Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN 2087-8. e-ISSN : 2528-326X PENGARUH PAJAK PENGHASILAN. CASH HOLDING DAN RISIKO KEUANGAN TERHADAP INCOME SMOOTHING Ayu Setyaningsih. Wiwit Irawati Program Studi Akuntansi. Universitas Pamulang. Kota Tangerang Selatan Jl. Surya Kencana No. 1 Kec. Pamulang wiwitira@unpam. Abstract This study tries to analyze the effect of income tax, cash holding and financial risk on income smoothing. This study uses secondary data. This type of research is a quantitative approach research with a descriptive analysis method. Samples were taken using a purposive sampling technique. The sample consists of 66 data from 11 companies in the property and real estate sector listed on the Indonesia Stock Exchange in 2017-2022. The data analysis technique used in descriptive statistical technique and panel data regression using Eviews 12. Based on the results of this study, it shows that Income tax, cash holding and financial risk have a simultaneous effect on income smoothing. Partially, cash holding has an effect on income smoothing, while income tax and financial risk have no effect on income smoothing. Keywords: Income Tax. Cash Holding. Financial Risk. Income Smoothing. Abstrak Penelitian ini mencoba menganalisis pengaruh pajak penghasilan, cash holding, dan risiko keuangan terhadap Income Smoothing. Penelitian ini menggunakan data sekunder. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan populasi dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis deskriptif. Sampel yang diambil menggunakan Teknik Purposive sampling. Sampel berjumlah 66 dari 11 perusahaan sektor property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2017-2022. Teknik analisis data yang digunakan adalah Teknik statistik deskriptif dan regresi data panel Eviews 12. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukan bahwa pajak penghasilan, cash holding dan risiko keuangan berpengaruh secara simultan terhadap income smoothing. Secara parsial cash holding berpengaruh terhadap income smoothing, sedangkan pajak penghasilan dan risiko keuangan tidak berpengaruh terhadap income smoothing. Kata kunci: Pajak Penghasilan. Cash Holding. Risiko Keuangan. Income Smoothing. Pendahuluan Laba menjadi salah satu elemen penting keputusan dan mengukur kinerja manajemen. Laporan keuangan juga sebagai bentuk sarana untuk pertanggungjawaban tentang apa yang manajemen atas sumber daya pemilik (Adiningsih & Asyik, 2. Informasi keuntungan atau laba adalah salah satu referensinya dalam mengukur nilai sebuah perusahaan, hal ini juga dapat membuat manajemen cenderung melakukan perilaku yang tidak sesuai salah satunya yaitu tindakan perataan laba . ncome smoothin. Jurnal Ekonomi Volume 15 Nomor 1. Mei 2024 manajemen perusahaan untuk mengurangi variasi abnormal laba dalam batas-batas yang diperbolehkan dalam praktik akuntansi dan prinsip manajemen yang wajar (Ghozali & Chariri, 2. Menurut Moatama dan Astika . mengatakan bahwa melakukan income smoothing umumnya didasarkan atas berbagai alasan dan tujuan utamanya yaitu agar perusahaan terlihat memiliki risiko yang rendah dan cenderung stabil dimata investor dengan begitu dapat memuaskan kepentingan dari pemilik perusahaan. Meskipun demikian income dalam laporan keuangan menjadi tidak seperti Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN 2087-8. e-ISSN : 2528-326X Terdapat beberapa tindakan manipulasi di Indonesia, salah satunya di