VOL 1 NO 2 BULAN 10 TAHUN 2019 2685-8959 P-ISSN: 2685-8967 E-ISSN: Journal of Research and Education Chemistry (JREC) http://journal. id/index. php/jrec PEMANFAATAN ANIMASI MACROMEDIA FLASH DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR CALON GURU Asyti Febliza1 . Zul Afdal2 Universitas Islam Riau STKIP Aisyiah Riau *Corresponding author. *Email: asytifebliza@edu. Phone Number: 62813-6532-1702 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan animasi macromedia flash dalam meningkatkan hasil belajar mahasiswa calon guru pada topik larutan penyangga. Penelitian ini dilaksanakan pada semester 1 pada matakuliah kimia dasar dengan topik larutan penyangga. Adapun sampel pada penelitian ini yaitu mahasiswa tingkat pertama nonregular pada Universitas Riau sebanyak 2 kelas. Penelitian ini bersifat quasi eksperimen, dengan membuat perlakuan pada kelas eksperimen . elas animas. dengan membandingkan dengan kelompok kontrol. Adapun hipotesis yang diuji dalam penelitian ini yaitu: Ha = Terdapat perbedaan tingkat hasil belajar mahasiswa kelas eksperimen dan kelas kontrol dan H0 = Tidak terdapat perbedaan tingkat hasil belajar mahasiswa kelas eksperimen dan kelas Pengujian hipotesis dilakukan dengan menguji skor gain dengan uji independent sample T-Test pada SPSS 22 dengan taraf signifikansi yaitu 0,05. Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat ditarik kesimpulan bahwa kelas eksperimen memiliki peningkatan hasil belajar sebesar 57%, sedangkan peningkatan hasil belajar mahasiswa pada kelas kontrol hanya sebesar 39% yaitu sekitar 2/3 dari peningkatan hasil belajar kelas eksperimen. Berdasarkan hasil uji hipotesis dapat disimpulkan pula bahwa Ha diterima yaitu terdapat perbedaan tingkat hasil belajar mahasiswa kelas eksperimen dan kelas kontrol dimana diperoleh signifikansi yaitu sebesar sig = 0. 000, nilai ini lebih kecil dari taraf signifikansi yaitu 0,05. Kata kunci : Animasi, macromedia flash, media pembelajaran, hasil belajar Abstract This study aims to implement macromedia flash animation in improving preservice teacher learning outcomes on the topic of buffer solutions. This research was conducted in the first semester of the basic chemistry course with the topic of buffer solution. The samples in this study were first semester students at the University of Riau divided in 2 classes. This study is quasi-experimental, by making treatment in the experimental class . nimation clas. by comparing with the control group. The hypotheses tested in this study are: Ha = There are differences in the level of learning outcomes of the experimental class and the control class and H0 = There is no difference in the level of learning outcomes of the experimental class and the control class. Hypothesis testing is done by the independent sample T-Test on SPSS 22 with a significance level of 0. 05 which used gain score. Based on the results and discussion it can be concluded that the experimental class has an increase in learning outcomes by 57%, while the increase in student learning outcomes in the control class is only 39%, which is about 2/3 of the increase in learning outcomes of the experimental class. Based on the results of the hypothesis test it can be concluded that Ha is accepted, namely there are differences in the level of learning outcomes of experimental class and control class where significance is equal to sig = 0. 