8 Jurnal AbdiMU : Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 5 No. 2 | November 2025 : hal 175-184 DOI: 10. https://jurnal. id/index. php/abdimu e-ISSN: 2797-3468 Sosialisasi Manajemen Keuangan Rumah Tangga pada Masyarakat Desa Margaasih Mimin Mintarsih1. NurAoaeni2. Abdul Azis3 1,3Manajemen Bisnis Syariah. Universitas MaAosoem. Indonesia 2Perbankan Syariah. Universitas MaAosoem. Indonesia miminmintarsih@masoemuniversity. Received : OctAo 2025 Revised : NovAo 2025 Accepted : NovAo 2025 Published : NovAo 2025 ABSTRACT The ability to manage household finances is an essential skill that plays an important role in maintaining family welfare and financial stability. Many families, especially in rural areas, still lack adequate understanding of how to plan and manage budgets effectively. This Community Service Program (PKM) aims to improve public understanding of household financial management based on Islamic principles. The method used in this activity was Participatory Action Research (PAR), conducted through socialization, interactive discussions, and evaluation stages. The activity was held on August 2, 2025, in Margaasih Village. Cicalengka District. Bandung Regency, involving community leaders and housewives as participants. The results showed a significant improvement in participantsAo understanding of family budgeting, income and expense management, and the application of prudent financial principles aligned with Islamic values. Participants also expressed commitment to implementing daily financial recording and open communication within family financial management. This activity is expected to encourage community financial independence and support the realization of prosperous and empowered families. Keywords : Financial Literacy. Financial Management. Household. ABSTRAK Kemampuan mengelola keuangan rumah tangga merupakan keterampilan penting yang berperan besar dalam menjaga kesejahteraan dan kestabilan ekonomi keluarga. Banyak keluarga, khususnya di pedesaan, belum memiliki pemahaman yang memadai mengenai cara menyusun dan mengelola anggaran secara efektif. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai konsep dan praktik manajemen keuangan rumah tangga berbasis prinsip syariah. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Participatory Action Research (PAR) melalui tahapan sosialisasi, diskusi interaktif, dan evaluasi hasil pembelajaran. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 2 Agustus 2025 di Desa Margaasih. Kecamatan Cicalengka. Kabupaten Bandung, dengan melibatkan tokoh masyarakat dan Ibu rumah tangga sebagai Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai penyusunan anggaran keluarga, pengelolaan pendapatan dan pengeluaran, serta penerapan prinsip keuangan yang hemat, terencana, dan sesuai dengan nilai-nilai Islam. Peserta juga menunjukkan komitmen untuk menerapkan pencatatan keuangan harian dan komunikasi terbuka dalam pengelolaan keuangan keluarga. Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong kemandirian finansial masyarakat dan mewujudkan keluarga yang sejahtera dan berdaya. Kata Kunci : Literasi Keuangan. Manajemen Keuangan. Rumah Tangga. Jurnal Abdimu (Pengabdian kepada Masyaraka. e-ISSN: 2797-3468 PENDAHULUAN Kemampuan mengatur keuangan dalam keluarga merupakan keterampilan mendasar yang penting dikuasai oleh setiap rumah tangga, khususnya bagi masyarakat yang hidup dengan pendapatan terbatas. Ketika pengeluaran tidak diimbangi dengan perencanaan yang matang, kondisi ini seringkali menyebabkan defisit keuangan yang kemudian mendorong keluarga untuk berutang sebagai