnya citra madrasah berupa meningkatnya jumlah peserta didik disetiap tahunnya. Dimulai tahun 2015/2016-2020/2021 selalu meningkat, ini faktor citra positif yang dimiliki oleh madrasah. Sebagaimana tertuang dalam grafik siswa di bawah ini: Ulul Amri: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. No. Data tersebut menunjukkan bahwa banyak dari siswa yang mendaftarkan dirinya di MAN 3 Malang. Selain itu, juga ditahun 2020/2021 banyak yang tidak di terima sekitar 40 orang dikarenakan kekurangan jumlah ruang sehingga dalam penerimaan dibatasi. Penerimaan ini melalui proses seleksi yang diadakan oleh madrasah. Peminat madrasah ini banyak sekali dari daerah Kepanjen-Blitar dikarenakan program yang disajikan sesuai dengan keinginan masyarakat. Hal ini tidak lain, karena citra yang dimiliki madrasah dipadang memiliki nilai postif dan sesuai dengan kebutuhannya. Disini, letak tugas humas untuk mengemas kegiatan dan program madrasah dengan mengemas dalam program dan strategi humas sehingga informasi yang di sampaikan dapat diterima oleh masyarakat menjadikan opini positif masyarakat kepada madrasah. Citra positif madrasah mendorong masyarakat untuk menyumbangkan ide-ide berupa usulan terhadap program atau kegiatan madrasah, tenaga dengan mengikuti acara-acara seperti pengajian rutin, ulang tahun madrasah dan rapat yang diadakan oleh madrasah. Citra positif yang menjadikan masyarakat percaya dengan meletakkan anak-anaknya ke madrasah ini dan mendukung program-program lainnya. Selain itu. Keyakinan masyarakat untuk meletakkan anaknya di madrasah ini dikarenakan lulusannya selain mempunyai pengetahuan intelektual, spiritual, dan siap untuk diterjunakan di dunia usaha maupun masyarakat. Dimana bisa dilihat, kondisi masyarakat disana masih mempunyai keterbatasan terkait dengan keilmuan umum dan Hadirnya madrasah ini menjadi pilihan terbaik untuk masyarakat PEMBAHASAN Citra Madrasah merupakan faktor utama dalam menentukan kemajuan Madrasah. Berkat manajemen humas, madrasah dapat meraih citra positif di mata publik. Publisitas adalah sarana komunikasi antara madrasah dengan internal ataupun eksternal. Dengan demikian, madrasah hendaknya mempunyai program tata kelola yang baik guna membantu madrasah untuk menciptakan citra positif pada pandangan masyarakat. Madrasah yang mempunyai citra positif, maka dengan mudah mampu mendorong partisipasi masyarakat untuk ikut andil dalam kegiatan madrasah sehingga terjadinya peningkatan minat masyarakat terhadap MAN 3 Malang. Disini, letak humas diharuskan untuk memanajemen dengan baik untuk mewujudkan citra positif dan partisipasi masyarakat dengan adanya perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Perencanaan Manajemen Humas dalam Meningkatan Citra Madrasah dan Partisipasi Masyarakat Manajemen Humas dalam Meningkatkan Citra Madrasah dan Partisipasi Masyarakat Ilmiah Nafhah Karimah Proses perencanaan kegiatan humas madrasah melibatkan semua pengelola madrasah untuk bertanggung jawab atas perencanaan program kerja. Sebelum merencanakan program kerja, sebuah madrasah memiliki tujuan yang baik dan jelas. Setiap program kegiatan madrasah memiliki tujuan yang berkaitan dengan segala segi perbaikan. Kegiatan perencanaan Madrasah berkaitan dengan promosi Madrasah. Kegiatan humas madrasah bertujuan untuk kemajuan madrasah, peningkatan citramadrasah dan kontribusi Di bidang kehumasan, semua perencanaan madrasah direncanakan dengan mempertimbangkan anggaran dan faktor pendukung dan penghambat kegiatan. Rencana yang baik dan detail akan mempercepat implementasi dan mencapai tujuan yang Perencanaan program humas di MAN 3 Malang sejalan dengan fungsi dasar manajemen humas meliputi fungsi perencanaan yaitu menetapkan kegiatan yang akan dicapai, bagaimana mencapai, berapa lama waktu yang dibutuhkan, berapa orang yang terlibat dan berapa anggaran pelaksanaannya (Nasution, 2010, p. Pada tahap persiapan dalam perencanaan ini, humas menyiapkan hal-hal yang dibutuhkan dalam memenuhi tugasnya meliputi: bahan informasi yang akan di komunikasikan kepada publik, media yang digunakan dalam perumusan, tujuan yang hendak dicapai serta fasilitas yang dibutuhkan antara lain waktu, tempat dan sarana penunjangnya. Pada dasarnya rencana program humas dapat berjalan dengan baik apabila . Membuat program kerja dengan teliti serta didukung oleh pihak manajemen . Rencana memiliki tujuan . Memberikan pengarahan terhadap rencana program (Nasution, 2010, p. Dalam perencanaan program humas harus di rancanakan dengan professional dan serius agar dapat mencapai tujuan dan sasaran yang hendak di capai sehingga dapat meminamlisir problema yang terjadi pada proses pelaksanaannya. Program humas di MAN 3 Malang direncanakan dengan mempertimangkan kondisi lapangan dalam rangka meningkatkan citra madrasah. Ketika citra madrasah positif maka masyarakat akan ikut berkontribusi dengan madrasah dalam segi tenaga, pikiran maupun uang atau dana. Perencanaan program humas itu dibuat atas dasar kebutuhan yang diamati dan dikaji secara mendalam dilapangan sehingga hasil pelaksanaan sesuai dengan tujuan madrasah (Hikmat, 