Jurnal Pendidikan. Bahasa dan Budaya Volume. Nomor. Tahun 2025 e-ISSN : 2962-1143. dan p-ISSN : 2962-0864. Hal. DOI: https://doi. org/10. 55606/jpbb. Available online at: https://journal. id/index. php/jpbb Penerapan Model Pembelajaran Predict Observe Explain untuk Meningkatkan Keterampilan Pemecahan Masalah Kelas IV SDIT AsySyifa Kota Jambi Reza Saprita Yuanda1*. Ika Aryastuti Hasanah2 Ao Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Indonesia Alamat: Jalan Lintas Jambi-Muaro Bulian KM. 16 Simpang Sungai Duren Kab. Muaro Jambi Korespondensi penulis: rezasafritayuanda@gmail. Abstract. This research is motivated by the low problem solving skills of students in Natural and Social Sciences The purpose of this study was to determine the improvement of students' problem solving skills in Natural and Social Sciences subjects through the application of the Predict Observe Explain learning model. Researchers used a class action research method with the research subjects, namely the fourth grade homeroom teacher and 23 fourth grade students. Research activities were carried out for two cycles and each cycle consisted of two Data collection techniques using observation techniques, tests, interviews and documentation. While data analysis techniques using qualitative and quantitative data analysis. Based on the results of the study, it shows that the application of the Predict Observe Explain learning model can improve problem solving skills. This improvement can be seen in the activities that have been carried out for two cycles, namely the action in cycle I, the average student problem solving skills increased to 53. 71% in the moderate / sufficient category. Then in cycle II, the average student problem solving skills increased to 77. 21% in the high / good category. It can be concluded that through the application of the Predict Observe Explain learning model in Natural and Social Sciences subjects can improve the problem solving skills of fourth grade students of Asy-Syifa Integrated Islamic Elementary School Jambi City. Keywords: Predict Observe Explain . Problem Solving Skills. Natural and Social Sciences Abstrak. Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya keterampilan pemecahan masalah siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan keterampilan pemecahan masalah siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial melalui penerapan model pembelajaran Predict Observe Explain. Peneliti menggunakan metode penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian yaitu guru wali kelas IV dan 23 orang siswa kelas IV. Kegiatan penelitian dilaksanakan selama dua siklus dan setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik observasi, tes, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis data kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Predict Observe Explain dapat meningkatkan keterampilan pemecahan masalah. Peningkatan tersebut dapat dilihat pada kegiatan yang sudah dilakukan selama dua siklus yaitu tindakan pada siklus I, rata-rata keterampilan pemecahan masalah siswa meningkat menjadi 53,71% berada pada kategori sedang/cukup. Kemudian pada siklus II, rata-rata keterampilan pemecahan masalah siswa mengalami peningkatan menjadi 77,21% masuk dalam kategori tinggi/baik. dapat disimpulkan bahwa melalui penerapan model pembelajaran Predict Observe Explain pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial dapat meningkatkan keterampilan pemecahan masalah siswa kelas IV Sekolah Dasar Islam Terpadu Asy-Syifa Kota Jambi. Kata kunci: Model Pembelajaran Predict Observe Explain. Keterampilan Pemecahan Masalah. IPAS LATAR BELAKANG Pendidikan adalah kewajiban yang harus dimiliki oleh setiap individu dan merupakan faktor penting dalam perkembangan hidup manusia. Menurut Amrah . alam Mallombasi & Predict, 2. , pendidikan memberikan pengalaman belajar yang berguna untuk masa depan dan membangun karakter individu. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2016 menekankan pentingnya proses pembelajaran yang interaktif, inspiratif, dan menyenangkan, serta Received Januari 08, 2025. Revised Januari 26, 2025. Accepted Februari 15, 2025. Online Available . Februari 18, 2025 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PREDICT OBSERVE EXPLAIN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH KELAS IV SDIT ASY-SYIFA KOTA JAMBI mendorong partisipasi aktif peserta didik sesuai dengan bakat dan minat mereka (Ismayanti. Kurikulum Merdeka yang diluncurkan oleh Mendikbud Ristek Nadiem Anwar Makarim pada tahun 2022, berfokus pada pembelajaran yang berkaitan dengan bakat dan minat Kurikulum ini memberikan hak kepada peserta didik untuk memilih mata pelajaran yang diinginkan, dengan tujuan meningkatkan kualitas pembelajaran melalui perbaikan sistem yang ada (Pahlawan et al. , 2. Salah satu inovasi dalam kurikulum ini adalah penggabungan mata pelajaran IPA dan IPS menjadi Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS), yang bertujuan untuk menciptakan proses pembelajaran yang lebih integratif (Zainuri, 2. Mata pelajaran IPAS mempelajari tentang makhluk hidup, benda mati, serta interaksi manusia sebagai makhluk sosial dengan lingkungan. Pengetahuan yang diperoleh dari IPAS diharapkan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu siswa, menstimulasi pemahaman tentang bagaimana alam semesta bekerja, dan membantu mereka mengenali serta memecahkan berbagai masalah yang dihadapi (Kemendikbud, 2. Pembelajaran ini juga berfokus pada pengembangan sikap ilmiah, kemampuan berpikir kritis, dan keterampilan menyimpulkan yang tepat. Namun, rendahnya keterampilan literasi sains di kalangan siswa menjadi salah satu tantangan dalam pendidikan di Indonesia. Hal ini berdampak pada kemampuan pemecahan masalah siswa yang sangat penting dalam proses pembelajaran dan kehidupan sehari-hari (Yohamintin & Huliatunisa, 2. Keterampilan pemecahan masalah diperlukan untuk menghadapi berbagai situasi seperti konflik dengan teman, mengambil keputusan, dan memecahkan masalah kompleks di lingkungan sekolah maupun sosial (Nabawiyah et al. Hasil pra-observasi di SDIT Asy-Syifa Kota Jambi menunjukkan bahwa keterampilan pemecahan masalah siswa kelas IV masih rendah. Informasi dari wali kelas mengungkapkan bahwa siswa belum mampu merumuskan masalah, mengorganisir data, dan menyajikan masalah dalam berbagai bentuk. Metode pembelajaran yang masih konvensional dan berpusat pada guru . eacher-centere. menjadi salah satu faktor penyebab rendahnya keterampilan ini (Cahyani et al. , 2. Untuk mengatasi permasalahan ini, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah menerapkan model pembelajaran POE (Predict. Observe. Explai. Model ini telah terbukti efektif dalam penelitian sebelumnya, di mana keterampilan pemecahan masalah siswa meningkat secara signifikan setelah diterapkannya model POE. Model pembelajaran ini JPBB - VOLUME. NOMOR. TAHUN 2025 e-ISSN : 2962-1143. dan p-ISSN : 2962-0864. Hal. mendorong siswa untuk aktif membangun pengetahuan mereka sendiri melalui proses prediksi, pengamatan, dan penjelasan (Firman & Ineu, 2. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan meningkatkan keterampilan pemecahan masalah siswa kelas IV di SDIT Asy-Syifa Kota Jambi melalui penerapan model pembelajaran Predict Observe Explain pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan keterampilan siswa di sekolah dasar. KAJIAN TEORITIS Penerapan Pembelajaran Penerapan pembelajaran yang telah disusun secara matang dan terperinci. Penerapan ini bukan sekadar aktivitas, melainkan kegiatan terencana dan terstruktur yang dilakukan secara sungguhsungguh untuk mencapai tujuan pembelajaran (Usman, dalam Goleman, 2. Penerapan pembelajaran melibatkan ekspansi kegiatan yang mengharmonisasi interaksi antara tujuan yang ditetapkan dan langkah-langkah yang diambil untuk mencapainya (Setiawan, dalam Goleman, 2. Penerapan atau implementasi dapat dikaitkan dengan kontribusi dari Everret M. Roggers dalam bidang inovasi dan difusi. Teori tersebut menjelaskan bagaimana pengetahuan dan inovasi dapat diterapkan dengan sukses pada berbagai tingkatan, mulai dari individu, kelompok, organisasi hingga masyarakat. Penerapan pembelajaran merupakan jembatan penghubung antara teori pembelajaran . onsep, model, strateg. dengan praktik pembelajaran di kelas (Magdalena, 2. Proses ini membutuhkan struktur pelaksanaan yang efisien dan efektif, serta keterlibatan berbagai pihak yang terlibat dalam pelaksanaan tugas. Penerapan pembelajaran yang sukses akan menghasilkan pembelajaran yang bermakna dan berdampak positif bagi peserta didik. Model Pembelajaran Predict Observe Explain (POE) Model pembelajaran adalah kerangka atau struktur dari penerapan suatu pendekatan, metode, strategi, dan teknik pembelajaran. Model pembelajaran dapat diartikan sebagai kerangka yang terkonsep yang dapat digunakan sebagai pedoman dalam melakukan suatu kegiatan (Tibahary, 2. Model pembelajaran menjadi panduan bagi pendidik dalam melaksanakan proses belajar mengajar, meliputi penyampaian materi dan penerimaan JPBB - VOLUME. NOMOR. TAHUN 2025 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PREDICT OBSERVE EXPLAIN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH KELAS IV SDIT ASY-SYIFA KOTA JAMBI informasi (Rosmala, dalam Sulolipu et al. , 2. Pemilihan model pembelajaran yang tepat menjadi salah satu penentu keberhasilan dalam suatu kegiatan (Asyafah, 2. Model pembelajaran POE (Predict Observe Explai. , yang diperkenalkan oleh White dan Gustone, merupakan model pembelajaran yang efektif untuk memperoleh kemampuan dan meningkatkan konsep sains peserta didik (Muna, 2. Model POE didasarkan pada teori konstruktivisme, di mana siswa terlibat aktif dalam pembelajaran dengan memprediksi, mengamati, melakukan eksperimen, mengumpulkan data, berdiskusi, dan menarik kesimpulan (Jannah, 2. Model ini membantu siswa meningkatkan keterampilan pemecahan masalah melalui proses ilmiah seperti prediksi, observasi, dan penjelasan. Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial mengkaji tentang ilmu pengetahuan mengenai makhluk hidup, benda mati di alam semesta, serta kehidupan manusia sebagai makhluk individu dan sosial yang berinteraksi dengan lingkungan (Susilo, dalam Rahmayati & Prastowo, 2. Tujuan pembelajaran IPAS adalah menjadikan peserta didik mampu memahami cara kerja alam dan hubungannya dengan kehidupan manusia di muka bumi. Dalam Kurikulum Merdeka, pembelajaran IPAS terbagi dalam tiga fase: Fase A (Kelas 1 & . Fase B (Kelas 3 & . , dan Fase C (Kelas 5 & . Fase B, yang menjadi fokus penelitian ini menekankan identifikasi keterkaitan antara pengetahuan yang diperoleh dan pencarian hubungan antara konsep Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial yang terdapat di lingkungan sekitar dalam kehidupan sehari-hari (Rahmayati & Prastowo, 2. Pembelajaran IPAS menekankan pada pengembangan rasa ingin tahu, berpikir