JOISIE (Journal Of Information Systems And Informatics Engineerin. Vol. No. Juni 2025. Hlm 177-187 Received: 18 Maret 2025 Revised: 26 Mei 2025. Accepted: 13 Juni 2025 p- ISSN: 2503-5304 e- ISSN: 2527-3116 PENGEMBANGAN SMART CONTRACT PADA SISTEM E-VOTING BERBASIS ZENCHAIN TESNET BLOCKCHAIN Isa Al Ghifary Ahmad1. Apriade Voutama2 Program Studi Sistem Informasi. Fakultas Ilmu Komputer. Universitas Singaperbangsa Karawang. email: 1ghifarryaal@gmail. com , 2apraide. voutama@staff. Abstract Conventional voting systems continue to face challenges such as lack of transparency, slow vote counting, and complex bureaucracy. To address these issues, this study develops a Blockchain-based e-voting system using the ZenChain Testnet platform. ZenChain was chosen due to its lightweight testing environment, support for smart contracts, and compatibility with Decentralized Autonomous Organizations (DAO. The research employs the Prototype method, implemented through iterative stages of initial design, functional development, user interface testing, and evaluation. The objective is to create a secure, efficient, and transparent e-voting system by utilizing smart contracts to automate voter validation, vote casting, and result calculation processes. The implementation results demonstrate that all transactions are permanently recorded on the Blockchain, preventing data manipulation. Black box testing was conducted with 4 test scenarios covering core features such as voter validation, vote input, and result computation. All scenarios ran successfully without errors, with an average response time of under 9 seconds. In conclusion, the Blockchain-based e-voting system on the ZenChain Testnet has proven capable of enhancing the integrity and efficiency of elections from a technical However, for large-scale implementation, strategies for infrastructure enhancement, further scalability testing, and digital literacy programs are required to ensure widespread adoption. Keywords: Blockchain. Smart contract. E-voting. Transparency. Decentralization Abstrak Sistem pemilihan konvensional masih menghadapi berbagai tantangan, seperti kurangnya transparansi, lambatnya proses penghitungan suara, dan birokrasi yang kompleks. Untuk menjawab permasalahan tersebut, penelitian ini mengembangkan sistem e-voting berbasis Blockchain dengan memanfaatkan platform ZenChain Testnet. Pemilihan ZenChain didasarkan pada kemampuannya menyediakan lingkungan uji coba yang ringan, mendukung smart contract, dan kompatibel dengan arsitektur DAO (Decentralized Autonomous Organization. Metode yang digunakan adalah metode Prototype, yang diterapkan melalui tahapan desain awal sistem, implementasi fungsional, pengujian antarmuka, serta evaluasi berulang berdasarkan umpan Tujuan dari penelitian ini adalah menciptakan sistem e-voting yang aman, efisien, dan transparan melalui pemanfaatan smart contract untuk mengotomatisasi proses validasi pemilih, pemungutan suara, dan perhitungan hasil. Hasil implementasi menunjukkan bahwa seluruh transaksi berhasil dicatat secara permanen di dalam Blockchain, sehingga mencegah potensi manipulasi data. Pengujian dilakukan menggunakan metode black box dengan 4 skenario uji fitur utama, seperti validasi pemilih, input suara, dan kalkulasi hasil. Semua skenario berhasil dijalankan tanpa error, dengan response time rata-rata di bawah 9 Kesimpulannya, sistem e-voting berbasis Blockchain pada ZenChain Testnet terbukti mampu meningkatkan integritas dan efisiensi pemilu secara teknis. Namun, untuk implementasi skala besar, diperlukan strategi peningkatan infrastruktur, pengujian skalabilitas lebih lanjut, serta program literasi digital bagi masyarakat guna memastikan adopsi yang menyeluruh. Kata Kunci: Blockchain. Smart Contract. E-Voting. Transparansi. Desentralisasi PENDAHULUAN Pemilihan umum . yang berkualitas sangat bergantung pada sistem penyelenggaraannya. Untuk menghasilkan pemimpin yang kredibel, proses pemilu harus berlangsung secara transparan, akurat, dan efisien. Oleh karena itu, pengawasan terhadap integritas pemilu menjadi aspek penting dalam sistem demokrasi https://doi. org/10. 