At-Thufuly: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini | e-ISSN: 2774-3268 Vol. No. 2 Mei 2024 | Hal 108-112 MENINGKATKAN MOTORIK KASAR MELALUI TARIAN SAMAN PADA ANAK USIA DINI DI TK CAMBRIDGE BINJAI Inayah Ramadhani Siregar1. Siti Maysyarah Telaumbanua2. Dhinanda Aulia3. Hilda Zahra Lubis4 1,2,3,4Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan. Indonesia Abstract:. This research aims to examine the motor skills of young children through the Saman dance at Cambridge Binjai Kindergarten. The research uses qualitative methods. The data collection technique in this research is observation and documentation. The results showed that in the first week, the children were still confused about the Saman dance movements. In the second week, children begin to show gross motor development, although some are still confused. In the third week, all children were able to remember and perform movements well. This means that the Saman dance is effective in improving the gross motor skills of young children at Cambridge Binjai Kindergarten. Saman dance can be used as an effective learning method to improve children's gross motor skills. Keyword: Early Childhood. Rough motoric. Saman dance Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk melihat kemampuan motorik anak usia dini melalui tari Saman di TK Cambridge Binjai. Penelitian menggunakan metode Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada minggu pertama, anakanak masih bingung dengan gerakan tari Saman. Pada minggu kedua, anak-anak mulai menunjukkan perkembangan motorik kasar, meskipun masih ada beberapa yang bingung. Pada minggu ketiga, semua anak mampu mengingat dan melakukan gerakan dengan baik. Hal ini berarti tari Saman efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik kasar anak usia dini di TK Cambridge Binjai. tari Saman dapat digunakan sebagai metode pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak. Kata Kunci: Anak Usia Dini. Motorik Kasar. Tari Saman PENDAHULUAN Anak usia dini adalah anak yang berada pada usia 0-8 tahun. Menurut Beichler dan Snowman (Dwi Yulianti, 2010:. , anak usia dini adalah anak yang berusia antara 3-6 tahun. Sedangkan hakikat anak usia dini adalah individu yang unik dimana ia memiliki pola pertumbuhan dan perkembangan dalam aspek fisik, kognitif, sosioemosional, kreativitas, bahasa dan komunikasi yang khusus yang sesuai dengan tahapan yang sedang dilalui oleh anak tersebut. Masa anak usia dini sering disebut dengan istilah Augolden ageAy atau masa emas. Pada masa ini hampir seluruh potensi anak mengalami masa peka untuk tumbuh dan berkembang secara cepat dan hebat. Perkembangan setiap anak tidak sama karena setiap individu memiliki perkembangan yang berbeda. Seni tari merupakan bagian dari seni yang merupakan dari kebudayaan Unsurunsur seni tari adalah gerak tubuh sebagai media mengungkapkan Inayah Ramadhani Siregar, et al: [Meningkatkan Motorik Kasar. ] 108 perasaan bahagia, sedih, gembira, marah, dan lain sebagainya. Pengertian seni tari yang dikemukakan oleh para ahli sebagai berikut: Menurut Curt Sach Au tari adalah gerakan yang ritmis . ance is rhythmic motio. , pengertian ini mengisyaratkan bahwa gerakan itu lebih besar berkaitan dengan pola waktunya sebagai sebuah proses terbentuknya rangkaian tubuh yang bermakna. Menurut Dr. Verkuyl menekankan pada gerak anggota badan . , keteraturan dan irama. AuTari adalah gerak-gerik tubuh dan anggota-anggotanya yang diatur sedemikian rupa sehingga beriramaAy. Menurut Crawiey, tari adalah pernyataan gerak interaktif dari urat mengenai suatu perasaan. Pengertian tersebut menunjukan bahwa tari sangat berurusan dengan perasaan, sensitivitas jiwa yang reaksional dengan menanggapi suatu stimulus dari luar atau reaksi spontan dari dalam diri manusia. Menurut Wisnoe Wardana salah satu tokoh tari modern Indonesia, tari adalah kerja rasa dari manusia yang penyalurannya melewati urat-urat. Pemahaman Pendidikan seni tari pada hakekatnya memiliki peran yang sangat strategis dalam upaya untuk turut mewujudkan manusia yang memiliki kepekaan terhadap multi keindahan, yaitu, berperasaan indah, berfikir indah, bertutur indah, bertindak dan berperilaku indah. Pada hakikatnya pendidikan seni berada pada wilayah rasa, karsa dan karya yang memiliki peran