TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. DESEMBER 2024. HAL. Analisis Perhitungan Biaya dalam MenentukanTarif Kursus dengan Metode Activity Based Costing (ABC) pada LKP Widyaloka Makassar Suriani1. Indira Fadillah2. Lina Mariana3. Nurul Syahri Ramadhani4 1,2STIE Tri Dharma Nusantara. Makassar. Sulawesi Selatan. Indonesia 3Lembaga Pendidikan Pengembangan Profesi Indonesia. Makassar. Sulawesi Selatan. Indonesia 4Universitas Muslim Indonesia. Makassar. Sulawesi Selatan. Indonesia suria3750@gmail. com (Koresponde. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan biaya jasa kursus antara metode konvensional dan metode activity based costing pada LKP Widyaloka Makassar. Perhitungan ini dilakukan guna mengetahui besarnya biaya jasa kursus yang lebih factual. Penelitian ini merupakan penelitian deksriptif dengan pendekatan kuantitatif. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah Bagian Keuangan LKP Widyaloka Makassar. Objek dalam penelitian ini adalah biaya jasa kursus LKP Widyaloka Makassar tahun 2022. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deksriptif kuantitatif. Deksriptif kuantitatif dilakukan untuk memaparkan perhitungan nominal biaya jasa kursus per tahun. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa biaya jasa kursus dengan menggunakan metode activity based costing pada LKP Widyaloka Makassar tahun 2022 adalah untuk jenis kursus aplikasi perkantoran sebesar Rp 552. 512, desain teknik/CAD Rp 513, manajemen proyek (RAB) Rp 542. 929, desain grafis Rp 515. 129, komputer akuntansi RP 506. 517, administrasi keuangan Rp 496. 823, bahasa inggris general english Rp 358, bahasa inggris conversation Rp 1. 024, sketchup Rp 486. SAP 2000 Rp 877. pemetaan digital Rp 1. 519, teknisi jaringan/hardware Rp 435. 925, pemrograman Rp 181, video editing Rp 585. ABSTRACT Volume 9 Nomor 2 Halaman 403-417 Makassar. Desember 2024 p-ISSN 2528-3073 e-ISSN 24656-4505 Tanggal masuk 28 November 2024 Tanggal Revisi 01 Desember 2024 Tanggal diterima 02 Desember 2024 Kata kunci : Perhitungan Biaya. Penentuan Tarif. Biaya Berdasarkan Aktivitas Keywords : Account Cost. Determition Rate. Activity Based Costing This research aims to determine the comparison of course service costs between conventional methods and activity based costing methods at LKP Widyaloka Makassar. This calculation is carried out to determine the cost of course services in a more factual manner. This research is descriptive research with a quantitative approach. The data collection method in this research uses observation and The subject of this research is the Finance Section of LKP Widyaloka Makassae. The object of this research is the cost of LKP Widyaloka Makassar course services in 2022. The data analysis method used in this research is quantitative descriptive. Quantitative descriptives are carried out to explain the nominal calculation of course service fees per year. Based on the research results, it can be seen that the cost of course services using the activity based costing method at LKP Widyaloka Makassar in 2022 is IDR 552,512 for office application courses. IDR 574,513 for engineering design CAD. IDR 542,929 for project management (RAB). IDR 542,929 for graphic design 515,129, computer accounting Rp. 506,517, financial administration Rp. 496,823, general English Rp. 485,358, English conversation Rp. 1,005,024, sketchup Rp. 486,797. SAP 2000 Rp. 877,675, digital mapping Rp. 1,177,519, network/hardware technician Rp. 435,925 programming Rp. 955,181, video editing Rp. 585,753. Mengutip artikel ini sebagai : Suriani. Fadillah. Mariana. Ramadhani. , 2024. Analisis Perhitungan Biaya dalam Menentukan Tarif Kursus dengan Metode Activity Based Costing (ABC) pada LKP Widyaloka Makassar. Tangible Jurnal, 9. No. Desember 2024. Hal. https://doi. org/10. 