35145/joisie. JOISIElicensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License (CC BY-SA 4. 178 | Jurnal JOISIE. Volume 9. Nomor 1. Juni 2025 (Hidayat, 2. Salah satu elemen utama dalam pemilu demokratis adalah transparansi hasil, yang bertujuan menciptakan sistem hukum inklusif dan adil, sekaligus meminimalisasi bias dari penyelenggara pemilu (Sarjito, 2. Namun, permasalahan transparansi dan lambatnya penghitungan suara masih menjadi tantangan dari masa ke masa. Keterlibatan banyak pihak dalam proses pemungutan dan penghitungan suara menimbulkan birokrasi yang kompleks, serta berpotensi menimbulkan sengketa hasil yang memerlukan waktu penyelesaian panjang (Achmad, 2. Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi, khususnya di bidang komputasi dan internet, mulai muncul solusi untuk mengatasi tantangan tersebut. Internet memungkinkan konektivitas tanpa batas geografis (Setiyanto & Voutama, 2. Salah satu teknologi yang muncul untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam pemilu adalah e-voting, yaitu proses pemungutan suara berbasis elektronik. Teknologi ini dapat mempercepat proses pemilihan, penghitungan suara secara real time, serta mengurangi biaya operasional (A. Kurniawan, 2. (Lubis et al. , 2. Meskipun e-voting menawarkan banyak keunggulan, sistem ini menghadapi tantangan serius dalam hal keamanan dan transparansi. Sebagian besar sistem e-voting masih berbasis data terpusat, yang membuka celah terhadap manipulasi data tanpa terdeteksi pihak ketiga (Aji & Putri, 2. Seiring dengan tuntutan akan sistem yang lebih aman dan transparan, teknologi blockchain muncul sebagai solusi potensial. Blockchain adalah sistem pencatatan digital yang bersifat terdesentralisasi dan tidak dapat diubah, di mana setiap blok saling terhubung melalui kriptografi (Saleh et al. , 2. Teknologi ini memiliki keunggulan seperti transparansi, keandalan, dan imutabilitas, sehingga tidak hanya digunakan dalam mata uang kripto tetapi juga berbagai sektor lainnya (Aini et al. , 2. Dalam konteks e-voting, blockchain mampu meningkatkan keamanan, akuntabilitas, dan kepercayaan publik terhadap proses pemilu (Haryani et al. , 2. Selain blockchain, konsep smart contract juga berperan penting. Smart contract merupakan kode yang berjalan otomatis di atas blockchain sesuai kondisi yang telah ditentukan (Martinelli et al. , 2. Penerapannya memungkinkan pemungutan dan penghitungan suara dilakukan tanpa campur tangan pihak ketiga (Prayugah dkk. , 2. Namun, efektivitas smart contract memerlukan tata kelola yang tepat. Salah satu konsep yang mendukung hal ini adalah Decentralized Autonomous Organization (DAO). DAO memungkinkan organisasi berjalan secara mandiri melalui seperangkat aturan yang tertanam dalam kode, yang mendorong transparansi dan efisiensi (El Faqir et al. , 2. (Faqir-Rhazoui et al. , 2. Studi literatur dilakukan untuk memperkuat pemahaman dasar mengenai e-voting berbasis blockchain ZenChain Tesnet dan meninjau solusi dari penelitian sebelumnya yang relevan. Hasil studi ini menunjukkan bahwa implementasi smart contract berbasis ZenChain berpotensi meningkatkan efisiensi, keamanan, dan transparansi dalam proses pemilu digital (Prayugah et al. , 2. (Adha et al. , 2. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem e-voting berbasis blockchain menggunakan platform ZenChain Testnet. ZenChain Testnet merupakan jaringan uji dari platform blockchain ZenChain yang mendukung pengembangan aplikasi terdesentralisasi . ecentralized applications/dApp. melalui integrasi smart contract (Introduction | ZenChain Documentation. Dalam sistem ini, smart contract digunakan untuk memvalidasi identitas pemilih, mencatat suara secara otomatis, dan menyimpan hasil pemilu secara permanen dalam blockchain (Budi et al. , 2. Beberapa studi sebelumnya telah mengimplementasikan teknologi blockchain dalam sistem e-voting untuk meningkatkan aspek keamanan dan transparansi. Namun demikian, sebagian besar penelitian tersebut masih berfokus pada satu aspek sistem saja, seperti pencatatan suara atau penghitungan hasil. Kebaruan . dari penelitian ini terletak pada integrasi tiga komponen utama secara simultan: validasi pemilih, proses pemungutan dan penghitungan suara otomatis, serta tata kelola berbasis DAO. Evaluasi terhadap sistem dilakukan dengan metode pengujian black box, yakni metode pengujian perangkat lunak berbasis fungsionalitas, di mana sistem diuji berdasarkan input dan output tanpa memperhatikan struktur internal program (Christian & Voutama, 2. Pendekatan ini memberikan validasi menyeluruh terhadap mekanisme smart contract yang digunakan dalam sistem. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode prototype, yaitu pendekatan pengembangan sistem yang fokus pada pembuatan model awal . untuk diuji dan disempurnakan sebelum implementasi penuh (Avdioloca & Megawaty, 2. Metode ini memungkinkan pengguna terlibat secara langsung dalam proses pengembangan, https://doi. org/10. 35145/joisie. JOISIElicensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License (CC BY-SA 4. Ahmad. Pengembangan Smart Contract Pada Sistem E-Voting Berbasis Zenchain Tesnet Blockchain, 177-. 179 sehingga masukan dari pengguna dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas sistem (Yogatura & Voutama. Dalam penelitian ini, metode prototype digunakan untuk merancang dan mengembangkan sistem e-voting berbasis smart contract pada platform ZenChain Testnet. Proses pengembangan dilakukan secara bertahap sesuai dengan diagram alur pada Gambar 1. Gambar 1. Diagram Alur Penelitian Tahapan dimulai dengan analisis kebutuhan melalui studi literatur untuk memahami permasalahan dan menentukan solusi teknis. Setelah itu, dilakukan perancangan sistem menggunakan pendekatan Decentralized Autonomous Organization (DAO). Pada tahap ini, ditentukan peran pengguna . emilih dan paniti. , serta alur kerja smart contract untuk validasi, pemungutan suara, dan perhitungan hasil. Selanjutnya, sistem diuji menggunakan metode black box testing, yaitu pengujian berdasarkan input dan output tanpa melihat kode program (Cani et al. , 2. Pengujian dilakukan untuk memastikan fungsi utama berjalan dengan baik, seperti proses pendaftaran, pemungutan suara, dan rekapitulasi hasil. Jika ditemukan kesalahan, sistem akan diperbaiki dan diuji kembali. Jika sistem telah berfungsi sesuai harapan, maka dilanjutkan ke tahap akhir yaitu evaluasi dan penulisan Hasil dari seluruh tahapan ini adalah prototipe sistem e-voting yang aman, transparan, dan efisien. 1 Arsitektur Sistem Decentralized Autonomous Organizations Gambar 2. Arsitektur Sistem Decentralized Autonomous Organizations https://doi. org/10. 35145/joisie. JOISIElicensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License (CC BY-SA 4. 