2009, p. Membahas mengenai citra merupakan tujuan utama, reputasi dan prestasi yang hendak dicapai oleh oleh humas dalam pendidikan. Dimensi suatu citra tidak dapat diukur secara sistematis, tetapi bentuk citra dapat dirasakan melalui penilaian baik dan buruk seperti penerimaan dan tanggapan positif dan negatif dari sumber internal dan eksternal (Ruslan, 2018, p. Jika citra madrasah positif maka masyarakat akan berkontribusi langsung kepada madrasah baik secara fisik maupun non fisik. Paritisipasi fisik berupa membantu madrasah dengan memberikan dana untuk pembangunan, sarana prasaran dan oprasional madrasah, membantu pengembangan peserta didik dengan menfasilitasi kemampuannya, menyelenggarakan beasiswa bagi yang kurang mampu dan lain-lainnya. Sedangkan partispasi non fisik berupa keikutsertaan masyarakat dalam menentukan arah pendidikan, mendukung kegiatan madrasah, berkontribusi dengan kegiatan yang diadakan oleh madrasah dan lain-lainnya (Dwiningrum, 2015, p. Pelaksanaan Manajemen Humas dalam Meningkatan Citra Madrasah dan Partisipasi Masyarakat Selanjutnya, proses pelaksanaan dilaksanakan sesuai rencana dan jenjang waktu yang telah ditentukan dengan dipimpin masing-masing dari staf humas yang dalam kegiatannya di pantau dan dibantu oleh waka humas dan kepala sekolah. Pada tahap Ulul Amri: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. No. pelaksanaan ini humas melaksanakan kegiatan yang telah di rencanakan dan disetujui oleh pengelola madrasah maupun pihak-pihak berkepentingan dengan mengusahakan agar dapat terlaksana secara maksimal dengan memanfaatkan fasilitas yang ada secara efektif dan efisien (Suryosubroto, 2012, p. Dengan kata lain, pelaksanakan program humas itu mengkomunikasikan program humas kepada internal maupun eksternal dalam mencapai tujuan pendidikan. Jika komunikasi dapat dilakukan dengan baik maka akan meningkatnya citra madrasah dan partisipasi masyarakat terhadap madrasah. Pendukung dalam pelaksanaan program Humas di MAN 3 Malang yaitu strategi humas yang dilakukan dalam penyempurna dan pembantu terwujudnya tujuan mdrasah. Sejalan dengan pendapat mengemukakan bahwa Strategi hubungan masyarakat adalah alternatif terbaik yang harus dipilih guna mencapai tujuan humas yang tertulis dalam rencana humas (Nasution, 2010, p. Kegiatan di madrsah ini melibatkan dua sasaran yaitu internal . rang-orang dalam madrasa. dan eksternal . rang-orang luar madrasa. Sasaran humas yaitu publik . ekelompok orang dalam masyarakat yang mempunyai kepentingan sam. Dalam aplikasi publik dikelompokkan menjadi dua yaitu internal dan eksternal (Kusumawati, 2002, p. Implementasi kegiatan ini di peruntukkan untuk memberikan pelayanan, informasi, kegiatan madrasah kepada publik baik internal maupun eksternal sehingga citra madrasah dipandang positif sesuai dengan kenyataan yang membuat masyarakat ikut berkontribusi dengan madrasah. Evaluasi Manajemen Humas dalam Meningkatan Citra Madrasah dan Partisipasi Masyarakat Pada tahap akhir yaitu penilaian atau evaluasi merupakan upaya untuk memahami pencapaian dan relevansi tujuan dan hasil yang ditetapkan sedemikian rupa sehingga dapat mengukur ketercapaian dari program madrasah yang dilaksanakan dengan dukungan dari program dan strategi humas. Dengan demikian, adanya evaluasi membuat visi, misi madrasah dapat tercapai secara efektif dan efisien. Penilaian ataupun evaluasi di madrasah juga melakukan fungsi pengawasan dan kontrol, di mana manajer memantau apa yang telah atau sedang dilakukan untuk memastikan bahwa penyimpangan berada dalam batas yang dapat diterima (Kolwalski, 2004, p. Pengawasan terkait dengan upaya pengendalian, pengembangan dan koordinasi untuk menjaga kualitas program. Tindak lanjut adalah tindakan yang akan dilaksanakan setelah adanya evaluasi. Hasil evaluasi dianggap sebagai cara untuk merumuskan program selanjutnya, memberikan penghargaan kepada mereka yang telah mencapai tujuannya, dan memberikan beberapa hukuman bagi mereka yang tidak bertanggung jawab dan melakukan penyelewengan terhadap program yang dilakukan. Evaluasi dalam program humas di MAN 3 Malang sangat penting untuk dilakukan karena mengantisipasi kesalahan-kesalahan atau kekurangan-kekurangan, perbaikan dan pecarian solusi yang ditemukan dengan mudah sehingga mempermudah dilaksanakan di tahun selanjutnya (Hikmat, 2009, p. Dampak dari mulai proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi yang dilakukan di MAN 3 Malang membuat masyarakat memiliki kesan positif sehingga humas sebagai wakil madrasah memiliki fungsi guna mengkomunikasikan informasi terkait kegiatan dan prestasi-prestasi kepada publik dituntut agar masyarakat mampu memahami pesan, demi menjaga reputasi dan citra lembaga (Ruslan, 2018, p. Selain itu, citra postif yang menjadikan masyarakat terlibat langsung dengan kegiatan madrasah baik berupa mental. Manajemen Humas dalam Meningkatkan Citra Madrasah dan Partisipasi Masyarakat Ilmiah Nafhah Karimah emosi, fisik maupun dana untuk mendukung tercapainya tujuan madrasah (Dwiningrum, 2015, p. Ulul Amri: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. No. REFERENSI