Journal Genta Mulia Volume 16. Number 1, 2024 pp. P-ISSN: 23553790 E-ISSN: 25794655 Open Access: https://ejournal. id/index. php/gm ANALISIS KESULITAN BELAJAR SISWA KELAS XI TEKNIK BISNIS SEPEDA MOTOR PADA MATA PELAJARAN PEMELIHARAAN MESIN SEPEDA MOTOR DI SMK NEGRI 4 KOTA SERANG Syamsul Munawar1. Ahmad Habibi2. Hamid Abdillah3 1,3Pendidikan Vokasional Teknik Mesin. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa 2SMK Negri 4 Kota Serang *Corresponding Author: sammsull13445@gmail. Abstrak Kesulitan belajar atau learning disability merupakan sebuah kesulitan dimana siswa mengalami hambatan-hambatan dalam pembelajaran yang dapat menyebabkan siswa mengalami prestasi atau hasil belajar yang rendah. Dalam mata pelajaran pemeliharaan mesin sepeda motor kelas XI Teknik Bisnis Sepeda Motor di SMKN 4 Kota Serang, dimana dalam penilian tengah semester yang telah dilakukan sebesar 77,4% nilai siswa belum mencapai KKM. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan belajar siswa kelas XI teknik bisnis sepeda motor di SMKN 4 Kota Serang pada mata pelajaran pemeliharaan mesin sepeda motor. Kesulitan belajar sendiri dapat disebabkan oleh beberapa Metode penelitian ini adalah Kuantitatif deskriptif. Data yang diperoleh dalam penelitian ini melalui angket kuisioner yang diberikan ke 40% siswa dari keseluruhan siswa kelas XI teknik bisnis sepeda motor di SMKN 4 Kota Serang. Angket ini diberikan megunakan google from untuk mengidentifikasi kesulitan belajar yang merka alami. Hasil penelitian menunjukan bahwa siswa kelas XI Teknik Bisnis Sepeda Motor mengalami kesulitan dalam Kesulitan tersebut disebabkan disebabkan oleh faktor materi pembelajaran yang sulit dipahami . ,7%). Metode pengajaran yang tidak efektif . %), kurangnya sumber belajar yang memadai . ,3%), kurangnya praktek langsung . ,7%). Rasa tidak tertarik dengan materi pembelajaran . ,3%). Kata Kunci : Kesulitan Belajar. Siswa Sekolah Menengah Kejuruan. Teknik Bisnis Sepeda Motor Abstract Learning disability is a difficulty where students experience obstacles in learning that can cause students to experience low achievement or learning outcomes. In the class XI motorcycle engine maintenance subject of Motorcycle Business Engineering at SMKN 4 Serang City, where in the midterm assessment that has been carried out 77. 4% of students' scores have not reached KKM. For this reason, this study aims to analyze the learning difficulties of class XI motorcycle business engineering students at SMKN 4 Serang City on motorcycle engine maintenance subjects. Selflearning difficulties can be caused by several factors. This research method is Quantitative descriptive. The data obtained in this study was through a questionnaire questionnaire given to 40% of students from all class XI motorcycle business engineering students at SMKN 4 Serang City. This questionnaire was given using google from to identify learning difficulties they experienced. The results showed that class XI students of Motorcycle Business Engineering experienced difficulties in learning. These difficulties are caused by factors of learning materials that are difficult to understand . 7%), ineffective teaching methods . %), lack of adequate learning resources . 3%), lack of direct practice . 7%), a sense of disinterest in learning materials . 3%). Keywords : Learning Difficulties. Vocational High School Students. Motorcycle Business Engineering Syamsul Munawar1. Kesulitan Belajar. Siswa PENDAHULUAN Pendidikan merupakan sesuatu yang berperan penting dalam kehidupan, terutama pada pembangunan suatu bangsa. Seiring dengan berkembanganya dalam bidang IPTEK (Ilmu pengetahuan dan teknolog. yang semakin pesat, suatu negara dituntut untuk menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan kompeten. Untuk menghadapi tantangan ini pula susatu bangsa perlu pendidikan yang berkualitas. Pendidikan berperan penting dalam membentuk karakter dan pola pikir anak agar kelak menjadi orang dewasa yang dapat berinteraksi dengan baik dengan