Journal Point Equilibrium Manajemen dan Akuntansi ISSN: 2686-1135 . Vol. 7 No. Oktober 2025, pp. Publisher: Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Barat Pengaruh Spesialisasi Industri Auditor. Audit Fee, dan Stabilitas Keuangan terhadap Fraudulent Financial Statement dengan Audit Tenure sebagai Variabel Pemoderasi Salma Ronaa Badriyyah Universitas Cipasung. Tasikmalaya. Indonesia email: salmabadriyyah061@gmail. Laras Pratiwi Universitas Cipasung. Tasikmalaya. Indonesia email: Laraspratiwi@unper. Amalia Siti Khodijah Universitas Cipasung. Tasikmalaya. Indonesia email: amaliaskj@uncip. Abstract This study uses audit tenure as a moderating variable to examine how auditor industry experience, audit fee, and financial stability affect false financial statements. quantitative approach is used to analyze secondary data from 2021 Ae2024 Indonesia Stock Exchange (IDX) infrastructure sector annual reports. The sample had 36 observations via purposeful sampling. Statistical methods include moderate regression and multiple linear regression. Results reveal that audit fees benefit faked financial statements but auditor industry specialty hurts them. No correlation exists between financial stability and fraudulent financial statements. Audit tenure has not been shown to attenuate the connections between financial stability, audit fee, and auditor industry specialization and false financial statements. Keywords: Auditor Industry Specialization. Audit Fee. Financial stability. Audit Tenure. Fraudulent financial statement Received: 29 Juli 2025. Accepted: 20 Oktober 2025. Published: 30 Oktober 2025 Salma Ronaa Badriyyah. Laras Pratiwi dan Amalia Siti Khodijah Abstrak Studi ini menggunakan masa audit sebagai variabel moderasi untuk mengkaji bagaimana pengalaman industri auditor, biaya audit, dan stabilitas keuangan memengaruhi laporan keuangan palsu. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk menganalisis data sekunder dari laporan tahunan sektor infrastruktur Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021Ae2024. Sampel terdiri dari 36 observasi melalui pengambilan sampel yang bertujuan . urposeful samplin. Metode statistik yang digunakan meliputi regresi moderat dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya audit menguntungkan laporan keuangan palsu, tetapi spesialisasi industri auditor merugikannya. Tidak terdapat korelasi antara stabilitas keuangan dan laporan keuangan palsu. Masa audit belum terbukti melemahkan hubungan antara stabilitas keuangan, biaya audit, dan spesialisasi industri auditor dengan laporan keuangan palsu. Keywords: Spesialisasi Industri Auditor. Audit Fee. Stabilitas Keuangan. Audit Tenure. Kecurangan Laporan Keuangan Pendahuluan Salah satu alat yang digunakan oleh manajemen perusahaan untuk menyampaikan informasi terkait kondisi finansial perusahaan kepada berbagai pihak berkepentingan adalah laporan keuangan (Hery 2. Informasi yang tersaji dalam laporan keuangan menjadi elemen esensial yang membantu pengguna laporan dalam menetapkan keputusan ekonomi secara lebih tepat (Ikatan Akuntansi Indonesia. , 2. Para manajer termotivasi untuk berupaya meningkatkan kinerja bisnis demi menjaga keberlanjutan dan reputasi organisasi ketika mereka menyadari betapa pentingnya informasi berkualitas tinggi dalam laporan keuangan. Namun, pada kenyataannya, manajer seringkali gagal mencapai tujuan kinerja, yang mengakibatkan data dalam laporan keuangan kurang ideal (Fenny Tjen dkk. , 2. Dalam upaya untuk menampilkan kinerja dan kondisi perusahaan yang terlihat positif, hal ini dapat berujung pada praktik fraud yang dapat merugikan pihak pengguna laporan keuangan (Nurbaiti & Elisabet, 2. Menurut Association of Certified Fraud Examinations ACFE