000, this value is smaller than the significance level of Keywords : Animation, macromedia flash, learning media, learning outcomes VOL 1 NO 2 BULAN 10 TAHUN 2019 Pendahuluan Perkembangan teknologi informasi telah mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, baik sosial, ekonomi, maupun Pendidikan. Dalam bidang Pendidikan pemanfaatan teknologi informasi digunakan untuk mempermudah proses belajar mengajar, salah satunya dalam bentuk media animasi yang memanfaatkan software macromedia flash. Macromedia flash merupakan aplikasi yang digunakan untuk melakukan desain dan membangun perangkat presentasi, publikasi atau aplikasi lainnya serta mampu menghasilkan file animasi dengan ukuran kecil (Febliza. Asyti. Afdal, 2015. Penggunaan macromedia flash memiliki beberapa keunggulan diantaranya: . macromedia flash dapat membuat berbagai presentasi yang menarik. dapat mengimpor berbagai jenis file . udio, video, gambar, animasi, presentasi, gam. di dalam library yang dapat digunakan dalam presentasi. menghasilkan hasil akhir flash dengan ukuran yang lebih kecil setelah dipublish. animasi yang diihasilkan dapat dikontrol. gambar berupa vector, sehingga jika diperbesar beberapa kali gambar tidak pecah. hasil dapat di publish dalam berbagai macam file seperti *. gif, *mov, *swf, dan format lainnya. dapat dipergunakan untuk membuat media untuk pembelajaran yang interaktif. Kimia merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan alam yang memuat konsep konkret dan abstrak yang syarat dengan teori dan praktik yang menjadikan kimia salah satu ilmu yang dianggap sulit oleh peserta didik. Matakuliah kimia dasar merupakan salah satu mata kuliah wajib yang diambil oleh mahasiswa Pendidikan Salah satu topik yang dianggap paling sulit yaitu larutan penyangga. Hal ini dikarenakan materi larutan penyangga membahas teori yang banyak menggunakan hitungan dan praktik yang berkaitan dengan perhitungan pH. Untuk membantu agar mahasiswa dapat memahami konsep larutan penyangga maka diperlukan media Salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan yaitu media Media animasi merupakan media yang berisi kumpulan gambar dan audio yang terkesan hidup yang diolah sedemikian rupa sehingga menghasilkan gerakan untuk menyampaikan pesan-pesan pembelajaran (Furoidah, 2. Beberapa penelitian VOL 1 NO 2 BULAN 10 TAHUN 2019 mengenai pemanfaatan media animasi dalam pembelajaran telah banyak dilakukan pada pembelajaran kimia diantaranya: pemanfaatan media animasi dapat membuat pembelajaran menjadi nyata, meningkatkan hasil belajar siswa, dapat menjelaskan konsep abstrak, dapat menghemat waktu, memabntu terciptanya pembelajaran yang berpusat pada siswa, membantu guru dalam menekankan konsep saintifik pada pembelajaran kimia (Falvo, 2008. Ikwuka & Samuel, 2017. Katrin. Priit, & Rain, 2010. Nkiru. Naomi. Samuel, 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan animasi macromedia flash dalam meningkatkan hasil belajar mahasiswa pada topik larutan penyangga. Metode Penelitian ini dilaksanakan pada semester 1 pada matakuliah kimia dasar dengan topik larutan penyangga. Adapun sampel pada penelitian ini yaitu mahasiswa tingkat pertama nonregular pada Universitas Riau sebanyak 2 kelas. Sampel dalam penelitian ini dipilih dengan cara Purposive Sampling, hal ini dilakukan karena sedikitnya populasi yang ada. Penelitian ini bersifat quasi eksperimen, dengan membuat perlakuan dengan memberi pengajaran menggunakan inovasi media animasi macromedia flash dengan membandingkan dengan kelompok kontrol . embelajaran tanpa media animasi macromedia flas. Rancangan penelitian dapat dilihat pada tabel 1. Tabel 1. Rancangan Penelitian Subjek Pre-test Perlakuan Post-test Eksperimen Kontrol Keterangan: X : Pembelajaran dengan menggunakan inovasi media animasi macromedia flash Y : Pembelajaran tanpa menggunakan inovasi media animasi macromedia flash O : Pretes mahasiswa sebelum diberikan perlakuan O1 : Post-test mahasiswa dengan menggunakan inovasi media animasi macromedia