lingkungannya. Indonesia, pendidikan merupakan peranan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Pemerintah sendiri yang mengatur dan mengarahkan tujuan pendidikan nasional, sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 1 Republik Indonesia. Keputusan Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Salah satu upaya yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan meningkatkan mutu Hal ini diperlukan untuk menumbuhkan kualitas dan daya saing global dari generasi ke generasi. Menurut Undang-undang no 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah bentuk penyelenggaraan pendidikan formal yang terdiri dari pendidikan kejuruan pada jenjang pendidikan menengah sebagai lanjutan dari pendidikan jenjang SMP. MTs atau bentuk lain yang sederaja. (Depdiknas, 2. Dengan kata lain Sekolah menengah kejuruan (SMK) yaitu suatu pendidikan menengah yang dirancang untuk mempersiapkan peserta didik dalam hal peengetahuan dan keterampilan untuk menghadapi dunia kerja, sehingga dapat mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang diperolehnya untuk meningkatkan diri, masyarakat, dan masa depan (Agung, 2. Dalam Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) terdapat kompetensikompetensi yang mempersiapkan lulusannya untuk bekerja di dunia kerja sesuai dengan jurusan yang telah diampunya selama sekolah. SMKN 4 Kota Serang merupakan sekolah menengah kejuruan yang memiliki 8 kompetensi keahlian salah satu jurusan yang ada adalah jurusan Teknik Bisnis Sepeda Motor (TBSM). Jurusan Teknik Bisnis Sepeda Motor Merupakan salah satu jurusan yang fokus pada pengembangan dan manajemen bisnis sepeda motor. Jurusan ini merupakan bentuk respon positif dunia pendidikan terhadap trend tingginya ketergantungan masyarakat terhadap Kendaraan bermotor jenis Sepeda Motor. (Suprihadi dan Sanjaya, 2. Dengan pengkombinasikan ilmu teknik dengan pengetahuan tentang bisnis untuk menghasilkan lulusan yang memiliki keahlian dalam merancang, mengembangkan, dan mengelola bisnis sepeda motor. Tujuan kompetensi keahlian Teknik Bisnis Sepeda Motor ini adalah untuk menghasilkan lulusan yang mampu menjadi profesional dalam industri sepeda motor. Mereka akan memiliki pengetahuan yang luas tentang teknologi sepeda motor terkini, serta keterampilan manajerial yang diperlukan untuk mengelola bisnis sepeda motor secara efektif. (Zakwan, 2. Dalam kompetensi ini terdapat mata pelajaran pemeliharaan mesin sepeda motor untuk kelas XI. Mata pelajaran pemeliharaan mesin sepeda motor sendiri, bagi beberapa siswa merupakan pelajaran yang tergolong sulit dipahami. Hal ini dapat diamati dari data nilai siswa pada mata pelajaran pemeliharaan mesin sepeda motor kelas XI jurusan teknik bisnis sepeda motor penilaian tengah semester gasal tahun pelajaran 2023/2024. Dimana yang belum memenuhi nilai KKM ada sebanyak 77,4% dari 31 siswa. Sedangkan, nilai KKM yang diterapkan pada mata pelajaran Pemeliharaan mesin sepeda motor untuk kelas XI di SMKN 4 Kota Serang ini adalah 75. Maka dari data nilai tersebut, dapat diketahui bawasannya sebagian besar siswa menagalami kesulitan dalam mata pelajaran pemeliharaan mesin sepeda motor. Definisi Kesulitan belajar . earning disabilit. diberikan kepada anak yang mengalami kegagalan dalam situasi pembelajaran tertentu (Suryani, 2. Kesulitan belajar siswa dapat berdampak besar bagi prestasi yang diperoleh siswa. (Yusmin, 2. Melihat permasalahan tersebut, maka perlu dilakukan penelusuran untuk mengetahui penyebab kesulitan belajar yang dialami oleh siswa. Hal ini didasarkan pada beberapa P-ISSN: 23553790 E-ISSN :25794655 | 58 Syamsul Munawar1. Kesulitan Belajar. Siswa identifikasi berikut. Pertama, sejumlah 77,4% nilai Siswa tersebut tidak mencapai KKM pada mata pelajaran Pemeliharaan Mesin Sepeda Motor. Kedua, metode pembelajaran guru masih tradisional, fasilitas dan media bantu belum sempurna, serta minat belajar siswa belum tinggi. Ketiga, siswa sering kali pasif dalam proses pembelajaran, tidak mempunyai motivasi