kritis, dan kemampuan menyimpulkan, serta menanamkan sikap ilmiah (Kemendikbud, 2. Elemen keterampilan proses dalam pembelajaran IPAS meliputi memberikan ide dan berpikir kritis, memprediksi dan mempertanyakan, melakukan percobaan atau penyelidikan, memproses, menganalisis data dan mengorganisasikan data, mengevaluasi dan melakukan refleksi, serta menjelaskan atau mengkomunikasikan hasil (Rahmayati & Prastowo, 2. Keterampilan Pemecahan Masalah Keterampilan pemecahan masalah adalah kemampuan seseorang dalam menyelesaikan suatu pekerjaan dengan mengidentifikasi masalah, mencari solusi, dan mengimplementasikan solusi tersebut. Keterampilan ini sangat penting bagi siswa dalam menghadapi perubahan di era perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Muyassaroh et al. , 2. Keterampilan JPBB - VOLUME. NOMOR. TAHUN 2025 e-ISSN : 2962-1143. dan p-ISSN : 2962-0864. Hal. pemecahan masalah pada dasarnya melibatkan penggunaan metode ilmiah, yaitu berpikir secara sistematis, logis, terstruktur, dan teliti. Pembelajaran IPAS tidak hanya berfokus pada pemahaman konsep, tetapi juga pada penguasaan literasi sains agar siswa dapat mengaplikasikan pengetahuan yang didapat dalam menyelesaikan masalah di kehidupan sehari-hari. Penguasaan keterampilan pemecahan masalah dapat membantu siswa menghadapi berbagai situasi, seperti konflik dengan teman, mengambil keputusan, dan memecahkan masalah kompleks di lingkungan sekolah maupun sosial (Nabawiyah et al. , 2. Hubungan Antara Model Pembelajaran Predict Observe Explain Terhadap Keterampilan Pemecahan Masalah Model pembelajaran POE merupakan model pembelajaran yang mendorong siswa untuk memperoleh pemahaman dengan cara meminta mereka untuk melakukan prediksi, observasi dan memberikan penjelasan. Model ini menekankan pada pengalaman langsung dan pengembangan keterampilan proses serta sikap ilmiah. Dengan dilandasi dasar teori kontruktivisme siswa diajak untuk memahami masalah dan menerapkan pengetahuan dengan cara aktif dalam memecahkan masalah dan menemukan solusinya (Jannah, 2. Model pembelajaran POE ini sangat sesuai untuk diterapkan pada siswa kelas IV ke atas, terutama dalam pembelajaran IPAS di SD/MI. Melalui langkah-langkah prediksi, observasi, dan penjelasan, siswa dapat meningkatkan keterampilan pemecahan masalah dan keterampilan proses IPA. Model ini memberikan kesempatan pada siswa untuk mengeksplorasi lingkungan, mengembangkan konsep, mengaitkan konsep baru dengan informasi yang sudah ada serta memperluas konsep untuk menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah siswa kelas IV pada mata pelajaran IPAS di SDIT Asy-Syifa Kota Jambi. Penelitian tindakan kelas merupakan penelitian yang dilakukan oleh guru atau peneliti di dalam kelas untuk mengetahui akibat dari tindakan yang diterapkan pada subjek penelitian di kelas tersebut (Farhana et al. , 2. Penelitian ini mengkaji penerapan model pembelajaran Predict Observe Explain untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah siswa. Prosedur pelaksanaan penelitian ini mengacu pada prinsip dasar tindakan kelas yang diawali dengan perencanaan tindakan . , pelaksanaan tindakan . , pengamatan JPBB - VOLUME. NOMOR. TAHUN 2025 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PREDICT OBSERVE EXPLAIN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH KELAS IV SDIT ASY-SYIFA KOTA JAMBI dan refleksi . dan seterusnya sampai perbaikan dan peningkatan yang diharapkan tercapai. Penelitian ini dilakukan sebanyak dua siklus dan setiap siklusnya terdiri dari dua kali pertemuan. Penelitian tindakan kelas bersifat kontekstual dan situasional bertujuan untuk menemukan solusi tepat dalam menangani masalah belajar mengajar dalam konteks tertentu. Penelitian ini berfokus pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial muatan IPA pada Bab 1 materi tumbuhan, sumber kehidupan di bumi bagian A . agian tubuh tumbuha. dan bagian B . otosintesis, proses paling penting di bum. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, tes tertulis dan dokumentasi. Observasi dilakukan untuk memperoleh data tentang aktivitas guru dalam penerapan model pembelajaran Predict Observe Explain untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah siswa. Tes dibuat oleh guru dilakukan untuk memperoleh data tentang peningkatan keterampilan pemecahan masalah siswa dengan penerapan model pembelajaran Predict Observe Explain. Data primer diperoleh dari 23 siswa kelas IV SDIT Asy-Syifa Kota Jambi Tahun Ajaran Data sekunder meliputi aktivitas belajar mengajar, lembar observasi aktivitas guru dan siswa, tes tertulis, tempat/lokasi dan dokumentasi/arsip. Analisis data dalam penelitian ini digunakan untuk mendeskripsikan keseluruhan dari aktivitas guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran yang berlangsung pada siklus I dan siklus II. Analisis observasi aktivitas guru dan siswa dengan menggunakan rumus berikut : yaI P = yas y 100% Keterangan : : Angka persentasi aktivitas guru dan siswa : Frekuensi aktivitas guru dan siswa : Jumlah indikator 100% : Bilangan tetap Dalam menentukan kriteria penilaian tentang aktivitas guru dan siswa dilakukan pengelompokkan atas 4 . kriteria penilaian sebagai berikut: 81-100% = sangat baik 41-60% = cukup baik 61-80% 0-40% = baik = kurang baik HASIL DAN PEMBAHASAN JPBB - VOLUME. NOMOR. TAHUN 2025 e-ISSN : 2962-1143. dan p-ISSN : 2962-0864. Hal. Penelitian ini dilaksanakan di kelas IV Sekolah Dasar Islam Terpadu Asy-Syifa Kota Jambi. Pada penelitian ini peneliti bertindak sebagai pendidik dan guru bersama teman sejawat sebagai observer. Penilitian ini telah dilaksanakan sebanyak dua siklus dalam rentang waktu 2 Setiap siklus dilaksanakan sebanyak dua kali pertemuan. Siklus I dilaksanakan pada hari Senin tanggal 13 Januari 2025 dan hari Selasa 14 Januari 2025. Sedangkan siklus ke II dilaksanakan pada hari Senin tanggal 20 Januari 2025 dan hari Selasa 21 Januari 2025. Penelitian yang digunakan yaitu penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari empat langkah yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Siklus I Tahap perencanaan siklus I meliputi penyusunan Modul Ajar (MA) yang disesuaikan dengan capaian pembelajaran (CP) dan tindakan, persiapan instrumen penelitian . embar observasi, pedoman observasi, dan lembar kerja peserta didi. , serta meminta bantuan guru kelas dan teman sejawat untuk menjadi observer. Pertemuan Pertama . Januari 2. Pertemuan pertama difokuskan pada materi "Bagian Tubuh Tumbuhan". Kegiatan diawali dengan salam, doa, absensi, dan apersepsi. Siswa dibagi menjadi kelompok dan diajak memprediksi apa yang akan terjadi berdasarkan pengetahuan awal mereka. Kemudian, mereka mengamati tumbuhan secara langsung dan melakukan percobaan . aun seledri dalam air berwarn. berdasarkan langkah-langkah yang telah ditentukan. Pada tahap terakhir, kelompokkelompok mempresentasikan hasil pengamatan dan membandingkannya dengan prediksi awal. Pertemuan Kedua . Januari 2. Pertemuan kedua dimulai dengan mengulang materi pertemuan sebelumnya dan dilanjutkan dengan mengamati kembali hasil percobaan. Siswa kemudian diarahkan untuk mengerjakan lembar kerja secara individu. Setelah itu, mereka mempresentasikan hasil lembar kerja di depan kelas. Pertemuan diakhiri dengan refleksi, dan