Jurnal Ilmiah IKIP Mataram https://ojs. id/index. php/jiim Maret 2022. Vol. No. p-ISSN: 2355-6358 e-ISSN: 2774-938X Hubungan Antara Kecerdasan Interpersonal dengan Sikap Sosial Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa SMP Ahmad Muzaki. Pirda. Pujilestari. Program Studi Pendidikan Matematika. Fakultas Sains. Teknik, dan Terapan. Universitas Pendidikan Mandalika. Mataram. NTB. *Corresponding Author e-mail: pirdaidots@gamil. Diterima: Februari 2022. Direvisi: Februari 2022. Dipublikasi: Maret 2022 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan interpersonal dengan sikap sosial terhadap hasil belajar matematika siswa SMP. Jenis penelitian yang digunakan adalah korelasional dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas Vl SMP Negeri 2 Kayangan dan pengambilan sampel menggunakan tekik total sampling yaitu seluruh populasi sebagai sampel yaitu seluruh siswa kelas Vl SMP Negeri 2 Kayangan yang berjumlah 39 siswa. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan angket. Teknik analisis data menggunakan statistik korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan kecerdasan interpersonal terhadap hasil belajar matematika siswa dengan nilai r hitung = 0,537> r tabel = 0,316 dengan nilai koefisien korelasi bertanda ( ) positif, maka hubungannya adalah berbanding lurus dengan mendapatkan nilai koefisien yang sedang. Demikian pula terdapat hubungan sikap sosial terhadap hasil belajar matematika siswa dengan nilai r hitung sebesar 0,546 > r tabel = 0,316 dengan nilai koefisien korelasi bertanda ( ) positif, maka hubungannya adalah berbanding lurus dengan mendapatkan nilai koefisien yang sedang. Hasil uji korelasi ganda (R) menunjukkan terdapat hubungan antara kecerdasan interpersonal dengan sikap sosial terhadap hasil belajar matematika siswa dengan nilai R sebesar 0,519 > rtabel 0,316. Kata kunci: Kecerdasan Interpersonal. Sikap Sosial. Hasil Belajar Matematika Sitasi: Muzaki. Pirda. Pujilestari. Hubungan Antara Kecerdasan Interpersonal dengan Sikap Sosial Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa SMP: Jurnal Ilmiah IKIP Mataram. PENDAHULUAN Manusia adalah makhluk sosial, kehidupan manusia selalu ditandai dengan sikap antar manusia. Sikap manusia adalah salah satu bentuk komunikasi dalam masyarakat yang nantinya akan menjadi dasar untuk melakukan interaksi antar Komunikasi berkaitan dengan hubungan interpersonal dan kecerdasan. Pendidikan di negara kita masih mengedepankan dan menitikberatkan pada peningkatan kecerdasan intelektual semata. Sebagian besar kurikulum dan proses pembelajaran kurikulum dan proses pembelajaran dipusatkan pada upaya meningkatkan prestasi akademik tanpa mempertimbangkan kecerdasan emosi Sehingga akibat yang akan ditimbulkan sudah dapat diterka, meskipun manusia berprestasi akademik yang mengagumkan, akan tetapi mereka memiliki hambatan dalam proses bersosialisasi. Salah satu permasalahan pendidikan di Indonesia adalah rendahnya hasil belajar khususnya pada mata pelajaran matematika. Matematika bukanlah suatu pelajaran yang mudah bagi kebanyakan peserta didik, khususnya dikalangan Matematika merupakan mata pelajaran yang kurang disenangi dan peserta Jurnal Ilmiah IKIP Mataram | Volume 9. Nomor 1, 2022 didik sulit memahami serta mendapatkan nilai yang maksimal disebabkan kurangnya ketertarikan dalam belajar matematika. Padahal, matematika sebagai dasar bagi pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) modern mempunyai peranan penting dalam berbagai disiplin dan memajukan daya pikir Seperti dalam perkembangan teknologi komputer yang menggunakan prisip dasar matematika. Perkembangan pesat di bidang teknologi informasi juga dilandasi oleh perkembangan matematika. Untuk menciptakan teknologi masa depan diperlukan penguasaan matematika yang kuat sejak dini (Hevriansyah P. Priarti Megawanti, 2. Selain itu kuat lemahnya