Jurnal Akuntansi dan Bisnis (Akuntans. Vol 3. No. Mei 2023, pp. 28 - 37 p-ISSN : 2808-9022 . e-ISSN : 2798-1789 . http://journal. politeknik-pratama. id/index. php/JIAB n page 28 PENGARUH UKURAN KLIEN DAN UKURAN KAP TERHADAP FEE AUDIT Daud Alifian1. Venda Nur Afandi2. Yohan Wahyu Kusuma3. Omi Pramiana4 STIE PGRI Dewantara Jombang 4 Jombang, e-mail: 2062066@stiedewantara. STIE PGRI Dewantara Jombang Jombang, e-mail: 2062070@stiedewantara. STIE PGRI Dewantara Jombang Jombang, e-mail: 2062079@stiedewantara. STIE PGRI Dewantara Jombang Jombang, e-mail: omipramiana@gmail. ARTICLE INFO Article history: Received 14 January 2022 Received in revised form 5 May 2023 Accepted 10 May 2023 Available online 31 May 2023 ABSTRACT The purpose of this study is to determine the effect of Company Size and KAP size and on Audit Fees of Companies Listed on the Indonesia Stock Exchange. The variables in this study are Company Size and KAP size as Independent Variables and Audit Fee Variables as Dependent Variables. The population in this study are all companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2017-2019. Sampling was done by purposive sampling method, the sample used by 14 companies with 42 samples for three years of research. The analytical method used to test the effect of independent variables on the dependent variable is multiple regression analysis. The results of the study show that Company Size has a Positive Influence on Audit Fees. While KAP Size have no effect on Audit Fees. Keywords: Company size. KAP size, and Audit fees. Abstrak Tujuan Penelitian ini untuk mengatahui pengaruh Ukuran Perusahaan dan Ukuran Kantor Akuntan Publik (KAP) Terhadap Fee Audit pada Perusahaan yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Variabel pada penelitian ini adalah Ukuran Perusahaan dan Ukuran Kantor Akuntan Publik (KAP) sebagai Variabel Independen dan Variabel Fee Audit sebagai Variabel Dependen. Populasi pada penelitian ini adalah semua perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2017-2019. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling, sampel yang digunakan 14 perusahaan dengan 42 sampel selama tiga tahun Metode analisis yang digunakan untuk menguji pengaruh variabel indenpenden terhadap variabel dependen adalah analisis regresi berganda. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Ukuran Perusahaan Berpengaruh secara Positif terhadap Fee Audit. Sedangkan Ukuran KAP tidak berpengaruh terhadap Fee Audit. Kata Kunci: Ukuran Perusahaan. Ukuran KAP, dan Fee Audit. PENDAHULUAN Fee audit merupakan sejumlah imbalan yang diberikan kepada seorang auditor atas pekerjaan yang mereka lakukan yang hubungannya dengan profesi mereka. (Wibowo & Rohman, 2. Menerima Honorium atas kemahiran pengetahuan yang diberikan kepada pekerjaan profesional merupakan salah satu hak bagi seorang akuntan publik, hal tersebut tertuang dalam (Kode Etik Akuntan Indonesia Bagian 3, 2. Received January 14, 2023. Revised May 5, 2023. Accepted May 10, 2023 p-ISSN : 2808-9022 e-ISSN : 2798-1789 Fee audit merupakan besarnya pendapatan yang diterima Kantor Akuntan Publik oleh pihak Klien untuk jasa yang diberikan dalam pemeriksaan laporan keuangan Iskak dalam (Sinaga & Rachmawati, 2. Berkaitan dengan kualitas audit, saat ini banyak terjadi kasus-kasus hukum yang melibatkan manipulasi akuntansi atau manipulasi laporan keuangan. Berikut adalah skandal manipulasi akuntansi atau manipulasi laporan keuangan yang melibatkan beberapa perusahaan property, real estate dan konstruksi. Fenomena pertama terjadi ketika Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjatuhkan sanksi administratif kepada dua akuntan