wawancara yang dilakukan dengan siswa untuk menilai perasaan mereka setelah pembelajaran. Kemudian dilanjutkan dengan observasi aktivitas guru yang dilakukan ketika pembelajaran sedang berlangsung untuk mengetahui aktivitas guru serta kendala-kendala yang dihadapi dalam mengimplementasikan model pembelajaran yang sedang dilaksanakan, dalam hal ini peneliti sebagai pengajar dan guru sebagai observer. Berdasarkan hasil pengamatan observasi aktivitas guru dalam menerapkan model pembelajaran Predict Observe Explain (POE) pada siklus I sudah baik dan masuk dalam kategori tinggi dengan persentase 78%. JPBB - VOLUME. NOMOR. TAHUN 2025 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PREDICT OBSERVE EXPLAIN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH KELAS IV SDIT ASY-SYIFA KOTA JAMBI Observasi aktivitas siswa dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung. Berikut persentase keterampilan pemecahan masalah pada mata pelajaran IPAS kelas IV setelah dilakukannya tindakan pada siklus I : Tabel 1. Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus I Kelomp Nama Siswa ARA APH ASI AAF AAK FAS HAD i HNF KRA MIW MSA MZM TAA ZAS RMA Jumlah Persentase Rata-rata Aktivitas Yang Diamati 73 78 71 83 76 81 50, 54, 49, 57, 52, 56, 7% 2% 4% 6% 8% 5% 58, 50, 3% 7 53,71% ( Kategori Sedang/Cuku. Dari 23 siswa kelas IV Sekolah Dasar Islam Terpadu Asy-Syifa Kota Jambi, seperti yang ditunjukkan pada tabel 1 diperoleh persentase keterampilan pemecahan masalah siswa mencapai 51,4% dan 55,5% untuk indikator menunjukkan pemahaman masalah, 50,7% dan 54,2% untuk indikator membuat rancangan penyelesaian masalah, 49,4% untuk indikator mengorganisir data dan memilih informasi yang relevan, 57,6% dan 52,8% untuk indikator menyajikan masalah dalam berbagai bentuk, 56,5% untuk indikator memilih pendekatan dan JPBB - VOLUME. NOMOR. TAHUN 2025 e-ISSN : 2962-1143. dan p-ISSN : 2962-0864. Hal. metode yang tepat, 58,3% dan 50,7% untuk indikator mengembangkan strategi pemecahan Selanjutnya setelah menghitung rata-rata persentase keterampilan pemecahan masalah siswa kelas IV yang memenuhi 6 indikator dengan masing-masing poinnya yaitu 53,71%, ditemukan bahwa rata-rata persentase keterampilan pemecahan masalah siswa setelah melakukan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Predict Observe Explain (POE) berada dalam kategori sedang/cukup. Keterampilan ini masih kurang dari ketuntasan keterampilan pemecahan masalah yang telah ditentukan sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa siswa belum mencapai persentase ketuntasan 75%. Oleh karena itu, temuan dari pertemuan sebelumnya akan menjadi lebih baik sejalan dengan hasil wawancara dengan guru kelas yaitu siswa lebih aktif setelah menggunakan model pembelajaran Predict Observe Explain (POE). Guru juga menyatakan bahwa jika model pembelajaran ini diterapkan lebih lanjut akan sangat membantu meningkatkan keterampilan pemecahan masalah dan siswa menjadi lebih Namun karena mereka baru pertama kali menerapkan model pembelajaran ini, mereka tidak terlalu terbiasa dengan hal itu dan kondisi kelas tidak kondusif. Dengan menggunakan model pembelajaran Predict Observe Explain (POE) pada pertemuan di siklus I dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran perlu ditingkatkan lagi untuk mencapai ketuntasan keterampilan pemecahan masalah siswa. Siklus II Tahap perencanaan pada siklus II didasarkan pada hasil refleksi siklus I, meliputi penentuan waktu pelaksanaan, penyusunan Modul Ajar yang disesuaikan dengan capaian pembelajaran, persiapan instrumen penelitian, dan meminta bantuan observer. Siklus II dirancang dengan