Global . fraudulent financial statement merupakan tindakan yang disengaja selama proses produksi laporan keuangan yang menghasilkan informasi tidak terkait yang berbeda dari kebenaran dianggap sebagai laporan keuangan palsu. Kasus fraudulent financial statement telah menjadi perhatian serius di dunia bisnis dan keuangan, termasuk di indonesia. Manipulasi laporan keuangan dilakukan oleh manajemen untuk memenuhi target tertentu. Selain merugikan pemegang saham, praktik ini juga merusak kepercayaan publik terhadap keakuratan pelaporan keuangan perusahaan. Korupsi merupakan jenis kecurangan yang paling umum . ,4%), diikuti oleh pencurian aset . ,9%), sementara kecurangan laporan keuangan mencapai 6,7% dari seluruh kasus kecurangan, menurut Asosiasi Pemeriksa Kecurangan Tersertifikasi Indonesia (ACFE). Meskipun demikian, kecurangan laporan keuangan menimbulkan kerugian yang cukup besar, yaitu sebesar Rp 242,26 miliar (ACFE, 2. Kasus kecurangan laporan keuangan tidak hanya terjadi pada sektor keuangan, tetapi juga pada sektor-sektor lain yang memiliki tingkat kompleksitas tinggi. Salah satu sektor yang menarik untuk dikaji adalah sektor infrastruktur. Pemilihan sektor infrastruktur didasarkan pada perannya yang strategis dalam pembangunan ekonomi nasional serta karakteristiknya yang kompleks dan padat modal, sehingga memerlukan tata kelola yang akuntabel dan transparan. Namun, besarnya nilai kontrak, lamanya proyek, dan mekanisme pembiayaan yang berlapis membuka peluang terjadinya penyimpangan pelaporan keuangan. Pada tahun 2022, merdeka. com melaporkan bahwa Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan industri infrastruktur paling rentan terhadap pencucian uang dan korupsi. Perusahaan infrastruktur milik negara. PT Waskita Karya (Perser. Tbk, tertangkap memanipulasi pencatatan pendapatan melalui rekayasa jangka waktu proyek pada tahun 2023 (Kompas. Berbagai kasus kecurangan yang terjadi pada perusahaan sektor infrastruktur menunjukkan masih lemahnya sistem pengawasan dan audit yang dilakukan. Fenomena ini mencerminkan lemahnya pengawasan yang disebabkan karena auditor tidak memahami secara mendalam karakteristik industri klien. Oleh karena itu, auditor yang memiliki spesialisasi industri diharapkan dapat lebih tajam dalam menganalisis laporan keuangan, memahami pola bisnis sektor infrastruktur dalam mendeteksi kecurangan. Dengan demikian, fenomena ini menunjukkan pentingnya spesialisasi industri auditor Salma Ronaa Badriyyah. Laras Pratiwi dan Amalia Siti Khodijah dalam menutup celah opportunity bagi manajemen untuk melakukan Fenomena aktual yang terjadi menunjukkan besaran audit fee yang diterima berpotensi memengaruhi kualitas pengawasan auditor dalam melakukan pemeriksaan. Fenomena ini tidak lepas dari tekanan akibat kondisi keuangan perusahaan yang dihadapi ketika sedang tidak Jika stabilitas keuangan terganggu, manajemen terdorong untuk menyampaikan laporan yang tidak sesuai realita demi mempertahankan kepercayaan eksternal. Fenomena empiris yang terjadi memperlihatkan bahwa durasi hubungan antara auditor dan klien memengaruhi kekuatan atau kelemahan hubungan antar variable terhadap manipulasi laporan keuangan, sehingga audit tenure diposisikan dalam penelitian ini sebagai variabel moderasi. Audit tenure berperan sebagai variabel moderasi karena lamanya hubungan kerja antara auditor dan klien dapat memengaruhi efektivitas fungsi audit. Hubungan jangka panjang memungkinkan auditor memperoleh pemahaman lebih mendalam mengenai karakteristik operasional perusahaan, sistem pengendalian internal, dan potensi risiko kecurangan. Namun, hubungan yang terlalu lama juga berpotensi menurunkan independensi auditor karena munculnya kedekatan personal dengan manajemen. Oleh