publik (AP) dan satu Kantor Akuntan Publik (KAP). AP Merliyana Syamsul. AP Marlina serta KAP Satrio. Bing Eny (SBE) dan rekan dinilai tidak memberikan opini yang sesuai dengan kondisi laporan keuangan tahunan milik PT. Sunprima Nusantara Pembiayaan (SNP Financ. Kedua AP dan satu KAP tersebut memberikan opini AoWajar Tanpa PengecualianAo dalam hasil audit terhadap laporan keuangan tahunan SNP Finance. Namun, hasil OJK mengindikasikan SNP Finance menyajikan laporan keuangan yang tidak sesuai dengan kondisi keuangan yang sebenarnya secara signifikan. Hal tersebut menyebabkan kerugian di banyak pihak termasuk pihak perbankan. OJK menilai AP Marlina dan AP Merliyana Syamsul telah melakukan pelanggaran berat sehingga melanggar PJOK Nomor 13/PJOK. 03/217 Tentang Penggunaan Jasa Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik (Purnomo, 2. (Kurniasih & Sari, 2. menyatakan bahwa ukuran perusahaan adalah suatu skala dimana dapat diklasifikasikan besar kecil perusahaan menurut berbagai cara antara lain dengan : total aktiva, log size, nilai pasar saham, dan lain-lain. Secara garis besar Ukuran Perusahaan dibedakan menjadi tiga kategori yaitu perusahaan besar . arge fir. , perusahaan menengah . edium-siz. dan perusahaan kecil . mall fir. Dari total asset perusahaanlah penentuan ukuran perusahaan ini. Salah satu tolak ukur yang menunjukkan besar kecilnya perusahaan adalah ukuran aktiva. Ukuran Kantor Akuntan Publik Menurut (Arens, 2. ada empat kategori ukuran digunakan untuk menggambarkan kantor akuntan publik (KAP) antara lain: Kantor internasional empat besar. Keempat KAP terbesar di Amerika Serikat disebut kantor akuntan publik internasional AuBig FourAy. Kantor AuBig FourAy mengaudit hampir semua perusahaan besar baik di Amerika Serikat maupun dunia serta banyak juga perusahaan yang lebih kecil juga. Kantor nasional. Tiga KAP di Amerika Serikat disebut kantor nasional, karena memiliki cabang di sebagian kota besar kota utama. Kantor nasional memberikan jasa yang sama seperti kantor AuBig FourAy dan bersaing secara langsung dengannya untuk mendapat klien. Kantor regional dan kantor lokal yang besar. Terdapat kurang dari 200 KAP yang memiliki staff professional lebih dari 50 orang. Sebagian hanya memiliki satu kantor dan terutama melayani klien Ae klien dalam jangka yang tidak begitu jauh. KAP yang lainya memiliki beberapa cabang di satu Negara bagian atau wilayah dan melayni klien dalam radius yang lebih jauh. Kantor lokal kecil. Lebih dari 95 persen dari semua KAP memiliki kurang dari 25 KAP tenaga profesional pada kantor yang hanya memiliki satu cabang, dan entitas nirlaba, meskipun beberapa memiliki satu atau dua klien dengan kepemilikan publik. Tujuan Tujuan penelitian ini dilakukan adalah : Untuk mengetahui pengaruh positif Ukuran Perusahaan terhadap Fee Audit pada Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Untuk mengetahui pengaruh positif Ukuran Kantor Akuntan Publik (KAP) terhadap Fee Audit pada Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. TINJAUAN PUSTAKA Fee Audit Menurut El- Gammal . menyatakan bahwa fee audit merupakan biaya yang harus dibayarkan perusahaan untuk proses pemeriksaan audit laporan keuangan yang dilakukan oleh auditor. Penentuan fee audit berdasarkan pada kesepakatan proses audit. Penentuan dari biaya yang dikeluarkan oleh pihak klien sebelum dimulainya pelaksanaanaudit. Penelitian (Agustini & Siregar, 2. menyatakan bahwa fee audit tidakmemberikan pengaruh secara signifikan terhadap kualitas audit di perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Sedangkan pada penelitian yang dilakukan Pramaswaradana & Astika . menyatakan bahwa fee audit