180 | Jurnal JOISIE. Volume 9. Nomor 1. Juni 2025 Gambar 2 menggambarkan arsitektur sistem e-voting berbasis blockchain yang dirancang menggunakan pendekatan Decentralized Autonomous Organization (DAO). Arsitektur ini terdiri dari dua aktor utama: pemilih dan panitia pemilu, yang berinteraksi melalui smart contract pada jaringan blockchain untuk menjamin proses yang transparan, aman, dan tidak dapat dimanipulasi (W. Kurniawan et al. , 2. Peran Pemilih Registrasi: Pemilih mendaftarkan diri ke dalam sistem dengan identitas yang diverifikasi oleh Akses Informasi Kandidat: Pemilih dapat melihat daftar kandidat yang tersedia sebelum memberikan suara. Voting: Pemilih memilih kandidat yang diinginkan melalui antarmuka sistem yang terhubung dengan smart contract. Peran Panitia Pemilu Validasi Pemilih: Panitia memverifikasi identitas pemilih dan memberikan akses untuk melakukan Manajemen Kandidat: Panitia menambahkan informasi kandidat ke dalam sistem. Kontrol Voting: Panitia memiliki kontrol untuk memulai dan mengakhiri masa pemilihan. Akses Hasil: Setelah pemungutan suara berakhir, panitia dapat melihat hasil akhir secara Alur Kerja Sistem Setiap tindakan . egistrasi, pemilihan, penambahan kandidat, dan penghitungan suar. dikendalikan oleh smart contract, yaitu program otomatis yang berjalan di jaringan blockchain. Setiap transaksi menggunakan aset kripto sebagai media validasi dan untuk mengeksekusi fungsi dalam smart contract. Setelah suara diberikan, sistem DAO mencatat transaksi tersebut secara permanen ke dalam Setiap entri tidak dapat dimodifikasi sehingga menjamin integritas hasil pemilu. Seluruh proses berlangsung tanpa perantara . rustless syste. , mengurangi potensi kecurangan serta meningkatkan akuntabilitas. Dengan pendekatan ini, sistem e-voting tidak hanya mempercepat proses pemilihan dan perhitungan suara, tetapi juga meningkatkan kepercayaan publik terhadap hasil pemilu karena semua data tercatat secara terbuka dan tidak dapat diubah . 2 Pengujian Black Box Testing Pengujian Sistem Pengujian dalam penelitian ini difokuskan pada aspek logika dan fungsionalitas sistem guna memastikan bahwa setiap komponen bekerja sesuai dengan rancangan (Praniffa et al. , 2. Tujuan pengujian adalah untuk memverifikasi bahwa sistem berjalan sesuai alur yang telah ditentukan, serta mengidentifikasi dan memperbaiki kesalahan yang dapat memengaruhi performa sistem. Dengan pengujian ini, kesalahan dapat diminimalkan sehingga sistem menghasilkan keluaran yang akurat, stabil, dan andal. Metode Pengujian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah black box testing, yaitu pendekatan pengujian perangkat lunak yang mengevaluasi sistem berdasarkan masukan dan keluaran tanpa memeriksa struktur internal kode program (Ikhwan et al. , 2. Pengujian ini bertujuan untuk memastikan bahwa sistem e-voting berbasis blockchain ZenChain Tesnet berfungsi sesuai dengan spesifikasi yang telah dirancang. Metode ini dipilih karena sesuai untuk menguji kesesuaian sistem dengan kebutuhan pengguna tanpa bergantung pada logika internal sistem. Rencana dan Kriteria Pengujian Pengujian dirancang untuk mencakup fitur-fitur utama sistem, meliputi autentikasi pengguna, pemilihan kandidat, pencatatan suara ke dalam blockchain, serta verifikasi hasil pemungutan suara. Skenario pengujian mencakup kondisi normal, input tidak valid, dan batas penggunaan(Pratama et al. , 2. Kriteria evaluasi pengujian meliputi: https://doi. org/10. 35145/joisie. JOISIElicensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License (CC BY-SA 4. Ahmad. Pengembangan Smart Contract Pada Sistem E-Voting Berbasis Zenchain Tesnet Blockchain, 177-. 