suatu interaksi sosial mempengaruhi erat tidaknya sosial yang terjalin, salah satunya dipengaruhi oleh kecerdasan interpersonal. Manusia yang mengalami kegagalan dalam mengembangkan kecerdasan interpersonal gagal dalam sikap sosialnya. Lembaga pendidikan yang diharapkan berperan penting dalam membentuk karakter dan kepribadian manusia masih jauh dari harapan. Bahkan, dunia pendidikan kita belum menyentuh pentingnya kecerdasan interpersonal dalam membangun kesuksesan dan kepribadian manusia Dalam hal ini perkembangan bidang teknologi informasi dan komunikasi sangat berperan penting dalam meningkatkan perkembangan matematika di bidang teori bilangan, logika, aljabar, analisis, dan teori peluang (Suherman, 2007: . Pembelajaran matematika berfungsi untuk mengembangkan kemampuan bernalar melalui kegiatan penyelidikan, eksplorasi, dan eksperimen, sebagai alat pemecahan masalah melalui pola pikir dan model matematika serta sebagai alat komunikasi melalui simbol, tabel, grafik, diagram dalam menjelaskan gagasan. Untuk menguasai dan mengembangkan teknologi di masa depan diperlukan penguasaan matematika yang kuat sejak dini. Kemampuan menjalin relasi sosial dengan orang lain biasa disebut dengan istilah kecerdasan interpersonal. Kecerdasan interpersonal adalah kemampuan manusia dalam menjalin komunikasi secara efektif, mampu berempati secara baik, dan kemampuan mengembangkan hubungan yang harmonis dengan orang lain. Kecerdasan interpersonal bisa diartikan sebagai kemampuan dan keterampilan dalam menciptakan relasi,membangun relasi dan mempertahankan relasi sosialnya sehingga kedua belah pihak berada dalam situasi saling menguntungkan. Sedangkan kecerdasan interpersonal adalah kemampuan memahami pikiran, sikap dan perilaku orang lain (Yaumi & Ibrahim, 2013:. Kecerdasan interpersonal atau kecerdasan sosial, diartikan sebagai kemampuan dan keterampilan seseorang dalam menciptakan relasi, membangun relasi, dan mempertahankan relasi sosialnya sehingga kedua belah pihak berada dalam situasi saling menguntungkan (Safaria, 2010 : . Jurnal Ilmiah IKIP Mataram | Volume 9. Nomor 1, 2022 Sikap sosial merupakan kesadaran individu dalam mewujudkan perbuatan yang nyata, yang berulang-ulang terhadap objek. Sikap sosial adalah kesadaran individu yang menentukan perbuatan yang nyata dalam kegiatan-kegiatan sosial. Maka, sikap sosial dinyatakan tidak seorang saja tetapi diperhatikan oleh orangorang sekelompoknya. Selain itu, sikap sosial adalah tindakan spesifik, inisiatif, mengarahkan pada hasil sosial yang diharapkan sebagai bentuk tindakan seseorang. Sikap sosial sebagai kemampuan seseorang dalam beradaptasi secara baik dengan lingkungannya dan menghindari konflik saat berkomunikasi dengan baik secara fisik maupun verbal (Jayanti, 2012:. Bagi siswa di sekolah, kecerdasan interpersonal sangat membantu dalam diri serta dalam membangunan sosial dengan teman sebayanya dan lingkungan Tanpa kecerdasan interpersonal akan mengalami kesulitan dalam menjalin hubungan dengan temannya yang lain. Bahkan akan berdampak sangat buruk dalam sikap sosialnya karena sulit dalam menentukan sikap ketika dengan temannya dan cenderung merendahkan teman. Oleh karena itu, kecerdasan interpersonal sangat berpengaruh terhadap hasil belajar matematika. Siswa yang memiliki nilai tingkat kecerdasan interpersonal di atas rata-rata akan mendapatkan hasil belajar yang tinggi. Berdasarkan data hasil survey yang didapatkan bahwa nilai belajar matematika siswa kelas Vi di SMP Negeri 2 Kayangan dari 39 siswa/i diantaranya 14 siswa/i mendapatkan nilai Ou 75. Sedangkan data kemendikbud tahun 2013 sebesar Ou 75. Berdasarkan data di atas, dapat disimpulkan bahwa keberhasilan belajar siswa dalam mendapatkan nilai tuntas ( Ou . masih rendah. Oleh karena itu, tujuan peneliti dalam hal ini mengenai pendidikan matematika di sekolah adalah untuk mempersiapkan