dua kali pertemuan sama seperti pada siklus I. Pertemuan Pertama . Januari 2. Pertemuan pertama difokuskan pada materi "Fotosintesis. Proses Paling Penting di Bumi". Kegiatan diawali dengan salam, doa, absensi, dan apersepsi. Siswa dibagi menjadi kelompok dan diajak memprediksi apa yang akan terjadi berdasarkan pengetahuan awal mereka tentang fotosintesis. Kemudian, mereka mengamati tumbuhan dan melakukan percobaan sederhana . aun mengapung di ai. berdasarkan langkah-langkah yang telah Pada tahap terakhir, kelompok-kelompok mempresentasikan hasil pengamatan dan membandingkannya dengan prediksi awal. Pertemuan Kedua . Januari 2. Pertemuan kedua dimulai dengan mengulang materi pertemuan sebelumnya dan dilanjutkan dengan mengamati kembali hasil percobaan. Siswa kemudian mengerjakan lembar JPBB - VOLUME. NOMOR. TAHUN 2025 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PREDICT OBSERVE EXPLAIN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH KELAS IV SDIT ASY-SYIFA KOTA JAMBI kerja secara individu. Setelah itu, mereka mempresentasikan hasil lembar kerja di depan kelas. Pertemuan diakhiri dengan refleksi, dan wawancara dilakukan dengan siswa untuk menilai perasaan mereka setelah pembelajaran. Kemudian dilanjutkan dengan observasi aktivitas guru yang dilakukan ketika pembelajaran sedang berlangsung untuk mengetahui aktivitas guru serta kendala-kendala yang dihadapi dalam mengimplementasikan model pembelajaran yang sedang dilaksanakan, dalam hal ini peneliti sebagai pengajar dan guru sebagai observer. Berdasarkan hasil pengamatan observasi aktivitas guru dalam menerapkan model pembelajaran Predict Observe Explain (POE) pada siklus II sudah sangat baik dan masuk dalam kategori sangat tinggi dengan persentase 81%. Observasi aktivitas siswa dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung. Berikut persentase keterampilan pemecahan masalah setelah dilakukan tindakan pada siklus II : Tabel 2. Hasil Observasi Aktivitas Siswa siklus II Kelomp Nama Siswa ARA APH ASI AAF AAK FAS HAD i HNF KRA MIW MSA MZM TAA ZAS RMA Jumlah Persentase Aktivitas Yang Diamati 11 11 11 11 11 77, 75 77, 76, 78, 76, 77 8% % 8% 4% 4% 4% % JPBB - VOLUME. NOMOR. TAHUN 2025 e-ISSN : 2962-1143. dan p-ISSN : 2962-0864. Hal. 77,21% ( Kategori Tinggi/Bai. Rata-rata Dari 23 siswa kelas IV Sekolah Dasar Islam Terpadu Asy-Syifa Kota Jambi seperti yang ditunjukkan pada tabel 2 diperoleh persentase keterampilan pemecahan masalah siswa mencapai 79,8% dan 77,8% untuk indikator menunjukkan pemahaman masalah, 75% dan 77,8% untuk indikator membuat rancangan penyelesaian masalah, 76,4% untuk indikator mengorganisir data dan memilih informasi yang relevan, 78,4% dan 76,4% untuk indikator menyajikan masalah dalam berbagai bentuk, 77% untuk indikator memilih pendekatan dan metode yang tepat, 75,7% dan 77,8% untuk indikator mengembangkan strategi pemecahan Selanjutnya setelah menghitung rata-rata persentase keterampilan pemecahan masalah siswa kelas IV yang memenuhi 6 indikator dengan masing-masing poinnya yaitu 77,21% ditemukan bahwa rata-rata persentase keterampilan pemecahan masalah siswa setelah melakukan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Predict Observe Explain (POE) berada dalam kategori tinggi/baik. Telah mencapai ketuntasan keterampilan pemecahan masalah yang telah ditentukan. Dengan menggunakan model pembelajaran Predict Observe Explain (POE) pada pertemuan di siklus II dapat disimpulkan bahwa keterampilan pemecahan masalah pada siswa kelas IV meningkat dan dapat dikatakan berhasil. Jadi penelitian ini cukup sampai siklus kedua. Hasil rata-rata observasi keterampilan pemecahan