181 Output sistem sesuai dengan input valid yang diberikan. Penolakan terhadap input tidak valid dengan notifikasi yang tepat. Ketahanan sistem terhadap penggunaan ulang yang tidak sah . isalnya voting gand. Respons sistem tidak melebihi batas waktu maksimal 9 detik. Transaksi voting tercatat dan dapat diverifikasi melalui penelusur blockchain. Daftar rencana pengujian sistem dapat dilihat pada Table 1. Tabel 1. Rencana Pengujian Sistem No. Fitur yang Diuji Autentikasi Pemilih Pemilihan Kandidat Pencatatan Suara Verifikasi Hasil Tujuan Pengujian Memastikan hanya pengguna terdaftar yang dapat mengakses Memverifikasi bahwa proses voting dilakukan satu kali per Menjamin suara tercatat dengan benar di Blockchain Memastikan suara dapat diverifikasi secara publik Skenario Uji Uji ID pemilih valid dan tidak valid Uji pemilihan kandidat dan upaya voting ganda Uji perekaman suara setelah pemilihan dilakukan Uji keterlacakan suara melalui Blockchain explorer berdasarkan hash suara HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Implementasi Sistem E-voting Berbasis Blockchain Gambar 3. Blok Deployment Smart contract Gambar 3 menunjukkan tampilan ZenChain Tesnet Explorer yang memverifikasi proses deployment kontrak pintar . mart contrac. dengan alamat Ay0x05EE28fCBf5e220c84f81568F983E257bB9B294EAy . Kontrak ini berhasil dijalankan dan tercatat dalam blok jaringan, disertai dengan hash transaksi, alamat pengirim, serta informasi biaya gas. Proses ini merupakan tahap awal yang wajib dilakukan sebelum sistem evoting dapat digunakan. Gambar 4. Interaksi Kontrak Akun Metamask https://doi. org/10. 35145/joisie. JOISIElicensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License (CC BY-SA 4. 182 | Jurnal JOISIE. Volume 9. Nomor 1. Juni 2025 Gambar 4 memperlihatkan interaksi awal antara akun pengguna di MetaMask dengan smart contract. Pengguna harus menghubungkan wallet mereka ke jaringan ZenChain Tesnet sebagai syarat utama untuk mengakses fungsi sistem. Langkah ini berperan penting dalam validasi identitas digital serta keabsahan transaksi di blockchain. Gambar 5. Diagram Alur Proses Pemilihan Alur kerja sistem ditampilkan dalam Gambar 5, dimulai dari proses registrasi pemilih, verifikasi oleh panitia, pemungutan suara, hingga pengumuman hasil. Kontrol administrasi berada pada panitia, namun seluruh data dan aktivitas terekam secara permanen dalam blockchain, sehingga menjamin integritas dan transparansi sistem. Gambar 6. Tampilan Fungsi pada Smart contract Gambar 6 menyajikan antarmuka fungsi smart contract pada Remix IDE. Fungsi-fungsi utama seperti registerVoter, verifyVoter, vote, startVote, dan endVote dikelompokkan menjadi dua: fungsi input . otak orany. dan fungsi pembacaan data . otak bir. Klasifikasi ini bertujuan untuk memudahkan pengujian serta menjaga modularitas kontrak. https://doi. org/10. 35145/joisie. JOISIElicensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License (CC BY-SA 4. Ahmad. Pengembangan Smart Contract Pada Sistem E-Voting Berbasis Zenchain Tesnet Blockchain, 177-. Gambar 7. Riwayat Transaksi Panitia Gambar . Riwayat Transaksi Pemilih Gambar 8. Riwayat Keseluruhan Transaksi Selama Pemilihan Gambar 7 dan 8 mendokumentasikan riwayat transaksi pengguna. Gambar 7 menunjukkan aktivitas panitia . isalnya verifikasi dan mengakhiri pemungutan suar. Gambar 8 menampilkan transaksi pemilih . egistrasi dan pemungutan suar. , dan Gambar 9 menyajikan ringkasan keseluruhan transaksi. Setiap tindakan direkam dalam blockchain explorer, sehingga dapat diverifikasi secara publik. 2 Penjabaran Teknis Smart contract Gambar 10 memuat kode untuk fungsi registerVoter dan verifyVoter, yang berfungsi untuk mengatur alur registrasi dan verifikasi pemilih. Panitia memiliki otoritas penuh untuk menentukan siapa yang berhak mengikuti pemilihan. Dengan sistem ini, setiap perubahan status pengguna akan tercatat secara transparan di dalam blockchain. Gambar 9. Pendaftaran dan Verifikasi Pemilih https://doi. org/10. 