peserta didik agar sanggup menghadapi perubahan-perubahan dalam meningkatkan dan mendapatkan hasil belajar matematika yang tinggi. Peserta didik seharusnya yang senantiasa berubah melalui latihan bertindak atas dasar pemikiran logis, rasional, kritis, cermat, kreatif, dan efisien. Mengingat matematika merupakan dasar dan bekal untuk mempelajari berbagai ilmu, juga mengingat matematika tersusun secar sistematis, maka penting bagi peserta didik untuk menguasai matematika. METODE PENELIITIAN Jenis penelitian ini adalah korelasional dengan pendekatan deskriptif Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas Vl SMP Negeri 2 Kayangan dan pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling yaitu seluruh populasi sebagai sampel yaitu seluruh siswa kelas Vl SMP Negeri 2 Kayangan yang berjumlah 39 siswa. Instrumen yangakan digunakan dalam penelitian mengenai kecerdasan interpersonal dan sikap sosial yaitu berupa angket kategori angket yang akan digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut: Selalu = 3. Kadang-kadang = 2. Tidak pernah = 1. Sedangkan hasil belajar matematika siswa yang dikelompokkan menjadi sangat baik, baik, cukup, kurang serta sangat kurang. Jurnal Ilmiah IKIP Mataram | Volume 9. Nomor 1, 2022 Dengan acuan kriteria ketuntasan minimal secara klasikal yaitu 75. Teknik analisis data menggunakan statistik korelasi product moment. Untuk mempermudah pengolahan dapat menggunakan SPSS. Stastical Program for Social Science (SPSS) merupakan paket program aplikasi komputer untuk menganalisis data Beberapa uji yang dilakukan menggunakan SPSS, sebelum melakukan analisis statistik korelasi product moment yaitu : Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau tidaknya suatu kuesioner. Uji validitas dihitung dengan membandingkan nilai r hitung . orrelated item-total correlatio. , yaitu jika r hitung > r tabel maka pertanyaan indikator tersebut dinyatakan valid, demikian sebaliknya bila r hitung < r tabel maka pertanyaan atau indikator tersebut dinyatakan tidak valid, r hitung diperoleh dari hasil output SPSS, nilai tersebut selanjutnya dibandingkan dengan nilai r tabel (Ghozali, 2. Uji reliabilitas merupakan alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliable atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Pengukuran reliabilitas dilakukan dengan one shot atau pengukuran sekali saja dengan alat bantu SPSS uji statistik Cronbach Alpha ( ). Suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cornbach Alpha > 0,60 (Nunnally dalam Ghozali, 2013:47-. Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal (Ghozali, 2013:. Uji statistik yang dapat digunakan untuk menguji normalitas residual adalah uji statistik non-parametrik Kolmogorov-Smirnov (K-S). Seperti pada uji beda biasa, jika signifikansi dibawah 0,05 maka tidak terjadi perbedaan yang signifikan dengan data normal baku, berarti data tersebut tidak normal. Lebih lanjut, jika signifikansi diatas 0,05 maka berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara data yang diuji dengan data yang normal baku Uji homogenitas sampel adalah untuk mengetahui apakah data sampel yang diambil dari populasi itu bervariasi homogen atau tidak. Dalam penelitian ini akan menggunakan uji test homogenity of variances. Menurut Widiyanto . 