mana PT Garuda Indonesia menyajikan laporan keuangan saat RUPS. Diketahui dalam laporan keuangan 2018. Garuda mencatat laba bersih yang salah satunya ditopang oleh kerja sama antara Garuda dengan PT Mahata Aero Teknologi. Kerja sama itu nilainya mencapai sekitar Rp. 3,48 triliun. Dana tersebut sejatinya masih bersifat piutang dengan kontrak berlaku untuk 15 tahun ke depan, namun sudah dibukukan di tahun pertama dan diakui sebagai pendapatan dan masuk kedalam pendapatan lain-lain. Alhasil perusahaan yang sebelumnya merugi kemudian mencetak laba. Tampak PT Garuda melakukan tindakan manipulasi yang disengaja dengan mengubah waktu kejadian transaksi yang dibukukan pada tahun pertama dan diakui sebagai pendapatan yang sebenarnya masih . Terdapat beberapa faktor yang dapat memotivasi manajemen melakukan income smoothing di antaranya pajak penghasilan. Menurut Mahendra dan Jati . mengatakan bahwa income smoothing dapat dilakukan untuk mengurangi pajak penghasilan yang harus dibayarkan perusahaan kepada negara. Pajak penghasilan yang ditanggung perusahaan Semakin besar laba maka semakin besar pula pajak yang harus disetor perusahaan kepada negara, begitu pun Peluang bagi manajemen untuk melakukan upaya-upaya untuk menunda atau mempercepat pengakuan pendapatan dan biaya, sehingga dapat menekan jumlah pajak yang akan dibayarkan (Setiawati, 2. Faktor lainnya yaitu cash holding. Menurut Bhanumurthy, . mengatakan bahwa Cash Holding didefinisikan sebagai uang tunai yang dapat dimasukan ke dalam investasi jangka pendek, yang bersifat sangat likuid yang siap dikonversi menjadi uang tunai dan memiliki risiko perubahan nilai yang tidak signifikan. Cash holding merupakan aset yang digunakan manajer sebagai alat untuk menjalankan kegiatan usaha perusahaan yang sifatnya likuid. Dengan demikian semakin tinggi kepemilikan kas maka semakin tinggi praktik (Dalimunthe & Prananti, 2. Jurnal Ekonomi Volume 15 Nomor 1. Mei 2024 Perusahaan keuangan yang tinggi akan termotivasi untuk meningkatkan kepercayaan investor terhadap perusahaan tersebut (Setyaningstyas, 2. Menurut Sari dan Oktavia . Perusahaan yang berisiko keuangan yang tinggi akan memaksa manajemen melakukan income smoothing untuk meningkatkan kepercayaan dari pada investor. Yaitu dengan cara memilih kebijakan akuntansi yang dapat meningkatkan keuntungan perusahaan sehingga investor memiliki persepsi positif terhadap kinerja perusahaan di masa yang akan datang. Semakin tinggi risiko keuangan maka semakin tinggi juga probabilitas perusahaan untuk terlibat dalam praktik income smoothing. Penelitian keagenan menurut Jensen dan Meckling . dalam Hidayat dan Fitria . Rahmawati & Irawati . yang mengacu pada hubungan karena adanya kontrak antara pihak principal dan agent, dimana principal mendelegasikan pekerjaannya kepada agen dan hal ini informasi di antara keduanya. Dan juga teori sinyal yang dikembangkan oleh Ross pada tahun 1977, yang berasumsi para pemimpin perusahaan memiliki informasi lebih baik tentang perusahaanya sehinga mendorong mereka untuk mengkomunikasikan informasi tersebut kepada calon investor. Tujuan menjawab hipotesis sebagai berikut: . H1: Diduga Pajak Penghasilan. Cash Holding dan Risiko Keuangan berpengaruh terhadap Income Smoothing. Diduga Pajak Penghasilan berpengaruh terhadap Income Smoothing. H3: Diduga Cash Holding berpengaruh terhadap Income Smoothing dan . H4: Diduga Risiko Keuangan berpengaruh terhadap Income Smoothing. Beda penelitian ini menggunakan data panel sektor property dan real esate yang lebih baru, dan menambahkan variabel risiko keuangan yang masih jarang digunakan pada penelitian sektor property dan real estate. Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN 2087-8. e-ISSN : 2528-326X Pajak Penghasilan (X. Cash Holding (X. Risiko Keuangan (X. Income Smoothing (Y) Kerangka Berfikir Dan Hipotesis Penelitian Metode Penelitian Jenis menggunakan metode kuantitatif. Menurut Sugiyono . mengatakan bahwa metode kuantitatif dapat diartikan sebagai metode positivistik karena berlandaskan pada filsafat Metode ini sebagai metode ilmiah karena telah memenuhi kaidah-kaidah ilmiah yaitu empiris, objektif, terukur, rasional dan Disebut sebagai metode kuantitatif karena data dan penelitian berupa angkaangka dan analisis menggunakan statistik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode asosiatif. Alasan penulis menggunkan metode asosiatif ini adalah bertujuan untuk mengetahui pengaruh ataupun hubungan antara dua variabel atau lebih. Sugiyono . mengatakan bahwa variabel dependen disebut sebagai variabel Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Variabel dependen pada penelitian ini adalah Income Smoothing. Sedangkan variabel independen sering disebut sebagai variabel bebas. Variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau variabel dependen (Sugiyono, 2. Variabel Independen dalam penelitian ini adalah Pajak Penghasilan. Cash Holding dan Risiko Keuangan. Tabel 1 Operasional Variabel Penelitian Variabel Income Smoothing Pajak Penghasilan Cash Holding Risiko Keuangan Indikator Sumber Widyaningsih, et al . Laba sebelum pajak Ae Laba setelah Populasi pada penelitian yaitu seluruh perusahaan sektor property dan real estate Jurnal Ekonomi Volume 15 Nomor 1. Mei 2024 Nirmanggi dan Muslih Putri dan Budiasih. Widanastiti & Rahayu yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2017 Ae 2022. Pengambilan sampel Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN 2087-8. e-ISSN : 2528-326X dalam penelitian ini dilakukan dengan metode purposive sampling. Menurut Sugiyono . mengatakan bahwa metode purposive sampling adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan sebagai berikut: . Perusahaan yang melaporkan laporan keuangan tahunan periode tahun 2017 Ae 2022. Laporan tahunan yang menggunakan mata uang Rupiah Hasil dan Pembahasan Uji Statistik Deskriptif (R. Perusahaan yang memperoleh laba atau tidak mengalami kerugian selama masa penelitian periode 2017 Ae 2022. Perusahaan yang pada laporan keuangannya memiliki data ekstrim . Dari populasi sebanyak 59 perusahaan terseleksi sebanyak 11 perusahaan sektor property dan real estate. Tabel 3. Hasil Uji Statistik Deskriptif Income Pajak Risiko Cash Holding Smoothing Penghasilan Keuangan Mean Median Maximum Minimum Std. Dev. Skewness Kurtosis 53E 10 07E 10 07E 11 66E 10 Jarque-Bera Probability Sum Sum Sq. Dev. 33E 12 82E 23 Observations Sumber: Hasil output Eviews 12 diolah, 2024 bervariasi karena nilai standar deviasi lebih besar dari pada mean. Hasil Penelitian Cash Holding memliki nilai 006723 yang diperoleh dari PT Bumi Citra Permai Tbk. Tahun 2017. Nilai 529180 yang diperoleh dari PT Urban Jakarta Propertindo Tbk. Tahun 2018, nilai standar deviasi 0. 087313 dan 101683, artinya sebaran data cukup baik namun kurang bervariasi karena nilai standar deviasi lebih kecil dari pada mean. Hasil Penelitian Risiko Keuangan memliki nilai minimum 0. 