35145/joisie. JOISIElicensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License (CC BY-SA 4. 184 | Jurnal JOISIE. Volume 9. Nomor 1. Juni 2025 Gambar 11 menunjukkan fungsi vote, yang hanya dapat dijalankan oleh pemilih yang telah diverifikasi. Sistem mencatat ID kandidat yang dipilih ke dalam struktur data pada blockchain. Mekanisme ini memastikan bahwa setiap suara bersifat final, tidak dapat diubah, dan terdokumentasi permanen. Gambar 10. Pemungutan Suara Gambar 12 menyajikan fungsi winningCandidate, yang secara otomatis menentukan kandidat pemenang berdasarkan perolehan suara terbanyak. Fungsi ini dapat dijalankan setelah panitia mengakhiri pemungutan Otomatisasi ini mempercepat proses penghitungan dan menghilangkan potensi manipulasi data hasil. Gambar 11. Menentukan Pemenang 3 Hasil dan Evaluasi Pengujian Sistem Metodologi Pengujian Pengujian sistem dilakukan menggunakan metode black box testing. Pengujian difokuskan pada fungsionalitas sistem berdasarkan input dan output, tanpa memeriksa struktur kode internal. Proses pengujian dijalankan melalui Remix IDE dan jaringan ZenChain Tesnet, mencerminkan kondisi operasional yang menyerupai implementasi riil. Hasil Pengujian Tabel 3. Skenario Pengujian Fungsionalitas Sistem No. Fitur yang Diuji Skenario Uji Input Autentikasi Pemilih Pemilih menggunakan ID yang valid ID Pemilih Autentikasi Pemilih Pemilih menggunakan ID yang tidak terdaftar ID tidak Pemilihan Kandidat Pemilih memilih satu Pemilihan Kandidat Pemilih mencoba memilih lebih dari satu Pilihan Pemilih yang sama Pencatatan Suara ke Blockchain Sistem mencatat suara setelah pemilih memilih Transaksi Output yang Diharapkan Berhasil login ke Akses ditolak, muncul pesan Suara berhasil Akses ditolak, peringatan satu kali voting saja Transaksi tercatat di ZenChain Tesnet https://doi. org/10. 35145/joisie. JOISIElicensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License (CC BY-SA 4. Status Lulus Lulus Lulus Lulus Lulus Ahmad. Pengembangan Smart Contract Pada Sistem E-Voting Berbasis Zenchain Tesnet Blockchain, 177-. 185 Verifikasi Hasil Hasil pemungutan suara diverifikasi melalui penelusur Blockchain Hash Data suara dapat ditelusuri dan Lulus Tabel 4. Hasil Aktual Pengujian Sistem Hasil Pengujian Waktu Respons . Keterangan Sesuai Sesuai No. Fitur yang Diuji Autentikasi Pemilih Pemilihan Kandidat Pencatatan Suara ke Blockchain Transaksi tercatat dengan sukses di jaringan ZenChain Tesnet Verifikasi Hasil Setiap suara dapat diverifikasi melalui hash transaksi di Blockchain Ae Sistem berhasil mengautentikasi pemilih valid dan menolak ID tidak Pemilih berhasil memilih satu kandidat, percobaan voting ulang Transaksi valid dan Transparansi Tabel 3 dan 4 menyajikan hasil pengujian dari sisi fungsionalitas sistem beserta aktualisasi hasil pengujian Semua fitur inti diuji, mulai dari autentikasi pemilih, pemilihan kandidat, pencatatan suara ke blockchain, hingga verifikasi hasil. Seluruh skenario menunjukkan hasil valid, yang mengindikasikan bahwa sistem berjalan sesuai dengan desain. Namun, beberapa kendala teknis ditemukan selama pengujian: Keterlambatan sinkronisasi wallet MetaMask saat jaringan Tesnet mengalami lonjakan transaksi. Validasi input terbatas pada antarmuka pengguna, menyebabkan beberapa input kosong lolos ke tahap transaksi sebelum ditolak oleh kontrak pintar. Variasi dalam waktu respons akibat fluktuasi gas fee, meskipun berada di lingkungan uji. Analisis dan Diskusi Error Sistem berhasil menolak upaya