bepengaruh positif terhadap kualitas audit. Indriani dkk. , . dalam penelitiannya juga menyebutkan bahwa fee audit memiliki pengaruh terhadap kualitas audit yang diberikan oleh akuntan. Peraturan Pengurus No. 2 tahun 2016 (IAPI, 2. menyatakan bahwa imbalan jasa yang terlalu rendah atau secara signifikan jauh lebih rendah dari yang dikenakan oleh auditor atau akuntan pendahulu atau diajukan oleh auditor atau akuntan lain, akan menimbulkan keraguan mengenai kemampuan dan kompetensi Pengaruh Ukuran Klien Dan Ukuran Kap Terhadap Fee Audit. (Daud Alifia. Daud Alifian, dkk. JURNAL AKUNTANSI DAN BISNIS. Vol. No. Mei 2023, pp. 28 Ae 37 anggota dalam menerapkan standar teknis dan standar professional yang berlaku. Selain itu, imbalan jasa atas audit laporan keuangan yang terlalu rendah dapat menimbulkan ancaman berupa kepentingan pribadi yang berpotensi menyebabkan ketidakpatuhan terhadap kode etik profesi Akuntan Publik. Oleh karena itu, akuntan publik harus membuat pencegahan dengan menerapkan imbalan jasa atas audit laporan keuangan yang memadai sehingga cukup untuk melaksanakan prosedur audit yang memadai. Ukuran KAP Ketentuan mengenai Akuntan Publik di Indonesia diatur dalam (Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5, 2. mengenai akuntan publik dan peraturan menteri keuangan nomor 17/PMK. 01/2008 tentang jasa akuntan publik. Kantor Akuntan Publik (KAP) yaitu suatu bentuk organisasi akuntan publik yang memperoleh izin sesuai dengan peraturan perundang-undangan, yang berusaha di bidang pemberian jasa professional dalam praktek akuntan publik. Menurut (Arens, 2. ada empat kategori ukuran digunakan untuk menggambarkan kantor akuntan publik (KAP) antara lain: Kantor internasional empat besar. Keempat KAP terbesar di Amerika Serikat disebut kantor akuntan publik internasional AuBig FourAy. Kantor AuBig FourAy mengaudit hampir semua perusahaan besar baik di Amerika Serikat maupun dunia serta banyak juga perusahaan yang lebih kecil juga. Kantor nasional. Tiga KAP di Amerika Serikat disebut kantor nasional, karena memiliki cabang di sebagian kota besar kota utama. Kantor nasional memberikan jasa yang sama seperti kantor AuBig FourAy dan bersaing secara langsung dengannya untuk mendapat klien. Kantor regional dan kantor lokal yang besar. Terdapat kurang dari 200 KAP yang memiliki staff professional lebih dari 50 orang. Sebagian hanya memiliki satu kantor dan terutama melayani klien Ae klien dalam jangka yang tidak begitu jauh. KAP yang lainya memiliki beberapa cabang di satu Negara bagian atau wilayah dan melayni klien dalam radius yang lebih jauh. Kantor lokal kecil. Lebih dari 95 persen dari semua KAP memiliki kurang dari 25 KAP tenaga profesional pada kantor yang hanya memiliki satu cabang, dan entitas nirlaba, meskipun beberapa memiliki satu atau dua klien dengan kepemilikan publik. Perusahaan go public cenderung akan memilih KAP dengan kredibilitas yang tinggi untuk meningkatkan kredibilitas laporan keuangannya di mata para pengguna laporan keuangan. KAP yang lebih besar dianggap lebih mampu menjalankan tugas audit yang lebih berat dan mampu mempertahankan independensinya. Hal ini dikarenakan KAP yang lebih besar terbiasa menyediakan berbagai layanan untuk kliennya dalam jumlah KAP Big Four yang berafiliasi dengan auditor di Indonesia, antara lain: Purwantono. Sungkoro, dan Surja yang berafiliasi dengan Ernest and Young (EY). Sidharta dan Widjaja yang berafiliasi dengan Klynveld Peat Marwick Goerdeler (KPMG). Osman Bing Satrio dan Rekan yang berafiliasi dengan Deloitte Touche Tohmatsu (Deloitt. Tanudiredja. Wibisena. Rintis, dan Rekan yang berafiliasi dengan Pricewaterhouse Cooper (PwC). Ukuran