041537 yang diperoleh dari PT Puradelta Lestari Tbk. Tahun 2018. Nilai maksimum 0. 791154 yang diperoleh dari PT PP Property Tbk. Tahun 2020, nilai standar deviasi 0. 167934 dan mean 436187, artinya sebaran data cukup baik Berdasarkan tabel 3 diperoleh total sampel . adalah 66 data sampel dengan hasil sebagai berikut: Hasil Penelitian Income Smoothing memliki nilai minimum 0. 041291 yang diperoleh dari PT Metropolitan Land Tbk. Tahun Nilai maksimum 6. 546028 yang diperoleh dari PT Puradelta Lestari Tbk. Tahun 2019. Dan nilai standar deviasi 255244 dan mean 1. 226985, artinya data cukup bervariasi karena nilai standar deviasi lebih besar dari pada mean. Hasil penelitian Pajak Penghasilan memiliki nilai minimum 90. 334 yang diperoleh dari PT Metropolitan Kentjana Tbk. Tahun Nilai maksimum 407. yang diperoleh dari PT Summarecon Agung Tbk. Tahun 2020, nilai standar deviasi 000,artinya Jurnal Ekonomi Volume 15 Nomor 1. Mei 2024 Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN 2087-8. e-ISSN : 2528-326X berdasarkan hasil uji chow, dan Uji lagrange multiplier model yang terpilih adalah common effect model. Peneliti tidak melanjutkan ke Uji Hausman karena uji ini tidak membandingkan standar deviasi lebih kecil dari pada mean. Pada penelitian digunakan 3 model uji regresi data penel yaitu common effect model, fixed effect model, dan random effect model. Dan common effect model. Tabel 4 Rekap Hasil Pemilihan Model Regresi Data Panel Test CEM FEM REM 1 Uji Chow Oo 2 Uji Hausman Oo Uji Lagrange Oo Multiplier Model Terpilih Oo Sumber: Data sekunder yang diolah, 2024 Uji Normalitas Gambar 4. 1 Uji Normalitas Series: Standardized Residuals Sample 2017 2022 Observations 66 Mean Median Maximum Minimum Std. Dev. Skewness Kurtosis Jarque-Bera 5. Probability 0. Sumber: Hasil output Eviews 12 diolah, 2024 Normalitas menggunakan gambar histogram, namun sering kali polanya tidak mengikuti betuk kurva normal, sehingga sulit disimpulkan. Maka dapat meliha koefisien Jarque-Bera dan probabilitasnya. Pada grafik diatas dapat dilihat bahwa nilai Jarque-Bera 167804 sedangkan nilai ChiSquare tabel dengan melihat jumlah 3 Uji Multikolinearitas variabel independent dan nilai signifikan yang digunakan adalah 0,05, maka nilai Chi-Square tabel adalah 7. 81473 yang berarti nilai Jarque-Bera lebih kecil dari nilai Chi-Square tabel atau 5. 167804 < 7. sementara nilai probabilitas 0. 05, maka dapat disimpulkan data sampel pada penelitian ini terdistribusi normal. Tabel 5 Uji Multikolinearitas Pajak Cash Risiko Penghasilan Holding Keuangan Pajak Penghasilan Cash Holding Jurnal Ekonomi Volume 15 Nomor 1. Mei 2024 Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN 2087-8. e-ISSN : 2528-326X Risiko Keuangan Sumber: Hasil output Eviews 12 diolah, 2024 Dapat dilihat pada tabel 5 bahwa nilai koefisien korelasi anar variabel independent dalam penelitian ini < 0. 90, maka dapat disimpulkan data yang digunakan pada penelitian ini tidak terdapat masalah Tabel 6 Uji Hetoroskedastisitas Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. Pajak Penghasilan -1. 06E-12 1. 45E-12 -0. Cash Holding Risiko Keuangan -0. Root MSE 833940 R-squared Mean dependent 840413 Adjusted R-squared dependent var 0. 852391 S. of regression Akaike info 595902 Sum squared resid Schwarz criterion 728608 Log likelihood Hannan-Quinn 648340 F-statistic Durbin-Watson stat 1. 