53654/tangible. TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. DESEMBER 2024. HAL. PENDAHULUAN Persaingan perusahaan jasa yang bergerak dalam bidang pendidikan kursus dan pelatihan yang saat ini berkembang pesat di Indonesia, lembaga kursus dan pelatihan harus meningkatkan efisiensi dan efektifitas untuk mewujudkan pengelolaan yang baik guna meningkatkan daya saing lembaga kursus dan pelatihan tersebut. Lembaga harus memperhatikan kualitas, pelayanan, dan harga. Karena semakin banyak persaingan dalam usaha kursus dan pelatihan, para lembaga harus bisa bersaing untuk mempertahankan dan menambah kualitas produk dan jasa yang diperjualkan. Dalam hal ini, manajemen lembaga harus bisa menawarkan harga yang bersaing dengan kualitas yang bagus, karena harga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi daya beli para konsumen. Yamit dalam Calista . Kualitas adalah apapun yangmenjadi kebutuhan dan keinginan konsumen. Contohnya kualitas bimbingan kursus yang disediakan oleh pihak lembaga kursus terhadap konsumen, mulai dari kebersihan ruangan kelas, fasilitas yang terjamin, jadwal kursus yang sesuai dengan kebutuhan konsumen, materi-materi kursus yang lengkap, sampai dengan keramahan para staff dan pengajar lembaga tersebut. Menurut Philip Kottler dalam Rangkuti . mengemukakan bahwa pelayanan dapat diartikan sebagai suatu aktivitas yang bermanfaat atau yang diberikan oleh satu atau beberapa pihak kepada pihak lain untuk dapat memuaskan kebutuhan dan keinginan yang pada dasarnya bersifat berwujud dan tidak akan menimbulkan kepemimpinan apapun kepadapenerimanya. Winardi dalam Chulaifi . menyatakan bahwa Harga merupakan jumlah nilai yang dipertukarkan pada konsumen untuk mencapai manfaat penggunaan barang dan jasa. Sedangkan menurut Untoro dalam Santosa dkk . menjelaskan bahwa harga merupakan kemampuan yang dimiliki suatu barang atau jasa yang dinyatakan dalam bentuk uang. Penetapan biaya yang tepat akan menghasilkan harga pokok produksi atau jasa yang akurat, perusahaan harus benar - benar teliti dalam menghitung harga pokok Dengan harga yang ditawarkan sesuai dengan fasilitas yang diberikan dan konsumen akan merasa puas, perusahaan harus dapat menjalankan manajemennya dengan baik agar lebih efisien dan efektif. Oleh karena itu, diperlukan strategi menentukan harga pokok dengan cara menekan harga produk. Semakin rendah harga jual produk, maka semakin tinggi tingkat penjualan produk. Harga pokok mempunyai peranan yang sangat penting dalam menentukan harga jual produk, hal ini agar para pebisnis tidak salah dalam mempromosikan harga jual kepada para konsumen. Dalam menentukan harga pokok produk, harus tepat sesuai dengan konsumennya agar pengambilan keputusan dalam menentukan harga produk atau jasa tersebut tidak salah yang dapat mengakibatkan kerugian bagi Adapun peneliti terdahulu yaitu peneliti Politon . yang melakukan penelitian di ManadoAy. Dimana hasil dari penelitian tersebut adalah hasil perhitungan tarif steady-state menggunakan metode ABC dibandingkan dengan metode tradisional. Metode ABC memberikan hasil yang lebih baik, kecuali untuk kelas VIP danutama I yang memiliki hasil lebih rendah. Peneliti kedua yaitu Rukmana . dengan judul penelitian AuActivity Based Costing Untuk Menentukan Tarif Rawat Inap (Studi Kasus Di Rumah Sakit Condo Sapata Kabupaten Mamas. Ay. Hasil dari penelitian tersebut adalah angka rawat inap RSU Condo Sapata lebih rendah dari angka rawat inap dengan menggunakan activiy based costing (ABC). Lembaga kursus dan pelatihan, yaitu language skills, computer essential skills, administrative skills, financial skills, career development, bisnis manajemen leadership, marketing, human resources, personal development, grafis animasi multimedia, internet web. TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. DESEMBER 2024. HAL. pemrograman, teknisi networking. LKP Widyaloka Makassar mempunyai empat belas program kursus yang ditawarkan sesuai dengan minat konsumen yang ada, yaitu : aplikasi perkantoran, desain teknik/CAD, manajemen proyek (RAB), desain grafis, komputer akuntansi, administrasi keuangan, bahasa inggris general English, bahasa inggris conversation, sketchup. SAP 2000, pemetaan digital, teknisi jaringan/hardware, pemrograman, dan video editing. Lembaga kursus dan pelatihan Widyaloka menentukan tarif dan pelatihannya berdasarkan tolak ukur. Dalam menentukan tarifnya, lembaga ini membandingkan beberapa tempat kursus yang ada. Penetuan tarif dengan menggunakan cara tersebut akan memperoleh informasi yang kurang tepat dalam menentukan