O2 : Post-test mahasiswa tanpa menggunakan inovasi media animasi macromedia flash VOL 1 NO 2 BULAN 10 TAHUN 2019 Variabel penelitian terdiri atas Variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas yang diterapkan dalam penelitian ini adalah pembelajaran dengan menggunakan inovasi media animasi macromedia flash, sedangkan variabel terikat adalah hasil belajar mahasiswa. Adapun prosedur penelitian yang dilakukan dapat dilihat pada Sampel Kelas kontrol Pretes Perlakuan Analisis Gambar 1. Prosedur penelitian Adapun hipotesis yang diuji dalam penelitian ini yaitu: Ha = Terdapat perbedaan tingkat hasil belajar mahasiswa kelas eksperimen dan kelas kontrol H0 = Tidak terdapat perbedaan tingkat hasil belajar mahasiswa kelas eksperimen dan kelas kontrol Hasil belajar mahasiswa dihitung menggunakan rumus g faktor . ain score normalize. sebagai persamaan . gA skor postes A skor pretes skor maksimum A skor pretes . Dimana : g < 0,3 kategori rendah 0,3 O g O 0,7 kategori sedang VOL 1 NO 2 BULAN 10 TAHUN 2019 g > 0,7 kategori tinggi (Hake. , 1. Nilai skor gain diperoleh dari selisih hasil yang diperoleh mahasiswa pada saat pretes dan Hal ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar peningkatan hasil belajar mahasiswa sebelum dan sesudah proses pembelajaran. Selanjutnya pengujian hipotesis dilakukan dengan menguji skor gain dengan menggunakan uji independent sample T-Test pada SPSS 22 dengan taraf signifikansi yaitu 0,05. Dengan kriteria pengujian hipotesis yaitu: Ha diterima jika sig < 0,05, sebaliknya Ha ditolak jika sig < 0,05 (Febliza. Asyti. Afdal, 2015. Hasil dan Pembahasan Pada penelitian ini data yang dikumpulkan berupa data hasil belajar mahasiswa dari kedua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data hasil belajar terdiri dari pretes dan postes. Pretes dilakukan sebelum proses pembelajaran di kedua kelas dimulai dan dilajutkan dengan perlakuan serta postes setelah perlakuan. Soal yang diberikan pada penelitian ini sama antar kedua kelas. Hal ini dilakukan untuk menilai sejauh mana kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan soal yang diberikan. Nilai rata-rata pretes dan postes dari kelas eksperimen dan kelas kontrol dapat dilihat pada gambar 2. Rata-rata hasil belajar Kelas Eksperimen Kelas kontrol Pretes Postes Rata-rata hasil belajar Gambar 2. Rata-rata hasil belajar VOL 1 NO 2 BULAN 10 TAHUN 2019 Berdasarkan gambar 2 terlihat bahwa kelas ekperimen memiliki nilai pretes kelas lebih rendah sebesar 6% jika dibandingkan dengan kelas kontrol. Namun setelah macromedia flash pada kelas eksperimen dan kelas kontrol diberikan pembelajaran Setelah proses pembelajaran, mahasiswa diberikan soal postes dan diperoleh hasil bahwa nilai mahasiswa pada kelas eksperimen naik menjadi 75% dan kelas kontrol menjadi 63%. Dari perbandingan nilai rata-rata hasil belajar kedua kelas ini dapat diketahui bahwa kelas eksperimen memiliki peningkatan hasil belajar sebesar 57%, sedangkan peningkatan hasil belajar mahasiswa pada kelas kontrol hanya sebesar 39% yaitu sekitar 2/3 dari peningkatan hasil belajar kelas eksperimen. Untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini, dilakukan perhitungan skor gain dari masing-masing mahasiswa dan diuji dengan menggunakan uji independent sample T-Test pada SPSS 23 dengan taraf signifikansi yaitu 0,05. Adapun kriteria penerimaan hipotesis yaitu Ha diterima jika sig < 0,05, sebaliknya Ha ditolak jika sig < 0,05. Adapun hasil uji hipotesis dengan menggunakan SPSS 23 dapat dilihat pada tabel 2. Tabel 2. Hasil uji hipotesis Independent Samples Test t-test for Equality of Means Skor_gain Equal Equal not assumed Std. Sig. Mean Error Differen Differen 