sebab itu, dalam penelitian ini audit tenure digunakan untuk melihat sejauh mana durasi hubungan auditor-klien dapat memperkuat atau memperlemah pengaruh spesialisasi industri auditor, audit fee, dan stabilitas keuangan terhadap kemungkinan terjadinya kecurangan laporan keuangan. Pada dasarnya, fraud dapat terjadi ketika perusahaan tidak memiliki mekanisme pencegahan dan deteksi yang memadai. Perusahaan perlu memahami pendekatan teoretis yang mampu mengidentifikasi potensi terjadinya kecurangan. Konsep fraud hexagon Vousinas . merupakan salah satu pendekatan modern yang dapat digunakan dalam mendeteksi kemungkinan fraud. Teori agensi oleh Jensen dan Meckling . menjadi landasan dalam menjelaskan peran spesialisasi industri auditor, audit fee, dan faktor internal seperti stabilitas keuangan dalam mendeteksi dan mencegah praktik kecurangan pelaporan keuangan yang menjadi fokus penelitian ini. Tingkat keahlian dan pengalaman auditor menjadi faktor krusial dalam mendeteksi ketidakwajaran yang mungkin tersembunyi dalam pelaporan keuangan, sehingga semakin tinggi kompetensinya, semakin kuat efektivitas fungsi pengawasannya (Insani & Sulhani, 2. Dengan demikian, spesialisasi industri auditor berkontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas audit, serta memperkuat mekanisme deteksi dini terhadap potensi fraud dalam laporan keuangan (Nurbaiti & Elisabet, 2. Namun demikian, efektivitas spesialisasi auditor dalam memitigasi risiko fraudulent financial statement tidak selalu menunjukkan konsistensi dalam praktiknya. Selain keahlian auditor, audit fee juga berperan dalam menciptakan proses audit yang kredibel dan akuntabel. Biaya audit mencerminkan dukungan perusahaan terhadap kualitas audit, yang ditetapkan melalui kesepakatan antara entitas dan KAP (Witjaksono & Leidessya, 2. Penentuan fee dipengaruhi oleh risiko penugasan, kompleksitas jasa, dan kompetensi auditor (Agoes, 2. Namun, besaran fee menimbulkan dilemma, auditor harus menjaga independensi sekaligus memenuhi ekspektasi Oleh karena itu, biaya audit yang tinggi tidak menjamin bahwa operasi audit bebas dari kecurangan (Auliyah et al. , 2. Stabilitas keuangan merupakan komponen internal yang dapat mengakibatkan laporan keuangan palsu, di samping fungsi audit eksternal. SAS No. menyatakan bahwa manajemen berada di bawah tekanan untuk memalsukan laporan keuangan ketika situasi industri atau ekonomi membahayakan stabilitas keuangan. Meskipun perusahaan berupaya menjaga kinerja finansialnya, ketidakstabilan sering kali mendorong manajemen melakukan tindakan manipulatif agar kondisi keuangan tampak stabil (Agusputri & Sofie, 2. Berdasarkan hasil telaah terhadap penelitian terdahulu peneliti menemukan adanya celah yang memberikan ruang bagi peneliti untuk mengkaji ulang topik yang masih menarik dan relevan untuk diteliti. Penelitian-penelitian terdahulu menunjukkan hasil yang beragam. Nurbaiti dan Elisabet . menemukan bahwa spesialisasi industri auditor tidak berpengaruh signifikan terhadap kecurangan laporan keuangan, sementara Astrawan and Tarmizi . serta Insani & Sulhani . menemukan pengaruh yang signifikan. Kaituko et al. Salma Ronaa Badriyyah. Laras Pratiwi dan Amalia Siti Khodijah . dan Mottinger . yang menunjukkan bahwa audit fee berpengaruh signifikan terhadap laporan keuangan palsu, sedangkan Ananda and Faisal . dan Witjaksono dan Leidessya . menyatakan sebaliknya. Hasil yang tidak konsisten juga ditemukan pada variabel financial stability dalam hasil penelitian oleh Sutisna et . dan Rifa dan Maharani . Sementara itu, temuan mengenai audit tenure pun kontradiktif Wiguna dan Richard . menemukan bahwa semakin panjang masa audit menurunkan risiko fraud, sedangkan Salsa et al. justru menemukan sebaliknya. Berdasarkan