solusi sementara . Sayangnya, kebiasaan ini justru bisa memperburuk kondisi ekonomi keluarga dalam jangka panjang. Manajemen keuangan rumah tangga dapat diartikan sebagai proses mengatur pemasukan dan pengeluaran keluarga secara terencana, terstruktur, dan bertanggung jawab. Proses ini meliputi penyusunan anggaran, pelaksanaan pengeluaran berdasarkan skala prioritas, serta evaluasi terhadap keuangan keluarga secara berkala. Dengan pengelolaan yang baik, keluarga dapat memenuhi kebutuhan hidupnya sekaligus memiliki tabungan atau dana darurat untuk keperluan mendesak. Pengelolaan keuangan sering dipercayakan kepada ibu rumah tangga. Mereka bertanggung jawab dalam menyusun perencanaan belanja harian, mingguan, bahkan bulanan. Oleh karena itu, sangat penting bagi para ibu untuk memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam mengatur keuangan dengan bijak agar tidak terjebak dalam perilaku konsumtif dan pemborosan . Penerapan prinsip-prinsip pengelolaan keuangan yang bijaksana seperti hemat, tepat guna, dan sesuai kebutuhan menjadi kunci penting dalam menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga. Selain itu, mempertimbangkan kualitas barang, waktu pembelian yang tepat, dan harga yang rasional juga dapat membantu keluarga dalam mengefisienkan pengeluaran. Melalui langkah-langkah ini, tujuan keluarga sejahtera akan lebih mudah dicapai . Namun, di desa Margaasih masih banyak dijumpai keluarga yang belum memahami pentingnya manajemen keuangan dalam kehidupan sehari-hari. Kurangnya edukasi mengenai pengelolaan keuangan membuat sebagian masyarakat mudah terpengaruh oleh tawaran pinjaman cepat seperti pinjaman online yang seringkali memiliki bunga tinggi dan tidak transparan . Hal ini justru menjadi beban tambahan bagi keluarga dan dapat memicu permasalahan baru dalam rumah tangga. Situasi tersebut menunjukkan bahwa rendahnya literasi keuangan di masyarakat, khususnya di pedesaan, merupakan persoalan yang harus segera Ketidaktahuan dalam mengelola uang dapat menimbulkan tekanan ekonomi, mengganggu keharmonisan keluarga, serta berdampak pada kualitas hidup secara keseluruhan. Oleh karena itu, edukasi keuangan sangat dibutuhkan sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat. Dalam konteks peran gender, perempuan, khususnya Ibu rumah tangga, memainkan peran strategis dalam mengatur pengeluaran dan memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari. Berbagai studi menunjukkan bahwa keterlibatan aktif perempuan dalam pengelolaan keuangan dapat mendorong terciptanya Jurnal Abdimu (Pengabdian kepada Masyaraka. e-ISSN: 2797-3468 stabilitas dan kemandirian ekonomi keluarga . Oleh karena itu, penguatan kapasitas perempuan dalam literasi keuangan menjadi sangat relevan. Perubahan zaman dan perkembangan teknologi juga membawa tantangan baru dalam pengelolaan keuangan keluarga. Ketersediaan platform belanja digital dan layanan pinjaman daring yang mudah diakses, jika tidak disertai pemahaman yang memadai, dapat membuat masyarakat mudah terjebak dalam utang. Namun, jika dimanfaatkan dengan tepat, teknologi juga dapat menjadi alat bantu untuk mencatat pengeluaran dan merencanakan keuangan secara lebih efektif. Penelitian yang dilakukan oleh Sri Prilmayanti Awaluddin . menunjukkan bahwa data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia pada tahun 2022 masih berada di angka 49,68% (OJK, 2. , artinya lebih dari separuh masyarakat belum memahami dasar-dasar pengelolaan keuangan yang sehat. Hal ini menjadi tantangan besar, terutama dalam konteks rumah tangga yang rentan terhadap pengeluaran tidak terencana dan konsumsi berlebihan . Berangkat dari realitas tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengelolaan keuangan rumah tangga merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Upaya untuk membekali keluarga, terutama Ibu rumah tangga di desa, dengan pengetahuan dan keterampilan manajemen keuangan menjadi langkah strategis dalam membangun ketahanan ekonomi keluarga dan mencegah ketergantungan pada utang. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini difokuskan pada pemberian edukasi mengenai manajemen keuangan rumah tangga di lingkungan desa. Melalui program ini, diharapkan masyarakat dapat meningkatkan pemahaman tentang pentingnya perencanaan keuangan, menghindari pola konsumtif, serta mampu mengelola keuangan keluarga dengan lebih bijak dan mandiri. METODE Metode yang diterapkan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah Participatory Action Research (PAR). Model pendekatan ini merupakan bentuk penelitian yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat sebagai subjek sekaligus mitra dalam proses perubahan sosial yang diharapkan. Participatory Action Research bertujuan untuk memahami dan mengevaluasi tindakan tertentu yang dilakukan sebagai respons terhadap kebutuhan sosial, serta mendorong terjadinya transformasi menuju kondisi yang lebih baik secara kolektif. Dalam konteks kegiatan ini, fokus utama diarahkan pada peningkatan pemahaman masyarakat, khususnya di wilayah desa sasaran, mengenai pentingnya pengelolaan keuangan rumah tangga secara bijak dan cerdas guna menghindari jeratan pinjaman online yang marak terjadi belakangan ini. Untuk mencapai tujuan tersebut, kegiatan sosialisasi dilakukan dalam beberapa tahapan yang terstruktur. Tahap pertama dimulai dengan pelaksanaan pra-test, yaitu pengukuran awal terhadap tingkat pengetahuan masyarakat terkait manajemen keuangan rumah tangga. Tujuan dari tahap ini adalah untuk Jurnal Abdimu (Pengabdian kepada Masyaraka. e-ISSN: 2797-3468 memperoleh gambaran mengenai sejauh mana pemahaman awal peserta sebelum menerima materi sosialisasi. Selanjutnya, pada tahap kedua, kegiatan inti berupa penyampaian materi dilakukan oleh narasumber atau pemateri. Materi yang disampaikan mencakup prinsip dasar pengelolaan keuangan keluarga, pentingnya menyusun anggaran, memprioritaskan kebutuhan dibandingkan keinginan, serta cara menghindari godaan pinjaman online yang menjanjikan kemudahan namun memiliki risiko Penyampaian materi dilakukan secara interaktif agar masyarakat lebih mudah memahami dan terlibat secara aktif dalam diskusi. Setelah proses penyuluhan selesai, kegiatan dilanjutkan ke tahap ketiga, yakni pelaksanaan post-test yang bertujuan untuk mengukur tingkat peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti sosialisasi. Dengan membandingkan hasil pra-test dan post-test, dapat diketahui sejauh mana efektivitas kegiatan ini dalam menambah pemahaman masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan keuangan yang bertanggung jawab. Metode Participatory Action Research tidak hanya digunakan untuk menyampaikan materi, tetapi juga membuka ruang refleksi, evaluasi, dan pengembangan kegiatan lebih lanjut berdasarkan kebutuhan riil masyarakat. Kegiatan ini bukan hanya tentang memberi informasi, tetapi juga mendorong perubahan sosial yang lebih luas melalui keterlibatan aktif dan kesadaran kritis masyarakat desa terhadap pengelolaan keuangan yang lebih sehat dan HASIL DAN PEMBAHASAN Tahap Perencanaan Tahapan perencanaan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diawali dengan pelaksanaan survei lapangan dan peninjauan langsung ke Desa