tarif yang harus dibayar oleh para konsumen jasa kursus dan pelatihan, sehingga mampu mempengaruhi profitabilitas lembaga. Menurut Mulyadi dalam Fajrianti . , mengemukakan bahwa biaya adalah pengorbanan sumber ekonomi yang diukur dalam satuan uang yang telah terjadi atau kemungkinan akan terjadi untuk tujuan tertentu dan penggunaan sumber-sumber ekonomi yang diukur dalam satuan uang yang terjadi untuk objek tertentu. Menurut Mulyadi dalam Kindangen dkk . activity based costing adalah yaitu suatu sistem akuntansi dalam memberikan informasi biaya yang berfokuskan pada aktivitas-aktivitas untuk memungkinkan dalam melaksanakan pengolahan aktivitas didalam perusahaan yang menjadi penyebab timbulnya biaya. Sistem informasi ini berfokus pada aktivitas-aktivitas yang terjadi dalam suatu perusahaan dan menimbulkan biaya untuk menghasilkan produk atau jasa. Activity based costing adalah model penetapan biaya khusus yang mengidentifikasi aktivitas dalam organisasi dan menetapkan biaya setiap aktivitas dengan sumber daya untuk semua produk dan layanan sesuai dengan konsumsi aktual oleh setiap aktivitas. Jadi, dalam activvity based costing (ABC) biaya overhead diatribusikan ke pusat biaya atau unit berdasarkan jumlah aktivitas yang dilakukan dalam produksi (Yuniawati dkk, 2023:. Adapun fungsi activity based costing menurut Yuniawati . , yaitu untuk memberikan akurasi yang lebih tinggi dalam penghitungan biaya produk dan layanan dibandingkan dengan sistem penetapan biaya tradisional, karena semua produk tidak diproduksi secara merata dan beberapa produk diproduksi dalam jumlah besar dan beberapa dalam jumlah kecil, sehingga biaya overhead produksi telah meningkat secarasignifikan dan tidak lagi berkorelasi dengan jam kerja mesin produktif atau jam kerja langsung. Untuk memahami biaya produk dan pelanggan. Untuk memahami profitabilitas berdasarkan proses produksi atau pelaksanaan. Untuk memiliki analisis terstruktur sehubungan dengan proses yang kompleks. Untuk menyediakan banyak informasi kepada manajemen untuk membantu dalam pengambilan keputusan. Menghilangkan aktivitas yang tidak menambah nilai karena keragaman Untuk meningkatkan aktivitas nilai tambah karenakeragaman permintaan pelanggan berkembang pesat. Menurut Syakhirul dalam Fadli dkk . cost driver adalah setiap aktivitas yang menimbulkan biaya. Cost driver merupakan faktor yang dapat menerangkan konsumsi biaya-biaya overhead. Faktor ini menunjukkan suatu penyebab utama tingkat aktivitas yang akan menyebabkan biaya dalam aktivitas-aktivitas selanjutnya. Landasan penting untuk menghitung biaya berdasarkan aktivitas adalah dengan mengidentifikasi pemicu biaya atau cost driver untuk setiap aktivitas. Pemahaman yang tidak tepat atas pemicu akan mengakibatkan ketidaktepatan pada pengklasifikasian biaya, sehingga menimbulkan dampak bagi manajemen dalam mengambil keputusan. Ada dua faktor utama yang harus diperhatikan dalam pemilihan pemicu biaya (Fajrianti 2019:. , yaitu Biaya pengukuran. Dalam sistem activity based costing, sejumlah besar pemicu biaya yang dapat dipilih dan digunakan. Jika memungkinkan, sangat TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. DESEMBER 2024. HAL. penting untuk memilih pemicu biaya yang menggunakan informasi yang telah tersedia. Kelompok biaya yang homogen dapat menawarkan sejumlah biaya pemicu. Untuk keadaan ini, pemicu biaya yang dapat digunakan pada sistem informasi yang ada sebelumnya hendaknya dipilih. Pemilihan ini akan meminimumkan biaya pengukuran. Tingkat korelasi antara cost driver dan konsumsi overhead aktualnya struktur informasi yang tersedia dapat dimanfaatkan dengan cara lain untuk meminimalkan biaya pengumpulan informasi konsumsi pemicu biaya. Terdapat kemungkinan untuk menggantikan suatu pemicu biaya yang secara langsung mrengukur konsumsi suatu aktivitas dengan pemicubiaya yang tidak secara langsung mengukur konsumsi tersebut. METODE PENELITIAN Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif untuk menggambarkan estimasi biaya kursus dan pelatihan. Adapun analisis deskriptif kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah membandingkan tarif kursus dengan menggunakan metode activity costing. Menurut