hasil telaah penelitian terdahulu, terdapat inkonsistensi hasil empiris mengenai pengaruh spesialisasi auditor, audit fee, dan stabilitas keuangan terhadap kecurangan laporan Selain itu, penelitian terdahulu masih terbatas dalam menguji peran moderasi audit tenure pada sektor infrastruktur di Indonesia, yang memiliki karakteristik proyek jangka panjang dan risiko finansial Oleh karena itu, penelitian ini berupaya mengisi celah . esearch ga. tersebut dengan memberikan bukti empiris baru mengenai bagaimana audit tenure dapat memperkuat atau memperlemah pengaruh variabel-variabel tersebut terhadap fraudulent financial statement pada perusahaan infrastruktur. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh spesialisasi industri auditor, audit fee, dan stabilitas keuangan terhadap kecurangan laporan keuangan dengan audit tenure sebagai variabel moderasi pada perusahaan sektor infrastruktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021-2024. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan teori agensi dan fraud hexagon, serta memberikan implikasi praktis bagi auditor, regulator, dan perusahaan publik dalam meningkatkan kualitas audit, transparansi, dan akuntabilitas pelaporan keuangan di Indonesia. Metode Penelitian ini menggunakan desain penelitian asosiatif dan metodologi kuantitatif (Sugiyono, 2. Data sekunder meliputi laporan tahunan perusahaan dan laporan keuangan dari w. Semua perusahaan infrastruktur yang terdaftar di BEI dari tahun 2021 hingga 2024 disertakan dalam studi ini. Setelah proses outlier, 36 organisasi dipilih sebagai sampel dari total 103 data observasi menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kelengkapan dan konsistensi data yang dikumpulkan selama periode observasi. Dokumentasi dan tinjauan pustaka digunakan sebagai metode pengumpulan data. Statistik deskriptif, koefisien determinasi, analisis regresi linier berganda, analisis regresi termoderasi, uji hipotesis parsial . , uji kelayakan model, dan uji asumsi tradisional adalah contoh pendekatan analisis. Fungsi audit tenure dalam meningkatkan atau mengurangi korelasi antara variabel independen dan laporan keuangan yang mengandung kecurangan diselidiki menggunakan model uji Hasil dan Pembahasan Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan guna mengevaluasi apakah model regresi serta residualnya mengikuti distribusi normal (Sugiyono, 2. Tabel 1 Hasil Uji Normalitas Sumber : Data Sekunder Diolah, 2025 Dengan nilai signifikansi 0,200 atau lebih besar dari 0,05, uji Kolmogorov-Smirnov menunjukkan bahwa data residual terdistribusi Uji Multikolinearitas Uji ini menentukan apakah variabel independen model regresi berhubungan kuat secara linier (Ghozali, 2. Salma Ronaa Badriyyah. Laras Pratiwi dan Amalia Siti Khodijah Tabel 2 Hasil Uji Multikolinearitas Sumber : Data Sekunder Diolah, 2025 Toleransi setiap variabel lebih dari 0,1, dan VIF kurang dari 10. Ini berarti variabel independen tidak multikolinear. Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas (Ghozali, 2. menunjukkan jika varians residual bervariasi antara observasi model regresi. Tabel 3 Hasil Uji Heteroskedastisitas Coefficients a Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Model Error Beta 1 (Constan. SIA 023E-5 Dependent Variable: ABS_RES Sig. Sumber : Data Sekunder Diolah, 2025 Nilai signifikansi seluruh variabel independent > 0,05 yang berarti model bebas heteroskedastisitas. Ini menunjukkan varian residual model bersifat konstan dan asumsi heteroskedastisitas Uji Autokorelasi Uji ini memeriksa apakah kesalahan model regresi pada periode sekarang . dan periode sebelumnya . berkorelasi (Ghozali, 2. Tabel 4 Hasil Uji Autokorelasi Sumber : Data Sekunder Diolah, 2025 Hasil uji menunjukkan tidak