yang sama dalam pembentukan generasi penerus menjadi manusia yang memiliki kebermaknaan hidup. Pendidikan seni bertujuan memberikan pemahaman dan penghayatan estetis-artistik terhadap budaya lokal dan global serta kemampuan inovatif dan kreatif dalam berkarya seni. Tari memiliki banyak manfaat penting bagi anak usia dini, seperti pengembangan fisik melalui peningkatan keterampilan motorik kasar dan halus, serta keseimbangan dan koordinasi. Selain itu, tari memungkinkan anak-anak mengekspresikan emosi mereka, mengembangkan kreativitas dan imajinasi, serta membangun kemampuan sosial melalui kerjasama dan empati. Kegiatan ini juga membantu dalam pembentukan disiplin dan konsentrasi, yang penting untuk mengikuti instruksi dan mencapai tujuan. Dari segi kognitif, tari dapat meningkatkan memori, perhatian, dan pemecahan masalah, yang mendukung kinerja akademik. Selain itu, tari adalah bentuk latihan yang menyenangkan, membantu anak-anak tetap aktif dan sehat. Belajar menari termasuk belajar yang mengutamakan ketrampilan motorik, ketrampilan tersebut berupa ketrampilan melakukan gerak-gerak anggota tubuh, karena aspek yang diutamakan pada pembelajaran tari adalah aspek psikomotor. Jenis belajar ketrampilan motorik memberikan penekanan terbentuknya kesadaran pada anak untuk bergerak secara spontan, yaitu dalam melakukan gerak tari dituntut untuk berjalan lancar, teratur, luwes dan ekspresif, tanpa ada beban pikiran mengapa dan bagaimana melakukan gerakan tersebut. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Menurut Moleong . penelitian kualitatif adalah penelitian yang dimaksud untuk memahami fenomena apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan dan lain-lain secara menyeluruh dengan cara deskriptif dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dandengan memanfaatkan berbagai metode alamiah. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi langsung terhadap subjek atau objek yang relevan. Inayah Ramadhani Siregar, et al: [Meningkatkan Motorik Kasar. ] 109 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Menurut Fikriyati . kemampuan motorik sangat erat kaitannya dengan perkembangan pengendalian gerakan tubuh melalui kegiatan yang terkoordinir antara susunan saraf, otot, otak, dan spinal cord. Motorik kasar didefinisikan sebagai gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar atau sebagian besar atau seluruh anggota tubuh yang dipengaruhi oleh kematangan anak itu sendiri. Hurlock . menjelaskan kemampuan motorik kasar sebagai pengendalian gerakan tubuh melalui kegiatan yang terkoordinir antara susunan saraf, otot, otak, dan spinal cord, yaitu kemampuan yang diperlukan sejak usia balita sebagai bagian dari pertumbuhan dan perkembangan anak. Hampir semua anak pada usia 2 tahun dapat berdiri, berjalan, duduk, menendang, naik turun tangga berlari dan melompat. Keterampilan motorik kasar dibangun dari semua usia balita dan akan semakin baik dengan bertambahnya usia sampai dewasa. Menurut Mulyani . , anak usia TK dapat melakukan gerakan yang penuh dengan kendali serta terorganisir sesuai dengan pola. Gerakan ini misalnya, posiis tangan dapat dengan santai terjungkai, gerakan tungkai dan kaki saat melangkah, saat berdiri tubuh lebih tegak, dan lain sebagainya. Pola yang terkendali dan teroganisist tersebut membuat anak lebih mudah merespon berbagai keadaan. Saat itulah, ketrampilan motorik kasar dan halus pada anak dapat berkembang dengan pesat. Ketrampilan motorik dapat ditingkatkan melalui permainan (Putri dan Prima, 2. Anak usia TK biasanya aktif, hal ini membuat mereka menguasai tubuhnya dengan Selain itu, biasanya mereka memiliki dunia sendiri, berkegiatan sendiri pula. Pada masa ini, otot besar mereka berkembang dengan baik daripada melakukan kontrol pada bagian kaki dan tangan. Kegiatan rumit belum bisa dilaksanakan pada usia ini. Salah satu contoh gerakan sederhana yang dapat dilakukan pada masa ini antara lain gerak tari. Pengalaman dalam belajar dengan menyenangkan dapat diperoleh dengan Seni tari dapat mempengaruhi perkembangan anak usia dini. Hal itu bisa dilihat dari semakin berkembangnya motorik kasar dan halus anak, pola bahasa dan sosial serta emosionalnya. Melalui seni tari, anak akan otomatis melakukan aktivitas seni tari, sikap yang terkontrol, tidak nakal dan memiliki sopan santun. Bagi anak, pendidikan tari pada hakikatnya bertujuan supaya anak bisa belajar menari menurut kemampuan yang dimiliki dan kodrat kejiwaan anak sehingga dengan kreatif, tubuh selaku pengungkapan ekspresi bisa mengungkap semua imajinasi dan fantasinya anak. Gerak tari merupakan salah satu. Bahan utama dalam tari yaitu gerak. Gerak merupakan media untuk mendeskripsikan suatu ide yang sedang dipikirkan dan Dimana hal ini merupakan suatu hal yang tidak mudah. Ada dua aspek penting dalam tari, yaitu aspek gerak dan aspek irama. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di TK Cambridge Binjai dengan teknik observasi dan wawancara terhadap para guru, menunjukkan bahwa anak senang melakukan kegiatan menari selain kegiatan menari ini juga membantu anak dalam menstimulus perkembangan fisik motorik anak. Pada saat melakukan observasi di TK Cambridge Binjai, peneliti mendapatkan hasil bahwa masih ada beberapa anak yang mengalami keterlambatan dalam perkembangan motorik kasar. Dalam hasil observasi ini para peneliti mengamati anak sebelum dan sesudah melakukan kegiatan menari yang dibimbing oleh para guru. Para guru menggunakan tari Saman sebagai sarana dalam mengembangkan motorik kasar 110 At-Thufuly: Vol. 4 No. Mei 2024 Tari Saman merupakan seni yang di wariskan secara turun-temurun. Tari Saman berasal dari suku Gayo di Aceh Tengah. Suku Alas di Aceh Tenggara (Blang Kejere. , dan Aceh timur. Tersebar secara turun-temurun bahkan penyebarannya hingga ke Kabupaten Nagan Raya. Alasan mengapa guru memilih tari Saman sebagai kegiatan dalam mengembangkan motorik kasar anak dikarenakan gerakan yang mudah diingat selain itu membutuhkan banyak anak berpartisipasi di dalam tarian ini sehingga guru dapat mengembangkan motorik kasar muridnya secara bersamaan. Sebelum mengajarkan gerakan tari Saman kepada anak, para guru mengawali kegiatan dengan pembukaan seperti menyanyi, menanyakan kabar anak sehingga mood anak akan lebih baik dan senang dan mereka lebih bersemangat dan cepat dalam menghapal gerakan, tak lupa juga melakukan peregangan agar otot anak lebih lentur dan lebih santai dalam mempelajari gerakan tari Saman. Pada hasil pengamatan peneliti di minggu pertama saat guru pertama kali mengenalkan dan mengajarkan tari Saman anak masih terlihat bingung dengan gerakan pada tari ini, ada beberapa anak yang bisa mengikuti gerakan gurunya namun belum sempurna dan ada juga beberapa anak yang terlihat tidak tahu dalam melakukan gerakan yang diajarkan gurunya. Guru yamg melatih dalam kegiatan tari ini sebanyak 4 orang sehingga meraka dapat memperagakan tari didepan anak dan guru yang lainnya dapat membantu anak dalam membenarkan gerakannya. Guru terus melakukan gerakan yang sa,a secara berulang sehingga anak dapat mengingat gerakan dengan baik. Setelah dirasa anak paham dengan gerakan peratama yang diberikan maka aaka dilanjutkan gerakan selanjutnya dan juga di lakukan secara berulang. Pada minggu kedua anak mulai menunjukan perkembangan motorik kasarnya dengan menari cukup bagus dan sesuai keinginan, namun masih ada beberapa anak yang terlihat masih bingung dengan gerakan tari Saman. Para guru terus mengajarkan anak dengan sabar sampai semuanya benar Ae benar paham dan ingat dengan gerakan tari tersebut. Gambar 1. Anak menari tari Saman Pada minggu ketiga perkembangan motorik kasar anak benar Ae benar sudah menonjol, semua anak dapat mengingat gerakan dengan baik mereka juga tahu letak posisinya tanpa arahan guru. Anak dapat mengingat gerakan walaupun masih dengan sedikit arahan guru namun pada minggu ketiga anak sudah menunjukkan perkembangan sesuai dengan yang diharapkan guru. Inayah Ramadhani Siregar, et al: [Meningkatkan Motorik Kasar. ] 111 KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diatas dapat disimpulkan bahwa penggunaan seni tari Saman dalam meningkatka motorik kasar anak Ae anak murid di TK Cambridge Binjai sudah berkembang sesuai dengan harapan guru. Anak dapat melakukan gerakan sesuai dengan instruksi guru, mengingat gerakan dengan baik, dan anak senang melakukan kegiatan menari yang dimana mempermudah guru dalam mengembangkan motoric kasar anak. Dengan demikian pembelajan menggunakan tari saman dapat dikatakan efektif dalam meningkatkan motorik kasar DAFTAR PUSTAKA