Waridrani dalam Fajrianti . , langkah-langkah dalam menganalisis metode activity based costing adalah dengan mengidentifikasi aktivitas, mengklasifikasikan biaya berdasarkan aktivitas ke dalam berbagai aktivitas, mengidentifikasi cost driver, menentukan tarif per unit cost driver dengan rumus : Tarif per unit cost driver = jumlah aktivitas / cost driver Membebankan biaya ke produk dengan menggunakan tarif cost driver dan ukuran Pembebanan biaya overhead dari tiap aktivitas ke setiap kelas dihitung dengan BOP yang dibebankan = tarif per unit cost x cost driver yang dipilih Kemudian perhitungan masing masing kelas dengan menggunakan metode activity based costing dapat dihitung dengan rumus : Tarif perkelas = biaya kursus laba yang diharapkan HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Perhitungan Tarif Jasa Kursus Menggunakan Metode Activity Based Costing pada LKP Widyaloka Makassar Mengidentifikasi biayaAebiaya yang termasuk dalam biaya langsung dan biaya tidak Kemudian biayaAebiaya yang termasuk dalam biaya langsung dialokasikan ke tiap jenis program kursus mulai dari aplikasi perkantoran, desain Teknik/CAD, manajemen proyek (RAB), desain grafis, komputer akuntansi, administrasi keuangan, bahasa inggris general english, bahasa inggris conversation, sketchup. SAP 2000, pemetaan digital, teknisi jaringan/hardware, pemrograman, dan video editing. Biaya langsung terjadi pada departemen kelas kursus, sedangkan biaya tidak langsung terjadi pada departemen lain selain departemen kelas kursus. Aktivitas yang terjadi pada departemen kelas kursus ialah aktivitas pelayanan kelas. Mengidentifikasi aktivitas yang terjadi pada LKP Widyaloka Makassar. Pengalokasian biaya langsung berdasarkan persentase jumlah kelas yang ada tiap per jenis program kursus, biaya ada penyebabnya dan penyebab dari biaya adalah Biaya yang membentuk harga pokok program kursus berdasarkan aktivitas pengelolaan program kursus dikelompokkan berdasarkan Biaya tenaga kerja, termasuk biaya gaji tentor dan seluruh karyawan lembaga. Biaya listrik. Biaya perlengkapan administrasi. Biaya perlengkapan pembelajaran. Biaya perlengkapan umum. Biaya perbaikan dan pemeliharaan aktiva. Biaya operasional lainnya. TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. DESEMBER 2024. HAL. AktivitasAeaktivitas biaya tersebut diklasifikasikan ke dalam berbagai jenis kategori, seperti : Berdasarkan UnitAeLevel Activity Cost Aktivitas ini dilakukan untuk setiap unit produksi. Biaya aktvitias berlevel unit bersifat proporsional dengan jumlah unit produksi. Aktivitas yang termasuk dalam kategori aktivitas tersebut adalah biaya tenaga kerja dan biaya Listrik. Berdasarkan BatchAeRelated Activity Cost Besar kecilnya biaya ini tergantung dari frekuensi order produksi yang diolah oleh fungsi produksi. Aktivitas ini tergantung pada jumlah batch produk yang Aktivitas yang termasuk dalam kategori ini adalah biaya administrasi dan biaya perlengkapan pembelajaran. Berdasarkan ProductAeSustaining Activity Cost Aktivitas ini berhubungan dengan penelitian dan pengembangan produkAe produk tertentu dan biaya Ae biaya untuk ,mempertahankan produk agar tetap dapat dipasarkan. Aktivitas ini tidak ditemui pada perusahaan atau organisasi jasa dalam menentukan biaya satuan. Berdasarkan FacilityAeSustaining Activity Cost Aktivitas ini berhubungan dengan kegiatan untuk mempertahankan fasilitas yang dimiliki oleh perusahaan. Aktivitas yang termasuk dalam kategori ini adalah biaya perlengkapan umum, biaya perbaikan dan pemeliharaan aktiva, biaya operasional lainnya. Tabel 1. Klasifikasi Aktivitas ke dalam Berbagai Kategori Elemen Biaya Unit Ae Level Activity Cost Biaya Tenaga Kerja Biaya Listrik Batch Ae Related Activity Cost Biaya Perlengkapan Administrasi Biaya Perlengkapan Pembelajaran Facility Ae Sustaining Activity Cost Biaya Perlengkapan Umum Biaya Perbaikan & Pemeliharaan Aktiva Biaya Operasional Lainnya Jumlah Sumber : Data diolah . Jumlah (R. Mengidentifikasi Cost Driver Pengidentifikasian ini dimaksudkan untuk menentukan kelompok aktivitas dan tarif per unit Cost Driver. Dalam menentukan driver peneliti mempertimbangkan faktorAe faktor berikut : Cost Driver jam kerja, peneliti mengasumsikan bahwa penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar berlangsung selama 2. 