Margaasih. Kecamatan Cicalengka. Kabupaten Bandung selaku lokasi sasaran Peninjauan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai kondisi sosial, ekonomi, serta dinamika kehidupan masyarakat setempat, sekaligus membangun koordinasi awal dengan aparatur desa dan tokoh masyarakat sebagai mitra dalam pelaksanaan program. Selanjutnya, dilakukan proses identifikasi kebutuhan, potensi, serta permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat, terutama dalam hal manajemen keuangan rumah Kegiatan identifikasi ini melibatkan diskusi dan dialog dengan berbagai pihak terkait, seperti perangkat desa, tokoh masyarakat, dan perwakilan warga, guna menggali informasi yang relevan. Dari hasil identifikasi ini, ditentukan materi yang akan disampaikan, segmentasi sasaran peserta, waktu pelaksanaan, serta lokasi kegiatan yang dinilai paling tepat dan mendukung efektivitas kegiatan Melalui pendekatan partisipatif ini, proses perencanaan dirancang agar benar-benar selaras dengan kebutuhan riil masyarakat, serta mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran Jurnal Abdimu (Pengabdian kepada Masyaraka. e-ISSN: 2797-3468 warga Desa Margaasih mengenai pentingnya manajemen keuangan rumah tangga sebagai fondasi utama dalam menciptakan stabilitas dan kesejahteraan keluarga. Tahap Pelaksanaan Tahap pelaksanaan dilakukan dengan melaksanakan kegiatan Sosialisasi Manajemen Keuangan Rumah Tangga. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 2 Agustus 2025, yang dihadiri oleh perwakilan tokoh masyarakat dan Ibu Rumah Tangga sekitar Desa Margaasih. Kecamatan Cicalengka. Kabupaten Bandung. Adapun materi yang disampaikan dalam kegiatan ini adalah teori-teori yang berkaitan dengan pentingnya manajemen keuangan rumah tangga dalam upaya menciptakan stabilitas dan kesejahteraan keluarga. Kegiatan dimulai dengan penjelasan mengenai Konsep dan Fungsi Manajemen Syariah . Konsep manajemen keuangan syariah berlandaskan pada ajaran Islam yang mengatur setiap aspek kehidupan manusia, termasuk dalam hal pengelolaan harta . Dalam ajaran Islam, aktivitas ekonomi tidak dapat dipisahkan dari nilai-nilai dasar Al-QurAoan dan Hadis. Manajemen keuangan syariah mengajarkan agar setiap kegiatan ekonomi didasari pada prinsip keadilan, tolong-menolong, serta larangan terhadap praktik riba, gharar . , tadlis . , dan maysir . Fungsi manajemen dalam Islam dikenal dengan istilah POAC . , yang terdiri atas: Perencanaan (Plannin. , yaitu langkah awal dalam menetapkan tujuan dan strategi keuangan rumah tangga agar tercapai keseimbangan antara pendapatan dan pengeluaran. Pengorganisasian (Organizin. , yaitu proses penataan dan pembagian peran di dalam keluarga sesuai dengan kemampuan, sumber daya, dan kebutuhan yang Pengarahan (Actuatin. , yaitu menggerakkan seluruh anggota keluarga untuk bekerja sama secara sadar dan disiplin dalam mencapai kesejahteraan ekonomi Pengawasan (Controllin. , yaitu proses memantau dan mengevaluasi aktivitas keuangan agar tetap sesuai dengan perencanaan . serta melakukan perbaikan bila terjadi penyimpangan. Setelah memaparkan konsep dasar manajemen syariah, pemateri kemudian menjelaskan berbagai permasalahan keuangan yang sering dihadapi oleh masyarakat, antara lain: Pengeluaran yang lebih besar dibandingkan pemasukan. Ketidakteraturan jumlah dan waktu pemasukan. Meningkatnya ketergantungan terhadap pinjaman online karena prosesnya cepat dan mudah. Dampak negatif dari pinjaman online ilegal yang dapat menyebabkan tekanan psikologis hingga tindakan ekstrem. Sebagai solusi atas permasalahan tersebut, pemateri memaparkan langkahlangkah mengelola