3: . dasar atau pedoman pengambilan keputusan dalam uji homogenitas adalah sebagai berikut : Jika nilai signifikansi (Sig. <0,. , maka dikatakan bahwa varians dari dua atau lebih kelompok populasi data adalah tidak sama . idak homoge. Jika nilai signifikansi (Sig. >0,. , maka dikatakan bahwa varians dari dua atau lebih kelompok populasi data adalah sama . HASIL DAN PEMBAHASAN Adapun langkah-langkah yang dilakukan dalam pengujian hipotesis adalah sebagai berikut: Uji Analisis Validitas dan Reliabilitas Intsrumen Pengujian validitas dilakukan dengan bantuan komputer menggunakan program SPSS for Windows Versi 17. Dalam penelitian ini pengujian validitas Jurnal Ilmiah IKIP Mataram | Volume 9. Nomor 1, 2022 dilakukan terhadap 39 responden. Pengambilan keputusan berdasarkan pada nilai rhitung (Corrected Item-Total Correlatio. > rtabel sebesar 0,316 dengan signifikansi= 0,05 pada jumlah N = 39. Sedangakn pengujian reliabilitas untuk mengukur konsisten atau tidak kuesioner dalam penelitian dan dasar pengambilan keputusan yaitu nilai CronbachAo Alpha sebesar 0,60. Variabel yang dianggap reliabel jika nilai variabel tersebut lebih besar dari > 0,60 jika lebih kecil maka variabel yang diteliti tidak bisa dikatakan reliabel karena < 0,60, maka didapatkan hasil sebagai berikut. Variabel Kecerdasan Interpersonal Hasil uji validitas dan reliabilitas terhadap butir pertanyaan pada variabel kecerdasan interpersonal. Nilai r tabel pada N . umlah responde. 39, sehingga r tabel=0,316. Dari hasil perhitungan validitas bahwa r hitung>r tabel 19 kuesioner semua dinyatakan valid karena r hitung lebih dari r tabel. Selanjutnya, harus dilakukannya uji reliabilitas Hasil dari uji reliabilitas dapat dilihat bahwa cronbachAos alpha pada variabel ini lebih tinggi dari pada nilai dasar yaitu 0,903 > 0,60 hasil tersebut membuktikan bahwa semua pernyataan dalam kuesioner variabel (X. dinyatakan reliabel. Variabel Sikap Sosial Dari hasil pengujian validitas kuesioner yang berisi 18 pernyataan kuesioner yang telah diisi oleh 39 responden pada penelitian ini. Dari hasil perhitungan validitas, bahwa r hitung > r tabel, 18 kuesioner variabel (X. semua dinyatakan valid karena r hitung lebih dari r tabel. Hasil dari uji reliabilitas dapat dilihat bahwa cronbachAos alpha pada variabel ini lebih tinggi dari pada nilai dasar yaitu 0,878 > 0,60 hasil tersebut membuktikan bahwa semua pernyataan dalam kuesioner variabel (X. dinyatakan reliabel. Uji Normalitas dan Homogenitas Uji Normalitas Pengujian hubungan antara kecerdasan interpersonal dengan sikap sosial terhadap hasil belajar matematika siswa kelas Vi SMP Negeri 2 Kayangan Kabupaten Lombok Utara Tahun Pelajaran 2021/2022 dilakukan dengan menggunakan korelasi product moment dan uji korelasi ganda (R). Sebelum dilakukan analisis korelasi terlebih dahulu dilakukan pengujian uji normalitas dengan menggunakan uji One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test dengan cara mengukur jika nilai yang dihasilkan kurang dari 0,05 maka persebarannya dianggap tidak normal sebaliknya jika hasil yang didapat lebih dari 0,05 maka dinyatakan persebarannya normal, dan hasilnya sebagai Jurnal Ilmiah IKIP Mataram | Volume 9. Nomor 1, 2022 Tabel 1. Hasil Uji Normalitas Menggunakan Kolomogrov-Smirnov One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa Mean Std. Deviation Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Berdasarkan Tabel 1 di atas, didapatkan nilai signifikansi pada t-tabel 7 (Asymp. Sig. -taile. ) sebesar 0,070 lebih besar dari . Diambil keputusan terima H0 yang artinya persebaran variabel X1. X2 dan Y berdistribusi normal. Uji Homogenitas Setelah data berdistribusi normal, selanjutnya dilakukan uji Uji ini bertujuan untuk mengetahui apakah semua variabel X1. X2 dan Y bersifat homogen atau tidak. Tabel 2. Nilai Hasil Uji Homogenitas Test of Homogeneity of Variances Levene Statistic Sig. Dari Tabel 2 tersebut uji homogenitas nilai signifikansinya adalah 0,082 yang lebih besar dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa data tersebut Uji Korelasi Variabel X1 dengan Variabel Y Uji korelasi yang kedua untuk mengukur seberapa kuat hubungan antara variabel kecerdasan interpersonal (X. dengan variabel hasil belajar matematika (Y) jika nilai koefisien dari kedua variabel ini menyentuh angka -1 maka akan dianggap rendah namun sebaliknya jika nilai koefisien menyentuh angka 1 maka akan dinyatakan tinggi atau kuat