masalah siswa dari siklus I dan siklus II dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 3. Peningkatan Rata-rata Keterampilan Pemecahan Masalah Siklus I dan Siklus II Tindakan Pra-siklus Siklus I Siklus II Rata-rata 35,98% 53,71% 77,21% Kategori Rendah/Perlu Perbaikan Sedang/Cukup Tinggi/Baik Peningkatan keterampilan pemecahan masalah yang terjadi pada setiap siklus membuktikan keefektifan penerapan model pembelajaran Predict Observe Explain (POE) dalam melatih keterampilan tersebut. Model pembelajaran Predict Observe Explain (POE) merupakan model pembelajaran yang dapat melibatkan siswa secara langsung dalam kegiatan Siswa secara langsung diberikan kesempatan untuk mengetahui dan membangun pengetahuannya sendiri, memprediksi dan menemukan ide-ide atau gagasannya. Adapun tahapan-tahapan yang ada pada siklus belajar yaitu pendahuluan, prediksi, observasi dan memberikan penjelasan. Melalui tahapan-tahapan ini siswa dilatih untuk mengembangkan keterampilan pemecahan masalah. JPBB - VOLUME. NOMOR. TAHUN 2025 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PREDICT OBSERVE EXPLAIN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH KELAS IV SDIT ASY-SYIFA KOTA JAMBI KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data peneliti dapat menyimpulkan bahwa pada saat proses pembelajaran berlangsung guru telah menerapkan model pembelajaran predict observe explain dengan langkah-langkah yaitu memprediksi, mengamati dan memberikan Kegiatan ini dapat dilihat dari lembar aktivitas guru yang menunjukkan bahwa guru sudah mampu mengarahkan siswa untuk memprediksi suatu hal yang akan terjadi berdasarkan pengetahuan awal mereka, guru sudah mampu membimbing dan mengajak siswa melakukan pengamatan/eksperimen sederhana dan guru sudah mampu membimbing siswa untuk menganalisis, mencatat dan menjelaskan hasil dari pengamatan yang telah dilakukan. Terlihat dari lembar observasi aktivitas guru pada siklus I yang menunjukkan persentase mencapai 78% dalam kategori tinggi dan meningkat pada siklus ke II mencapai 81% berada pada kategori sangat tinggi. Penerapan model pembelajaran Predict Observe Explain (POE) dapat meningkatkan keterampilan pemecahan masalah pada siswa kelas IV Sekolah Dasar Islam Terpadu Asy-Syifa Kota Jambi Tahun ajaran 2025. Hal ini dapat dilihat pada sebelum tindakan . ra-siklu. nilai rata-rata siswa hanya mencapai 35,98% atau masih tergolong kurang dan perlu perbaikan. Setelah dilakukan tindakan pada siklus I, rata-rata siswa meningkat menjadi 53,71% yang berada pada kategori sedang atau cukup. Kemudian pada siklus kedua meningkat menjadi 77,21% masuk dalam kategori tinggi atau tergolong baik. Hal tersebut membuktikan bahwa dari tahap siklus I sampai siklus II keterampilan pemecahan masalah pada siswa kelas IV semakin meningkat setiap siklusnya. Bertolak dari pembahasan hasil penelitian dan kesimpulan di atas, berkaitan dengan penerapan model pembelajaran Predict Observe Explain yang telah dilaksanakan, peneliti mengajukan beberapa saran sebagai berikut : Kepada siswa diharapkan agar lebih tekun dan serius dalam mengikuti proses pembelajaran supaya terjadi perubahan terhadap hasil belajar Kepada guru kelas untuk meningkatkan hasil keterampilan pemecahan masalah pada siswa diharapkan untuk menerapkan model pembelajaran Predict Observe Explain. Kepada kepala sekolah, diharapkan agar memperhatikan perkembangan belajar yang dilaksanakan oleh guru, terutama dalam memilih model pembelajaran yang sesuai dengan materi pelajaran, dan membuat siswa menjadi aktif dalam belajar. JPBB - VOLUME. NOMOR. TAHUN 2025 e-ISSN : 2962-1143. dan p-ISSN : 2962-0864. Hal. REFERENSI