916961 Prob(F-statisti. Sumber: Hasil output Eviews 12 diolah, 2024 Dapat dilihat pada tabel 6 menunjukkan diartikan nilai probabilitas pada semua variabel bahwa nilai probabilitas X1 yaitu Pajak independent lebih besar dari nilai signikasi Penghasilan adalah 0. 4677, nilai probabilitas X2 0. maka dapat disimpulkan bahwa data tidak yaitu Cash Holding adalah 0. 5981 dan nilai terdapat masalah heteroskedastisitas. probabilitas X3 adalah 0. 5172 yang dapa Hasil Uji Autokorelasi Tabel 7 Uji Autokorelasi Root MSE Mean dependent dependent var Sum squared resid Durbin-Watson stat 167373 R-squared 571516 Adjusted R-squared 246385 S. of regression 94221 F-statistic 900529 Prob(F-statisti. Sumber: Hasil output Eviews 12 diolah, 2024 Jurnal Ekonomi Volume 15 Nomor 1. Mei 2024 Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN 2087-8. e-ISSN : 2528-326X Dapat dilihat pada tabel 7 hasil dW menunjukkan nilai 1. 900529, pada Durbin Watson tabel untuk nilai dL sebesar 1. dan dU sebesar 1. 6947 sehingga 4-dU 3026, yang berarti 1. U) < 900529 . W) < 2. -dU), maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi autokorelasi pada data penelitian ini. Uji Regresi Liniear Berganda Data Panel dengan Model CEM Tabel 8 Uji Regresi Linear Berganda Data Panel dengan Model CEM Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. Pajak Penghasilan 10E-12 91E-13 -1. Cash Holding Risiko Keuangan Weighted Statistics Root MSE Mean dependent var dependent var Sum squared resid Durbin-Watson stat 167373 R-squared 571516 Adjusted R-squared 246385 S. of regression 94221 F-statistic 900529 Prob(F-statisti. Sumber: Hasil output Eviews 12 diolah, 2024 Berdasarkan hasil tabel 8 dapat dirumuskan persamaan regresi untuk regresi linear berganda data panel sebagai berikut: Y = b1x1 b2x2 b3x3 e Y = 0. 655261 Ae 1. 100012 Pajak Penghasilan 3. 433948 Cash Holding 243418 Risiko Keuangan 0. Uji Simultan (Uji F) Root MSE Mean dependent var dependent var Sum squared resid Durbin-Watson stat Tabel 9 Uji Simultan (F) 167373 R-squared 571516 Adjusted R-squared 246385 S. of regression 94221 F-statistic 900529 Prob(F-statisti. Sumber: Hasil output Eviews 12 diolah, 2024 terhadap income smoothing. Hal ini berarti bahwa persamaan regresi yang diperoleh dapat smoothing atau dengan kata lain model sudah layak digunakan dalam penelitian ini. Jika dilihat pada tabel 9 diketahui Prob (F-statisti. 048690, yang jika diartikan nilai tersebut lebih kecil dari nilai signifikansi 0. maka dapat disimpulkan bahwa seluruh variabel bebas dalam penelitian ini yaitu pajak penghasilan, cash holding dan risiko keuangan Jurnal Ekonomi Volume 15 Nomor 1. Mei 2024 Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN 2087-8. e-ISSN : 2528-326X Uji Koefisien Determinasi (R. Tabel 10 Uji Koefisien Determinasi (R. Root MSE Mean dependent var dependent var Sum squared resid Durbin-Watson stat 167373 R-squared 571516 Adjusted R-squared 246385 S. of regression 94221 F-statistic 900529 Prob(F-statisti. Sumber: Hasil output Eviews 12 diolah, 2024 dapat mempengaruhi income smoothing 5% sedangkan 92,5% dijelaskan oleh variabel lain diluar penelitian ini, seperti size, nilai saham, sales growth, dan lain sebagainya. Berdasarkan tablel 10 dapat dijelaskan bahwa besarnya nilai koefisien determinasi (R. Adjusted R-Square adalah 0. %). Nilai tersebut dapat diartikan bahwa pajak penghasilan, cash holding dan risiko keuangan Uji Parsial (Uji . Tabel 11 Uji Parsial (Uji . Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. Pajak Penghasilan 10E-12 91E-13 -1. Cash Holding Risiko Keuangan Sumber: Hasil output Eviews 12 diolah, 2024 Dengan pengamatan sebanyak . = . jumlah variabel independent dan dependen sebanyak . = . , dimana tingkat Diketahui nilai prob. Risiko Keuangan signifikannya sebesar = 0,05. Maka t-tabel adalah sebesar 0. 7541 > 0. 05, dan nilai t dapat ditentukan dengan rumus sebagai berikut hitung . 314639 < 1. maka dapat : t-tabel = . /2 . n-k atau df residua. = . ,05/2 disimpulkan bahwa Risiko Keuangan tidak 66-. diperoleh t-tabel sebesar 1. berpengaruh terhadap Income Smoothing. Pengaruh Pajak Penghasilan terhadap Income Smoothing Diketahui nilai prob. Pajak penghasilan adalah sebesar 0. 2719 > 0. 05, dan nilai t Pengaruh Pajak Penghasilan. Cash hitung (-1. 108486 < 1. maka dapat Holding Risiko Keuangan disimpulkan bahwa Pajak Penghasilan tidak Terhadap Income Smoothing berpengaruh terhadap Income Smoothing. Secara Pengaruh Cash Holding terhadap penghasilan, cash holding dan risiko keuangan Income Smoothing memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Diketahui nilai prob. Cash Holding income smoothing. Hal ini dibuktikan diperoleh adalah sebesar 0. 0087 < 0. 05, dan nilai t nilai F hitung sebesar lebih besar dari F tabel hitung . 711042 > 1. maka dapat atau . 775168 > 2. dan diperoleh nilai disimpulkan bahwa Cash Holding berpengaruh Signifikan sebesar 0. 048690 atau . terhadap Income Smoothing. Sehingga H1 diterima, artinya pajak Pengaruh Risiko Keuangan penghasilan, cash holding dan risiko keuangan terhadap Income Smoothing Jurnal Ekonomi Volume 15 Nomor 1. Mei 2024 Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN 2087-8. e-ISSN : 2528-326X dinilai berpengaruh secara signifikan terhadap income smoothing. semestinya seperti salah satunya tindakan income smoothing. Pengaruh Pajak Penghasilan terhadap Income Smoothing Berdasarkan hipotesis pertama (H. dari hasil pengujian parsial . memperoleh nilai probabilitas sebesar 0. 2719 > 0. 05 dari hasil thitung < t-tabel yaitu -1. 108486 < 1. dengan demikian H2 ditolak. Variabel pajak penghasilan secara parsial tidak berpengaruh Hal menyatakan sebesar apapun pajak penghasilan yang menjadi beban perusahaan tidak dapat menjelaskan atas pengaruh terhadap income Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Verlianti & Hidayat . Milaedy, et al . dan Widyaningsih, et al . yang menyatakan bahwa pajak penghasilan tidak berpengaruh Dikarenakan pajak memiliki aturan tersendiri dalam menghitung pendapatan kena pajaknya yang berbeda dengan penyusunan laporan keuangan pada umumnya yang berdasar pernyataan standar akuntansi keuangan (PSAK). Pengaruh Risiko Keuangan terhadap Income Smoothing. Berdasarkan hipotesis pertama (H. dari hasil pengujian parsial . memperoleh nilai probabilitas sebesar 0. 7541 > 0. 05 dan hasil thitung < t-tabel yaitu 0. 314639 < 1. dengan demikian H4 ditolak, sehingga variabel berpengaruh terhadap income smoothing. Hal ini menyatakan seberapa pun besarnya risiko keuangan dalam perusahaan tidak dapat mempengaruhi tindakan income smoothing. Resiko mempengaruhi tindakan income smoothing yakni saat berhadapan dengan risiko keuangan yang tinggi, seperti ketidakpastian dalam pendapatan atau biaya yang tidak terduga, manajemen biasanya cenderung melakukan income smoothing untuk menciptakan kesan stabilitas dalam laporan keuangan, (Trisnawati & Yudowati, 2. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Asmapane & Igo . Syahzuni . dan Sari & Oktavia . , yang menyatakan bahwa risiko keuangan tidak memiliki pengaruh Perusahaan property dan sektor real estate di tahun penelitian ini menghadapi pandemi COVID_19 dan berhadapan dengan risiko keuangan yang tinggi sehingga manajemen tidak melakukan income smoothing karena fokus utama mereka adalah mengelola risiko yang ada daripada memanipulasi laporan Pengaruh Cash Holding terhadap Income Smoothing Berdasarkan hipotesis pertama (H. dari hasil pengujian parsial . memperoleh nilai probabilitas sebesar 0. 0087 < 0. 05 dan hasil thitung > t-tabel yaitu 2. 711042 > 1. dengan demikian H3 diterima, sehingga berpengaruh terhadap income smoothing. Hal ini menyatakan cash holding yang baik dapat mempengaruhi income smoothing suatu Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yaitu oleh Angreini & Nurhayati . Haniftian dan Dillak . Alrahmon dan Rifa . bahwa Cash Holding berpengaruh signifikan terhadap Income Smoothing. Hal ini terjadi karena karakteristik cash holding yang mudah dikendalikan, mengakibatkan kas mudah disembunyikan atau Jurnal Ekonomi Volume 15 Nomor 1. Mei 2024 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang Pajak Penghasilan. Cash Holding dan Risiko Keuangan terhadap Income Smoothing pada perusahaan manufaktur sektor property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017 Ae 2022. Maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: . Secara simultan pajak penghasilan, cash holding dan risiko keuangan berpengaruh terhadap income smoothing, . Secara parsial variabel pajak penghasilan tidak Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN 2087-8. e-ISSN : 2528-326X berpengaruh terhadap income smoothing. Secara berpengaruh terhadap income smoothing, . Secara parsial variabel risiko keuangan tidak berpengaruh terhadap income smoothing. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada periode yang digunakan hanya 5 tahun, yakni dari tahun 2017 sampai tahun 2022, dan hanya pada sektor property dan real estate Sehingga disarankan untuk penelitian selanjutnya agar memperluas sektor penelitian, dan menambah jumlah tahun penelitian, serta menambah variabel yang diduga berpengaruh terhadap Income Smoothing. Saran yang didapat dari penelitian ini adalah agar wajib pajak dapat mengelola straregi bisnisnya dengan tepat, sehingga dapat meminimalkan risiko dari adanya praktik income smoothing. Income Smoothing Pada Perusahaan Manufaktur. EkoPrenuer, 1. Ghozali. I & Chariri . Teori Akuntansi. Semarang: Badan Penerbit Universitas Dipoegoro. Haniftian. , & Dillak. Pengaruh Probabilitas. Cash Holding dan Nilai Perusahaan terhadap Perataan Laba: studi kasus pada perusahaan LQ45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun JAE (Jurnal Akuntansi dan Ekonomi, 5. , 80-98. ISSN 2721-9313. Hidayat. , & Fitria. Pengaruh Capital Intensity. Inventory Intensity. Profitabilitas dan Leverage Terhadap Agresivitas Pajak. E-Jurnal Akuntansi STIE Dewantara. , 113-127. Mahendra. Rian Putu & I Ketut Jati. Pengaruh Ukuran Perusahaan. DER. ROA, dan Pajak Penghasilan terhadap Praktik Income Smoothing. E-Jurnal Akuntansi, 30. , 1941-1956. E-ISSN Milaedy. Nuswandari. , & MaAosum. Faktor-faktor Mempengaruhi Perataan Laba. Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis. , 244254. Moatama. , & Astika. Pengaruh Profabilitas. Ukuran Perusahaan, dan Kepemilikan Manajerial terhadap Praktik Perataan Laba (Income Daftar Pustaka