Perusahaan Menurut (Kurniasih & Sari, 2. menyatakan bahwa ukuran perusahaan adalah suatu skala dimana dapat diklasifikasikan besar kecil perusahaan menurut berbagai cara antara lain dengan : total aktiva, log size, nilai pasar saham, dan lain-lain. Secara garis besar Ukuran Perusahaan dibedakan menjadi tiga kategori yaitu perusahaan besar . arge fir. , perusahaan menengah . edium-siz. dan perusahaan kecil . mall fir. Perusahaan dengan ukuran besar memiliki akses lebih besar dan luas untuk mendapat sumber pendanaan dari luar, sehingga untuk memperoleh pinjaman akan menjadi lebih mudah karena dikatakan bahwa perusahaan dengan ukuran besar memiliki kesempatan lebih besar untuk memenangkan persaingan atau bertahan dalam industri Ukuran perusahaan yang biasa dipakai untuk menentukan tingkatan perusahaan adalah: Tenaga kerja, merupakan jumlah pegawai tetap dan honorer yang terdaftar atau bekerja di perusahaan pada suatu saat tertentu. Tingkat penjualan, merupakan volume penjualan suatu perusahaan pada suatu periode tertentu. Total utang, merupakan jumlah utang perusahaan pada periode tertentu. Total asset, merupakan keseluruhan asset yang dimiliki perusahaan pada saat tertentu. Dalam kaitannya dengan Fee Audit Ukuran Perusahaan mencerminkan seberapa besar dan luasnya proses audit yang akan dijalankan oleh auditor. Semakin besar total aktiva, penjualan dan kapitalisasi pasarnya akan mempengaruhi besarnya fee audit yang harus dibayarkan oleh perusahaan. Hal ini dikarenakan perusahaan yang besar cenderung memiliki jumlah transaksi yang besar pula. Hal tersebut akan memperpanjang proses audit yang dilakukan oleh auditor. Tabel 1. Definisi dan Pengukuran Variabel Definisi JURNAL AKUNTANSI DAN BISNIS (AKUNTANSI) Indikator Skala Vol. No. Mei 2023, pp. 28 - 37 p-ISSN : 2808-9022 Ukuran Klien Ukuran KAP Fee Audit Ukuran Perusahaan merupakan ukuran yang digunakan untuk menentukan besar kecilnya ukuran suatu Perusahaan Ukuran KAP merupakan ukuran yang digunakan untuk menentukan besar kecilnya suatu Kantor Akuntan Publik Fee Audit merupakan Honorium atau imbalan yang diterima auditor dari entitas kliennya sehubungan dengan pemberian jasa audit. e-ISSN : 2798-1789 Menggunakan Logaritma Natural, yaitu dari Total Aset Perusahaan. LN. otal ase. Rasio Menggunakan Variabel Dummy yaitu jika KAP masuk kedalam daftar KAP Big Four maka diberi kode 1 sedangkan yang KAP Non-Big Four maka diberi kode 0. Menggunakan Logaritma Natural yaitu dari jumlah Fee Audit yang dibayarkan perusahaan. LN. ee audi. Nominal Rasio Penelitian Terdahulu (Reymond, 2. melakukan penelitian dengan judul Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penetapan Fee Audit (Studi Empiris pada perusahaan Manufaktur di BEI) memperoleh hasil bahwa Ukuran Perusahaan. Keberadaan Anak Perusahaan dan ukran KAP memiliki pengaruh signifikan terhadap penetapan fee audit, sedangkan Tipe Kepemilikan Perusahaan BUMN dan Swasta dan Manajemen Laba tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap penetapan fee audit. (Jesslyn Cristansy, 2. dalam penelitiannya menguji Pengaruh Kompleksitas Perusahaan,Ukuran Perusahaan, dan Ukuran KAP Terhadap Fee Audit pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI Tahun Dalam Penelitian ini pengambilan Sampel didasarkan pada Teknik Purposive Sampling dengan menggunakan kriteria tertentu sehingga memperoleh sampel sebanyak 75. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa Ukuran Perusahaan, dan Ukran KAP memiliki pengaruh signifikan terhadap fee audit, sedangkan Kompleksitas Perusahaan tidak berpengaruh terhadap fee audit. (Sanusi & Purwanto, 2. melakukan pengujian dengn judul Analisis Faktor yang Mempengaruhi Biaya Audi Eksternal. Dengan sampel yang digunakan sebanyak 65 perusahaan Yang Listed di Index Kompas 100 Tahun 2014-201 dengan periode selama 3 Tahun yaitu 2009-2015, yang menghasilkan Hubungan Risiko Perusahaan. Kompleksitas Perusahaan. Jenis Industri Perusahaan, berpengaruh Signifikan Terhadap Biaya Audit Eksternal dengan arah Positif, dan Persediaan Perusahaan dengan arah Negatif, sedangkan Variabel Ukuran Perusahaan. Profitabilitas Perusahaan. Audit Report leg. Ukuran Komite Audit tidak berpengaruh Signifikan Terhadap Biaya Audit Eksternal dengan arah Positif dan Piutang Perusahaan dengan arah Negatif. Hasil penelitian terdahulu yang berkaitan dengan Ukuran Klien dan Ukuran KAP, terhadap Besaran Fee Audit diringkas dalam tabel dibawah ini : Tabel 2. Hasil Penelitian Terdahulu Nama Judul Penelitian Peneliti 1 (Reymond. Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penetapan Fee Audit (Studi Empiris pada perusahaan Manufaktur di BEI) Pengaruh Kompleksitas 2 (Jesslyn Perusahaan,Ukuran Cristansy. Perusahaan, dan Ukuran KAP Terhadap Fee Hasil Penelitian memperoleh hasil bahwa Ukuran Perusahaan. Keberadaan Anak Perusahaan dan ukran KAP memiliki pengaruh signifikan terhadap penetapan fee audit, sedangkan Tipe Kepemilikan Perusahaan BUMN dan Swasta dan Manajemen Laba tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap penetapan fee audit. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa Ukuran Perusahaan, dan Ukran KAP memiliki pengaruh signifikan terhadap fee audit, sedangkan Kompleksitas Perusahaan tidak berpengaruh terhadap fee audit. Pengaruh Ukuran Klien Dan Ukuran Kap Terhadap Fee Audit. (Daud Alifia. Daud Alifian, dkk. JURNAL AKUNTANSI DAN BISNIS. Vol. No. Mei 2023, pp. 28 Ae 37 (Sanusi Purwanto. Audit pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI Tahun Analisis Faktor yang Mempengaruhi Biaya Audit Eksternal Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa Risiko Perusahaan. Kompleksitas Perusahaan. Jenis Industri Perusahaan, berpengaruh Signifikan Terhadap Biaya Audit Eksternal dengan arah Positif, dan Persediaan Perusahaan dengan arah Negatif, sedangkan Variabel Ukuran Perusahaan. Profitabilitas Perusahaan. Audit Report leg. Ukuran Komite Audit tidak berpengaruh Signifikan Terhadap Biaya Audit Eksternal dengan arah Positif dan Piutang Perusahaan dengan arah Negatif. METODOLOGI PENELITIAN Gambaran Umum Teknik pengumpulan sampel data pada penelitian ini menggunakan purposive sampling method dengan kriteria yang digunakan sehingga mendapatkan hasil 14 perusahaan dari total 51 perusahaan yang diuji, alasan didapatkan 14 perusahaan adalah sebagian besar perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari periode 2017 sampai 2019 tidak mencamtumkan nominal fee audit didalam laporan keuangan Sehingga didapatkan 42 sampel dari 14 perusahaan yang telah diuji sesuai dengan kriteria. Kemudian data diolah dengan menggunakan Uji Statistik Deskriptif. Uji Asumsi Klasik. Uji Linier Berganda dan Uji Hipotesis. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa laporan tahunan seluruh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2017 sampai dengan tahun 2019 yang dapat diperoleh dari w. id dan website resmi perusahaan. Populasi dan Sampel Populasi pada penelitian ini adalah perusahaan sektor Pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari periode 2017 sampai dengan 2019. Pada penelitian ini penentuan sampel penelitian menggunakan purposive sampling method yang memiliki kriteria sebagai berikut: Tabel 3. Hasil Seleksi Sampel Penelitian Metode Purposive Sampling No. Kriteria Perusahaan yang diamati dan terdaftar di BEI selama periode 