adanya autokorelasi pada data residual model ini, karena dU < dw < 4 - dU. Nilai Durbin-Watson adalah 2,040, berada di antara dU . ,7. dan 4 - dU . ,2. Analisis Regresi Linear Berganda Tabel 5 Hasil Pengujian Regresi Linear Berganda Sumber : Data Sekunder Diolah, 2025 Berdasarkan hasil pengolahan data pada tabel coefficients, maka persamaan regresi yang diperoleh adalah sebagai berikut: FFS = - 4,271 - 0,183SIA 0,069AF 2,734SK e Nilai konstanta menunjukkan bahwa apabila variabel spesialisasi industri auditor, audit fee, stabilitas keuangan, dan audit tenure dianggap konstan . ernilai no. , maka nilai fraudulent financial statement akan sebesar -4,271. Konstanta negatif ini Salma Ronaa Badriyyah. Laras Pratiwi dan Amalia Siti Khodijah mengindikasikan bahwa tanpa adanya pengaruh dari variabel independen, kecenderungan fraud berada pada tingkat rendah. Berdasarkan nilai koefisien, akan terjadi penurunan laporan keuangan palsu sebesar -0,183 untuk setiap kenaikan satu unit spesialisasi industri auditor. Hal ini menunjukkan bahwa risiko kecurangan laporan keuangan perusahaan menurun seiring dengan peningkatan spesialisasi auditor. Koefisien positif berarti laporan keuangan yang mengandung kecurangan akan meningkat sebesar 0,069 untuk setiap kenaikan satu unit biaya audit. Hal ini menyiratkan bahwa kemungkinan kecurangan meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah yang dibayarkan kepada auditor. Nilai koefisien stabilitas keuangan sebesar Ae2. 052EAe6 dengan tingkat signifikansi 0,987 yang berarti perubahan stabilitas keuangan tidak memberikan pengaruh berarti terhadap Fraudulent financial statement. Dengan kata lain, baik perusahaan dalam kondisi stabil maupun tidak stabil secara finansial, hal tersebut tidak secara langsung memengaruhi tingkat fraud. Uji Hipotesis Parsial Tabel 6 Hasil Uji t Coefficients a Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta 1 (Constan. SIA 734E-6 Sig. Dependent Variable: FFS Sumber : Data Sekunder Diolah, 2025 Tingkat signifikansi ditetapkan pada 0,040 (<0,. , dan nilai t untuk variabel spesialisasi industri auditor adalah -2,080. Hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan sektor auditor memiliki dampak negatif yang substansial terhadap laporan keuangan yang mengandung Nilai t estimasi untuk variabel biaya audit adalah 2,381, dan ambang batas signifikansi ditetapkan sebesar 0,019 (<0,. Berdasarkan temuan ini, biaya audit berdampak signifikan namun positif terhadap laporan keuangan yang dipalsukan. Nilai t komputasi untuk variabel stabilitas keuangan adalah 0,021, dan tingkat signifikansinya adalah 0,983 (>0,. Hal ini menunjukkan bahwa kesehatan keuangan tidak banyak berpengaruh pada laporan keuangan yang salah. Uji Koefisien Determinasi Uji koefisien determinasi digunakan untuk menilai seberapa baik variabel independen dapat menjelaskan variansnya sendiri. Tabel 7 Hasil Pengujian Koefisien Determinasi Model Summary b Adjusted R Std. Error of Model R Square Square the Estimate Predictors: (Constan. AT. AF. SK. SIA Dependent Variable: FFS DurbinWatson Sumber : Data Sekunder Diolah, 2025 Berdasarkan hasil di atas, nilai R-kuadrat yang dimodifikasi adalah 0,114. Hal ini menunjukkan bahwa hanya 11,4% laporan keuangan yang mengandung kecurangan disebabkan oleh perubahan variabel independen. Sisanya, 88,6%, dipengaruhi oleh variabel selain variabel independen yang diteliti dalam studi ini. Uji Kelayakan Model (Uji -. Uji mengevaluasi kemampuan model menggambarkan bagaimana hubungan antara variabel independen memengaruhi variabel dependen. Model dianggap cocok jika nilai signifikansi koefisien model kurang dari 5%. jika lebih besar dari 5%, model dianggap tidak cocok. Tabel 8 Hasil Uji Kelayakan Model ANOVAa Model 1 