tinggi, dan tidak berinisiatif bertanya. Oleh karena itu, peneliti bertujuan untuk mengetahui penyebab siswa mengalami kesulitan belajar pada mata pelajaran Pemeliharaan Mesin Sepeda Motor. METODE PENELITIAN Metode penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Tahap ini dilakukan peneliti untuk mengetahui kesuliatan siswa XI TBSM (Teknik Bisnis Sepeda Moto. dalam proses pembelajaran pemeliharaan mesin sepeda motor. Penelitian ini dilaksanakan di SMKN 4 Kota Serang pada siswa kelas XI yang mengikuti pelajaran Pemeliharaan Mesin Sepeda Motor. Dengan jumlah siswa sebanyak 40% dari keseluruhan siswa kelas XI Teknik Bisnis Sepeda Motor. Dengan penentuan sampel yaitu purposive sampling. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2023. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data primer yang berfokus kepada kebutuhan dalam penelitian ini seperti survey lapangan atau observasi dan penggunaan angket yang berupa pertanyaan yang digunakan untuk pengambilan data. Teknik analisis data pada angket kesulitan belajar siswa ini menggunakan persentase dari skor yang diperoleh siswa. Selain dari penggunaan data tersebut penulis juga dalam penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari jurnal, buku, situs internet, proseding yang berhubungan dengan topik pembahasan untuk memperkuat data primer. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil yang didapatkan terkait kesulitan belajar siswa kelas XI Teknik Bisnis Sepeda Motor berdasarkan latar belakang dimana pada mata pelajaran pemeliharaan mesin sepeda motor dalam penilian tengah semester sejumlah 77,4% nilai siswa belum mencapai KKM, adalah sebagai berikut : Peresentase Penyebab Kesulitan Belajar Siswa Gambar 1. Presentase Faktor kesulitan belajar siswa dalam pembelajaran Menurut data diatas Kesulitan pembelajaran siswa kelas XI Teknik Bisnis Sepeda Motor dalam pembelajaran dipertengahan semester gasal disebabkan oleh faktor materi pembelajaran yang sulit dipahami . ,7%). Metode pengajaran yang tidak efektif . %), kurangnya sumber belajar yang memadai . ,3%), kurangnya praktek langsung . ,7%). Rasa tidak tertarik dengan materi pembelajaran . ,3%). Presentase tersebut dapat diperkuat dengan : P-ISSN: 23553790 E-ISSN :25794655 | 59 Syamsul Munawar1. Kesulitan Belajar. Siswa Gambar 2. Presentase Pemahaman siswa terkait konsep dasar pembelajaran Gambar 3. Presentase Pengetahuan siswa terkait materi pembelajaran Gambar 4. Presentase Minat siswa terhadap pembelajaran Berdasarkan hasil penelitan yang telah dilakukan peneliti disatas didapat bahwa kesulitan belajar yang dialami siswa TBSM kelas XI Teknik Bisnis Sepeda Motor dalam pembelajaran dipertengahan semester gasal disebabkan oleh faktor : Materi pembelajaran yang sulit dipahami P-ISSN: 23553790 E-ISSN :25794655 | 60 Syamsul Munawar1. Kesulitan Belajar. Siswa Materi pelajaran merupakan bentuk bahan atau seperangkat substansi perangkat pembelajaran yang digunakan untuk membantu guru/dosen dalam penyampaian kegiatan belajar mengajar yang disusun secara sistematis dalam bentuk materi atau kumpulan materi pembelajaran untuk memenuhi standar kompetensi yang telah ditetapkan. Materi pelajaran juga merupakan sebuah informasi, alat, dan teks yang diperlukan untuk merencanakan dan mengkaji pelaksanaan pembelajaran serta membantu kegiatan pengajaran di kelas, yang disusun secara sistematis untuk menyajikan secara komprehensif kemampuan yang telah dikuasai siswa dalam proses (Yusmin, 2. Materi pelajaran bagi kelas 11 TBSM masih tegolong sulit dipahami di semester gasal hal tersebut terlihat dari presentase diatas diman 41,7% siswa masih merasa kesulitan dalam memahami materi pelajaran pemeliharaan mesin sepeda motor hal ini dapat diperkuat dengan presentase selama pembelajaran dimana pemahaman siswa terkait konsep dasar pembelajaran yaitu 50% paham dan 50% Tidak Paham, serta pengetahuan siswa terkait materi pembelajaran 16,7% Baik, 50% Cukup, dan 33,3% Kurang. Dan minat siswa terhadap pembelajaran 58,3% Tertarik, 