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper 8,240 0,000 0,1742 0,0211 0,1320 0,2163 8,240 70,222 0,000 0,1742 0,0211 0,1320 0,2163 VOL 1 NO 2 BULAN 10 TAHUN 2019 Pada tabel 2 terlihat hasil uji hipotesis diperoleh signifikansi yaitu sebesar sig = 000, nilai ini lebih kecil dari taraf signifikansi yaitu 0,05. Ditinjau kriteria penerimaan hipotesis bahwa Ha diterima jika sig < 0,05, sebaliknya Ha ditolak jika sig < 0,05. Berdasarkan hasil yang diperoleh diketahui bahwa sig < 0,05, hal ini berarti bahwa Ha diterima yaitu terdapat perbedaan tingkat hasil belajar mahasiswa kelas eksperimen dan kelas kontrol. Berdasarkan hasil analisis data uji hipotesis dapat diketahui bahwa hasil belajar mahasiswa kelas eksperimen meningkat signifikan bila dibandingkan dengan hasil belajar kelas kontrol. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh beberapa peneliti sebelumnya yaitu pemanfaatan media animasi dapat membuat pembelajaran menjadi nyata, meningkatkan hasil belajar siswa, dapat menjelaskan konsep abstrak, dapat menghemat waktu, memabntu terciptanya pembelajaran yang berpusat pada siswa, membantu guru dalam menekankan konsep saintifik pada pembelajaran kimia (Falvo, 2008. Ikwuka & Samuel, 2017. Katrin et al. , 2010. Nkiru. Naomi. Samuel, 2. Hal ini dikarenakan dengan menggunakan media animasi macromedia flsh mahasiswa menjadi lebih semangat untuk belajar dan lebih mudah memahami konsep larutan penyangga dengan adanya animasi dan simulasi praktikum yang dapat mereka ulangi sebanyak yang mereka inginkan. Dengan adanya media animasi ini mahasiswa juga dapat mengatasi masalah pada mahasiswa yang malu bertanya saat proses pembelajaran berlangsug, hal ini dikarenakan media diberikan kepada mahasiswa dan dapat mereka akses baik disekolah maupun dirumah, kapan dan dimana saja mereka Kesimpulan Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat ditarik kesimpulan bahwa kelas eksperimen memiliki peningkatan hasil belajar sebesar 57%, sedangkan peningkatan hasil belajar mahasiswa pada kelas kontrol hanya sebesar 39% yaitu sekitar 2/3 dari peningkatan hasil belajar kelas eksperimen. Berdasarkan hasil uji hipotesis dapat disimpulkan pula bahwa Ha diterima yaitu terdapat perbedaan tingkat hasil belajar mahasiswa kelas eksperimen dan kelas kontrol dimana diperoleh signifikansi yaitu sebesar sig = 0. 000, nilai ini lebih kecil dari taraf signifikansi yaitu 0,05. VOL 1 NO 2 BULAN 10 TAHUN 2019 Daftar Referensi Falvo. Animations and Simulations for Teaching and Learning Molecular Chemistry. International Jounal of Technology in Teaching and Learning, 4, 68Ae77. Febliza. Asyti. Afdal. Media Pembelajaran dan Teknologi Informasi Pekanbaru: Adefa Grafika. Febliza. Asyti. Afdal. Statistika Dasar Penelitian Pendidikan. Pekanbaru: Adefa Grafika. Furoidah. Animasi Sebagai Media Pembelajaran. Surabaya: Mentari Pustaka. Hake. Interactive Engagement Versus Traditional Methods: A Six-Thousand Student Survey of Mechanics Test Data for Introductory Physics Courses. American Journal of Physics, 66. , 64Ae74. Ikwuka. , & Samuel. Effect of Computer Animation on Chemistry Academic Achievement of Secondary School Students in Anambra State . Nigeria Department of Educational Foundations Department of Science Education. Journal of Emerging Trends in Educational Research and Policy Studies, 8. , 98Ae102. Katrin. Priit. , & Rain. The Importance Of Animation As A Visual Method In Advertising. International Journal of Informative & Futuristic Research, 3. , 7. Nkiru. Naomi. Samuel. Effect of Computer Animation on Chemistry Academic Achievement of Secondary School Students in Anambra State. Nigeria. Journal of Emerging Trends in Educational Research and Policy Studies, 2. , 98Ae102.