Regression Sum of Squares df Mean Square Sig. Salma Ronaa Badriyyah. Laras Pratiwi dan Amalia Siti Khodijah Residual Total Dependent Variable: FFS Predictors: (Constan. AT. AF. SK. SIA Sumber : Data Sekunder Diolah, 2025 Dengan ambang batas signifikansi 0,003 (<0,. , nilai F yang dihitung adalah 4,279 berdasarkan temuan pemrosesan data. Hal ini menunjukkan bahwa model regresi yang dibuat untuk penelitian ini sesuai untuk menjelaskan hubungan antara variabel dependen . aporan keuangan yang mengandung kecuranga. dan variabel independen . pesialisasi industri auditor, biaya audit, stabilitas keuangan, dan masa kerja audi. Analisis Regresi Moderasi Tabel 9 Hasil Pengujian Analisis Regresi Moderasi Coefficients a Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta (Constan. SIA SIA*AT AF*AT SK*AT Dependent Variable: FFS Sig. Sumber : Data Sekunder Diolah, 2025 Berdasarkan hasil pengolahan data pada tabel coefficients, maka persamaan regresi yang diperoleh adalah sebagai berikut: FFS = - 4,870 Ae 0,416SIA 0,104AF 0,000SK - 0,099AT 0,137(SIA*AT) - 0,016(AF*AT) 0,000(SK*AT) e Nilai konstanta sebesar -4,870 dengan signifikansi 0,001 (<0,. menunjukkan bahwa apabila variabel spesialisasi industri auditor, audit fee, stabilitas keuangan, audit tenure, serta interaksi antar variabel dianggap bernilai nol, maka nilai fraudulent financial statement akan sebesar -4,870. Konstanta negatif ini mengindikasikan bahwa tanpa pengaruh variabel bebas maupun moderasi, kecenderungan fraud berada pada level rendah. Nilai t adalah 1,245, tingkat signifikansi 0,216 (>0,. , dan koefisien regresi interaksi 0,137. Dengan demikian, masa kerja audit tidak meminimalkan pengaruh keahlian auditor terhadap laporan keuangan yang menyesatkan. Nilai t adalah -0,416, tingkat signifikansi 0,678 (>0,. , dan koefisien regresi interaksi -0,016. Hal ini menunjukkan bahwa masa kerja audit tidak mengurangi dampak biaya audit terhadap laporan keuangan yang menyesatkan. Koefisien regresi interaksi adalah 0,000, nilai t 0,353, dan tingkat signifikansi 0,725 (>0,. Oleh karena itu, masa kerja audit tidak mengurangi hubungan antara stabilitas keuangan dan laporan keuangan yang menyesatkan. Uji Hipotesis Parsial (Uji -. Tabel 10 Hasil Uji t Coefficients a Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta (Constan. SIA SIA*AT AF*AT SK*AT Dependent Variable: FFS Sig. Sumber : Data Sekunder Diolah, 2025 Nilai t estimasi untuk variabel interaksi antara masa audit dan spesialisasi industri auditor adalah 1,245, dengan tingkat signifikansi 0,216 (>0,. Hal ini menunjukkan bahwa dampak spesialisasi auditor terhadap laporan keuangan yang menyesatkan tidak dimitigasi oleh masa audit. Hipotesis keempat (H. dengan demikian terbantah. Salma Ronaa Badriyyah. Laras Pratiwi dan Amalia Siti Khodijah Dengan tingkat signifikansi 0,678 (>0,. , nilai t turunan untuk variabel interaksi antara biaya audit dan masa audit adalah -0,416. Hal ini menunjukkan bahwa dampak biaya audit terhadap laporan keuangan palsu tidak dimitigasi oleh masa audit. Hipotesis kelima (H. dengan demikian terbantah. Nilai t terhitung untuk variabel interaksi antara masa audit dan stabilitas keuangan adalah 0,353, dengan tingkat signifikansi 0,725 (>0,. Hal ini menunjukkan bahwa dampak stabilitas keuangan terhadap laporan keuangan palsu tidak dimitigasi oleh masa audit. Hipotesis keenam (H. dengan demikian terbantahkan. Uji Koefisien Determinasi Uji koefisien determinasi menilai penjelasan varians variabel Tabel 11 Hasil Pengujian Koefisien Determinasi Model Summary Adjusted R Std. Error of the Model R Square Square Estimate Predictors: (Constan. SK*AT. AF. AT. SIA. SIA*AT. SK. AF*AT Sumber : Data Sekunder Diolah, 2025 Nilai R-Kuadrat yang Disesuaikan sebesar 0,106 diperoleh dari analisis regresi yang dimoderasi. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun faktor-faktor lain yang tidak termasuk dalam model studi menyumbang 89,4% varians dalam pelaporan keuangan palsu, variabel independen dan interaksinya dengan variabel moderator menyumbang 10,6% Nilai R-Kuadrat yang Disesuaikan menurun dari 0,114 menjadi 0,106 dari model regresi sebelumnya, yang menunjukkan bahwa interaksi tenurial audit tidak meningkatkan kapasitas model untuk menjelaskan varians dalam pelaporan keuangan palsu. Uji Kelayakan Model (Uji -. Tabel 12 Hasil Uji Kelayakan Model Sumber : Data Sekunder Diolah, 2025 Dengan ambang batas signifikansi 0,013 (<0,. , nilai F yang dihitung adalah 2,719 berdasarkan temuan pemrosesan data. Hal ini menunjukkan bahwa metodologi analisis regresi termoderasi dalam penelitian ini tepat untuk menjelaskan bagaimana variabel independen dan interaksinya memengaruhi laporan keuangan palsu. Spesialisasi Industri Auditor Terhadap Fraudulent financial Hasil penelitian membuktikan bahwa spesialisasi industri auditor berpengaruh negatif signifikan terhadap fraudulent financial Auditor spesialis memiliki kompetensi mendalam terkait karakteristik industri sehingga mampu mendeteksi indikasi manipulasi secara lebih efektif. Temuan ini sejalan dengan teori agensi, di mana auditor bertindak sebagai mekanisme pengawasan yang mengurangi asimetri informasi dan menekan peluang manajemen melakukan Dalam perspektif Fraud Hexagon, spesialisasi auditor mempersempit opportunity dan mengurangi capability fraud. Hasil ini konsisten dengan penelitian Insani & Sulhani . dan Astrawan and Tarmizi . Audit Fee Terhadap Fraudulent financial statement Audit fee terbukti berpengaruh positif signifikan terhadap fraudulent financial statement. Hal ini menunjukkan adanya potensi pergeseran perilaku auditor, di mana semakin besar fee yang diterima dapat menurunkan independensi auditor karena adanya kepentingan ekonomi dengan klien. Dalam perspektif behavioral theory, auditor Salma Ronaa Badriyyah. Laras Pratiwi dan Amalia Siti Khodijah dapat terdorong untuk bersikap permisif demi menjaga hubungan dan fee tinggi yang diperoleh. Temuan ini juga mencerminkan adanya unsur collusion, opportunity, dan rationalization dalam fraud hexagon. Hasil ini mendukung penelitian Auliyah et al. , . Kaituko et al. dan Mottinger . Stabilitas Keuangan Terhadap Fraudulent financial statement Stabilitas keuangan tidak berpengaruh signifikan terhadap fraudulent financial statement. Artinya, perusahaan yang stabil secara keuangan tetap berisiko melakukan fraud karena adanya tekanan eksternal untuk mempertahankan kinerja serta tuntutan dari para pemangku kepentingan. Dalam fraud hexagon, pressure dapat berasal dari target laba, reputasi, maupun persaingan, bukan hanya dari masalah Hasil ini mendukung penelitian Agusputri dan Sofie . Rifa dan Maharani . Pengaruh Spesialisasi Industri Auditor dengan Audit Tenure terhadap Fraudulent financial statement Studi ini menemukan bahwa masa audit tidak mengurangi dampak spesialisasi industri auditor terhadap laporan keuangan palsu. Meskipun auditor berpengalaman di industri dan memiliki kontak audit yang lama, banyak perusahaan sampel menunjukkan adanya Hal ini menunjukkan bahwa hubungan dekat antara auditor dan klien dapat melemahkan skeptisisme profesional, sehingga mengurangi efektivitas pengawasan. Temuan ini sejalan dengan teori agensi dan fraud hexagon, serta mendukung hasil penelitian sebelumnya seperti Candra . serta Noverta dan Wiguna . Pengaruh Audit Fee dengan Audit Tenure terhadap Fraudulent financial statement Audit tenure juga tidak terbukti memoderasi pengaruh audit fee terhadap fraudulent financial statement. Tingginya audit fee dan durasi