25% Biasa saja, 16,7% Sangat Tertarik. Hal tersebutlah yang dirasa menjadi sebab siswa kesulitan dalam memahami materi pelajaran. Kurangnya sumber belajar yang memadai Sumber belajar merupakan salah satu media atau alat untuk mengakses informasi dan belajar. Biasanya sumber belajar dapat berupa buku, jurnal, artikel, video pembelajaran, presentasi, atau materi pembelajaran lainnya yang dapat digunakan untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru. Sumber belajar juga memiliki peran penting dalam proses pembelajaran, karena melalui sumbersumber tersebut, siswa atau peserta didik dapat memperoleh informasi yang diperlukan untuk memahami materi pembelajaran. (Sri Khanifah. Krispinus Kedati Pukan, 2. kurangnya praktek langsung Praktik pada mata pelajaran pemeliharaan mesin sepeda motor adalah kegiatan yang dilakukan oleh siswa untuk mengaplikasikan dan menguji kemampuan dan pengetahuan yang telah dipelajari di dalam kelas. Dalam praktik ini, siswa akan berinteraksi langsung dengan mesin sepeda motor dan melakukan pemeliharaan rutin serta perbaikan mesin jika diperlukan. Beberapa praktik yang dapat dilakukanpada mata pelajaran pemeliharaan mesin sepeda motor antara lain: Perawatan rutin mesin sepeda motor: Siswa akan diajarkan bagaimana melakukan perawatan rutin pada mesin sepeda motor, seperti mengganti oli mesin, membersihkan filter udara, memeriksa rantai, dan mengganti busi. Pemeriksaan komponen mesin: Siswa akan diajarkan cara memeriksa dan mengidentifikasi kerusakan atau keausan pada komponen-komponen mesin sepeda motor, seperti kopling, transmisi, karburator, dan sistem pendingin. Perbaikan mesin sepeda motor: Jika terdapat kerusakan pada mesin sepeda motor, siswa akan diajarkan cara melakukan perbaikan, seperti mengganti komponen yang rusak, memperbaiki sistem kelistrikan, atau melakukan tune-up pada sistem bahan bakar. Pemecahan masalah: Siswa akan diajarkan cara menganalisis masalah yang muncul pada mesin sepeda motor dan mencari solusinya. Mereka akan belajar menggunakan alat-alat diagnosa dan melakukan uji coba untuk menemukan penyebab masalah dan memperbaikinya. P-ISSN: 23553790 E-ISSN :25794655 | 61 Syamsul Munawar1. Kesulitan Belajar. Siswa Salah satu kesulitan belajar yang disebabkan oleh kurangnya praktek secara langsung adalah sulitnya memahami dan menerapkan konsep-konsep abstrak yang (Rindika Dima Kholifatin, 2. Ketika seseorang hanya belajar secara teori tanpa adanya praktek langsung, sulit bagi mereka untuk melihat bagaimana konsepkonsep itu berfungsi dalam kehidupan nyata atau dalam situasi praktis. Hal ini juga diperkuat dengan presentasi dimana 50% siswa kelas 11 TBSM kesulitan dalam memahami konsep dasar. Hal ini dikarenakan pada semester gasal ini siswa kelas 11 masih belajar memahami teori. Rasa tidak tertarik dengan materi pembelajaran Kesulitan belajar yang disebabkan oleh rasa tidak tertarik dengan materi pelajaran pada siswa kelas 11 TBSM bisa menjadi masalah yang cukup umum di kalangan siswa. Ada Beberapa faktor yang mungkin menyebabkan kurangnya minat terhadap materi pelajaran menurut (Hidayat, 2. antara lain: Kurangnya rasa relevansi: Siswa mungkin menganggap bahwa materi pelajaran tidak memiliki hubungan langsung dengan kehidupan sehari-hari mereka. Mereka mungkin merasa bahwa apa yang dipelajari tidak dapat mereka terapkan di kehidupan nyata. Sistem pembelajaran yang tidak menarik: Metode pembelajaran yang monoton dan kurang interaktif dapat membuat siswa cepat bosan. Jika siswa hanya diberikan materi dalam bentuk ceramah atau bacaan, tanpa kesempatan untuk berdiskusi atau melakukan kegiatan yang menarik, mereka mungkin kehilangan Ketidak pengertian materi pelajaran: Bisa jadi siswa merasa kesulitan memahami materi pelajaran karena penjelasan yang diberikan oleh guru kurang jelas atau sulit dimengerti. Siswa yang mengalami kesulitan memahami materi cenderung merasa tidak tertarik dan cepat putus asa. Kurangnya pemahaman mengenai potensi dan manfaat materi pelajaran: Siswa mungkin tidak