hubungannya. Tabel 3. Uji Korelasi Kecerdasan Interpersoal terhadap Hasil Belajar Matematika Correlations Kecerdasan_Interpersonal Hasil_BelajarMTK Kecerdasan_Interpersonal Pearson Correlation Sig. -taile. Hasil_BelajarMTK Pearson Correlation Sig. -taile. Berdasarkan perhitungan korelasi product moment dengan menggunakan SPSS 17 diperoleh koefisien korelasi antara . pada tabel di atas nilai r hitung Jurnal Ilmiah IKIP Mataram | Volume 9. Nomor 1, 2022 pada kedua variabel X1 dan Y ini ialah sebesar 0,537, dari hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara variabel kecerdasan interpersonal (X. dengan variabel hasil belajar matematika (Y) karena nilai r hitung . lebih besar dari r tabel = 0,316 . ,537 > 0,. , sehingga hipotesis Ho ditolak dan hipoteis Ha diterima. Artinya terdapat hubungan kecerdasan interpersonal terhadap hasil belajar matematika siswa kelas Vi SMP Negeri 2 Kayangan Kabupaten Lombok Utara Tahun Pelajaran 2021/2022. H asil penelitian menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasi bertanda ( ) positif, maka hubungannya adalah berbanding lurus. Artinya, semakin besar nilai variable X1 kecerdasan interpersonal, maka semakin meningkat nilai variable Y hasil belajar matematika atau semakin kecil nilai variable X1 kecerdasan interpersonal maka semakin menurun variable Y hasil belajar Matematika. Dapat disimpulkan bahwa hubungan antar variabel ini saling mempengaruhi dan bernilai positif sehingga mendapatkan nilai koefisien yang sedang yaitu 0,537. Adapun interpretasi nilai r yang diperoleh menggunakan statistik korelasi product moment adalah sebagai berikut. Table 4. Interpretasi Nilai r Nilai Antara 0,000 sampai dengan 0,199 Antara 0,200 sampai dengan 0,399 Antara 0,400 sampai dengan 0,599 Antara 0,600 sampai dengan 0,799 Antara 0,800 sampai dengan 1,000 Keterangan Sangat rendah Rendah Sedang Kuat Sangat kuat Bila dilihat dari nilai interpretasi Tabel 4. 8 bahwa didapatkan nilai 0,537 artinya terdapat hubungan sedang karena berkisar antara 0,400 sampai dengan 0,599. Kecerdasan interpersonal adalah kemampuan mempersepsi dan membedakan suasana hati, maksud, motivasi dan keinginan orang lain serta kemampuan memberikan respon secara tepat terhadap suasana hati, temperamen, motivasi dan keinginan orang lain (Yaumi, 2013 :21-. Siswa yang memiliki kecerdasan interpersonal yang baik akan dengan mudah menyesuaikan diri di lingkungannya yang berguna untuk membangun hubungan positif dengan orang lain, sehingga siswa mudah untuk menjalin kerjasama dengan teman sebayanya, lebih peka terhadap sikap, perasaan dan kehendak orang lain, serta siswa akan belajar menghargai setiap perbedaan yang muncul. Uji Korelasi Variabel X2 dengan Variabel Y Uji korelasi yang kedua untuk mengukur seberapa kuat hubungan antara variabel sikap sosial (X. dengan variabel hasil belajar matematika (Y) jika nilai koefisien dari kedua variabel ini menyentuh angka -1 maka akan dianggap rendah namun sebaliknya jika nilai koefisien menyentuh angka 1 maka akan dinyatakan tinggi atau kuat hubungannya. Jurnal Ilmiah IKIP Mataram | Volume 9. Nomor 1, 2022 Tabel 5. Uji Korelasi Sikap Sosial terhadap Hasil Belajar Matematika Correlations Sikap_Sosial Pearson Correlation Sikap_Sosial Hasil_Belajar MTK Sig. -taile. Hasil_BelajarMTK Pearson Correlation Sig. -taile. Berdasarkan perhitungan korelasi product moment dengan menggunakan SPSS 17 diperoleh koefisien korelasi antara . pada tabel di atas nilai r hitung pada kedua variabel X2 dan Y ini ialah sebesar 0,546. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara variabel sikap sosial (X. dengan variabel hasil belajar matematika (Y) karena nilai r hitung . lebih besar dari r Tabel = 0,316 . ,546 > 0,. , sehingga hipotesis Ho ditolak dan hipotesis ha Artinya terdapat hubungan sikap sosial terhadap hasil belajar matematika siswa kelas Vi SMP Negeri 2 Kayangan Kabupaten Lombok Utara Tahun Pelajaran 2021/2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasi bertanda ( ) positif, maka hubungannya adalah berbanding lurus. Artinya, semakin besar nilai variable X2 sikap sosial, maka semakin meningkat nilai variable Y hasil belajar matematika atau semakin kecil nilai variable X2 sikap sosial maka semakin menurun variable Y hasil belajar matematika. Dapat disimpulkan bahwa hubungan antar variabel ini saling mempengaruhi dan bernilai positif sehingga mendapatkan nilai koefisien yang sedang yaitu 0,546. Bila dilihat dari nilai Interpretasi bahwa didapatkan nilai 0,537 artinya terdapat hubungan sedang karena berkisar antara 0,400 sampai dengan 0,599. Hasil belajar yang diperoleh siswa dapat dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Dari faktor internal diantaranya minat, bakat, motivasi, tingkat intelegensi, sedangkan dari faktor eksternal diantaranya strategi pembelajaran yang salah, pengelolaan kegiatan belajar yang tidak membangkitkan motivasi belajar anak, maupun faktor lingkungan yang sangat berpengaruh pada hasil belajar yang diperoleh oleh siswa (Sudjana, 2014:. Uji Korelasi Ganda Variabel X1 dan X2 dengan Variabel Y Uji korelasi ganda dilakukan untuk menunjukkan kuatnya hubungan antara dua variabel secara bersama atau lebih dengan variabel yang lain. Uji korelasi yang kedua untuk mengukur seberapa kuat hubungan antara variabel kecerdasan interpersonal (X. dan sikap sosial (X. dengan variabel hasil belajar matematika (Y), jika nilai koefisien dari kedua variabel ini menyentuh angka -1 maka akan dianggap rendah, namun sebaliknya jika nilai koefisien menyentuh angka 1 maka akan dinyatakan tinggi atau kuat hubungannya. Pada bagian ini dikemukakan rumus korelasi ganda (R) untuk dua variabel independen . dan satu dependen . Hasil perhitungan dapat dilihat pada Tabel di bawah Jurnal Ilmiah IKIP Mataram | Volume 9. Nomor 1, 2022 Tabel 6. Uji Korelasi Kecerdasan Interpersoal dan Sikap Sosial terhadap Hasil Belajar Matematika Hasil Nilai R Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Berdasarkan perhitungan korelasi ganda (R) dengan menggunakan SPSS 17 diperoleh koefisien korelasi antara . bahwa diperoleh nilai R pada Tabel 11 di atas sebesar 0,519 lebih besar dari r Tabel 0,316. Dapat disimpulkan bahwa AuTerdapat hubungan antara kecerdasan interpersonal dengan sikap sosial terhadap hasil belajar matematika siswa kelas Vi SMP Negeri 2 Kayangan Kabupaten Lombok Utara Tahun Pelajaran 2021/2022. Ay Untuk mengetahui besarnya tingkat hubungan antara variabel maka dilakukan interpretasi terhadap koefisien korelasi. Mengacu pada r hitung dari hasil perhitungan yang telah dilakukan pada Tabel interpretasi koefisien maka tingkat hubungan antara kedua variabel tergolong rendah dengan rentang 0,400 Ae 0,599 SIMPULAN Hasil belajar siswa Vi SMP Negeri 2 Kayangan Kabupaten Lombok Utara yang diambil dari nilai semester ganjil didapat nilai rata-rata 73,05 yang berada pada tingkat cukup. Skor untuk kecerdasan interpersonal siswa yang diambil dari nilai angket rata-rata nilai siswa adalah 39,21 dan sikap sosial adalah 38,64. Terdapat hubungan kecerdasan interpersonal terhadap hasil belajar matematika siswa dengan nilai r hitung = 0,537 > r tabel = 0,316 dan sikap sosial terhadap hasil belajar matematika siswa dengan nilai r hitungsebesar 0,546 > r tabel = 0,316. Nilai koefisien korelasi bertanda ( ) positif. Nilai koefisien korelasi bertanda ( ) positif, maka hubungannya adalah berbanding lurus. Hasil perhitungan korelasi ganda (R) diperoleh nilai R sebesar 0,519 lebih besar dari r tabel = 0,316 yang berarti terdapat hubungan antara kecerdasan interpersonal dengan sikap sosial terhadap hasil belajar matematika siswa kelas Vi SMP Negeri 2 Kayangan Kabupaten Lombok Utara Tahun Pelajaran 2021/2022 dengan nilai R sebesar 0,519 > r tabel 0,316. DAFTAR PUSTAKA