hubungan audit yang cukup panjang tidak berdampak pada penurunan risiko kecurangan laporan keuangan. Kondisi ini dapat dijelaskan melalui behavioral theory yang menyatakan bahwa hubungan profesional jangka panjang dapat menimbulkan ketergantungan sehingga independensi auditor melemah. Dalam perspektif fraud hexagon, auditor dapat melakukan rasionalisasi untuk menjaga hubungan ekonomi dengan klien. Hasil ini mendukung studi Adhitya . dan Fardinant et al. , . Pengaruh Stabilitas Keuangan dengan Audit Tenure terhadap Fraudulent financial statement Interaksi stabilitas keuangan dengan audit tenure tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap fraudulent financial Fraud dapat tetap terjadi meskipun kondisi keuangan perusahaan stabil dan auditor telah memiliki hubungan kerja relatif Berdasarkan organizational behavior theory, potensi fraud dipengaruhi oleh faktor yang lebih kompleks seperti budaya perusahaan dan tekanan eksternal. Dalam kerangka teori agensi, kepentingan pribadi manajemen tetap menjadi pemicu utama risiko fraud. Hasil penelitian ini mendukung studi Stevania . serta Noverta dan Wiguna . Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian mengenai pengaruh spesialisasi industri auditor, audit fee, dan stabilitas keuangan terhadap fraudulent financial statement dengan audit tenure sebagai variabel pemoderasi pada perusahaan sektor infrastruktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021Ae2024, dapat disimpulkan beberapa hal sebagai Pertama, spesialisasi industri auditor memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap fraudulent financial statement. Hal ini menunjukkan bahwa auditor yang memiliki keahlian khusus di bidang industri tertentu mampu menjalankan tugasnya secara lebih efektif dalam mendeteksi serta mencegah terjadinya manipulasi laporan Kompetensi dan pemahaman mendalam terhadap karakteristik industri menjadi faktor penting dalam menjaga keandalan hasil audit. Kedua, audit fee berpengaruh positif signifikan terhadap fraudulent financial statement. Temuan ini menandakan bahwa tingginya biaya audit tidak selalu mencerminkan independensi maupun kualitas audit yang lebih baik. Sebaliknya, besarnya biaya audit justru dapat menciptakan ketergantungan ekonomi antara auditor dan klien yang berpotensi menurunkan objektivitas auditor serta meningkatkan risiko terjadinya kecurangan laporan keuangan. Ketiga, stabilitas keuangan tidak berpengaruh terhadap fraudulent financial statement. Artinya, kondisi keuangan perusahaan yang stabil tidak serta merta menjamin ketiadaan kecurangan. Faktor perilaku manajemen, tekanan eksternal, serta motivasi untuk mencapai target Salma Ronaa Badriyyah. Laras Pratiwi dan Amalia Siti Khodijah tertentu lebih dominan dalam mendorong munculnya praktik manipulatif dibandingkan faktor finansial perusahaan itu sendiri. Keempat, audit tenure tidak mampu memoderasi pengaruh spesialisasi industri auditor, audit fee, dan stabilitas keuangan terhadap fraudulent financial statement. Hal ini menunjukkan bahwa lamanya hubungan kerja antara auditor dan klien tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap efektivitas audit dalam mencegah kecurangan laporan Dengan demikian, durasi hubungan audit yang panjang belum tentu memberikan nilai tambah terhadap kualitas audit maupun integritas pelaporan keuangan. Kelima, penelitian ini menegaskan pentingnya bagi auditor untuk senantiasa menjaga independensi profesionalnya, meskipun memiliki hubungan jangka panjang dengan klien. Selain itu, regulator perlu meningkatkan pengawasan terhadap praktik audit serta memperkuat transparansi pelaporan keuangan, khususnya pada sektor infrastruktur yang memiliki kompleksitas tinggi dan potensi risiko kecurangan yang Reference