2017 sampai Perusahaan yang tidak memnuhi kriteria selama periode 2017 sampai Jumlah perusahaan yang memenuhi kriteria Sampel selama pengamatan periode 2017 Ae 2019 . x 3 tahu. Jumlah Perusahaan . Berdasarkan hasil dari pengambilan sampel, diperoleh sampel sebanyak 14 perusahaan untuk periode Metode Analisis Penelitian ini menggunakan model regresi linear berganda dengan menggunakan model penelitian sebagai berikut: Y = 1x1 2x2 e Keterangan: : Fee audit : Konstanta : Koefisien variabel : Ukuran Klien : Ukuran KAP : Residual of error JURNAL AKUNTANSI DAN BISNIS (AKUNTANSI) Vol. No. Mei 2023, pp. 28 - 37 p-ISSN : 2808-9022 e-ISSN : 2798-1789 HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Statistik Deskriptif Tabel 4. Hasil Uji Statistik Deskriptif Descriptive Statistics Minimum Maximum Mean Std. Deviation Ukuran Klien Ukuran KAP Fee Audit Valid N . Berdasarkan pada tabel uji statistik deskriptif. Menunjukkan bahwa setiap variabel dependen (Y) yaitu fee audit memiliki nilai mean sebesar 20. 8676 dan nilai maximum sebesar 24. Artinya rata-rata dari fee audit perusahaan sektor pendukung minyak, gas dan batu bara yang terdaftar di BEI periode 2017-2019 memiliki biaya yang besar atau cukup mahal. Pada variabel X1 atau Ukuran Klien sendiri memiliki nilai mean sebesar 28. 4869 dan nilai maximum sebesar 30. Artinya rata-rata dari ukuran perusahaan sektor pendukung minyak, gas dan batu bara yang terdaftar di BEI periode 2017-2019 memiliki ukuran perusahaan yang cukup besar. Selanjutnya, pada variabel X2 atau Ukuran KAP memiliki nilai mean sebesar 0,26 dan nilai maximum sebesar 1. Artinya rata-rata ukuran KAP di perusahaan sektor pendukung minyak, gas dan batu bara yang terdaftar di BEI periode 2017-2019 adalah non Big Four. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Gambar 1. Hasil Uji P-Plot Berdasarkan hasil dari analisa hasil Uji Normalitas dengan metode Uji P-Plot menghasilkan garis diagonal dimana titik-titik tersebut mengikuti garis diagonal, maka dapat dikatakan bahwa pola terdistribusi normal. Sehingga memenuhi asumsi yang berbunyi jika data menyebar garis diagonal dan mengikuti garis diagonal menunjukkan distribusi normal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas dan layak dipakai untuk prediksi fee audit berdasarkan masukan variabel indepedennya. Pengaruh Ukuran Klien Dan Ukuran Kap Terhadap Fee Audit. (Daud Alifia. Daud Alifian, dkk. JURNAL AKUNTANSI DAN BISNIS. Vol. No. Mei 2023, pp. 28 Ae 37 Gambar 2. Hasil Uji Histogram Berdasarkan hasil dari analisa hasil Uji Normalitas dengan metode Uji Histogram menunjukkan bentuk kurva yang menggunung, berarti dapat dikatakan bahwa pola tersebut terdistribusi normal. Sehingga memenuhi asumsi yang berbunyi jika data menyebar garis diagonal dan mengikuti garis diagonal atau grafik histogramnya menunjukkan distribusi normal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas. Uji Multikolinieritas Tabel 5. Hasil Uji Multikolinieritas Coefficientsa Model Unstandardized Standardized Collinearity Coefficients Coefficients Statistics Std. Error Ukuran Klien . Ukuran KAP . (Constan. Beta Sig. Tolerance VIF Dependent Variable: Fee Audit Dari hasil perhitungan uji asumsi klasik pada uji multikolinieritas terlihat Hasil dari uji multikolinieritas untuk Ukuran Klien dengan nilai tolerance 0. 876 dan nilai VIF sebesar 1. 141 yang berarti nilai tolerance > 0,10 dan nilai VIF < 10. 00 artinya keduanya menunjukkan tidak terjadinya multikolinieritas. Hasil dari uji multikolinieritas untuk Ukuran KAP dengan nilai tolerance 0. 876 dan nilai VIF sebesar 1. 141 yang berarti nilai tolerance > 0,10 dan nilai VIF < 10. 