registrasi ganda atau voting tidak sah. Semua transaksi yang dilakukan oleh pengguna tercatat dengan benar di blockchain dan dapat diverifikasi secara publik. Namun, kurangnya notifikasi kesalahan yang jelas di sisi pengguna (UI) masih menjadi kekurangan, terutama ketika terjadi kegagalan input. Secara umum, sistem menunjukkan performa yang stabil, responsif, dan konsisten dengan prinsip Tidak ditemukan bug kritis yang mengganggu jalannya proses pemilihan. Keterkaitan dengan Tujuan Penelitian dan Studi Sebelumnya Tujuan utama penelitian ini adalah membangun sistem e-voting yang menjamin keamanan, transparansi, dan efisiensi. Berdasarkan implementasi dan pengujian, sistem telah memenuhi ketiga aspek tersebut. Setiap proses mulai dari registrasi, verifikasi, hingga penentuan hasil berjalan secara otomatis, terdokumentasi, dan tidak dapat dimanipulasi. Jika dibandingkan dengan studi sebelumnya oleh (Farhan, 2. , sistem ini menawarkan: Integrasi antarmuka pengguna berbasis MetaMask, yang lebih ramah pengguna. Pemisahan fungsi panitia dan pemilih secara tegas di dalam kontrak pintar. Riwayat transaksi yang dapat diakses publik, meningkatkan transparansi. Namun, terdapat ruang untuk pengembangan lebih lanjut, seperti penambahan fitur notifikasi kegagalan input, optimasi tampilan antarmuka, dan penerapan di jaringan yang bersifat mainnet agar mendekati kondisi implementasi nyata. https://doi. org/10. 35145/joisie. JOISIElicensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License (CC BY-SA 4. 186 | Jurnal JOISIE. Volume 9. Nomor 1. Juni 2025 SIMPULAN Penelitian ini berhasil mengembangkan sistem e-voting berbasis smart contract pada platform blockchain ZenChain Tesnet dengan mengadopsi prinsip Decentralized Autonomous Organizations (DAO). Berdasarkan hasil implementasi dan pengujian, sistem terbukti dapat meningkatkan transparansi dan keamanan proses Setiap transaksi, mulai dari registrasi hingga penghitungan suara, tercatat secara permanen dalam blockchain dan tidak dapat dimodifikasi, yang memperkuat integritas sistem. Smart contract yang dirancang mampu mengotomatisasi seluruh proses utama validasi pemilih, pemungutan suara, hingga penghitungan hasil dengan efisien dan tanpa intervensi manual. Hasil pengujian black box menunjukkan bahwa seluruh fitur berjalan sesuai dengan spesifikasi, baik dari sisi pemilih maupun Arsitektur DAO juga berhasil memisahkan hak akses dan peran secara jelas, yang mendukung tata kelola sistem secara desentralistik. Namun, pengujian juga mengungkap beberapa keterbatasan penting, antara lain: Tidak tersedianya notifikasi kesalahan input secara real time di antarmuka pengguna. Keterlambatan koneksi pada wallet MetaMask ketika jaringan mengalami beban tinggi. Belum tersedianya mekanisme pemulihan jika pengguna mengalami kegagalan teknis saat transaksi Secara praktis, sistem ini menunjukkan potensi kuat untuk diadopsi dalam skala terbatas seperti pemilihan internal organisasi, komunitas digital, atau universitas. Keunggulan utama terletak pada transparansi, efisiensi waktu, dan jejak audit yang tersedia secara publik. Namun, untuk adopsi di tingkat nasional, perlu dilakukan penyesuaian terhadap infrastruktur jaringan, integrasi identitas digital yang aman, serta peningkatan literasi digital masyarakat. Hasil penelitian ini sejalan dengan temuan (Farhan, 2. yang menunjukkan bahwa sistem e-voting berbasis blockchain dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses pemilihan. Penelitian ini melengkapi studi tersebut dengan menambahkan implementasi teknis berbasis ZenChain, yang menawarkan biaya transaksi rendah dan waktu pemrosesan cepat dalam lingkungan Tesnet. DAFTAR PUSTAKA