5 jam dalam sehari untuk satu jenis program Cost Driver jumlah siswa, faktor ini menentukan konversi biaya yang diserap oleh produk . pada kegiatan proses belajar kursus. Cost Driver jumlah hari, peneliti mengasumsikan bahwa penelenggaraan kegiatan belajar mengajar kursus berlangsung selama 6 hari seminggu. TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. DESEMBER 2024. HAL. Tabel 2. Pengelompokan Biaya dan Cost Driver Driver Cost Driver Unit Ae Level Activity Cost Biaya Tenaga Kerja Juml jamkursus Biaya Listrik Juml jamKursus Batch Ae Related Activity Cost Biaya Perlengkapan Administrasi Juml hariKursus Biaya Perlengkapan Pembelajaran Juml siswa Facility Ae sustaining activity cost Biaya Perlengkapan Umum Luas lantai Biaya Perbaikan & PemeliharaanAktiva Luas lantai Biaya Operasional Lainnya Luas lantai Sumber : Data diolah . Elemen Biaya Jumlah (R. Menetukan Tarif Per Unit Cost Driver Setelah mengidentifikasi cost driver, kemudian menentukan tarif per unit cost Tarif per unit cost driver dapat dihitung dengan rumus berikut : Tarif per unit cost driver = Jumlah Aktivitas / Cost Driver Tabel 3. Penentuan Tarif per Unit Cost Driver Cost Jumlah (R. Driver Unit Ae level Activity Cost Gaji Tenaga Kerja Biaya Listrik Batch Ae related activity cost Biaya Perlengkapan Administrasi Biaya Perlengkapan Pembelajaran Facility Ae sustaining activity cost Biaya Perlengkapan Umum 820 617m2 Biaya Perbaikan & PemeliharaanAktiva 000 617m2 Biaya Operasional Lainnya 500 617m2 Sumber : Data diolah . Elemen Biaya Biaya per Unit Biaya Satuan Pendidikan Siswa Perprogram Kursus Biaya aktivitas dibebankan ke produk berdasarkan konsumsi masingAemasing aktivitas produk. Pembebanan biaya overhead dari tiap aktivitas dihitung dengan BOP yang dibebankan = Unit cost driver x cost driver yang dipilih Hasil dari pembebanan biaya overhead setiap aktivitas kemudian dijumlahkan sehingga diperoleh total biaya. Biaya satuan . nit cos. dihitung dengan Biaya kursus satuan per siswa = Jumlah biaya / Jumlah siswa Biaya satuan kursus siswa LKP Widyaloka Makassar tahun 2022 berdasarkan program kursus ditampilkan dalam tabel berikut : Program Kursus Aplikasi Perkantoran Unit cost untuk siswa program kursus aplikasi perkantoran LKP Widyaloka Makassar disajikan dalam tabel berikut : TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. DESEMBER 2024. HAL. Tabel 4. Penentuan Biaya Satuan Program Kursus Aplikasi Perkantoran Cost No. Elemen Biaya Biaya per Total (R. Driver Unit 1 Biaya Tenaga Kerja 2 Biaya Listrik 3 Biaya PerlengkapanAdministrasi 4 Biaya PerlengkapanPembelajaran 5 Biaya Perlengkapan Umum 6 Biaya Perbaikan & Pemeliharaan Aktiva 7 Biaya Operasional Lainnya Jumlah Biaya Jumlah Siswa Harga Pokok Tarif JasaKursus Mark Up 3% Tarif Jasa Kursus Sumber : Data diolah . Dari tabel 4, dapat diketahui bahwa cost driver yang digunakan adalahcost driver jam kerja tentor 1 orang x total jam kursus 11. 925, cost driver hari selama 4. 770 hari dari total 265 siswa dan cost driver luas bangunan yang digunakan sebesar 109m2. Jumlah siswa program kursus aplikasi perkantoran adalah 265 siswa dengan total biaya sebesar Rp 373, sehingga diperoleh tarif jasa kursus dengan menggunakan metode activity based costing sebesar Rp 552. Tabel 5. Penentuan Biaya Satuan Program Kursus Desain Teknik / CAD Cost No. Elemen Biaya Biaya Total (R. Driver perUnit (R. 1 Biaya Tenaga Kerja 2 Biaya Listrik 3 Biaya Perlengkapan Administrasi 4 Biaya Perlengkapan Pembelajaran 5 Biaya Perlengkapan Umum 6 Biaya Perbaikan & PemeliharaanAktiva Biaya Operasional Lainnya Jumlah Biaya Jumlah Siswa Harga Pokok Tarif Jasa Kursus Mark Up 3% Tarif Jasa Kursus Sumber : Data diolah . Tabel 5, dapat diketahui bahwa cost driver yang digunakan adalah cost driver jam kerja tentor 1 orang x total jam kursus 16. 464, cost driver hari selama 6. 517 hari dari total 343 siswa dan cost driver luas bangunan yang digunakan sebesar 103,5m2. Jumlah siswa program kursus desain Teknik / CADadalah 343 siswa dengan total biaya sebesar Rp 191. 