menyadari potensi dan manfaat materi pelajaran dalam jangka panjang. Kurangnya informasi mengenai peluang karir yang terkait dengan materi pelajaran tersebut juga dapat membuat siswa tidak tertarik untuk belajar. Dari Faktor diatas ketertarikan atau minat siswa terhadap mata pelajaran pemeliharan mesin sepedah motor ini dilihat dari presentasi bahwa 58,3% siswa tertarik terhadap mata pelajaran, 25% menganggap biasa biasa-saja dan 16,7% siswa sangat tertarik terhadap mata pelajaran presen tase tersebut tidak menutup kemungkinan bahwa ada sebagian siswa yang tidak berminat terhadap materi pelajaran pemeliharaan mesin sepeda motor. Data diatas yang ditemukan peneliti terkait kesulitan belajar yang dialami siswa SMK Negri 4 Kota Serang diatas dimana kesulitan belajar merupakan situasi di mana siswa mengalami kesulitan atau hambatan dalam memahami, menerima, atau mengaplikasikan materi pelajaran yang sedang dipelajari yang terjadi pada berbagai tingkat, mulai dari kesulitan dalam memahami konsep dasar sampai kesulitan dalam menerapkan pemahaman tersebut dalam kehidupan sehari-hari. (Fatah dan Chaer, 2. Sejalan dengan penelitian terdahulu yang telah dilakukan Oleh Ahmad Irfan dan Bambang Sulistyo pada tahun 2017 tentang Analisis kesulitan belajar pada mata pelajaran teknologi dasar otomotif siswa kelas Dimana hasil menunjukan faktor yang menyebabkan kesulitan belajar yang ditinjau dari faktor siswa, faktor guru, faktor fasilitas, dan faktor materi pelajaran Teknologi Dasar Otomotif adalah faktor siswa menyebabkan kesulitan belajar sebesar 22,6% dengan indikator kondisi fisik 15,6%. tingkat kecerdasan 34,8%. sikap siswa 30,0%. dan indikator kondisi P-ISSN: 23553790 E-ISSN :25794655 | 62 Syamsul Munawar1. Kesulitan Belajar. Siswa emosional siswa sebesar 19,6%. Faktor guru menyebabkan kesulitan belajar sebesar 22,3% dengan indikator metode mengajar 35,9%. sikap guru sebesar 30,1%. dan pemberian tugas sebesar 34,0%. Faktor fasilitas menyebabkan kesulitan belajar sebesar 23,4% dengan indikator ruang kelas 34,2%. indikator perlengkapan praktik sebesar 28,2%. dan indikator buku pelajaran sebesar 37,6%. Sedangkan faktor materi pelajaran Teknologi Dasar Otomotif menyebabkan kesulitan belajar sebesar 31,7% dengan indikator kapasitas materi pelajaran 20,4%. indikator materi Dasar-Dasar Mesin sebesar 24,9%. materi Dasar Pembentukan Logam sebesar 28,6%. dan indikator materi Proses Konversi Energi sebesar 26,1%. (Sulistyo, 2. Dan penelitian Hendrik Pratama, dkk pada tahun 2015 tentang Analisis kesulitan belajar siswa di SMK PGRI 1 Mejayan pada materi kelistrikan. Dimana hasil menunjukan bahwa faktor kesulitan belajar peserta didik terkait materi kelistrikan adalah pemahan peserta didik terkait materi tersebut yang disebabkan oleh faktor sumber belajar . %), model pembelajaran . %), dan materi pembelajaran . %). (Hendrik Pratama. Andista Candra Yusro. Yudhistira Sukma Wardana, 2. SIMPULAN DAN SARAN Kesulitan belajar terjadi kepada siswa yang mengalami hambatan dalamproses pembelajaran dan kegagalan dalam situasi belajar tertentu. Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa kesulitan belajar adalah berbagai hambatan dalam menyimak, berbicara, membaca, menulis, berhitung, dan lain-lain yang disebabkan oleh faktor internal dalam diri individu, yaitu gangguan fungsi otak ringan. Adapun penyebab terbesar kesulitan belajar siswa kelas 11 TBSM terkait pembelajaran Pemeliharaan Mesin Sepeda Motor (PMSM) dipertengahan semester gasal disebabkan oleh materi pembelajaran yang sulit dipahami . ,7%), kurangnya sumber belajar yang memadai . ,3%), kurangnya praktek langsung . ,7%). Rasa tidak tertarik dengan materi pembelajaran . ,3%). Dalam penelitian analisi kesulitan belajar siswa menurut peneliti masih banyak sekali faktor-faktor lain yang harus diperhatikan, untuk itu bagi peneliti lain yang ini melakukan penelitian dengan topik ini diharapkan harus melihat kembali berbagai faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar siswa. DAFTAR PUSTAKA