00 artinya keduanya menunjukkan tidak terjadinya multikolinieritas. Uji Autokorelasi Tabel 6. Hasil Uji Autokorelasi Model Summaryb Adjusted Model R Std. Error of the R Square Square Estimate Durbin-Watson Predictors: (Constan. Ukuran KAP. Ukuran Klien Dependent Variable: Fee Audit Berdasarkan hasil uji normalitas dengan metode Autokorelasi dengan bantuan program SPSS menunjukkan angka sebesar 2. 065, dengan 2 variabel bebas, dan n = 42 dengan dU sebesar 1. 606 sedangkan 4-dU sebesar 2. 394 sehingga hasil menunjukkan hasil dU < dW < 4-dU yang berarti tidak menunjukkan adanya gejala Autokorelasi. JURNAL AKUNTANSI DAN BISNIS (AKUNTANSI) Vol. No. Mei 2023, pp. 28 - 37 p-ISSN : 2808-9022 e-ISSN : 2798-1789 Uji Heteroskedastisitas Gambar 3. Hasil Uji Heteroskedastisitas Dari hasil dari grafik diatas dapat disimpulkan hasil Uji Heteroskedastisitas grafik scatterplot memperlihatkan bahwa titik-titik menyebar secara acak baik di atas maupun dibawah pada angkat 0 pada sumbu Y. artinya tidak terjadi Heteroskedastisitas pada model regresi sehingga model regresi layak dipakai. Statistik Linier Berganda Tabel 7. Hasil Uji Statistik Linier Berganda Coefficientsa Model Unstandardized Standardized Collinearity Coefficients Coefficients Statistics Std. Error Ukuran Klien . Ukuran KAP . (Constan. Beta Sig. Tolerance VIF Dependent Variable: Fee Audit Y = a b1X1 b2X2 e Y = 6. 518X1 0. 405X2 e Dari hasil permasaan linier tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut : Nilai a . 009 dapat diartikan bahwa jika Ukuran Klien, dan Ukuran KAP ternilai tetap atau konstanta maka Fee Audit pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2017-2019 akan bernilai 6. Koefisien regresi untuk Ukuran Klien sebesar 0. 518 dan bertanda positif, menyatakan bahwa setiap peningkatan 1% Ukuran Klien maka akan meningkatkan angka Fee Audit pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2017-2019 sebesar 51. Koefisien regresi untuk Ukuran KAP sebesar 0. 405 dan bertanda positif, menyatakan bahwa setiap peningkatan 1% Ukuran KAP maka akan meningkatkan angka Fee Audit pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2017-2019 sebesar 40. Analisis Pengujian Hipotesis Uji Parsial (Uji T) Dari hasil pengujian uji parsial . diperoleh nilai sig. Sebesar 0,013 < 0,025 dengan arah positif, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif signifikan pada variabel Ukuran Klien terhadap Fee Audit pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2017-2019. Dari hasil pengujian uji parsial . diperoleh nilai sig. Sebesar 0,470 > 0,025 dengan arah positif, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh signifikan variabel Ukuran KAP terhadap Fee Audit pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2017-2019. Pengaruh Ukuran Klien Dan Ukuran Kap Terhadap Fee Audit. (Daud Alifia. Daud Alifian, dkk. JURNAL AKUNTANSI DAN BISNIS. Vol. No. Mei 2023, pp. 28 Ae 37 Uji Koefisien Determinasi (R. Tabel 8. Uji Koefisien Determinasi (R. Model Summaryb Adjusted R Std. Error of the Model R Square Square Estimate Durbin-Watson Predictors: (Constan. Ukuran KAP. Ukuran Klien Dependent Variable: Fee Audit Dari hasil perhitungan koefisien determinasi dapat diketahui nilai koefisien determinasi sebesar 0,202. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,202 tersebut mengandung arti bahwa variabel independen secara bersama-sama memberikan pengaruh kepada Fee Audit pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2017-2019 sebesar 20,2% dan sisanya 79,8% yang dipengruhi oleh variabel lain yaitu diantaranya Audit Switching. Internal Audit . Kualitas hasil audit, serta Audit Delay. Pembahasan Berdasarkan dari hasil analisis data Fee Audit perusahaan. Sampel hasil analisis uji asumsi klasik, analisis persamaan linier berganda dan uji hipotesis pengaruh Ukuran Klien dan Ukuran Kantor Akuntan Publik (KAP), dengan Objek Penelitian di Perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 20172019 dapat diperoleh hasil sebagai berikut: Pengaruh Ukuran Klien Terhadap Fee Audit Hasil uji statistik t menunjukkan bahwa Ukuran Klien berpengaruh positif signifikan terhadap Fee Audit yang ditunjukkan dengan nilai signifikan 0,013 < 0,025. Nilai koefisien regresi bernilai 0,518 yang berarti variabel Ukuran Klien memiliki pengaruh yang searah dengan Fee Audit sehingga hipotesis Pertama Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Ukuran Perusahaan berpengaruh signifikan terhadap Fee Audit. Artinya semakin besar ukuran klien maka semakin besar fee audit. Hal ini terjadi karena rata-rata ukuran klien memiliki nilai sebesar 28. 4869 dan fee audit yang harus dibayar dengan rata-rata Hasil penelitian ini menguatkan hasil yang diperoleh oleh Nurwulansari . yang juga menemukan adanya pengaruh positif dan signifikan ukuran perusahaan terhadap fee audit. Biaya pemeriksaan untuk perusahaan besar lebih tinggi daripada perusahaan kecil. Hal ini dikarenakan perusahaan besar memiliki kompleksitas transaksi yang lebih tinggi daripada perusahaan kecil (Nurwulansari, 2. Wiratmaja & Haryani . juga menyebutkan, perusahaan besar melakukan transaksi yang lebih banyak dan lebih kompleks dibandingkan perusahaan kecil. Banyaknya peristiwa tersebut menyebabkan auditor mengumpulkan lebih banyak bukti audit untuk mendukung opini Jumlah bukti yang akan diperiksa oleh auditor meningkatkan waktu audit yang diperlukan, dalam hal ini biaya audit yang dibebankan kepada entitas yang diaudit menjadi lebih tinggi. Pengaruh Ukuran KAP Terhadap Fee Audit Hasil uji statistik t menunjukkan bahwa Ukuran KAP tidak berpengaruh signifikan terhadap Fee Audit yang ditunjukkan dengan nilai signifikan 0,470 > 0,025. Nilai koefisien regresi bernilai 0,405 yang berarti variabel Ukuran KAP memiliki pengaruh yang berlawanan dengan Fee Audit sehingga hipotesis Pertama Berdasarkan data hasil penelitian menunjukkan bahwa Ukuran KAP tidak berpengaruh terhadap Fee Audit. Hal ini disebabkan Pertanggung jawaban seorang auditor tidak hanya terhadap perusahaan yang menggunakan jasa auditnya, tetapi juga terhadap masyarakat luas. Hasil ini selaras dengan hasil penenelitian yang dilakukan oleh (Immanuel, 2. dan (Sinaga & Rachmawati, 2. yang menyimpulkan bahwa Ukuran KAP tidak selalu berpengaruh terhadap Fee Audit. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil yang diperoleh, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : Ukuran Klien berpengaruh positif dan signifikan terhadap fee audit pada perusahaan non keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2017 Ae2019. Hasil ini mengindikasikan bahwa semakin besar ukuran perusahaan yang ditandai dengan total asset yang semakin tinggi, maka fee audit yang dibebankan kepada perusahaan juga akan semakin tinggi. JURNAL AKUNTANSI DAN BISNIS (AKUNTANSI) Vol. No. Mei 2023, pp. 28 - 37 p-ISSN : 2808-9022 e-ISSN : 2798-1789 Ukuran Kantor Akuntan Publik (KAP) tidak berpengaruh terhadap Fee Audit. Perusahaan yang menggunakan Kantor Akuntan Publik (KAP) Big Four tidak menjamin Fee Auditnya akan lebih tinggi dan begitu pula sebaliknya. Saran Diharapkan dapat menambah variabel lain seperti audit delay, kualitas hasil audit, audit tenure, rapat internal audit, tax evasion dan tax avoidance. Memperpanjang dalam melakukan penelitian dan pengamatan serta meneliti sektor lain sehingga menambah cakupan dalam penelitian. DAFTAR PUSTAKA