555, sehingga diperoleh tarif jasa kursus dengan menggunakan metode activity based costing sebesar Rp 574. TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. DESEMBER 2024. HAL. Tabel 6. Penentuan Biaya Satuan Program Kursus Manajemen Proyek (RAB) Cost No. Elemen Biaya Biaya Total (R. Driver perUnit 1 Biaya Tenaga Kerja 2 Biaya Listrik 3 Biaya Perlengkapan Administrasi 4 Biaya Perlengkapan Pembelajaran 5 Biaya Perlengkapan Umum 6 Biaya Perbaikan & PemeliharaanAktiva 7 Biaya Operasional Lainnya Jumlah Biaya Jumlah Siswa Harga Pokok Tarif Jasa Kursus Mark Up 3% Tarif Jasa Kursus Sumber : Data diolah . Dari tabel 6, dapat diketahui bahwa cost driver yang digunakan adalah cost driver jam kerja tentor 1 orang x total jam kursus 14. 670, cost driver hari selama 5. 868 hari dari total 326 siswa dan cost driver luas bangunan yang digunakan sebesar 103,5m2. Jumlah siswa program kursus proyek manajemen (RAB) adalah 326 siswa dengan total biaya sebesar Rp 171. 894, sehingga diperoleh tarif jasa kursus menggunakan metode activity based costing sebesarRp 542. Tabel 7. Penentuan Biaya Satuan Program Kursus Desain Grafis Cost No. Elemen Biaya Biaya per Total Driver Unit (R. (R. 1 Biaya Tenaga Kerja 2 Biaya Listrik 3 Biaya Perlengkapan Administrasi 4 Biaya Perlengkapan Pembelajaran 5 Biaya Perlengkapan Umum 6 Biaya Perbaikan & Pemeliharaan Aktiva 7 Biaya Operasional Lainnya Jumlah Biaya Jumlah Siswa Harga Pokok Tarif Jasa Kursus Mark Up 3% Tarif Jasa Kursus Sumber : Data diolah . Tabel 7, diketahui bahwa cost driver yang digunakan adalah cost driver jam kerja tentor 1 orang x total jam kursus 5. 440, cost driver hari selama 2. 176 hari dari total 136 siswa dan cost driver luas bangunan yang digunakan sebesar 80m2. Jumlah siswa program kursus desain grafis adalah 136 siswa dengan total biaya sebesar Rp 68. sehingga diperoleh tarif jasa kursus dengan menggunakan metode activity based costing sebesar Rp 515. TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. DESEMBER 2024. HAL. Tabel 8. Penentuan Biaya Satuan Program Kursus Komputer Akuntansi Cost No. Elemen Biaya Biaya per Total (R. Driver Unit (R. 1 Biaya Tenaga Kerja 2 Biaya Listrik 3 Biaya Perlengkapan Administrasi 4 Biaya Perlengkapan Pembelajaran 5 Biaya Perlengkapan Umum 6 Biaya Perbaikan & Pemeliharaan Aktiva 7 Biaya Operasional Lainnya Jumlah Biaya Jumlah Siswa Harga Pokok Tarif Jasa Kursus Mark Up 3% Tarif Jasa Kursus Sumber : Data diolah . Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa cost driver yang digunakan adalahcost driver jam kerja tentor 1 orang x total jam kursus 6. 680, cost driver hari selama 2. 672 hari dari total 167 siswa dan cost driver luas bangunan yang digunakan sebesar 109m2. Jumlah siswa program kursus komputer akuntansi adalah 167 siswa dengan total biaya sebesar Rp 84. 502, sehingga diperoleh tarif jasa kursus dengan menggunakan metode activity based costing sebesar Rp 521. Tabel 9. Penentuan Biaya Satuan Program Kursus Administrasi Keuangan Cost No. Elemen Biaya Biaya per Total (R. Driver Unit (R. 1 Biaya Tenaga Kerja 2 Biaya Listrik 3 Biaya Perlengkapan Administrasi 4 Biaya Perlengkapan Pembelajaran 5 Biaya Perlengkapan Umum 6 Biaya Perbaikan & Pemeliharaan Aktiva 7 Biaya Oprasional Lainnya Jumlah Biaya Jumlah Siswa Harga Pokok Tarif Jasa Kursus Mark Up 3% Tarif Jasa Kursus Sumber : Data diolah . Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa cost driver yang digunakan adalahcost driver jam kerja tentor 1 orang x total jam kursus 4. 536, cost driver hari selama 2. 268 hari dari total 126 siswa dan cost driver luas bangunan yang digunakan sebesar 104,5m2. Jumlah siswa program kursus administrasi keuangan adalah 126 siswa dengan total biaya sebesar Rp 60. 504, sehingga diperoleh tarif jasa kursus dengan menggunakan metode activity basedcosting sebesar Rp 496. TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. DESEMBER 2024. HAL. Tabel 10. Penentuan Biaya Satuan Program Kursus Bahasa Inggris Generalenglish Cost No. Elemen Biaya Biaya per Total (R. Driver Unit (R. 1 Biaya Tenaga Kerja 2 Biaya Listrik 3 Biaya Perlengkapan Administrasi 4 Biaya Perlengkapan Pembelajaran 5 Biaya Perlengkapan Umum 6 Biaya Perbaikan & Pemeliharaan Aktiva 7 Biaya Operasional Lainnya Jumlah Biaya Jumlah Siswa Harga Pokok Tarif Jasa Kursus Mark Up 3% Tarif Jasa Kursus Sumber : Data diolah . Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa cost driver yang digunakan adalahcost driver jam kerja tentor 1 orang x total jam kursus 5. 472, cost driver hari selama 2. 736 hari dari total 152 siswa dan cost driver luas bangunan yang digunakan sebesar 109m2. Jumlah siswa program kursus bahasa Inggris general english adalah 152 siswa dengan total biaya sebesar Rp 71. 808, sehingga diperoleh tarif jasa kursus dengan menggunakan metode activity based costing sebesar Rp 485. Tabel 11. Penentuan Biaya Satuan Program Kursus Bahasa Inggris Conversation Cost No. Elemen Biaya Biaya per Total (R. Driver Unit (R. 1 Biaya Tenaga Kerja 2 Biaya Listrik 3 Biaya Perlengkapan Administrasi 4 Biaya Perlengkapan Pembelajaran 5 Biaya Perlengkapan Umum 6 Biaya Perbaikan & Pemeliharaan Aktiva 7 Biaya Operasional Lainnya Jumlah Biaya Jumlah Siswa Harga Pokok Tarif Jasa Kursus Mark up 3% Tarif Jasa Kursus Sumber : Data diolah . Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa cost driver yang digunakan adalahcost driver jam kerja tentor 1 orang x total jam kursus 648, cost driver hari selama324 hari dari total 18 siswa dan cost driver luas bangunan yang digunakan sebesar 104,5m2. Jumlah siswa program kursus bahasa inggris general conversation adalah 18 siswa dengan total biaya sebesar Rp 17. 544, sehingga diperoleh tarif jasa kursus dengan menggunakan metode activity basedcosting sebesar Rp 1. TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. DESEMBER 2024. HAL. Tabel 12. Penentuan Biaya Satuan Program Kursus SketchUp Cost No. Elemen Biaya Biaya per Total (R. Driver Unit (R. 1 Biaya Tenaga Kerja 2 Biaya Listrik 3 Biaya Perlengkapan Administrasi 4 Biaya Perlengkapan Pembelajaran 5 Biaya Perlengkapan Umum 6 Biaya Perbaikan & Pemeliharaan Aktiva 7 Biaya Operasional Lainnya Jumlah Biaya Jumlah Siswa Harga Pokok Tarif Jasa Kursus Mark Up 3% Tarif Jasa Kursus Sumber : Data diolah . Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa cost driver yang digunakan adalahcost driver jam kerja tentor 1 orang x total jam kursus 13. 320, cost driver hari selama 5. 328 hari dari total 333 siswa dan cost driver luas bangunan yang digunakan sebesar 103,5m2. Jumlah siswa program kursus sketchup adalah 333 siswa dengan total biaya sebesar Rp 298, sehingga diperoleh tarif jasa kursus dengan menggunakan metode activity based costing sebesar Rp 486. Tabel 13. Penentuan Biaya Satuan Program Kursus SAP 2000 Cost Biaya per Total (R. No. Elemen Biaya Driver Unit (R. 1 Biaya Tenaga Kerja 2 Biaya Listrik 3 Biaya Perlengkapan Administrasi 4 Biaya Perlengkapan Pembelajaran 5 Biaya Perlengkapan Umum 6 Biaya Perbaikan & PemeliharaanAktiva 7 Biaya Operasional Lainnya Jumlah Biaya Jumlah Siswa Harga Pokok Tarif Jasa Kursus Mark Up 3% Tarif Jasa Kursus Sumber : Data diolah . Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa cost driver yang digunakan adalahcost driver jam kerja tentor 1 orang x total jam kursus 945, cost driver hari selama378 hari dari total 21 siswa dan cost driver luas bangunan yang digunakan sebesar 75,5m2. Jumlah siswa program kursus SAP 2000 adalah 21 siswa dengan total biaya sebesar Rp 17. sehingga diperoleh tarif jasa kursus dengan menggunakan metode activity based costing sebesar Rp 877. TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. DESEMBER 2024. HAL. Tabel 14. Penentuan Biaya Satuan Program Kursus Pemetaan Digital Cost No. Elemen Biaya Biaya per Total (R. Driver Unit (R. Biaya Tenaga Kerja Biaya Listrik Biaya Perlengkapan Administrasi Biaya Perlengkapan Pembelajaran Biaya Perlengkapan Umum Biaya Perbaikan & Pemeliharaan Aktiva 7 Biaya Operasional Lainnya Jumlah Biaya Jumlah Biaya Satuan per Siswa Harga Pokok Tarif Jasa Kursus Mark Up 3% Tarif Jasa Kursus Sumber : Data diolah . Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa cost driver yang digunakan adalahcost driver jam kerja tentor 1 orang x total jam kursus 720, cost driver hari selama288 hari dari total 16 siswa dan cost driver luas bangunan yang digunakan sebesar 104,5m2. Jumlah siswa program kursus pemetaan digital adalah 16 siswa dengan total biaya sebesar Rp 576, sehingga diperoleh tarif jasa kursus dengan menggunakan metode activity based costing sebesar Rp 1. Tabel 15. Penentuan Biaya Satuan Program Kursus Teknisi Jaringan/Hardware Cost No. Elemen Biaya Biaya per Total (R. Driver Unit (R. 1 Biaya Tenaga Kerja 2 Biaya Listrik 3 Biaya Perlengkapan Administrasi 4 Biaya Perlengkapan Pembelajaran 5 Biaya Perlengkapan Umum 6 Biaya Perbaikan & Pemeliharaan Aktiva 7 Biaya Operasional Lainnya Jumlah Biaya Jumlah Siswa Harga Pokok Tarif Jasa Kursus Mark Up 3% Tarif Jasa Kursus Sumber : Data diolah . Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa cost driver yang digunakan adalahcost driver jam kerja tentor 1 orang x total jam kursus 1. 176, cost driver hari selama 588 hari dari total 49 siswa dan cost driver luas bangunan yang digunakan sebesar 75,5m2. Jumlah siswa program kursus teknisi jaringan / hardware adalah 49 siswa dengan total biaya sebesar Rp 20. 222, sehingga diperoleh tarif jasa kursus dengan menggunakan TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. DESEMBER 2024. HAL. metode activity based costing sebesar Rp 435. Tabel 16. Penentuan Biaya Satuan Program Kursus Pemrograman Cost No. Elemen Biaya Biaya per Total (R. Driver Unit (R. 1 Biaya Tenaga Kerja 2 Biaya Listrik 3 Biaya Perlengkapan Administrasi 4 Biaya Perlengkapan Pembelajaran 5 Biaya Perlengkapan Umum 6 Biaya Perbaikan & Pemeliharaan Aktiva 7 Biaya Operasional Lainnya Jumlah Biaya Jumlah Biaya Satuan per Siswa Harga POkok Tarif Jasa Kursus Mark Up 3% Tarif Jasa Kursus Sumber : Data diolah . Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa cost driver yang digunakan adalahcost driver jam kerja tentor 1 orang x total jam kursus 1. 080, cost driver hari selama 432 hari dari total 24 siswa dan cost driver luas bangunan yang digunakan sebesar 104,5m2. Jumlah siswa program kursus pemrograman adalah 24 siswa dengan total biaya sebesar Rp 672, sehingga diperoleh tarif jasa kursus dengan menggunakan metode activity based costing sebesar Rp 955. Tabel 17. Penentuan Biaya Satuan Program Kursus Video Editing Cost Biaya per No. Elemen Biaya Total (R. Driver Unit(R. 1 Biaya Tenaga Kerja 2 Biaya Listrik 3 Biaya Perlengkapan Administrasi 4 Biaya Perlengkapan Pembelajaran 5 Biaya Perlengkapan Umum 6 Biaya Perbaikan & Pemeliharaan Aktiva 7 Biaya Operasional Lainnya Jumlah Biaya Jumlah Siswa Harga Pokok Tarif Jasa Kursus Mark Up 3% Tarif Jasa Kursus Sumber : Data diolah . Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa cost driver yang digunakan adalahcost driver jam kerja tentor 1 orang x total jam kursus 2. 080, cost driver hari selama 832 hari dari total 52 siswa dan cost driver luas bangunan yang digunakan sebesar 75,5m2. Jumlah siswa program kursus video editing adalah 52 siswa dengan total biaya sebesar Rp 680, sehingga diperoleh tarif jasa kursus dengan menggunakan metode activity based costing sebesar Rp603. TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. DESEMBER 2024. HAL. SIMPULAN Berdasarkan hasil perhitungan tarif jasa kursus yang dilakukan oleh penulis pada LKP Widyaloka Makassar, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat perbedaan tarif jasa kursus yang telah ditetapkan oleh pihak LKP Widyaloka Makassar dengan penetapan tarif jasa kursus denganmenggunakan metode activity based costing. LKP Widyaloka Makassar menggunakan tarif jasa kursus metode konvensional . yang hanya menggunakan penggerak aktivitas berlevel unit untuk membebankan biaya, sehingga menimbulkan hasil yang tidak mencerminkan biaya yang diserap secara keseluruhan dan kurang mampu menyediakan informasi yang akurat sehingga akan berakibat pada profitabilitas Lembaga, dan juga akan semakin kompetitifnya daya saing antar tempat kursus. Sebaiknya LKP Widyaloka Makassar mempertimbangkan penggunaan metode activity based costing, dengan begitu tarif kursus mampu bersaing dengan tempat kursus lainnya dengan harga yang efisien dan juga akan memperoleh informasi biaya tarif kursus yang lebih akurat dan tetap mempertimbangkan faktorAefaktor eksternal yang lain seperti tarif pesaing dan kemampuan masyarakat yang dapatmempengaruhi dalam penetapan harga pelayanan jasa kursus. DAFTAR PUSTAKA