keuangan secara cerdas agar terhindar dari pinjaman online. Jurnal Abdimu (Pengabdian kepada Masyaraka. e-ISSN: 2797-3468 Memahami jumlah pendapatan dan pengeluaran. Memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Menyusun prioritas agar pengeluaran seimbang dengan pendapatan. Menyusun dan menjalankan anggaran keluarga . Mengendalikan pengeluaran dan menghindari gaya hidup konsumtif. Membuat catatan kas harian untuk memantau aliran uang. Menyiapkan dana darurat dan membiasakan diri untuk menabung. Selain itu, pemateri juga memberikan tips pengelolaan keuangan rumah tangga dengan menerapkan prinsip 50/30/20, yaitu 50% untuk kebutuhan pokok, 30% untuk keinginan, dan 20% untuk tabungan atau investasi. Peserta juga diajak untuk selalu mengedepankan komunikasi terbuka antara suami dan istri dalam pengelolaan keuangan agar tercipta kepercayaan dan ketenangan dalam keluarga. Melalui kegiatan sosialisasi ini, masyarakat diharapkan dapat memahami pentingnya manajemen keuangan rumah tangga berbasis nilai-nilai Islam, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga, menghindari pemborosan, serta terbebas dari jeratan pinjaman online. Gambar 1. Penyampaian Materi Tahap Hasil dan Evaluasi Kegiatan Sosialisasi Manajemen Keuangan Rumah Tangga dilaksanakan pada tanggal 2 Agustus 2025 di Desa Margaasih. Kecamatan Cicalengka. Kabupaten Bandung. Kegiatan berlangsung dengan lancar, tertib, dan mendapat antusiasme yang tinggi dari peserta, yang terdiri atas tokoh masyarakat. Ibu rumah tangga, dan warga sekitar. Hasil Kegiatan Kegiatan sosialisasi ini memberikan hasil yang positif, baik dari segi peningkatan pengetahuan maupun perubahan pola pikir masyarakat mengenai Jurnal Abdimu (Pengabdian kepada Masyaraka. e-ISSN: 2797-3468 pentingnya manajemen keuangan rumah tangga. Adapun hasil kegiatan yang diperoleh antara lain: Peningkatan Pengetahuan dan Kesadaran Masyarakat. Peserta memperoleh pemahaman baru mengenai konsep manajemen keuangan syariah, fungsi manajemen dalam Islam (POAC), serta nilai-nilai maqashid syariah yang menekankan pentingnya keseimbangan antara aspek material dan spiritual dalam pengelolaan harta. Pemahaman tentang Masalah Keuangan Rumah Tangga. Peserta mampu mengidentifikasi berbagai permasalahan keuangan yang sering terjadi, seperti pengeluaran yang lebih besar dari pemasukan, ketidakteraturan pendapatan, serta dampak negatif dari pinjaman online ilegal. Penerapan Strategi Cerdas Mengelola Keuangan. Melalui penjelasan pemateri, peserta memahami langkah-langkah praktis dalam mengelola keuangan, antara lain menyusun anggaran keluarga, membedakan kebutuhan dan keinginan, membuat catatan kas harian, dan menyiapkan dana darurat. Peserta juga diajak untuk menerapkan prinsip 50/30/20 dalam pembagian keuangan rumah tangga. Peningkatan Komunikasi Keuangan dalam Keluarga. Peserta menyadari pentingnya keterbukaan dan kerja sama antara suami dan istri dalam mengelola pendapatan dan pengeluaran keluarga agar tercipta rasa percaya dan stabilitas ekonomi dalam rumah tangga. Sesi Tanya Jawab dan Diskusi Setelah pemaparan materi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi interaktif antara pemateri dan peserta. Sesi ini berlangsung aktif dan menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap topik yang dibahas. Beberapa pertanyaan yang diajukan peserta antara lain: Bagaimana cara mengatur keuangan rumah tangga jika penghasilan tidak tetap setiap bulannya? Bagaimana cara mengajarkan anak-anak agar terbiasa menabung sejak dini? Gambar 2. Tanya Jawab Peserta Jurnal Abdimu (Pengabdian kepada Masyaraka. e-ISSN: 2797-3468 Pemateri menjawab setiap pertanyaan dengan penjelasan yang sederhana dan aplikatif. Untuk penghasilan tidak tetap, pemateri menyarankan agar masyarakat membuat anggaran berdasarkan rata-rata penghasilan minimal dan selalu memprioritaskan kebutuhan pokok. Selain itu, penting bagi keluarga untuk menanamkan nilai hemat dan menabung sejak dini kepada anak-anak melalui contoh nyata dari orang tua. Sesi tanya jawab ini menjadi momen penting karena membantu peserta memahami penerapan manajemen keuangan dalam konteks kehidupan sehari-hari, sesuai dengan kondisi masing-masing keluarga. Evaluasi Kegiatan Secara umum, kegiatan ini mendapat tanggapan positif dari peserta. Berdasarkan hasil pengamatan dan umpan balik, diperoleh beberapa catatan evaluasi sebagai berikut: Keterlibatan Peserta. Peserta mengikuti kegiatan dengan antusias, aktif berdiskusi, dan menunjukkan ketertarikan tinggi terhadap materi yang disampaikan. Durasi Kegiatan. Beberapa peserta mengusulkan agar durasi kegiatan diperpanjang, agar materi dan praktik penyusunan anggaran dapat dilakukan lebih mendalam. Pendalaman Materi dan Praktik. Peserta berharap kegiatan ini dapat berlanjut dengan pelatihan lanjutan seperti simulasi penyusunan anggaran keluarga, pencatatan keuangan rumah tangga, dan edukasi tentang investasi halal. Dampak Kegiatan. Kegiatan ini memberikan dampak positif berupa meningkatnya kesadaran masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan uang, menghindari gaya hidup konsumtif, dan tidak bergantung pada pinjaman online. Secara keseluruhan, kegiatan PkM ini berhasil meningkatkan literasi keuangan syariah masyarakat Desa Margaasih, serta mendorong penerapan pengelolaan keuangan keluarga yang lebih disiplin, transparan, dan sesuai dengan nilai-nilai Islam. Gambar 3. Foto Bersama Jurnal Abdimu (Pengabdian kepada Masyaraka. e-ISSN: 2797-3468 PENUTUP Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan tema AuManajemen Keuangan Rumah TanggaAy yang dilaksanakan pada tanggal 2 Agustus 2025 di Desa Margaasih. Kecamatan Cicalengka. Kabupaten Bandung, telah terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai pentingnya pengelolaan keuangan rumah tangga secara cerdas dan sesuai prinsip syariah. Materi yang disampaikan, mulai dari konsep dan fungsi manajemen syariah hingga strategi pengelolaan keuangan keluarga, berhasil menarik perhatian peserta dan memberikan bekal praktis dalam mengatur keuangan sehari-hari. Antusiasme peserta selama kegiatan, baik dalam sesi penyampaian materi maupun diskusi tanya jawab, menunjukkan bahwa masyarakat memiliki minat dan kebutuhan tinggi terhadap edukasi keuangan yang berbasis nilai-nilai Islam. Kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat kesadaran akan pentingnya komunikasi keuangan dalam keluarga sebagai upaya menjaga stabilitas dan kesejahteraan rumah tangga. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi langkah awal untuk membangun masyarakat yang mandiri secara finansial dan bijak dalam mengelola pendapatan. Selain itu, kegiatan ini diharapkan menjadi dasar bagi pelaksanaan program lanjutan berupa pendampingan dan pelatihan praktis manajemen keuangan keluarga agar pengetahuan yang telah diperoleh dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai penutup, tim pelaksana menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta, tokoh masyarakat, serta pihak-pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan ini. Semoga kegiatan pengabdian ini memberikan manfaat yang luas dan menjadi amal jariyah dalam upaya membangun kesejahteraan masyarakat berbasis nilai-nilai keislaman. DAFTAR PUSTAKA